Anda di halaman 1dari 10

1

PERANCANGAN PEMANTAUAN FLUKTUASI VALUTA ASING MENGUNAKAN APLIKASI ANDROID YANG DIBANTU OLEH AGENT AUTONOMUS BERBASIS FRAMEWORK JADE
Binsar John Rivai Tambunan

Abstrak Alasan penulis untuk melakukan penelitian ini dikarenakan Pada abad 21 ini teknologi informasi dan komunikasi berkembang dengan pesat, dan mempunyai banyak dampak dalam aspek kehidupan. Salah satunya berdampak bagi pelaku foreign exchange (forex). Para pelaku foreign (trader) sebenarnya dapat lebih mudah dalam memantau fluktuasi dengan memanfaatkan teknologi yang canggih pada saat ini, tanpa harus membuang waktu untuk selalu memantau melalui Website. Sayangnya, belum ada trader yang mempunyai ide untuk membuat aplikasi ini pada mobile phone android. Oleh karena itu penulis mempunyai ide untuk merancang aplikasi yang melakukan pemantauan dengan memanfaatkan aplikasi android dan autonomous agent berbasis JADE (JAVA Agent Development Environtment). Pada penelitian ini, penulis menawarkan kemudahan kepada trader. Karena nantinya Trader hanya akan menginputkan rule pemantauan yang berisi kode valuta, jenis transaksi, kondisi dan nilai yang diinginkan. Saat rule pemantauan terpenuhi maka trader akan mendapatkan notifikasi pada Smartphone Android yang digunakan, Pemanfaatan aplikasi tersebut dapat memberikan waktu luang para trader untuk mengerjakan pekerjaan yang seharusnya dikerjakan tanpa membuang waktu untuk melakukan pemantauan fluktuasi valuta asing secara langsung, tanpa takut kehilangan informasi.

Smartphone that is used, use of such applications can give traders time to do the work that should be done without wasting time to monitor fluctuations in foreign currency directly, without fear of losing information. Keywords : foreign currencies, Android, Autonomus Agent, Framework JADE

I. PENDAHULUAN Pada abad 21 ini dapat dikatakan dunia teknologi informasi dan komunikasi berkembang pesat. Setiap aliran waktu beberapa penemuan terbaru bermunculan bagaikan derasnya air yang mengalir pada aliran sempit sehingga dapat dikatakan bahwa teknologi informasi dan komunikasi saat ini menjadi salah satu barometer dari perkembangan kemajuan teknologi dunia. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara optimal dapat membuat perkembangan sebuah bisnis menjadi sangat pesat. Salah satu contohnya adalah Forex Trading (Foreign Exchange Trading). ). Forex Trading merupakan bisnis yang menggunakan mata uang sebagai barang yang akan ditukarkan. Seorang pelaku Forex Trading (Trader) biasanya membeli mata uang tertentu saat nilai beli dari mata uang tersebut rendah dan kemudian menjualnya di saat yang tepat yakni saat nilai mata uang tersebut sudah melebihi nilai belinya sehingga seorang trader dapat menghasilkan keuntungan dari kegiatan trading tersebut. Salah satu teknologi informasi yang berkembang adalah Agent pada perangkat lunak. Agent perangkat lunak adalah sebuah perangkat lunak yang bertindak atau bergerak untuk seorang pengguna ataupun aplikasi lain sehingga dapat memungkinkan penghematan waktu kerja karena pekerjaan tersebut dapat dilakukan secara otomatis oleh Agent tersebut. Teknologi Agent ini dapat diterapkan untuk memantau perubahan valuta asing sehingga dapat membantu pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh manusia. Teknologi yang lainnya yang sedang berkembang adalah SmartPhone. dapat dipadukan SmartPhone yang sedang populer saat ini adalah yang menggunakan sistem operasi Android. OS Android ini bersifat free sehingga seorang developer dapat mengcustomize sendiri aplikasi yang akan digunakan. Dengan demikian nantinya teknologi Android ini dengan Agent perangkat lunak sehingga seorang pengguna SmartPhone Android dan juga trader valuta asing dapat melakukan pemantauan fluktuasi valuta asing dimanapun ia berada sehingga pengguna tidak perlu melakukan pemantauan secara langsung.

Keywords : Valuta asing, Android, Autonomus Agent, Framework JADE The reason the author to conduct this study because the 21st century is the information and communication technology is growing rapidly, and has a lot of impact in this aspect of life. One of these act affect foreign exchange (forex). the actors (traders) can actually be easier to monitor fluctuations by utilizing advanced technology at this time, without having to waste time to constantly monitor via the Website. Unfortunately, there is no trader who had the idea to make this application on android mobile phone. Therefore, the author had the idea to design applications by utilizing monitoring android apps and autonomous agent-based JADE (JAVA Agent Development Environtment). In this study, the authors offer convenience to traders. Because Trader will only be monitoring the input rule contains currency code, transaction type, condition and the desired value. When monitoring rule is met then the trader will get a notification in the Android

2 sosial: Sebuah agent dapat bekerja sama dengan manusia atau agent lainnya dalam mencapai tujuannya, reaktif: Agent harus dapat mempelajari lingkungannya dan merespon secara berkala terhadap perubahan di lingkungannya, proaktif: Agent tidak hanya bertindak untuk merespon keadaan lingkungannya, tetapi juga dapat beringkah laku dalam mencapai suatu tujuan dengan mengambil inisiatif, bergerak: Agent dapat memiliki kemampuan untuk berpindah antara simpul yang berbeda pada jaringan komputer, rasional: Agent selalu bertindak untuk mencapai tujuannya dan tidak pernah mencegah pencapaian tujuannya, dapat belajar: Agent dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungannya dan dengan keinginan dari penggunanya.

II. PEDOMAN NASKAH PERSIAPAN Java merupakan sebuah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang berorientasi objek yang dikembangkan oleh Sun Microsystems. Kemampuannya untuk dijalankan pada berbagai jenis arsitektur komputer dan ketersediannya sebagai perangkat lunak gratis membuat bahasa pemrograman Java lebih banyak dikenal dan digunakan daripada bahasa pemrograman berorientasi objek lainnya. Persyaratan dari bahasa pemrograman Java berasal dari lingkungan komputasi dimana perangkat lunak harus dijalankan. Perkembangan internet dan World-Wide Web yang pesat telah membawa kita kepada cara baru dalam memandang pengembangan dan pendistribusian perangkat lunak. Oleh sebab itu, teknologi Java harus memungkinkan pengembangan aplikasi yang aman, berkinerja tinggi, dan tangguh yang dapat bekerja pada beberapa platform dalam jaringan yang heterogen dan terditribusi [1]. A. Java Platform Sebuah platform adalah lingkungan perangkat keras atau lunak dimana program berjalan. Sebagian besar platform dapat dijelaskan sebagai kombinasi dari sistem operasi dan perangkat keras di bawahnya. Java platform berbeda dari sebagian besar platform lainnya karena hanya terdiri dari perangkat lunak yang berjalan di atas platform perangkat keras lain. Pada bahasa pemrograman Java, semua kode sumber pertama-tama ditulis dalam file teks dangan ekstensi .java. Kode sumber tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam file .class oleh javac compiler. Sebuah file .class tidak mengandung kode yang dapat dimengerti oleh prosesor, melainkan bytecodes yang merupakan bahasa dari Java Virtual Machine (Java VM). Urutan proses pengembangan perangkat lunak pada Java diilustrasikan pada Gambar berikut

B. Agent Dalam bidang ilmu komputer, istilah agent atau agent perangkat lunak adalah sebuah perangkat lunak yang bertindak untuk seorang pengguna atau program lainnya dalam hubungan perwakilan [2]. Tindakan sebagai perwakilan dari pangguna atau program lainnya berarti agent memiliki kuasa untuk menentukan apakah tindakannya tersebut benar. Sebuah agent dapat menentukan apakah dirinya akan bekerja sama dengan agent lain, atau berkompetisi untuk mencapai tujuannya sendiri. Dari konsep tersebut, sebuah agent memiliki sifat-sifat sebagai berikut [3]: otomatis: Sebuah agent harus dapat bekerja tanpa campur tangan secara langsung dari manusia, dan memiliki kemampuan untuk mengatur keadaan internalnya.

C. JADE JADE (Java Agent DEvelopment Framework) merupakan sebuah kerangka kerja perangkat lunak yang diimplementasikan sepenuhnya dalam bahasa Java. JADE memudahan implementasi dari Multi-Agent System (MAS) melalui middleware yang bekerja sesuai spesifikasi FIPA (Foundation for Intelligent Physical Agent). Karena sepenuhnya diimplementasikan dalam bahasa pemrograman Java, maka JADE juga mendapatkan seluruh keuntungan dari bahasa pemrograman tersebut, termasuk ketidak-tergantungan pada arsitektur platform. Agent platform pada JADE dapat didistribusikan di beberapa mesin yang berbeda, dan tidak perlu menggunakan sistem operasi yang sama. Salah satu peralatan penting yang disediakan JADE adalah RMA (Remote Monitoring Agent) dan Introspector Agent. RMA berfungsi untuk mengawasi keadaan semua agent pada platform lokal maupun remote dan menyediakan beberapa pilihan untuk mengubah keadaan dan memindahkan agent. Sedangkan Introspector Agent berfungsi untuk menampilkan keadaan agent beserta seluruh behaviour yang aktif, dan pesan yang dikirim dan diterima Setiap bagian dari JADE runtime environment disebut container, karena dapat menampung beberapa agent. Sedangkan sekumpulan container yang aktif disebut platform [4]. Sebuah main container harus selalu aktif di dalam sebuah platform. Semua container lainnya pada platform yang sama akan mendaftar pada main container segera setelah semua container tersebut dijalankan. Oleh karena itu, main container harus menjadi container pertama yang dijalankan pada sebuah platform JADE. Jika terdapat main container lain yang dijalankan di suatu tempat, maka main container tersebut akan membentuk pada platform yang berbeda. Agent pada JADE diidentifikasi oleh sebuah nama yang unik, dan dengan mengetahui nama agent lainnya maka agent tersebut dapat saling berkomunikasi meskipun terletak di container maupun platform yang berbeda.

3 D. Android Android adalah sistem operasi untuk telepon seluler yang berbasis Linux. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang buat menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak. Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia. Aplikasi Android ditulis dalam bahasa pemrograman java. Kode java dikompilasi bersama dengan data file resource yang dibutuhkan oleh aplikasi, dimana prosesnya di package oleh tools yang dinamakan apt tools ke dalam paket Android sehingga menghasilkan file dengan ekstensi apk. File apk itulah yang kita sebut dengan aplikasi, dan nantinya dapat di install di perangkat mobile. E. Versi Versi Android Telepon pertama yang memakai sistem operasi Android adalah HTC Dream, yang dirilis pada 22 Oktober 2008. Pada penghujung tahun 2009 diperkirakan di dunia ini paling sedikit terdapat 18 jenis telepon seluler yang menggunakan Android. Berikut adalah versi versi android yang ada pada saat ini : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Android versi 1.1 Android versi 1.5 (Cupcake) Android versi 1.6 (Donut) Android versi 2.0/2.1 (Eclair) Android versi 2.2 (Froyo: Frozen Yoghurt) Android versi 2.3 (Gingerbread) Android versi 3.0/3.1 (Honeycomb) Android versi 4.0 (ICS :Ice Cream Sandwich) 6 Media Support yang mendukung audio, video dan gambar (MPEG4, H.264, MP3, AAC, AMR, JPG, PNG, GIF), GSM Telephony (tergantung hardware). 7 Bluetooth, EDGE, 3G dan WiFi (tergantung hardware) G. Arsitektur Android

III Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan merancang dan menguji rancangan pada Laptop Compaq Presario CQ42. Rancangan yang dibuat adalah aplikasi standalone untuk mengimplementasikan Agent perangkat lunak yang akan memantau fluktuasi valuta asing pada situs www.fxclearing.com melalui PC yang selalu terkoneksi dengan internet, kemudian menyimpan data tersebut ke dalam database serta mengirimkan notifikasi ke SmartPhone pemilik aplikasi. Kemudian pada bab ini akan dibahas alat dan bahan yang akan digunakan dalam melakukan penelitian serta prosedur proses dalam melakukan penelitian. Dalam prosedur proses penelitian akan dibahas mengenai kegiatan selama penelitian berlangsung, diagram alir penelitian serta gambaran aplikasi yang dibuat. A. Perencanaan Sistem Perangkat lunak atau program aplikasi yang dibangun digunakan untuk memantau fluktuasi valuta asing dari situs www.fxclearing.com dengan menggunakan metode parsing html yang dijalankan di sebuah PC/Notebook yang selalu terkoneksi dengan internet kemudian hasil parsing tersebut disimpan ke dalam database pada situs www.elektro08.com. Kemudian data tersebut akan di request oleh aplikasi android melalui perantara media komunikasi yakni sebuah file php dan kemudian di olah untuk melakukan pengecekan terhadap rule yang diinputkan oleh user melalui aplikasi android. Apabila rule yang telah diinputkan telah terpenuhi maka aplikasi android akan memberikan notifikasi pada status bar berupa data rule yang terpenuhi disertai dengan getaran dan ringtone. Jika notifikasi tersebut diklik maka akan menampilkan GUI aplikasi android yang digunakan untuk melihat data valuta yang telah disimpan oleh agent di database. B. Analisis Kebutuhan Analisis kebutuhan merupakan proses menemukan,

F. Android SDK Android SDK adalah tools API (Application Programming Interface) yang diperlukan untuk mulai mengembangkan aplikasi pada platform Android menggunakan bahasa pemrograman Java. Android merupakan subset perangkat lunak untuk ponsel yang meliputi system operasi, middle ware dan aplikasi kunci yang di release oleh GoogleEquations. . Beberapa fitur-fitur Android yang paling penting adalah : 1 Framework aplikasi yang mendukung penggantian komponen dan reusable. 2 Mesin Virtual Dalvik dioptimalkan untuk perangkat mobile 3 Integrated browser berdasarkan engine open source WebKit 4 Grafis yang dioptimalkan dan didukung oleh libraries grafis 2D, 3D berdasarkan spesifikasi openGL ES 1,0 (Opsional akselerasi hardware) 5 SQLite untuk penyimpanan data (database)

4 memodelkan serta menspesifikasikan sistem yang sedang berjalan serta sistem yang akan dibangun. Aplikasi yang akan dibuat diharapkan dapat mempermudah proses pemantauan fluktuasi valuta asing karena pada sistem yang sedang berjalan, pemantauan fluktuasi valuta asing harus dilakukan dengan mengamati secara langsung. Hal ini tentunya banyak membuang waktu user sehingga tidak dapat melakukan aktifitas lain pada saat melakukan pemantauan fluktuasi valuta asing.

Hal yang menjadi inti pembahasan dari use case diagram tersebut adalah proses pemantauan fluktuasi valuta asing. Dari use case diagram tersebut dapat dilihat bahwa yang melakukan pemantauan tidak lagi manusia melainkan agent perangkat lunak yang khusus dibuat untuk memantau fluktuasi valuta asing yang memanfaatkan media aplikasi android untuk memberitahukan kepada user hasil dari pemantauan tersebut. C. Rancangan Sistem Rancangan sistem merupakan rancangan sistem baru yang akan dibangun. Untuk memperlihatkan secara detail rancangan sistem yang akan dibuat maka akan digambarkan dengan menggunakan activity diagram dan flowchart. Rancangan pada agent yang dibuat digambarkan dalam flowchart

Flowchart rancangan sistem Agent menggambarkan alur kerja agent yang dibuat. Agent tersebut akan terus menerus melakukan penyimpanan data valuta terbaru ke database pada Local melalui tahapan-tahapan yang telah di jelaskan pada Flowchart tersebut

Rancangan GUI Tampilan fluktuasi valuta asing

Flowchart valuta-ws.php File valuta-ws.php inilah yang menjadi perantara antara agent dengan database serta database dengan aplikasi android. Respon dari valuta-ws.php tergantung dari parameter url yang dikirim oleh aplikasi android ataupun agent. D. Design Tahap desain lebih mengarah kepada segi interface yang akan dibangun agar interaksi dengan user menjadi lebih mudah serta desain basisdata yang akan digunakan. Agent perangkat lunak yang akan dibuat tidak memiliki GUI (Graphical User Interface) tetapi aplikasi android lah yang memiliki GUI karena aplikasi tersebut yang lebih banyak berinteraksi dengan user. Rancangan GUI Tampilan grafik fluktuasi valuta asing

E. Coding Tahap coding lebih mengarah kepada segi sudut pandang perangkat lunak, baik itu keterkaitan atribut dan algoritma yang nantinya penggunaan fungsi sangat membantu dalam tahap coding.

IV PEMBAHASAN A. Agent Pada aplikasi pemantau fluktuasi valuta asing ini, agent perangkat lunak difungsikan sebagai pemantau perubahan data secara terus menerus dari situs www.fxclearing.com, dengan cara melakukan parsing HTML memanfaatkan library JSOUP yang didapatkan secara gratis dari situs www.jsoup.org. Setelah melakukan parsing HTML dan mendapatkan data valuta yang diinginkan, agent akan menyimpan data tersebut ke dalam tabel fluktuasi di database. Pembuatan agent perangkat lunak tersebut memanfaatkan framework JADE yang sampai saat ini telah banyak digunakan untuk membangun agent perangkat lunak. Agent yang digunakan

6 pada aplikasi ini memanfaatkan satu buah behavior yang telah disediakan oleh framework JADE, yakni Ticker Behaviour yang merupakan salah satu dari bagian Cyclic Behaviour. B.

Aplikasi Android

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Waktu 01:25:52 01:26:06 01:26:17 01:26:36 01:26:42 01:26:48 01:26:54 01:27:07 01:27:25 01:27:32

Selisih dengan waktu sebelumnya 14 11 19 6 6 6 13 18 7

Table Hasil pengamatan waktu pemantauan oleh Agent Agent tersebut tidak akan pernah dinon-aktifkan walaupun koneksi internet tidak tersedia. Agent akan terus menerus mencoba untuk melakukan pengambilan data valuta. Proses pengecekan koneksi internet ini dilakukan dengan cara mencoba mengakses halaman utama situs www.fxclearing.com tempat data valuta asing ditampilkan. Apabila pada proses pengaksesan tersebut mengalami gangguan/error maka proses pengaksesan halaman utama tersebut akan diulang. Berikut adalah bukti pengecekan agent untuk pengecekan koneksi internet.

Bagian terakhir dari aplikasi pemantau fluktuasi valuta asing ini adalah aplikasi android yang digunakan untuk pemantauan secara portable. Yang dibutuhkan adalah koneksi internet yang aktif terus menerus agar proses request data valuta dan rule kepada valuta-ws.php dapat dilakukan. aplikasi ini memiliki beberapa fungsi yakni menampilkan fluktuasi valuta asing secara terus menerus, menampilkan grafik sebuah valuta menggunakan 100 data terbaru sebagai data pada grafik tersebut, memodifikasi rule pemantauan serta menjalankan service yang akan melakukan pemeriksaan valuta dengan rule pemantauan yang telah diinputkan. Selain kemampuan memantau fluktuasi valuta asing secara real time, aplikasi ini juga mampu menampilkan data grafik dari valuta tersebut dengan jumlah data yang terbatas, dalam hal ini 100 record, tetapi tidak secara real time karena akan menghabiskan memory yang cukup banyak untuk melakukan proses tersebut sehingga dapat menyebabkan program not responding. Grafik tersebut dapat digunakan untuk melihat seberapa besar fluktuasi valuta asing dalam bentuk gambar sehingga lebih mudah dimengerti. Untuk menampilkan grafik dari masing-masing valuta dapat dilakukan dengan cara mengklik kode valuta yang ingin ditampilkan, misalkan valuta AUDUSD yang ada pada situs. Pembuatan grafik ini menggunakan library achartengine yang didapat dari situs www.achartengine.org. Menu yang berikutnya adalah menu setting yang digunakan untuk melakukan segala proses input, ubah dan hapus rule pemantauan serta menjalankan service yang akan memantau fluktuasi valuta asing. Untuk masuk ke menu setting dapat langsung dilakukan pada tampilan utama ataupun pada tampilan real time valuta pada menu valuta.

Cek koneksi internet oleh Agent Setelah data tersebut didapatkan, kemudian barisbaris data tersebut di modifikasi agar menjadi satu baris dan disimpan ke dalam variabel bertipe String. Nilai dari variabel string tersebut kemudian diparsing menggunakan library JSOUP untuk mengambil data valuta yang dibutuhkan. Untuk mengetahui posisi data valuta asing dari script HTML tersebut, maka pembuat aplikasi/programmer harus melihat source page dari situs www.fxclearing.com sehingga tag-tag HTML yang digunakan dapat diketahui. Hal tersebut dikarenakan agent yang dibangun untuk melakukan parsing HTML tidak memiliki kecerdasan. Jika tampilan dari situs www.fxclearing.com berubah maka source code untuk melakukan parsing harus diubah oleh programmer karena agent yang dibangun tidak dapat mengenali secara otomatis data mana yang harus diambil.

Menu pada real time valuta menu setting dipilih maka akan muncul halaman setting yang menampilkan jumlah rule, checkbox yang digunakan untuk mengaktifkan dan me-non aktifkan service pemantau

7 serta sebuah tombol yang digunakan untuk menampilkan daftar rule pemantauan valuta. data sesuai dengan rule yang terpilih.

Tampilan saat menu setting di pilih Dari gambar diatas terlihat bahwa service pemantau fluktuasi valuta asing belum aktif dan jumlah rule yang telah ada pada database saat gambar tersebut diambil adalah 2 buah. Untuk menampilkan rule yang telah diinputkan dapat menekan tombol Tampilkan Rule dan hasilnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Tampilan saat tombol tambah rule ditekan dan setelah penambahan berhasil

Tampilan saat tombol tambah rule ditekan dan setelah penambahan berhasil Jika check box enable pada setting di beri tanda / mark maka service akan berjalan dan langsung mulai melakukan pengecekan secara otomatis. Jika salah satu rule telah terpenuhi maka service akan memberikan notifikasi pada status bar yang diiringi dengan default ringtone dari SmartPhone serta getaran. Jika agent mengalami gangguan dalam melakukan pengambilan data selama lebih dari 20 detik maka service yang berjalan akan memberikan notifikasi dan melakukan self exit sehingga service tidak lagi berjalan pada background. C. Pengujian Tahap pengujian adalah tahap Pada tahap ini akan dilakukan beberapa proses pengujian yang sekiranya perlu dilakukan. Pengujian yang dilakukan antara lain : 1. 2. 3. 4. Pengujian parsing Pengujian validitas data fluktuasi valuta asing Pengujian kerja valuta-ws.php Pengujian Aplikasi

Tampilan daftar rule pemantauan Saat daftar rule ditampilkan, user dapat melakukan proses penambahan dengan cara menekan tombol Tambah Rule, pengubahan dan penghapusan dengan cara melakukan longclick pada rule yang akan diubah ataupun dihapus. Saat tombol Tambah Rule di klik maka form tambah rule akan ditampilkan. Setelah menyimpan rule yang telah diinputkan maka tampilan setting akan dimunculkan dan jumlah rule akan bertambah. Saat rule diberi aksi long-click maka akan ditampilkan menu. Jika menu edit dipilih saat rule diberi aksi long-click maka akan ditampilkan form edit yang telah terisi

8 1. Pengujian Parsing otomatis me-refresh data valuta yang dicocokkan dengan data yang didapat oleh aplikasi agent. Berikut hasil pemantauan :

Pengujian parsing ini difokuskan pada parsing XML karena parsing HTML telah dijelaskan pada bagian Agent. Pengujian parsing XML dilakukan dengan cara melakukan request dari aplikasi Android kepada valuta-ws.php. Sebagai contoh, aplikasi android ingin melakukan pengambilan 3 buah data valuta terbaruSizing of Graphics yang ada di local yang respon pada web browser seperti pada gambar berikut :

Hasil pemantauan 1 Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa waktu yang didapat antara aplikasi agent dengan yang ada pada halaman utama situs www.fxclearing.com telah sama. Akan tetapi tidak semua data yang ditampilkan sama, ini dikarenakan oleh kecepatan fluktuasi valuta asing yang tinggi serta aplikasi agent tidak langsung mengambil data ke sumber yang digunakan oleh situs www.fxclearing.com. 3 Pengujian kerja valuta WS.PHP di local Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah valutaws.php telah bekerja sesuai dengan yang telah direncanakan atau tidak. Pengujian ini dilakukan dengan cara mengeksekusi file valuta-ws.php melalui browser serta melihat respon yang diberikan. Seluruh respon dari valuta-ws.php yang memiliki data banyak selalu di format ke dalam bentuk XML agar dapat di parsing kembali oleh aplikasi yang melakukan request. 3.1 Pengaksesan table fluktuasi o Pemantauan 9 record terbaru

Respon XML Untuk membuktikan apakah aplikasi mendapatkan data yang sama dengan respon yang diberikan oleh valuta-ws.php maka dilakukan percobaan dengan menggunakan aplikasi android yang menampilkan seluruh respon serta menampilkan data tersebut dalam bentuk tabel. Untuk menampilkan data tanpa ada tag XML maka dilakukan proses parsing XML yang memanfaatkan class yang telah disediakan oleh java. Script XML parser dikutip dari situs gedelumbung.com. Tampilan aplikasi android yang digunakan untuk melakukan pengecekan parsing XML. Dan gambar berikut adalah bukti bahwa data berhasil di parsing :

Karena jumlah valuta yang dipantau berjumlah 9 buah maka 9 record terbaru merupakan data terbaru dari kesembilan valuta tersebut. Untuk melakukan hal tersebut maka valuta-ws.php harus diberi parameter tabel=fluktuasi mode=pantau kode=all limit=9, . Maka respon dari valuta-ws.php tersebut dapat dilihat pada gambar berikut :

Hasil parsing pada aplikasi android

2. Pengujian validitas dan fluktuasi valuta asing Pengujian ini dilakukan dengan cara melakukan pengamatan secara langsung antara halaman utama www.fxclearing.com dengan aplikasi agent yang telah dibuat. Pengujian ini memanfaatkan time stamp pada daftar fluktuasi valuta dihalaman utama www.fxclearing.com yang secara

Respon valuta-ws.php untuk pengambilan 9 data terbaru

9 o Pemantauan 100 record terbaru sebuah valuta yang pada mulanya digunakan untuk melakukan pemantauan secara langsung dapat digunakan untuk menyelesaikan kegiatan yang lain. Hasil yang didapat telah berhasil memenuhi tujuan penelitian sesuai dengan yang telah direncanakan, yakni melakukan efisiensi waktu yang terpakai oleh trader valuta asing dalam melakukan pemantauan fluktuasi valuta asing secara langsung. Hal ini didukung dengan pengujianpengujian yang telah dilaksanakan yakni pengujian kerja aplikasi yang berhasil memberikan notifikasi kepada trader saat rule pemantauan telah terpenuhi.

Pemantauan ini dimaksudkan untuk mendapatkan data yang akan dijadikan sebagai resource untuk membuat grafik valuta yang terkait. Untuk melakukan hal tersebut maka valutaws.php dapat diberi parameter tabel=fluktuasi mode=pantau kode=AUDUSD limit=100, Maka respon dari valuta-ws.php tersebut dapat dilihat pada gambar berikut :

V. KESIMPULAN DAN SARAN v.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa sitem baru yang dibangun diharapkan dapat membantu trader valuta asing dalam melakukan efisiensi waktu yang digunakan untuk melakukan pemantauan fluktuasi valuta asing. Hal ini didukung dengan poin-poin berikut yang didapat dalam pembuatan aplikasi antara lain : 1. Agent yang dibangun sebagai pengambil data pada sumber bekerja dengan rata-rata 10,6 detik dalam satu kali pengambilan. Kecepatan tersebut tergantung dengan kualitas koneksi internet yang digunakan. 2. Aplikasi android yang dibangun dapat menjalankan service yang memiliki proses terpisah dan berjalan di belakang layar dalam melakukan pemantauan sehingga trader tidak perlu langsung melakukan pemantauan. Trader dapat menginputkan rule pemantauan yang akan digunakan oleh service pemantau fluktuasi valuta asing sebagai acuan dalam membandingkan kondisi valuta sebenarnya dengan rule yang diinputkan kemudian akan menampilkan notifikasi kepada user melalui Smartphone android yg digunakan jika hasil pemantauan memenuhi rule pemantauan V.2 Saran Berdasarkan pengalaman selama pembuatan aplikasi yang telah dilakukan, berikut adalah beberapa saran yang penting untuk diperhatikan : Untuk mengatasi permasalahan saat desain situs sumber data yang berubah, sebaiknya agent yang dibangun memiliki kecerdasan buatan.

Respon valuta-ws.php untuk pengambilan 100 data terbaru dari sebuah valuta

3.2 Pengaksesan table rule o Modifikasi rule Mode modifikasi rule ini digunakan untuk melakukan proses add/edit/delete yang dimana proses ini tidak memiliki recordset balikan / kumpulan data yang dikirim kembali kepada yang me-request. Sebagai salah satu contoh modifikasi rule, digunakan query untuk menambahkan data rule baru. Untuk melakukan hal tersebut maka valuta-ws.php dapat diberi parameter tabel=rule mode=modify query=insert into rule_valuta values(null,AUDUSD,ASK,B,2), into rule_valuta values(null,AUDUSD,ASK,B,2). Maka respon dari valuta-ws.php tersebut adalah modify rule berhasil 3.3 Pengujian Aplikasi Pada tahap pengujian aplikasi secara keseluruhan, pengujian dilakukan pada jaringan wireless yang menghubungkan antara aplikasi android dengan valuta-ws.php yang berada pada laptop. Aplikasi ini dianggap lulus tahap pengujian apabila mampu melakukan pemantauan fluktuasi valuta asing dan memberikan notifikasi jika hasil pemantauan telah memenuhi kondisi pemantauan yang telah di berikan. . Langkah terakhir yang perlu dilakukan pada laptop adalah menjalankan aplikasi agent agar agent tersebut dapat melakukan pemantauan fluktuasi valuta asing dan menyimpan data tersebut kedalam database. Setelah itu aplikasi android sudah dapat di jalankan. C Hasil Pada penelitian ini, hasil yang didapatkan berupa aplikasi android dan autonomous agent yang mampu melakukan pemantauan fluktuasi valuta asing sesuai dengan rule pemantauan yang telah diinputkan sehingga trader tidak perlu lagi melakukan pemantauan secara langsung dan waktu

10

Refrensi

[1] James G, dan Henry McG, (1996). The Java Language Environtment. Diakses 2 Februari 2013. http://java.sun.com.docs/white/langenv/Intro.doc2 .html#349 [2] Hyacinth S. Nwana, (2008). Software Agents: An Overview. Diakses pada 2 Februari 2012 http://agents/umbc.edu.introduction/ao/

[3]. Bellifemine, F et.al. 2007. Developing Multi Agent System with JADE. John Wiley & Sons hal 3-4 [4] Fabio B, Giovanni C, dan Tiziana Trucco, JADE Administrator's Guide, diakses 2 Maret 2013. http://jade.tilab.com/doc/administratorsguide.pdf