Anda di halaman 1dari 4

SISTEM HVAC DALAM LABORATORIUM KIMIA ORGANIK

Sistem HVAC merupakan sistem alat yang bekerja untuk menghangatkan , mendinginkan dan mensirkulasi udara pada suatu bangunan. Komponen sistem HVAC pada umumnya terdiri dari pemasukan udara dari luar ruangan, pencampuran air plenum dengan control udara outdoor, penyaringan udara, pemanasan dan gulungan pendinginan, proses pelembaban dan atau pengurangan kelembaban. Berdasarkan Building Code of Australia (2005) suatu desain dan sistem HVAC berfungsi untuk : Memenuhi kebutuhan Thermal Comfort

Sejumlah variable seperti tingkat aktifitas, pemerataan suhu, peningkatan atau pengurangan panas radiasi dan kelembaban dapat berinteraksi dan mempengaruhi kenyamanan pengguna gedung. Didalam Laboratorium sendiri terjadi banyak aktifitas yang menghasilkan panas contohnya kegiatan destilasi, refluks, soklet, dan aktifitas pemanasan lainnya. Hal ini juga mempengaruhi terhadap thermal comfort dari pengguna lab sehingga sistem HVAC harus berjalan agar suhu udara di ruangan Lab dapat tersirkulasi. Mengisolasi serta memindahkan bau serta kontaminasi

Salah satu teknik pengendalian bau dan kontaminan adalah dengan teknik dilusi, yaitu mengencerkan udara terkontaminasi dengan udara yang berasal dari luar ruangan. Hal ini perlu dilakukan pada Lab Kimia Organik karena adanya potensi bau serta kontaminasi dari banyak zat organik yang digunakan. Dalam penggunaan sistem HVAC dapat digunakan 2 jenis sistem yaitu dengan sistem pendinginan maupun tanpa pendinginan. Biasanya dalam suatu laboratorium digunakan sistem HVAC tanpa pendinginan dimana sistem ini diterapkan pada ruang dimana para praktikan berada (ruang praktikum) sedangkan untuk beberapa alat yang memerlukan sistem pendinginan tersendiri seperti ruang timbang, alat instrument dan lain-lain disimpan pada ruangan yang masing-masing terpisah, pada setiap ruangan tersebut biasanya diberi Air Conditioning (AC) atau Fume Hood tersendiri. Sedangkan untuk jenis pengaturan suplai udaranya bisa diterapkan sistem udara penuh, dimana seperti pada gambar dibawah ini suplai udara yang masuk sepenuhnya berada pada sisi atas (pada gambar) sedangkan suplai udara ke luar pada sisi lainnya.

Dalam sistem ini digunakan alat penyuplai udara dimana udara akan bersirkulasi melalui alat ini. Namun untuk laboratorium yang memiliki banyak bukaan terhadap udara luar dapat langsung memanfaatkan udara luar yang diserap kedalam ruangan dan dikeluarkan pada sisi lain yang bersebrangan. Dalam penggunaan udara bebas untuk suplai udara yang digunakan tanpa suplai Fan perlu memperhatikan beberapa hal seperti tekanan udara, temperature dan kelembaban udara bebas. Dalam hal ukuran untuk sebuah Laboratorium bisa digunakan 4 sampai 6 saluran udara dimana terdapat 2-3 saluran pada masing-masing sisi yang bersebrangan dan kontak langsung dengan udara bebas. Saluran udara itu bisa satu arah (arah masuk berasal dari sisi kiri dan arah keluar menuju sisi kanan) maupun berlawan arah.

Satu Arah

Berlawanan Arah

Limbah adalah produk buangan yang telah dipakai. Sedang produk limbah laboratorium secara umum adalah limbah bahan kimia. Definisi limbah bahan kimia sendiri adalah buangan bahan kimia yang telah dipakai, campuran bahan kimia atau bahan kimia yang belum dipakai namun sudah rusak. Sedang teori hukum alam yaitu suatu zat tidak ada yang lenyap (nothing vanishes) artinya bahan kimia apapun apabila dibuang tidak akan lenyap dari lingkungan kita. Ada kemungkinan mengubah material dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Akan tetapi material asli dan material yang telah diubah tetap berada di lingkungan kita. Itulah problematika besar bagi kita. Dengan demikian apabila kita menerapkan manajemen limbah yang baik akan mengurangi efek buruk dari material terhadap lingkungan di masa mendatang. Laboratorium merupakan salah satu sumber penghasil limbah cair, padat dan gas yang berbahaya bila tidak ditangani secara benar.Sumber limbah tersebut antara lain dari: Bahan baku kadaluarsa Bahan habis pakai (misal eluan dan medium biakan yang tidak terpakai) Produk proses di laboratorium (misal sisa spesimen) Berkaitan dengan pembuangan limbah ini, bukan hanya ketentuan hukum saja yang mengatur dan menjerat, akan tetapi termasuk juga pengertian tanggung jawab pribadi terhadap lingkungan. Sehingga sudah semestinyalah harus ditekankan untuk mengumpulkan dan secara profesional membuang residu bahan kimia. Pembuangan Limbah Limbah laboratorium dikumpulkan dan dibuang dalam wadah terpisah menurut tipe bahan kimia yang berkaitan Wadah diberi label (A-J) Dengan label A-J dipastikan bahan kimia yang terkumpul dalam satu kategori tidak bereaksi satu sama lain Pengecekan untuk kandungan asam dan basa Sebelum dikumpulkan, lakukan penetralan. Sediakan larutan penetral. Wadah Cairan Pelarut Organik o Dapat tahan terhadap bahan kimia yang disimpan o Tidak mudah pecah/rusak

o Anti-bocor dan rapat gas o Memiliki sertifikat UN untuk pengangkutan limbah internasional o Wadah harus ditempatkan di ruang berventilasi baik o Wadah harus disimpan tertutup rapat untuk mencegah penguapan uap berbahaya o Pilih wadah yang tepat (mengeliminir kebocoran) Sedang untuk pelarut organik yang secara umum bersifat mudah terbakar, perlakuan wadah/penampungnya : Hindari sumber nyala (api terbuka, loncatan listrik, elektris statis, permukaan panas) Grounding (Bumikan) wadah penampungan Persyaratan Wadah - Harus dalam kondisi baik, tidak rusak, bebas dari korosi dan kebocoran. - Bentuk, ukuran dan bahan wadah harus sesuai dengan karakteristik limbah B3 yang hendak dikemas. - Terbuat dari bahan plastik (HDPE, PP atau PVC), atau bahan logam (teflon, baja, karbon, SS304, SS316 atau SS440) dan tidak bereaksi bereaksi denganlimbah B3 yang disimpannya. Prinsip Pengemasan Limbah B3 : Limbah yang tidak saling cocok, disimpan dalam kemasan berbeda. Jumlah pengisian volume limbah harus mempertimbangkan terjadinya pengembangan volume, pembentukan gas atau kenaikan tekanan selama penyimpanan. Ganti kemasan yang mengalami kerusakan permanen (korosi atau bocor) dengan kemasan lain. Kemasan yang telah berisi limbah ditandai sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kegiatan pengemasan, penyimpanan dan pengumpulan harus dilaporkan sebagai bagian pengelolaan limbah.