1

Thermodinamika
Prof. Dr. Ir. Santosa, MP
Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian,
Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat
Mei 2009
I. BESARAN, SATUAN DAN DEFINISI
1.1 Satuan
Satuan Panjang
1 m = 1.650.763,73 x panjang gelombang garis jingga-merah Kr-86.
= 3,2808 ft
= 39,37 in
1 inci = 2,540 cm.
1 km = 0,621 mi
1 ft = 0,304 m = 12 in
Satuan Volume
1 dm3 = 1 liter
Satuan Massa
1 kg = 2, 2046 pon.
= 6,8521 x 10-2 slug.
1 lbm = 0,4536 kg
Satuan Suhu
o

F = 9/5 x oC + 32

o

C = 5/9 x (oF – 32)

o

K = oC + 273,15

o

R = oF + 459,67.

Satuan Gaya
1 N = 1 kg . meter / detik2.
Satuan Tekanan
1 atm (atmosfir standar) = 1,01325 x 106 dyne /cm2.

2
= 14,6959 lbf /in2 = 14,6959 psi
= 1,01325 bar.
= 760 torr
= 101325 Pa
= 76 cm Hg
1 mikro Hg = 1 x 10 – 3 mm Hg = 1,933 x 10 –5 lbf /in2.
1 bar = 105 N / m2.
1 Pa = 1 N / m2.
1 mm Hg = 1 torr
1 in Hg = 3376,8 N/m2.
1 in H2O = 248,8 N/m2.
Satuan Energi
1 J = 1 kg . m2 / s2.
1 Btu = 252 kal = 1055,0 J
1 kal = 4,186 J
1 kkal = 4186 J = 1000 kal
1 Joule = 0,24 kal
Satuan Daya
1 daya kuda = 735 kg m2 / detik3.
1 watt = 1 Joule /detik
1.2 Definisi
Definisi termodinamika :
Ilmu pengetahuan mengenai panas dan sifat zat yang berhubungan dengan panas dan
kerja.
Definisi massa jenis suatu zat :
massa per satuan volume.
Definisi volume jenis (atau volume spesifik) suatu zat adalah :
volume per satuan massa.
Tekanan :
komponen gaya yang tegak lurus pada suatu bidang per satuan luas.

3
Pada termodinamika, umumnya dipakai tekanan absolut, yaitu tekanan yang
diadakan oleh sistem pada batas sistem. Perkataan absolut digunakan untuk membedakan
dari tekanan relatif (gauge pressure), karena di dalam praktek, pengukur tekanan dan
pengukur vakum menyatakan perbedaan antara tekanan absolut dengan tekanan atmosfer.
Dirumuskan :
Pabsolut = Prelatif + P atmosfer .................................................................................(1)
Dalam praktek, tekanan diukur dengan menggunakan pengukur tekanan Bourdon
atau manometer fluida. Karena tekanan menurut prinsip hidrostatik berbanding langsung
dengan tinggi cairan dalam manometer, seperti yang diperlihatkan pada Gambar 1.

Fluida
L

Gambar 1. Manometer
Pada Gambar 1, terlihat bahwa :
∆ p = ρ . l. g ........................................................................................(2)
dengan :
∆ p = perbedaan tekanan
ρ = massa jenis fluida (kg/m3)
l

= beda panjang kolom fluida (m)

g = percepatan gravitasi = 9,8 m/detik2.
1 kalori :
panas yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 oC dari massa air 1 gram.
1 Btu :
panas yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1oF dari massa 1 lbm.
1.3 Pemuaian Zat Cair

4
Zat cair akan meningkat nilai spesifik volume-nya apabila suhu dinaikkan, sebagai
contoh dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Nilai Spesifik Volume Berbagai Zat pada Tekanan 1 atm
SUHU (oC)
0
50
100

SPESIFIK VOLUME (cm3/gram)
H2O
Hg
H2
1,00013
0,073554
11,125
1,01207
0,074223
13,161
1,04343
0,074894
15,197

Akan dilakukan perhitungan perubahan volume H2O dan air raksa (Hg) dari (100 oC-0
o

C) dan (50 oC-0 oC).

H2O sebanyak 1 gram :
Perubahan volume dari :
V100oC – V0oC = 1,04343 – 1,00013 = 0,0433 cm3.
1 skala oC = 0,0433 cm3/ 100 skala= 0,000433 cm3/skala.
V50oC – V 0oC = 1,01207 – 1,00013 = 0,01194 cm3.
Maka banyaknya skala = 0,01194 cm3 / (0,000433 cm3/skala) ≅ 27,6 skala.
Prosentase kesalahan = (27,6 – 50) / 50  x 100 % = 44,8 %.
Untuk Hg sebanyak 1 gram :
Perubahan volume dari :
V100oC – V0oC = 0,07489 – 0,073554 = 0,001336 cm3.
1 skala oC = 0,001336 cm3/ 100 skala = 0,00001336 cm3/skala.
V50oC – V 0oC = 0,074223 – 0,073554 = 0,000669 cm3.
Maka banyaknya skala = 0,000669 cm3 / (0,00001336 cm3/skala) ≅ 50,07 skala.
Prosentase kesalahan = (50,07 – 50) / 50  x 100 % = 0,14 %.
Dengan demikian maka air raksa lebih teliti daripada air sebagai isi termometer.
1.4 Contoh Soal

5
1. Manometer dipakai untuk mengukur tekanan fluida seperti pada Gambar 1.
Pembacaan perbedaan tinggi kolom air raksa pengukur tekanan adalah 0,1 m.
Densitas air raksa adalah 13600 kg/m3.
a). Berapa nilai tekanan gauge (dalam Pa) ?
b). Berapa nilai tekanan absolut (dalam Pa) fluida yang diukur tekanannya ?
Penyelesaian :
a). ∆ p = ρ . l. g
= 13600 kg/m3 x 0,1 m x 9,8 m/detik2
= 13328 kg/(m.detik2) = 13328 Pa
b). Pabsolut = Prelatif + P atmosfer
= 13328 Pa + 1 atm
= (13328 + 101325) Pa = 114653 Pa.
2. Konversikan :
a). 500 torr = ..... atm = ..... Pa
b). 15 in H20 = ... Pa = ..... atm
Penyelesaian :
a). 500 torr = 500 torr x (1 / 760)( atm / torr) = 0,6579 atm
= 0,6579 atm x 101325 Pa / atm = 66661,72 Pa.
b). 15 in H20 = 15 in H20 x 248,8 Pa / in H2O = 3732 Pa
= 3732 Pa x (1 / 101325)(atm/Pa) = 0,0368 atm
3. Cairan yang akan dipakai sebagai pengisi termometer, mempunyai sifat-sifat sebagai
berikut :
Suhu (o C)
:
0
60
100
Densitas (g/ml) :
1,0735
1,0460
1,0204
Termometer tersebut ditera dengan es yang sedang mencair dan air yang sedang
mendidih pada tekanan 1 atm. Kemudian termometer tersebut dipakai untuk
mengukur benda yang suhunya 60 0C. Berapa 0C suhu yang ditunjukkan oleh
termometer tersebut dan berapa kesalahannya (dalam %) ?
Petunjuk : Hitung terlebih dahulu nilai volume spesifik pada suhu 0 0C, 60 0C dan 100
0
C!
Penyelesaian :
Volume spesifik = 1/ρ
Pada suhu 0oC, volume spesifik = 1/1,0735 = 0,9315 ml/gram

6
Pada suhu 60oC, volume spesifik = 1/1,046 = 0,9560 ml/gram
Pada suhu 100oC, volume spesifik = 1/1,0204 = 0,9800 ml/gram
V100oC – V0oC = 0,9800 – 0,9315 = 0,0485 cm3.
1 skala oC = 0,0485 cm3/ 100 skala = 0,000485 cm3/skala.
V60oC – V 0oC = 0,9560 – 0,9315 = 0,0245 cm3.
Maka banyaknya skala = 0,0245 cm3 / (0,000485 cm3/skala) ≅ 50,515 skala.
Prosentase kesalahan = (50,515 – 60) / 60  x 100 % = 15,81 %.

II. APLIKASI THERMODINAMIKA UNTUK PENGERINGAN PRODUK
PERTANIAN
2.1 Hubungan Antar Parameter Pengeringan
Ada hubungan matematis antara debit aliran udara pengering (Q, m3/jam) dengan
spesifik volume udara pengering (Sv, m3/kg), Kadar air awal bahan dasar basah (Kaawal, w.b., %), Kadar air akhir bahan dasar basah (Ka- akhir, w.b., %), Berat kering
bahan (Wd, kg), Waktu pengeringan (t, jam), Kelebaban mutlak pada plenum (H2,
kg/kg), kelembaban mutlak pada outlet (H3, kg/kg), laju massa udara pengering (mdot,
kg/jam), laju penguapan air (Wdot, kg/jam), dan banyaknya air yang harus diuapkan (M,
kg). Parameter thermodinamis udara pada lingkungan, plenum, dan outlet digambarkan
pada grafik psikometrik seperti pada Gambar 2.

7

h
3

H3
H2

1

2

Gambar 2. Grafik Psikometrik
Keterangan :

(1) lingkungan, (2) plenum, dan (3) outlet
-

dari titik (2) ditarik ke titik (3) dengan nilai entalpi (h) yang sama,
karena diasumsikan berlangsung secara adiabatis

Biasanya persamaan matematis yang menghuhungkan antar parameter tersebut dipecah
menjadi empat yaitu :
Q = f (mdot , Sv ) .................................................................................................(1)
mdot = f (Wdot, H3 dan H2) ...............................................................................(2)
Wdot = f(M, t) .....................................................................................................(3)
M = f(Ka- awal, w.b., Ka- akhir, w.b. dan Wd) .................................................(4)
yang disajikan dalam persamaan matematis sebagai berikut :
Q = mdot x Sv ... ..............................................................................................(5)
mdot = Wdot / [ H3 - H2] .... .............................................................................(6)
Wdot = M / t ....................................................................................................(7)
M = { 100 x (Ka- awal w.b. - Ka- akhir, w.b.) x Wd} /
{ ( 100 - Ka- awal w.b. ) (100 - Ka- akhir, w.b. ) } .................................(8)

2.2 Contoh Penyelesaian Soal

8
Jagung dikeringkan pada mesin pengering. Diketahui sifat thermodinamik pada plenum
(ruang pengering) sebagai berikut : suhu termometer bola kering = 120 oF, suhu
termometer bola basah = 90 oF. Mesin pengering dilengkapi dengan blower dan heater.
Dengan menggunakan tabel uap jenuh kering berikut :
Temp, oF, t
90
120

Tek, abs., psi, p
0,6982
1,6924

Entalpi uap jenuh
1100,9
1113,7

a). Hitung nilai kelembaban relatif pada plenum.
b). Hitung nilai kelembaban mutlak pada plenum.
c). Hitung nilai entalpi pada plenum.
d). Jika diketahui kelembaban mutlak pada outlet adalah 26 gram / kg; air yang harus
diuapkan adalah 15 kg; dan pengeringan berlangsung selama 4 jam; berapa kg / jam
massa udara pengering yang harus dihasilkan oleh blower ?
Penyelesaian soal :
Dari tabel uap :
Twb = 90 oF ⇒ p.w.b. = 0,6982 psia
Tdb = 120 oF ⇒ p.g. = 1,6924 psia
pv = p.w.b – {( 14,7 – p.w.b.

) ( tdb - twb ) / (2800 – (1,3 x twb))

}

⇔ pv = 0,6982 – {( 14,7 – 0,6982 ) ( 120 - 90 ) / (2800 – (1,3 x 90 ))
= 0,5416387 psia
Maka :
a). Kelembaban relatif = RH = pv / pg x 100 %
= 0,5416387 / 1,6924 x 100 % = 32 %
b). Kelembaban mutlak = H = 0,622 { pv / ( pn – pv ) }
⇔ H = 0,622 { 0,5416387 / ( 14,7 – 0,5416387 ) }
= 0,023795 lb uap / ib udara kering
( ≅ 0,024 kg uap / kg udara kering)
c). Dari tabel uap, nilai hv pada tdb = 120 oF = 120 oF = 1113,7 Btu/kg
Entalpi = h = Cp . tdb + H . hv
= ( 0,24 Btu / lb.oF ) + (0,024 lb/lb x 1113,7 Btu/lb)
= 55,5288 Btu/lb

}

9
d). Laju penguapan air = Wdot = M / t = 15 kg / 4 jam
= 3,75 kg/jam
mdot = Wdot / [ H3 - H2]
= 3,75 kg/jam / (0,026 – 0,024 ) kg/kg
= 1875 kg/jam.
Jadi, massa udara pengering yang harus dihasilkan oleh blower adalah 1875 kg/jam.

III.

APLIKASI VISUAL BASIC 6.0 UNTUK PEMECAHAN MASALAH
PASCAPANEN

III.1Debit Udara pada Alat / Mesin Pengering Produk Pertanian
Rumus :
WM1 = KA1 / 100 * WTOT ............................................................................(1)
WD = WTOT - WM1 ........................................................................................(2)
M = 100 * (KA1 - KA2) * WD / ((100 - KA1) * (100 - KA2)) .......................(3)
WDOT = M / T .................................................................................................(4)
MDOT = WDOT / (H3 - H2) ............................................................................(5)
Q = MDOT * SV ...............................................................................................(6)
WTOT adalah berat bahan yang akan dikeringkan (kg), KA1 adalah kadar air (w.b.)
awal bahan (dalam %), KA2 adalah kadar air (w.b.) akhir bahan yang dikehendaki
(dalam %), T adalah lama proses pengeringan yang dikehendaki (jam), SV adalah
volume spesifik ruang pengering (plenum) (m3/kg), H3 adalah kelembaban mutlak pada
outlet (kg/kg), H2 adalah kelembaban mutlak pada plenum (kg/kg), Q adalah debit
aliran udara pengering (m3/jam).
List program :
Private Sub Command1_Click()
Dim WTOT As Single
Dim KA1 As Single
Dim KA2 As Single
Dim SV As Single

10
Dim H3 As Single
Dim H2 As Single
Dim Q As Single
Dim T As Single
Dim WM1 As Single
Dim WD As Single
Dim M As Single
Dim WDOT As Single
Dim MDOT As Single
WTOT = Val(Text1.Text)
KA1 = Val(Text2.Text)
KA2 = Val(Text3.Text)
T = Val(Text4.Text)
SV = Val(Text5.Text)
H3 = Val(Text6.Text)
H2 = Val(Text7.Text)
WM1 = KA1 / 100 * WTOT
WD = WTOT - WM1
M = 100 * (KA1 - KA2) * WD / ((100 - KA1) * (100 - KA2))
WDOT = M / T
MDOT = WDOT / (H3 - H2)
Q = MDOT * SV
Text8.Text = Str(Q)
End Sub
----------------------------------------------------------Private Sub Command2_Click()
Text1.Text = ""
Text2.Text = ""
Text3.Text = ""
Text4.Text = ""
Text5.Text = ""
Text6.Text = ""

11
Text7.Text = ""
Text8.Text = ""
End Sub
----------------------------------------------------------Private Sub Command3_Click()
End
End Sub

III.2Daya Blower pada Alat / Mesin Pengering Produk Pertanian
Rumus :
DAYA = (P1 + P2 + P3 + P4PM * M) * Q / (E * 3600) ..................................(7)
P1 adalah besarnya tekanan untuk mengatasi gesekan pada saluran pipa lurus (Pa), P2
adalah besarnya tekanan untuk mengatasi gesekan pada belokan saluran (Pa), P3 adalah
besarnya tekanan untuk mengatasi gesekan pada lantai (Pa), P4PM

adalah besarnya

hambatan produk yang dikeringkan, tiap satuan tinggi tumpukan (Pa/m), M adalah
tinggi tumpukan produk yang dikeringkan (m), Q adalah debit udara yang dihasilkan
blower (m3/jam), E adalah efisiensi daya penggerak blower, dalam desimal (0 – 1,0),
DAYA adalah besarnya daya blower (watt).
List program :
Private Sub Command1_Click()
Dim P1 As Single
Dim P2 As Single
Dim P3 As Single
Dim P4PM As Single
Dim M As Single
Dim Q As Single
Dim E As Single
Dim DAYA As Single
P1 = Val(Text1.Text)
P2 = Val(Text2.Text)

12
P3 = Val(Text3.Text)
P4PM = Val(Text4.Text)
M = Val(Text5.Text)
Q = Val(Text6.Text)
E = Val(Text7.Text)
DAYA = (P1 + P2 + P3 + P4PM * M) * Q / (E * 3600)
Text8.Text = Str(DAYA)
End Sub
----------------------------------------------------------Private Sub Command2_Click()
Text1.Text = ""
Text2.Text = ""
Text3.Text = ""
Text4.Text = ""
Text5.Text = ""
Text6.Text = ""
Text7.Text = ""
Text8.Text = ""
End Sub
----------------------------------------------------------Private Sub Command3_Click()
End
End Sub

III.3Debit Udara yang dihasilkan Blower, Daya Blower, dan Kebutuhan Energi
Bahan Bakar
Rumus :
WM1 = KA1 / 100 x WTOT .............................................................................(8)
WD = WTOT - WM1 ........................................................................................(9)
M = 100 x (KA1 - KA2) x WD / ((100 - KA1) x (100 - KA2)) .....................(10)
WDOT = M / T ...............................................................................................(11)

13
MDOT = WDOT / (H3 - H2) ..........................................................................(12)
Q = MDOT x SV .............................................................................................(13)
P = Q x SUMP / (E x 3600) ............................................................................(14)
QB = Q x (HP - HL) / SV x 0,24 ....................................................................(15)
BB = QB x T / NKB ........................................................................................(16)
HP adalah entalpi plenum (kJ/kg), HL adalah entalpi lingkungan (kJ/kg), SUMP adalah
total hambatan tekanan yang harus diatasi (Pa), NKB adalah nilai kalor bahan bakar
(kkal/kg), P adalah daya penggerak blower (watt), BB adalah kebutuhan bahan bakar
(kg).
List Program:
Private Sub Command1_Click()
Dim WTOT As Single
Dim KA1 As Single
Dim KA2 As Single
Dim T As Single
Dim SV As Single
Dim H3 As Single
Dim H2 As Single
Dim HP As Single
Dim HL As Single
Dim SUMP As Single
Dim E As Single
Dim NKB As Single
Dim Q As Single
Dim P As Single
Dim BB As Single
WTOT = Val(Text1.Text)
KA1 = Val(Text2.Text)
KA2 = Val(Text3.Text)
T = Val(Text4.Text)

14
SV = Val(Text5.Text)
H3 = Val(Text6.Text)
H2 = Val(Text7.Text)
HP = Val(Text8.Text)
HL = Val(Text9.Text)
SUMP = Val(Text10.Text)
E = Val(Text11.Text)
NKB = Val(Text12.Text)
WM1 = KA1 / 100 * WTOT
WD = WTOT - WM1
M = 100 * (KA1 - KA2) * WD / ((100 - KA1) * (100 - KA2))
WDOT = M / T
MDOT = WDOT / (H3 - H2)
Q = MDOT * SV
P = Q * SUMP / (E * 3600)
QB = Q * (HP - HL) / SV * 0.24
BB = QB * T / NKB
Text13.Text = Str(Q)
Text14.Text = Str(P)
Text15.Text = Str(BB)
End Sub
----------------------------------------------------------Private Sub Command2_Click()
Text1.Text = ""
Text2.Text = ""
Text3.Text = ""
Text4.Text = ""
Text5.Text = ""
Text6.Text = ""
Text7.Text = ""
Text8.Text = ""
Text9.Text = ""

15
Text10.Text = ""
Text11.Text = ""
Text12.Text = ""
Text13.Text = ""
Text14.Text = ""
Text15.Text = ""
End Sub
----------------------------------------------------------Private Sub Command3_Click()
End
End Sub

III.4Kelembaban Relatif, Kelembaban Mutlak,

dan

Entalpi

pada Proses

Pengeringan Produk Pertanian
Rumus :
PV = PWB - ((PM - PWB) x (TDB - TWB) / (2800 - (1.3 x TWB))) ............(17)
RH = PV / PG x 100 ........................................................................................(18)
HBESAR = 0,622 x PV / (PM - PV) ...............................................................(19)
H = (CP x TDB) + (HBESAR x HV) ..............................................................(20)
HSI = H x 0,252 / (0,4536 x 0,24) ..................................................................(21)
TDB adalah suhu termometer bola kering (oF), TWB adalah suhu termometer bola basah
(oF), PWB adalah tekanan uap air pada temperatur bola basah (psia), PG adalah tekanan
uap jenuh (psia), HV adalah entalpi uap jenuh (Btu/lb), PM adalah tekanan udara (atau
campuran uap air dan udara) = 14,7 psia, CP adalah panas jenis tekanan tetap = 0,24 Btu /
(lb.oF), PV adalah tekanan uap air (psia), RH adalah kelembaban relatif (%), HBESAR
adalah kelembaban mutlak (kg uap / kg udara kering), H adalah entalpi (Btu/lb), HSI
adalah entalpi (kJ/kg udara kering).
Nilai tekanan uap jenuh (Pg) dan tekanan uap air pada temperatur bola basah dipengaruhi
oleh suhu, yang disajikan pada Tabel 1 (Djojodihardjo, 1985).

16
Tabel 1. Nilai tekanan uap jenuh (Pg) dan tekanan uap air pada temperatur bola
basah (Pw.b.)
Temperatur, oF
32
35
40
45
50
60

Tekanan absolut, psi
0.08854
0.099995
0.12170
0.14752
0.17811
0.2563

Temperatur, oFTekanan absolut,
psi700.3631800.5069900.69821000.94921101.27481201.69241302.22251402.88861503.
7181604.7411705.9921807.5101909.33920011.52621014.12321214.69622017.18623020
.78024024.96925029.82526035.42927041.85828049.20329057.55630067.01331077.683
2089.66330103.06

17
Temperatur, oFTekanan absolut,
psi340118.01350134.63360163.04370173.37380195.77390220.37400247.31410276.754
20308.83430343.72440381.59450422.6460466.9470514.7480566.1490621.4500680.852
0812.4540962.55601133.15801325.86001342.96201786.66402059.76602365.46802708.
17003093.7705.43206.2
Nilai entalpi uap jenuh (hv) dipengaruhi oleh suhu, yang disajikan pada Tabel 2
(Djojodihardjo, 1985).
Tabel 2. Nilai entalpi uap jenuh (hv)
Temperatur, oFEntalpi Uap Jenuh
(Btu/lb)321075.8351077.1401079.3451081.5501083.7601088.0

Temperatur, oFEntalpi Uap Jenuh
(Btu/lb)701092.3801096.6901100.91001105.21101109.51201113.71301117.91401122.0
1501126.11601130.21701134.21801138.11901142.02001145.92101149.72121150.42201
153.42301157.02401160.52501164.02601167.32701170.62801173.82901176.83001179.7
3101182.53201185.23301187.7Temperatur, oFEntalpi Uap Jenuh
(Btu/lb)3401190.13501192.33601194.43701196.33801198.13901199.64001201.0410120
2.14201203.14301203.84401204.34501204.64601204.64701204.34801203.74901202.85
001201.75201198.25401193.25601186.45801177.36001165.56201150.36401130.566011
04.46801067.2700995.4705.4902.7
List Program :
Private Sub Command1_Click()
Dim TDB As Single
Dim TWB As Single
Dim PWB As Single
Dim PG As Single
Dim HV As Single

18
Dim PV As Single
Dim RH As Single
Dim HBESAR As Single
Dim H As Single
Dim HSI As Single
TDB = Val(Text1.Text)
TWB = Val(Text2.Text)
PWB = Val(Text3.Text)
PG = Val(Text4.Text)
HV = Val(Text5.Text)
PM = 14.7
CP = 0.24
PV = PWB - ((PM - PWB) * (TDB - TWB) / (2800 - (1.3 * TWB)))
RH = PV / PG * 100
HBESAR = 0.622 * PV / (PM - PV)
H = (CP * TDB) + (HBESAR * HV)
HSI = H * 0.252 / (0.4536 * 0.24)
Text6.Text = Str(PV)
Text7.Text = Str(RH)
Text8.Text = Str(HBESAR)
Text9.Text = Str(H)
Text10.Text = Str(HSI)
End Sub
----------------------------------------------------------Private Sub Command2_Click()
Text1.Text = ""
Text2.Text = ""
Text3.Text = ""
Text4.Text = ""
Text5.Text = ""
Text6.Text = ""
Text7.Text = ""
Text8.Text = ""
Text9.Text = ""
Text10.Text = ""
End Sub
----------------------------------------------------------Private Sub Command3_Click()
End
End Sub
Konversi Satuan
Berikut ini dibuat konversi satuan dari nilai suhu oC yang akan dirubah menjadi oF, nilai
suhu oF yang akan dirubah menjadi oC, nilai entalpi (Btu/lb) yang akan dirubah menjadi
kJ/kg, dan nilai entalpi (kJ/kg) yang akan dirubah menjadi Btu/lb.
Rumus :

19
A1 = 9 / 5 x Z1 + 32 .......................................................................................(2. 22)
A2 = (Z2 - 32) x 5 / 9 .....................................................................................(2. 23)
A3 = Z3 x 0,252 / (0,4536 x 0,24) .................................................................(2. 24)
A4 = Z4 x 0,4536 x 0,24 / 0,252 .....................................................................(2.25)
Z1 = adalah suhu oC yang akan dirubah menjadi oF, Z2 = adalah suhu oF yang akan
dirubah menjadi oC, Z3 = adalah entalpi (Btu/lb) yang akan dirubah menjadi kJ/kg, Z4 =
adalah entalpi (kJ/kg) yang akan dirubah menjadi Btu/lb, A1 adalah hasil konversi suhu
menjadi oF, A2 adalah hasil konversi suhu menjadi oC, A3 adalah hasil konversi entalpi
menjadi kJ/kg, A4 adalah hasil konversi entalpi menjadi Btu/lb.
Konversi satuan :
1 Btu = 0,252 kkal
1 lb = 0,4536 kg
1 joule = 0,24 kal
List program :
Private Sub Command1_Click()
Dim Z1 As Single
Dim Z2 As Single
Dim Z3 As Single
Dim Z4 As Single
Dim A1 As Single
Dim A2 As Single
Dim A3 As Single
Dim A4 As Single
Z1 = Val(Text1.Text)
Z2 = Val(Text2.Text)
Z3 = Val(Text3.Text)
Z4 = Val(Text4.Text)
A1 = 9 / 5 * Z1 + 32
A2 = (Z2 - 32) * 5 / 9
A3 = Z3 * 0.252 / (0.4536 * 0.24)
A4 = Z4 * 0.4536 * 0.24 / 0.252
Text5.Text = Str(A1)
Text6.Text = Str(A2)
Text7.Text = Str(A3)
Text8.Text = Str(A4)
End Sub
----------------------------------------------------------Private Sub Command2_Click()
Text1.Text = ""
Text2.Text = ""
Text3.Text = ""
Text4.Text = ""
Text5.Text = ""
Text6.Text = ""
Text7.Text = ""
Text8.Text = ""

20
End Sub
----------------------------------------------------------Private Sub Command3_Click()
End
End Sub
Energi untuk Memanaskan Udara Pengering dan menguapkan Air pada Proses
Pengeringan
Rumus :
WM1 = KA1 / 100 * WTOT ..........................................................................(26)
WD = WTOT - WM1 ......................................................................................(27)
M = 100 * (KA1 - KA2) * WD / ((100 - KA1) * (100 - KA2)) .....................(28)
WDOT = M / T ...............................................................................................(29)
MDOT = WDOT / (H3 - H2) ..........................................................................(30)
Q1 = MDOT * (HKECIL2 - HKECIL1) .........................................................(31)
Q2 = WDOT * HFG ........................................................................................(32)
EG = Q2 / Q1 * 100 ........................................................................................(33)
HKECIL2 adalah entalpi pada plenum (kJ/kg), HKECIL1 adalah entalpi pada inlet
(kJ/kg), HFG adalah panas laten penguapan air (kJ/kg), WDOT adalah laju penguapan air
(kg/jam), MDOT adalah laju massa udara pengering (kJ/jam), Q1 adalah energi untuk
memanaskan udara pengering (kJ/jam), Q2 adalah energi untuk menguapkan air (kJ/jam),
EG adalah efisiensi penguapan air (%).
Nilai panas laten penguapan air (hfg) bergantung pada suhu, disajikan pada Tabel 3
(Djojodihardjo, 1985).
Tabel 3. Nilai Panas Laten Penguapan Air (kJ/kg)
Temperatur, oCPanas Laten Penguapan Air
(kJ/kg)0.0102501.322496.652489.5102477.7152465.9202454.2252442.3302430.435241
8.6402406.8452394.8

Temperatur, oCPanas Laten Penguapan Air
(kJ/kg)502382.8552370.7602358.5652346.2702333.8752321.4802308.8852296.090228

21
3.2952270.21002257.01102230.21202202.61302174.21402144.81502114.21602082.617
02049.51802015.01901978.82001940.82101900.82201858.52301813.92401766.525017
16.22601662.5
Temperatur, oCPanas Laten Penguapan Air
(kJ/kg)2701605.22801543.62901477.23001405.03101326.03201238.73301140.6340102
7.9350893.4360720.7370442.2374.1360.0
List program :
Private Sub Command1_Click()
Dim WTOT As Single
Dim KA1 As Single
Dim KA2 As Single
Dim T As Single
Dim H3 As Single
Dim H2 As Single
Dim HKECIL2 As Single
Dim HKECIL1 As Single
Dim HFG As Single
Dim Q1 As Single
Dim Q2 As Single
Dim EG As Single
WTOT = Val(Text1.Text)
KA1 = Val(Text2.Text)
KA2 = Val(Text3.Text)
T = Val(Text4.Text)
H3 = Val(Text5.Text)
H2 = Val(Text6.Text)
HKECIL2 = Val(Text7.Text)
HKECIL1 = Val(Text8.Text)
HFG = Val(Text9.Text)
WM1 = KA1 / 100 * WTOT
WD = WTOT - WM1
M = 100 * (KA1 - KA2) * WD / ((100 - KA1) * (100 - KA2))
WDOT = M / T
MDOT = WDOT / (H3 - H2)
Q1 = MDOT * (HKECIL2 - HKECIL1)
Q2 = WDOT * HFG
EG = Q2 / Q1 * 100
Text10.Text = Str(WDOT)
Text11.Text = Str(MDOT)
Text12.Text = Str(Q1)
Text13.Text = Str(Q2)
Text14.Text = Str(EG)
End Sub
----------------------------------------------------------Private Sub Command2_Click()
Text1.Text = ""

22
Text2.Text = ""
Text3.Text = ""
Text4.Text = ""
Text5.Text = ""
Text6.Text = ""
Text7.Text = ""
Text8.Text = ""
Text9.Text = ""
Text10.Text = ""
Text11.Text = ""
Text12.Text = ""
Text13.Text = ""
Text14.Text = ""
End Sub
----------------------------------------------------------Private Sub Command3_Click()
End
End Sub
Dengan perhitungan manual :
(a). Laju penguapan air = WDOT = M / T
= 100 x (22-14) x [240 – 0,22 x 240] / {8 x (100-22) x (100-14)}
= 2,790698 kg/jam (OK)
(b). Laju massa udara pengering = MDOT / (H3-H2)
= 2,790698 / (0,008 – 0,006) = 1395,349 kg / jam (OK)
(c). Energi untuk memanaskan udara pengering = Q1 = MDOT x (h2 – h1)
= 1395,349 x (78,7 – 64,8) = 19395,3 kJ/jam (OK)
(d). Energi untuk menguapkan air = Q2 = WDOT x hfg
= 2,790698 x 2394,8 = 6683,163 kJ/jam (OK)
(e). Efisiensi penguapan air = Eg = Q2 / Q1 x 100 %
= 6683,163 / 19395,3 x 100 % = 34,4576 % (OK)
Debit Udara Pengering (II)
Rumus :
Q = MDOT / ρ ..........................................................(34)
Q adalah debit udara pengering (m3/jam), MDOT adalah laju massa udara pengering
(kg/jam), ρ adalah densitas udara pengering (kg/m3).
Nilai densitas udara pengering dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel 4. Densitas Udara
Temperatur, oCDensitas Udara (kg/m3)- 17,81,3826,71,3264,41,27415,61,22220,01,20226,71,17637,81,13548,91,109
Sumber : Soemitro (1986)
List program :

23
Private Sub Command1_Click()
Dim WTOT As Single
Dim KA1 As Single
Dim KA2 As Single
Dim T As Single
Dim RHO As Single
Dim H3 As Single
Dim H2 As Single
Dim WDOT As Single
Dim MDOT As Single
Dim Q As Single
WTOT = Val(Text1.Text)
KA1 = Val(Text2.Text)
KA2 = Val(Text3.Text)
T = Val(Text4.Text)
RHO = Val(Text5.Text)
H3 = Val(Text6.Text)
H2 = Val(Text7.Text)
WM1 = KA1 / 100 * WTOT
WD = WTOT - WM1
M = 100 * (KA1 - KA2) * WD / ((100 - KA1) * (100 - KA2))
WDOT = M / T
MDOT = WDOT / (H3 - H2)
Q = MDOT / RHO
Text8.Text = Str(WDOT)
Text9.Text = Str(MDOT)
Text10.Text = Str(Q)
End Sub
----------------------------------------------------------Private Sub Command2_Click()
Text1.Text = ""
Text2.Text = ""
Text3.Text = ""
Text4.Text = ""
Text5.Text = ""
Text6.Text = ""
Text7.Text = ""
Text8.Text = ""
Text9.Text = ""
Text10.Text = ""
End Sub
-----------------------------------------------------------Private Sub Command3_Click()
End
End Sub

24

Dengan perhitungan manual :
(a). Laju penguapan air = WDOT = M / T
= 100 x (28-14) x [300 – 0,28 x 300] / {6 x (100-28) x (100-14)}
= 8,139535 kg/jam (OK)
(b). Laju massa udara pengering = MDOT / (H3-H2)
= 8,139535 / (0,009 – 0,006) = 2713,18 kg / jam (OK)
(c). Debit udara pengering = Q = MDOT / ρ = 2713,18 / 1,13
= 2401,04 m3/jam (OK)
DAFTAR PUSTAKA
Djojodihardjo, Harijono. 1985. Dasar-dasar Termodinamika Teknik. Cetakan Pertama,
Penerbit PT Gramedia, Jakarta.
Santosa. 2003a. Penerapan Komputer. Jilid I. Fakultas Pertanian Universitas Andalas.
Padang.
Santosa. 2003b. Penerapan Komputer. Jilid II. Fakultas Pertanian Universitas Andalas.
Padang.
Santosa. 2004. Penerapan Komputer. Jilid III. Fakultas Pertanian Universitas Andalas.
Padang.
Santosa. 2005. “Aplikasi Visual Basic 6.0 dan Visual Studio.Net 2003 dalam Bidang
Teknik dan Pertanian”, ISBN : 979-731-755-2, Penerbit Andi, Edisi I Cetakan I,
Yogyakarta. 304 hal.
Soemitro, H. W., 1986. Teori dan Soal-soal Mekanika Fluida dan Hidraulika. Edisi
Kedua. Erlangga. Jakarta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful