Anda di halaman 1dari 9

Olah Raga Sepak Bola

Disusun Oleh:
Siti Rohmah

MA RADLATUL ULUM Klampis-Bangkalan


2010-2011

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada Tim penulis, sehingga dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul Olah Raga Sepak Bola . Penulis menyadari bahwa di dalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Ynag Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak. Tim penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih sangat haug daru kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun, demikian tim penulis telah baru berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya tim penulis dengan rendah hati dan dengan terbuka menerima masukan, saran dan usul guna penyempurnaan makalah ini. Akhirnya tim penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.

Klampis, 13 Desember 2010

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI

. .. .. .

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Rumusan Masalah 1.3. Tujuan Masalah 1.4. Manfaat Masalah BAB II PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Sepak Bola 2.2. Peraturan Sepak Bola 2.3. Tujuan Permainan 2.4. Peraturan Permainan 4.1. Lapangan Permainan 4.2. Bola 4.3. Tim

.. ...

4.4. Perlengkapan Permainan 4.5. Lama Permainan 2.5. Taktik Permainan

. ... ..

2.6. Jenis Olah Raga Tradisional 2.7. Manfaat Olah Raga BAB III PENUTUP 3.1. Kesimpulan DAFTAR PUSTAKA

. .. .

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sepak Bola adalah salah satu cabang olah raga yang sangat populer, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia hampir 20 juta orang di dunia turut bermain aktif di dalam dunia sepak bola. Olah raga ini dimainkan ratusan juta manusia di seluruh dunia, ditonton oleh miliaran penonton dan kerap dibanjiri oleh berliter-liter air mata. Dalam sejarah, Indonesia pernah mencapai prestasi yang cukup membanggakan dalam kiprahnya dipersepakbolaan dunia. Contoh: kesebelasan tahun Nasional Indonesia menjadi Negara Asia pertama yang menjadi wakil di piala dunia tahun 1938. Ikut serta dalam olimpiade Melbourne 1956 dll. Namun, dalam perkembangannya saat ini langkah persepakbolaan Nasional Indonesia telah cukup jauh tertinggal. Kondisi saat ini memang tak dapat dipungkiri dan bukan menjadi beban persoalan dari satu pihak saja, karena untuk membentuk suatu tim sepak bola yang hebat dibutuhkan peran serta dari banyak pihak termasuk dukungan pemerintah juga. Masyarakat dalam membantu meningkatkan prestasi persepakbolaan Nasional. 1.2. Rumusan Masalah 1. Bagaimana cara bermain sepak bola. 2. Apa manfaat olah raga. 1.3. Tujuan Masalah 1. Mengetahui tata cara bermain sepak bola 2. Mengetahui peraturan sepak bola 1.4. Manfaat Masalah Hasil dari penulisan ini diharapkan dapat member manfaat kepada semua pihak khususnya kepada siswa untuk mengubah pengetahuan dan wawasan dalam menghadapi lomba sepak bola. Manfaat lain dengan adanya penulisan makalah ini diharapkan dapat dijadikan acuan.

BAB II PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Sepak Bola Sepak bola adalah: Permainan bola yang sangat populer dimainkan oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan sebelas orang. 2.2. Peraturan Sepak Bola 1. Peraturan Peraturan Peraturan Peraturan Peraturan Peraturan Peraturan Peraturan Peraturan Peraturan Peraturan Peraturan Peraturan Peraturan Peraturan 1. Lapangan Sepak Bola 2. Bola 3. Jumlah Pemain 4. Peralatan Pemain 5. Wasit yang mengatur pertandingan 6. Asisten wasit 7. Lama Permainan 8. Bola keluar dan didalam lapangan 9. Cara mendapatkan angka 10. Offside 11. Pelanggaran 12. Tendangan bebas 13. Tendangan 14 Lemparan dalam 15 Tendangan gawang

2.3. Tujuan permainan Dua tim yang masing-masing terdiri dari II orang bertarung untuk memasukkan sebuah bola bundar kegawang lawan. Tim yang mencetak lebih banyak gol adalah seng pemenang (biasanya dalam jangka waktu 90 menit, tetapi ada cara lain untuk menentukan pemenang jika hasilnya seri). Akan di adakan pertambahan waktu 2x15 menit dan apabila dalam pertambahan waktu hasilnya masih seri akan diadakan adu pinalti yang setiap timnya akan diberi 5x kesempatan untuk menendang bola kea rah gawang dari titik pinalti yang berada di dalam daerah kipper hingga hasilnya bisa ditentukan. Peraturan-peraturan terpenting dalam mencapai tujuan ini adalah pemain. 2.4. Peraturan Permainan 4.1. Lapangan Permainan a. Ukuran : Panjang 100-110 m x lebar 64-74 m b. Garis batas : Garis lebar cm, yakni garis sentuh disisi garis gawang di ujungujung, dan garis melintang tengah lapangan.. m lingkaran tengah, tidak ada tembok penghalang atau papan. c. Daerah Pinalti : busur berukuran 18 m dan setiap pos d. Garis pinalti :m dari titik tengah garis gawang

e. Garis kedua pinalti : m dari titik tengah garis gawang f. Zona pergantian : daerah m (m pada setiap sisi garis tangah lapangan) pada sisi. g. Gawang : Lebar 7m x tinggi 2,5 m h. Permukaan daerah pelemparan, halus, rata dan abrasif. 4.2. Bola a. Ukuran b. Keliling c. Berat d. Lambungan e. Bahan 4.3. Tim a. Jumlah pemain maksimal memulai pertandingan : 11 salah satunya penjaga gawang b. Jumlah pemain maksimal keluar lapangan (tidak termasuk cedera) : 4 c. Jumlah pemain cadangan maksimum : 12 d. Jumlah wasit : 1 e. Jumlah hakim garis : 2-4 f. Batas jumlah pergantian pemain : 3 kecuali pertangdingan dan uji coba 4.4. Perlengkapan Permainan a. Kaos bernomor (sejak tahun 1954) b. Celana pendek c. Kaos kaki d. Pelindung tulang kering e. Alas kaki bersolkan karet 4.5. Lzama Permainan a. Lama normal b. Lama istirahat : 2x45 menit : 1,5 menit : 68-70 cm : 100 cm : 410-450 cm : 1000 cm pada pantulan pertama : Karet atau karet sintesis (buatan)

c. Perpanjangan waktu 2x15 menit. Bila hasil masih imbang setelah perpanjangan waktu normal. d. Ada adu pinalti jika jumlah gol kedua tim seri soal perpanjangan waktu selesai e. Time out 1 per Tim per Babak f. Waktu pergantian babak maksimal 15 menit 2.5. Taktik Permainan a. 4-4-2 (klasik empat pemain belakang atau skipper dengan dua gelandang sayap) b. 4-4-4-1 (2 pasang gelandang sayap, satu gelandang serang dan stiker tungaal)

c. 4-2-4 (dua sayap) d. 4-3-2-1 (3 pemain gelandang tengah, 2 gelandang serang, dan stiker tunggal) e. 4-3-1-2 (4 bek, 3 gelandang bertahan, 1 penyerang lubang, 2 stiker) f. 4-5-1 (4, bek, 2 sayap, 3 gelandang, 1 stiker) g. 4-2-3-1 (2 bek tengah, 2, bek sayap, 2 winger, 1 penyerang lubang stiker) h. 4-3-3 (4 bek. 3 gelandang bertahan, 2 stiker sayap, 1 stiker tengah) i. j. 4-3-3 (2 bek sayap, 2 bek tengah, 2 sayap, 2 gelandang bertahan 3 stiker) 4-1-4-1 (4 bek, 1 gelandang bertahan, 4 gelandang 1 stiker)

2.6. Jenis-jenis Olahraga Tradisional Banteng Congklak Egrang Galah Asin Gasing - Poco - Pathol - Pencak Silat - Zawo-zawo

2.7. Mamfaat Olah Raga Olah raga sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh dengan olah raga metabolism tubuh menjadi lancar sehingga distribusi dan penerapan nutrisi dalam tubuh menjadi efektif dan efisien.

BAB III PENUTUP

3.1. Kesimpulan Olah raga adalah aktivitas untuk melatih tubuh seseorang, tidak hanya secara jasmani tetapi juga secara rohani (Misalkan Catur). Olah raga dari berbagai daerah Indonesia . dan juga mempunyai manfaat yang bisa untuk mengubah pengetahuan dan wawasan dalam permainan sepak bola. Dan di dalamnya juga terdapat peraturan sepak bola. Tujuan permainan, peraturan permainan dan juga terdapat Janis-jenis olah raga tradisional.

DAFTAR PUSTAKA

Adiputra, N. 1998. Metodologi Ergonomi. Denpasar : program study Ergonomi-Fisiologi Kerja, Program Pascasarjana Universitas Odayana.

Adiputra, N. 2002. Denyut Nadi dan Kegunaannya Dalam Ergonomi. Jurnal ergonomic Indonesia V01 3, no 1 Juni 2002 :22-26