Anda di halaman 1dari 8

ISOLASI DITERPENOID, TRITERPENOID DAN STEROID

Diterpenaoid : Mempunyai kerangka karbon C20 yang berasal dari 4 satuan isoprene. Diterpena umumnya mempunyai titik didih tinggi, sehingga tidak ada dalam fraksi minyak atsiri meskipun ada juga yang mempunyai titik didih rendah. Dalam Diterpenoid rendah dikenal : hidrokarbon, alcohol, eter dan asam Diterpena asiklik (fitol) merupakan alcohol yang tersebar luas dialam dan merupakan bagian dari molekul klorofil. Ada 3 klas dari diterpena. 1. Diterpena dammar 2. Diterpena racun 3. Giberelin. Ad.1. Diterpena damar. Seperti asam abietat dan asam agatat yang terdapat dalam damar. Di alam senyawa damar berfungsi sebagai pelindung, ketika keluar dari kayu pepohonan waktu terluka, atau sebagai getah tumbuhan herba. Asam abietat terdapat luas dalam damar gimnospermae, terutama dalam pinus. Dalam tumbuhan kacang-kacangan mengandung beberapa diterpena ( as. Hardwikat) Bioaktifitas dari diterpena : 1. Bersifat fungisida 2. Penolak serangga 3. Penarik serangga 4. Antileukimia 5. Anti tumor Ad.2. Diterpena racun. Diterpena yang terdapat dalam tumbuhan yang bersifat racun. Contoh : Grayanatoksin yang terdapat dalam nektar bunga yang menghasilkan madu yang beracun (Ericaceae) Daun beracun adanya senyawa Grayanatoksin (Rhododendron)

Ad.3. Giberelin. Golongan hormon yang merangsang pertumbuhan dan sangat tersebar luas.

Asam giberelat (GA3) adalah giberelin yang paling dikenal, sebetulnya sudah banyak senyawasenyawa giberelin yang dikenal tetapi sangat berkaitan sehingga untuk mengetahuinya dipakai GCMS. Pemisahan Diterpena : 1. GC- MS 2. KLT. 3. HPLC 4. K. kolom 5. KLT preparatif Ad.2. Untuk KLT diterpena dipakai dengan cara yang sama dengan terpenoid lain. Misalnya : memisahkan fitol, isofitol, geranil linalool dan fitil asetat. menggunakan KLT : 1. Fasa diam silikagel GF 254 dan fasa gerak : n-heksana : etil asetat = 17 : 3 2. Fasa diam silikagel- AgNO3 ( 10 : 1) dan fasa gerak petroleum eter.

Deteksi ( pereaksi warna). 1. H2SO4 pekat (10%) 2. Antimon klorida 3. KMnO4 0,2 % Ad. 3. HPLC (KCKT) Ekstrak dilarutkan dalam methanol dan disuntikkan kedalam kolom (25x0,46 cm) Zorbax ODS C18, fasa gerak methanol : air = 9 : 11dan dipantau pada 230 nm.

Ad. 4. K. kolom (serapan) Kromatografi kolom merupakan metode pemisahan dari suatu campuran dalam jumlah yang agak banyak. Kolom yang digunakan mempunyai criteria khusus yaitu perbandingan panjang/diameter minimal (20/1). Adsorben tanpa pengikat (silikagel H, for coulomm) dan perbandingan dengan sampel minimal 40:1 Sampel 5 Gr, silica gel 200gr Pelarut harus disesuaikan dengan ekstrak yang akan dipisahkan atau secara gradient kepolaran (non polar, semi polar, polar)

Pelarut dan adsorben dibuat bubur usahakan tidak ada gelembung udara, baru kemudian masukkan ke dalam kolom. Kolom : 1. diisi adsorben (alumina, silikagel) 2. fasa gerak (benzene atau campuran pelarut) 3. Cuplikan dimasukkan dari atas Setelah dialiri fasa gerak maka : 1. Akan membentuk jalur-jalur serapan dari masing-masing senyawa. 2. Pelarut akan mengangkut komponen-komponen dari campuran. 3. Kecepatan gerak komponen tergantung pada berapa besarnya pelarut tertahan oleh penyerap.

Suatu senyawa yang diserap lemah akan bergerak lebih cepat dari pada yang diserap kuat. Bila perbedaan-perbedaan dalam serapan cukup besar, maka akan terjadi pemisahan sempurna.

Macam-macam penyerap: Zat padat Alumina Untuk memisahkan : Sterol, zat warna, vitamin, ester, alkaloid, Senyawa-senyawa anorganik Silica gel Karbon Magnesium silikat Magnesium karbonat Kalsium hidroksida Kalsium Karbonat Kalsium fosfat Alumunium silikat Pati Gula : Sterol, asam amino : Peptida, karbohidrat, asam amino : Sterol, ester, gliserida, alkaloid : Porpirin : Karocenoida : Karocenoida, xantofil : Enzim, protein, polinucleotida : Sterol : Enzim : Klorofil, xantofil

Pelarut dan produk akan ditampung dalam suatu wadah (fial) yang ditempatkan dibawah kolom.

Hasil k. kolom kemudian di KLT untuk mengetahui adanya senyawa yang dituju. Selanjutnya di KLT preparative dan dimurnikan secara rekristalisasi dan uji kemurnian dengan KLT berbagai pelarut dan KLT 2 dimensi.

Triterpenoid. Senyawa yang mempunyai kerangka karbon berasal dari 6 satuan isoprene dan secara biosintesis diturunkan dari hidrokarbon C30 asiklik (squalena)

Triterpena kebanyakan dalam strukturnya tersubtitusi gugus : alkohol, aldehid atau asam karboksilat. Merupakan senyawa tidak berwarna dan berbentuk kristal, titik leleh tinggi dan aktif optik dan tidak mempunyai cirri khusus. Deteksi : 1. H2SO4 pekat (10%) 2.Lieberman-Burchard (anhidrida asetat : H2SO4 pekat) Dengan adanya LB triterpena dan steroid memberikan warna dari hijau-biru

Triterpena dapat digolongkan : 1. Triterpena 2. Steroid 3. Saponin 4. Glikosida jantung. Golongan (3,4) merupakan triterpen, steroid yang tersubstitusi gula.

Triterpenoid yang tersebar luas dialam : 1. amirin 2. amirin 3. asam ursolat 4. asam oleolenat Senyawa (1,2,3,4) terdapat dalam lapisan malam dari daun dan buah, yang berfungsi sebagai pelindung dari serangan (penolak) serangga dan mikroba.

beta-Amyrin

alpha-Amyrin

Dasar

Kolesterol

Ergosterol

Asam kolat

testosterone

Progesterone

Medrogestone,

Triterpena (Limonina) rasanya sangat pahit, larut dalam lemak dan terdapat dalam buah jeruk Citrus. Termasuk triterpena pentasiklik yang mempunyai aktifitas sebagai anti bakteri. Steroid. Merupakan triterpena yang kerangka dasarnya cincin siklopentana perhidro fenantrena. Banyak ditemukan dalam tumbuhan antara lain : 1. Fitosterol ( terdapat dalam hamper setiap tumbuhan) 2. Sitosterol ( Sitosterol) 3. Stigmaserol 4. Kampesterol

Saponin Adalah glikosida triterpena dan steroid dan banyak terdapat dalam tumbuhan. Saponin merupakan senyawa aktif permukaan dan bersifat seperti sabun serta dapat dideteksi karena dapat membentuk busa dan menghemolisis darah. 1. Saponin dapat meracuni hewan ( saponin alfalfa) 2. Saponin rasa manis ( glisirizin) dari akar manis. 3. Saponin yang umum adalah asam glukoronat

Glikosida Jantung. Glikosida jantung atau kardenolida dan banyak ditemukan dalam tumbuhan. Glikosida jantung adalah racun yang dapat berkhasiat sebagai : 1. Farmakologi terutama terhadap jantung. 2. Senyawa yang penting adalah: oleandrin 3. Sumber suku Scrophulariaceae (digitalis)

Isolasi: 1. Maserasi 2. KLT 3. GS-MS (titik didih rendah) 4. K.Kolom 5. KLT preparatif 6. Pemurnian 7. Uji kemurnian a. KLT berbagai pelarut b. KLT 2 dimensi

Karaktersistik/ Penentuan struktur molekul: 1. UV 2. IR 3. NMR 4. LC.MS

Penelitian Triterpena. 1. Sampel (500gr) dimaserasi dengan n-heksan/eter untuk menghilangkan lemak 2. Sampel (500gr) dimaserasi dengan etanol 3. Ekstrak dievaporasi 4. Ekstrak kental dihidrilisi untuk membebaskan glikosida (aglikon) 5. Ekstrak kental KLT a. untuk mengetahui jumlah komponen b. Mencari komposisi pelarut untuk K. kolom 5. Dengan komposisi pelarut : a. n-heksana : etil aetat = 1 : 1 b. kloroform : methanol = 10 :1 c. n-butano : NH4OH 2 M = 1: 1 (untuk amirin, amirin)

d. P.eter : dikloroetilena : As. Asetat = 50 : 50 : 0,7 ( as. Betulinat, as. Oleanolat, as. Ursolat dengan Rf : 75, 50, 20) Atau P.eter : etil format : as.format = 93 : 7 :0,7 dg Rf : 87,70 dan 20 6. Deteksi : antimon klorida dalam kloroform 7. Dapat langsung di GC-MS

Triterpena Kolestan Taraksterol amirin amirin

RRf 1,0 3,14 3,

Steroid Kolestan Ester metil kolesterol

RRf 1,0 2,21

Kalau mau memisahkkan salah satu senyawa triterpena :

8. K. kolom dengan fasa diam silikagel 60 H, fasa gerak yang sesuai (hasil KLT) 9. Hasil kolom di KLT noda yang sama disatukan (ada beberapa kelompok)