Anda di halaman 1dari 28

ARSITEKTUR KOMUNITAS 2

TIPOLOGI
RUMAH TRADISIONAL TANA TORAJA

Oleh : xxxx xxxxxxx xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx

Dosen Pembimbing : Ir. xxxxxxxxxxxxxxxxxxx, IAI

Kondisi Geografis
Secara geografis, suku Toraja mendiami wilayah Propinsi Sulawesi Selatan di bagian utara yang disebut dengan nama Tana Toraja.

Lokasi Penelitian

Luas wilayahnya +3,178 km2 dan berada pada garis 240325 LS dan 11930-12025 BB.
Ibukota Kabupaten Toraja adalah Makale. Tana

LINGKUNGAN

INFRASTRUKTUR

Data Survei

RUMAH

Lingkungan

Lingkungan

Gambar. Site pemukiman di Tana Toraja

(sumber : http://www.google.com)

Lingkungan pada pemukiman suku Toraja terdiri dari beberapa rumah yang

dibangun berjajar. rumah selalu dibangun dengan sumbu utara-selatan.


Di depan rumah-rumah ini terdapat alang, yaitu bangunan yang berfungsi sebagai lumbung padi.

Infrastruktur
Kondisi topografi bergununggunung dengan ketinggian lebih dari 1000 m diatas permukaan laut. Temperatur udara cenderung lebih sejuk dengan kelembaban dan curah hujan yang tinggi.

Infrastruktu r

Infrastruktur Pada lereng-lereng gunung masih banyak dijumpai hutan-hutan dan areal persawahan. Kondisi tanahnya berbatu dan banyak dijumpai tebing-tebing batu cadas yang menjulang.

Infrastruktu r

Pegunungan di Tana Toraja merupakan pegunungan cadas dengan tebing-tebing curam. Suku Toraja menggunakan batu-batuan cadas untuk menhir-menhir dan kuburan batu.

Pengertian Tipologi Tipologi bangunan pada dasarnya merupakan pengetahuan yang mengklasifikasikan bangunan ke dalam beberapa askpek bangunan tertentu.

atap

2
Rumah

3
tangga

jendela & pintu

dinding

pondasi

(sumber : allamahasiswa.files.wordpress.com

Tipologi Atap

Tipikal desain element atap bangunan dikategorisasikan


kedalam delapan tipe atap yang meliputi:
1. Bentuk atap pelana/ lipat kajang 2. Bentuk atap limas 3. Gabungan 2 atau lebih atap limas 4. Kombinasi limas dan pelana 5. Bentuk atap pelana terpotong 6. Bentuk atap limas bersingap 7. Variasi bentuk atap limas persegi banyak 8. Bentuk atap dak/ beton

Rumah

Tipologi Atap

Tipologi atap Tongkonan memiliki bentuk penampang atap segitiga dengan sudut kemiringan tertentu sehingga dapat mengakibatkan atap memiliki bubungan panjang dan tinggi.

Rumah

Desain elemen seperti ini sesuai dengan iklim dan tingkat curah hujan yang tinggi.

Tipologi Atap

Material/bahan penutup atap bangunan, dapat dikategorisasikan

kedalam 3 (tiga) jenis yaitu


1. 2. 3. Asbes genteng tanah liat, dan seng baja

Bangunan yang beratapkan bahan asbes umumnya digunakan pada bangunan yang berfungsi sebagai rumah tinggal pribadi (single house) masyarakatn setempat. Sedangkan penggunaan berbahan genteng tanah liat dijumpai pada bangunan kediaman resmi

Rumah

pemerintahan.

Tipologi Atap

Penutup atap Tongkonan umumnya


menggunakan bambu yang disusun berlapis-lapis sehingga terlihat sangat

Rumah

tebal. Bambu tersebut awalnya dibelah kemudian dirangkai dengan batang

bambu menjadi 1 modul berisi 10-12


batang bambu.

Tipologi Denah Bangunan


Disamping atap, denah merupakan salah satu ciri utama bangunan tradisional Tana Toraja Tipikal desain denah bangunan dikategorisasikan kedalam lima tipe atap yang meliputi;

1. Tipe 1, bentuk denah empat persegi panjang


2. Tipe 2, bentuk denah huruf L 3. Tipe 3, bentuk denah huruf T 4. Tipe 4, bentuk denah persegi panjang bersilangan 5. Tipe 5, empat persegi panjang tegak lurus jalan

Rumah

Tipologi Denah Bangunan

Tipiologi atap Tongkonan memiliki bentuk beraturan, simetris terhadap


sumbu, namum terdapat juga beberapa variasi yang terjadi sebagai

Rumah

bentuk penyesuaian terhadap topografi dan orientasi pandangan

Tipologi Dinding Bangunan

Jenis dinding bangunan, secara umum dapat


kedalam tiga tipikal dinding yang meliput: 1. Dinding Bata

dikategorisasikan

2. Dinding Papan Kayu.

Rumah

Variasi pemasangan dinding papan pada bangunan

Tipologi Dinding Bangunan

3.

Dinding Kombinasi. Jenis ini merupakan gabungan bahan, antara batu pada bagian bawah dan kayu papan pada bagian atas.

Rumah

Tipologi Dinding Bangunan

Rumah

Umumnya pada rumah tongkonan pemasangan dinding dirapatkan dengan lidah pian atau dengan susunan bertindih yang disebut tindih kasih.

Tipologi Jendela Bangunan Setidaknya tercatat terdapat lima tipologi desain jendela bangunan yang meliputi; o Tipe 1, Jendela Tinggi Kaca o Tipe 2, Jendela Tinggi Setengah Panel dan Ram ram (Jalusi) o Tipe 3, Jendela Rendah Setengah Panel dan Ram ram (Jalusi). o Tipe 4, Jendela Tinggi dengan Ram ram (Jalusi). o Tipe 5, Jendela Tinggi.

Rumah

Rumah

Jendela pada rumah adat Toraja tidak hanya digunakan sebagai elemen desain untuk memasukan udara dan sinar matahari kedalam bangunan saja. Hal ini juga terkait dengan pandangan masyarakat tempatan/adat istiadat terhadap bentuk dan ketinggian jendela bangunan.

Jendela tinggi dibuat setinggi orang dewasa berdiri dari lantai, melambangkan bahwa pemilik bangunan adalah orang baik baik, patut patut, tahu adat istiadat, dan tradisinya.

Rumah

Sedangkan letak jendela rendah melambangkan pemilik bangunan adalah

orang yang ramah tamah, selalu menerima tamu dengan ikhlas dan
terbuka

Tipologi Kaki Bangunan


Rumah panggung, umumnya digambarkan dengan penggunaan kaki bangunan bentuk dan ketinggian tertentu sehingga mengakibatkan terdapatnya ruang bawah bangunan/kolong.

Tipikal desain element kaki bangunan dikategorisasikan kedalam tujuh tipe yang meliputi;
o o o o Tipe 1, Trapesium. Tipe 2, Berbentuk Bulat, Tipe 3, Bentuk Persegi sederhana Tipe 4, Pengembangan dari Tipe 3 + penambahan profil pada bagian atas kaki.

o
o

Tipe 5, Bentuk Persegi dan Lebar


Tipe 6, Bentuk yang memiliki coakan/takikan

Rumah

Jenis batuan yang digunakan sejenis batu kali atau batu cadas, jenis batuan yang banyak ditemukan disekitar pemukiman. Batu pondasi tidak ditanam didalam tanah namun diletakkan diatas permukaan tanah.

Rumah

Pada beberapa rumah juga ditemukan adanya pen untuk menahan tiang

atau batu pondasi yang dipahat dan dilubangi sehingga tiang kayu dapat
dimasukkan dalam lubang

Tipologi Kaki Bangunan Pintu disebut juga ambang atau lawang. Pintu berbentuk persegi empat
panjang dengan lebar antara 60 100 cm serta tinggi antara 150 200 cm. Pada awalnya pintu tidak memakai engsel berbahan metal, sama halnya dengan jendela. Setidaknya terdapat empat kategorisasi tipikal pintu yaitu; o o o o Tipe 1, Bentuk Panel Tipe 2, Pintu Stengah Panel Tipe 3, Sebagian Panel dan Sebagian Ram ram. Tipe 4, Pintu Dominasi Kaca

Rumah

Posisi pintu terletak dibagian kolong sebelah kanan. Pada bagian detail pintu Tongkonan,

Rumah

masih menggunakan bukaan dari bawah denan besaran pintu berukuran kecil 60cm x 60cm

Tipologi Tangga Bangunan Dalam bangunan tradisional, terdapat dua jenis tangga yakni tangga bulat
dan tangga picak/pipih. Terdapat dua kategori tangga yaitu 1. Tipe 1, Tangga Kayu. 2. Tipe 2, Tangga Batu

Jenis tangga ini ada dua bentuk variasi yaitu tangga batu yang mempunyai
pagar atau pegangan tangga dan tangga batu yang tidak mempunyai pagar atau pegangan tangan.

Rumah

Tangga naik ke rumah mengarah ke jalan umum dan anak tangga umumnya berjumlah ganjil. Hal ini sesuai dengan pandangan

bilangan genap kurang baik artinya. Tangga depan selalu berada di

Rumah

bawah atap dan terletak pada pintu serambi muka. Tangga kayu ini jenisnya tangga picak/pipih yang terbuat dari berbahan papan tebal

Tipologi Ornamen Bangunan

Ornamen

menjadi

alat

yang

umum

digunakan

untuk

mengekspresikan

nilai-nilai

estetika

pada

suatu

budaya

masyarakat. Ornamen dapat juga menjadi perlambang status kedudukan sosial seseorang dalam masyarakat. Semakin tinggi status sosial/kaya pemilik rumah, maka semakin banyak dan indah pula ornamen yang dapat diterapkan pada rumah. Material yang digunakan pada umumnya adalah kayu uli.

Rumah

Berikut kategori umum ornamen-ornamen yang ditemukan pada bangunan tradisional di Tana Toraja yang menjadi fitur kajian tipologi; 1. Ornamen pada Balok Bangunan 2. Ornamen pada Dinding dan Lobang Angin Bangunan

3. Ornamen pada Handrail


4. Ornamen pada Jendela 5. Ornamen pada Listplank 6. Ornamen pada Pintu 7. Ornamen pada Plafond 8. Ornamen pada Singap Atap Bangunan 9. Ornamen pada Tangga

Rumah

10. Ornamen pada Pagar Bangunan

KESIMPULAN Kejelasan tipologi bangunan suatu kawasan akan membuka pengertian dan pemahaman lebih jauh terhadapat karakter

kehidupan

masyarakat

yang

berada

dan

berkembang

serta

beradaptasi terhadap lingkungan sekitarnya. Sikap dan nilai budaya merupakan faktor yang turut serta dalam membentuk dan mewarisi nilai-nilai rancang bangun yang akan terus berkembang. Variasi bentuk dan fitur elemen desain bangunan merupakan bukti nyata bagaimana nilai arsitektural tersebut dapat tumbuh dan berkembang ditengah masyarakat.

Rumah