Anda di halaman 1dari 3

Gangguan mental organik adalah gangguan mental yang berkaitan dengan penyakit/gangguan sistemik atau otak yang dapat

di diagnosa sendiri. Termasuk, gangguan mental simtomatik, dimana pengaruh terhadap otak merupakan akibat sekunder dari penyakit/gangguan sistemik di luar otak (extracerebral). Gambaran umum: 1. Gangguan fungsi kognitif misalnya: daya ingat (memory), daya pikir (intellect), daya belajar (learning). 2. Gangguan sensorium misalnya: gangguan kesadaran (consciousness) dan perhatian (attention). 3. Sindrom dengan manifestasi yang menonjol dalam bidang: persepsi (halusinasi), isi pikiran (waham/delusi), suasana perasaan dan emosi (depresi, gembira, cemas).

Gangguan katatonik organic. Pedoman diagnostik: 1. kriteria umum tersebut diatas (F06) 2. disertai salah satu di bawah ini: a. stupor (berkurang atau hilang sama sekali gerakan spontan dengan mutisme parsial atau total, negativisme, dan posisi tubuh yang kaku). b. gaduh gelisah (hipermotilitas yang kasar dengan atau tanpa kecendrungan untuk menyerang. c. kedua-duanya (silih berganti secara cepat dan tak terduga dari hipo- ke hiperaktivitas) (ppdgj 3) Istilah katatonik: 1. Luapan katatonik: aktivitas motorik yang teragitasi, tidak bertujuan, dan tidak dipengaruhi oleh stimulasi eksternal. 2. Stupor katatonik: penurunan aktivitas motorik yang nyata, seringkali sampai titik imobilitas dan tampaknya tidak menyadarisekeliling. 3. Rigiditas katatonik: penerimaan postur yang kaku yang disadari, menetang usaha untuk digerakkan. 4. Posturing katatonik: penerimaan postur yang tidak sesuai atau kaku yang disadari, biasanya dipertahankan dalam waktu yang lama. 5. Cerea flexibilitas (flexibilitas lilin): seeorang dapat diatur dalam suatu posisi yang kemudian dipertahankannya, jika pemeriksa menggerakkan anggota tubuh pasien, anggota tubuh terasa seakan-akan terbuat dari lilin. (synopsis psikiatri)

Katatonik meliputi: 1. Stupor: amat berkurangnya dalam raktivitas terhadap lingkungan dan dalam gerakan serta aktivitas spontan. 2. Gaduh gelisah: tampak jelas aktivitas motorik yang tak bertujuan, yang tidak dipengaruhi oleh stimuli eksternal. 3. Menampilkan posisi tubuh tertentu (secara sukarela mengambil dan mempertahankan posisi tubuh tertentu yang tidak wajar atau aneh) 4. Negativisme (tampak jelas perlawanan yang tidak bermotif terhadap semua perintah atau upaya untuk menggerakkan, atau pergerakan kearah yang berlawanan. 5. Rigiditas: mempertahankan posisi tubuh yang kaku untuk melawan upaya menggerakkan dirinya. 6. Fleksibilitas cerea/waxy flexibility :mempertahankan anggota gerak dan tubuh dalam posisi yang dapat di bentuk dari luar. 7. Command automatisme: kepatuhan secara otomatis terhadap perintah. 8. Pengulangan kata-kata serta kalimat-kalimat. Gejala katatonik dapat dicetuskan oleh penyakit otak, gangguan metabolic, atau alcohol dan obat-obatan, serta dapat juga terjadi pada gangguan afektif. (ppdgj )

Sindrom otak organik adalah gangguan jiwa yang psikotik atau non psikotik yang di sebabkan oleh gangguan fungsi jaringan otak. Gangguan fungsi jaringn otak ini dapat disebabkan oleh penyakit badaniah yang terutama mengenai otak (meningoensefalitis, gangguan pembuluh darah otak, tumor otak dll) atau yang terutama diluar otak (misalnya tifus, toxemia kehamilan, intoxikasi dsb). Bila bagian otak yang terganggu itu luas, maka gangguan dasar mengenai fungsi mental sama saja, tidak tergantung pada penyakit yang menyebabkannya. Bila hanya bagian otak dengan fungsi tertentu saja yang terganggu, maka lokalisasi inilah yang menentukan gejala dan sindrom, bukan penyakit yang menyebabkannya. Sindrom otak organik dinyatakan akut atau menahun berdasarkan dapat atau tidak dapat kembalinya gangguan jaringan otak atau sindrom otak organik itu dan bukan berdasarkan penyebabnya, permulaan, gejala atau lamanya penyakit yang menyebabkannya. Dari gejala-gejala psikiatri tidak dapat diketahui etiologi penyakit badaniah itu, tetapi perlu dilakukan pemeriksaan interna dan neurologis yang teliti. Gejala-gejala psikiatri lebih ditentukan oleh keadaan jiwa premorbidnya, mekanisme pembelaan psikologisnya, keadaan

psikososialnya, sifat bantuan dari keluarga, teman dan karyawan kesehatan, struktur sosial serta ciri-ciri kebudayaan lingkungannya. (maramis)

Anda mungkin juga menyukai