Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK TENAGA LISTRIK

PENGAMAN HUBUNG SINGKAT (MINIATUR CIRCUIT BREAKER/MCB)

Kelas LT 2B

Oleh: Penanggung jawab : Itta Qullaha S. Anggota: Dwiono Parasdyo Farikha Himawati Gustaf Ade R. (3.39.10.0.10) (3.39.10.0.07) (3.39.10.0.08) (3.39.10.0.09)

PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


2012

PENGAMAN HUBUNG SINGKAT


(MINIATUR CIRCUIT BREAKER/MCB)

1. Tujuan Setelah melaksanakan kegiatan praktikum ini mahasiswa diharapkan dapat: Mahasiswa dapat menentukan dan menjelaskan karakteristik Miniatur Circuit Breaker (MCB) Mahasiswa dapat memilih MCB sesuai dengan tujuan pemakaian Mahasiswa dapat mengetahui dan menjelaskan prinsip dari MCB Mahasiswa dapat menjelaskan cara kerja dari MCB

2. Pendahuluan MCB (Miniatur Circuit Breaker) adalah suatu alat pengaman pemutus rangkaian listrik yang bekerja secara otomatis. MCB berfungsi sebagai pengaman terhadap gangguan arus beban lebih maupun gangguan arus hubung singkat atau pengaman kedua gangguan itu. MCB dilengkapi dengan elemen magnetis untuk pengaman hubung singkat. Terdapat bermacam-macam MCB antara lain: H, Z, G, L, U, K, dan V yang satu dengan yang lain mempunyai sifat/karakteristik yang berbeda sesuai dengan tujuan pemakaiannya. Miniatur Circuit Breaker (MCB) berfungsi sebagai peralatan pengaman terhadap gangguan hubung singkat dan beban lebih yang mana akan memutuskan secara otomatis apabila melebihi dari arus nominalnya, elemen penting MCB yaitu : Terminal trip (Bimetal) Elektromagnetik trip (coil)

Pemadam busur api Mekanisme pemutusan Berdasarkan konstruksinya, maka MCB memiliki dua cara pemutusan yaitu : pemutusan bersarkan panas dan berdasarkan elektromagnetik. Pemutusan berdasarkan panas dilakukan oleh batang bimetal, yaitu : perpaduan dua buah logam yang berbeda koefisien muai logamnya. Jika terjadi arus lebih akibat beban lebih, maka bimetal akan melengkung akibat panas dan akan mendorong tuas pemutus tersebut untuk melepas kunci mekanisnya. Proteksi Beban Lebih (overload) (simbol seperti kotak dengan sisi terbuka di kiri), Fungsi ini akan bekerja bila MCB mendeteksi arus listrik yang melebihi ratingnya. Misalnya, suatu MCB mempunyai rating arus listrik 6A tetapi arus listrik aktual yang mengalir melalui MCB tersebut ternyata 7A, maka MCB akan trip dengan delay waktu yang cukup lama sejak MCB ini mendeteksi arus lebih tersebut. Lamanya waktu pemutusan arus ini tergantung dari besarnya arus listrik. Semakin besar tentu akan semakin cepat. Fungsi strip bimetal ini disebut dengan Thermal Trip. Saat arus listriknya sudah putus, maka bimetal akan mendingin dan kembali normal. MCB bisa kembali mengalirkan arus listrik dengan mengembalikan ke posisi ON. Proteksi Hubung Singkat (Short Circuit) (simbol lengkungan)

Pemutusan berdasarkan elektromagnetik dilakukan oleh koil, jika terjadi hubung singkat maka koil akan terinduksi dan daerah sekitarnya akan terdapat medan magnet sehingga akan menarik poros dan mengoperasikan tuas pemutus. Untuk menghindari dari efek lebur, maka panas yang tinggi dapat terjadi bunga api yang pada saat pemutusan akan diredam oleh pemadam busur api (arc-shute) dan bunga api yang timbul akan masuk melalui bilah-bilah arc-shute tersebut. Fungsi proteksi ini akan bekerja bila terjadi korsleting atau hubung singkat arus listrik. Terjadinya korsleting akan menimbulkan arus listrik yang sangat besar dan mengalir dalam sistem instalasi listrik rumah. Bagian MCB yang mendeteksi adalah bagian magnetic trip yang berupa solenoid (bentuknya seperti coil/lilitan), dimana besarnya arus listrik yang mengalir akan menimbulkan gaya tarik

magnet di solenoid yang menarik switch pemutus aliran listrik. Sistem kerjanya cepat, karena bertujuan menghindari kerusakan pada peralatan listrik.

Ket:
Actuator Lever atau toggle switch Switch mekanis Kontak arus listrik Terminal Bimetal Baut untuk kalibrasi Solenoid Coil Pemadam busur api

3. Peralatan ACPS 220 V Trafo Arus 2000 VA Tang Ampere Stop Watch MCB IN=2A Kipas Angin Kabel Jumper : 1 buah : 1 buah : 1 buah : 1 buah : 1 buah : 1 buah : 20 buah

4. Gambar Rangkaian

Tang Ampere

220 V

MCB

VACPS

TRAFO ARUS 2000 VA

Gambar 1.1 Rangkaian MCB Karakteristik Panas

Tang amper

A
220 V MCB

VACPS

TRAFO ARUS 2000 VA

Gambar 1.2 Rangkaian MCB Karakteristik Dingin

5. Langkah Kerja A. Percobaan MCB Karakteristik Panas

1. Memastikan alat dan bahan yang digunakan dalam keadaan baik dan tidak rusak, lalu membuat rangkaian seperti gambar diagram rangkaian, ACPS pada kedudukan 0 V dan MCB pada kedudukan ON. 2. Menghubungkan rangkaian pada sumber tegangan 220 V. 3. Memutar pemilih tegangan ACPS sampai Tang Ampere menunjukkan 4 kali arus nominal (8A) hingga MCB terbuka atau trip.

4. Meng ONkan MCB bersamaan dengan mengaktifkan Stop Watch. 5. Menunggu sampai MCB membuka atau trip. 6. Pada saat MCB bekerja atau trip, bersamaan dengan itu hitungan pada Stop Watch dihentikan. 7. Mencatat hasil pengamatan lamanya MCB trip ke dalam tabel. 8. Mengulangi langkah No. 3 sampai dengan 7 dengan setting arus yang diminta. B. Percobaan MCB karakteristik Dingin

1. Memastikan alat dan bahan yang digunakan dalam keadaan baik dan tidak rusak, lalu membuat rangkaian seperti gambar diagram rangkaian, ACPS pada kedudukan 0 V dan MCB pada kedudukan ON. Siapkan kipas angin untuk mendinginkan MCB. 2. Menghubungkan rangkaian pada sumber tegangan 220 V. 3. Memutar pemilih tegangan ACPS sampai Tang Ampere menunjukkan 4 kali arus nominal (8A) hingga MCB terbuka atau trip. 4. Meng ONkan MCB bersamaan dengan mengaktifkan Stop Watch. 5. Menunggu sampai MCB membuka atau trip. 6. Pada saat MCB bekerja atau trip, bersamaan dengan itu hitungan pada Stop Watch dihentikan. 7. Mencatat hasil pengamatan lamanya MCB trip ke dalam tabel. 8. Mengulangi langkah No. 3 sampai dengan 7 dengan setting arus yang diminta. 9. Jika semua percobaan telah selesai dilakukan periksa alat kembali dan kembalikan ke tempat semula.

6. Data Percobaan Tabel 1.1 MCB Karakteristik Panas

No. 1. 2 3. 4. 5. 6.

In = 2 A 3 4 5 6 7 8

X Arus Nominal 1.5 2 2.5 3 4 5

Waktu 3 menit 7 s 27 s 16 s 10.5 s 8s 5s

Tabel 1.2 MCB Karakteristik Dingin

No. 1. 2 3. 4. 5. 6.

In = 2 A 3 4 5 6 7 8

X Arus Nominal 1.5 2 2.5 3 4 5

Waktu 5 menit26s 33 s 19 s 14.5 s 8.5 s 6

7. Pertanyaan dan Tugas 1) Gambarkan grafik karakteristik panas dan dingin dalam satu kertas grafik. 2) Jelaskan prinsip kerja dan grafik karakteristik MCB. 3) Apa gunanya karakteristik panas dan dingin? 4) Tunjukkan pada grafik daerah kerja beban lebih dan hubung singkat.

5) Jelaskan cara menentukan bahwa kondisi ELCB masih bagus

Jawab:

1) Grafik karakteristik panas dan dingin. 35 0 t(second)

30 0 25 0 20 0 15 0 10 0 5 0 0

karakteristik panas karakteristik ding in

1,5

2.5

X Arus In
4 5 5s 6s

X Arus nominal Karakteristik panas Karakteristik dingin

1.5 187 s 326 s

2 27 s 33 s

2.5 16 s 19 s

10.5 s 8 s 14.5 s 8.5 s

2) MCB bekerja dengan cara pemutusan hubungan yang disebabkan oleh aliran listrik lebih dengan menggunakan electromagnet/bimetal. cara kerja dari MCB ini adalah memanfaatkan pemuaian dari bimetal yang panas akibat arus yang mengalir untuk memutuskan arus listrik. Dan ketika terjadi hubung singkat, Pemutusan berdasarkan elektromagnetik dilakukan oleh koil, maka koil akan terinduksi dan daerah sekitarnya akan terdapat medan magnet sehingga akan menarik poros dan mengoperasikan tuas pemutus.Grafik karakteristik MCB digunankan untuk membandingkan lama pemutusan ketika terjadi beban lebih antara MCB dengan karakteristik panas dan dingin.dari gambar

karakteristik tersebut diperoleh lama waktu selama pemutusan saat terjadi beban lebih, bahwa pemutusan dengan MCB dengan karakteristik panas lebih cepat daripada pemutusan karakteristik dingin hal ini diakibatkan karena MCB dengan karakteristik panas masih menyimpan panas yang diakibatkan beban lebih. 3) Pada percobaan yang telah dilakukan bahwa kegunaan dari MCB dengan karakteristik panas dan dingin adalah untuk melakukan pengujian pada MCB tersebut apakah bimetal ataupun cara kerja elektromagnetik pada MCB masih dalam keadaan baik atau tidak. Jika diketahui menggunakan karakteristik panas dan saat beban lebih tidak segera mungkin memutuskan atau bahkan lama maka dapat diketahui kondisi MCB tersebut dalam keadaan rusak 4)

Grafik hubung singkat

Grafik beban lebih

Pada grafik diatas pengaman MCB terdiri atas pelepas beban lebih dan elektromagnetik. Yang masing masing bekerja jika terdapat beban lebih dan elektromagnetik. Pada umumnya MCB terdiri dari dua arah layanan, yaitu pada daerah sampai 3 kali arus MCB pengaman yang bekerja pada logam bimetal sedangkan pada daerah <3 kali arus rating MCB yang bekerja adalah elektromagnetik. 5) Cara menentukannya adalah dengan cara memberi arus hubung singkat atau beban lebih seperti yang dipraktikkan pada percobaan 1. Jika mcb yang dibei hubung singkat tidak

memutuskan toggle switch yang ada pada mcb, maka bisa dikatakan MCB tersebut dalam keadaan rusak. Dan ketika diberi beban lebih ternyata waktu pemutusannya lama, padahal arusnya sudah melebihi dari arus nominal MCB, maka MCB tersebut tidak layak pakai. 6) Kesimpulan dari percobaan di atas yaitu: a) Tentang pengaman hubung singkat adalah bahwa jika terjadi arus lebih akibat beban lebih, maka bimetal akan melengkung akibat panas dan akan mendorong tuas pemutus tersebut untuk melepas kunci mekanisnya dan Pemutusan berdasarkan elektromagnetik dilakukan oleh koil, jika terjadi hubung singkat maka koil akan terinduksi dan daerah sekitarnya akan terdapat medan magnet sehingga akan menarik poros dan mengoperasikan tuas pemutus. b) Dan cara untuk menentukan kondisi dari MCB adalah dengan cara memberi beban lebih dan arus hubung singkat pada MCB tersebut. Jika MCB tersebut memutuskan kontak ketika diberi arus hubung singkat dan beban lebih maka MCB tersebut dalam keadaan baik. c) Dan dalam percobaan yang telah dilakukan pada saat memakai karakteristik panas mengalami cepat trip karena pada saat pengujian panas hasil dari percobaan pertama masih tersimpan dalam bimetal sehingga menyebabkan bimetal dengan mudah melengkung dan mudah trip, sedangkan yang dingin lama karena selama pemanasan kondisi bimetal masih dalam keadaan dingin sehingga memerlukan waktu yang lebih lama daripada karakteristik panas. d) Pengaman hubung singkat lebih cepat bekerja dibandingkan pengaman arus lebih, (0 < x < 1 sekon) . Sedanagkan pengaman arus lebih bekerjanya lebih lama dibandingkan dengan pengaman hubung singkat (x < 1 sekon).

Gambar rangkaian percobaan:

a)

Karakteristik Panas

b)

Karakteristik dingin