Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS PANGAN

ACARA V KROMATOGRAFI

Penanggung jawab: Yuyun Isnu Rohaenah Siti Meisaroh (A1M010048) (A1M010062)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS PERTANIAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN PURWOKERTO 2012

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

B. Tujuan Mengetahui pigmen warna yang terdapat dalam bahan

II. TINJAUAN PUSTAKA

Daun Sirih Merah Tanaman sirih merah tumbuh menjalar seperti halnya sirih hijau. Batangnya bulat berwarna hijau keunguan dan tidak berbunga. Daunnya bertangkai membentuk jantung dengan bagian atas meruncing, bertepi rata, dan permukaannya mengkilap atau tidak berbulu. Panjang daunnya bisa mencapai 1520 cm. Warna daun bagian atas hijau bercorak warna putih keabu-abuan. Bagian bawah daun berwarna merah hati cerah. Daunnya berlendir, berasa sangat pahit, dan beraroma wangi khas sirih. Batangnya bersulur dan beruas dengan jarak buku 5-10 cm. Di setiap buku tumbuh bakal akar (Sudewo, 2006). Menurut Bambang Sudewo (2006), daun sirih merah mengandung flavonoid, senyawa polifenolat, tanin, dan minyak atsiri. Menurut Solikhah (2006) senyawa fitokimia yang terkandung dalam daun sirih merah yakni alkaloid, saponin, dan flavonoid. Kandungan kimia lainnya yang terdapat di daun sirih merah adalah minyak atsiri, hidroksikavicol, kavicol, kavibetol, allylprokatekol, karvakrol, eugenol, p-cymene, cineole, caryofelen, kadimen estragol, terpenena, dan fenil propada. Karena banyaknya kandungan zat/senyawa kimia bermanfaat inilah, daun sirih merah memiliki manfaat yang sangat luas sebagai bahan obat. Karvakrol bersifat desinfektan, anti jamur, sehingga bisa digunakan untuk obat antiseptik pada bau mulut dan keputihan. Eugenol dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit (Manoi, 2007).

Kromatografi Kromatografi adalah suatu teknik pemisahan, yang pertama kali dipakai untuk memisahkan zat-zat warna tanaman. Hal ini tersimpul dari istilah yang dipakai kroma adalah zat warna. Pemisahan dengan teknik ini dijalankan dengan mengadakan manipulasi atas dasar perbedaan sifat-sifat fisik dari zat-zat yang menyusun suatu campuran. Sifat-sifat fisik tersebut khususnya ialah: 1. Adanya tendensi molekul dari suatu zat untuk larut dalam suatu cairan.

2. Adanya tendensi molekul dari suatu zat untuk dapat teradsorbsi pada butirbutir zat padat yang halus dengan permukaan yang luas. 3. Adanya tendensi molekul dari suatu zat untuk masuk ke fase uap atau menguap.

III. METODE

A. Alat Cawan porselin Cawan petri Mortar Labu ukur 10 ml Timbangan Daun sirih merah () Wortel Bayam Sawi hijau Buah buni Bunga sepatu Aseton 95% Kapur tulis

B. Bahan -

IV. PROSEDUR KERJA

Kapur tulis direndam dengan aseton 95%

Kapur tulis dikeringkan/dijemur

Bahan dihaluskan dengan mortar

Ditimbang 5 gram bahan

Ditambahkan akuades sampai 10 ml

Disaring dengan kertas saring

Filtrat dimasukkan dalam cawan porselin

Kapur tulis dimasukkan ke dalam cawan porselin yang berisi filtrat dengan posisi vertikal Didiamkan selama 2 jam

Dilakukan pengamatan terhadap pemisahan pigmen warna yang terbentuk

Diukur jarak masing-masing pita pada kapur dari dasar warna

Dicatat data hasil pengamatan

V. DATA PENGAMATAN

Warna = hijau tua Panjang pigmen warna dari dasar = 1,2 cm

Kapur tulis

1,2 cm jarak pita dari dasar Pigmen berwarna hijau tua

VI. PEMBAHASAN

VII. PENUTUP A. Kesimpulan Hasil pengamatan pigmen yang terdapat pada daun sirih merah dengan cara kromatografi adalah hanya satu warna yang terbentuk yaitu warna hijau tua dengan panjang 1,2 cm dari dasar warna.

B. Saran

DAFTAR PUSTAKA

Adnan, Mochamad. 1997. Teknik kromatografi untuk analisis bahan makanan. Yogyakarta: ANDI Yogyakarta. Arishandy, Dewi Noer A.T. 2010. Isolasi dan Identifikasi Senyawa Flavonoid dari Daun Sirih Merah (Piper betle L. var Rubrum), Skripsi, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Malang. Manoi, F. 2007. Sirih Merah Sebagai Tanaman Obat Multi Fungsi. Bogor: Balitro. Solikhah, A. 2006. Sirih Merah Penurun Glukosa Darah (on-line). http://www.korantempo.com/korantempo/2006/07/07/Ilmu_dan_Teknolo gi/krn,20060707,56.id.html, diakses tanggal 6 Juli 2012. Sudewo, B. 2006. Basmi Penyakit dengan Sirih Merah. Jakarta: Agro Media Pustaka

LAMPIRAN