Anda di halaman 1dari 18

PROSES INDUSTRI KIMIA 2 INDUSTRI FORMALDEHID

OLEH : NAMA : SILVIA AGUSTINA KELAS : 4 KIB NIM : 061130401048

DOSEN PEMBIMBING: Ir.ERLINAWATI, M.T.

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA PALEMBANG TAHUN AJARAN 2013

BAB I INDUSTRI KIMIA DARI SENYAWA C1


I.2. INDUSTRI FORMALDEHID I.2.1. Pendahuluan Formaldehid atau metanal merupakan senyawa aldehida yang berbentuk gas dengan rumus kimia H2CO. Formaldehida mulanya disintesis oleh seorang kimiawan Rusia yang bernama Aleksander Butlerov tahun 1859, kemudian diperjelas oleh Hoffman tahun 1867. Formaldehida merupakan elektrofil yang bisa dipakai dalam reaksi subtitusi aromatik elektrolik dan senyawa aromatik, serta bisa mengalami reaksi adisi elektrofilik dan alkena. Formldehida juga bisa mengalami reaksi Cannizaro yang menghasilkan asam format dan metanol dalam keadaan katalis basa. Formaldehida dapat dihasilkan dari pembakaran suatu bahan yang mengandung karbon. Seperti pada asap pembakaran hutan, knalpot kendaraan, dan asam pembakaran tembakau. Di dalam industri, formaldehida biasa digunakan sebagai bahan pencampur dalam proses pembuatan Urea, Fenol dan Melamin. Di dalam atmosfer, formaldehid dihasilkan reaksi cahaya matahari dan oksigen terhadap metana dan hidrokarbon lain yang ada di atmosfer. I.2.2. Sifat Fisika dan Sifat Kimia Bahan Baku dan Produk a. Sifat Fisika dan Sifat Kimia Bahan Baku 1. Metanol (CH3OH) Sifat Fisika Rumus molekul

Berat Molekul

: 32,04 gr/ml

Titik Leleh Titik Didih Density Kemurnian Bentuk Limit Beracun Limit Ledakan (Upper ) Sifat Kimia

: - 97,80 C : 64.70 C : 0,788 pada 200 C : 99, 8 % : Cair : 200ppm : 6.0 vol% in air ( Lower ) 36.5 vol% in air

Metanol yang terbakar di udara dan membentuk karbon dioksida dan air adalah sebagai berikut: 2 CH3OH + 3 O2 2 CO2 + 4 H2O 2. Udara Sifat Fisika Udara terdiri dari dua komponen, yaitu O2 dan N2 Oksigen (O2) Berat Molekul Nomor atom Titik Leleh Titik Didih Berbentuk gas Tidak berwarna Tidak berbau Grade : High Purity : 99.5%O2 low Purity : 90-95% O2 Nitrogen (N2) : 32 gr/ml :8 : - 218,80 C : -1830 C

Berat Molekul

: 28.02 gr/ml

Berupa gas diatomic Tidak berwarna Tidak berbau Mudah menguap Titik Leleh Titik Didih Grade : - 2100 C : -195.800 C : High Purity : 99% N2

Sifat Kimia Oksigen (O2) Larut dalam air Dapat bereaksi dengan semua unsur kecuali halogen Menjadi komponen utama dalam pembakaran Nitrogen (N2) Sedikit larut dalam air Bersifat tidak reaktif Bersifat diamagnetik

b. Sifat Fisika dan Sifat Kimia Produk Sifat Fisika 1. Formaldehida (CH2O) Nama sistematis Rumus molekul : Metanal

Nama Lain : formalin, Formol, Metal Adehid, Metilen oksida Density Titik Didih Titik Leleh Tidak bewarna Mudah terbakar (Toksik) Limit Beracun : 10 ppm : 0,815 pada 200C : -19,300 C : -1170 C

Sifat Kimia Larut dalam air, alkohol dan pelarut pelarut polar. Sedikit larut dalam Ester, Klorofom dan hidrokarbon. Formaldehida lebih reaktif daripada senyawa aldehida lainnya. Mengalami Reaksi substitusi aromatik elektrofilik dan senyawa

aromatik serta bisa mengalami reaksi adisi elektrofilik dan alkena Mengalami reaksi Cannizzaro dalam keadaan katalis basa

I.2.3. Klasifikasi Proses 1. Oksidasi katalitik dehidrogenasi dari metanol 2. Oksidasi metana (LPG) untuk menghasilkan produk hidrokarbon oksigen dimana formaldehid dipisah walau agak sulit. Pada makalah ini , proses yang akan dibahas adalah pembuatan Formaldehid dengan cara oksidasi katalitik dehidrogenasi dari metanol. I.2.4. Reaksi Kimia Dalam proses pembuatan Formaldehid dengan cara Oksidasi Dehdrogenasi dari Metanol terjadi tiga reaksi, yaitu : o CH3OH + O2 o Reaksi Oksidasi

HCOH + H2O
Reaksi Pyrolisis

H = -37 kcal

CH3OH o

HCOH + H2 2 H2O + CO2

H = +19,8 Kcal H = -162 Kcal

Reaksi samping dan Pembakaran Sempurna CH3OH + 3/2 O2

I.2.5. Data Kuantitatif Untuk memproduksi Formaldehide, di perlukan bahan sebagai berikut : a. Basis : 1 ton Formaldehid (90 % yield) Metanol (99 % purity) Udara Berat molekul CH3OH b. Kapasitas pabrik : 10-300 ton/hari I.2.6. Flowsheet (Lihat Gambar I.2) I.2.7. Uraian Proses Oksigen dari udara dimasukkan ke dalam kompresor untuk diatur tekanannya menjadi 0,2 atm. Kemudian udara tersebut dialirkan ke dalam Heat Exchanger 2 untuk dipanaskan. Sehingga didapatkan udara panas yang dimasukkan kedalam Tangki Methanol Evaporator dari bagian bawah. Dari bagian atas tangki Methanol Evaporator dimasukkan bahan baku Metanol. Perbandingan antara Methanol dan udara adalah 30% : 50 %. Di Tangki Methanol Evaporator terjadi perubahan fase Metanol dari cair menjadi uap. Terjadi juga reaksi oksidasi sebagian antara metanol dan oksigen dari udara pada Yangki Methanol Evaporator , sehingga menghasilkan HCOH dan H2O. Hasil dari tangki Methanol Evaporator di alirkan ke Heat Exchanger 1 untuk dipanaskan pada suhu 450 C 600 C. Kemudian dialirkan ke dalam Reaktor Katalitik dari bagian atas untuk ditambahkan katalis berupa Tembaga atau Perak Dengan tujuan mempercepat reaksi. Reaksi yang terjadi dalam Tangki Reaktor Katalitik adalah reaksi Oksidasi, reaksi Pyrolisis, reaksi Samping dan pembakaran sempurna. Dihasilkan HCOH, H2O, H2 dan CO2. o Reaksi Oksidasi 1,04 ton 1760 Nm3 32,04 ton/tmol

CH3OH + O2 o CH3OH o

HCOH + H2O
Reaksi Pyrolisis

H = -37 kcal

HCOH + H2 2 H2O + CO2

H = +19,8 Kcal H = -162 Kcal

Reaksi samping dan Pembakaran Sempurna CH3OH + 3/2 O2

Hasil dari Tangki Reaktor Katalitik di alirkan ke Heat Exchanger 1 untuk didinginkan, kemudian di alirkan ke Heat Exchanger 2 untuk didinginkan kembali. Setelah itu, hasil tadi dialirkan ke Tangki Light Ends Stripper terjadilah pemisahan antara gas yang akan di buang dan yang di gunakan dengan proses pemanasan. Gas yang akan di gunakan di murnikan dengan menggunakan di scrubber. Sementara gas sisa berupa H2 dan CO2 di serap oleh air ke Scrubber untuk dibuang dari bagian atas Scrubber. Selanjutnya gas didinginkan dengan menggunakan sirkulasi eksternal sehingga nanti pada kolom fraksionasi di peroleh Methanol sebesar 15%. Kemudian hasil tadi dialirkan ke Tangki Alkohor Stipper untuk memisahkan metanol sisa reaksi yang bercampur dengan produk dengan proses pemanasan. Di proses akhir ini, akan dihasilkan larutan formaldehida 37% yang dikeluarkan dari bagian bawah tangki. Sementara dari bagian atas Tangki Alkohol Stripper menghasilkan Metanol yang akan direcycle kembali menuju Tangki Methanol Evaporator. I.2.8. Kegunaan Alat Dalam melakukan proses pembuatan Formaldehid, diperlukan alat alat sebagai berikut : o Kompresor Alat ini digunakan untuk mengatur tekanan Oksigen dalam udara menuju ke Heat Exhanger o Heat Exchanger

Alat ini digunakan untuk memanaskan udara dari kompresor serta mendinginkan gas dari Tangki Metanol Evaporator dan Reaktor Katalitik o Methanol Evaporator Alat ini dipergunakan sebagai tempat pencampuran metanol dengan udara dan sebagai tempat terjadinya perubahan fase metanol dari cair ke gas. o Catalytik reaktor Alat ini dipergunakan sebagai tempat terjadinya reaksi kimia dan tempat penambahan katalitik o Light End Stripper Alat ini dipergunakan sebagai tempat terjadinya pemisahan gas-gas sisa dan gas yang akan digunakan dengan bantuan pemanas. o Scrubber Alat ini dipergunakan sebagai tempat terjadinya pembuang gas sisa dan sebagai tempat memurnikan gas yang akan digunakan o Alkohol Stripper Alat ini dipergunakan sebagai tempat terjadinya pemisahan antara Larutan Formaldehida dan Metanol dengan bantuan pemanas. o Heater Alat ini dipergunakan untuk memanaskan gas sehingga terjadi pemisahan di Tangki Light End Stripper dan Tangki Alkohol Stripper I.2.9. Kegunaan Produk o Di dalam industri, Formaldehid biasa digunakan untuk: Untuk Resin Untuk bahan baku Untuk bahan baku n-Poly Formaldehyd Untuk pembuatan Resin Melamin : 55 % : 16 % : 10 % :8%

lainnya adalah untuk bahan baku pembuatan phenol dan pembuatan urea. o Kegunaan lain dari Formaldehida dalam kehidupan:

Pengawet mayat Pembasmi lalat dan serangga penganggu lainnya Pencegah korosi untuk sumur minyak Bahan untuk pembuatan produk parfum Bahan pembuatan pupuk dalam bentuk urea Bahan pengawet produk kosmetika dan pengeras kuku Bahan pembuatan sutera sintetis, zat pewarna, cermin, kaca Pengeras lapisan gelatin dan kertas dalm dunia fotogra I.2.10. Kesimpulan Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa: Formaldehida disebut juga metanal yang merupakan senyawa aldehida yang berbentuk gas dengan rumus kimia H2CO. Proses pembuatan Formaldehida dibagi dengan dua cara OksidasiKatalitik Dehidrogenasi dari Metanol dan Oksidasi metana (LPG) untuk menghasilkan produk hidrokarbon oksigen dimana formaldehid dipisah walau agak sulit. Reaksi yang terjadi dari proses Pembuatan Formaldehida yaitu Reaksi Oksidasi, Reaksi Pyrolisis, Reaksi Samping dan Pembakaran Sempurna. o Reaksi Oksidasi CH3OH + O2 o CH3OH o

HCOH + H2O

H = -37 kcal

Reaksi Pyrolisis

HCOH + H2 2 H2O + CO2

H = +19,8 Kcal H = -162 Kcal

Reaksi samping dan Pembakaran Sempurna CH3OH + 3/2 O2

Penambahan katalis berupa tembaga atau perak cukup berpengaruh pada proses pembuatan Formaldehida guna untuk mempercepat reaksi yang terjadi

Dihasilkan Larutan Formaldehida 37% dan Metanol yang direcycle kembali

Daftar Pustaka Literatur Pelajaran Proses Industri Kimia 2, Dryden/Syntetic Organic Chemical Industries/Formaldehyde. Dewi,Erwana dkk.. 2013. Modul Proses Industri Kimia 2. Teknik Kimia POLSRI: Palembang. http://id.wikipedia.org/wiki/Formaldehida Tanggal 10 Maret 2013, Pukul : 11.42 WIB http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-anorganikuniversitas/kimia-unsur-non-logam/oksigen-dan-oksida/ Tanggal 16 Maret 2013, Pukul 14.23 WIB http://erwantoindonesia.wordpress.com/2012/03/28/makalah-oksigenbelerang-dan-selenida/ Tanggal 16 Maret 2013, Pukul 15.01 WIB http://masriantoch4n1490.wordpress.com/2012/02/02/prarancanganpabrik-formalin-dari-metanol-dan-udara-proses-silver-catalyst/ Tanggal 29 Maret 2013, Pukul 16.10 WIB

LAMPIRAN Formaldehida Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Formaldehida

Nama Sistematis Nama lain Identifikasi Nomor CAS Nomor RTECS SMILES Sifat

Metanal formol, aldehida, metilena [50-00-0] LP8925000 C=O metil oksida

Rumus molekul Massa molar Penampilan Densitas Titik leleh Titik didih Kelarutan dalam air Struktur Bentuk molekul Momen dipol Bahaya Bahaya utama Titik nyala Senyawa terkait Aldehida terkait Senyawa terkait di

CH2O 30,03gmol1 gas tak berwarna 1kgm3, gas -117C (156K) -19,3C (253,9K) > 100g/100 ml (20 C)

trigonal planar 2,33168(1) D beracun, terbakar -53 C asetaldehida benzaldehida keton asam karboksilat atas berlaku mudah

Kecuali dinyatakan sebaliknya, data pada temperatur dan tekanan standar (25 C, 100 kPa) Sangkalan dan referensi

Senyawa kimia formaldehida (juga disebut metanal), merupakan aldehida berbentuknya gas dengan rumus kimia H2CO. Formaldehida awalnya disintesis oleh kimiawan Rusia Aleksandr Butlerov tahun 1859, tapi diidentifikasi oleh Hoffman tahun 1867. Formaldehida bisa dihasilkan dari pembakaran bahan yang mengandung karbon. Terkandung dalam asap pada kebakaran hutan, knalpot mobil, dan asap tembakau. Dalam atmosfer bumi, formaldehida dihasilkan dari aksi cahaya matahari dan oksigen terhadap metana dan hidrokarbon lain yang ada di atmosfer. Formaldehida dalam kadar kecil sekali juga dihasilkan sebagai metabolit kebanyakan organisme, termasuk manusia. Sifat Meskipun dalam udara bebas formaldehida berada dalam wujud gas, tetapi bisa larut dalam air (biasanya dijual dalam kadar larutan 37% menggunakan merk dagang 'formalin' atau 'formol' ). Dalam air, formaldehida mengalami polimerisasi dan sedikit sekali yang ada dalam bentuk monomer H2CO. Umumnya, larutan ini mengandung beberapa persen metanol untuk membatasi polimerisasinya. Formalin adalah larutan formaldehida dalam air, dengan kadar antara 10%-40%. Meskipun formaldehida menampilkan sifat kimiawi seperti pada umumnya aldehida, senyawa ini lebih reaktif daripada aldehida lainnya. Formaldehida merupakan elektrofil, bisa dipakai dalam reaksi substitusi aromatik elektrofilik dan sanyawa aromatik serta bisa mengalami reaksi adisi elektrofilik dan alkena. Dalam keberadaan katalis basa, formaldehida bisa mengalami reaksi Cannizzaro, menghasilkan asam format dan metanol. Formaldehida bisa membentuk trimer siklik, 1,3,5-trioksana atau polimer linier polioksimetilena. Formasi zat ini menjadikan sifat-sifat gas formaldehida berbeda dari sifat gas ideal, terutama pada tekanan tinggi atau udara dingin.

Formaldehida bisa dioksidasi oleh oksigen atmosfer menjadi asam format, karena itu larutan formaldehida harus ditutup serta diisolasi supaya tidak kemasukan udara. Produksi Secara industri, formaldehida dibuat dari oksidasi katalitik metanol. Katalis yang paling sering dipakai adalah logam perak atau campuran oksida besi dan molibdenum serta vanadium. Dalam sistem oksida besi yang lebih sering dipakai (proses Formox), reaksi metanol dan oksigen terjadi pada 250 C dan menghasilkan formaldehida, berdasarkan persamaan kimia 2 CH3OH + O2 2 H2CO + 2 H2O. Katalis yang menggunakan perak biasanya dijalankan dalam temperatur yang lebih tinggi, kira-kira 650 C. dalam keadaan ini, akan ada dua reaksi kimia sekaligus yang menghasilkan formaldehida: satu seperti yang di atas, sedangkan satu lagi adalah reaksi dehidrogenasi CH3OH H2CO + H2. Bila formaldehida ini dioksidasi kembali, akan menghasilkan asam format yang sering ada dalam larutan formaldehida dalam kadar ppm. Di dalam skala yang lebih kecil, formalin bisa juga dihasilkan dari konversi etanol, yang secara komersial tidak menguntungkan. Kegunaan Formaldehida dapat digunakan untuk membasmi sebagian besar bakteri, sehingga sering digunakan sebagai disinfektan dan juga sebagai bahan pengawet. Sebagai disinfektan, Formaldehida dikenal juga dengan nama formalin dan dimanfaatkan sebagai pembersih; lantai, kapal, gudang dan pakaian.

Formaldehida juga dipakai sebagai pengawet dalam vaksinasi. Dalam bidang medis, larutan formaldehida dipakai untuk mengeringkan kulit, misalnya mengangkat kutil. Larutan dari formaldehida sering dipakai dalam membalsem untuk mematikan bakteri serta untuk sementara mengawetkan bangkai. Dalam industri, formaldehida kebanyakan dipakai dalam produksi polimer dan rupa-rupa bahan kimia. Jika digabungkan dengan fenol, urea, atau melamina, formaldehida menghasilkan resin termoset yang keras. Resin ini dipakai untuk lem permanen, misalnya yang dipakai untuk kayulapis/tripleks atau karpet. Juga dalam bentuk busa-nya sebagai insulasi. Lebih dari 50% produksi formaldehida dihabiskan untuk produksi resin formaldehida. Untuk mensintesis bahan-bahan kimia, formaldehida dipakai untuk produksi alkohol polifungsional seperti pentaeritritol, yang dipakai untuk membuat cat bahan peledak. Turunan formaldehida yang lain adalah metilena difenil diisosianat, komponen penting dalam cat dan busa poliuretana, serta heksametilena tetramina, yang dipakai dalam resin fenol-formaldehida untuk membuat RDX (bahan peledak). Sebagai formalin, larutan senyawa kimia ini sering digunakan sebagai insektisida serta bahan baku pabrik-pabrik resin plastik dan bahan peledak. Daftar kegunaan formalin

Pengawet mayat Pembasmi lalat dan serangga pengganggu lainnya. Bahan pembuatan sutra sintetis, zat pewarna, cermin, kaca Pengeras lapisan gelatin dan kertas dalam dunia Fotografi. Bahan pembuatan pupuk dalam bentuk urea. Bahan untuk pembuatan produk parfum. Bahan pengawet produk kosmetika dan pengeras kuku. Pencegah korosi untuk sumur minyak

Dalam konsentrasi yang sangat kecil (kurang dari 1%), Formalin digunakan sebagai pengawet untuk berbagai barang konsumen seperti pembersih barang rumah tangga, cairan pencuci piring, pelembut kulit, perawatan sepatu, shampoo mobil, lilin, dan pembersih karpet

Penggunaan Formalin yang salah Melalui sejumlah survei dan pemeriksaan laboratorium, ditemukan sejumlah produk pangan yang menggunakan formalin sebagai pengawet. Praktek yang salah seperti ini dilakukan oleh produsen atau pengelola pangan yang tidak bertanggung jawab. Beberapa contoh prduk yang sering diketahui mengandung formalin misalnya 1. Ikan segar : Ikan basah yang warnanya putih bersih, kenyal, insangnya berwarna merah tua (bukan merah segar), awet sampai beberapa hari dan tidak mudah busuk. 2. Ayam potong : Ayam yang sudah dipotong berwarna putih bersih, awet dan tidak mudah busuk. 3. Mie basah : Mie basah yang awet sampai beberapa hari dan tidak mudah basi dibandingkan dengan yang tidak mengandung formalin. 4. Tahu : Tahu yang bentuknya sangat bagus, kenyal, tidak mudah hancur, awet beberapa hari dan tidak mudah basi. Pengaruh terhadap badan Karena resin formaldehida dipakai dalam bahan konstruksi seperti kayu lapis/tripleks, karpet, dan busa semprot dan isolasi, serta karena resin ini melepaskan formaldehida pelan-pelan, formaldehida merupakan salah satu polutan dalam ruangan yang sering ditemukan. Apabila kadar di udara lebih dari 0,1 mg/kg, formaldehida yang terhisap bisa menyebabkan iritasi kepala dan membran mukosa, yang menyebabkan keluarnya air mata, pusing, teggorokan serasa terbakar, serta kegerahan.

Jika terpapar formaldehida dalam jumlah banyak, misalnya terminum, bisa menyebabkan kematian. Dalam tubuh manusia, formaldehida dikonversi menjadi asam format yang meningkatkan keasaman darah, tarikan nafas menjadi pendek dan sering, hipotermia, juga koma, atau sampai kepada kematiannya. Di dalam tubuh, formaldehida bisa menimbulkan terikatnya DNA oleh protein, sehingga mengganggu ekspresi genetik yang normal. Binatang percobaan yang menghisap formaldehida terus-terusan terserang kanker dalam hidung dan tenggorokannya, sama juga dengan yang dialami oleh para pegawai pemotongan papan artikel. Tapi, ada studi yang menunjukkan apabila formaldehida dalam kadar yang lebih sedikit, seperti yang digunakan dalam bangunan, tidak menimbulkan pengaruh karsinogenik terhadap makhluk hidup yang terpapar zat tersebut. Nitrogen From Wikipedia, the free encyclopedia 7 N P Periodic table carbon nitrogen oxygen

Jump to: navigation, search Nitrogen (pronounced chemical / element natrdn/) is a that has the symbol Main article: Isotopes of nitrogen Vapor pressure iso NA half-life DM DE (MeV) DP P /Pa 1 10 100 1 k 10 k 100 k13 13 N syn 9.965 min 2.220 C at T /K 37 41 46 53 62 77 14 N 99.634% 14N is stable with 7 neutrons
15

N 0.366%

15

N is stable with 8 neutrons

N and atomic number 7 and atomic mass 14.00674. Elemental nitrogen is a colorless, odorless, tasteless and mostly inert diatomic gas at standard conditions, constituting 78% by volume of Earth's atmosphere. Many industrially important compounds, such as ammonia, nitric acid, organic nitrates (propellants and explosives), and cyanides, contain nitrogen. The extremely strong bond in elemental nitrogen dominates nitrogen chemistry, causing difficulty for both organisms and industry in converting the N2 into useful compounds, and releasing large amounts of energy when these compounds burn or decay back into nitrogen gas. The element nitrogen was discovered by Daniel Rutherford, a Scottish physician, in 1772. Nitrogen occurs in all living organisms.