Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN TUTORIAL MODUL 2 BBLR SISTEM REPRODUKSI

Kelompok 2A Tutor : dr. Ida royani Anggota Kelompok :


Rezky Zilviani Marlinda Nurfarmawati Humairah Syahrul El Gufran Saaludin Arsyad Asma Mufidah Al Haddar Ece Nureski Wati Dessy Anggraini Dianata Rahmawati Natasya Uzu Barsela 110 207 0147 110 208 0019 110 208 0146 110 209 0009 110 209 0017 110 209 0019 110 209 0098 110 209 0100 110 209 0140 110 209 0151

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA MAKASSAR 2013

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobbilalamin, Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, tuhan pencipta seluruh alam semesta beserta isinya, karena telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan ini tepat pada waktunya, tak lupa salawat dan salam kami junjungkan kepada Rasulullah SAW, yang telah membawa kita semua dari zaman jahiliyah kepada zaman yang terang benderang. Dalam rangka melengkapi tugas Modul 2 Bayi Berat Lahir Rendah Sistem Reproduksi kami membuat laporan ini. Ucapan terimakasih sebesar-besarnya kami berikan kepada tutor kami yang telah membimbing kami selama tutorial, dan teman-teman kelompok 2B yang telah kompak berusaha untuk menyelesaikan laporan ini. Memang bukanlah hal yang mudah dalam menyusun laporan ini, namun kami telah berusa semaksimal mungkin dan bersungguh-sungguh dalam menyelesaikannya. Kami pun menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam pembuatan laporan ini, baik dari segi penulisan, isi maupun informasi yang terdapat dalam laporan ini, oleh karena itu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya, dan mohon saran, kritik dan masukan dari para pembaca sekalian sehingga dapat meyempurnakan dalam proses pembuatan laporan selanjutnya. Akhir kata, kami sangat berterima kasih kepada para pembaca, teristimewa kepada mereka yang berkenan memberikan kritik dan sarannya. Harapan kami, semoga laporan ini bermanfaat untuk kita semua. Amin ya robbalalamin. Wassalamualaikum wr wb

Skenario 2 Seorang bayi perempuan, dirujuk ke unit gawat darurat RS dengan keterangan bayi tampak kuning pada wajah dan badannya. Dari alloanamnesis diketahui bayi tersebut lahir di bidan praktek swasta 3 hari lalu, dengan berat lahir 1500 gram dengan usia kehamilan 8 bulan saat bayi dilahirkan. Kata / Kalimat Kunci 1. Bayi perempuan tampak kuning pada wajah dan badannya 2. Lahir 3 hari lalu, BB 1500 gr 3. Usia kehamilan 8 bulan (32 minggu) Pertanyaan 1. Apa sajakah ciri-ciri bayi normal? 2. Apa yang di maksud dengan bayi kurang bulan (BKB), bayi cukup bulan (BCB), bayi lebih bulan (BLB)? 3. Apa sajakah etiologi dan klasifikasi dari BBLR? 4. Bagaimana perbedaan ikterus fisiologis dan ikterus patologis ? 5. Bagaimana hubungan prematuritas, dengan iketrus ? 6. Apa sajakah penyakit penyerta pada BBLR ? 7. Bagaimana penanganan pada BBLR ? 8. Bagaimana pencegahan BBLR ? 9. Bagaimanakah perspektif islam terhadap BBLR?

Jawaban 1. Ciri-ciri bayi normal a. Berat badan 2500 - 4000 gram b. Panjang badan 48 - 52 cm c. Lingkar dada 30 - 38 cm d. Lingkar kepala 33 - 35 cm e. Frekuensi jantung 120 - 160 kali/menit f. Pernafasan - 60 40 kali/menit g. Kulit kemerah - merahan dan licin karena jaringan sub kutan cukup h. Rambut lanugo tidak terlihat, rambut kepala biasanya telah sempurna i. Kuku agak panjang dan lemas j. Genitalia;Perempuan labia mayora sudah menutupi labia minora,Laki laki testis sudah turun, skrotum sudah ada k. Reflek hisap dan menelan sudah terbentuk dengan baik l. Reflek morrow atau gerak memeluk bila dikagetkan sudah baik m. Reflek graps atau menggenggan sudah baik n. Eliminasi baik, mekonium akan keluar dalam 24 jam pertama, mekonium berwarna hitam kecoklatan Reflek Reflek Fisiologis 1. Mata a. Berkedip atau reflek corneal Bayi berkedip pada pemunculan sinar terang yang tiba tiba atau pada pandel atau obyek kearah kornea, harus menetapkan sepanjang hidup, jika tidak ada maka menunjukkan adanya kerusakan pada saraf cranial. b. Pupil Pupil kontriksi bila sinar terang diarahkan padanya, reflek ini harus sepanjang hidup. c. Glabela Ketukan halus pada glabela (bagian dahi antara 2 alis mata) menyebabkan mata menutup dengan rapat.

2. Mulut dan tenggorokan a. Menghisap Bayi harus memulai gerakan menghisap kuat pada area sirkumoral sebagai respon terhadap rangsangan, reflek ini harus tetap ada selama masa bayi, bahkan tanpa rangsangan sekalipun, seperti pada saat tidur. b. Muntah Stimulasi terhadap faring posterior oleh makanan, hisapan atau masuknya selang harus menyebabkan bayi mengalami reflek muntah, reflek ini harus menetap sepanjang hidup. c. Rooting Menyentuh dan menekan dagu sepanjang sisi mulut akan menyebabkan bayi membalikkan kepala kearah sisi tersebut dan mulai menghisap, harus hilang pada usia kira kira 3 -4 bulan. d. Menguap Respon spontan terhadap panurunan oksigen dengan maningkatkan jumlah udara inspirasi, harus menetap sepanjang hidup.

e. Ekstrusi Bila lidah disentuh atau ditekan bayi merespon dengan mendorongnya keluar harus menghilang pada usia 4 bulan. f. Batuk Iritasi membrane mukosa laring menyebabkan batuk, reflek ini harus terus ada sepanjang hidup, biasanya ada setelah hari pertama lahir. 3. Ekstrimitas a. Menggenggam Sentuhan pada telapak tangan atau telapak kaki dekat dasar kaki menyebabkan fleksi tangan dan jari b. Babinski Tekanan di telapak kaki bagian luar kearah atas dari tumit dan menyilang bantalan kaki menyebabkan jari kaki hiperektensi dan haluks dorso fleksi c. Masa tubuh 1) Reflek moro Kejutan atau perubahan tiba tiba dalam ekuilibrium yang menyebabkan ekstensi dan abduksi ekstrimitas yang tiba tiba serta mengisap jari dengan

jari telunjuk dan ibu jari membentuk C diikuti dengan fleksi dan abduksi ekstrimitas, kaki dapat fleksi dengan lemah. 2) Startle Suara keras yang tiba tiba menyebabkan abduksi lengan dengan fleksi siku tangan tetap tergenggam 3) Tonik leher Jika kepala bayi dimiringkan dengan cepat ke salah sisi, lengan dan kakinya akan berekstensi pada sisi tersebut dan lengan yang berlawanan dan kaki fleksi. 4) Neck righting Jika bayi terlentang, kepala dipalingkan ke salah satu sisi, bahu dan batang tubuh membalik kearah tersebut dan diikuti dengan pelvis

5) Inkurvasi batang tubuh (gallant) Sentuhan pada punggung bayi sepanjang tulang belakang menyebabkan panggul bergerak kea rah sisi yang terstimulasi. 2. Penyesuaian antara umur kehamilan dengan berat badan bayi baru lahir disebutkan dalam batas normal apabila berada dalam percentile 10 sampai persentil 90 dalam kurva Battaglia dan Lubchenco. Berdasarkan kurva tersebut, maka berat badan menurut usia kehamilan dapat digolongkan sebagai berikut: a. Kecil Masa Kehamilan (KMK) yaitu jika bayi lahir dengan BB dibawah persentilke-10. b. Sesuai Masa Kehamilan (SMK) yaitu jika bayi lahir dengan BB diantara persentilke-10 dan ke-90. c. Besar Masa Kehamilan (BMK) yaitu jika bayi lahir dengan BB diatas persentil ke-90 pada kurva pertumbuhan janin Dismaturitas yaitu bayi dengan berat badan kurang dari berat badan seharusnya utnuk masa gestasi itu. Disebut juga kecil untuk masa kehamilan (KMK). Dapat terjadi pada masa pre-, term, dan post-term. Setiap bayi baru lahir (prematur, matur, postmatur) mungkin saja mempunyai berat yang tidak sesuai dengan masa gestasinya. Istilah lain yang dipergunakan

untuk menunjukkan KMK adalah IUGR (intrauterine growth retardation = retardasi pertumbuhan intrauterin). Berdaharkan data pasien di atas di ketahui bb :1500gr usia kehamilan 32 minggu ( 8 bulan ) maka dapat di simpulkan bayi di skenario ini adalah bayi kurang bulan, sesuai masa kehamilan ( BKB- SMK)
(Gram) 5000 4750 4500 4250 4000 3750 3500 3250 3000 2750 2500 2250 2000 1750 1500 1250 1000 750 500 24 26 28 30 KB 32 34 36 37 38 40 CB 42 44 LB 46 PERSENTIL KE 10 PERSENTIL KE 90

(gambar 1)

3. Etiologi dan klasifikasi BBLR a. Etiologi Penyebab terbanyak terjadinya BBLR adalah kelahiran prematur. Faktor ibu yang lain adalah umur, paritas, dan lain-lain. Faktor plasenta seperti penyakit vaskuler, kehamilan kembar/ganda, serta faktor janin juga merupakan penyebab terjadinya BBLR. 1.1 Faktor Ibu : a. Penyakit : Seperti malaria, anaemia, sipilis, infeksi TORCH, dan lain-lain. b. Komplikasi pada kehamilan : Komplikasi yang tejadi pada kehamilan ibu seperti perdarahan antepartum, pre-eklamsia berat, eklamsia, dan kelahiran preterm.

c. Usia ibu dan paritas : Angka kejadian BBLR tertinggi ditemukan pada bayi yang dilahirkan oleh ibu-ibu dengan usia < 20 tahun, dan multigravida yang jarak kelahiran terlalu dekat. Kejadian terdekat ialah pada usia antara 26 35 tahun. d. Factor kebiasaan ibu : Faktor kebiasaan ibu juga berpengaruh seperti ibu perokok, ibu pecandu alkohol dan ibu pengguna narkotika. 1.2 Faktor Janin : Prematur, hidramion, kehamilan kembar/ganda (gemeli), kelainan kromosom. Faktor Lingkungan : Yang dapat berpengaruh antara lain; tempat tinggal di daratan tinggi, radiasi, sosio-ekonomi dan paparan zat-zat racun.

b. Klasifikasi a. Berdasarkan Berat Badan : Low Birth Weight (LBW) dimana berat badannya 1500 - <2500 g Very Low Birth Weight (VLBW) dimana berat badaan bayi baru lahir 1000 g - <1500g Extremely Low Birth Weight (ELBW) dimana berat badan bayi baru lahir <1000 g b. Berdasarkan umur kehamilan : Bayi Cukup Bulan - Kecil Masa Kehamilan ( BCB-KMK) Bayi Kurang Bulan: Sesuai Masa Kehamilan (prematur murni) : BKB SMK Kecil Masa Kehamilan : BKB - KMK

Bayi Lebih Bulan - Kecil Masa Kehamilan (BLB-KMK)

4. Perbedaan ikterus fisiologis dan patologis 1. Ikterus Fisiologis Ikterus pada neonatus tidak selamanya patologis. Ikterus fisiologis adalah Ikterus yang memiliki karakteristik sebagai berikut (Hanifa, 1987): Timbul pada hari kedua-ketiga Kadar Biluirubin Indirek setelah 2 x 24 jam tidak melewati 15 mg% pada neonatus cukup bulan dan 10 mg % pada kurang bulan. Kecepatan peningkatan kadar Bilirubin tak melebihi 5 mg % per hari Kadar Bilirubin direk kurang dari 1 mg %

Ikterus hilang pada 10 hari pertama Tidak terbukti mempunyai hubungan dengan keadan patologis tertentu

2. Ikterus Patologis / Hiperbilirubinemia Adalah suatu keadaan dimana kadar Bilirubin dalam darah mencapai suatu nilai yang mempunyai potensi untuk menimbulkan Kern Ikterus kalau tidak ditanggulangi dengan baik, atau mempunyai hubungan dengan keadaan yang patologis. Brown menetapkan Hiperbilirubinemia bila kadar Bilirubin mencapai 12 mg% pada cukup bulan, dan 15 mg % pada bayi kurang bulan. Utelly menetapkan 10 mg% dan 15 mg%.

5. Dr

6. Penyakit penyerta pada BBLR Asfiksia Neonatorum Asfiksia neonatorum merupakan suatu keadaan dimana bayi tidak dapat secara spontan, teratur, dan adekuat, segera setelah bayi baru lahir. Sindrom Gangguan Pernapasan Idiopatik Disebut juga penyakit membrane hialin karena pada stadium terakhir akan terbentuk membrane hialin yang melapisi alveolus paru. Pneumonia Aspirasi Sering ditemukan pada bayi premature karena refleks menelan dan batuk belum sempurna. Penyakit ini dapat dicegah dengan perawatan baik. Perdarahan Intraventrikuler Perdarahan spontan di ventrikel otak lateral biasanya disebabkan oleh karena anoksia otak. Biasanya terjadi bersamaan dengan pembentukan membrane hialin pada paru. Sayang sekali sering tidak mungkin membedakan dyspnea yang disebabkan oleh perdarahan otak ini dengan yang disebabkan oleh sindrom gangguan pernapasan idiopatik. Kelainan ini biasanya hanya ditemukan pada otopsi. Fibroplasia Retrolental

Penyakit ini terutama ditemukan pada bayi premature dan disebabkan oleh gangguan oksigen yang berlebihan. Dengan menggunakan oksigen dalam konsentrasi tinggi, akan terjadi vasokonstriksi pembuluh darah retina. Kemudian setelah bayi bernapas dengan udara biasa lagi, pembuluh darah ini akan mengalami vasodilatasi yang selanjutnya akan disusul dengan proliferasi pembuluh darah baru secara tidak teratur. Kelainan ini biasanya terlihat pada bayi yang berat badannya kurang dari 2 kg dan telah mendapat oksigen dengan konsentrasi tinggi (lebih dari 40 %). Stadium akut penyakit ini dapat terlihat pada umur 3-6 minggu dalam bentuk dilatasi arteri dan vena retina.

7. Penanganan BBLR Setelah bayi dilahirkan maka segera dilakukan 1.3 Tindakan Umum : a. Membersihkan jalan nafas. b. Mengusahakan nafas pertama dan seterusnya. c. Perawatan tali pusar dan mata. 1.4 Tindakan Khusus : a. Suhu tubuh dijaga pada 36,5 37,5 0C pengukuran aksila. b. Awasi Frekuensi pernafasan pada 24 jam pertama untuk mengetahui sindroma aspirasi mekonium. c. Setiap jam hitung frekuensi pernafasan, bila > 60x /menit lakukan foto thorak. d. Berikan instruksi sesuai dengan masa pernafasan yang didapat. e. Pantau sirkulasi dengan tepat ( denyut jantung, tekanan darah). f. Awasi keseimbangan cairan. g. Pemberian cairan dan nutrisi bila tidak ada masalah pernafasan dan keadaan umum baik: 1. Berikan makanan dini early feeding untuk menghindari terjadi hipoglikemi. 2. Periksa kadar gula darah 8 12 jam postnatal. 3. Periksa reflek hisap dan menelan. 4. Motivasi pemberian ASI.

5. Pemberian nutrisi intravena jika ada indikasi, nutrisi yang dapat diberikan meliputi : karbohidrat, lemak, asam amino, vitamin dan mineral. 6. Berikan multivitamin jika minum enteral bias diberikan secara kontinyu.

h. Tindakan pencegahan infeksi : 1. Cara kerja aseptic, cuci tangan sebelum dan sesudah memegang bayi. 2. Mencegah terlalu banyak bayi dalam 1 ruangan. 3. Melarang petugas yang menderita infeksi masuk ketempat bayi dirawat. 4. Membatasi tindakan seminimal mungkin. i. Mencegah pendarahan berikan vitamin K 1minggu dalam sekali pemberian.

8. Pencegahan BBLR Pada kasus bayi berat lahir rendah (BBLR) pencegahan/ preventif adalah langkah yang penting. Hal-hal yang dapat dilakukan : a. Meningkatkan pemeriksaan kehamilan secara berkala minimal 4 kali selama kurun kehamilan dan dimulai sejak umur kehamilan muda. Ibu hamil yang diduga berisiko, terutama faktor risiko yang mengarah melahirkan bayi BBLR harus cepat dilaporkan, dipantau dan dirujuk pada institusi pelayanan kesehatan yang lebih mampu. b. Penyuluhan kesehatan tentang pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim, tanda tanda bahaya selama kehamilan dan perawatan diri selama kehamilan agar mereka dapat menjaga kesehatannya dan janin yang dikandung dengan baik. c. Hendaknya ibu dapat merencanakan persalinannya pada kurun umur reproduksi sehat (20-34 tahun). d. Perlu dukungan sektor lain yang terkait untuk turut berperan dalam meningkatkan pendidikan ibu dan status ekonomi keluarga agar mereka dapat meningkatkan akses terhadap pemanfaatan pelayanan antenatal dan status gizi ibu selama hamil.

9. Perspektif islam a. QS. Al-Hajj :5 Artinya : Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. b. QS. Al-Baqarah : 233 (Hak menyusui pada seorang anak }322{ Artinya : Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara maruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Al-Baqarah: 233).

QS Al-Ahqaf : 15 }51{.. . Artinya : Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan. (Al-Ahqaf: 15). Bahwa masa kehamilan yang paling sedikit adalah enam bulan dan bahwa mungkin saja dalam tempo secepat itu terlahir seorang bayi. { } Dan diwajibkan atas orang yang dilahirkan untuknya, yaitu ayah, { }memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara maruf. Ini mencakup (semua) baik yang masih dalam ikatan pernikahan dengan suaminya maupun yang telah diceraikan; maka seorang ayah wajib memberinya makan. Artinya, memberi nafkah dan pakaian yaitu upah bagi pekerjaan menyusui yang dilakukannya. Ini juga menunjukkan bahwa apabila masih dalam ikatan pernikahan, suaminya wajib memberi nafkah dan pakaian, sesuai kondisinya. Karena itu Allah } Seseorang tidak dibebani melainkan menurut berfirman, { kadar kesanggupannya. Tidaklah seorang yang fakir dibebankan untuk memberikan nafkah seperti nafkahnya orang yang kaya, dan tidak pula seorang yang tidak punya apa-apa hingga dia mendapatkannya