Anda di halaman 1dari 12

I. II.

Judul Praktikum Mengamati Hasil Fermentasi Alkohol dan Organisme Ragi Pelaksanaan Kegiatan Senin,19 September 2011 bertempat di Laboratorium Biologi SMAN 48 Jakarta Timur. Tujuan Eksperimen 1) Mengecek adanya ATP sebagai hasil fermentasi alkohol 2) Mengecek adanya CO2 sebagai hasil fermentasi alkohol 3) Mengecek adanya etanol sebagai hasil fermentasi alkohol Dasar Teori Katabolisme adalah reaksi pemecahan / pembongkaran senyawa kimia kompleks yang mengandung energi tinggi menjadi senyawa sederhana yang mengandung energi lebih rendah. Tujuan utama katabolisme adalah untuk membebaskan energi yang terkandung di dalam senyawa sumber. Bila pembongkaran suatu zat dalam lingkungan cukup oksigen (aerob) disebut proses respirad, bila dalam lingkungan tanpa oksigen (anaerob) disebut fermentasi. (yudhim.blogspot.com) Contoh katabolisme adalah proses pernapasan sel atau respirasi.Respirasi merupakan oksidasi senyawa organik secara terkendali untuk membebaskan energi bagi pemeliharaan dan perkembangan makhluk hidup.Berdasarkan kebutuhan terhadap tersedianya oksigen bebas, dibedakan atas : a. Respirasi Aerob, yaitu respirasi yang membutuhkan oksigen bebas, jadi oksigen merupakan senyawa penerima hidrogen terakhir. b. Respirasi Anaerob, yaitu respirasi yang tidak membutuhkan oksigen bebas. Jadi sebagai penerima hidrogen terakhir bukan oksigen tetapi senyawa-senyawa tertentu seperti asam piruvat, asetaldehid. ( http://www.webng.com/spons/katabolisme.html) Fermentasi alkohol : Proses ini terjadi pada beberapa mikroorganisme seperti jamur ( ragi ), dimana tahapan glikolisis sama dengan yang terjadi pada respirasi aerob. Setelah terbentuk asam piruvat ( hasil akhir glikolisis ), asam piruvat mengalami dekarboksilasi (: sebuah molekul CO2 dikeluarkan )

III.

IV.

dan dikatalisis oleh enzim alkohol dehidrogenase menjadi etanol atau alkohol dan terjadi degradasi molekul NADH menjadi NAD+ serta membebaskan energi/kalor. Proses ini dikatakan sebagai "pemborosan" karena sebagian besar energi yang terkandung dalam molekul glukosa masih tersimpan di dalam alkohol. Itulah sebabnya, alkohol/etanol dapat digunakan sebagai bahan bakar. Fermentasi alkohol pada mikroorganisme merupakan proses yang berbahaya bila konsentrasi etanolnya tinggi. (http://pelajaranbiologi-sma1.blogspot.com/2010/08/respirasiaerob.html) V. Alat dan Bahan Alat: Tabung erlemenyer Termometer Selang Kecil Plastilin - PP Bahan: - Air gula - Fermipan (ragi) - Air kapur sirih

VI.

Prosedur Kerja 1. Membuat air kapur yang sudah diendapkan selama 1 malam 2. Menempatkan air gula yang dicampur dengan fermipan ke dalam tabung erlemenyer 1 3. Menempatkan air kapur yang dicampur dengan PP ke dalam tabung erlemenyer 2 4. Menutup mulut tabung erlemenyer 1 dengan plastisin 5. Mengukur suhu awal larutan air gula yang telah dicampur dengan fermipan pada tabung erlemenyer 1 dengan termometer

6. Menutup mulut tabung erlemenyer 2 dengan plastisin 7. Memasang selang kecil yang menghubungkan tabung erlemenyer 1 dan 2 8. Mengamati perubahan yang terjadi 9. Megukur suhu akhir larutan air gula yang telah dicampur dengan fermipan pada tabung erlemenyer 1 dengan thermometer 10. Mencatat perubahan yang terjadi

VII.

Hasil Pengamatan 1.1

Gambar Hasil Pengamatan 1.2

Larutan gula + Fermipan Setelah menit

Air kapur + PP

VIII.

Larutan gula + Air Kapur + Diskusi dan Pertanyaan Fermipan PP 1. Buatlah bagan fermentasi yang menghasilkan alkohkosa glukos a
2 ATP 4 ATP 2 NAD+ 2 NADH

2 asam piruvat

2 H 2O

2 CO2

2 asetal dehid

2 etanol

2. Jelaskan fungsi dari : a. Termometer Untuk mengukur suhu sebelumdan sesudah terjadinya fermentasi

b. Air gula Sebagai bahan dasar untuk diubah menjadi alcohol

c. Ragi / fermipan Mikroorganisme yang mengalami fermentasi

d. Air kapur + pp Untuk membuktikan bahwa fermentasi menghasilkan CO2

3. Bagaimana untuk mengetahui hasil permentasi menghasilkan alkohol? Dapat diketahui dari : ATP diketahui dengan adanya kenaikan suhu pada air gula + ragi CO2 diketahui dengan mengeruh dan memudarnya air kapur + PP Etanol diketahui dengan menghirup bau dari larutan air gula + ragi (bau yang wangi menunjukkan adanya etanol)

IX.

Kesimpulan 1. Ragi yang dicampurkan dengan air gula dalam lingkungan anaerob akan mengalami fermentasi alkohol.Terjadinya fermentasi dibuktikan dengan dihasilkannya etanol,ATP, dan CO2 2. ATP dibuktikan dengan bertambahnya suhu pada labu erlenmeyer setelah ragi yang dicampurkan air gula dibuat dalam lingkungan anaerob. 3. CO2 dibuktikan dengan adanya gelembung udara pada air kapur.Selain itu perubahan warna air kapur yang telah ditambahkan PP dari merah jambu mengalami pemudaran warna juga menunjukkan adanya CO2 Mengembangnya ragi mengindikasikan adanya CO2 yang terperangkap dan ingin meloloskan diri. 4. Etanol dibuktikan dengan adanya bau wangi ketika penutup labu erlenmeyer berisi air gula dan ragi yang sudah mengembang dibuka.

X.

Daftar Pustaka -www.google.com -yudhim.blogspot.com -http://www.webng.com/spons/katabolisme.html -http://pelajaranbiologi-sma1.blogspot.com/2010/08/respirasiaerob.html

Jakarta,28 Agustus 2011 Pembina Praktikum Praktikan

Drs.M.M Munir NIP : 132208456 11557

Maulia Rahma NIS :

O L E H MAULIA RAHMA (25) XII IPA 3

S M A N E G E R I 48
Jln. Pinang Ranti II No.1, TMII Telp.8006204 / Fax.8009437 Jakarta Timur 13560 Website : www.sman48-jkt.com , Email : sman_48_jkt@yahoo.com 2011/2012

Anda mungkin juga menyukai