Anda di halaman 1dari 5

ENDAPAN PORFIRI Endapan porfiri adalah suatu endapan primer (hipogen) yang berukuran relatif besar dengan kadar

rendah sampai medium, Pada umumnya dikontrol oleh struktur geologi, Secara spasial dan genetik berhubungan dengan intrusi porfiritik felsik sampai dengan intermediet. Sub-tipe endapan porfiri Endapan Porfiri Cu ( Au, Mo, Ag, Re, PGE) Endapan Porfiri Cu-Mo ( Au, Ag) Endapan Porfiri Cu-Mo-Au ( Ag) Endapan Porfiri Cu-Au ( Ag, Mo) Endapan Porfiri Mo ( W, Sn) Endapan Porfiri Sn ( W, Mo, Ag, Bi, Cu, Zn, In) Jenis mineral Porfiri tembaga Chalcopyrite, Pyrite, Chalcocite, Bornite, Molybdenite, Galena, Magnetite, Gold, Copper Porfiri timah Arsenopyrite, Frankeite, Pyrrhotite, Sphalerite, Chalcopyrite, Galena, Stannite, Fluorite Tetrahedrite-Tennantite, Sheelite Tipe alterasi Porfiri tembaga - Propylitic - Argillic - Phyllic/Sericitization - Potassic Porfiri timah

- Propylitic - Argillic - Phyllic/Sericitization - Tourmalinization Tectonic setting Metallogenic Province yang relatif memanjang dan dangkal yang berasosiasi dengan sabuk (jalur) orogenik. Endapan tembaga porfiri : andesitic stratovolcanoesyang berhubungan dengan subduksi pada tatanantektonik busur kepulauan dan busur benua. Endapan molibdenum porfiri : an-orogenic batuan granit yang terbentuk pada kerak benua, khususnya pada zona regangan. Beberapa endapan Porfiri Mo, Porfiri W-Mo dan Porfiri Sn terbentuk pada kerak benua yang sangat tebal yang berhubungan dengan collosion. Fluida Bijih Fluid inclusion Kisaran: 250-750C dengan salinitas 15-70 wt.% pada sistem orthomagmatik, dan <> Kedalaman: <> Jenis air: air magmatik dan air meteorik Sumber metal Produk sampingan dari kristalisasi magmatic (incompability element). Metal dan sulfur berasal dari batuan samping. Kontrol Mineralisasi Endapan porfiri terbentuk dan berhubungan erat dengan intrusi-intrusi epizonal dan mesozonal. Pada intrusi felsik dicirikan dengan keberadaan tekstur-tekstur tertentu, seperti comb-quartz. Hubungan yang erat antara aktivitas magma dan mineralisasi hidrothermal dicirikan dengan keberadaan mineral-mineral pada intrusi dan breksi hydrothermal. Karakteristik Mineralisasi

Dalam skala endapan bijih (ore deposits), beberapa tipe mineralisasi berupa veins, vein sets, stockworks, fractures, 'crackled zones' and breccia pipes pada umumnya berasosiasi dengan struktur.Secara regional, suatu kompleks endapan porfiri yang memiliki nilai ekonomis biasanya dicirikan oleh tingginya tingkat kerapatan mineralized veins and fractures. Jumlah/konsentrasi veinlets tersebut akan semakin besar dengan bertambahnya permeabilitas batuan induk (host rock) sepanjang berlangsungnya proses mineralisasi Komposisi mineralogi suatu endapan porfiri secara umum cukup bervariasi. Kehadiran pirit (FeS2) sebagai mineral sulfida yang dominan dapat mencirikan endapan porfiri Cu, Cu-Mo dan Cu-Au (Ag), yang menunjukkan tingginya porsi sulfur yang terdapat dalam endapan. Sebaliknya, pada endapan porfiri Sn, W dan Mo akan memperlihatkan kandungan sulfur dan mineral-mineral sulfida yang rendah, dimana kehadiran mineral-mineral oksida akan lebih dominan. Zona Alterasi Sisi terdalam (inner zone) umumnya zona potassic yang dicirikan oleh kehadiran biotite and/or K-feldspar ( amphibole magnetite anhydrite). Sisi terluar (outer zone) umumnya merupakan propylitic alteration yang mengandung quartz, chlorite, epidote, calcite and, locally, albite berasosiasi dengan pyrite. Zona-zona phyllic alteration (quartz +sericite + pyrite) dan argillic alteration (quartz + illite + pyrite kaolinite smectite montmorillonite calcite) dapat terbentuk sebagai zona-zona yang erletak diantara zona potassic and propyli.

jenis-jenis endapan mineral yang mempunyai resiko kesalahan tinggi dan ada pula jenis-jenis endapan mineral yang mempunyai resiko kesalahan rendah. a. Jenis endapan Vein, terbentuk setelah pembentukan batuan samping, mineral terdapat dalam bentuk spot, tersebar tidak merata, tidak memperlihatkan tendency geometrik, sulit dievaluasi (memiliki resiko tinggi), cadangan biasanya berskala kecil.