Anda di halaman 1dari 112
HAJJBL Ol SEKELILING KITA . WASPADALAH ! gieh >, DAJJAL OW SEKELILING KITA WASPADALAH ! MUKADIMAH oe be cye a i Niece okay > GAD ay aA - AoN a5) aul, os ge: Sha ce ihicien) Saeki es (OES NA SLIT GO SK Beet ORS ie a ee Qa, 5 9 SNS EE CEB; asi» 2 ge or ~o A~er sy) As erie 5 ahi Di dalam Islam segala sesuatu seperti hukum halal, haram, wajib, terlarang, sunnah, makruh, mubah, pasti, mustahil, mumkin, salah, benar, .... semuanya ditetapkan berdasarkan dalil yang logis. Hubungan antara sebuah dalil agama dengan logikanya dapat kita gambarkan seperti hubungan sebuah Pengumuman dengan logikanya. Kalau ada sebuah Papan pengumuman__berbunyi “DILARANG MEMBUANG SAMPAH DISINI’, maka maksudnya dilarang =membuang sampah di tempat manapun di sekitar Pengumuman itu. Bukan hanya membuang sampah di papan Pengumuman itu saja yang dilarang dan di kanan kirinya tidak, karena pengertian seperti itu tidak logis. Dan kalau di sebuah Perempatan jalan ada papan pengumuman bertuliskan “KE SURABAYA’, maka maksudnya ialah jalan yang ditunjuknya itu menuju ke Surabaya, meskipun seandainya papan pengumuman itu dikompas secara lempeng ia akan jatuh lurus ke sebuah pekarangan atau sawah karena jalan tadi berbelok. Mengatakan bahwa pekarangan atau sawah itulah kota Surabaya berdasarkan garis lurus dari papan penunjuk jalan itu tidak benar, dan jalan pemikiran seperti itu tidak logis. Demikian pula kalau sebuah kantor pelayanan