Anda di halaman 1dari 171

Thariq Yahya 1

PANDUAN
DAKWAH SEKOLAH:

KERJA BESAR, untuk


PERUBAHAN BESAR

DILENGKAPI OLEH:
 TIPS PRAKTIS
 ILUSTRASI
 TUGAS DISKUSI
 WEBSITES
ROHIS-ROHIS
 GALERI FOTO

PANDUAN BAGI:
 Aktifis Rohis SLTP & SLTA
 Murobbi & Mentor
 Alumni
 Pengelola LSM & Ormas Islam
 Guru Pembina
 Masyarakat Luas

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 2

Daftar Isi

Kata Pengantar

Satu. PEMUDA DAN PERUBAHAN………


Pemuda Taruhan Bangsa-bangsa………
Poros Perubahan………………..

Dua. POTRET PEMUDA KITA………….


Inilah Faktanya……………………
Mereka Tanggung Jawab Kita…..

Tiga. MENGAPA DAKWAH SEKOLAH?..


Prinsip Pendinian Tarbiyah…..
Urgensi Dakwah Sekolah………….
Kerja Besar untuk Perubahan Besar..

Empat. TUJUAN DAN SASARAN….


Tujuan…..
Sasaran………….

Lima. RAMBU-RAMBU UMUM

Enam. OBYEK DAKWAH SEKOLAH (ODS)….

Tujuh. AKTIFIS DAKWAH SEKOLAH (ADS)….

Delapan. PROGRAM KADERISASI….


Kaderisasi Sunnah Perjuangan Para Nabi
Kriteria Peserta
Perangkat-perangkat Pengkaderan
Kurikulum
Profil Kader Muslim
Kuesioner Kader

Sembilan. DAKWAH ‘AMMAH


Mengapa Dakwah Ammah?

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 3

Program-program Dakwah Ammah

Sepuluh. MODEL PENGORGANISASIAN ROHIS


Barisan yang Kokoh
Model Pengorganisasian

Sebelas. TAHAPAN, PARAMETER DAN STRATEGI


Tahapan Dakwah Sekolah
Parameter Utama
Strategi Umum

Duabelas. PERNIK-PERNIK
Sulitnya Mencari Murobbi
Alumni yang Selalu Pergi
Bila Dakwah Dicurigai
Bila Diterima di Perguruan Tinggi
Keterbatasan Sumber Daya
Ada Apa dengan Cinta
Guru Agama Mitra Kita
Harakah dalam Dakwah Sekolah
Demam Inqilab

Tigabelas. DAKWAH SEKOLAH IN ACTION


Antara Idealisme dan Realitas
Gita Dakwah dari SMA
Kenyataan yang Dapat Diwujudkan

Empatbelas. MEMBENINGKAN HATI, MEMBANGUN GENERASI


Membeningkan Hati
Katakan dengan Cinta
Membangun Generasi

DAFTAR PUSTAKA
ALAMAT-ALAMAT WEBSITE
GALERI FOTO

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 4

Satu
PEMUDA DAN PERUBAHAN

“Oleh karena itu, sejak dulu hingga sekarang


pemuda merupakan pilar kebangkitan.
Dalam setiap kebangkitan, pemuda adalah rahasia kekuatannya.
Dalam setiap fikrah, pemuda adalah pengibar panji-panjinya.”

(Hasan al-Banna)

PEMUDA TARUHAN BANGSA-BANGSA

Tidak dapat disangkal lagi, kualitas generasi muda


kita merupakan cerminan masa depan bangsa. Suatu bangsa
yang gagal membina generasi muda – moralitas dan
kapabilitas- akan menjadi bangsa pecundang dikemudian
hari.
Negara-negara maju di dunia sangat khawatir dengan
kelanjutan masa depan negara mereka. Apalah artinya
kemajuan ekonomi, kecanggihan teknologi dan militer,
kepemimpinan atas dunia, sementara generasi mudanya
sedemikian rusak moralnya, bodoh dan tidak dapat

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 5

diharapkan di masa depan. Bayang-bayang kemunduran atau


bahkan kepunahan sebagai bangsa tampak begitu mencekam
menakutkan.
John Kennedy, negarawan Amerika, mengungkapkan
kekhawatirannya terhadap kerusakan moral generasi muda
Amerika, ”Andai mereka disuruh berperang, hanya ada 1 dari 7
pemuda yang berani menghadapi musuh.”
Maka, generasi muda Islam pun harus
mempersiapkan diri agar mampu berkompetisi sekaligus
mengambil peranan yang lebih besar.
Berbagai elemen bangsa Indonesia yang mayoritas
muslim harus bangkit dan saling bahu-membahu untuk
mengembangkan berbagai program pembinaan generasi
muda yang bermuara pada pencapaian kualitas iman dan
takwa serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi
yang mumpuni.
Pembinaan moralitas generasi muda semakin penting
apabila melihat fenomena bangsa Indonesia yang semakin
terpuruk dalam krisis ekonomi yang parah dan bermuara
pada rusaknya moral secara massal.
Ya, sesungguhnya kita memiliki banyak sekali orang
pandai di berbagai bidang. Baik karena upaya otodidak
maupun strata pendidikan yang tinggi hingga bergelar doktor
dan profesor. Indonesia juga memiliki kekayaan alam dan
sumber daya manusia yang luar biasa besar. Namun,
semuanya tidak berdaya mengangkat derajat bangsa karena
rusaknya moral yang membuat putaran roda pembangunan
tidak bertenaga.
KKN (Korupsi, Kolusi & Nepotisme) yang merajalela,
main mata penguasa dan pengusaha, kemaksiatan yang
merata dan intervensi asing yang leluasa, telah menegasikan
keadilan dan melumpuhkan sendi-sendi perekonomian

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 6

bangsa. Saat ini seakan kita menemui kebuntuan dalam


menemukan solusi yang terang.
Kebuntuan ini bukan berarti kita tidak melakukan
apa-apa. Ada kerja besar yang harus dilakukan untuk sebuah
perubahan besar di masa depan. Lahirkan generasi baru yang
sama sekali berbeda. Tanamkan keimanan dalam lubuk hati
mereka yang paling dalam. Cengkramkan ilmu pengetahuan
di sel-sel otak mereka yang cerdas dan gemilang. Arahkan
potensi mereka agar terarah dan berkembang. Kerja besar
membangun peradaban sedang dimulai…

POROS PERUBAHAN BESAR

Maka perubahan itu menyangkut 2 poros utama: (1)


perubahan pada individu tokoh muda; bagaimana ia
mengalami prosesi perjalanan tarbiyah, dakwah, pengalaman
hidup dan ketokohan menuju ledakan kepahlawanannya, (2)
perubahan orang-orang muda yang mengiringi dan
menyokong perjuangan tokoh muda tadi.

1. Poros Pertama : Perubahan Tokoh Muda

Nabi Muhammad Saw telah memerankan diri sebagai


agen perubahan dan rujuan masyarakat sejak usia yang
sangat belia hingga di penghujung usianya.
Karya besar beliau adalah mengubah peradaban
rendah penduduk Mekkah dan bangsa-bangsa Arab jahiliyah
dalam waktu singkat menjadi bangsa muslim yang bermoral
tinggi, dan mulai menjadi pusat ilmu pengetahuan dan
kebudayaan yang menjadi mainstream baru peradaban dunia
yang telah lama ternista dengan eksploitasi hawa nafsu dan
keserakahan jiwa manusia.

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 7

Perubahan ini dimulai dari poros pertama: perubahan


yang dialami oleh Rasulullah Saw sejak lahir hingga dewasa,
menyangkut berbagai peristiwa.1:
 Usia 0 – 4 tahun; sudah menjadi yatim, hidup di padang
pasir bersama Bani Sa’ad dan selama itu mendapatkan
ASI dari Halimah As-Sa’diyah. Hidup di padang pasir
yang luas dan terbuka membuat hati dan fikiran menjadi
lapang, serta memberikan mekanisme pertahanan diri yang
kuat di masa itu. ASI adalah nutrisi terbaik seorang bayi
yang berfungsi menumbuhkembangkan kecerdasan dan
fisiknya secara maksimal.
Maka, Rasulullah Saw sejak bayi secara psikologis dan fisik
telah distruktur dengan baik.
 Usia 4 – 6 tahun; terjadi pembelahan dada oleh malaikat
untuk dibersihkan jiwanya di usia 4 tahun, dan kembali
kepada ibunya selama 2 tahun. Peristiwa ini memberikan
kematangan spiritual dan kasih sayang yang cukup dari
ibunya.
 Usia 6 – 8 tahun; tinggal bersama kakeknya Abdul
Mutholib yang merupakan tokoh masyarakat yang sangat
berwibawa dan mendapatkan pengalaman politik yang
intensif. Saking sering diajak dalam rapat-rapat politik
oleh kakeknya sejak usia 6 tahun, orang-orang Quraisy
mengkritik untuk tidak melibatkan Muhammad. Namun
ditolak oleh Abdul Muthalib, “Tinggalkan dan biarkan ia
terlibat, karena kelak ia akan menjadi orang besar di kemudian
hari.”
 Usia 8 tahun; mulai bekerja menggembala kambing ketika
tinggal bersama pamannya Abu Thalib.
 Usia 12 tahun; mulai perjalanan bisnis internasional ke
Syiria bersama pamannya.

1
Model Manusia Muslim, Anis Matta, 2002.

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 8

 Usia 15 tahun; mengalami pengalaman militer dalam


peristiwa perang Fijar antara kaum Quraisy dengan kaum
lainnya selama 4 – 5 tahun.
 Usia 20 tahun pengalaman diplomatik pertama sebagai juru
damai antara kaum Quraisy dan kabilah lainnya pada usia
20 tahun, sekaligus mengokohkan kredibilitas sosialnya
ditengah masyarakat. setelah itu bekerja pada Siti
Khadijah dan kembali melakukan perjalanan bisnis
ekspor/impor ke Yaman/Syiria.
 Usia 25 tahun; menikah dengan Siti Khadijah dan
memulai pengalaman sebagai kepala keluarga.
 Usia 25 – 35 tahun; telah memiliki pengalaman sebagai
kepala keluarga, pedagang, orang kaya, pemuka
masyarakat, dan berbagai aktifitas sosial.

Menjelang kenabiannya, Muhammad telah memiliki


kematangan yang lengkap: fisik, psikologi, spiritual, bisnis,
perang, perjalanan internasional, kepala keluarga dan
pemuka masyarakat.
Keseluruhan proses ini telah menempa Rasulullah Saw
sebagai sosok yang sangat matang dan memadai untuk
mengemban risalah kenabian dan melakukan kerja besar
membangun peradaban Islam.

2. Poros Kedua : Perubahan Komunitas Pemuda

Selanjutnya, proses perubahan tokoh tersebut diikuti


dengan perubahan poros kedua: proses perubahan komunitas
pemuda. Karena pemuda-lah yang pertama kali menyambut
seruan dakwah Islam dengan baik dan tangan terbuka.
Rasulullah Saw bersabda, “Saya wasiatkan para pemuda
kepadamu dengan baik, sebab mereka berhati halus. Ketika Allah
mengutus diriku untuk menyampaikan agama yang bijaksana ini,

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 9

maka kaum mudalah yang pertama-tama menyambut saya, sedang


kaum tua menentangnya.”
Inilah kuncinya.
Pembinaan yang dilakukan Rasulullah saw. terhadap
para sahabat yang masih sangat muda ini pun bagian dari
rekayasa perubahan besar itu.
 Ali bin Abi Thalib dibina sejak usia 8 tahun.
 Zubair bin Awwam 8 tahun.
 Arqam bin Abi Arqam 16 tahun
 Ja’far bin Abi Thalib 8 tahun
 Shahih Ar Rumy 19 tahun
 Zaid bin Haritsah 20 tahun
 Saad bin Abi Waqqash 17 tahun
 Utsman bin Affan 17 tahun
 Usamah bin Zaid masih berusia 18

Selanjutnya, para pemuda generasi pertama hasil


binaan Rasulullah Saw tersebut di atas mencapai hasil
gemilang dengan menaklukkan 2 negara adidaya waktu itu:
Romawi dan Persia, dan meluaskan wilayah kekuasan Islam
hingga kerajaan-kerajaan Syam (Syiria), Mesir, Irak, Afrika
Utara , dalam waktu 35 tahun, selama era Khulafaur Rasyidin.
Kejayaan Islam yang didorong oleh para pemuda ini
berlanjut hingga ke masa pemerintahan Bani Umayah dan
Bani Abbasiyah. Pada masa ini, Islam berekspansi hingga ke
wilayah yang amat luas: membentang ke negeri India dan
perbatasan negeri Cina, sedangkan ke arah barat mencapai
Andalusia (Spanyol).
Di antaranya adalah kisah pemuda Shalahuddin al
Ayyubi. Dengan ketokohan dan kewibawaannya, beliau
mempersatukan kembali seluruh negeri Islam yang tercerai
berai mulai dari sungai Eufrat sampai sungai Nil dan

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 10

mengalahkan kekuatan salib di Hathin pada tahun 1187 M,


disusul setahun kemudian menaklukkan Yerusalem.
Selanjutnya adalah kisah kepahlawanan pemuda belia
Muhammad Al Fatih yang dalam usia 24 tahun memimpin
pasukannya menaklukan Konstantinopel pada bulan Mei
1453 M. Suatu penaklukan yang gemilang dan sangat
dirindukan setelah gagalnya 6 kali penyerangan sebelumnya
selama 800 tahun!
Keperkasaan pemuda Islam terus berlanjut hingga
jaman modern ini. Dalam sejarah berikutnya pun kita dapat
melihat sosok-sosok yang tidak kalah hebat.
Pada tahun 1928, Asy-Syahid Hasan Al-Banna dengan
kematangan pribadinya telah menjadi penggerak kebangkitan
Islam dengan pendirian gerakan Islam terbesar di dunia, “Al-
Ikhwan al-Muslimun” pada usia yang masih sangat muda,
yaitu 22 tahun, dimana kini dakwah dan pengaruhnya telah
menyebar ke lebih dari 70 negara.
Asy-Syahid Abdullah Azzam telah terjun ke medan
jihad Afghanistan sejak usia belia. Beliau juga telah ikut serta
membina dan menyatukan para mujahiddin di sana.
Dan tentu saja, tidak terhitung pemuda-pemuda dan
bocah-bocah intifadhah Palestina yang hingga detik ini tengah
bertarung dan berjihad melawan pusat kekuatan kufur dunia :
Yahudi Israel.
Itulah mengapa penjajah Israel pun konon dengan
sengaja memandulkan banyak laki-laki Palestina yang
tertangkap agar generasi cilik mujahidin tidak pernah lahir
kembali untuk memerangi mereka.
Sama paranoidnya dengan raja Fir’aun di zaman nabi
Musa as yang men’sweeping’ setiap bayi laki-laki yang lahir
untuk dibunuh, khawatir laki-laki tersebut menjadi dewasa
dan perkasa, kemudian siap meruntuhkan kekuasaannya.

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 11

Oleh karena itu, Al Qur’an sesungguhnya telah


menentukan bahwa sosok pemuda layak diberikan
kepemimpinan dan pelopor perubahan karena potensi
alaminya.
Allah swt. berfirman,
“Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang
beriman kepada Rabb mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada
mereka.” (QS. Al Kahfi: 13).
“Nabi mereka berkata, “Sesungguhnya Allah telah
mengangkat Thalut menjadi rajamu.” Mereka menjawab,
“Bagaimana Thalut memerintah kami padahal kami lebih berhak
mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedangkan ia tidak
memiliki kekayaan yang cukup banyak.”
Nabi (mereka) berkata, “Sesungguhnya Allah telah
memilih mereka menjadi rajamu dan menganugerahinya ilmu yang
luas dan tubuh yang perkasa.” (QS Al Baqarah 247).

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 12

Gambar 1. Poros Perubahan

Tugas:

1. Sebutkan 2 poros utama perubahan!


2. Apakah anak-anak Rohis di sekolah kamu telah menjadi
teladan dan memiliki pengaruh yang cukup besar?
3. Bagaimanakah kiat-kiat menjadi teladan dan menjadi
siswa yang berpengaruh?

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 13

Dua
POTRET PEMUDA KITA

“Maka datanglah setelah mereka generasi yang lemah; yang


meninggalkan sholat dan mengikuti syahwat, maka mereka akan
menemukan jalan kesesatan.” (QS. 19: 59)

Membangun kepeloporan pemuda tentu tidak dapat


dilakukan dengan sekejap mata. Apalagi ketika mereka
sedang mengalami sakit yang semakin parah karena tidak
kunjung diobati.
Pada bab ini, kita berbicara tentang potret remaja kita
saat ini. Dari sinilah kita akan mendapatkan data tingkat
kerusakan yang terjadi, lalu menentukan resep pengobatan
yang tepat. Hal ini tentu saja tidak menafikan adanya arus
lain yakni komunitas remaja yang tidak terjangkiti penyakit
ini, bahkan memiliki keunggulan moral, akhlak dan
kepeloporan akademis, walaupun belum menjadi mainstream
yang kuat.

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 14

Bagaikan virus SARS, penyebaran virus-virus


demoralisasi yang mematikan hati, fisik dan akal ini amat
mudah menyebar di mana-mana.

INILAH FAKTANYA

Valentine’s Day. Setiap tanggal 14 Februari ada hiruk-


pikuk remaja dunia. Mereka punya hajat besar dengan
merayakan sebuah hari yang dikenal dengan Valentine's Day.
Hiruk-pikuk itu kini tidak lagi menjadi milik bangsa ataupun
pemeluk agama tertentu namun telah menjadi gawe semua
lapisan remaja di manapun dan dengan agama apapun. Tak
peduli itu di kalangan Kristen Barat, Hindu India ataupun
Muslim Indonesia.Valentine's Day menjadi milik bersama dan
setiap orang seakan wajib untuk merayakannya.
Pada saat itu adalah semacam “hari pacaran sedunia”.
Para kekasih menyatakan ulang cintanya. Tidak jarang
momen ini dilanjutkan dengan bercinta betulan…
Meledaknya film “Ada Apa Dengan Cinta” (AADC)
yang dibintangi oleh bintang film muda Nicholas Saputra dan
Dian Sastrowardoyo yang mulai ditayangkan bulan Februari
2002 kemarin seakan memberikan justifikasi merebaknya
tradisi Valentine di kalangan generasi muda kita.
Belum genap sebulan diputar di bioskop jaringan 21,
film tersebut telah menyedot sekitar 810 ribu penonton.
Belum termasuk pemutaran di sejumlah bioskop lain di kota
besar seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Medan, bandung
dan Jogja yang juga amat membludak –sebuah rekor yang
fantastis dalam sejarah perfilman nasional selama ini.2
Musik. Dari sebuah harian ibukota melaporkan bahwa
program televisi MTV (Music Television) telah mengalahkan

2
Republika, 28 Februari 2002

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 15

popularitas soft drink Coca Cola di mata remaja. Siaran televisi


musik global yang membidik segmen remaja ini telah
memiliki kawasan-kawasan yang lebih spesifik seperti MTV
Amerika Latin, MTV Eropa, MTV Asia Tenggara, bahkan
MTV Indonesia.
Dari syair lagu-lagunya, tampilan penyanyi dan penari
latarnya yang erotis, sampai dengan iklan-iklannya, program
musik ini menawarkan nilai-nilai destruktif kepada remaja.
Program ini mencari celah melalui selera remaja yang pada
dasarnya suka hura-hura, mengikuti trend, seks, kebebasan,
simbol status, dan konsumtif.
Hal itulah agaknya yang melatarbelakangi meluapnya
para penonton, yang pada umumnya remaja, pada setiap
pertunjukan artis musik yang tengah naik daun dan dianggap
trend oleh remaja.
Histeria para remaja terjadi di kalangan mereka saat
berjumpa dengan para artis idola. Ironisnya, karena artis idola
ini mereka tidak segan-segan mempertaruhkan nyawanya.
November 2000 silam pertunjukan Sheila On 7 di Lampung
merenggut lima nyawa remaja putri. Dan pada 18 Maret 2001
jumpa penggemar a1 di gerai Disk Tarra, Mal Taman Anggrek
Jakarta Barat merenggut nyawa 4 remaja putri yang berusia
13, 15, 17, dan 20 tahun.
Terakhir adalah fenomena grup musik heboh F4 dan –
tentu saja- Inul sang ratu ngebor. Virus inul yang gemar
memutar pinggulnya dengan amat sensual kontan menjadi
icon baru dunia musik dangdut kita. Tiba-tiba saja banyak
penyanyi dangdut lainnya berlomba-lomba bergoyang se-
erotis mungkin di televisi hingga panggung gembira di
kampung-kampung. Masya Allah..
Narkoba. Selain musik, narkoba juga menjadi
penyakit remaja yang merusak secara dahsyat. Pada tahun
2000 lalu sekitar 70% dari 4 juta pecandu narkoba (narkotik

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 16

dan obat-obatan berbahaya) tercatat sebagai anak usia


sekolah, antara 14-20 tahun.3
Sementara itu Direktur RS Marzuki Mahdi. dr Amir
Hussein Anwar, ada 500 ribu pengguna narkoba jarum suntik
di Indonesia terkena HIV positif. Dalam 4 hingga 5 tahun
mendatang mereka bakal mengidap pengidap AIDS baru.4

DAYA RUSAK NARKOBA


(http://www.narkoba-metro.org)

Gambar 1. Pengaruh Ekstasi

3
National Drug Abuse Prevention Center (NDPC), Depdiknas
4
Republika, 23 Maret 2002

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 17

Gambar 2. Pengaruh Sabu-Sabu

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 18

Gambar 3. Pengaruh Kokain

Gambar 4. Pengaruh Cimeng

Seks Bebas. Seks pun menjadi lahan empuk untuk


menggiurkan remaja. Melalui berbagai media, seks diekspos
sebagai daya tarik utama.
Media cetak, baik yang memproklamirkan dirinya
sebagai majalah seks maupun majalah biasa saja,
memampang gambar-gambar dan bahasan-bahasan seks
bebas yang bisa menggoda para remaja. Seks pun bukan

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 19

menjadi benda mahal karena ia bisa dinikmati di setiap


tempat, bahkan di jalan-jalan di warung penjaja majalah
jalanan.
Tercatat belasan tabloid bernuansa seks yang amat
vulgar seperti TOP, WOW, LIPSTIK, HOT, MAP, BOS juga
majalah bernuansa seks yang lebih “soft” seperti POPULAR,
LAJANG, KOSMOPOLITAN, A+, HER WORLD, ME, dan
sebagainya.
Belum lagi VCD, Internet dan buku porno yang
sangat mudah didapat dan telah menjadi industri tersendiri
dengan omset yang sangat besar.
Data penelitian pun berbicara tentang hal ini.
Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI)
Wonosobo melaporkan 1/3 remaja putri telah hamil di luar
nikah.5 Sementara itu, PKBI cabang Jogjakarta melaporkan
setiap bulan ada 30 anak kos yang hamil di luar nikah.6
Dari hasil survei yang dilakukan Chandi Salmon
Conrad di Rumah Gaul binaan Yayasan Pelita Ilmu
ditemukan 42% remaja menyatakan pernah berhubungan seks
dan 52% di antaranya masih aktif menjalaninya. Survei yang
dilakukan di Rumah Gaul Blok M ini melibatkan 117 remaja
berusia sekitar 13-20 tahun.7
Dinas Kesehatan Kota Bandung mencatat dari 1.058
kasus yang masuk ke Konseling Kesehatan Remaja, tercatat
22,7 persen atau sekitar 240 remaja melakukan hubungan seks
pranikah. Sementara itu di Palembang, sebagaimana
penelitian PBKI, terdapat 20 % mahasiswa melakukan
hubungan seks pranikah.8

5
Republika 16 September 2000
6
Kompas 3 Juli 2000
7
Kompas 9 Maret 2000
8
Republika 23 Maret 2002

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 20

Dalam sebuah seminar yang diadakan oleh Lembaga


Perlindungan Anak (LPA) Jatim di Fisip Universitas
Airlangga (Unair) Surabaya Menteri Negara Pemberdayaan
Perempuan (MNPP) ketika itu Dra Hj Khofifah Indar
Parawansa menyatakan angka aborsi saat ini mencapai 2,3
juta dan setiap tahun ada trend meningkat. Tetapi
peningkatannya bukan karena pemerkosaan melainkan
karena suka sama suka atau free sex. Bahkan, di Surabaya ada
sekitar 6 dari 10 gadis yang sudah tak perawan lagi," katanya.9
Dalam kesempatan lain, seorang pakar seksologi
kondang, Dr. Boyke Dian Nugraha memperkirakan sekitar
20% - 25% remaja Indonesia pernah melakukan hubungan
seks pranikah. Bahkan berdasarkan data BKKBN, 1,6 juta
aborsi di Indonesia, 10%-15% dilakukan oleh kalangan
remaja.10
Sementara itu, dari laporan UNICEF tentang situasi
anak dunia tahun 2000 diketahui bahwa setiap menit ada 6
remaja tertular HIV/AIDS di dunia.11

Cerita tentang Seks Bebas

Bacalah majalah HAI edisi 4-10 Maret 2002 yang lalu yang
sempat bikin geger. Majalah berpengaruh di kalangan remaja kota-kota
besar ini membuat laporan utama soal seks di luar nikah.
Alih-alih mendorong remaja untuk menjauhi seks bebas, majalah
ini justru membangun citra bahwa aktivitas seks di luar nikah adalah
bagian yang sah, exciting, dan normal. Sebagai contoh, HAI menulis,
''Premarital seks sebaiknya jangan dilakuin. Bukan apa-apa, risikonya
berat. Tapi, kalau udah nggak tahan lagi dan nekat, ya terserah.''
Semangat serupa juga tecermin dalam salah satu artikel

9
indokini.com, 9 Mei 2000
10
Sabili, No. 24 TH. VIII 23 Mei 2001
11
Kompas Cyber Media 13 Juli 2000

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 21

berisikan pengakuan tiga artis muda Jakarta.


Pengantarnya begini, ”Making love bagi sebagian orang memang
menjadi bumbu penyedap dalam pacaran. Meski begitu, nggak berarti
jadi keharusan. Lebih bagus kalo kita melakukannya saat benar-benar
sudah siap dan berani bertanggung jawab. Artinya, tau apa akibat yang
akan ditimbulkan. Dan terutama, do it safely.''
Kelihatan sekali artikel menganggap sah hubungan seks di luar
pernikahan. Ketiga artis yang diwawancara --Shirley Margareta, Mario
Lawalata, dan Tomas ''Gigi''-- jelas lebih menekankan aspek kehati-
hatian seks. Berzinah bolehlah, yang penting hati-hati.
HAI juga menunjukkan betapa “normalnya” perilaku seksual
bebas di kalangan remaja. HAI menurunkan hasil wawancara dengan
delapan remaja usia 16-20 tahun. Hampir semua mengaku senang
berhubungan seks, yang mereka gambarkan sebagai kegiatan yang
''menyenangkan, membuat ketagihan, dilakukan suka-sama-suka''.
Dalam artikel lain, Artis muda Audy bercerita bahwa ia
mengizinkan pacarnya menciumnya dan memegang-megang dadanya.
Lembu Wiwirojati, penyiar MTV OnSky, bahkan berkisah dalam
berhubungan seks ia selalu memperhatikan ''cemilan, menu utama, dan
afterplay''.
Begitu juga artis muda Edi Brokoli berkomentar, ''Pertama kali
ngerasain enak banget. Rasanya amazing.''
HAI juga menurunkan kuis. Salah satu pertanyaannya adalah
''apa yang akan kamu lakukan bila cewek kamu bilang pengen nyobain
intercourse''. Alternatif jawabannya adalah (a) mau ngasih, tapi bilang
dulu, risikonya kamu yang tanggung ya; (b) Wuih mau mau, tapi nanti
kalau kenapa-kenapa gimana?; dan (c) Nasehatin dia kalau itu berbahaya.
Tapi, kalau dia maksa juga, ya hayo.
Ketiga pilihan jawaban mengiyakan hubungan seks di luar nikah.
Lebih hebat lagi, jawaban yang dianggap HAI paling mencerminkan sikap
bertanggung jawab adalah pilihan ketiga.
Jadi begitulah, saat ini remaja terus dibombardir dengan
rangsangan seks yang disertai pembenaran bahwa seks di masa remaja di
luar nikah adalah ''asyik, mengikuti zaman, normal, serta dilakukan
banyak artis dan anak muda kota''.

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 22

Tawuran. Selain seks, tawuran juga menjadi bagian


problematika remaja kita. Dengan alasan yang sepele mereka
mudah meluapkan amarah dan emosi. Kejantanan mereka uji
di tengah medan tawuran. Senjata tajam dan makian pun
menjadi bagian dari kehidupan remaja ini.
Frekuensi tawuran di DKI Jakarta tidak pernah turun.
Dalam sehari terjadi berbagai peristiwa tawuran di Jakarta
dengan senjata tajam dengan korban tewas dan luka-luka
berat. Sedikitnya 5 pelajar tewas dalam tawuran selama tiga
minggu pertama tahun ajran 1999/2000. Pada penelitian Dr.
Winarini Wildan Mansoer, dosen Fakultas Psikologi UI pada
tahun 1997 tawuran melibatkan 137 sekolah (10% SLTP), 247
titik rawan di jalanan, dan 11 titik rawan di terminal.12
Demikianlah persoalan besar yang sedang dihadapi
generasi muda kita. Masa depan kita sebagai bangsa sangat
terancam oleh kualitas dan moralitas generasi muda yang
sangat mengkhawatirkan. Dan ini tentu saja menjadi
tanggung jawab kita semua. Para ulama, tokoh masyarakat,
sesama pelajar, alumni, guru, kepala sekolah, dan tentu saja,
Pemerintah.

Kualitas SDM yang rendah. Selain wabah


demoralisasi di atas, remaja kita juga menghadapi persoalan
rendahnya kualitas pendidikan yang mereka terima.

12
Kompas 11 Oktober 2000

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 23

Dalam konteks persaingan SDM (Sumber Daya


Manusia), bangsa kita tampaknya harus bekerja lebih keras
meningkatkan kualitas pendidikan yang jauh tertinggal
dibandingkan dengan negara-negara tetangganya di Asia.
Survei internasional di 16 negara menunjukkan
Indonesia termasuk peringkat paling akhir dalam hal mutu
pendidikannya. Misalnya, apabila dibandingkan anak
SD/SMP di Filipina, Malaysia, Singapura dan Vietnam, maka
anak Indonesia paling bodoh. Sedangkan dari HDI (Human
Development Index), Indonesia mendapat peringkat 106.13
Survey The Third International Mathematics and Science
Study-Repeat (TIMSS-R) yang diselenggarakan oleh lembaga
internasional The International Association for Evaluation of
Educational Achievement (IEA) pada tahun 1999 yang lalu,
kemampuan matematika dan IPA siswa Indonesia –usia 13
tahun- nyaris berada di posisi terbawah dari kemampuan
rata-rata anak didik di 38 negara yaitu peringkat 34 untuk
bidang matematika dan 32 untuk IPA. Kemampuan anak-
anak kita hanya sedikit diatas kemampuan rata-rata siswa di
negara-negara urutan terbawah: Turki, Tunisia, Cile, Filipina,
Maroko dan Afrika Selatan. Survey ini melibatkan sample
sebanyak 18.567 siswa dari 150 sekolah SLTP negeri dan
swasta dari seluruh Indonesia.
Dalam lingkup ASEAN, kemampuan matematika dan
IPA siswa kita juga nyaris terburuk: hanya berada setingkat
diatas posisi buncit Filipina dan kalah jauh dibandingkan
Singapura, disusul Malaysia dan Thailand.
Di tingkat dunia, lima negara terbaik kemampuan
para siswanya pada bidang matematika diraih Singapura,
Korea Selatan, Taiwan, Jepang dan Belgia. Sedangkan untuk

13
Republika, 28 Maret 2002

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 24

pelajar IPA, lima negara terbaik diduduki Taiwan, Singapura,


Hungaria, Jepang dan Korea Selatan14.
Asia Week 2000 melaporkan bahwa perguruan tinggi
(PT) terbaik di Indonesia: Universitas Indonesia (UI)
menempati peringkat 61 dari 77 universitas di Asia dan
Institut Teknologi Bandung (ITB) menempati urutan 21 dari
39 Institut teknologi di Asia. Rendahnya kualitas pendidikan
kita dari gambaran di atas ternyata juga berbanding lurus
dengan rendahnya anggaran pendidikan nasional yang jauh
tertinggal dibandingkan sebagian besar negara-negara di
dunia.

MEREKA TANGGUNG JAWAB KITA

Rusaknya generasi muda adalah pangkal hancurnya


masa depan bangsa. Kerusakan moral ini harus segera di
obati, dicegah penularannya dan harus dinyatakan sebagai
epidemi yang layak dihancurkan secara terkoordinasi.
Ketidakpedulian kita dengan permasalahan ini adalah
langkah bunuh diri yang ampuh. Cepat atau lambat,
barangkali anak-anak kita telah menjadi korban virus
demoralisasi diatas. Ada yang masih ringan, ada pula yang
sudah stadium lanjut dan parah.
Pada saat rusaknya moral yang massal, Allah SWT
akan "mencicipkan" azabnya di muka bumi berupa berbagai
musibah sebelum azab yang sesungguhnya di neraka kelak.
"Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka
(orang-orang fasiq itu) sebagian azab yang dekat (di dunia) sebelum
azab yang lebih besar (di akhirat); mudah-mudahan mereka kembali
(ke jalan yang benar).” (As Sajdah:21).

14
Tabloid Berita Mingguan ADIL, No. 12 Tahun ke-69, 21 Desember 2000

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 25

Oleh karena itu kita patut patut peduli dan mengambil


tanggung jawab secara kolektif tanpa terkecuali. Para guru,
pembina agama, pemerintah, alumni, orang tua, sesama
siswa dan masyarakat luas harus bahu-membahu
memberikan kontribusi pembinaan remaja.
Kewajiban kita melaksanakan dakwah kepada mereka
adalah tanggung jawab yang kelak akan Allah tanyakan
langsung di akhirat.
“Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata,
‘Mengapa kamu menasihati kaum yang Allah akan membinasakan
mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?’
Mereka menjawab,’Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung
jawab) kepada Rabb-mu, dan supaya mereka bertaqwa.” (Al
A’raf:164).
Sementara itu, kelalaian kita dengan tugas dakwah
bahkan dapat menjadi penyebab datangnya azab Allah SWT
yang merata. Rosulullah SAW bersabda, ”Jika manusia
(sungguh) melihat kemungkaran dan tidak merubahnya,
dikhawatirkan semua manusia akan terkena siksa Allah
lantarannya.” (HR. Ibnu Majah).

Tugas:
POTRET SEKOLAH KAMI

1. Buatlah potret demoralisasi di sekolah kamu.


Lebih bagus kalau menggunakan metode
survey/penelitian sederhana.
2. Komunikasikanlah hasil pemetaan tersebut
dengan pengurus Rohis, guru, pembina agama,
dan kepala sekolah. Mintalah masukan-masukan
dan dukungan mereka.
3. Diskusikan langkah-langkah
penanggulangannya secara terpadu.

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 26

Tiga
MENGAPA DAKWAH SEKOLAH?

“Pengalaman dakwah di berbagai negara:


kesuksesan pembinaan generasi muda
banyak dimulai dari : dakwah sekolah.”

PRINSIP PENDINIAN TARBIYAH

Selanjutnya kita mulai memasuki pembahasan


bagaimana mulai membangun kepribadian generasi muda
kita.
Sebenarnya, Islam telah mengajarkan bahwa menanam
bibit generasi yang sholeh harus dilakukan sedini mungkin.
Seorang bayi sunnah diazankan dan diiqomatkan
ketika baru lahir15 adalah bagian dari pendinian proses
tarbiyah itu; agar kalimat pertama yang didengarnya adalah

15
Hadits Hasan Shahih, diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi.

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 27

kalimat tauhid dan kebaikan semata, dan agar syaitan


menjauhinya dari menyesatkannya.
Bahkan jauh sebelumnya, seorang pemuda yang siap
menikah hendaknya memilih calon isteri yang memiliki
'dzatud dien', memiliki penghayatan dan pengamalan agama
yang baik, agar kelak berpotensi melahirkan bibit generasi
yang shalih.
Nasihat Luqman kepada anaknya yang diabadikan
oleh Allah SWT dalam surah Luqman ayat 12-19,
menginspirasikan kita bahwa pembinaan anak-anak adalah
sangat efektif untuk mencetak kepribadian dan karakter yang
kuat sejak dini hingga mewujudkan kader-kader belia yang
akan berjuang di tengah masyarakat dengan sabar dan siap
menghadapi ujian-ujian kehidupan dan perjuangan.
Banyak riset pendidikan modern saat ini
menyimpulkan bahwa proses pendinian kematangan
kepribadian seseorang dapat segera dilakukan. Apalagi ada
indikasi bahwa kematangan biologis seorang remaja
mengalami percepatan dalam beberapa tahun terakhir karena
gizi yang meningkat dan arus informasi yang amat pesat.
Adalah bahaya besar, apabila kematangan ini tidak diimbangi
dengan kematangan kepribadian dan bahkan kemandirian,
karena akan terjadi penyimpangan-penyimpangan pergaulan
yang tidak bertanggung jawab.
Tetapi Islam ternyata lebih dahulu percaya bahwa
pendinian itu adalah sangat mungkin dilakukan, dan bahkan
dapat memberikan hasil yang mengejutkan.
Kematangan dini itu amat tampak misalnya pada
kisah seorang sahabat Rasulullah Saw yang fenomenal:
Usamah yang pada usia 18 thn memimpin pasukan Islam
pertama ekspansi keluar Jazirah Arab. Kemudian Imam ath
Thobari, seorang ahli tafsir besar telah hafal Al Qur’an pada
usia 7 th dan menjadi Imam pada usia 8 tahun. Imam Ibnu

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 28

Taimiyah telah memberikan fatwa pada usia 15 tahun.


Muhammad al-Fatih Murad membebaskan Konstantinopel
pada usia 24 tahun, yang telah menjadi mimpi 8 abad umat
Islam.
Kematangan dini itu pun juga tampak pada episode
kehidupan yang lebih pribadi : pernikahan dini! Ya, Amru
bin Ash, pahlawan Islam yang membebaskan Mesir menikah
pada usia 12 tahun. Muhamad Abdul Wahab sang pembaharu
Islam menikah pada usia 12 tahun, Ali bin Abi Thalib ra
menikah pada usia 16 tahun, dan nama-nama besar lainnya
yang tidak mungkin disebutkan satu persatu. Pernikahan dini
tersebut tentu saja telah diimbangi dengan kemandirian dini
secara finansial pula.
Kematangan-kematangan diatas Allah puji
sebagaimana sabda Rasulullah Saw:
“Sesungguhnya, Allah mencintai pemuda yang tidak
mempunyai sifat kekanak-kanakan.”
Umumnya kematangan dini di atas diproses oleh
institusi yang inti : keluarga. Dan sebagian besar keluarga-
keluarga di Indonesia ini, telah melewati masa-masa emas
pendinian pembinaan anak dengan gagal. Itulah saat ini yang
menjadi permasalahan dan pembahasan kita yang utama :
produk remaja-remaja yang lemah moralitasnya dan rentan
dengan air bah demoralisasi.
Pada buku ini, kita akan membahas pembinaan dan
dakwah yang harus dilakukan di lokasi eksternal tempat
sebagian besar komunitas remaja itu berada : SEKOLAH.
Inilah medan dakwah yang sangat strategis dan telah menjadi
tanggung jawab publik secara luas untuk menggarapnya.

URGENSI DAKWAH SEKOLAH

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 29

Ada 3 alasan utama yang menjelaskan urgensi dakwah


sekolah yakni: (a) efektif, (b) masif, (c) strategis. Alasan-
alasan ini sangat khas dan membedakannya dengan segmen
dakwah yang lain.

a. Efektif
Tidak diragukan lagi bahwa menanamkan aqidah dan
moralitas kepada remaja dan pemuda adalah jauh lebih efektif
daripada berdakwah kepada golongan tua yang telah sarat
dengan kontaminasi kepentingan pragmatis dan ideologis.
Usia muda adalah periode emas untuk belajar,
menanamkan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan.
Sebuah pepatah Arab mengatakan “belajar di waktu kecil
bagaikan mengukir di atas batu, sedangkan belajar di masa tua
bagaikan menulis di atas air”.
Pengalaman gerakan dakwah di berbagai negara
menunjukkan bukti yang sama. Di Indonesia, peluang
dakwah dan proses tarbiyah yang efektif banyak berawal dari
dakwah sekolah, baik di SLTA maupun SLTP. Penggerak
dakwah kampus di berbagai perguruan tinggi besar seperti
Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB),
Institut Pertanian Bogor (IPB), dan sebagainya sebagian besar
berasal dari aktifis dakwah sekolah.

b. Masif
Disebut “masif” atau massal adalah karena jumlah
populasi pelajar sangat banyak dan tersebar di seluruh
pelosok Indonesia. Populasi pelajar ini juga jauh melebihi
populasi mahasiswa yang hanya berada di kota-kota besar.
Dari 74 juta populasi pemuda Indonesia berusia 15 –
35 tahun di tahun 2000, 24,5% tamat SLTP, dan 23,02% tamat

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 30

SLTA. Bandingkan dengan 3,86 % yang berhasil menamatkan


pendidikan sarjana muda dan sarjananya.16
Obyek dakwah yang massif tentu saja sangat vital. Bila
pengaruh dakwah sedemikian besar kepada segmen pelajar,
maka perbaikan moralitas dan fikroh masyarakat akan
tumbuh secara massif pula.

c. Strategis
Disebut strategis karena dakwah sekolah dalam
jangka panjang akan mensuplai SDM shalih di berbagai
lapisan masyarakat sekaligus, baik buruh dan pekerja,
wiraswastawan dan kaum profesional, serta calon pemimpin
di masa depan. Mengingat perannya yang amat strategis ini,
maka tidak heran lahan dakwah sekolah ini menjadi rebutan
berbagai ideologi.
Maka bayangkanlah apa yang terjadi apabila dakwah
sekolah kita maju dan berkembang. Tatkala ia berhasil
menumbuhsuburkan kader-kader muslim yang banyak dan
berkualitas juga simpatisan-simpatisan dakwah yang massal.
Mereka akan mengisi dan mewarnai lembaga-lembaga profesi
di masa depan: perusahaan-perusahaan, instansi pemerintah,
birokrasi, perguruan tinggi, LSM, wiraswasta, dan tentu saja
di masyarakatnya sendiri, baik sebagai pemimpin-pemimpin
hingga level grass root (basis massa).
Mereka akan menjadi agen-agen perubahan skala
sistem; membersihkan seluruh sendi-sendi kehidupan
berbangsa dan bernegara dari kuman-kuman korupsi, kolusi
dan nepotisme yang sudah akut.
Mereka adalah darah baru yang akan membawa
bangsa dan ummat Islam kepada zaman baru; era baru yang

16
Biro Pusat Statistik (BPS) tahun 2000

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 31

lebih cemerlang, maju, adil, sejahtera dan –tentu saja-


berakhlak.

KERJA BESAR UNTUK PERUBAHAN BESAR

Maka, tidak berlebihan kalau kita katakan dakwah


sekolah memiliki pengaruh amat besar bagi perubahan besar
di negeri ini.
Ini adalah kerja besar yang harus didukung seluruh
pihak, baik di lingkungan sekolah maupun luar sekolah.
Para pelajar aktifis Rohis tentu menjadi garda terdepan
proyek besar ini. Alumni memberikan pembinaan, transfer
pengalaman dan bahkan dana. Guru-guru memberikan suri
tauladan dan dukungan. Kepala sekolah menggunakan
otoritasnya mempermudah kegiatan-kegiatan keislaman.
Orang tua siswa memberikan dorongan, bantuan dana dan
fasilitas lainnya bila memungkinkan. Para ulama dan asatidz
berbobot meluangkan waktunya untuk turut memberikan
pengajaran dan bimbingannya yang dibutuhkan pelajar.
Bahkan, pejabat pemerintah dan anggota legislatif di
DPRD tingkat I, II maupun Pusat menggunakan otoritasnya
untuk membuat program, produk perundang-undangan dan
menganggarkan dana yang besar untuk pembinaan moral
generasi muda.

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 32

Gambar 1. Urgensi Dakwah Sekolah

Tugas:

1. Sebutkan 3 kata kunci urgensi dakwah sekolah.


2. Apakah urgensi dakwah sekolah ini sudah tersosialisasi
ke rekan-rekan anda sesama aktifis dakwah sekolah?
3. Apakah pelaksanaan dakwah di sekolah anda sudah
mencerminkan urgensi besar di atas? apa parameternya?

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 33

Empat
TUJUAN DAN SASARAN

“Kegagalan pertama suatu pekerjaan :


Menetapkan tujuan.”

Sekarang, marilah kita mulai dari tujuan. Sebagaimana


lazimnya suatu kerja besar, maka dakwah sekolah juga
memiliki tujuan yang menjadi muara pencapaian segenap
program-programnya.
Seringkali, program dakwah berjalan tanpa arah yang
tegas, tidak fokus dan bahkan cenderung sporadis. Tetapi
pemahaman yang jelas tentang tujuan, membuat kita kreatif
dalam membuat program yang efektif, walaupun ditengah
banyak keterbatasan dana, sarana dan sumber daya manusia.

TUJUAN

Tujuan dakwah sekolah dapat didefinisikan sebagai


berikut:
“Terwujudnya barisan remaja-pelajar yang mendukung dan
mempelopori tegaknya nilai-nilai kebenaran, mampu menghadapi
tantangan masa depan dan menjadi batu bata yang baik dalam
bangunan masyarakat Islami.”

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 34

Ada 5 kata penting dalam definisi di atas yang


mencerminkan kriteria output dakwah sekolah, yakni:
- “barisan”; menunjukkan (a) sejumlah banyak orang, (b)
memiliki kesamaan visi dan idealisme, (c) soliditas yang
tinggi. Artinya, dakwah sekolah harus menghasilkan
output sejumlah besar pelajar yang memiliki visi &
idealisme yang tinggi, dan siap menjadi arus baru
perubahan.
- “mendukung”; menunjukkan partisipasi pasif yang dapat
diberikan bagi dakwah, baik dukungan dalam moral
maupun material (simpatisan).
- “mempelopori”; menunjukkan partisipasi aktif membela
kebenaran (kader).
- “mampu menghadapi tantangan masa depan ; adalah
dasar-dasar kemampuan akademis, ketrampilan dan
kemampuan profesi yang kompetitif di era globalisasi.
- “batu bata yang baik” ; potensi dan kompetensinya
berguna dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

SASARAN DAKWAH SEKOLAH

Sasaran dakwah sekolah merupakan perincian dari


tujuan dakwah sekolah di atas, sebagai berikut:

1. Tumbuh Suburnya Kader

Pembentukan kader aktifis dakwah sekolah (ADS)


adalah target yang paling khas, sebagai sasaran pertama
dakwah pada umumnya. Para kader ini adalah penggerak
utama dakwah di sekolah. Merekalah yang akan
merencanakan dan menjalankan program dakwah sekolah,

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 35

baik secara kolektif, terorganisir maupun secara individual


(fardiyah).
Demikianlah Rasulullah SAW membentuk kader-
kader dakwah terlebih dahulu, sebagai generasi yang kelak
menjadi pendukung utama dakwah beliau, menyebarkan
dakwah dan meluaskan seruannya ke negeri-negeri. Maka
Rasulullah SAW mulai berdakwah kepada istrinya Khadijah
r.a, Zaid bin Haritsah, Ali bin Abi Thalib, Abu Bakar, Utsman
bin Affan, Ja’far bin Abi Thalib, Zubair bin Awwam, hingga
sekitar 60 sahabat generasi pertama berasal dari semua
lapisan masyarakat Mekkah.
Pola program yang sangat khas dalam pembentukan
kader ini adalah dakwah khashshah, yakni program tarbiyah
Islamiyah atau mentoring agama Islam, pengkaderan dan
pengajaran Islam dalam jumlah yang lebih terbatas (limited
group).
Jumlah kelompok mentoring yang terbatas ini lebih
mengefektifkan proses tarbiyah, pengawasan dan penglibatan
yang spesifik. Demikianlah Rasulullah SAW mentarbiyah
para sahabat di rumah Arqam bin Abil Arqam di Mekah yang
banyak menekankan masalah aqidah dan pembangunan
ruhiyah yang tinggi.

2. Tumbuh Suburnya Simpatisan

Dakwah sekolah juga berorientasi pada terbentuknya


simpatisan dan pendukung nilai-nilai kebenaran dalam
jumlah yang banyak; dari kalangan siswa, guru, kepala
sekolah, dsb. Merekalah yang akan menjadi pembela-pembela
dakwah ketika ditekan dan dihalangi, dan pendukung-
pendukung utama program kebaikan.
Dakwah menyentuh mereka dengan berbagai program
dakwah ‘ammah/syi’ar yang lebih umum, terbuka dan massal,

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 36

mendorong mereka kepada keimanan, kebaikan dan


keutamaan-keutamaan.
Berbagai program dakwah ‘ammah yang khas adalah
seperti tabligh, ceramah umum, pengajian guru, pengajian
kelas, bulletin dakwah, majalah dinding, penyebaran majalah
dan buku-buku Islam, kaset-kaset ceramah, bazaar buku,
pameran, VCD Islami, dakwah fardiyah, perpustakaan,
khutbah Jum’at, dll.
Program lain yang tidak kalah penting adalah dakwah
fardiyah dan pesona akhlak. Banyak tokoh-tokoh kafir Mekkah
yang masuk Islam karena dakwah fardiyah dan pesona
akhlak Rasulullah Saw.
Simpatisan ini pun bisa terbentuk dari kalangan non-
muslim. Kisah yang paling fenomenal adalah pembelaan Abu
Thalib terhadap dakwah keponakannya Muhammad Saw.
Selama bertahun-tahun, Abu Thalib, yang juga tokoh
yang sangat dihormati- menjadi pembela setia Nabi
Muhammad Saw karena beliau tahu betul ketinggian akhlak
dan kejujuran Muhammad Saw sejak kecil. Walaupun, ia
sendiri tetap dalam kekafiran hingga wafatnya.
Hingga suatu ketika, Abu Thalib semakin kewalahan
menahan kecaman dan tekanan kaum kafir Quraisy untuk
segera melepaskan jaminan perlindungannya dan
menyerahkan Rosulullah Saw untuk dibunuh/diusir. Namun
Rasulullah Saw meyakinkan, “Wahai Paman, demi Allah,
seandainya mereka itu meletakkan matahari di tangan kananku dan
bulan di tangan kiriku supaya aku menghentikan urusan ini
(dakwah), aku tidak akan berhenti sebelum Allah memenangkan
agama-Nya atau aku binasa karenanya.”
Contoh lain adalah kisah Abu Bakar ra yang diberi
diberi perlindungan oleh Ibnu Daghnah –seorang pemuka
kaum kafir yang lain-. Apa komentar Ibnu Daghnah ketika
membela Abu Bakar ra padahal ia orang kafir?

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 37

“Sesungguhnya orang seperti Abu Bakar tidak pantas


kalian keluarkan dan tidak pantas pula kalian usir (dari Mekkah).
Sesungguhnya kamu adalah orang yang suka mengusahakan yang
tiada, menolong orang yang sengsara, menghormati tamu dan
membela orang yang berdiri di atas kebenaran.”

3. Tumbuh Suburnya Potensi Kepemimpinan

Dakwah sekolah juga menjadi ajang yang efektif untuk


menumbuhkan bakat kepemimpinan sejak dini.
Potensi kepemimpinan yang tumbuh dan berkembang
sejak dini adalah berbanding lurus dengan kematangan
pemahamannya tentang Islam dan tanggung jawab dakwah.
Mulai dari berlatih pidato atau berbicara di depan
umum (public speaking), menjadi pembawa acara, memimpin
kegiatan dan organisasi, dsb.
Di sinilah mereka belajar menjadi pemimpin yang
memiliki leadership skill (keahlian memimpin) dan managerial
skill (keahlian mengorganisasi). Dua kemampuan ini harus
dimiliki oleh seorang pemimpin. Melalui berbagai sarana dan
aktivitas dakwahnya, mereka menemukan wahana yang tepat
untuk mengasah potensinya itu.
Demikianlah masyarakat dakwah pada zaman Nabi
Muhammad Saw. Dari masyarakat yang tidak terstruktur itu
lahirlah pemimpin-pemimpin besar: pemimpin negara seperti
Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin
Abi Thalib; atau pemimpin militer seperti Khalid bin Walid,
Abu Ubaidah bin Al Jarrah, Al Mutsanna bin Haritsah, Sa’ad
bin Abi Waqqash, dan lainnya.

3. Tumbuh Suburnya Kualitas Ilmiah dan


Ketrampilan

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 38

Dakwah sekolah juga berkepentingan untuk


memadukan antara imtak dan iptek, berilmu dan mengasah
ketrampilan dengan bingkai akhlak yang Islami.
Para pelajar didorong untuk giat belajar, memiliki
berbagai ketrampilan yang diperlukan seperti kemampuan
bahasa asing Inggris & bahasa Arab, komputer,
keorganisasian, kepemimpinan, manajemen, dan berbagai
ketrampilan lainnya.
Dengan bekal-bekal ini mereka diharapkan memiliki
dasar-dasar kemampuan berdaya saing global.
Allah swt. berfirman, “Katakanlah (hai Muhammad),
samakah kedudukan orang yang berpengetahuan dengan orang yang
tidak berpengetahuan?” (QS. Az Zumar: 9).
Sebagaimana sukses dakwah Nabi Saw yang telah
mendorong berbagai potensi para sahabatnya. Dari
masyarakat yang buta aksara, lahirlah pemikir dan ilmuwan
besar seperti Umar bin Khattab, Ali bin Abi Thalib, Ibnu
Umar, Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, Zaid bin Tsabit, Ubay bin
Ka’ab. Bahkan menurut catatan Ibnul Qayyim, jumlah ulama
yang ditinggalkan oleh Rasulullah Saw saat wafatnya adalah
berkisar antara 100 – 110 orang.
Juga munculnya kelompok pengusaha ulung seperti
Abu Bakar, Utsman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, dll.
Bahkan 9 dari 10 sahabat yang dijamin masuk syurga adalah
pedagang.
Muncul pula kelompok professional dalam berbagai
bidang seperti hukum (Ali bin Abi Thalib dan Syuraih),
administrasi (Abu Ubaidah), intelijen (Hudzaifah dan Al
Abbas), bahasa (Zaid bin Tsabit), dll.

5. Terwujudnya Kebangkitan Islam

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 39

Sebagai hasil lebih lanjut dari tumbuh suburnya kader


dan simpatisan dakwah di atas dari berbagai kalangan, maka
otomatis suasana kebangkitan Islam akan terasa di sekolah.
Berdesak-desakannya pelajar menonton konser musik
artis-artis jahiliyah di stadion atau gelanggang remaja akan
berubah dengan membanjiri konser-konser berbagai
kelompok nasyid semisal Raihan.
Berlomba-lombanya para pelajar putri mengenakan
pakaian seragam yang ketat, rok pendek, yang menonjolkan
auratnya, akan berganti dengan maraknya jilbab atau pakaian
yang sopan.
Ucapan salam bertebaran di mana-mana setiap kali
bertemu dan berkenalan. Shalat dhuha menjadi aktifitas
favorit penghuni sekolah di pagi hari pada saat istirahat
pelajaran. Kegiatan hura-hura berganti menjadi kegiatan
belajar kelompok dan kursus ketrampilan. Wisata pelajar
lebih bernuansa tafakkur alam ketimbang ngelaba pacaran..
Sekolah menjadi bersih tidak ada sampah terbuang
sembarangan. Para pelajar menjadi santun dan rajin belajar
menyongsong masa depan. Tidak ada lagi perkelahian pelajar
di jalanan.
Siswa, guru, kepala sekolah, pegawai sekolah, satpam
hingga petugas kantin menghormati dan melaksanakan
akhlak dan prinsip-prinsip Islam dalam hidup keseharian,
secara alami penuh kesadaran dan tanpa sedikitpun ada
tekanan.. Sungguh indah hidup di bawah naungan Al-
Qur’an..Subhanallah..
“Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke
dalam surga berombongan-rombongan (pula). Sehingga apabila
mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka
dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya, “Kesejahteraan
(dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! Maka masukilah surga
ini, sedang kamu kekal di dalamnya.” (Az Zumar:73).

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 40

Tugas:

1. Apa tujuan dakwah sekolah? jelaskan!


2. Sebutkan sasaran dakwah sekolah secara singkat.
3. Sebutkan program-program dakwah sekolah yang
relevan dengan sasaran-sasaran dakwah sekolah
tersebut di atas.
4. Apakah kegiatan dakwah sekolah kamu saat ini sudah
mencerminkan pencapaian sasaran-sasaran di atas?

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 41

Lima
RAMBU-RAMBU UMUM

“Kiat tersesat di jalan :


Abaikan rambu-rambu jalan.”

Rambu-rambu umum adalah acuan umum yang harus


ditaati agar tidak tersesat jalan. Suatu perjalanan panjang
mutlak memerlukan rambu-rambu. Apalagi perjalanan itu
terjal, berliku dan banyak tipuan-tipuan yang menyesatkan.

1. Sumber Referensi : Al Qur’an Dan Sunnah.

Dakwah kita hanya bersumberkan Al Qur’an dan


Sunnah yang suci. Allah Swt berfirman,
“Dan inilah jalan-Ku yang lurus maka ikutilah jalan ini.
Dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan lain karena kalian akan
tercerai berai dari jalan-Nya.Yang demikian itu diperintahkan Allah
kepadamu agar kamu bertakwa.” (Al An’am : 153).
Bahkan seorang Umar ra. pernah ditegur Rosulullah
Saw ketika kedapatan sedang membaca lembaran Taurat,

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 42

seraya berkata, ”Seandainya Musa hidup di antara kalian sekarang


ini niscara tidak boleh baginya kecuali mengikuti aku.” (HR. Abu
Ya’la dari Hammad dari Sya’bi dari Jabir).
Dengan demikian dakwah kita haruslah menyeru
kepada Islam yang sempurna dan menyeluruh (kaffah) dengan
sumbernya yang murni Al Qur’an dan As Sunnah.
Hasan al Banna mengatakan: Islam adalah sistem
menyeluruh yang mencakup seluruh segi kehidupan. Maka ia
adalah negara dan tanah air, pemerintah dan umat, moral dan
kekuatan, kasih sayang dan keadilan, peradaban dan undang-
undang, ilmu pengetahuan dan hukum, materi dan kekayaan
alam, penghasilan dan kekayaan, jihad dan dakwah, pasukan
dan pemikiran, sebagaimana juga ia adalah akidah yang
murni dan ibadah yang benar, tidak kurang dan tidak lebih.
“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu
kedalam Islam secara keseluruhan (kaffah), dan janganlah kamu
turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya Setan itu musuh yang
nyata bagimu.”(Al Baqarah: 108).

Tips:
 Pastikan bahwa setiap aktifis dakwah sekolah memiliki
pemahaman yang sama tentang “Syumuliyatul Islam”.
 Perkuat pemahaman aqidah melalui bedah buku
bertemakan “Syumuliyatul Islam” misalnya : Serial Al-Islam
(Said Hawa), Petunjuk Jalan (Sayyid Qutub), Risalah
Pergerakan (Hasan al Banna), hingga Fiqih Kontemporer (Dr.
Yusuf Qardhawi).
 Dekatkan interaksi dengan Al-Qur’an dan Hadits. Bacalah
Al-Qur’an setiap hari dan kajilah Al Hadits seperti
Riyadhus Sholihin dan Arba’in.
 Buatlah kajian tafsir Al-Qur’an dan Hadits secara tematik
dan populer.

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 43

2. Siroh Rasulullah dan Sahabat Sebagai Rujukan Metode


Dakwah

Siroh Rasulullah saw. dan sahabatnya merupakan


petunjuk abadi bagi manhaj (metode) dakwah yang asasi di
berbagai kondisi dan zaman. Keberhasilan dakwah Rasulullah
dan para sahabat bukanlah suatu kebetulan; melainkan penuh
dengan rambu-rambu petunjuk Ilahi.
“Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, kami berikan
peraturan (syir’ah) dan jalan (manhaj) yang terang…” (Al-
Maidah:48).
“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri
teladan yang baik (uswah hasanah) bagimu, yaitu bagi orang yang
mengharapkan rahmat Allah dan kedatangan hari akhir dan dia
banyak menyebut nama Allah.” (Al Ahzab:21)
Berbagai peristiwa-peristiwa, keputusan-keputusan
yang diambil, serta tahapan dakwah yang dilalui Rasulullah
dan para sahabat menjadi catatan penting yang menyejarah,
yang akan menjadi rujukan bagi pelaksanaan dakwah pada
masa berikutnya. Pun dalam aktifitas dakwah sekolah.
Prinsip-prinsip Umum Dakwah Sekolah dalam Bab ini
sedikit banyak menggambarkan manhaj dakwah yang
disesuaikan dengan medannya.

Tips:
 Kajilah buku Siroh seperti Manhaj Haraki (Syaikh Munir
Al-Ghadban) dan Sirah Nabawiyah (Said Ramadhan Al-
Buthi). Temukan butir-butir ibroh yang luar biasa dalam
setiap kejadian dakwah Rosulullah Saw.
 Adakanlah diskusi-diskusi terbatas membahas
problematika dakwah sekolah dan pencarian solusinya
dikaitkan dengan siroh nabawiyah.

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 44

 Asahlah kemampuan anda dalam memecahkan masalah


dakwah dengan mengacu pada petunjuk siroh nabawiyah
yang relevan.

3. Menekankan Pengkaderan & Pembinaan Aqidah

Pengkaderan menjadi prioritas dalam dakwah sekolah


karena mereka akan menjadi penggerak roda-roda kegiatan
dakwah. Demikianlah Rosulullah Saw mengkader para
sahabat-sahabatnya dalam tarbiyah Islamiyah yang kontinyu
di markas pengkaderan yakni rumah Arqam bin Abil Arqam
di ketinggian bukit Shafa untuk disiapkan menjadi pejuang-
pejuang risalah-Nya.
Kader-kader yang dibina oleh Rasulullah adalah kader
yang kuat, terbukti tidak ada satu pun yang murtad pada
waktu terjadi tribulasi dan cobaan dakwah yang berat.
Bahkan 10 sahabat yang dijamin Rosulullah masuk surga
berasal dari kelompok ini.
Proses tarbiyah yang dilakukan Rosululah Saw banyak
menekankan pada pembinaan aqidah. Itulah mengapa ayat-
ayat makkiyah –yang turun di Mekkah- berisikan ayat-ayat
seputar masalah aqidah/keimanan: hakikat penciptaan
manusia dan alam semesta, kematian dan kehidupan, surga
dan neraka, dan sebagainya.
Aqidah yang benar akan mampu memancarkan
ibadah dan perilaku yang benar. Ketika aqidah telah
sedemikian kuat menghujam dalam jiwa, maka perintah Allah
seperti apa pun akan mudah dilaksanakan.

Tips:
 Utamakanlah kelancaran dan efektifitas program

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 45

kaderisasi, bagaimanapun sulitnya kondisi yang dihadapi.


 Periksalah kuantitas dan kualitas kader dakwah sekolah
yang mengikuti halaqoh tarbiyah atau program
mentoring, baik di kelas I, II dan III. Segera ambil
tindakan yang diperlukan bila tidak berkembang sesuai
yang diharapkan.
 Pantaulah para kader yang potensial dan berkualitas.
Berikan perhatian dan tanggung jawab yang lebih besar.
 Lakukan regenerasi terus menerus dan pelatihan-
pelatihan murobbi atau tenaga mentor yang berkualitas
dan bermotivasi tinggi.

4. Prioritas Objek Dakwah yang Tepat

Proses perekrutan dan pengkaderan dalam dakwah


sekolah memiliki prioritas pemilihan objek dakwah. Prioritas
itu berurut: (a) objek dakwah yang paling siap menerima dan
menyambut seruan dakwah, baru kemudian diberikan kepada
(b) objek yang potensial bagi dakwah.
Rasulullah saw. pernah ditegur dalam surat ‘Abasa,
yaitu ketika beliau lebih memprioritaskan objek yang lebih
potensial karena kedudukannya di mata manusia
dibandingkan dengan seorang buta yang kurang potensial –
Abdullah bin Umi Maktum- padahal ia lebih memiliki
kesiapan penuh untuk menerima dakwah.
Namun demikian, apa yang dilakukan Rasulullah saw.
tersebut tidaklah bertentangan dengan pemilihan objek
berdasarkan kedudukan strategisnya di masyarakat, selama
mereka juga memiliki kesiapan penuh untuk menerima
dakwah. Prioritas dakwah kepada objek yang memiliki

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 46

kedudukan strategis ini dilakukan untuk memudahkan dan


mempercepat perkembangan dakwah.
Abu Bakar ra. -salah seorang sahabat yang pertama
direkrut oleh Rasulullah saw. untuk masuk Islam- adalah
orang yang sangat potensial dan berpengaruh di
masyarakatnya waktu itu. Dilihat dari akhlaqnya, Abu Bakar
adalah seorang lelaki yang dicintai dan disayangi karena ia
akrab dengan kaumnya. Ia juga seorang Quraisy yang paling
mengerti dan tahu tentang nasab (keturunan) suku Quraisy
serta masalah kebaikan atau keburukan yang ada pada suku
itu. Dari sisi pekerjaan dan status sosialnya pun ia dikenal
sebagai seorang pedagang besar yang memiliki akhlaq mulia
dan sering didatangi oleh tokoh-tokoh kaumnya untuk
dimintai pendapat mengenai banyak hal.
Rasulullah Saw juga pernah berdo’a dan sangat
berharap agar salah satu dari pemimpin Quraisy masuk Islam
dan menjadi pejuangnya: “Ya Allah! Kuatkanlah Islam dengan
seseorang yang lebih engkau cintai dari dua lelaki ini: Abu Jahal
(‘AmruIbn Hakam) atau Umar bin Khattab.” (HR. Ahmad bin
Hanbal dan Tirmizi). Maka Allah mengabulkan Umar bin
Khattab masuk Islam dan menjadi pejuang dakwah yang
legendaris.
Kecerdasan Rosulullah juga terlihat dari kecermatan
mengambil dari setiap segmen kabilah yang ada di Mekkah.
Pada fase awal dakwah, Rasulullah berhasil merekrut kurang
lebih 60 orang kader inti yang berasal dari semua lapisan
masyarakat pada saat itu: orang-orang merdeka, kaum budak,
lelaki, wanita, pemuda, orang-orang tua. Bahkan hampir tidak
ada keluarga di Makkah yang berasal dari segenap suku
bangsa Quraisy, kecuali satu atau dua orang anggotanya yang
ikut masuk Islam. Mereka berasal dari Banu Hasyim, Banu
Umaiyah, Banu Makhzum, Banu Ta’im, Banu ‘Ady, Banu
Zuhrah, Banu Sahm, Banu Jameh, Banu Asad, dll.

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 47

Dengan demikian, perkembangan Islam menjadi


sangat cepat dan menyeluruh, sehingga hampir tidak ada
sudut-sudut kota Mekkah kecuali tersentuh oleh dakwah ini.

Tips:
 Datalah orang-orang yang hanif dari kalangan yang
potensial: para juara kelas, kepala sekolah, guru-guru,
aktifis OSIS, ekstrakurikuler, dsb.
 Datalah orang-orang yang hanif untuk didakwahi dari
setiap segmen dakwah sekolah: pelajar kelas 1, 2 dan 3,
guru, karyawan sekolah, satpam hingga tukang jualan.
 Lakukan pendekatan fardiyah atau pun secara formal
kepada mereka untuk mengikuti berbagai kegiatan-
kegiatan keislaman dan menumbuhkan minat lebih lanjut.
Berikanlah majalah-majalah Islam, kaset, buku bacaan,
dsb.
 Segera lakukan pembinaan dan tarbiyah Islamiyah yang
lebih rutin bagi yang memiliki minat dan semangat yang
tinggi.
 Segera berdayakan kader-kader yang telah terbentuk dari
setiap perwakilan segmen di atas untuk berdakwah di
“kaum”nya masing-masing. Insya Allah perkembangan
dakwah akan cepat menyebar dan menyeluruh di setiap
lapisan sivitas sekolah.

5. Membina Kekuatan Ruhani

Allah Swt berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman,


mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat,
karena sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al
Baqoroh:153).

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 48

Kata sabar banyak diulang penyebutannya dalam Al


Qur’an, karena Allah mengetahui betapa berat usaha yang
diperlukan untuk tetap istiqomah dengan nilai-nilai Islam dan
perjuangannya; di tengah berbagai kecenderungan dan
godaan wanita, harta, jabatan bahkan tekanan, siksaan,
pengusiran, pembunuhan dari musuh-musuh dakwah. Maka
dalam ayat di atas, kata “sabar” digandengkan dengan
“shalat”; karena shalat akan mensuplai kekuatan kesabaran
yang tiada habis-habisnya untuk mewujudkan kemenangan.
Manusia yang fana, lemah dan terbatas ini harus
menyambungkan diri dengan kekuatan yang Maha Besar
yang akan memberinya pertolongan di saat tuntutan
perjuangan melampaui batas segenap kemampuannya.
Disinilah tampak nilai shalat. Ia adalah hubungan langsung
antara manusia yang fana dan Kekuatan yang abadi. Ia adalah
pertemuan setetes air yang terputus dengan sumber yang
tidak pernah kering. Ia adalah sentuhan lembut pada hati
yang letih dan payah. Oleh karena itu, bila dalam keadaan
berat, Rosulullah Saw bersabda, “Istirahatkanlah kami dengan
shalat wahai Bilal.”(Shahih, HR. Abu Dawud, Ahmad, Al-Baghawi
dan Thabrani.). Rosulullah Saw memperbanyak shalat apabila
menghadapi perkara yang memberatkan, agar sering
berjumpa Allah.
Bahkan, shalat tahajjud pada awalnya diwajibkan
selama setahun. Agar para kader-kader dakwah ketika itu
betul-betul tertempa ruhaninya untuk mengemban risalah
dakwah yang berat ini.
Imam Ahmad meriwayatkan perkataan Aisyah ra.,
“Sesungguhnya Allah mewajibkan qiyamullail pada awal surat (Al
Muzammil) ini. Kemudian Rasulullah saw. dan para sahabatnya
melaksanakannya selama satu tahun sampai kaki-kaki mereka
bengkak. Allah menahan penutup surat ini di langit selama dua

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 49

belas bulan kemudian Allah menurunkan keringanan di akhir surat


ini sehingga qiyamullail menjadi sunat setelah diwajibkan.”
Demikian pula dzikirullah adalah bekal asasi nabi Musa
as dan saudaranya Harun as ketika harus berhadapan dengan
simbol raja sang angkara murka nan lalim: Fir’aun. Karena
senantiasa mengingat Allah akan menguatkan jiwa,
menyirnakan kepengecutan dan menimbulkan keberanian
menghadapi siapa pun dan apa pun rintangan yang
menghadang.
“Pergilah kamu (Musa) beserta saudaramu (Harun) dengan
membawa Ayat-ayat-Ku dan janganlah kamu berdua lalai dalam
mengingat-Ku. Pergilah kamu berdua kepada Fir’au, sesungguhnya
dia telah melampaui batas.” (Thaha:42,43).
Para aktifis dakwah sekolah tentu saja harus
mencontoh perilaku ini. Perhatian dengan masalah ruhani
para aktifis harus menjadi prioritas program. Hal ini akan
menjadi bekal yang hebat dalam menghadapi perjalanan
panjang dakwah yang penuh rintangan. Juga jangan sampai
kegiatan dakwah kita terjebak pada rutinitas kegiatan an sich,
tanpa ruh. Karena bagaimana mungkin kita dapat mengajak
manusia kepada Allah sementara kita sendiri jauh dari Allah.
Selain itu, tarbiyah ruhiyah –terutama qiyam lail- akan
menyehatkan ruhani kita dan menghindarkannya dari
berbagai penyakit hati: riya’, ujub, dengki, takabur, dan
sebagainya. Sebagaimana seseorang yang jarang berolah raga,
maka fisiknya akan lemah dan mudah terserang penyakit,
maka jiwa kita pun juga akan mudah terserang penyakit hati
bila jarang “berolah raga” ruhani. “Olah raga” ruhani yang
lainnya adalah puasa sunnah, shalat sunnah rawatib, shalat
berjama’ah, dzikir rutin, dan sebagainya.

Tips:

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 50

 Berikan perhatian lebih kepada ibadah harian para aktifis


meliputi : shalat jama’ah, tilawah Qur’an, shalat sunnah,
dsb. Seorang yang memiliki ruhiyah baik akan tampak
pada kualitas amal-amal tersebut.
 Adakanlah acara mabit (menginap) bersama secara
berkala di masjid sekolah atau sekitarnya khususnya
untuk para aktifis. Adakan program-program terkait
keruhanian seperti: shalat tahajud, ceramah ruhani, dzikir,
muhasabah, dsb.
 Biasakanlah sholat dhuha dikala istirahat pelajaran
sekolah atau tilawah Al Qur’an disaat senggang. Jadikan
Al-Qur’an perlengkapan wajib yang selalu dibawa
kemanapun kita pergi.

6. Memiliki Keunggulan Akhlak, Akademis &


Kepemimpinan

Aktifis dakwah sekolah yang berakhlak, berprestasi


belajar yang tinggi dan menonjol sifat kepemimpinannya
adalah idaman kita semua. Kepala Sekolah, Guru, Orang Tua,
Sesama Siswa akan menaruh hormat, simpati dan akan
menyambut baik seruan dakwah kita.
Bahkan lebih jauh lagi, berilah kesan bahwa dakwah
sekolah yang kita kembangkan akan memberi nilai tambah
prestasi akademik yang meningkat bagi sekolah, selain
meningkatnya moralitas pelajar. Sehingga mereka
merindukan kehadiran dakwah kita, karena memberikan nilai
tambah bagi sekolah.

Tips:
 Kajilah ayat-ayat atau hadits-hadits tentang keutamaan

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 51

akhlak mulia. Pelajari pula secara khusus akhlak


Rosulullah dalam hidup sehari-hari. Pastikan setiap aktifis
dakwah berupaya untuk mencontoh akhlak beliau.
 Lakukan pemantauan terhadap kualitas akademis para
aktifis. Berikan penghargaan bagi yang berprestasi tinggi,
dan dorongan bagi yang kurang. Kaitkan dengan
manajemen sumber daya manusia dalam organisasi
dakwah, agar sedapat mungkin distribusi pekerjaan
berjalan dengan baik dan merata.
 Pertahankan image bahwa aktifis dakwah sekolah adalah
mereka yang berakhlak mulia, berprestasi tinggi dan layak
memimpin.

7. Profesional & Kreatif

Sesungguhnya Islam mewajibkan berbuat profesional


(ihsan) dalam segala aktifitas. Apabila memotong hewan
kurban saja harus ihsan apalagi dalam berdakwah.
“Sesungguhnya Allah telah mewajibkan berbuat ihsan atas
segala sesuatu. Maka apabila kalian membunuh dalam peperangan,
maka lakukanlah dengan sebaik-baiknya; dan apabila kamu
menyembelih kurban, lakukanlah dengan cara terbaik. Dan setiap
kamu wajib menajamkan pisaunya dan biarkanlah hewan
kurbanmu mati dengan mudah.” (Sahih Muslim, Sunan Abu
Dawud, Tirmizi, ad-Darimi, Ibn Majah, dan an Nasa-i)
Ihsan dalam dakwah adalah mencari segenap sarana
dan program yang paling mungkin namun efektif mencapai
tujuan, selama tidak bertentangan dengan kaidah syar’i. Ihsan
juga berarti diperlukan berbagai sarana dan program yang
kreatif, fleksibel, dan realistis dengan memperhatikan bahasa
medan remaja dan sumber daya dakwah.

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 52

Tips:
 Datalah sumber daya fisik, sarana dan prasarana yang
dimiliki oleh sekolah yang memungkinkan untuk
digunakan untuk kegiatan dakwah: ruang kelas, masjid,
peralatan olah raga, lapangan, sound system, LCD
proyektor, OHP, karpet/tikar, dsb.
 Datalah sumber daya yang dimiliki oleh rekan-rekan
pelajar yang simpati dengan dakwah: villa/rumah
peristirahatan, mobil pribadi, laptop, komputer, printer,
LCD proyektor, OHP, motor, dsb.
 Datalah potensi sumber daya manusia dari kalangan
siswa maupun alumni untuk memberikan pelatihan atau
kontribusi sesuai kapasitasnya.
 Berdayakan seluruh potensi-potensi tersebut diatas untuk
berbagai program dakwah yang kreatif.

8. Bertahap dalam Dakwah

Pentahapan adalah sunnah ilahiyah bagi dakwah pada


umumnya. Pentahapan ini memudahkan untuk bergerak dan
berguna dalam menentukan prioritas-prioritas program
untuk mencapai hasil yang optimal.
Kisah Abdul Malik –putra Khalifah Umar bin Abdul
Aziz yang sering disebut juga sebagai Khalifah Ar-Rasyid
kelima dan sebagai Umar kedua- dapat dijadikan teladan.
Suatu hari ia bertanya kepada ayahnya, “Wahai Ayahanda,
mengapa engkau tidak melaksanakan urusan-urusanmu? Demi
Allah, aku tidak peduli seandainya periuk-periuk itu merebusku dan
merebusmu dalam kebenaran!”
Abdul Malik menginginkan ayahnya menumpas
pelaku kezaliman, kejahatan, kerusakan, dan penyelewengan
secara drastis bukan secara pelan-pelan dengan resiko apa

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 53

pun. Dengan bijak ayahnya menjawab, “Jangan tergesa-gesa,


wahai anakku. Sesungguhnya Allah mencela khamr dalam Al
Qur’an melalui dua tahapan, dan baru pada tahap ketiga khamr itu
diharamkan. Jika aku memaksakan kebenaran kepada manusia
dengan sekaligus, aku khawatir mereka akan menolaknya sekaligus
juga, sehingga hal ini menjadi fitnah.”
Apabila kita melihat sekolah kita masih sangat jauh
dari nilai-nilai Islam, maka tetaplah tenang dan jangan gusar
apalagi sembrono dalam memilih metode dakwah yang kasar
dan tidak persuasif.
Mulailah berdakwah kepada orang-orang yang paling
hanif, memiliki potensi keagamaan yang baik, dan itu selalu
ada dalam komunitas yang paling kafir sekalipun,
sebagaimana As Sabiqunal Awwalun –para sahabat yang
pertama-tama masuk Islam- di tengah kaum kafir Quraisy di
Makkah, atau istri dan para tukang sihir Fir’aun yang tetap
dalam keimanannya.
Bukalah selebar-lebarnya kemungkinan obyek dakwah
itu baik dari kalangan siswa, guru, pegawai sekolah bahkan
kepala sekolah. Pembahasan lebih lengkap dapat dilihat pada
Bab Tahapan, Parameter dan Strategi Dakwah Sekolah pada
buku ini.

Tips:
 Biasakan melakukan analisa SWOT (Strength, Weakness,
Opportunity, Threat) dalam memetakan perkembangan
dakwah sekolah.
 Ambillah kebijakan yang tepat sesuai kemampuan dan
tahapan.
 Sabar dan jangan tergesa-gesa untuk mendapatkan hasil
tanpa perhitungan yang matang.
 Jangan takut untuk mundur kebelakang untuk melakukan

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 54

rekonsolidasi. Barangkali, fondasi dakwah yang selama ini


dibangun harus dikonstruksi ulang agar bangunannya
dapat menjadi kokoh.

9. Ajakan yang Simpatik, Lemah Lembut dan Memudahkan

Berdakwah harus dilakukan dengan cara yang


simpatik, lemah lembut dan memudahkan. Ajakan yang
simpatik memunculkan citra yang positif. Aktifis dakwah
tidak akan berhasil menyentuh hati objek dakwahnya jika ia
selalu mengesankan sosoknya yang eksklusif, keras dan sulit
bergaul dengan berbagai kalangan. Ia juga harus tampil rapi,
bersih, ramah, bergaul secara wajar sesuai dengan ketentuan
syariat Islam.
Dakwah juga harus dilakukan dengan meringankan
dan tidak memberatkan, memudahkan dan tidak
mempersulit, memberi kabar gembira dan tidak menakut-
nakuti.
Rasulullah saw. bersabda,
“Permudahlah dan janganlah kamu sekalian mempersulit.
Gembirakanlah dan janganlah kamu membuat mereka menjadi lari.”
(Muttafaq ‘Alaih)
Mempermudah dan tidak mempersulit bukan berarti
tidak memiliki target. Begitu juga menggembirakan dalam
mensikapi objek dakwah. Rambu-rambu ini digunakan untuk
memberi semangat kepada objek dakwah karena mereka
gembira dengan Islamnya. Rasa gembira ini akan lebih
memacunya menjadi lebih baik.
Memberikan beban dengan penciptaan suasana yang
tegang dan menakutkan hanya akan membuat objek dakwah
lari. Oleh karena itu, sikap lemah lembut kepada objek
dakwah wajib dimiliki setiap aktifis dakwah, selain juga

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 55

memperhatikan tahapan penerimaan objek dakwah tersebut


sesuai dengan marhalahnya. Tanpa bekal ini seorang aktifis
dakwah akan lebih sering memvonis objek dakwahnya
sebagai orang yang tidak pernah memiliki kemajuan bahkan
sesat.
“Maka rahmat Allahlah yang telah menyebabkan kamu
berlemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras
dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari
sekelilingmu..” (Ali Imran:159).
“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari
keturunanmu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat
menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas
kasihan lagi penyayang terhadap orang mukmin.” (At Taubah :
128).
“Sesungguhnya agama itu mudah, dan seseorang tidak
akan memberatkan diri karena agama kecuali ia akan dikalahkannya.
Maka luruskanlah, saling mendekatlah, gembirakanlah dan
gunakanlah pagi dan sore hari, serta sesaat pada akhir malam
(sebelum fajar).” (HR Bukhari dan Nasa’i).

Tips:
 Resapilah motto “kami adalah da’i bukan pemvonis.”
Tugas kita adalah mengajak kepada kebaikan, bukan
mencari-cari kesalahan.
 Pelajarilah Fiqih Dakwah dari berbagai sumber.
 Hindari sikap ujub dan sombong. Boleh jadi yang kita
dakwahi memiliki banyak kelebihan lain dibandingkan
kita.
 Bersikaplah simpatik, bersih dan sopan. Jangan bersikap
ekslusif apalagi arogan. Perbanyaklah kawan dan dekati
mereka secara perlahan. Ajaklah pada tema-tema yang
paling mudah mereka terima.

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 56

 Sabar melihat kemajuan dakwah walaupun amat sedikit.

10. Regenerasi yang Mapan

Masalah regenerasi pengelola dakwah sekolah harus


mendapat penekanan yang sangat kuat, baik di kalangan
aktifis dakwah siswa maupun aktifis dakwah alumni
mengingat usia pengelolaan dakwah sekolah yang relatif
terbatas. Regenerasi dalam sebuah aktifitas dakwah adalah
satu hal yang niscaya, sebagaimana Rasulullah saw. dan para
sahabat telah meninggalkan warisan dakwah ini kepada kita
bahkan kepada para pewarisnya di masa mendatang.
Regenerasi dakwah juga memperhatikan kualitas
generasi yang ditinggalkan. Latihan dan pengawasan serta
pembebanan secara bertahap dari generasi lama kepada
generasi baru termasuk salah satu cara menjaga kualitas
generasi itu. Dengan cara ini kesinambungan pewarisan visi
dan misi dakwah serta kesinambungan langkah dan tahapan
dakwahnya dapat terkomunikasikan dengan baik. Kesalahan
dan kekeliruan dalam proses regenerasi adalah satu hal yang
wajar. Yang salah dalam proses ini adalah kesalahan dan
kekeliruan yang tidak terevaluasi sehingga ia tidak memiliki
peluang menjadi lebih baik.
Dalam regenerasi ini juga, generasi lama harus
memberikan kesempatan kepada generasi yang dikadernya
untuk berkreasi dalam pengemasan program dan strateginya.
Generasi lama harus menyadari bahwa setiap generasi akan
menemui pengalaman dan pelajaran baru di zaman yang
dihadapinya yang berbeda dengan zaman pendahulunya.

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 57

Tips:
 Buatlah aturan main regenerasi dakwah sekolah yang
disepakati dan diperjuangkan bersama-sama. Misalnya,
kelas I & II adalah pengurus formal dakwah sekolah, kelas
III adalah penasehat dan mentor, mahasiswa tingkat 1
atau 2 adalah pelaksana atau penanggung jawab di tingkat
alumni.
 Lakukan koordinasi dan kesepakatan bersama dengan
pengelola dakwah kampus, terutama di kampus-kampus
yang paling banyak menjadi tujuan kuliah ADS-nya.
Misalnya, pengaturan tanggung jawab antara beban
dakwah sekolah dan kampus.
 Berikan pelatihan dakwah sekolah secara integral,
termasuk urgensi dan konsepsinya sejak mereka menjadi
siswa kelas 1, 2 atau kelas 3. Dengan demikian, mereka
telah memiliki emosional dan visi yang kuat dalam
mengembangkan dakwah sekolah.
 Percepat kematangan kaderisasi di level siswa, sehingga
di kelas 2 atau kelas 3 fikroh dan militansi mereka telah
terbentuk sedemikian rupa sehingga dapat berdakwah
secara mandiri dan penuh inisiatif.

11. Mengkader Guru

Guru juga harus mendapat prioritas juga dalam


pengkaderannya karena mereka selanjutnya akan menjadi
aktifis dakwah sekolah yang permanen, tinggal selama
belasan hingga puluhan tahun di sekolah yang sama.

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 58

Tips:
 Datalah guru-guru yang hanif dan potensial menerima
dakwah.
 Lakukan pendekatan secara fardiyah dan persuasif.
 Buatlah program pengajian guru secara berkala.
Undanglah penceramah dari luar sekolah yang berkualitas
baik dan dapat diterima oleh mereka.
 Pilihlah diantara guru yang sangat potensial untuk
dikader lebih lanjut. Dekati secara intensif dengan
bersilaturahmi, memberikan majalah dan bacaan Islami,
dan ajaklah mengikuti kajian-kajian Islam yang lebih
intensif. Libatkan dalam perencanaan dakwah di sekolah.
 Selalu libatkan guru-guru agama Islam dan pembina
kerohanian Islam dalam merencanakan kegiatan dakwah
sekolah.

12. Mengaktifkan Syuro yang Sehat

Aktifis dakwah sekolah harus senantiasa


mengaktifkan syuro (musyawarah) yang dibangun
berlandaskan akhlaq, profesionalisme, dan ukhuwah
islamiyah.
Syuro menjadi sarana untuk melakukan koordinasi
dakwah. Sebuah gerakan perubahan hanya akan terbangun
dengan adanya koordinasi yang rapi.
Setiap aktifis dakwah harus memiliki kepemilikan atas
syuro itu sehingga mereka memiliki tanggung jawab atas
berdirinya syuro. Selain itu, setiap aktifis dakwah pun harus
memiliki komitmen terhadap hasil syuro itu dengan
melaksanakannya sesuai kesepakatan bersama.
Dalam tingkat lokal sekolah, syuro harus terbentuk.
Anggota syuro ini bisa melibatkan para aktifis dakwah

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 59

sekolah yang dianggap mampu menganalisa gerak di


lapangan dan intens mengikuti perkembangan dakwah di
sekolahnya. Syuro juga harus terbangun di tingkat yang lebih
luas sebagai sebuah forum koordinasi antaraktifis dakwah
sekolah. Dengan forum ini diharapkan permasalahan-
permasalahan dalam aktifitas dakwah sekolah dapat
diantisipasi bersama, begitu juga dengan pengembangan
potensi masing-masing sekolah.
Allah swt. berfirman,
“Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi)
seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka
diputuskan dengan musyawarah di antara mereka.” (QS. Asy
Syuura 18)

Tips:
 Biasakan membuat struktur majlis syuro’ dalam organisasi
dakwah sekolah dan Rohis.
 Biasakan melakukan syuro’ dalam setiap level organisasi
dan menghormati keputusannya.

TUGAS:

1. Sebutkan prinsip-prinsip umum dakwah sekolah.


2. Apakah Rohis kamu memiliki mekanisme Syuro?
Bagaimana mekanismenya?
3. Datalah guru yang menjadi aktifis atau simpatisan
dakwah di sekolah kamu. Ajaklah mereka untuk
terlibat aktif dalam dakwah sekolah.
4. Bagaimanakah cara kamu mengatasi persoalan
regenerasi pengurus Rohis maupun calon
mentor/murobbi?
5. Bagaimana cara kamu mengatasi kesan ekslusif dari

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 60

lingkungan sekolah?
6. Apakah para aktifis Rohis di sekolah kamu banyak
yang menjadi prestasi akademis 10 besar di kelas?
7. Apakah Rohis memiliki kegiatan ruhiyah bersama?
8. Sebutkan segmen di sekolah kamu yang telah memiliki
aktifis atau simpatisan dakwah. (Misal: perwakilan
kelas, OSIS, guru, kepsek, pegawai, dll).
9. Diskusikan apa strategi yang harus dilakukan agar
seluruh segmen sekolah subur dengan para aktifis dan
simpatisan dakwah.

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 61

Enam
OBJEK DAKWAH SEKOLAH (ODS)

“Prinsip penting pemasaran :


definisikan segmen pasar.”

Obyek Dakwah Sekolah (ODS) adalah para obyek


dakwah yang terdapat di lingkungan sekolah dan sekitarnya
baik yang beragama Islam maupun non Islam, seperti: para
siswa, guru, kepala sekolah, pegawai sekolah, orang tua dan
wali siswa, serta sesama pelajar di lingkungan sekitar sekolah.

Berikut ini adalah jenis-jenis ODS:

1. Siswa/Pelajar

Siswa merupakan objek dakwah sekolah yang utama.


Oleh karena itu, ruang gerak dakwah sekolah lebih
ditekankan pada proses pembinaan siswa ini.
Sebagai obyek dakwah sekolah yang utama,
pendekatan terhadap siswa pun harus menjadi prioritas.
Pengenalan terhadap medan dakwah yang berlabel siswa ini

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 62

menentukan keberhasilan pendekatannya. Secara umum, ada


beberapa kiat pendekatan yang dapat dilakukan:

Tips:
 Biasakan membuat peta/daftar nama para obyek dakwah
sekolah dengan menggunakan lingkar-lingkar kedekatan
kepada dakwah. Misalnya lingkar pertama adalah
kelompok siswa yang paling mudah menerima dakwah,
potensi hanifiyah yang tinggi, bersemangat, berinisiatif,
dsb. Lingkar kedua juga mudah menerima dakwah,
namun cenderung pasif dan ada potensi terpengaruh nilai
lain. Datalah secara detail dari seluruh kelas I, II & III
bahkan guru dan pegawai sekolah tanpa terkecuali.
Kemudian arahkan segenap program dakwah sekolah
dengan prioritas dan perlakuan dakwah yang berbeda
untuk setiap lapisan tersebut.
 Usahakan merekrut para pelajar yang merupakan
perwakilan menyeluruh setiap segmen masyarakat
pelajar: segmen pengurus OSIS (Organisasi Siswa Intra
Sekolah), segmen pengurus dan anggota ekstra kurikuler
seperti Olah Raga, Fotografi, Pecinta Alam, Bela Diri,
Pramuka, Palang Merah/Kepanduan, Kesenian,
Kelompok Ilmiah Remaja (KIR), perwakilan setiap kelas I,
II dan III. Dengan demikian, obyek dakwah tersebut akan
menjadi agen/pelaku dakwah pada segmen masing-
masing yang akan membuat proses perubahan semakin
cepat dan menyeluruh.
 Gunakan dakwah fardiyah yang efektif dengan pesona
akhlak dan panutan secara akademis.

2. Guru

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 63

Guru memiliki peran besar dalam dakwah ini. Guru


memiliki posisi sebagai pemimpin dalam aktivitas belajar
mengajar. Ia adalah orang yang mendidik, mengajar, dan
membimbing para siswanya karena ialah yang menguasai
ilmu itu. Kedudukan guru dalam hal ini akan menjadikannya
sebagai sosok yang memiliki nilai tambah di mata siswa,
apalagi jika ia memiliki kelebihan-kelebihan dan teladan yang
baik. Dengan demikian, arahan dari guru akan banyak
didengar oleh siswa.
Guru juga berpeluang menjadi Aktifis Dakwah
Sekolah (ADS) Permanen, artinya bila ia terdakwahi dan
menjadi kader dakwah, maka ia akan menjadi penggerak
dakwah sekolah yang permanen; dimana ia tetap mengajar di
sekolah selama belasan atau puluhan tahun. Hal ini sangat
berbeda dengan siswa, dimana ia memiliki keterbatasan
waktu kontribusi dakwah kepada sekolah karena ia akan
menjadi alumni, kuliah, bekerja dan seterusnya.

Tips:
 Jadikanlah Guru sebagai penasehat sekaligus sahabat
kita. Hargai pendapat dan perasaannya.
 Undanglah mereka mereka dalam berbagai kegiatan
dakwah kita.
 Silaturahmi dalam berbagai kesempatan, baik di
sekolah maupun di rumahnya.
 Berikanlah hadiah pada saat-saat tertentu sebatas
kemampuan kita.

3. Kepala Sekolah

Kepala sekolah adalah pemimpin dan penanggung


jawab utama sekolah, pengatur hubungan internal sekolah

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 64

serta antara sekolah dengan pihak lain atau luar sekolah.


Kepala sekolah memiliki peran yang sangat besar dalam
menentukan kebijakan sekolah. Kepala sekolah sangat
berpengaruh bagi keseluruhan aktivitas dan budaya suatu
sekolah. Dukungan dan respon positifnya menjadi kekuatan
yang melicinkan program-program dakwah di sekolah.

Tips:
 Upayakan bersilaturahmi ke kepala sekolah baik di
rumah maupun di sekolah sehingga hubungan yang
terbangun tidak semata-mata formal, bagaikan seorang
anak kepada ayahnya dan seorang murid kepada
gurunya. Bawalah hadiah berupa buah-buahan atau apa
saja yang halal yang menunjukkan perhatian kita
kepadanya.
 Mulailah pembicaraan dengan tema-tema yang paling
diterima seperti kenakalan teman-teman pelajar di
sekolah, prestasi akademik, dan upaya-upaya kita untuk
turut membantu menyelesaikan problematika sekolah
dengan jaringan alumni atau LSM dakwah sekolah yang
kita miliki.
 Selanjutnya bicarakan problematika dakwah dan peluang-
peluang yang dimiliki kepala sekolah untuk
membantunya. Berilah kesan yang baik tanpa menggurui
dan memaksakan kehendak.
 Undanglah selalu dalam berbagai kegiatan dakwah kita
yang resmi dan cukup besar, seperti perayaan hari besar
Islam (PHBI), Pesantren Kilat Ramadhan, Wisata Islam
sebagai pembuka dan/ penutup acara.
 Berilah kesan bahwa dakwah sekolah memberikan nilai
tambah yang integral: meningkatnya moralitas sekaligus
prestasi belajar sekolah.

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 65

4. Pegawai Sekolah

Pegawai sekolah adalah pegawai penunjang aktifitas


sekolah antara lain pegawai tata usaha, koperasi, satpam,
petugas kebersihan, petugas perlengkapan, dan sebagainya.
Di antara para pegawai sekolah ini terlibat dalam
urusan sarana sekolah yang juga menjadi bagian dari
keberhasilan dakwah sekolah.
Sarana sekolah dengan berbagai kelengkapan
fasilitasnya ini akan menjadi penunjang pelaksanaan program
dakwah sekolah ini: masjid atau mushola yang memadai
menjadi tempat yang nyaman untuk aktitas dakwah,
kelengkapan sound system, karpet atau tikar, auditorium atau
aula, halaman yang nyaman, dan sebagainya. Selain sebagai
bagian dari objek dakwah, mereka juga akan menjadi mitra
yang mendukung kegiatan dakwah sekolah dengan baik.

Tips:
 Berilah senyum dan sapaan kepada mereka setiap kali berjumpa;
barangkali hal itu mulai langka mereka dapatkan. Rosulullah
bersabda, “Jangan remehkan yang ma’ruf meskipun kamu
menjumpai saudaramu dengan wajah yang ceria.”
 Libatkanlah mereka juga dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan
kita: sebagai penjaga keamanan, petugas kebersihan bahkan –
bila layak- sumber catering. Buatlah anggaran keuangan
tersendiri buat mereka.
 Ajaklah mereka dalam kegiatan-kegiatan kita sebagai peserta.
Kesankan bahwa dakwah kita membawa keberkahan juga bagi
mereka; lahir dan batin.

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 66

5. Orang Tua dan Wali Siswa

Orang tua atau wali siswa pun menjadi bagian dari


objek dakwah sekolah. Orang tua dan wali siswa adalah
orang terdekat kita yang juga harus tersentuh dakwah.
Allah Swt berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman,
jagalah dirimu dan keluargamu dari api nereka, yang bahan
bakarnya dari manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat
yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa
yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa
yang diperintahkan.” (At Tahrim:6).
Aktivitas dakwah sekolah memiliki kepentingan
dalam menggarap mereka, yaitu agar memperoleh dukungan
sekaligus membantu mengontrol anak-anak mereka yang
menjadi objek dakwah.
Pengelolaan dakwah sekolah kepada orang tua atau
wali siswa seringkali mengalami kendala, terutama
komunikasi yang masih sulit ditempuh.

Tips:
 Dakwah fardiyah (pendekatan personal) melalui silaturahmi,
terutama oleh para alumni atau mentor pengajian anaknya di
sekolah.
 Model lain adalah dengan turut mengundang mereka dalam
beberapa kegiatan dakwah yang memungkinkan. Misalnya:
acara penutupan Pesantren Kilat Ramadhan.
 Model lain adalah dengan memberikan kartu ucapan terima
kasih dan sekedar kado hadiah berupa buku-buku ringan atau
majalah-majalah Islam atau kaset bagi para orang tua yang telah
memberikan kontribusi sarana dan prasarana bagi dakwah.
Misalnya: donatur dana, tempat/villa, kendaraan, dan lain-lain.

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 67

KISAH:

“PARA ORANG TUA PUN MENANGIS.”

Di Lampung, suatu lembaga pernah mengadakan pesantren


kilat untuk remaja-pelajar.
Pada saat penutupan, dengan berbagai cara, orang tua/wali
siswa turut diundang. Satu per satu mereka ditelpon panitia dan
‘dibujuk’ untuk datang dan menjemput anaknya. “Bagaimanakah
perasaan putra ibu kalau melihat teman-temannya dijemput oleh
orang tuanya, sedangkan dia tidak karena orangtuanya sibuk?” begitu
kira-kira ‘rayuan maut’ para panitia.
Pada acara tersebut, -selain laporan kegiatan dan penutupan-
mereka juga mengadakan sessi ceramah umum dan nasyid.
Pada saat grup nasyid menyenandungkan nasyid “Ibu”,
spontan para siswa dan orang tuanya menangis terharu bersamaan.
Subhanallah.
Dijamin, para orang tua pasti akan mendukung apapun
kegiatan dakwah kita!

6. Sesama Pelajar di Lingkungan Sekitar

Pelajar di lingkungan sekolah adalah para pelajar dari


sekolah lain yang berlokasi di sekitar sekolah dan sering
berinteraksi dalam berbagai kesempatan dan kegiatan.
Kehadiran mereka dalam aktivitas dakwah sekolah
tidak bisa dipungkiri karena mereka pun menjadi bagian dari
pergaulan para objek dakwah yang dapat memberikan
pengaruh meskipun interaksi hanya dilakukan di luar
sekolah.
Fenomena merebaknya gank yang sering terlibat dalam
tawuran di kalangan pelajar menjadi bukti adanya pengaruh

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 68

itu. Oleh karena itu, keberhasilan dakwah sekolah pun sangat


ditunjang oleh lingkungan yang kondusif sebagai tempat
hidup yang nyaman bagi objek dakwah siswa tersebut.
Motivasi membangun lingkungan itu dapat diberikan kepada
siswa sehingga mereka memiliki kemauan untuk mengubah
iklim yang tidak potensial untuk pembinaan menjadi iklim
yang baik itu.

Tips:
 Bangun komunikasi antarsiswa antarsekolah dengan kegiatan-
kegiatan yang bermanfaat dan positif.
 Membentuk sebuah forum silaturahmi atau forum bersama yang
lain pun menjadi alternatif aktivitas dakwah sekolah ini.
 Bahkan kalau memungkinkan, kita menggarap sekolah-sekolah
sekitar dengan cara mengundang perwakilan sekolah-sekolah
tersebut dalam kegiatan-kegiatan dakwah di sekolah kita.

TUGAS:

1. Sebutkan obyek-obyek dakwah sekolah (ODS)!


2. Sebutkan program-program dakwah sekolah kamu
untuk setiap jenis ODS di atas?

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 69

Tujuh
AKTIFIS DAKWAH SEKOLAH (ADS)

Aktifis Dakwah Sekolah (ADS) adalah mereka dari


kalangan siswa, guru, alumni, non alumni, maupun siapa saja
yang memberikan kontribusinya secara langsung bagi
kebaikan dan kelangsungan dakwah di suatu sekolah.

SISWA

Siswa adalah pelaku utama dakwah sekolah. Mereka


memiliki posisi yang sangat strategis karena kedekatan
mereka dengan totalitas objek dan medan dakwah di sekolah.
Secara kuantitas interaksi, siswa juga memiliki peluang yang
lebih besar karena ia tidak dibatasi oleh waktu. Setiap saat
mereka ada di dalam lingkungan sekolah. Secara struktural,
siswa pun memiliki peluang yang lebih besar karena mereka
berada dalam koordinasi sekolah yang langsung
berhubungan dengan sekolah.

Yang bisa dilakukan:


 Aktif sebagai pengurus Rohis/masjid sekolah.

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 70

 Aktif di kegiatan OSIS atau ekstra kurikuler. Interaksi lebih


luas. Pengembangan potensi diri.
 Dakwah fardiyah.
 Membangun pesona akhlak dan keunggulan akademis.

ALUMNI

Alumni sebagai pelaku da’wah pelajar memiliki


kelebihan yang khas terhadap medan dakwahnya: kedekatan
dengan siswa, guru, dan birokrasi sekolah, pegawai, satpam,
petugas kantin, dan sebagainya.
Kehadiran alumni ke sekolahnya kembali menjadi
penghargaan sendiri bagi pihak sekolah, apalagi jika alumni
mampu menunjukkan kesungguhannya dalam membangun
almamaternya kembali, baik dengan masukan-masukan yang
menunjang kualitas sekolah, peran aktif dalam menjalankan
proses pendidikannya –dalam mentoring pelajaran agama
dan bantuan tambahan pelajaran secara informal dalam
bentuk kelompok belajar-, sampai bantuan fisik material.
Kepercayaan yang diberikan sekolah terhadap alumni
menjadi pintu pembuka aktivitas dakwah sekolah.

Yang bisa dilakukan:


 Bersilaturahmi ke sekolah. Mempererat hubungan dan membuka
akses baru.
 Bersilaturahmi kepada guru-guru yang kenal dekat. Lakukan
dakwah fardiyah.
 Berikan kontribusi kepada organisasi almamaternya: Rohis,
OSIS, ekstra kurikuler, dst. Kontribusi yang diberikan mencakup
ketrampilan, transfer pengalaman dan tentu saja transfer nilai-
nilai Islam.
 Sering-sering cerita kesuksesan mantan aktifis dakwah sekolah

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 71

yang sudah jadi “orang”. Berikan kesan kepada pihak sekolah,


bahwa mereka adalah orang-orang yang membawa nama harum
almamaternya.
 Menjadi tenaga murobbi atau mentor.
 Menjadi khatib jum’at.
 Membantu dana (donatur), tenaga dan sarana-prasarana.
 Membentuk wadah alumni yang lebih formal.

GURU

Guru memiliki peran yang yang khas dan penting


karena kedudukan dan peranannya yang berkelanjutan dalam
jangka waktu yang lama. Guru memiliki kemampuan dan
peluang yang lebih tinggi dalam berdakwah kepada guru dan
birokrasi sekolah yang merupakan medan dakwah struktural
dalam dakwah sekolah. Kepada siswa pun guru memiliki
posisi yang lebih memungkinkan untuk diterima secara dekat
karena secara kuantitatif mereka sering berinteraksi dan
posisi memberikan kepercayaan dan penghormatan tersendiri
bagi guru.

Yang bisa dilakukan:


 Memberikan contoh akhlak yang baik.
 Profesional dalam mengajar. Menyelipkan muatan-muatan
dakwah dalam setiap celah pengajaran.
 Menjadi murobbi atau mentor.
 Membantu dana (donatur), tenaga dan sarana-prasarana.
 Menjadi pembina Rohis.
 Menjadi khatib jum’at.
 Melakukan dakwah fardiyah kepada sesama guru maupun siswa.
 Mendorong dukungan struktural sekolah kepada kegiatan-
kegiatan dakwah.

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 72

KEPALA SEKOLAH
Kepala sekolah adalah “raja kecil” pemegang otoritas
berbagai kegiatan sekolah. Perannya amat strategis dan dapat
menjadi penentu kelancaran dakwah sekolah.

Yang bisa dilakukan:


 Memberikan contoh akhlak yang baik.
 Profesional dalam bertugas.
 Membantu dana (donatur), tenaga dan sarana-prasarana.
 Menjadi khatib jum’at.
 Melakukan dakwah fardiyah kepada sesama guru maupun siswa.
 Memastikan dukungan struktural sekolah kepada kegiatan-
kegiatan dakwah.

PEMBINA (MUROBBI)

Pembina (murobbi) dalam dakwah sekolah ini adalah


aktifis dakwah dari kalangan alumni dan non-alumni yang
memiliki peran secara khusus untuk mentarbiyah atau
membina objek dakwah sekolah dalam dakwah khashshah
(khusus).

Yang bisa dilakukan:


 Melakukan pengkaderan melalui program mentoring atau
halaqoh tarbiyah.
 Memiliki persyaratan sebagai seorang Murobbi. Memahami
secara utuh manhaj tarbiyah yang ada.
 Memelihara kualitas ruhiyah dan pengembangan fikriyah.
 Mengembangkan hubungan interpersonal dengan obyek
dakwahnya di luar forum tarbiyah.
 Melakukan dakwah fardiyah dan silaturahmi ke rumah-
rumah obyek dakwahnya.
 Mengikuti perkembangan dunia pelajar dan remaja pada

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 73

umumnya.

LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT (LSM)

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam dakwah


sekolah merupakan lembaga yang sangat strategis dan
memiliki 2 peran sekaligus secara massif:
1. Pengembangan dakwah ‘ammah; menggarap berbagai
program pelayanan beasiswa, bimbingan anti narkoba,
pelatihan skill, perkemahan pelajar, olah raga, dll.
2. Pengembangan dakwah khashshah; menggarap program
mentoring pelajar.

LSM memiliki peran massif karena medan dakwahnya


mengcover beberapa sekolah sekaligus di bawah suatu
wilayah kecamatan, kabupaten, propinsi dan bahkan
nasional.

Yang bisa dilakukan:


 Buatlah LSM dakwah sekolah di kota kamu atau dengan
menggunakan lembaga yang sudah ada.
 Lakukan studi banding dengan LSM lain yang sudah besar
dan minta bahan-bahan yang diperlukan.
 Kreatif mencari sumber dana dari donatur perorangan,
perusahaan, hingga lembaga pemerintahan.
 Tumbuhlah secara bertahap. Tangani sekitar 2 – 3 sekolah
pada tahun pertama, buat prestasi yang dapat dinilai oleh
masyarakat.
 Melakukan public expose dengan mengadakan berbagai
event pelajar: pesantren remaja, perkemahan pelajar, lomba
nasyid, seminar narkoba, dll.

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 74

Studi Kasus: Iqro Club Jakarta

Iqro’ Club didirikan di Jakarta pada tanggal 19 Desember


1999 di Jakarta oleh sekelompok aktifis mahasiswa dan
professional yang concern dengan pembinaan para pelajar.
Lembaga ini merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat
(LSM) yang bergerak di bidang penggarapan mentoring
agama Islam bagi pelajar-pelajar SLTA.

Di usianya yang sangat belia ini, Iqro’ Club per tanggal 16


Juli 2001 telah menandatangani kesepakatan dengan
MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Agama Islam
SMK DKI Jakarta, Kanwil Depdiknas DKI Jakarta dan
Kanwil Departemen Agama untuk menggarap lebih dari
500 SMK seluruh DKI Jakarta secara bertahap. Untuk
tahap pertama saat ini telah berhasil menggarap 62 sekolah
atau sekitar 10.000 pelajar se-DKI Jakarta dalam program
mentoring yang diadakan secara serentak dalam tahun
ajaran 2001-2002 kemarin.

Selain kegiatan rutin berupa mentoring di atas, Iqra Club


juga mengadakan berbagai program syiar berskala besar
seperti Pesantren Kilat Pelajar se-DKI Jakarta, Silaturahmi
Akbar Pelajar, Pelatihan dan kegiatan lainnya yang diikuti
oleh ribuan pelajar.

Program syi’ar terbesar adalah “Syiar Dakwah Sekolah


Nasional dan Konser Nasyid Serumpun Indonesia –
Malaysia” yang diadakan pada bulan Agustus 2002 di
Istora Senayan, Jakarta. Acara ini dihadiri sekitar 15 ribu
pelajar se-DKI Jakarta dan sekitarnya.

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 75

Rencana ke depan Iqra Club berusaha mewujudkan suatu


pusat kegiatan pelajar muslim Jakarta yakni Iqra Club
Student Center dimana terdapat pusat kajian,
perpustakaan, masjid, pelatihan, dan berbagai kegiatan
pembinaan pelajar.

ORMAS PELAJAR

Ormas Pelajar adalah wahana untuk :


1. Advokasi problematika pelajar seperti: isu narkoba,
pornografi, tarif angkutan pelajar, dsb.
2. Silaturahmi dan koordinasi antar aktifis dan simpatisan
dari sekolah yang berbeda.
3. Media aktualisasi diri dan saluran aspirasi.
4. Media pendidikan sosial politik sejak dini.
5. Media pengembangan potensi kepemimpinan dan
organisasi.

Yang bisa dilakukan:


 Pelopori pembentukan ormas pelajar di kota kamu. Hubungi
para ketua Rohis dari berbagai sekolah untuk koordinasi dan
sosialisasi.
 Lakukan studi banding dengan ormas pelajar di kota lain
yang sudah besar dan minta bahan-bahan yang diperlukan.
 Kreatif mencari sumber dana dari donatur perorangan,
perusahaan, hingga lembaga pemerintahan.
 Melakukan pelatihan manajemen aksi dan advokasi.
 Dekati berbagai media massa untuk meliput berbagai aksi

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 76

dan advokasi pelajar.

BIMBINGAN BELAJAR

Para pengelola atau pengajar bimbingan belajar adalah


pelaku dakwah yang juga strategis. Mereka berhubungan
dengan intensif dengan para pelajar dari berbagai sekolah.
Dakwah yang mereka lakukan, dapat memberikan warna bagi
dakwah di berbagai sekolah sekaligus!

Yang bisa dilakukan:


 Profesional dalam proses belajar-mengajar dan kualitas
pelayanan bagi pelajar. Bimbel yang berkualitas akan
menjadi daya tarik besar bagi para pelajar.
 Selipkan berbagai program dakwah yang memungkinkan.
Mulai dari membuka kios penjualan majalah-majalah, buku-
buku dan kaset-kaset yang Islami, ticket box pertunjukan
nasyid, hingga pengajian kelas.
 Melakukan dakwah fardiyah.

PEMILIK ATAU PENGURUS YAYASAN SEKOLAH


SWASTA

Aktifis dakwah sekolah ini adalah pemilik atau


pengurus yayasan sekolah swasta tingkat SLTP dan SLTA
baik sekolah Islam maupun sekolah umum. Mereka memiliki
peran yang hampir sama dengan kepala sekolah yakni
pemegang otoritas kegiatan sekolah.

Tugas:

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 77

1. Sebutkan macam-macam aktifis dakwah sekolah (ADS)!


2. Sebutkan pula macam ADS yang berperan bagi dakwah di
sekolah kamu! Jelaskan.
3. Bagaimana cara bersinergi dengan berbagai ADS yang
dapat menggarap obyek dakwah di sekolah kita?

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 78

Delapan
PROGRAM KADERISASI

KADERISASI SUNNAH PERJUANGAN PARA NABI

Melakukan pengkaderan adalah sunnah perjuangan


para nabi. Bersama para kader inti yang kuat dan tangguh,
mereka berjuang menyebarkan dakwah dan mengatasi
berbagai ujian dan rintangan yang dahsyat.
Allah Swt berfirman,
“Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka
sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak
menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah,
dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah(kepada musuh). Dan Allah
menyukai orang-orang yang sabar.” (Ali ‘Imran:146).
Demikianlah Rosulullah merekrut dan mengkader
Khadijah ra, wanita yang pertama kali beriman dan juga istri
beliau. Kemudian Abu Bakar ra, sahabat karib beliau. Ali bin
Abi Thalib, anak pamannya yang telah dibinanya sejak kecil.
Dan, Zaid bin Haritsah, mantan budak beliau. Abu Bakar ra
pun meluaskan dakwahnya sendiri. Melalui dakwahnya,
maka Usman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdul Rahman

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 79

bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash dan Thalhah bin Ubaidillah
masuk Islam. Kedelapan orang ini merupakan para kader
pertama yang masuk Islam, kemudian shalat dan
membenarkan.17 Rekrutmen ini kemudian berkembang
hingga mencapai 60 sahabat pertama yang berasal dari
berbagai kabilah di Mekkah ketika itu.
Para kader-kader dakwah terus bertumbuh seiring
berjalannya waktu. Mereka inilah yang senantiasa menjadi
pewaris para nabi, menyebarkan dakwah dari zaman ke
zaman, melintasi sahara tak bertuan, gunung dan samudra
nan luas, menyebrangi negeri-negeri nan jauh, mencapai
benua-benua, sehingga Islam menyebar ke seluruh dunia,
termasuk ke Indonesia yang kita cintai.

KRITERIA PESERTA

Program pengkaderan bersifat selektif dan terbatas.


Proses pemilihan dan penyeleksian dalam perjalanan dakwah
sesungguhnya bukan sesuatu yang asing. Untuk memilih
Nabi dan Rasul pun, Allah memberlakukan proses ini.
Sebagaimana firman-Nya, “Sesungguhnya Allah telah memilih
Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga Imran melebihi segala
umat.” (QS Ali Imran 33-34). Demikian pula Rosulullah Saw
memilih para sahabatnya secara selektif untuk dijadikan
kader inti yang kuat.
Secara umum, kriteria calon peserta program
pengkaderan adalah sebagai berikut:
a. Berkepribadian hanif.
b. Siap mendengarkan dakwah.
c. Memiliki kecenderungan untuk merubah diri dan orang
lain.

17
Sirah Nabawiyah : Ibnu Hisyam, I/267-269.

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 80

d. Memiliki potensi tertentu yang dapat bermanfaat bagi


dakwah.
e. Melaksanakan ibadah-ibadah wajib.
f. Simpati pada persoalan Islam dan keislaman.

POLA REKRUTMEN

Secara umum, rekrutmen calon-calon kader dapat


dilakukan dengan dua cara yaitu Rekrutmen Fardi
(individual) dan Rekrutmen Jama’i (kolektif).
Rekrutmen Fardi adalah upaya individual yang
dilakukan oleh aktifis dakwah sekolah melalui dakwah
fardiyah. Dengan proses pendekatan personal yang intensif,
diharapkan objek dakwah itu dapat menjadi peserta program
pengkaderan.
Rekruitmen Jama’i adalah upaya kolektif yang
dilakukan oleh aktifis dakwah sekolah untuk merekrut objek
dakwahnya melalui kegiatan yang diselenggarakan secara
kolektif pada momen-momen tertentu misalnya berbagai
kegiatan dauroh, pesantren kilat, studi dasar Islam, dan
sebagainya.

PERANGKAT-PERANGKAT PENGKADERAN

Perangkat yang paling khas dalam program


pengkaderan ini adalah program mentoring atau halaqoh
tarbiyah. Halaqoh ini-lah yang menjadi program inti
pengkaderan, selain perangkat-perangkat penunjang seperti :
Mabit (menginap), Ta’lim, Dauroh Tarqiyah (Training
Peningkatan), dll).
Berikut ini beberapa penjelasan mengenai perangkat-
perangkat pengkaderan.

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 81

1. Halaqoh

Halaqoh adalah sebuah grup pengajian/mentoring agama


Islam berjumlah maksimal 12 orang (limited group) dengan
keanggotaan yang relatif tetap dalam jangka waktu
tertentu. Jumlah yang terbatas ini akan memudahkan
penyampaian materi secara intensif, pengawasan perilaku
dan perkembangan peserta. Satu halaqoh dipimpin oleh
seorang guru pembimbing/murobbi/mentor. Murobbi
inilah yang akan melakukan proses tarbiyah Islamiyah
secara intensif kepada pesertanya.

Waktu dan Tempat


1 Menjaga dan memperhatikan kelayakan tempat
dari aspek kenyamanan, jarak tempuh dan
keamanan.
2 Pandai menyesuaikan keterbatasan waktu dengan
mata acara yang ada.
3 Pertemuan yang diadakan malam hari tidak
melebihi jam 23.00.
Grup wanita agar melaksanakan pertemuan di
siang atau sore hari.
4 Lama pertemuan antara 2 – 5 jam.
5 Pertemuan diadakan sepekan sekali.

Mata Acara
1 Pembukaan.
2 Tilawah dan Tadabbur.
3 Materi Tarbiyah atau Mentoring dan Diskusi.
4 Evaluasi Program Dakwah atau Perkembangan
Pribadi.
5 Ta’limat atau Pengumuman; pemberitahuan
informasi-informasi terkini
yang layak diketahui peserta.

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 82

6 Doa Penutup.

Adab Halaqoh
1 Membersihkan hati dan niat.
2 Bersemangat menuntut ilmu dan menghiasi diri
dengan akhlak mulia.
3 Membawa peralatan tulis menulis dan mushaf Al
Qur’an.
4 Berinfaq majelis.
5 Menghormati dan mentaati guru pembimbingnya.
6 Meminta izin bila terlambat atau tidak hadir.
7 Memberi salam dan bertegur sapa dengan teman-
temannya.
8 Tidak memotong pembicaraan.
9 Mendorong sesama peserta agar giat dalam
tarbiyah.

2. Mabit

Mabit adalah salah satu sarana tarbiyah ruhiyah dalam


bentuk menginap bersama dengan menghidupkan malam
untuk memperkuat hubungan dengan Allah,
meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah,
meningkatkan akhlak, mewujudkan miniatur lingkungan
yang islami, memperkuat ukhuwah dan menambah
bekalan dakwah.

Waktu dan Tempat


1 Frekuensi mabit sekurang-kurangnya 3 bulan
sekali.
2 Menjaga dan memperhatikan kelayakan tempat
dari aspek kenyamanan, jarak tempuh dan

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 83

keamanan. Tuan rumah hendaknya


mempersiapkan segala sesuatunya, sarana dan
prasarana, yang memadai.
3 Dimulai dengan buka puasa bersama bila berpuasa
sunnah di hari senin atau kamis, atau dimulai
dengan shalat ‘Isya berjama’ah di masjid sekitar
lokasi mabit.
4 Kemudian dilanjutkan dengan mata acara mabit
hingga sekitar pukul 6 pagi keesokan harinya. Bila
memungkinkan atau hari libur, dapat dilanjutkan
dengan olah raga bersama di lapangan terdekat.

Mata Acara
1 Pembukaan.
2 Tilawah Al Qur’an.
3 Taujih/Materi Mabit.
4 Tidur.
5 Qiyam Lail.
6 Istighfar dan Muhasabah.
7 Makan Sahur (bila berpuasa).
8 Shalat Subuh dan Zikir.
9 Tausiyah dan ma’tsurat atau istighfar 100 x.

Adab Mabit
1 Membersihkan hati dan niat.
2 Membawa peralatan tulis menulis, mushaf Al
Qur’an, pakaian ganti dan peralatan mandi.
3 Mempersiapkan jiwa dengan memperbanyak
zikrullah dan menjauhi maksiyat di siang harinya.

4 Menyiapkan fisik dengan baik, tidak begadang dan


memforsir tenaga sebelumnya.
5 Berakhlak Islami dan sederhana dalam tindakan,
pakaian dan makanan.
6 Mengenakan pakaian yang bersih dan wangi-

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 84

wangian.

3. Ta’lim

Ta’lim adalah bentuk tarbiyah tsaqafiyah (memperluas


wawasan) yang diselenggarakan secara mandiri atau
diadakan oleh pihak lain. Program ini menyertakan
peserta yang lebih banyak, bersifat umum dan
menghadirkan nara sumber yang ahli di bidangnya.
Bentuk kegiatannya antara lain ta’lim di masjid, televisi,
radio, dan sebagainya. Para murobbi hendaknya
menginventarisir kegiatan-kegiatan tersebut, disesuaikan
dengan kurikulum dalam tarbiyah dan disosialisasikan
kepada peserta halaqohnya.

4. Dauroh atau Pelatihan

Dauroh adalah forum intensif untuk mendalami suatu


tema atau ketrampilan tertentu dengan nara sumber yang
ahli di bidangnya. Waktu dauroh biasanya 1 hari penuh
hingga 1 pekan (tergantung tema).

5. Rihlah

Rihlah adalah suatu perjalanan rekreasi ke suatu tempat


yang indah seperti pegunungan atau pantai. Rihlah
diharapkan dapat menguatkan hubungan persaudaraan
antar sesama anggota halaqoh, menyegarkan jiwa dan
fikiran serta menyehatkan badan. Rihlah minimal
diadakan setahun sekali. Rihlah memakan waktu 1 – 3
hari.

6. Mukhayyam

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 85

Mukhayyam adalah berkemah selama 2-3 hari di bumi


perkemahan atau daerah pegunungan atau pantai.
Mukhayam terutama bertujuan untuk melatih fisik dan
ketrampilan selain target fikri dan ruhani.

7. Penugasan

Penugasan adalah bentuk tugas mandiri yang diberikan


oleh seorang murobbi kepada peserta halaqoh. Penugasan
dapat berupa hafalan Al Qur’an, hadits, bahkan
penugasan dakwah.

KURIKULUM

Proses pengkaderan ini hendaknya memiliki


kurikulum yang rapih dan sistematis untuk menjamin
kesuksesan program. Pada dasarnya, pengajaran yang
disampaikan hendaknya mengarah kepada pemahaman Islam
yang syamil, lengkap dan sempurna. Keseluruhan materi
yang disampaikan terangkum ke dalam 4 kelompok bidang
studi:
1. Dasar-dasar Keislaman; mencakup Al Qur’an, Hadits,
Aqidah, Fiqih dan Akhlak.
2. Pengembangan Diri; mencakup Manajemen dan
Organisasi, Belajar Mandiri, Metodologi Berfikir, bahasa
Arab, Kesehatan dan Kekuatan Fisik, Kependidikan dan
Keguruan.
3. Dakwah dan Pemikiran Keislaman; mencakup Fiqih
Dakwah, Sejarah dan Peradaban Islam, Dunia Islam
Kontemporer, Pemikiran dan Gerakan Islam.

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 86

4. Sosial Kemasyarakatan; mencakup Sistem Ekonomi,


Sosial, Seni dan Budaya, Iptek dan Lingkungan, dan
sebagainya.

Berikut ini adalah contoh kurikulum dasar tarbiyah


Islamiyah:

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 87 87

Materi Halaqah 28 Marhalah Makkiyah dan Karakteristiknya Materi Ta'lim / Taujih / Tatsqif
29 Ahammiyatut Tarbiah (Urgensi Kaderisasi)
No Judul 30 Dakwah di Negeri-negeri Muslim No Judul
1 Ma’na Syahadatain 31 Ghazwul Fikri 1 Adabut Tilawah
2 Syarat-syarat Diterimanya Syahadat 32 Ahwalul Musliminal Yaum 2 Hukum Tilawah
3 Beberapa Hal yang Membatalkan Syahadat 33 Zionisme Internasional 3 Ta’rifur Rasul
4 Arti “La Ilaha Illallah” 34 Gerakan Terselubung Yang Memusuhi Islam 4 Shifatur Rasul
5 Ma’rifatullah 35 Lembaga-lembaga Yang Menentang Islam 5 Natijatu Risalah Muhammad SAW
6 Tauhidullah 36 Berpartisipasi Dalam Kerja-kerja Jama’I 6 Adzan
7 Tauhidul Asma’ wash-shifat 37 Hizbusy Syaithan: Menjadikan syetan sebagai musuh 7 Shaum Sunnah
8 Mengenal Dinul Islam 8 I’tikaf
38 Kepedulian Sosial Kemasyarakatan 9 Ibadah Haji
9 Pokok-pokok Ajaran Islam
10 Ihsan 10 Aurat dan Pakaian
11 Ihsan dalam Sholat Materi Mabit 11 Keutamaan Bangun Pagi
12 Ilmu Allah SWT 12 Menjaga Kehalalan Harta
No Judul
13 Kebutuhan Manusia Terhadap Rasul 13 Memperbaiki Penampilan
14 Makanatur Rasul 1 Kedudukan Niat dalam beramal 14 Menjauhi dosa Besar
15 Wazhifatur Rasul 2 Qiyamul lail 15 Memenuhi Nadzar
16 Wajibatul Muslim Nahwar Rasul 3 Berdoa pada waktu-waktu utama 16 Bahaya Pembatasan Kelahiran
17 Khasais Risalah Muhammad SAW 4 Bahaya Lidah 17 10 Sahabat Dijamin Masuk Surga
18 Ta’riful Qur’an 5 Menjauhi Akhlaq Tercela 18 Menyikapi Isu Negatif Tentang Aktifis Dakwah
19 Tidak Berteman dengan Orang Buruk dan Sifat Imma’ah 6 Tidak Menunda dalam Melaksanakan Hak Orang Lain 19 Menyebarluaskan Salam
(ikut-ikutan) 20 Hak-hak Manusia
20 Memenuhi Janji 7 Menjaga Segala Yang Haram Materi Dauroh / Seminar
21 Birrul Walidain 8 Menjauhi Tempat-tempat Haram dan Maksiat
22 Menundukkan Pandangan 9 Taubat dan Istighfar No Judul
23 Akhlaq kepada Kaum Muslim 10 Dzikir
1 Hukum Thaharah
24 Girah pada Keluarga 11 Menjaga Kepemilikan Umum dan Kepemilikan Khusus
2 Thaharah dengan Siwak
25 Girah Agama 3 Hukum Sholat
26 Kewajiban Anak Terhadap Orang Tua 12 Shalat Berjamaah di Masjid
4 Hukum Puasa Fardhu
27 Memilih Pasangan 13 Siksa Kubur
5 Zakat

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


Thariq Yahya 88 88

6 Membayar Zakat dan Menabung 16 Makan dan Minum 2 Tafsir Al Qur’an Juz 30
7 Dasar-dasar Ekonomi Islam 17 Hidup Bersih dan Sehat 3 Hafal Al Qur’an Juz 30
8 Dasar-dasar Kekuatan Perekonomian 18 Perjalanan Gerakan Dakwah Pemuda 4 Menulis Al Qur’an Juz 30
9 Mengelola Waktu 19 Al Qur’an dan Sunnah Berbicara Tentang Lingkungan 5 Hadits Arba’in (1-20)
10 Komunikasi Efektif 6 Hadits Riyadhus Shalihin
11 Makna Data dan Informasi 20 Seni Islami 7 Membaca Naskah Bahasa Arab
12 Keterampilan Berfikir Materi Penugasan / Tarb. Dzatiyah 8 Belajar di Luar Spesialisasi
13 Ketrampilan Hidup dan Ketrampilan Belajar 9 Memperluas Wawasan Dengan Sarana-sarana Baru
14 Tata Cara Membaca dan Kesehatan Mata No Judul
15 Pola Hidup Sehat dan Seimbang 1 Tilawah Yaumiyah

Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk Perubahan Besar


PROFIL KADER MUSLIM

Sebagaimana layaknya sebuah pendidikan, maka


program pengkaderan ini pun harus memiliki tujuan
pendidikan; profil kader seperti apakah yang hendak
dibentuk. Profil kualitas (muwashofat) kader ini diharapkan
akan muncul seiring dengan efektifnya pelaksanaan
perangkat-perangkat dan kurikulum tarbiyah di atas.
Profil kader yang hendak dibentuk haruslah
mengarah pada pencapaian pribadi muslim yang integral.
Hasan al Bana dalam Risalah Ta’lim dengan cermat telah
meringkaskan profil kader yang dikehendaki menjadi 10
muwashofat standar:
1. Salimul Aqidah (aqidah yang lurus).
Setiap individu dituntut untuk memiliki aqidahyang
lurus yang hanya dapat diperoleh dengan pemahaman
yang benar dan integral terhadap Al Qur’an dan As
Sunnah.
2. Shahihul Ibadah (ibadah yang benar).
Setiap individu dituntut untuk beribadah sesuai
dengan petunjuk yang telah disyariatkan kepada
Rosulullah Saw, tidak kurang dan tidak lebih.
3. Matinul Khuluq (akhlak yang tangguh).
Setiap individu dituntut untuk memiliki akhlak yang
mulia sebagaimana dicontohkan oleh Rosulullah Saw.
4. Qodirun ‘alal Kasbi (bermatapencaharian).
Setiap individu dituntut untuk mandiri secara
ekonomi, bermatapencaharian, tidak menganggur.
5. Mutsaqqaful Fikri (wawasan yang luas).
Setiap individu dituntut untuk memiliki wawasan yang
luas, baik dalam urusan agama maupun kauni.
6. Qowiyul Jismi (jasmani yang kuat).
Setiap individu dituntut untuk memiliki jasmani yang
kuat dan sehat.
7. Mujahidun lin Nafsi (memerangi hawa nafsu).
Setiap individu dituntut untuk bersungguh-sungguh
memerangi hawa nafsunya dan senantiasa
mengokohkan diri di atas hukum-hukum Allah melalui
ibadah dan amal saleh. Artinya, kita dituntut untuk
berjihad melawan bujuk rayu setan yang
menjerumuskan manusia pada kejahatan dan kebatilan.
8. Munadzam fi Syu’unihi (mengatur urusannya).
Setiap individu dituntut untuk pandai mengatur
urusannya sehingga mencapai keberhasilan.
9. Harisun ‘ala Waqtihi (pandai menjaga waktu).
Setiap individu dituntut pandai memanfaatkan
waktunya dengan baik dengan berbagai kegiatan
positif.
10. Nafi’un li Ghoirihi (bermanfaat bagi orang lain).
Setiap individu dituntut untuk bermanfaat bagi orang
lain.

Secara umum, muwashofat ini juga didahului


dengan fokus tarbiyah yang menjadi kata kunci produk
yang hendak dihasilkan, yaitu :

 Memiliki Sifat-sifat terpuji dan Perangai Islam Asasi.


 Tidak terkotori oleh bentuk-bentuk kemusyrikan.
 Tidak memiliki hubungan dengan pihak-pihak yang
memusuhi Islam.
Tugas :

KUESIONER KADER
Isilah Kuesioner di bawah ini dengan jujur.

A. SALIMUL AQIDAH
No Karakteristik Primer Contoh Indikator YA RAGU TIDAK
01 Tidak berhubungan dengan jin Tidak mempelajari ilmu sihir,klenik,kanuragan. Tidak iseng main
jalangkung & sejenisnya.
02 Tidak meminta tolong kepada orang yang Tidak meminta tolong kpd dukun/’org pintar’ yg berlindung
berlindung kepada jin kepada jin.
03 Tidak meramal nasib dengan melihat Tidak percaya zodiak, ramalan ’orang pintar’, dsb.
telapak tangan
04 Tidak menghadiri majlis dukun dan peramal Tidak iseng/coba-coba mendatangi praktek dukun dan peramal.
05 Tidak meminta berkah dengan mengusap- Tidak mendatangi kuburan/ziarah makam dg niat minta
usap kuburan berkah/bukan dalam rangka zikrul maut. Termasuk mengunjungi
tempat-tempat keramat pembawa berkah: rezeki, jodoh,
keselamatan, dsb.
06 Tidak meminta tolong kepada orang yang Tidak menganggap keramat orang mati & minta perlindungannya.
telah dikubur (mati)
07 Tidak bersumpah dengan selain Allah swt Atau tidak bersumpah atas nama Allah swt dengan main-
main/bercanda.
08 Tidak tasya'um (merasa sial karena melihat Angka sial 13. Mobil sering tabrakan dianggap pembawa sial. Atau
atau mendengar sesuatu) sebaliknya, mempercayai jimat pembawa keberkahan.
09 Mengikhlaskan amal untuk Allah swt Tidak membiasakan ”Jaim”/Jaga Image atau ”Jawib”/Jaga Wibawa
yang berkonotasi riya’ atau isti’la.. Tidak suka obral menceritakan
kebaikan dirinya. Giat membantu kegiatan Rohis dengan kesadaran
tanpa dipaksa & disuruh-suruh.
Tidak ”nge-laba”/cari perhatian akhwat (bagi ikhwan, & sebaliknya).
Tetap giat beribadah dikala sendirian.
10 Mengimani rukun iman Hafal, faham & menghayati rukun iman dankonsekuensinya.
Merasakan ma’iyyatullah.
11 Beriman kepada nikmat dan siksa kubur Waspada terhadap penyebab siksa kubur. Senantiasa zikrul maut.
Tidak larut dalam kemaksiatan. Segera dlm bertaubat. Hati lunak
mudah tersentuh.
12 Mensyukuri nikmat Allah swt saat Pada saat naik kelas, juara kelas, lulus UMPTN, NEM baik, dll:
mendapatkan nikmat bersyukur, bertambah giat ibadah dan dakwah, tidak sombong &
mengumbar kegembiraan, meyakini keberhasilan itu semata-mata
pertolongan Allah SWT.
Sebaliknya, saat gagal tetap ridho dg taqdir Allah & menganggap
segala kekurangan2-nya adalah tetap bagian dari nikmat Allah yang
tiada terkira.
Menghargai nikmat ”hidayah” sebagai nikmat terbesar dan
senantiasa harus dijaga & dikembangkan.
13 Menjadikan syetan sebagai musuh Berhati-hati dg tipu daya setan.
14 Tidak mengikuti langkah-langkah syetan Tidak larut dalam pergaulan bebas. Nongkrong di kantin/jalan.
Tawuran. Narkoba. Pacaran. Seks bebas. Nonton VCD, internet &
tabloid porno. Menghindari onani. Musik jahiliyah. Majalah, tabloid,
novel yang berkategori perangkap ghazwul fikri.
15 Menerima dan tunduk secara penuh kepada Mengerti why become muslim. Faham keunggulan syariat Islam.
Allah swt dan tidak bertahkim kepada selain Memahami fleksibilitas dan gambaran implementasinya. Menghafal
yang diturunkan-Nya beberapa kisah-kisah moralitas Rasulullah & sahabat diimbangi
dengan kisah-kisah kontemporer. Mampu menepis keraguan-
raguan, tuduhan dan kesalahpahaman terhadap Islam. Meyakini
kelayakan Islam sebagai way of life & rahmatan lil ’alamin.

B. SHAHIHUL IBADAH
No Karakteristik Primer Indikator
01 Ihsan dalam Thaharah Mempraktekkan dg baik & benar cara berwudlu dalam setiap shalat.
Senantiasa memperhatikan kesucian jasmani & pakaian dalam
setiap shalat dari segenap hadats.
02 Ihsan dalam shalat Khusyu’ & memperhatikan adab2 dalam shalat. Berusaha
memahami arti bacaan shalat. Berpakaian rapih & suci. Berusaha di
awal waktu & berjama’ah di masjid.
03 Hafal Surat Adh Dhuha s.d An Naas Hafalin ya..
04 Membayar zakat Minimal zakat fitrah. Soale kita kan belum punya gajian..
05 Berpuasa fardhu Tidak membatalkan shoum Ramadhan tanpa alasan syar’i.
Walaupun nggak sempet sahur lho..
06 Niat melaksanakan haji Memahami keagungan & hikmah ibadah haji. Termotivasi untuk
berhaji. Berdoa agar dapat berhaji.
07 Komitmen dengan adab tilawah Bisa membaca/bebas buta huruf Al-Qur’an. Berusaha membaca
dengan tajwid & makhraj yg benar. Berwudhu, khusyu’, dan ta’awudz
sblm tilawah.
08 Menjauhi dosa besar Memahami macam-macam dosa besar & konsekuensinya.
Tidak durhaka pada orang tua, berzina,
narkoba,miras,membunuh,dll.
09 Memenuhi nadzar Misalnya nadzar lulus UMPTN, juara kelas, dll. Selama tidak
bertentangan dengan kaidah syar’i.
10 Menyebarluaskan salam Minimal kepada sesama anak Rohis & Simpatisan.
11 Menahan anggota tubuh dari segala yang Menjauhi tatto, mencat rambut, kikir gigi, alis, anting bagi putra,
haram cuttec, tidak memakai baju ketat, keharusan menutup aurat, berjilbab
(khusus putri). Juta tidak merokok.
Karakteristik Sekunder
12 Tidak sungkan adzan Khusus putra. Bisa dan mau adzan bila atau tanpa diminta.
13 Bersemangat untuk shalat berjamaah Minimal pada saat ada disekolah (waktu zhuhur & ashar)
14 Bersemangat untuk berjamaah di masjid Idem
15 Qiyamul-Lail minimal sekali sepekan Shalat yuk.
16 Berpuasa sunnat minimal sehari dalam Memahami keutamaan & fiqih berbagai puasa sunnah. Puasa senen
sebulan –kamis.
17 Khusyu dalam membaca Alquran Dengan berwudhu & memperhatikan adab-adabnya.
18 Hafal satu juz Alquran Juz 30
19 Komitmen dengan wirid tilawah harian Sehari minimal 5 halaman rutin.
20 Berdoa pada waktu-waktu utama Mengetahui waktu-waktu yang mustajab. Hafalan doa-doa tertentu.
21 Menutup hari-harinya dengan bertaubat dan Minimal zikir istighfar dan taubat setiap habis sholat fardhu.
beristighfar Menghafal doa sayyidul istighfar.
22 Berniat pada setiap melakukan perbuatan Memahami makna Ibadah yang syamilah. Berusaha meniatkan
segenap perbuatannya sebagai ibadah.
23 Merutinkan dzikir pagi hari Punya buku ma’tsurot sughro & mempraktekkannya. Membiasakan
sholat dhuha.
24 Merutinkan dzikir sore hari Idem
25 Dzikir kepada Allah swt dalam setiap Menghafal lafadz zikrullah dan mengamalkannya. Berusaha
keadaan menghafal ayat-ayat tertentu: hakikat kehidupan dunia, perintah
bersabar, kematian, dsb.
26 Beriktikaf pada bulan Ramadhan, jika Minimal ikut semalam sebagai latihan.
mungkin
27 Mempergunakan siwak Memahami sunnah siwak sebelum shalat dan mempraktekannya.
28 Senantiasa menjaga kondisi Thaharah, jika Dawamul wudhu. Waktu-waktu untuk memperbaharui wudhu
mungkin misalnya: setiap mau berangkat ke sekolah, sewaktu istirahat kelas,
pulang sekolah.

C. MATINUL KHULUQ
No Karakteristik Primer Indikator
01 Tidak takabbur Tidak sombong walaupun kaya, pintar, cantik, tampan, berposisi
tinggi dalam dakwah, dsb. Senantiasa rendah hati & tidak
merendahkan yang dibawahnya. Memahami bahwa kemuliaan
seseorang dilihat dari taqwanya.
02 Tidak Imma'ah (asal ikut, tidak punya Tidak asal ikut trend yang ada: musik, film, dan sejenisnya apabila
prinsip) mengajak kepada kemungkaran dan bertentangan dengan Islam.
Nonton konsernya musik jahili dan sejenisnya. Doyan nonton MTV
dan sejenisnya. Ikutan pacaran, nyontek, nongkrong2, merokok, dsb.
03 Tidak dusta Menghindari nyontek. Awas lho ada malaikat yang ngawasin. Tidak
bolos sekolah tanpa alasan yang jelas.
04 Tidak mencaci maki Tidak suka menghina orang, memberi julukan/laqob.
05 Tidak mengadu domba Antara murid vs murid, murid vs guru, dsb.
06 Tidak Ghibah Tidak suka gossip, baik terhadap sahabat dekat, teman, guru,
selebriti, dsb.
07 Tidak menjadikan orang buruk Nggak nge-gank dengan orang-orang yang berakhlak buruk, kaum
sebagai teman / sahabat hura-hura, hedonis, dan sejenisnya. Boleh sih bergaul bahkan
berdakwah kpd mereka but jg ikut-ikutan ya..
08 Memenuhi janji Hadir liqo tepat waktu. Pinjem buku kudu dikembalikan yahh, apalagi
pinjem mobil..
09 Birrul Walidain Nggak boleh ngomong “Ah/Uh” & sejenisnya. Menghormati dan
mencintainya. Mendoakan dalam setiap shalat fardhu. Tidak
membebani diluar kemampuannya. Membantu tanpa diminta dalam
batas kesanggupannya.
10 Memiliki ghirah (rasa cemburu) pada Berusaha mengajak keluarganya kepada Islam. Sedih bila diantara
keluarganya mereka belum berIslam dengan kaffah apalagi berlumur maksiat.
Ibunya, adik/kakak perempuannya diajak berjilbab. Keluarganya
minimal diajak mengerjakan perkara wajib: sholat fardhu, shoum
ramadhan, dll.
11 Memiliki ghirah (rasa cemburu) pada Bangga menjadi muslim karena keunggulannya. Marah bila Islam
agamanya dihalangi. Semangat berjuang bersama Islam. Bersedia halaqoh di
luar sekolah, dididik lebih lanjut, bergiliran dari rumah ke rumah.
Karakteristik Sekunder
12 Tidak memotong pembicaraan orang Kalho lagi diskusi di kelas, di liqo, rapat kegiatan dll.
lain
13 Tidak mencibir dengan isyarat ”Huuuuuu”. Wah. Jangan ya.
apapun
14 Tidak menghina dan meremehkan Walaupun dia tidak cantik, bodoh, miskin, tapi yang paling mulia
orang lain tetap yang paling taqwa.
15 Menyayangi yang kecil Kelas III menyayangi kelas I & II, Kelas II kepada Kelas I. Tidak
sombong dan senioritas.
16 Menghormati yang besar Kelas I kepada kelas II & III. Kelas II kepada kelas III. Juga hormat
dan santun kepada guru, kepala sekolah, pegawai, dsb.
17 Menundukkan pandangan Jangan suka ngintip, ngelaba dan mengumbar pandangan kepada
lawan jenis.
18 Menyimpan rahasia Kalau ada temen curhat sanggup menyimpan rahasianya.
19 Menutupi dosa orang lain Kalau mengetahui aib atau dosa saudaranya merahasiakannya
tanpa melalaikan kewajiban menasehatinya.

D. QADIRUL ALAL KASBI


No Karakteristik Primer Indikator
01 Menjauhi sumber penghasilan haram Dilarang memalak/mengompas orang lain. Kritis terhadap sumber
penghasilan orang tuanya agar senantiasa terhindar dari yang
haram.
02 Menjauhi riba Berusaha punya tabungan di bank syariah.
03 Menjauhi judi dengan segala Menjauhi maen gaplek/kartu remi/sejenisnya yang identik dengan
macamnya perjudian apalagi berjudi betulan.
04 Menjauhi tindak penipuan Tidak nyontek, menggelapkan uang spp, dll.
05 Membayar zakat Minimal zakat fitrah. Berusaha memastikan bahwa harta
orangtuanya telah dizakati.
06 Tidak menunda dalam melaksanakan Kalau jajan segera bayar/menghindari hutang. Uang sekolah yg
hak orang lain diterima dari ortu segera dibayarkan ke sekolah.
Karakteristik Sekunder
07 Menabung, meskipun sedikit Uang jajannya jangan dihabisin ya..saldonya ditabung. Itung-itung
bisa buat beli buku Islam, kaset nasyid, dll.
08 Menjaga fasilitas umum Tidak mencoret-coret, merusak dan mencuri fasilitas sekolah dan
umum: bangku,meja,tembok,pagar,halte,dsb.
09 Menjaga fasilitas khusus Merawat barang-barang pribadi. Jangan sampai hilang atau
ketelingsut gantinya mahal lho..

E. MUTSAQAFUL FIKRI
No Karakteristik Primer Indikator
01 Baik dalam membaca dan menulis Rajin belajar dan berusaha berprestasi di sekolah. Kalho bisa
peringkat 10 besar di kelas. Belajar menulis gagasannya.
02 Memperhatikan hukum-hukum Belajar tajwid dan tahsinut tilawah baik via dauroh Qur’an atau
tilawah kegiatan lainnya. Lebih bagus ikut program tahsin Qur’an.
03 Mengkaji marhalah Makkiyah dan Oke deh.
menguasai karakteristinya
04 Mengenal 10 sahabat yang dijamin Oke juga.
masuk surga
05 Mengetahui hukum Thaharah Toleransi terhadap khilafiyah dan mengetahui hukumnya.
06 Mengetahui hukum Shalat Idem
07 Mengetahui hukum Puasa Idem
08 Menyadari adanya peperangan Memahami teori dan kenyataan empirik melalui berita-berita
zionisme terhadap Islam terbaru di berbagai media.
09 Mengetahui ghazwul fikri Mampu memetakan berbagai media ghazwul fikri di sekitar
lingkungan pelajar: song, sex, fashion.
10 Mengetahui organisasi-organisasi Lions Club. Rotary Club. Sejenisnya.
terselubung
11 Mengetahui bahaya pembatasan Mengetahui dampak negatif KB. Tetap proporsional dalam
kelahiran perencanaan kelahiran, agar tetap melahirkan generasi yang
sholeh dan kuat.
12 Berpartisipasi dalam kerja-kerja Aktif dalam kegiatan Rohis, atau on mission dalam OSIS, Ekskul,
jama'i dakwah fardiyah, dsb.
13 Tidak menerima suara-suara miring Segera konfirmasi dan menyiapkan argumentasinya bila ada berita
tentang kita miring (ttg dakwah, jilbab, harokah, dsb).
Karakteristik Sekunder
14 Membaca satu juz tafsir Alquran (juz Tafsir Ibnu Katsir atau tafsur ma’tsur lainnya.
30)
15 Menghafalkan separuh Arba'in (1-20) Hafalin yuk.
16 Menghafalkan 20 hadits pilihan dari Ini juga tinggal dihafal lho..
Riyadhush-Shalihin
17 Membaca sesuatu yang di luar Buku hobi, komputer, agama Islam, manajemen, dsb. Terserah
spesialisasinya 4 jam setiap pekan deh asal positif dan bermanfaat buat kita.
18 Memperluas wawasan diri dengan Surfing di internet cari informasi positif. Ikutan mailing list tertentu.
sarana-sarana baru Memiliki email. Kalho nggak bisa minimal jadi anggota
perpustakaan di sekolah.
19 Menjadi pendengar yang baik Kalho guru lagi mengajar didengarkan dengan seksama, jg
bercanda dan ribut sendiri. Kalho lagi ngaji/liqo juga musti serius
dengerin.
20 Mengemukakan pendapatnya Aktif bertanya bila kurang jelas. Tidak sungkan mengungkapkan
pendapatnya.

F. QAWIYUL JISMI
No Karakteristik Primer Indikator
01 Bersih badan Mandi minimal 2x sehari.
02 Bersih pakaian Pakaian bersih telah dicuci dan seterika. Kalho sudah bau apalagi
kerahnya udah coklat segera dicuci ya..
03 Bersih tempat tinggal Kamar kita juga musti bersih, disapu dan dipel rutin.
04 Komitmen dengan olah raga 2 jam Boleh 2 x sepekan @ 1 jam atau 1 x @ 2 jam. Dianjurkan punya
setiap pekan olah raga spesialisasi atau bela diri.
05 Bangun sebelum fajar Berusaha bangun sebelum azan subuh.
06 Memperhatikan tata cara baca yang Jg baca sambil tiduran apalagi tidur beneran.., lampu kurang
sehat terang, jg terhalang bayangan, dsb.
07 Mencabut diri dari merokok Tidak merokok lagi, kapok deh. Mengetahui dampak buruk
merokok bagi diri dan lingkungan.
Karakteristik Sekunder
08 Komitmen dengan adab makan dan Menggunakan tangan kanan. Makan tidak berdiri
minum sesuai dengan sunnah apalagi sambil berjalan.
09 Tidak berlebihan dalam begadang Misalnya maniak bola setiap dinihari nonton di tv,
sudah nyandu.
10 Menghindari tempat-tempat kotor dan Jangan makan sembarangan di pinggir jalan yang kotor
polusi dan banyak asap polusi. Nanti sakit lho..
11 Menghindari tempat-tempat bencana Jangan lewat daerah banjir, longsor, gempa dsb,
khawatir bencana akan menimpa. Kecuali bertujuan
menolong dengan perangkat yang memadai.

G. MUJAHIDUL LINAFSIHI
No Karakteristik Primer Indikator
01 Menjauhi segala yang haram No drugs, miras, pacaran, nyontek, nonton pornoisme
di vcd, internet, tabloid, dll.
02 Menjauhi tempat-tempat maksiat Tidak ngeceng di mall tanpa tujuan yang jelas dan
positif, nonton konser musik jahili, dance, karaoke,
night club, panti pijat, diskotik, dll.
Muwashafat Sekunder
03 Menjauhi tempat-tempat bermain Main bilyar, dingdong, ketangkasan, dan tempat lain
yang haram yang memenuhi unsur maksiyat.

H. MUNAZHAM FI SYU’UNIHI
No Karakteristik Primer Indikator
01 Tidak menjalin hubungan dengan Lions Club. Rotary Club. MTV. Dsb.
lembaga-lembaga yang menentang
Islam
Muwashafat Sekunder
02 Memperbaiki penampilannya Kalho lagi sekolah pake seragam yang rapih, berkaos
kaki dan bersepatu, baju dimasukin (buat yg pria),
rambut disisir rapih, kalho rambut dan kuku sudah
gondrong harap segera dicukur..

I. HARISUN ‘ALA WAQTIHI


No Karakteristik Primer Indikator
01 Bangun pagi Membiasakan diri bangun sebelum azan subuh. Tapi jg
tidur lagi lho..but kudu siap-siap sholat di masjid.
Muwashafat Sekunder
02 Menghabiskan waktu untuk belajar Nah, pelajar muslim musti rajin belajar, nggak menyia-
nyiakan waktu dengan perbuatan sia-sia. Kalau ada PR
segera dikerjakan. Kalau bisa selalu peringkat 10 besar
di kelas.

J. NAFI’UN LIGHAIRIHI
No Karakteristik Primer Indikator
01 Melaksanakan hak kedua orang tua Menuruti segenap perintahnya selama batas
kemampuan dan sesuai syariat. Mendoakannya dalam
setiap shalat fardhu. Mengajaknya kepada Islam.
02 Membantu yang membutuhkan Mau membantu murobbi atau kawan pindahan rumah
dengan ikhlas. Menolong korban banjir tanpa disuruh.
03 Memberi petunjuk orang tersesat Mau memberi informasi. Tapi jgn informasi sesat lho..
Muwashafat Sekunder
04 Ikut berpartisipasi dalam Turut bahagia dan mengekspresikannya apabila ada
kegembiraan orang lain mendapatkan nikmat –bukan malah
mendengkinya. Misalnya kawan kita yang lulus
UMPTN, naik kelas, juara kelas, juara lomba kompetisi,
dsb.
05 Menikah dengan pasangan yang Ehm, maksudnya nanti lho kalho sudah siap nikah,
sesuai kudu mengutamakan memilih pasangan yang
sholeh/ah. Memahami pola hubungan pa-pi sebelum
nikah. Meyakini muslim yang baik akan berjodoh
dengan muslimah yang baik pula.
Sembilan
DAKWAH ‘AMMAH

MENGAPA DAKWAH ‘AMMAH

Dakwah ‘Ammah atau Syi’ar dalam dakwah sekolah


adalah proses penyebaran fikrah islamiyah dalam rangka
menarik simpati, menumbuhkan cinta dan meraih
dukungan dari obyek dakwah sekolah. Tujuan dari
dakwah ini adalah agar nilai-nilai Islam tersampaikan
seluas-luasnya kepada seluruh obyek dakwah dengan
berbagai media yang memungkinkan.
Target dari dakwah ‘ammah ini bukanlah
terbentuknya kader sebagaimana program pengkaderan
pada bab yang lalu, melainkan tumbuh suburnya
simpatisan dakwah dari berbagai segmen obyek dakwah
sekolah: siswa, guru, kepala sekolah, orang tua dan
pegawai sekolah yang merupakan basis terbentuknya
masyarakat yang Islami (qoidah ijtima’iyah). Mereka adalah
pendukung dakwah meskipun mereka bukan termasuk
penggerak dakwah. Dalam diri mereka mulai terbangun
sebuah kepribadian Islam yang mendasar sehingga alur
kehidupan masyarakat menjadi sangat kondusif untuk
menumbuhkan lingkungan yang islami di sekolah.
Selain itu, dakwah ‘ammah sering disebut juga
sebagai “Pintu Gerbang Pengkaderan” karena dari para
simpatisan ini kita dapat menjaring calon-calon kader
dakwah yang potensial.

PROGRAM-PROGRAM DAKWAH ‘AMMAH

Berikut ini berbagai bentuk kegiatan dakwah


sekolah beserta kiat-kiatnya:

1. Penyambutan Siswa Baru

Program ini khusus diadakan untuk penyambutan


adik-adik kita yang menjadi siswa baru. Target program
ini adalah sbb:
 Memberikan citra positif bagi aktifis dan berbagai
program dakwah sekolah.
 Memetakan kondisi siswa baru dan potensinya bagi
dakwah.
 Membidik calon-calon kader potensial.
 Merekrut calon pengurus baru dari siswa baru.

Tips:
 Pilihlah waktu kegiatan yang paling sedikit benturan
jadwal dengan kegiatan ekstra kurikuler yang lain.
 Buatlah kegiatan yang fun dan menyenangkan. Jangan
melulu ceramah yang membosankan.
Contoh kegiatan : dimulai dengan perkenalan,
presentasi singkat, dilanjutkan mentoring sambil
rujakan.
 Buatlah bahan presentasi dan brosur kegiatan dakwah
yang menarik dan atraktif.
 Berikan kesan pertama yang menyenangkan.

2. Ceramah Umum/ Tabligh

Ceramah umum adalah salah satu program yang


populer bagi penyebaran fikroh Islamiyah secara massal di
kalangan siswa, guru-guru dan karyawan. Biasanya
diadakan dalam rangka menyambut momen tertentu
seperti PHBI (Peringatan Hari Besar Islam) seperti Tahun
Baru Islam (1 Muharram), Maulid Nabi SAW, Isra Mi’raj,
Idul Adha, dsb. Inilah salah satu wahana formal terbesar
yang perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk
penyebaran fikroh Islamiyah. Berikut ini beberapa kiat
agar program berjalan lebih efektif :

Tips:
 Usahakanlah agar program PHBI dalam setahun dapat
masuk ke dalam Program Kerja Tahunan OSIS
sehingga mendapatkan legalitas formal
pelaksanaannya. Hal ini sangat berguna setidaknya
untuk: (a) mendapatkan anggaran kegiatan dari
sekolah, (b) kepastian izin pelaksanaan, (c) kekuatan
birokrasi untuk memastikan kehadiran para siswa,
guru & karyawan.
 Program utama ceramah umum hendaknya dipaketkan
dengan program penunjang seperti : bazar buku,
pameran, perlombaan, pemutaran film, nasyid,
khitanan massal, dsb. Hal ini bertujuan agar (a) nuansa
syiar lebih terasa menyebar ke seluruh sekolah dan (b)
semakin variatifnya sarana dakwah ‘ammah kita.
 Libatkanlah pengurus OSIS yang lain (selain Rohis)
dalam kepanitiaan. Demikian pula diberikan peluang
seluas-luasnya bagi para pelajar muslim untuk terlibat
aktif dalam kepanitiaan maupun pembantu umum. Hal
ini secara alamiah akan memperluas simpatisan,
memupuk nilai-nilai ukhuwah, proses internalisasi
nilai-nilai keislaman pada diri mereka dan
menghindari kesan ekslusif sejak dini.
 Siapkan kepanitiaan secara baik, tidak mendadak, dan
buatlah perencanaan secara detil. Undanglah alumni
dan guru pembina untuk memberikan masukan-
masukan. Kalau diperlukan buatlah training kecil
manajemen kepanitiaan. Jangan lupakan perangkat-
perangkat yang detil: sound system yang baik, taplak
meja & vas bunga, dokumentasi, meja penerima tamu,
name tag panitia, snack, dsb. Tidak lupa pamflet /
leaflet promosi kegiatan didesain yang menarik dan
disebarkan ke setiap kelas dan mading-mading
sekolah. Buatlah undangan khusus ke setiap guru dan
kepala sekolah. Dan jangan lupa, senantiasa melakukan
konfirmasi kepastian hadir bagi calon penceramah
utama.
 Apabila panitia kegiatan mengumpulkan dana dari
para donatur, termasuk donatur orang tua murid,
maka jangan lupa untuk membalasnya dengan surat
ucapan terima kasih & sekedar kado kecil berupa
stiker/buku saku/kaset islami. Hal ini akan memupuk
simpati bagi orang tua dan anaknya (siswa) selain
sarana kita berdakwah secara langsung kepada mereka.
 Undanglah penceramah yang baik sedapat mungkin
dengan kriteria: (a) fikroh yang lurus, (b) orasi yang
memikat, (c) dikenal oleh masyarakat. Jangan lupa
untuk mengundangnya jauh hari sebelum pelaksanaan
dan pembicara diberitahu secara umum kondisi
medan/sekolah peserta tablig tersebut.
 Buatlah layout ruangan ceramah umum yang apik,
menarik, dekoratif namun efisien. Apabila
memungkinkan jangan sungkan menggunakan
perangkat teknologi penunjang seperti : OHP, slide
projector, hingga komputer multimedia.
 Buatlah Lembar Presensi untuk memantau kehadiran
para peserta. Buatlah riset kecil untuk melihat dan
memantau secara spesifik para peserta yang rajin hadir
dengan motivasi yang kuat untuk ditindaklanjuti
dalam proses rekrutmen dakwah khassah.

3. Penyuluhan Problematika Remaja

Saat ini, program penyuluhan problematika remaja


seperti narkoba, tawuran dan seks bebas telah menjadi
perhatian penting bagi seluruh elemen masyarakat. Selain
itu, program ini juga sangat menarik bagi para siswa
karena sangat dekat dengan keseharian mereka dan dapat
memenuhi keingintahuan mereka secara positif.
Program ini dapat diadakan berkala sesuai
kebutuhan/minimal satu kali per angkatan dan dapat
bekerjasama dengan LSM yang sudah memiliki perangkat
penyuluhan yang memadai, misalnya: pembicara, bahan
presentasi, brosur, audiovisual, konseling, dsb.
Secara strategis, program pelayanan masyarakat
(amal khidami) semacam ini sangatlah efektif untuk
membangun simpati dan memasukkan nilai-nilai universal
keislaman secara natural dan penuh kesadaran.

Tips:
 Datalah LSM terkait yang ada di kota kamu.
 Dengan berkoordinasi dengan pihak sekolah,
undanglah LSM tersebut untuk mengadakan
penyuluhan dan bahkan survey sederhana di sekolah.

4. Studi Dasar Islam

Studi Dasar Islam atau lebih sering dikenal sebagai


Dauroh atau Pesantren Kilat (Sanlat) adalah program
kajian dasar Islam dalam jangka waktu tertentu antara 2-5
hari tergantung situasi dan kondisi. Kegiatan ini dapat
diadakan di dalam atau luar kota asalkan lokasinya tenang,
cukup luas, dapat menginap dan fasilitas memadai. Peserta
akan diberikan berbagai materi dasar keislaman,
problematika umat dan gambaran solusinya al: Aqidah,
Ma’na Syahadatain, Mengenal Allah, Rasul, Islam, Al-
Qur’an, Problematika Umat, Ghazwul Fikri, Peranan
Pemuda dalam Mengemban Risalah, Ukhuwah, Urgensi
Tarbiyah Islamiyah, dsb.
Dengan materi yang sedemikian sistematis,
pengkondisian lingkungan acara yang baik dan peserta
yang selektif, diharapkan akan terjadi perubahan fikroh &
kejiwaan yang mendasar sepulangnya dari acara tersebut
dan siap dibina lebih lanjut. Program ini memang memiliki
misi rekrutmen langsung yang siap dibina menjadi kader-
kader inti dakwah atau juga dikenal sebagai pintu gerbang
pengkaderan.
Beberapa kiat dalam program ini adalah sbb:
Tips:
 Buatlah program ini secara formal. Hal ini bermanfaat
agar jumlah peserta akan lebih banyak,
penyelenggaraan akan lebih leluasa, pencarian dana
semakin luas dan merupakan syiar Islam yang cukup
efektif.
 Buatlah galeri foto-foto kegiatan serupa pada waktu /
tahun – tahun sebelumnya sehingga menjadi syiar dan
daya pikat calon peserta.
 Buatlah perencanaan sistematis dan jadwal program
dalam setahun. Misalnya: pengadaan setiap libur catur
wulan atau setahun sekali. Carilah
momen/kesempatan waktu yang paling baik
berdasarkan kondisi lokal sekolah.
 Susunlah paket acara yang menarik dan lengkapi
dengan acara penunjang seperti: nasyid, pemutaran
film, muhasabah, hiking/teawalk, olahraga, qiyam lail,
dsb.
 Berilah nama kegiatan dengan nama yang menarik dan
familiar di telinga para remaja-pelajar.
 Rekrutlah para peserta yang potensial dengan urutan
prioritas (a) potensial menerima dan menyambut
seruan dakwah, (b) potensial bagi dakwah: para 10
besar juara kelas masing-masing, perwakilan dari
masing-masing kelas, para pemimpin formal (ketua
kelas, pengurus OSIS, ekskul, dsb), pemimpin informal,
dll.
 Apabila memungkinkan, kegiatan dilakukan di luar
kota / daerah pegunungan yang sejuk namun tidak
terlalu jauh dari asal sekolah (untuk memudahkan
pembicara datang). Hal ini besar pengaruhnya bagi
pengkondisian peserta dan konsentrasi kepada acara.
Datalah secara permanen koneksi villa/tempat dauroh
dari para siswa, guru, kepala sekolah dan alumni.
 Apabila memungkinkan gunakan perangkat
OHP/slide projector/multimedia untuk
mengefektifkan penyampaian materi.
 Undanglah kepala sekolah untuk hadir setidaknya
dalam acara pembukaan dan memberikan sambutan.
Undanglah guru pembina Rohis / guru agama dalam
acara tersebut dan kalau diperlukan berikanlah sessi
khusus untuk beliau memberikan taujih. Hal ini akan
meningkatkan partisipasi dan afiliasi birokrat sekolah
dan menghilangkan kecurigaan atas dakwah.
 Siapkanlah calon-calon pembina / murabbi yang
berkualitas dan memenuhi persyaratan kondisional
yang ditentukan sebelum acara berlangsung. Hindari
sedapat mungkin jedah waktu yang lama antara waktu
kegiatan dengan follow up-nya hanya dikarenakan
calon pembina yang belum pasti.

5. Rihlah/Tafakkur Alam

Rihlah bertujuan untuk menyegarkan kembali jiwa


yang penat sambil menghayati kebesaran penciptaan Allah
SWT dan menguatkan ukhuwah. Biasanya berlangsung 1 –
3 hari dan diadakan di luar kota: pegunungan/perbukitan,
taman/kebun raya, pantai, dsb.
Acara utamanya adalah (a) rihlah, beristirahat,
menikmati pemandangan, teawalk, (b) materi keislaman,
(c) muhasabah tafakkur Alam dengan membacakan dan
mensyarah ayat-ayat berkaitan dengan ayat-ayat kauniyah
dan dikaitkan dengan hakekat kehidupan dan kematian
dan ajakan bertakwa kepada Allah SWT.
Acara ini tepat digunakan baik untuk target
ekspansi dakwah dan peningkatan kualitas kader
sekaligus.

Tips:
 Buatlah inventaris sumber daya sekolah yang dapat
digunakan: villa gratis ortu siswa, peralatan olah raga,
kendaraan pribadi, laptop dan printer, LCD projector,
dsb.
 Survey lokasi yang akan digunakan untuk
menyesuaikan dengan format acara.
 Pastikan lokasi tersebut memiliki keindahan
pemandangan alam, lokasi yang terjangkau, dan syarat
MCK/toilet yang memadai.
 Buatlah dokumentasi kegiatan dalam bentuk foto atau
VCD.
 Undanglah guru pembina untuk mengisi acara atau
sekaligus rihlah keluarga.
 Undang pula alumni untuk mengisi acara atau sekedar
silaturahmi.
 Buatlah acara yang berkesan dan muhasabah yang
membekas di jiwa.

6. Olah Raga

Olah raga dapat menjadi program rutin informal


bagi para ADS dan simpatisannya dengan tujuan sebagai
tarbiyah jasadiyah sekaligus menggalang ukhuwah dan
soliditas pengurus. Misalnya: pertandingan sepakbola
setiap bulan, renang, dll.
Tips:
 Buatlah inventaris lokasi-lokasi olah raga yang dekat
sekolah dan dapat digunakan.
 Loby pihak sekolah agar dapat menggunakan peralatan
olah raga.
 Sewaktu-waktu adakanlah kompetisi antar angkatan
agar memperkokoh silaturahmi antar generasi.

7. Bazar & Pameran

Bazar yang dimaksud adalah bazar buku, majalah,


kaset, VCD, stationary, busana dan berbagai produk Islami
lainnya. Pameran yang Islami seperti: pameran foto-foto
perkembangan dunia Islam dari berbagai zaman dan
penjuru dunia, software komputer/program multimedia
Islam, dsb.
Program ini biasanya menjadi program pelengkap
PHBI atau momen kegiatan-kegiatan Islam lainnya dimana
ia memiliki berbagai misi sekaligus: bernilai
ekonomi/bisnis, nasyrul fikroh dan syiar Islam.
Acara semacam ini sedapat mungkin melibatkan
banyak simpatisan dan lapisan yang lebih luar lagi dalam
kepanitiaan termasuk sebagai penjaga bazar, perlengkapan
dan keamanan agar semuanya merasamemiliki kegiatan
ini.

Tips:
 Libatkan berbagai penerbit dan toko buku dalam
kegiatan bazaar. Mintalah diskon khusus dan bahkan
dana sponsor kegiatan.
 Buatlah pelatihan pengadaan bazaar dan pameran
karena menyangkut teknis yang spesifik.
 Undang berbagai institusi yang memiliki bahan-bahan
pameran yang berguna.
 Libatkan pelajar non-kader untuk menjadi panitia dan
penjaga pameran.
 Mintalah kepala sekolah untuk meresmikan pameran.
 Buatlah brosur/leaflet khusus yang disebarkan di
kelas-kelas untuk mempromosikan kegiatan ini.

8. Perlombaan

Program perlombaan biasa diikutkan dalam


program utama PHBI sebagai wahana menjaring bakat dan
minat para siswa di bidang keagamaan, ajang taaruf,
silaturahmi antar kelas yang berbeda dan syiar.
Jenis-jenis perlombaan meliputi: Azan,
Tilawah/Tartil, Cerdas Cermat, Pidato, Nasyid, dsb.
Ciptakanlah berbagai lomba kreatif lainnya yang memiliki
daya tarik tinggi dan dapat diikuti oleh banyak kalangan.
Program ini juga dapat dijadikan sebagai wahana
penumbuhan partisipasi dan afiliasi obyek dakwah
sekolah secara massal.

Tips:
 Studi banding ke sekolah-sekolah lain atau LSM yang
sudah memiliki bahan-bahan dan pengalaman dalam
mengadakan lomba pelajar.
 Dekatilah sponsor-sponsor terkait untuk memberikan
hadiah bagi para pemenang.
 Jadikan kegiatan ini sebagai kegiatan kolosal yang
melibatkan seluruh sivitas sekolah.
9. Majalah Dinding

Majalah Dinding memiliki 2 fungsi sekaligus: (a)


wahana informasi keislaman, (b) pusat informasi kegiatan
Islam, baik internal sekolah maupun eksternal.
Agar efektif, muatan informasi Islam dalam
majalah dinding hendaknya yang singkat, padat,
informatif dan aktual. Berita dunia Islam, baik lokal
maupun internasional, hendaknya mendapat porsi khusus
dalam media ini.

Tips:
 Pastikan majalah dinding mendapat lokasi yang
strategis, baik di dalam lingkungan masjid sekolah,
maupun lokasi utama sekolah.
 Libatkan seniman-seniman pelajar berbakat untuk
menghias majalah dinding secara kreatif, membuat
karikatur, pemilihan warna dan sebagainya.
 Aktif mengumpulkan kliping dari koran dan majalah,
termasuk gambar-gambar ukuran poster yang atraktif.
 Angkatlah isu-isu “panas” yang menarik perhatian
publik, misalnya: RUU Sisdiknas, Perang Irak,
Narkoba, dll.
 Melibatkan seluruh siswa untuk menulis dan belajar
menyampaikan aspirasi.

10. Buletin Dakwah

Program ini dimaksudkan agar obyek dakwah


sekolah senantiasa mendapat suplai fikroh/informasi
keislaman secara kontinyu dan berkala.
Tips:
 Pengadaan buletin ini dapat dibuat sendiri atau cukup
membeli dari buletin-buletin dakwah yang sudah
beredar di luar lingkungan sekolah.
 Pengadaan dapat dikoordinasikan secara terpusat atau
pun inisiatif aktifis dakwah di setiap kelas.
 Tema-tema dipilih adalah tema-tema aktual yang
membentuk opini. Selain itu dapat juga tema-tema lain
yang mudah dicerna, memotivasi seperti kisah sahabat,
hikmah-hikmah, targhib & tarhib, dsb.

11. Kursus Membaca Al-Qur’an

Program ini sangat urgen mengingat kemampuan


membaca al-quran merupakan langkah awal pendalaman
dan pengakraban Islam lebih lanjut. Banyak kasus terjadi,
apabila siswa belum bisa membaca al-Quran akan
menghambat motivasinya untuk mendalami Islam lebih
jauh.
Kita mengenal berbagai metode kursus yang saat
ini telah berkembang dan terbukti efektifitasnya. Program
ini memerlukan kerjasama dengan pihak guru agama
Islam di sekolah agar turut mendukung dan menjadikan
bagian dari penilaian mata pelajaran agama Islam.

Tips:
 Lakukan pendekatan dengan guru agama Islam untuk
menjadikan kemampuan membaca Al Qur’an sebagai
prasyarat nilai Agama Islam.
 Buatlah pelatihan bagi para calon guru pembimbing.
 Program ini bisa berdiri sendiri atau disinergikan
dengan program mentoring di sekolah.

12. Perpustakaan Islam

Perpustakaan Islam sangat penting peranannya


bagi dakwah sekolah. Inilah sumber ilmu dan
pengetahuan, dan mempercepat kematangan keislaman
siswa.
Perpustakaan ini berisi al: buku-buku Islami, buku
cerita/fiksi, majalah-majalah, hingga rental VCD Islami.
dapat bersumber dari sumbangan para alumni, siswa,
guru, lembaga-lembaga eksternal, perorangan dan
anggaran sekolah.

Tips:
 Upayakanlah keberadaan perpustakaan Islam di
sekolah, walaupun sangat sederhana.
 Mintalah bantuan pengadaannya dari pihak sekolah,
alumni, penerbit dan donatur lain untuk menyumbang
buku atau dana.
 Kelolalah dengan baik, buat kodifikasi, sistem
informasi peminjaman dan sistem marketing yang
kreatif.
 Informasikanlah keberadaaan perpustakaan ini &
daftar buku ke seluruh keluarga besar sekolah secara
tertulis, baik melalui pengumuman di mading, buletin,
dsb.
 Kalau perlu pemasaran dilakukan per kelas oleh setiap
ADS kelas ybs. Buatlah statistik peminjam per bulan /
per cawu berdasarkan kelas sebagian bagian dari
parameter perkembangan dakwah di kelas ybs dan
dasar perencanaan strategis.
13. Shalat Jum’at berjamaah

Apabila sekolah memiliki fasilitas untuk shalat


Jum’at berjamaah di dalam lingkungan sekolah (masjid
sekolah), maka jangan sia-siakan untuk mengelolanya
dengan penceramah yang berkualitas dan berfikroh baik.
Selain itu apabila memungkinkan, hendaknya
penceramah digilir antara kepala sekolah, kalangan guru
dan siswa sebagai media latihan tabligh dan peningkatan
partisipasi dan afiliasi pihak birokrasi dan guru.

Tips:
 Buatlah kurikulum khutbah Jum’at dan jadwal
penceramah selama setahun.
 Sediakan buku panduan dan kumpulan materi khutbah
Jum’at sebagai referensi.
 Bahan khutbah dapat berubah sesuai dengan situasi
yang berkembang. Misalnya: kasus Perang Irak, RUU
Sisdiknas, dll.

14. VCD Islam Rental

Saat ini telah berkembang pula puluhan item VCD


film-film, nasyid, dokumenter terkait dengan dunia Islam
dengan format dan kualitas gambar yang tidak kalah
dengan film konvensional.

Tips:
 Buatlah rental VCD di sekolah, dan sinergikan dengan
program perpustakaan Islam.
 Pengelolaan rental VCD dapat bekerjasama dengan
pihak luar sekolah/pengusaha VCD rental tersebut.
 Pemasaran dapat menggunakan jaringan setiap kelas.

15. Informasi Perguruan Tinggi

Kegiatan ini sangat penting khususnya bagi siswa


kelas III untuk mendapatkan informasi yang lebih
komprehensif mengenai perguruan tinggi yang hendak
dituju.
Acara ini sangat menarik minat kelas III dan
bernilai efektif bagi tumbuhnya simpati dan kesan yang
baik bagi para aktifis dakwah sekolah & alumninya di
mata masyarakat siswa, guru dan kepala sekolah.

Tips:
 Undanglah para alumni yang berprestasi dan kuliah di
kampus-kampus ternama/bahkan dari perguruan
tinggi luar negeri untuk memberikan kiat suksesnya
menembus perguruan tinggi.
 Undanglah beberapa jurusan favorit di PTN untuk
mengadakan workshop secara langsung di sekolah
kita.
 Berikan bimbingan dan penyuluhan untuk memilih
jurusan yang tepat.

16. Try Out SPMB

Program pelayanan ini juga efektif dengan dua


tujuan sekaligus (a) membantu persiapan SPMB khususnya
para siswa muslim (b) menggalang simpati, silaturahmi
dan ukhuwah.
Program ini sebaiknya bekerjasama dengan
lembaga bimbingan belajar muslim yang sudah mapan dan
memiliki kondite yang baik di mata siswa (marketable).

Tips:
 Pastikan jadwal yang tepat untuk mengadakan try out
SPMB dengan memperhitungkan jadwal ebtanas,
SPMB dan liburan sekolah.
 Lakukan kerjasama dengan bimbingan belajar terdekat
untuk pengadaan soal dan sistem koreksi.
 Libatkan alumni untuk memberikan masukan dan
membantu menjadi pengawas ujian.
 Buatlah dan distribusikan tips singkat menghadapi
ujian SPMB, dengan muatan moral dan iman yang
cukup kental, termasuk seruan untuk banyak berdoa
dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.

17. Pelatihan Ketrampilan

Pelatihan ketrampilan meliputi ketrampilan


individu (fardi) dan ketrampilan komunal (jama’i) yang
sangat dibutuhkan oleh para ADS.
Ketrampilan individu adalah ketrampilan yang
memungkinkannya melaksanakan dakwahnya dengan
baik di semua medan dan lingkungan tempat ia berada,
seperti: skill dakwah fardiyah, manajemen waktu, seni
dialog, seni orasi, leadership, dsb.
Sedangkan ketrampilan komunal adalah
ketrampilan yang memungkinkan sekelompok ADS
melakukan komunikasi yang baik, bertukar pengalaman
dan penghimpunan potensi, al: manajemen operasional,
manajemen konferensi, manajemen strategik, teamwork,
dsb.
ADS Alumni atau LSM Pelajar atau lembaga
training profesional dapat mengambil peranan sebagai
fasilitator kegiatan ini.

Tips:
 Buatlah inventarisasi kebutuhan skill yang dibutuhkan
oleh para pelajar.
 Konsultasikan dengan alumni, atau LSM terkait yang
memiliki kompetensi dan sumber daya untuk
melatihnya.
 Ajukan kegiatan-kegiatan ini sebagai program tahunan
Rohis OSIS untuk mendapatkan dukungan dari pihak
sekolah.
 Buatlah studi banding dan pelatihan yang diadakan
sekolah lain yang sudah mapan.

18. Pengajian Guru

Pengajian Guru dapat diadakan dengan


pendekatan siswa, alumni dan guru aktifis dakwah
sekolah, termasuk guru agama Islam.
Diharapkan lama kelamaan kegiatan ini memiliki
manajemen yang terpisah dan dikelola oleh internal guru
sendiri sehingga lebih alamiah dan permanen.

Tips:
 Jajakilah kemungkinan mengadakan pengajian guru
dengan melihat kondisi yang berkembang.
 Konsultasikan dengan guru Agama Islam untuk
mendiskusikan peluang dan format kegiatan.
 Tawarkan diri kita untuk menjadi fasilitator kegiatan
ini : panitia operasional, penghubung
pembicara/ustadz, dsb.

19. Muzhaharah Dunia Islam

Informasi muzharah dunia Islam hendaknya selalu


disampaikan kepada segenap siswa dan khususnya bagi
para aktifis dan simpatisannya.
Kegiatan ini sangat baik bagi percepatan
kematangan fikroh, hamasah (semangat) dan kematangan
pribadi.

Tips:
 Informasikan selalu kegiatan-kegiatan demonstrasi
dunia Islam. Misalnya : Demo sejuta ummat
menentang Invasi ke Irak.
 Lakukan pematangan isu ke publik dengan memuat
secara berkala info dunia Islam di majalah dinding,
buletin dan berbagai media dakwah lainnya.

Tugas:
1. Buatlah program kerja Rohis kamu dalam satu tahun!
2. Tentukan indikator keberhasilan untuk setiap program
kerja tersebut!
3. Buatlah kategori program-program tersebut
berdasarkan sasaran yang hendak dicapai.
Sepuluh,
MODEL PENGORGANISASIAN ROHIS

BARISAN YANG KOKOH

Sebuah kebenaran tentunya harus diperjuangkan


secara terorganisir menyerupai barisan yang kokoh.
Aktifitas dakwah dan sumber daya manusia yang beragam
dapat dialokasikan secara cermat dan tepat dalam wadah
organisasi yang disediakan. Masing-masing bekerja sesuai
dengan bidang kerja dan peminatannya masing-masing
dalam koridor ‘amal jama’i.
Beban dakwah ditanggung bersama-sama sehingga
terasa ringan. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.
Dengan demikian, diharapkan pencapaian sasaran-sasaran
dakwah dapat terlaksana dengan baik.
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang
berperang di jalan-Nya dengan barisan yang teratur seakan-akan
merupakan bangunan yang amat kokoh.” (Ash Shaff : 4).

MODEL PENGORGANISASIAN

Pengorganisasian dakwah sekolah tentunya amat


beragam disesuaikan dengan kebutuhan dan daya dukung
masing-masing sekolah. Berikut ini diberikan salah satu
model pengorganisasian yang berbasiskan masjid sekolah
yang dapat dikembangkan sesuai dengan kreatifitas dan
daya dukung setiap sekolah.

1. Dewan Pembina

Terdiri dari guru-guru Agama Islam yang membina,


memberikan saran dan nasehat bagi pengurus demi
kemajuan dakwah Islam pada umumnya.

2. Majelis Pertimbangan

Terdiri dari kelas III dan tim alumni yang ditentukan.


Mereka memberikan bantuan berupa tenaga, saran dan
bimbingan dalam menjalankan dakwah sekolah.

3. Badan Pengurus Harian (BPH)

BPH adalah lembaga eksekutif pergerak utama organisasi


dakwah sekolah. Badan ini terdiri dari Ketua Umum,
Wakil Ketua I (ikhwan), Wakil Ketua II (akhwat),
Sekretaris, Bendahara dan para Ketua-ketua Bidang.

4. Bidang-bidang
a. Bidang Kaderisasi

Bidang ini mengelola berbagai kegiatan kaderisasi


seperti mentoring siswa/tarbiyah Islamiyah,
penyusunan kurikulum, pemantauan, evaluasi, dsb.

b. Bidang Pelatihan

Bidang ini mengelola berbagai pelatihan yang


diperlukan, misalnya:
o Pelatihan Murobbi/Mentor
o Pelatihan Kepanitiaan
o Pelatihan Kader Muballigh
o Pelatihan Manajemen Organisasi dan
Kepemimpinan
o Pelatihan Life Skill
o Pelatihan Outbound

c. Bidang Dakwah

Bidang ini mengelola berbagai kegiatan syi’ar dan


dakwah secara umum. Bidang ini memerlukan
sumber daya manusia yang cukup banyak. Terdiri
dari beberapa seksi:

o Sie Pengajian Kelas


o Sie Pengajian Guru
o Sie Kultum (Kuliah Tujuh Menit) – menjelang
shalat Zhuhur
o Sie PBHQ (Pemberantasan Buta Huruf Al
Qur’an)
o Sie PHBI (Peringatan Hari Besar Islam)
o Sie Shalat Jum’at

d. Bidang Hubungan Masyarakat

Bidang ini melaksanakan segala bentuk aktifitas


yang berkaitan dengan masalah informasi-
informasi, pengumuman-pengumuman, publikasi,
dokumentasi dan hubungan masyarakat pada
umumnya. Terdiri dari beberapa seksi:

o Sie Publikasi
o Sie Dokumentasi
o Sie Hubungan Alumni
o Sie Perwakilan Kelas
o Sie Hubungan Guru (Sekolah)

e. Bidang Penerbitan & Media

Bidang ini menangani berbagai penerbitan di


bawah Masjid/Rohis Sekolah.

o Sie Majalah Dinding


o Sie Buletin Dakwah

f. Bidang Pendidikan

Bidang ini menangani berbagai kegiatan yang


menunjang peningkatan prestasi belajar siswa
muslim dan para aktifis dakwah sekolah seperti :
KBM (Kelompok Belajar Muslim), Try Out Ulangan
Umum/Ebtanas/SPMB, dsb.

g. Bidang Perpustakaan
Bidang ini khusus mengelola program
perpustakaan masjid yang merupakan mata air
pengetahuan Islam dan penyebaran fikroh itu
sendiri. Terdiri dari beberapa seksi:

o Sie Perpustakaan Masjid


o Sie Perpustakaan Keliling (di kelas-kelas)

h. Bidang Rumah Tangga

Mengelola invetaris dan berbagai perangkat


peralatan yang diperlukan untuk menunjang
seluruh aktifitas kegiatan dakwah. Terdiri dari:

o Sie Kebersihan
o Sie Inventaris
o Sie Transportasi

Tugas:
1. Gambarkanlah struktur organisasi dakwah di sekolah
kamu.
2. Berapakah jumlah orang pengurus dalam organisasi
tersebut?
3. Bagaimana strategi penglibatan siswa baru dan
simpatisan dakwah?
Sebelas
TAHAPAN, PARAMETER, DAN STRATEGI

Salah satu karakteristik dakwah yang manhaji


adalah adanya pentahapan (marhaliyah). Pentahapan ini
sangat kita perlukan agar dapat menentukan strategi
program yang paling tepat sesuai dengan kebutuhan dan
kekuatan sumber daya yang ada.

TAHAPAN DAKWAH SEKOLAH

Tahapan dalam dakwah sekolah adalah fase-fase


dalam dakwah sekolah yang harus dicapai meliputi aspek-
aspek umum perkembangan dakwah dengan parameter-
parameter yang telah ditentukan guna menentukan status
perkembangan suatu dakwah di sekolah, yaitu:
1. Tahap Pembentukan.
Yaitu, fase mulai terbentuknya embrio dakwah di
suatu sekolah. Dari tidak ada menjadi ada.

2. Tahap Pertumbuhan.
Mulai tumbuhnya kuantitas dan kualitas kader
sebagai penggerak utama roda dakwah.

3. Tahap Pematangan.
Pertumbuhan kader dakwah dan simpatisan yang
massal, disertai dan kematangan potensi dan
aktualisasi.

4. Tahap Perluasan.
Ekspansi dakwah ke berbagai segmen non-siswa dan
sekolah tetangga.

Parameter-parameter yang digunakan bersifat


integral, meliputi aspek-aspek:
1. Dakwah khashshah.
2. Dakwah ‘ammah.
3. Kualitas akademis.
4. Pengelola dakwah sekolah.
5. Ekspansi dakwah.
PARAMETER UTAMA

TAHAP 1 TAHAP 2 TAHAP 3 TAHAP 4


PEMBENTUKAN PERTUMBUHAN PEMATANGAN PERLUASAN

Pertumbuhan kader
Fase mulai terbentuknya Mulai tumbuhnya Ekspansi dakwah ke
dakwah dan simpatisan
Pengertian embrio dakwah di suatu kuantitas dan kualitas berbagai segmen non-
yang massal, disertai dan
sekolah. kader sebagai penggerak siswa dan sekolah
kematangan potensi dan
utama roda dakwah. tetangga.
aktualisasi.
 Pertumbuhan kader
Terbentuknya minimal 1  Pertumbuhan kader  Pertumbuhan kader
Dakwah menjadi 10 % dari
kelompok mentoring menjadi 15 % dari menjadi 20 % dari
Khashshah jumlah siswa muslim.
atau halaqah tarbiyah. jumlah siswa muslim. jumlah siswa muslim.
 Kualitas kader terjaga.
PARAMETER

 Kontunyuitas
pengelolaan lembaga
 Mulai perluasan dakwah formal kesiswaan.
pada lembaga-lembaga  Mulai terlihat
formal siswa: OSIS, fenomena kultur yang  Tumbuhnya
Dakwah Mulai tumbuhnya ekstra kurikuler, dsb. Islami dalam sekolah: Simpatisan menjadi
Ammah Simpatisan.  Tumbuhnya Simpatisan maraknya jilbab, 60 % dari jumlah
menjadi 20 % dari jumlah salam, shalat ODS.
Obyek Dakwah Sekolah berjama’ah, kegiatan
(ODS) Siswa. Islam dll.
 Turunnya kuantitas
dan kualitas
demoralisasi di
sekolah.
 Tumbuhnya
Simpatisan menjadi
40 % dari jumlah
ODS.
 Rata-rata ADS Siswa  Rata-rata ADS Siswa
 Rata-rata ADS Siswa memiliki rangking 15 memiliki rangking 15
memiliki rangking 20 besar di kelasnya besar di kelasnya
besar di kelasnya masing-masing. masing-masing.
masing-masing.  ADS Siswa dan  ADS Siswa
 ADS Siswa dan Simpatisan mendominasi 10
ADS Siswa tidak Simpatisan mulai mendominasi 10 besar di kelas masing-
Kualitas meremehkan kualitas mendominasi 10 besar di besar di kelas masing- masing dan di tingkat
Akademis akademisnya. kelas masing-masing. masing dan di tingkat sekolah.
 Untuk SMU unggulan sekolah.  Untuk SMU unggulan
pemerintah, 40 % dari  Untuk SMU unggulan pemerintah, 60 % dari
ADS Siswa berhasil lulus pemerintah, 50 % dari ADS Siswa berhasil
memasuki Perguruan ADS Siswa berhasil lulus memasuki
Tinggi Negeri (PTN). lulus memasuki Perguruan Tinggi
Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Negeri (PTN).
 Otimalisasi pengelolaan
 Regenerasi yang kuat
Pengelola Rohis OSIS dan Masjid  Regenerasi yang kuat.
Rohis atau masjid di setiap angkatan.
Dakwah Sekolah.  Database yang
sekolah mulai terkelola.  Organisasi alumni
Sekolah  Syuro dakwah yang lengkap dan akurat.
yang kuat.
melibatkan berbagai
unsur dakwah terkait
mulai difungsikan,
termasuk ADS alumni,
siswa, guru, murobbi.
 Mulai matangnya
 Mulai ekspansi dakwah kepada SLTP
dakwah kepada SLTP atau SLTA sekitarnya.
Ekspansi atau SLTA sekitarnya  Semakin efektifnya
- -
Dakwah sebagai embrio- ekspansi dakwah ke
embrio sekolah guru, kepala sekolah,
binaan. orang tua, pelajar
sekitar, dsb.

STRATEGI UMUM

TAHAP 1 TAHAP 2 TAHAP 3 TAHAP 4


PEMBENTUKAN PERTUMBUHAN PEMATANGAN PERLUASAN
 Penekanan pada  Memperbanyak variasi  Mempertahankan mutu  Mempertahankan strategi
pertumbuhan horisontal atau program peningkatan kualitas penyelenggaraan kaderisasi Tahap 3.
rekrutmen. kader. dan regenerasi murobbi.  Melakukan pendekatan aktif
 Persiapan SDM murobbi.  Mulai memperhatikan  Manajemen SDM aktifis kepada target sekolah-
 Perluas celah rekrutmen: perekrutan kader dakwah dari dakwah sekolah yang optimal sekolah binaan. Undanglah
yayasan/LSM, remaja masjid, kalangan guru.  Pengarahan SDM aktifis mereka secara resmi dalam
sekolah tetangga, termasuk  Mengadakan berbagai dakwah sekolah siswa dalam berbagai kegiatan dakwah
dakwah fardiyah. pelatihan-pelatihan, berbagai aktifitas dakwah sekolah kita.
khususnya dauroh murobbi. formal
 Memperhatikan prestasi  Pelatihan-pelatihan
akademik dan bakat para penunjang
aktifis dakwah sekolah siswa  Penekanan pada berbagai
dan simpatisan. variasi dakwah ammah
 Perambahan dakwah pada  Penggunaan parameter
lembaga formal siswa untuk terukur dalam mengevaluasi
meningkatkan peran dakwah perkembangan dakwah
‘ammah. ammah
 Optimalisasi berbagai LSM  Optimalisasi LSM dan Ormas
dan ormas terkait.  Optimalisasi forum koordinasi
dakwah sekolah di setiap
sekolah.
Tugas:
1. Buatlah analisa SWOT kondisi dakwah di sekolah
kamu!
2. Setelah itu, tentukanlah Tahap Dakwah Sekolah-nya.
3. Apa strategi kamu untuk maju ke tahap dakwah
berikutnya? Berapa lama waktu yang diperlukan?
Dua Belas,
PERNIK-PERNIK

Mengelola dakwah sekolah tentu saja menarik


sekaligus banyak pernik-pernik. Berbagai kendala dan
hambatan justru semakin membuat kita lebih kreatif
dan dewasa dalam menghadapi persoalan.
Yakinilah bahwa kesulitan-kesulitan yang
datang adalah ujian keimanan sekaligus kreatifitas kita;
sebelum mengemban amanah dakwah yang lebih besar
lagi. Semakin besar kesulitan yang menghadang juga
berarti semakin besar balasan Allah atas kesabaran kita.

SULITNYA MENCARI MUROBBI

Murobbi (pembina/pembimbing mentoring


siswa) adalah ujung tombak dakwah sekolah khususnya
dalam rangka membentuk kader-kader dakwah dalam
program pembinaan yang intensif dan terpadu.
Idealnya, seorang murobbi adalah kakak kelas
atau alumni sekolah yang bersangkutan selama
memenuhi kriteria dan kualifikasinya. Karena mereka
lebih memiliki kedekatan emosional dan menguasai
medan dakwahnya.
Tips:
- Buatlah perencanaan kaderisasi murobbi.
- Lakukan pemantauan dan pembinaan khusus bagi
peserta-peserta mentoring yang memiliki
perkembangan di atas rata-rata dan berpotensi
menjadi murobbi. Pada saat yang tepat, dapat
dilakukan ujicoba menjadi murobbi atau asisten
murobbi sebagai sarana latihan kematangan dirinya.
- Lakukan pelatihan/dauroh murobbi secara berkala.
- Lengkapi sarana-sarana penunjang seperti:
buku-buku kumpulan materi, kaset-kaset ceramah,
bahkan situs-situs internet banyak yang
menawarkan materi-materi ini secara gratis.
- Perluas kemungkinan menjaring murobbi selain
alumni.
- Untuk materi-materi khusus yang membutuhkan
penguasaan yang memadai, lakukanlah dauroh-
dauroh gabungan dengan mengundang pembicara
yang berkompeten di bidangnya.
- Fleksibilitas dalam jumlah anggota mentoring.
Dalam hal maraknya minat pelajar mengikuti
mentoring di tengah keterbatasan tenaga yang ada,
telitilah kemungkinan untuk menambah jumlah
anggota setiap kelompok, bahkan sampai dengan
sistem kelas.

ALUMNI YANG SELALU PERGI


Keberadaan alumni adalah sumber daya yang
sangat vital bagi perkembangan dakwah sekolah. Selain
diandalkan untuk menjadi murobbi, mereka juga dapat
menjadi konsultan dan narasumber berbagai kegiatan
seiring dengan meluasnya pengalaman mereka.
Namun, keterbatasan SDM alumni adalah
masalah klasik yang seringkali terjadi. Bagi sekolah-
sekolah di berbagai daerah, para lulusannya tentu akan
mencari perguruan tinggi yang berkualitas baik di kota-
kota besar atau di luar propinsinya.
Bagi alumni yang kuliah berdekatan atau satu
kota dengan almamater sekolahnya juga disibukkan
dengan mata kuliah dan kegiatan dakwah di
kampusnya yang tidak kalah sibuk. Situasi yang selalu
berulang ini hendaknya disikapi secara positif dan
antisipatif.

Tips:
- Percepat akselarasi kualitas kader kelas III untuk
menjadi murobbi dan penasehat pengurus Rohis
sehingga dapat mengatasi secara langsung
keterbatasan alumni.
- Lakukan pengkaderan terhadap kalangan guru
sehingga mereka akan menjadi aktifis dakwah
sekolah yang permanen karena umumnya mereka
bertugas di sekolah tersebut dalam waktu yang lama
– belasan hingga puluhan tahun.
- Perluas keterlibatan LSM dakwah sekolah setempat
agar terjamin kontinyuitas pembinaan dan pelatihan
yang bermutu.
- Buka peluang alumni angkatan ‘tua’ untuk back to
school. Alumni yang sudah tamat kuliah dan bekerja
seringkali lebih berpeluang aktif kembali di sekolah
daripada mahasiswa.

BILA DAKWAH DICURIGAI

Kecurigaan terhadap dakwah, bahkan


hambatan-hambatan yang menghadang adalah sunnah
perjuangan yang juga menimpa para nabi dan da’i-da’i
pendahulu kita. Namun alangkah disayangkan apabila
kecurigaan itu muncul akibat kesalahan kita yang
kurang bijak dalam bertindak.

Tips:
- Upayakan setiap kegiatan dakwah yang dilakukan
bersifat formal dan diselenggarakan oleh lembaga
formal seperti Rohis, lembaga alumni atau LSM.
- Hindari perilaku yang ekslusif, ekstrim, berlebih-
lebihan apalagi mudah memvonis. Tunjukkanlah
sikap yang terbuka, ramah, memudahkan dan
simpatik.
- Tebarlah senyum dan salam kepada siapa saja,
termasuk guru dan kepala sekolah.
- Carilah kesempatan untuk dapat bersilaturahmi
secara khusus kepada guru atau kepala sekolah.
- Tunjukkanlah prestasi belajar yang cemerlang,
sehingga justru menimbulkan simpati dan
dukungan dari pihak sekolah.
- Libatkanlah sebanyak mungkin pelajar non-Rohis
dalam kegiatan-kegiatan keislaman.
- Buatlah kegiatan-kegiatan dakwah yang lebih
variatif bahkan bernuansa umum seperti pelatihan
manajemen, outbound training, try out UMPTN,
dsb. Bukankah kegiatan-kegiatan itu juga
berorientasi kepada pencapatan sasaran dakwah
sekolah?

BILA DITERIMA DI PERGURUAN TINGGI

Sungguh bahagia diterima di perguruan tinggi


idaman. Gambaran dan harapan tentang masa depan
seakan lebih jelas terbentang. Guru, kepala sekolah dan
adik kelas pun turut berbahagia dan pantas dijadikan
suri tauladan. Namun, ada langkah-langkah berikutnya
yang harus dilakukan agar lebih bernilai lagi.

Tips:
- Segera bersyukur kepada Allah Swt atas karunia
diterima di perguruan tinggi. Perbaikilah ibadahmu
dan semakin taatlah kepada perintah Allah.
- Berterimakasihlah kepada orang tua, guru dan
teman-teman yang turut serta membantu
keberhasilan ini.
- Segera lapor diri kepada administrasi sekolah dan
juga pengurus Rohis agar dimasukkan kedalam
database alumni yang diterima di perguruan tinggi.
Buatlah publikasi di majalah dinding tentang daftar
alumni Rohis yang berhasil masuk perguruan tinggi
favorit.
- Jagalah perasaan teman-teman kita yang belum
beruntung diberi kesempatan kuliah di perguruan
tinggi idaman. Janganlah mengumbar kegembiraan
apalagi di hadapan mereka. Hiburlah dan besarkan
hati mereka. Selalu saja ada kebaikan Allah dibalik
setiap musibah yang datang.
- Segera lapor diri kepada kakak-kakak kelas di
kampusnya bahwa mereka adalah aktifis dakwah
sekolah. Dengan demikian memudahkan kakak-
kakak aktifis dakwah kampus untuk melakukan
pendataan dan penglibatan dalam berbagai
kegiatan.
- Jangan lupa untuk segera belajar yang rajin agar
sukses pula di kampus. Jangan terlalu lama terlena
dalam kegembiraan dan melupakan kewajibannya
yang baru.
- Upayakan kemungkinan untuk tetap dapat
beraktifitas dalam dakwah sekolah setidaknya
dalam 2 tahun pertama.

KETERBATASAN SUMBER DAYA

Keberadaan sumber daya baik dana, gedung,


kendaraan, komputer dan manusia adalah sangat
penting dalam menunjang kesuksesan dakwah sekolah.

Tips:
- Upayakan penggalangan dana mandiri dari sumber
tetap alumni, pengurus rohis, para siswa dan orang
tua. Misalnya membuat kartu infaq bulanan, tromol
jum’at di masjid sekolah, dsb. Buatlah laporan
berkala yang transparan dan professional untuk
meningkatkan kepercayaan para donatur.
- Berdayakan peluang bisnis yang ada: penjualan
kaset nasyid, majalah dan buletin, tiket pertunjukan,
dll.
- Upayakan penggalangan potensi sumber daya dari
luar pengurus Rohis. Mintalah bantuan pembina
Rohis atau guru agama Islam untuk mendata para
siswa yang memiliki villa gratis, kendaraan yang
dapat digunakan, dsb.
- Sedapat mungkin menggunakan fasilitas fisik
sekolah yang ada: ruang-ruang kelas, masjid
sekolah, lapangan olah raga, taman, dsb.

ADA APA DENGAN CINTA

Masa remaja tentu saja masa yang sedang penuh


gelora pubertas dan transisi menuju dewasa.
Kecenderungan kepada lawan jenis bahkan berpacaran
sudah menjadi pemandangan biasa dalam dunia remaja
kita. Adalah Islam mengarahkan kita untuk
memanfaatkan masa muda secara positif dan segera
menikah bila kemampuan itu telah tiba. Islam sangat
mengantisipasi perzinahan sedini mungkin.
Mengumbar pandangan, canda dan senyuman, apalagi
berduaan adalah bagian dari panah-panah syaitan.
Maka, aktifis dakwah sekolah pun dapat jatuh
cinta. Bisa kepada sesama aktifis ataupun diluar aktifis
dakwah sekolah. Dimulai dari rapat bersama, berlanjut
diskusi berdua. Mata bertemu mata, lalu cinta tumbuh
bersemi. Jatuh cinta membuat kehadiran si dia selalu
dinanti-nanti. Hambar rasanya kegiatan dan rapat-rapat
bila tidak bertemu dengan idaman hati. Padahal
perasaan itu menjadi malapetaka karena niat kita rusak
dan pahala kita binasa. Perjalanan masih panjang,
sementara biduk pernikahan pun belum terbayang…

Tips:
- Senantiasa menjaga hati dan pandangan.
- Terapkanlah adab-adab Islam dalam pergaulan.
- Segera komunikasikan dengan Allah dalam shalat
malam kita bila benalu cinta mulai meradang.
- Istighfar dan taubat adalah senjata ampuh dalam
menjaga keikhlasan.
- Juga komunikasikan dengan sahabat-sahabat
terdekat, alumni ataupun murobbi kita yang
sekiranya dapat menasehati dan memberi jalan
keluar. Ingat, fitnah wanita adalah bahaya klasik
sejak zaman nabi Adam as hingga hari kiamat kelak.
Bukankah pembunuhan Habil oleh Qabil –keduanya
putera nabi Adam as- disebabkan oleh
permasalahan wanita?

GURU AGAMA MITRA KITA

Ada yang sering lupa bahwa guru agama Islam


adalah mitra dakwah kita. Padahal, merekalah yang
seharusnya paling dekat dengan misi perjuangan kita
karena pengetahuan keagamaan yang mendalam dan
semangat dakwah yang dimilikinya.

Tips:
- Cobalah buka pintu silaturahmi dan komunikasi.
- Berkunjunglah ke rumahnya dan bawalah sekedar
oleh-oleh untuk anggota keluarganya.
- Libatkanlah mereka dalam perencanaan dakwah
kita.
- Akomodasi mereka dalam struktur organisasi kita.
- Hargai mereka sebagai penasehat kita, bukan malah
sebagai rival dakwah kita.
- Ajaklah mereka dalam setiap event dakwah kita
yang utama. Mintalah nasihat dan evaluasinya
terhadap kegiatan tersebut.

HARAKAH DALAM DAKWAH SEKOLAH

Dakwah adalah aktifitas yang penuh dinamika.


Kadang-kadang dinamika dakwah datang dari sesama
para penggeraknya karena perbedaan-perbedaan yang
diterima dengan cara yang tidak bijaksana.
Dinamika dakwah yang demikian tidak
terkecuali terjadi dalam aktivitas dakwah sekolah.
Dalam bahasa lain, dinamika tersebut datang dari
munculnya berbagai fikrah/harakah/gerakan lain di
sekolah.

Tips:
- Kembangkan sikap saling berlomba-lomba dalam
kebajikan.
- Jangan saling memvonis. Kita adalah da’i bukan
penghujat.
- Belajarlah secara obyektif tentang berbagai sejarah,
akar pemikiran dan perbandingan pola gerakan
antar harokah yang ada. Keyakinan terhadap
kelompok harus didasari rasionalitas dan
obyektifitas.
- Kembangkan sikap dialogis. Carilah persamaannya
daripada perbedaannya.
- Jalin kedekatan secara pribadi, rajin silaturahmi dan
tunjukkan sikap bersahabat dan simpatik.
- Berilah teladan dalam perbuatan daripada
menghabiskan waktu berdebat tanpa juntrungan.

DEMAM INQILAB

Pelajar sebagai seorang remaja, sesuai dengan


kondisi psikologisnya, memiliki semangat yang meluap
untuk bersegera menampakkan jati diri yang
ditemukannya.
Dalam proses tarbiyah, proses inqilab
(pembalikan) manjadi satu parameter keberhasilannya,
yaitu adanya perubahan mutarobbi (obyek tarbiyah)
dari jahiliyyah ke islami dalam berbagai aspek
hidupnya.
Seorang remaja dapat sangat militan dan
kadang-kadang berlebihan setelah beberapa waktu
menjalani proses tarbiyah. Oleh karena itu, proses ini
hendaknya dilalui dengan bijaksana, sebagaimana
Rasulullah Saw selalu memotivasi dan mengubah para
pengikutnya dengan jalan yang bijaksana juga.

Tips:
- Selalu melakukan evaluasi (mutaba’ah) atas
perkembangan sikap-sikap mereka setelah
mengikuti tarbiyah. Evaluasi ini dapat dilakukan
dengan menanyakan perkembangan sikapnya
kepada orang yang dekat dengannya atau
keluarganya, selain juga dengan melihat langsung
dari diri si mutarobbi.
- Memahamkan mereka tentang cara bersikap yang
benar dan bijak terhadap lingkungan keluarga dan
mayarakat. Seorang murobbi harus mengenalkan
pentingnya lingkungan (bi’ah) islami bagi
pembentukan kepribadian mutarobbi. Namun, hal
ini pun harus diimbangi dengan pengenalan atas
realitas hidup, yang seringkali -atau malah sama
sekali- tidak mencerminkan lingkungan yang islami.
Mutarobbi pelajar ini mendapat penekanan
pentingnya lingkungan yang baik, tetapi juga dilatih
untuk peduli melakukan perbaikan pada
lingkungan yang tidak baik (tidak islami).
- Mengimbangi materi-materi yang bersifat
memompa militansi dengan materi-materi
hubungan manusia dengan manusia
(hablumminannaas), misalnya berbakti pada orang
tua (birul walidain). Dengan pengimbangan ini
diharapkan seorang mutarobbi dapat bersikap
proporsional dalam menghadapi realitas hidupnya.
- Melakukan pendekatan personal dan pengarahan
(taujih) khusus tentang tarbiyah itu sendiri dan
tentang kearifan bersikap. Langkah ini dilakukan
untuk mutarobbi yang menunjukkan gejala demam
inqilab yang relatif parah.
- Untuk kasus-kasus yang sampai ke tingkat
konfrontasi dengan orang tua, sebaiknya murobbi
membangun komunikasi dan kerjasama dengan
orang tua mutarobbi sehingga dapat dilakukan
terapi yang lebih terarah. Langkah ini juga menjadi
upaya menghindari munculnya persepsi yang salah
tentang tarbiyah, baik dalam pandangan orang tua
maupun masyarakat umum. Hal ini dapat
dimaklumi karena munculnya berita dan sikap yang
‘aneh’ pada diri mutarobbi pelajar akan lebih mudah
tersebar ke lingkungan sekitarnya.

Tugas:
1. Buatlah inventarisasi permasalahan dakwah yang
sering terjadi di sekolah kamu.
2. Buatlah urutan prioritas permasalahan berdasarkan
urutan jumlah kejadian yang paling sering
terjadi/berulang.
3. Analisa penyebabnya dan diskusikan solusinya.
4. Rekomendasikan temuan solusi tersebut kepada
pengurus Rohis yang masih aktif untuk dijadikan
program kerja yang penting.
Tiga Belas,
DAKWAH SEKOLAH IN ACTION

ANTARA IDEALISME DAN REALITAS

Dakwah sekolah memiliki idealisme yang tinggi,


target-target yang komprehensif, perangkat-perangkat
program dan sarana yang integratif, sebagaimana yang
telah panjang lebar dijelaskan di muka. Hal ini
berangkat dari keyakinan akan urgensi dan peran
dakwah sekolah yang sangat besar; menyiapkan
generasi baru yang cerdas, taqwa dan kuat. Merekalah
yang akan menjadi pelopor perubahan kelak, generasi
yang akan memikul beban dakwah ini untuk mencapai
tujuan-tujuannya.
Namun, dalam kenyataannya tidaklah mudah
segenap konsep dakwah sekolah ini untuk diterapkan.
Apakah konsep dakwah sekolah ini sekedar teori belaka
atau konsep yang dapat –atau bahkan pernah-
diimplementasi.
Pertanyaan-pertanyaan ini adalah hal yang
wajar. Sebagaimana Allah Swt pun telah menjadikan
Rosulullah Saw sebagai “contoh hidup” bagaimana
segenap nilai-nilai Islam terimplementasi dalam diri
seorang manusia agar mudah dan menimbulkan
optimisme bagi manusia untuk mencontohnya.
Berikut ini adalah kisah perjalanan seorang
aktifis dakwah sekolah di SMA (sekarang SMU) Negeri
di bilangan Pasar Minggu Jakarta Selatan di era 90-an.

GITA DAKWAH DARI SMA

Masih ingat film “Gita Cinta dari SMA”-nya


Yessy Gusman di era 80-an? Tentu saja film tersebut
tidak ada hubungannya dengan dakwah sekolah yang
kita angkat.
Namun, judul film tersebut menginspirasikan
saya bahwa bukan hanya “cinta” saja yang bermekaran
semasa SMA. Tetapi kader-kader dakwah nan belia pun
dapat tumbuh subur sejak bangku sekolah. “Gita
Dakwah dari SMA” barangkali judul yang cocok bagi
mereka.
Pesantren kilat yang ramai pesertanya,
Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) yang meriah dan
sumringah, Tafakkur Alam yang heboh dan berkesan,
jilbab-jilbab yang tumbuh subur bagai cendawan di
musim hujan, ucapan salam yang banyak bertebaran,
hingga rame-rame kerja bakti membersihkan musholla -
termasuk mencuci karpet dan sajadah-, menjadi
kenangan manis yang sulit terlupakan. “Masa yang
paling indah, masa-masa di sekolah..” demikian barangkali
liriknya Obbie Messakh dapat dianalogikan.

Awal Bersentuhan dengan Dakwah Sekolah


Pada suatu hari di bulan Juli 1989, saya resmi
mulai memasuki SMA yang cukup favorit di Jakarta.
Rasa senang, bahagia sekaligus bangga menyelimuti
hati saya dalam menapaki hari-hari yang indah untuk
mewujudkan cita-cita. Sebenarnya saya agak minder
juga memasuki dunia yang serba baru ini, bergaul
dengan “orang umum”, lingkungan yang campur baur
antara laki-laki dan wanita, vocabulary gaul yang banyak
‘nggak nyambung; maklumlah saya berasal dari
pesantren dan cenderung ‘kuper’ (kurang pergaulan).
Apalagi selaku siswa baru, mereka menggunakan
seragam “kebesaran” SMP-nya masing-masing yang
bercelana pendek, sementara saya sendirian bercelana
panjang; menjadi pusat perhatian senior-senior dan juga
kawan seangkatan.
Pada hari Minggu, kira-kira pekan kedua masuk
sekolah, saya mengikuti kegiatan penyambutan siswa
baru yang diadakan oleh Rohis atau istilah lainnya
“Pengurus Mushalla”. Kegiatan utamanya rujakan
bareng bersama kakak-kakak kelas yang baek-baek itu
lho.. Bentuknya seperti mentoring, satu kelompok
sekitar 7 orang, di halaman sekolah yang rindang.
Sambil kepedesan makan rujak mulailah kakak-kakak itu
bercuap-cuap tentang Rohis, kegiatan-kegiatannya,
keuntungannya, dan seterusnya. Kesan saya cukup
baik, bahkan saya merasa at home di Rohis. Mereka
orang baik, pintar dan care dengan adik-adik kelasnya.
Begitulah interaksi saya yang pertama dengan dakwah
sekolah..

Tahap Pembentukan Akhir


Dakwah di sekolah kami ketika itu sebenarnya
mulai berkembang. Namun masih terbilang embrio,
walaupun embrio dakwah sudah mulai ada pada
angkatan-angkatan sebelumnya. Barangkali semacam
fase akhir dari “Tahap Pembentukan” dalam dakwah
sekolah, karena jumlah kader secara perlahan tapi pasti
mulai tumbuh dalam jumlah yang lumayan.
Angkatan saya adalah angkatan ’92. Pada
awalnya, angkatan saya -para alumni ‘rujakan’- yang
menjadi penggerak dakwah di angkatan hanya sekitar 6
orang saja, yang kemudian berkembang menjadi sekitar
25 orang penggerak inti dalam satu tahun.
Kegiatan pun masih sederhana namun cukup
variatif. Kultum menjelang shalat zhuhur berjama’ah di
mushalla, majalah dinding, perpustakaan, ceramah
setelah shalat jum’at, PHBI dan sebagainya.
Rekrutmen kader dan dakwah dilakukan secara
fardiyah. Satu-satunya kegiatan rekrutmen yang cukup
besar adalah Studi Islam Ramadhan (SIR) yang biasa
diadakan setahun sekali di sekolah. Itu pun tidak begitu
efektif menjaring kader karena program yang terlalu
umum dan pengkondisian yang belum efektif. Walau
pun demikian, kader-kader dakwah tetap bermunculan
walaupun relatif agak lambat.

Tahap Pertumbuhan
Pada tahun 1990, saat menjelang kenaikan ke
kelas II, saya ditunjuk menjadi ketua panitia Tafakkur
Alam (TA). Ini adalah kegiatan baru dan ide yang
kreatif memecah kebekuan dan kejenuhan program-
program dakwah yang selama ini ada. Kegiatan TA
pada waktu itu betul-betul “tafakkur alam” yang
sesungguhnya; berkemah di lereng gunung, medan
yang terjal, kabut yang tebal dan –tentu saja- air terjun
yang indah. Lokasi yang dipilih adalah Curug Nangka,
sebuah lereng air terjun di sebuah Gunung di Bogor,
Jawa Barat. Walhasil, kegiatan ini banyak menyedot
minat para peserta yang sebelumnya tidak begitu
berminat dengan kegiatan dakwah.
Pada hari yang ditentukan, berangkatlah kami
menuju tempat yang ditentukan. Dengan menggunakan
bus Metromini kami berangkat dari halaman sekolah.
Karena peserta membludak, maka banyak yang berdiri
tidak kebagian tempat duduk. Bus tersebut –dulu
masih beratap pendek- tentu saja sangat “nyaman” bagi
peserta yang berdiri karena harus membungkuk berjam-
jam..
Karena jarak yang jauh dan medan yang terjal,
akhirnya kami tiba malam hari -sangat terlambat dari
yang ditentukan. Itupun masih harus berjalan kaki
sekitar 1 jam lagi menuju lokasi perkemahan, mendaki
di tengah rintik hujan, jalan becek dan curam, serta di
kegelapan malam. Letih, capek, dingin, lapar dan mual
mulai dirasakan peserta –terutama para wanita. Wah..,
betul-betul perjalanan yang melelahkan..
Kabut yang tebal dan udara yang dingin
menusuk tulang masih pekat menyelimuti kami di
keheningan dini hari. Taburan gugusan bintang-bintang
di langit yang cerah dan amat indah, ditingkahi dengan
berbagai bunyi-bunyian zikir serangga-serangga
gunung menambah khidmat tahajjud kami. Ya Allah..,
betapa kecil dan kerdilnya hamba-Mu ini di tengah
lautan ciptaan-Mu yang amat hebat dan luas.
“(Dia) yang telah menciptakan 7 lapis langit
bertingkat-tingkat. Engkau tidak akan mendapati dari
ciptaaan Ar-Rahman itu sesuatu yang cacat..” (Al Mulk : 3)
“Apakah kalian lebih sulit penciptaannya dari pada
langit? Padahal langit telah kami tegakkan.” (An Nazi’at:27).
Betapa lalai dan sombongnya kami dalam
kesibukan dunia hingga melalaikan dzikir dan taat
kepada-Mu selama ini. Tanpa terasa, air mata menitik.
Semakin lama semakin deras membasahi pipi dan
sajadah tempat bersujud. Jiwa menengadah ke langit,
memohon ampun dan taubat-Nya yang amat luas tidak
terbatas.
Wahai Allah Pemilik segala dan Penguasa jagad raya.
Dosa-dosa kami amatlah banyak bagaikan pasir di pantai dan
taburan bintang yang tiada terbilang. Dengan kasih sayang-
Mu, hamba memohon ampunan dari-Mu yang amat luas
tidak terbatas….
Hawa sejuk kerinduan dan kecintaan merasuki
jiwa secara perlahan. Menumbuhkan keimanan dan
menepiskan kepalsuan. Menyalakan keberanian dan
membuang kepengecutan. Sinar hidayah yang terang
benderang baru saja mengusir awan gelap kejahiliyahan
….
Sebenarnya, kegiatan TA ini cenderung gagal
bila dilihat dari pencapaian target-target materi dan
mata acara kegiatan yang telah disusun. Betapa tidak,
baru semenit kegiatan mentoring di pinggir atau batu-
batuan sungai yang indah langsung bubar gara-gara
mulai banyak pendaki gunung yang lain –laki dan
perempuan- tanpa sungkan membuka baju dan mandi
di sungai. Astaghfirullahal ‘adzim.
Ceramah hanya berhasil ba’da subuh.
Sedangkan siang harinya tenda diguyur hujan lebat.
Belum lagi minimnya sarana MCK (mandi, cuci dan
kakus), karena tidak disediakan khusus, kecuali di
sungai yang serba terbuka tadi. Wah…
Namun, rupanya alam secara alami telah
mentarbiyah kami. Mengajarkan banyak hal tentang
hakikat kehidupan dan perjuangan tanpa harus
memberikan materi di papan tulis yang lama dan
panjang-panjang. Jauhnya perjalanan, sulit dan terjalnya
medan, beratnya perlengkapan, hawa dingin bahkan
hujan yang menusuk tulang, pengorbanan waktu dan
uang, hingga pelajaran dari keheningan malam adalah
pelajaran yang lebih mahal dan berkesan.
Walhasil, pengalaman TA pertama ini juga
membuat kami semakin kompak dan solid dalam ber-
‘amal jama’i di sekolah. Kami merasakan bahwa
kegiatan baru ini betul-betul efektif membina jiwa dan
ukhuwah islamiyah. Sejak saat itu, kegiatan Tafakkur
Alam adalah kegiatan primadona kami khususnya
dalam mengkader para calon-calon aktifis dakwah
sekolah yang sangat efektif.
Kegiatan TA berikutnya semakin menarik dan
variatif dan –tentu saja lebih nyaman, karena kita mulai
menggunakan villa-villa yang banyak bertebaran di
jalur Puncak, Jawa Barat. Bayangkan, villa-villa yang
dahulu identik dengan hunian elit dan berbau maksiyat,
sekarang berubah menjadi tempat favorit pengajian-
pengajian. Ceramah agama, hiking, pemutaran film,
nasyid, games, mentoring, olah raga, hingga
muhasabah. Subhanallah.
Maka, pertumbuhan jumlah kader semakin pesat
di angkatan-angkatan berikutnya. Pertumbuhan
kuantitas ini pun dapat diimbangi pula dengan
perkembangan kualitasnya melalui perangkat tarbiyah
yang intensif yang dilakukan oleh para alumni. Hal ini
bisa dilihat dari kemandirian dan kreatifitas mereka
dalam melakukan berbagai manuver dakwah sekolah.
Mulai dari dakwah fardiyah, aktif sebagai pengurus
rohis, menjual majalah-majalah Islam atau bulletin
gratis, hingga yang paling fenomenal dan inovatif :
Pengajian Kelas!
Ya, Pengajian Kelas (PK) adalah kegiatan favorit
kami berikutnya setelah TA. Bayangkan, para aktifis
dakwah sekolah secara serentak berinisiatif mendorong
teman-teman sekelasnya mengadakan pengajian
sepekan sekali di kelasnya sendiri. Mula-mula program
ini tentu saja ditanggapi dengan ragu. Namun,
semangat yang tinggi dan niat yang suci membuat
kegiatan ini cukup sukses ditanggapi para peserta.
Bayangkan, setiap kelas sepekan sekali mengadakan
pengajian kelas secara mandiri. Yang lebih hebat lagi,
pengisi materi adalah teman-teman sekelasnya sendiri
para aktifis dakwah sekolah!
Tentu saja reaksi positif ini tidaklah datang
dengan tiba-tiba. Bukanlah kebetulan bila pada
umumnya para aktifis dakwah itu adalah para jagoan
akademis dan mendominasi 10 besar di kelasnya
masing-masing. Jadi, ajakan mereka mendapat
sambutan karena mereka adalah figur yang disegani :
jujur, berakhlak mulia, berjiwa kepemimpinan dan …
pintar.
Maka, mulailah terjadi gelombang pertumbuhan
kader dan simpatisan sekaligus. Jilbab mulai marak.
Ucapan salam menjadi budaya. Dakwah mulai menjadi
kebutuhan bersama bahkan bagi para pegawai, guru
dan kepala sekolah.

Tahap Pematangan & Perluasan

Para aktifis dakwah dan simpatisan mulai


tersebar di berbagai ekstra kurikuler: Kelompok Ilmiah
Remaja (KIR), Palang Merah Remaja (PMR), Pecinta
Alam, Taekwondo, Peminat Fotografi hingga Kesenian.
Bahkan ketua OSIS dijabat oleh aktifis Rohis 12
angkatan berturut-turut (sampai sekarang)!
Pengaruh dakwah cukup dirasakan oleh seluruh
kalangan sekolah. Karena dakwah telah menyebar,
menembus sekat-sekat musholla dan ekslusifisme,
menembus ruang kelas dan ruang guru, bahkan
pojokan kantin dan posko satpam. Kegiatan-kegiatan
Rohis berarti keberkahan dan rejeki baru buat pegawai-
pegawai kecil itu. Setidaknya ada pesanan nasi bungkus
untuk para panitia kegiatan yang mabit malam hari.
Atau sebaliknya, nasi bungkus dan snack justru akan
banyak mampir ke tempat mereka bila ada kegiatan
besar. Atau bahkan uang tambahan karena banyak
membantu kita membereskan ruangan dan menjaga
keamanan…
Pengajian guru pun mulai diaktifkan.
Kesadaran pun tumbuh perlahan tapi pasti. Guru-guru
wanita mulai berkerudung satu demi satu. Dukungan
kepala sekolah dan guru-guru pun semakin tinggi.
Mereka menganggap dakwah ini adalah program yang
sangat positif; tidak hanya meningkatkan moralitas,
melainkan juga meningkatkan kinerja guru dan prestasi
siswa.
Beberapa siswa pun mulai menggarap adik-adik
kelasnya di SMP almamaternya. Mereka mulai rajin
berkunjung, menyambangi guru dan membina pelajar-
pelajar di mantan sekolahnya tersebut. Diharapkan,
ketika mereka tamat dan masuk SMU, sudah memiliki
kesiapan langsung menjadi aktifis dakwah sekolah.
Setelah tetap mendominasi prestasi belajar di
kelas, para aktifis dakwah sekolah pun banyak yang
diterima di perguruan tinggi favorit, khususnya UI dan
ITB, bahkan program beasiswa di luar negeri. Beberapa
angkatan bahkan memiliki prestasi 10 besar sekolah dan
NEM tertinggi dari kalangan aktifis dakwah sekolah.

Kelanjutan Kiprah Dakwah dan Peran Alumni

Saat ini kami memiliki alumni mantan aktifis


dakwah sekolah sekitar 500 orang tersebar di 12
angkatan. Mereka tersebar dan kuliah di berbagai
kampus seperti UI, ITB, IPB, UNJ, UGM, Unpad, hingga
program paska sarjana di berbagai perguruan tinggi
luar negeri seperti Jepang, Amerika Serikat, Belanda,
Jerman, Australia, Malaysia hingga Mesir.
Tak pelak lagi, mobilitas mantan aktifis dakwah
sekolah ke dalam kampus telah memberikan gairah
baru bagi dakwah disana. Karena mereka telah memiliki
kesiapan fikroh dan pengalaman sejak sekolah. Terbukti
kemudian, diantara alumni tersebut banyak yang
berkiprah bahkan menjadi pemimpin-pemimpin
gerakan Islam di kampus. Mulai dari Rohis tingkat
jurusan, fakultas hingga universitas. Mulai dari ikatan
mahasiswa jurusan, senat fakultas hingga badan
eksekutif tingkat universitas.
Setidaknya ada 4 alumni yang pernah menjabat
menjadi Ketua Senat/Badan Eksekutif Mahasiswa
tingkat universitas dan dianggap berperan besar dalam
mendorong gerbong reformasi tahun 1998 yang lalu:
Ketua BEM UI (2 orang), Ketua Keluarga Mahasiswa
(KM) ITB), dan Ketua BEM IPB.
Juga pimpinan organisasi dakwah tingkat
universitas seperti Ketua SALAM UI, Ketua Rohis UI,
Ketua Keluarga Mahasiswa Islam (Gamais) ITB, dsb.
Selain itu juga puluhan alumni pernah
memegang amanah menjadi ketua senat fakultas, ketua
rohis/sejenisnya dan ketua keputrian di berbagai
fakultas di UI seperti Fakultas Kedokteran Gigi, Ilmu
Keperawatan, Ilmu Komputer, Teknik, Ekonomi, MIPA,
FISIP, FKM, Sastra, dsb. Belum termasuk yang
berkiprah di berbagai kampus lainnya di dalam dan
luar negeri.
Banyak juga alumni yang sudah lulus kuliah dan
mulai berkiprah yang sesungguhnya di masyarakat.
Ada yang menjadi dosen, karyawan swasta, pegawai
pemerintah, wiraswasta hingga aktifis partai politik..
Mudah-mudahan mereka semua tetap menjadi
penggerak-penggerak dakwah dan agen perubahan di
lahan profesinya masing-masing…insya Allah.
Saat ini kami tengah mengkonsolidasikan
kembali potensi-potensi alumni yang besar ini, baik
untuk kepentingan dakwah sekolah maupun untuk
mendukung kiprah mereka di profesinya masing-
masing.

KENYATAAN YANG DAPAT DIWUJUDKAN

Kisah di atas tentu saja bukan sekedar untuk


bahan nostalgia belaka apalagi kebanggaan semata-
mata. Apalagi tentu masih banyak kisah prestasi
dakwah sekolah di berbagai tempat di tanah air yang
amat beragam dan lebih berkualitas.
Kisah ini hendak menegaskan kepada kita
kembali bahwa membentuk generasi dakwah yang
tangguh sejak di sekolah akan membentuk pribadi dan
kiprah mereka hingga puluhan tahun ke depan.
Perubahan yang dihasilkan dalam medan
dakwah sekolah kita saat ini akan berpengaruh pada
wajah bangsa kita ke depan. Juga tahapan-tahapan dan
target-target pencapaian dakwah sekolah bukanlah
mimpi yang mustahil digapai. Ia adalah kenyataan yang
dapat diwujudkan.

Tugas:
1. Buatlah karangan minimal 1 halaman ukuran A-4,
yang bercerita tentang kisah dakwah sekolah yang
sangat berkesan bagi kamu (pengalaman pribadi).
2. Apabila berkenan, kamu dapat mengirimkannya ke
penulis via nugrohow_2000@yahoo.com, untuk
suatu saat dipublikasikan di media-media yang
relevan. Mudah-mudahan kawan-kawan di tempat
lain dapat menarik manfaat dari pengalaman kamu.
Empat Belas,
MEMBENINGKAN HATI,
MEMBANGUN GENERASI

MEMBENINGKAN HATI

Pada esensinya, dakwah adalah tentang


bagaimana melunakkan hati. Seorang laki-laki perkasa
semacam Umar bin Khattab ra tidaklah beriman karena
keperkasaan fisiknya dikalahkan, melainkan hatinya
telah ditaklukkan dengan lantunan ayat-ayat Al Qur’an.
Maka, seorang da’i harus menghidupkan
hatinya sebelum menaklukkan hati orang lain.
Sebagaimana Rasulullah saw. memberi isyarat dengan
hidup dan mati, maka bagaimana mungkin yang mati
akan menghidupkan sedang yang hidup saja belum
tentu mampu menghidupkan.
Rasulullah saw. bersabda,
“Perumpamaan orang yang selalu berdzikir
(mengingat) Allah dengan orang-orang yang tidak
mengingat-Nya adalah seperti yang hidup dan yang mati.”
(HR Bukhari)
Abbas As-Siisiy mengingatkan, “Hal yang
terburuk pada diri seorang da’i adalah: jika batinnya
bertentangan dengan lahirnya.”
Maka untuk membeningkan hati dekatilah sang
Pemilik Hati. Ketika Allah telah dekat dengan kita,
maka hati kita menjadi bersinar, tulus dan ikhlas, lisan
kita berkesan, sorot mata kita menyejukkan, akhlak kita
menentramkan, dan seruan dakwah kita akan
didengarkan.
Caranya adalah dengan memperbanyak dzikir,
ibadah wajib, ibadah sunnah dan menghindari dosa.
Rasulullah Saw bersabda,
”Bahwasanya Allah Swt telah berfirman: ‘Barang
siapa memusuhi orang yang setia kepada-Ku, maka
sesungguhnya Aku telah menyatakan PERANG terhadapnya.
Dan tidaklah seorang hamba-Ku mendekatkan diri
kepada-Ku dengan sesuatu yang Aku sukai seperti ia
melaksanakan ibadah wajib yang Aku perintahkan. Dan
hamba-Ku mendekatkan dirinya dengan ibadah-ibadah
sunnah sehingga Aku mencintainya.
Dan apabila Aku telah mencintainya, maka Aku
menjadi pendengarannya apabila ia mendengar, menjadi
penglihatannya ketika ia melihat, menjadi tangannya yang ia
gunakan untuk berjuang, menjadi kakinya ketika ia
melangkah.
Dan apabila ia meminta kepada-Ku, pasti Aku
kabulkan. Dan jika ia meminta perlindungan kepada-Ku,
pasti Aku lindungi.’ “ (HR. Bukhari).

KATAKAN DENGAN CINTA

Maka, katakanlah dengan cinta. Ekspresi


cinta yang tulus, lahir dari hati yang bersih. Cinta yang
tulus akan tampak secara dzahir (nyata) dalam bentuk
ekspresi wajah yang cerah, sikap simpatik, dan respon
yang positif terhadap objek dakwah.
Wajah yang senyum dan cerah terasa
menyejukkan dan menarik untuk menikmatinya. Objek
dakwah sekolah akan mendekat dan senang bersahabat
dengan penyeru dakwah yang demikian.
Dari Abu Dzar ra, ia berkata bahwa Rasulullah
saw. bersabda, “Janganlah sekali-kali kamu meremehkan
kebaikan meskipun itu berupa keceriaan wajah tatkala
bertemu saudaramu.” (HR Muslim)
Sebaliknya, seorang penyeru dakwah sekolah
yang selalu memasang wajah sangar dan menjual mahal
senyumnya akan dijauhi objek dakwahnya.
“Maka disebabkan rahmat Allah-lah kamu berlaku
lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu berlaku keras
lagi berhati kasar, tentu mereka akan menjauh dari
sekelilingmu.” (QS Ali Imran 159).
Ekspresi keikhlasan akan tampak dari
kesungguhan seorang da’i dan mujahid. Kesungguhan
itu tampak dari sorot wajah dan keseriusannya
menanggung beban perjuangan. Getaran keimanannya
mampu menggetarkan hati-hati di sekelilingnya.
Seperti kata Hasan Al Bana, “Dari seorang
mujahid, Anda dapat membaca pada raut wajah dan kilauan
matanya, dan mendengar dari gerakan lidahnya semua yang
bergelora di dalam hatinya, kesengsaraan yang ada di dalam
hati, semua tujuannya benar dan bersungguh-sungguh
pelaksanaannya, cita-citanya tinggi dan sasarannya jauh
untuk memenuhi jiwanya.”

MEMBANGUN GENERASI
Seruan dakwah yang lahir dari hati-hati da’i
yang suci, sangat mudah diterima oleh pemuda-
pemuda yang juga berjiwa bersih dan belum banyak
terkontaminasi kecenderungan pragmatis dan ideologis.
Itulah kenyataan sejarah, dimana dakwah selalu
didukung oleh para pemuda. Inilah awal perubahan
besar.
Kalau kita menginginkan perubahan besar di
negeri ini, maka rubahlah generasi muda kita.
Apabila kita ingin merubah generasi muda kita,
rubahlah diri kita terlebih dahulu.
Oleh karena itu,

“Tegakkanlah Islam di hatimu, niscaya ia akan tegak


di bumi-mu!”

Alhamdulillah.
DAFTAR PUSTAKA

1. Al Banna, Hasan. 1998. Risalah Pergerakan. Solo : Era


Intermedia.
2. Al Banna, Hasan. 2002. Figur Pemuda Islam. Jakarta :
Cahaya Press.
3. Al Banna, Hasan, Terj. 1999. Memoar Hasan Al Banna.
Solo : Era Intermedia.
4. As-Siisiy, Abbas. 2001. Bagaimana Menyentuh Hati.
Solo : Era Intermedia.
5. Al Ghadban, Munir Muhammad, Terj. Aunur Rafiq.1992.
Manhaj Haraki dalam Sirah Nabi Saw. Jakarta : Rabbani
Press.
6. Al Mubarakfuri, Shafiyur Rahman, Terj. Rahmat. 1998.
Sirah Nabawiyah. Jakarta : Robbani Press.
7. Matta, Anis. 2002. Model Manusia Muslim. Bandung :
Asy Syamil.
8. Partai Keadilan. 2001. Pedoman Dakwah Sekolah 1422
H. Jakarta.
9. Siddiq, Drs. Mahfudz. 2001. Risalah Dakwah Thulabiyah.
Bekasi : Pustaka Tarbiatuna.
ALAMAT-ALAMAT WEBSITE

A. ROHIS ON THE WEB

Alamat Muatan
http://www31.brinkster.com/exsis Forum Pelajar Islam se-
Cimahi, Jawa Barat
http://www.geocities.com/rohis5 Rohis SMU Negeri 5
Pekanbaru
http://farois.tripod.com Rohis SLTA se-
Surakarta
http://fords.4t.com Forum Dakwah Sekolah
se-Sumatera Selatan
http://rohisna.tripod.com Rohis SMK Negeri 2
Bogor.
http://www.al-uswah.8k.com Rohis SMUN 1 Jogja
http://geocities.com/planetsmuda SMUN 2 Kediri
http://rohis70.tripod.com Rohis SMU Negeri 70
Jakarta
http://rohis89.cjb.net Rohis SMU Negeri 89
Jakarta
http://rohis78.8k.com Rohis SMU Negeri 78
Jakarta
http://roisnews.tripod.com Rohis SMU 3 Surakarta

http://ski2sby.cjb.net Rohis SMU Negeri 2


Surabaya
http://www.skismunsa.cjb.net Rohis SMUN 1 Kota
Mojokerto.
http://www.remaja-masjid.cjb.net Remaja Masjid SMU
Negeri 1 Sooko,
Mojokerto
http://ski1.cjb.net Rohis SMU Negeri 1
Surabaya
http://www.fupmi.tk Komunitas Pelajar dan
Mahasiswa Gunung Madu,
Lampung.

B. LSM DAN ORMAS

Alamat Muatan
http://www.iqroclub.org LSM Iqro Club
http://kapmi.tripod.com Kesatuan Aksi Pelajar
Muslim Indonesia
http://www.islamuda.com Buletin dakwah untuk
remaja
http://amalnet.on.to Layanan pembuatan
website gratis untuk
remaja masjid, SKI, dan
organisasi Islami
http://www.narkoba-metro.org/ Narkoba

C. INFORMASI PENDIDIKAN DAN BEASISWA

Alamat Muatan
http://www.pdk.go.id Situs Depdiknas yang
juga memuat kalender
pendidikan, info NEM,
perguruan tinggi,
lembaga kursus, belajar
ke luar negeri,
pendidikan jarak jauh,
universitas terbuka, dll.
http://ebtanas.org Laporan hasil NEM dan
peringkat sekolah.
http://www.pendidikan.net Pusat informasi
pendidikan dan beasiswa
S1, S2, S3 dari dalam
dan luar negeri.
http://www.iptek.net.id Informasi IPTEK dan
beasiswa dari instansi
atau badan pemerintah,
yang berasal dari
negara-negara maju.
http://www.smu-net.com Informasi pendidikan
yang bersifat lokal,
nasional maupun
internasional.
http://www.akademianet.com Seleksi mahasiswa baru,
informasi perguruan
tinggi top, direktori
kampus di dalam dan luar
negeri, SMU online, dsb.
http://www.edupedia.com/eduInd Informasi pendidikan
dan sekolah, termasuk
info program studi
terbaik di Indonesia,
kuliah di luar negeri, dll.
http://www.usembassyjakarta.org Info studi di Amerika
/aminef dan beasiswa.
http://webmahasiswa.hey.to Info beasiswa dan studi
ke luar negri khusus
buat pelajar Indonesia
untuk program
pertukaran mahasiswa,
master maupun doktoral.

http://www.kamalindo.com/ Pusat informasi kuliah,


beasiswa di Jepang
termasuk tips praktis.
http://www.pts.co.id/ Informasi terlengkap,
akurat, dan terkini
tentang Perguruan Tinggi
Swasta di Indonesia.

D. LAIN-LAIN

Alamat Muatan
http://www.cybernasyid.com Download nasyid. Ada
teks-teks nasyid juga.
http://www.masjid.or.id/link Kumpulan Link Islam
Lengkap dalam dan luar
negeri: Majalah-majalah,
organisasi dakwah, LSM,
Ormas, dsb.
GALERI FOTO: PELAJAR IN ACTION

“Segera sahkan RUU Sisdiknas”

“Pertegas sanksi pelanggaran dalam RUU Sisdiknas!”


“Berikan Kami Kebebasan Berjilbab!”
“Tindak pornografi!!!”

“Bersatulah Indonesiaku”
Demo pun tak lupa sholat.

Berbaris dengan santun.


Curriculum Vitae

NUGROHO WIDIYANTORO, S.T., lahir 1 Juni 1974 di


Jakarta. Setelah menamatkan SLTP di Pondok Pesantren
Darunnajah Ulujami Jakarta, beliau memulai pengalaman dakwah
sekolahnya sebagai Ketua Musholla SMUN 28 Jakarta periode tahun
1990-1991, semasa dengan puncak revolusi jilbab di sekolah.
Mantan juara I menulis puisi se-Pondok Pesantren
Darunnajah ini kemudian mendirikan Lembaga Dakwah Sekolah
(LDS) SMUN 28 bersama beberapa alumni pada tahun 1995 - sebagai
wadah alumni untuk menyokong penuh berbagai kegiatan dakwah di
sekolah. Pada tahun 2002 turut pula mendirikan Yayasan Keluarga
Alumni Muslim SMUN 28 (KALAM 28) sebagai wadah yang lebih luas
bagi seluruh alumni muslim menyalurkan segenap potensinya bagi
almamaternya. Beliau juga memiliki pengalaman berharga dalam
dakwah kampus sebagai Ketua Bidang Mentoring Agama Islam
Kerohanian Islam (Rohis) Fakultas Teknik Universitas Indonesia
(FTUI) pada periode 1994-1995, Wakil Ketua Lembaga Dakwah
Kampus (LDK) FTUI periode 1995-1996, Litbang Senat Mahasiswa UI
(SMUI) periode 1995-1996, Ketua Rohis SMUI pada tahun 1996,
pendiri Forum Ukhuwah dan Studi Islam (FUSI) FTUI dan menjadi
Ketua Badan Pengawas (BP)–nya yang pertama periode 1996-1997.
Lulusan Teknik Industri FTUI pada tahun 1997 yang saat ini
berbisnis di bidang teknologi informasi ini, juga aktif pada lembaga
pusat kajian pelajar dan pemuda regional Asia–Pacific Youth &
Student Foundation di Jakarta. Selain itu juga menjadi konsultan
ahli pada LSM Iqro’ Club yang saat ini menangani mentoring agama
Islam di 50 SLTA di Jakarta yang melibatkan peserta sekitar 6000
pelajar. Saat ini juga banyak menggarap pelatihan-pelatihan pada
berbagai LSM dakwah sekolah di Jakarta, Bandung, Jogja,
Surabaya, Lampung, Palembang, Jambi, Bengkulu, Pekanbaru,
Padang, Medan, hingga Aceh.
Buku “Panduan Dakwah Sekolah: Kerja Besar untuk
Perubahan Besar” ini merupakan edisi revisi “Dakwah Sekolah di
Era Baru” (Era Intermedia, 2002) yang akan disusul buku serial
dakwah sekolah berikutnya “Gita Dakwah dari SMA”, “Mencetak
Kader Belia”, dan “Dakwah Fardiyah Murah Meriah”.
Saat ini penulis tinggal di Pasar Minggu, Jakarta bersama
istri dan seorang putra tercinta. Kontak dapat dilakukan melalui
email nugroho@primainti.com.
Downloaded from : adssmp.blogspot.com