Anda di halaman 1dari 13

Makalah Biologi

Mineral
SMA Negeri 1 Kabanjahe XI A1 Penyusun : 1. Ade Clinton 2. Kevin F. S 3. Martha Suryanita 4. Yonika Evidonta

Kata Pengantar
Pertama tama terimakasih kita sampaikan kepada Tuhan atas segala rahmatnya. Kemudian kami juga mengucapkan banyak terimakasih kepada setiap orang yang telah berperan dalam penyelesaian makalah, baik yang terlibat langsung atau yang berupa hasil karyanya kami jadikan sumber referensi. Kami sudah mencoba semampu kami untuk membuat sebuah makalah yang berkualitas dan memberikan info yang lengkap berdasarkan judul yang telah dipilih yaitu, mineral. Berbagai sumber telah kami saring, rangkum, dan ditambahi/dikurangi sehingga menjadi sebuah bahan bacaan yang berkualitas, tepat, dan lengkap. Walaupun kami sudah berusaha keras, kami tidak sepenuhnya yakin bahwa makalah ini sudah benarbenar baik. Apalagi ditambah factor atau bisa dibilang fakta bahwa selera, kemauan, pandangan orang berbeda-beda, jadi hampir tidak mungkin untuk memuaskan keinginan semua orang. Sehingga kami minta maaf jika ada kesalahan atau ketidakpuasan anda terhadap makalah ini. Terimakasih

Daftar Isi
Kata Pengantar Daftar Isi Pendahuluan Pengertian Mineral Fungsi Mineral Pembagian Mineral Kalsium Fosfor Natrium Kalium Klorida Magnesium Kromium Kobalt Tembaga Iodium Besi Mangan Molibdenium Selenium Silikon Zenk Fluorida Belerang Absorbsi Mineral Fakta Mineral .................................................................................. .................................................................................. .................................................................................. .................................................................................. .................................................................................. .................................................................................. .................................................................................. .................................................................................. .................................................................................. .................................................................................. .................................................................................. .................................................................................. .................................................................................. .................................................................................. .................................................................................. .................................................................................. .................................................................................. .................................................................................. .................................................................................. .................................................................................. .................................................................................. .................................................................................. .................................................................................. .................................................................................. .................................................................................. .................................................................................. 1 2 3 3 4 4 4 4 5 5 5 5 6 6 6 7 7 7 8 8 9 9 9 9 10 10

Pendahuluan
Mineral menempati 4% bagian dari penyusun tubuh manusia. Menurut salah satu referensi, mineral dibedakan atas 2 golongan besar yaitu makroelemen yang berjumlah relatif besar di dalam tubuh, serta mikroelemen yang berjumlah relatif lebih sedikit. Selain 2 kelompok tersebut masih ada lagi kelompok unsur kelumit (trace elements), yang dibutuhkan dalam jumlah sangat sedikit. Trace elements ini sebenarnya dapat dimasukkan ke dalam kelompok mikroelemen. Berikut ini adalah mineral-mineral esensial yang diperlukan oleh tubuh (makroelemen) : 1. Kalsium (Calcium = Ca) 2. Magnesium (Mg) 3. Fosfor (Phosphorus = P) 4. Kalium (K) = Potassium 5. Natrium (Na) = Sodium 6. Belerang (Sulphur = S) 7. Klorin (Chlorine = Cl) 8. Besi (Ferrum = Fe)

Berikut ini adalah trace element yang diperlukan oleh tubuh (mikroelemen) :
1. Boron (Bo) 2. Kobalt (Cobalt = Co) 3. Tembaga (Copper = Cu) 4. Kromium (Chromium = Cr) 5. Fluor (Fluoride = F) 6. Iodium (Iodine = I) 7. Mangan (Manganese = Mn) 8. Molibdenum (Molybdenum = Mo) 9. Selenium (Se) 10. Silikon (Silicon = Si) 11. Seng (Zinc = Zn)

1. Pengertian Mineral
Mineral adalah suatu zat ( fasa ) padat yang terdiri dari unsur atau persenyawaan kimia yang dibentuk secara alamiah oleh proses-proses anorganik, mempunyai sifat-sifat kimia dan fisika tertentu dan mempunyai penempatan atom-atom secara beraturan di dalamnya, atau dikenal sebagai struktur kristal. Selain itu kata mineral juga mempunyai banyak arti, hal ini tergantung darimana kita meninjaunya. Mineral dalam arti farmasi lain dengan pengertian di bidang geologi. Istilah mineral dalam arti geologi adalah zat atau benda yang terbentuk oleh proses alam, biasanya bersifat padat serta tersusun dari komposisi kimia tertentu dan mempunyai sifat-sifat fisik yang tertentu pula. Mineral terbentuk dari atom-atom serta molekul-molekul dari berbagai unsur kimia, dimana atom-atom tersebut tersusun dalam suatu pola yang teratur. Keteraturan dari rangkaian atom ini akan menjadikan mineral mempunyai sifat dalam yang teratur. Mineral pada umumnya merupakan zat anorganik. ( Murwanto, Helmy, dkk. 1992 ) Maka pengertian yang jelas dari batas mineral oleh beberapa ahli geologi perlu diketahui walaupun dari kenyataannya tidak ada satupun persesuaian umum untuk definisinya.

Definisi mineral menurut beberapa ahli : L.G. Berry dan B. Mason, 1959 Mineral adalah suatu benda padat homogen yang terdapat di alam terbentuk secara anorganik, mempunyai komposisi kimia pada batas batas tertentu dan mempunyai atom atom yang tersusun secara teratur. D.G.A Whitten dan J.R.V. Brooks, 1972 Mineral adalah suatu bahan padat yang secara structural homogen mempunyai komposisi kimia tertentu, dibentuk oleh proses alam yang anorganik. A.W.R. Potter dan H. Robinson, 1977 Mineral adalah suatu bahan atau zat yang homogen mempunyai komposisi kimia tertentu atau dalam batas batas dan mempunyai sifat sifat tetap, dibentuk dialam dan bukan hasil suatu kehidupan.

2. Fungsi Mineral bagi Tubuh


Semua mineral Yang ada didalam tubuh berfungsi banyak dan penting. Calcium dan Fhospor dipergunakan untuk membina tulang yang kuat. Tanpa bahan ini tubuh segera akan ambruk. Mineral yang lain berfungsi kira kira seperti busi mobil untuk reaksi kimia yang penting. Sedangkan yang lain membentuk persenyawaan yang rumit dengan dengan b erjenis jenis protein, dan dengan demikian diperlukan untuk susunan enzima didalam tubuh. Berbagai jenis mineral terdapat didalam tubuh, kebanyakan dalam kadar yang sangat sedikit, Yang disebut Tracemetals. Mineral lain seperti Cobalt dan tembaga penting bagi tubuh. Dan kita tidak tahu dengan pasti apa fungsi dari beberapa diantaranya. Tetapi ada empat jenis mineral yang utama : Calcium , Fhospor, Besi dan Jodium yang amat penting bagi tubuh baik untuk manusia maupun pada hewan termasuk anjing dan lainnya., Dalam hal ini sagat banyak sekali mineral yang diperlukan oleh tubuh. Itulah sebabnya makanan harus selalu mengandung bahan bahan ini, Kalau tidak lambat laun kita akan menjadi lemah dan sakit atau mudah terserang penyakit. Mengionkan konduktor dari arus listrik tubuh (penting untuk sistem syaraf) Bekerja secara sinergistik dengan zat gizi lain (sebagai penggerak dan katalisator) untuk menjaga proses pencernaan dan proses asimilasi lainnya Membangun kelompok enzim, hormon, dan bahan kimiawi tubuh lain yang digunakan untuk keperluan-keperluan tertentu Menjaga keseimbangan cairan tubuh, tekanan cairan tubuh, dan pH-nya

3. Pembagian Mineral
Kalsium (Ca) Fungsi: pembentuk tulang, gigi, pengaturan fungsi saraf dan otot Metabolisme: absorpsi perlu protein pengikat-Ca; diatur oleh vit.D, hormon paratiroid dan kalsitonin Defisiensi: rakitis, osteomalasia, osteoporosis Toksik: nausea, diare, iritabilitas Sumber: susu, kacang-kacangan, sayuran Akibat konsumsi terlalu banyak: Mengkonsumsi Kalsium berdosis tinggi dapat menyebabkan nyeri lambung dan diare. Saran: Seharusnya Kalsium didapatkan dengan diet yang bervariasi dan seimbang. Tetapi jika mengkonsumsi suplemen Kalsium, seharusnya tidak terlalu banyak. Konsumsi suplemen Kalsium 1500 mg atau kurang per hari, mungkin tidak menyebabkan gangguan. Kebutuhan: Orang dewasa membutuhkan Kalsium 700 mg per hari.

Phosphor (P) Fungsi: pembentuk tulang, gigi, ATP, asam nukleat Metabolisme: kadar dalam serum diatur oleh reabsorbsi ginjal Defisiensi: riketsia, osteomalasia (dewasa) Toksik: hipertiroidisme, osteoporosis Sumber: Zat aditif yang mengandung fosfat Akibat konsumsi terlalu banyak Mengkonsumsi suplemen Fosfor dosis tinggi dalam waktu singkat, dapat mengakibatkan diare 5

atau nyeri lambung. Sedangkan konsumsi dosis tinggi dalam waktu lama dapat menurunkan jumlah Kalsium dalam tubuh, sehingga tulang lebih beresiko terhadap fraktur. Saran:Kita seharusnya sudah dapat memenuhi kebutuhan Fosfor dari makanan yang bervariasi dan seimbang. Tetapi jika kita memutuskan untuk mengkonsumsi suplemen Fosfor, penting untuk membatasi agar tidak terlalu banyak, karena dapat menimbulkan gangguan. Konsumsi suplemen Fosfor 250 mg per hari atau kurang, mungkin tidak menyebabkan gangguan. Natrium (Na) Fungsi: kation utama CES, mengatur volume plasma, keseimbangan asam basa, fungsi saraf dan otot, Na/K-ATP-ase Metabolisme: diatur oleh Aldosteron Defisiensi: tidak dikenal dalam diet Toksik: hipertensi Sumber: garam dapur

Kalium (K) Fungsi: kation utama CIS, fungsi saraf otot, Na/K-ATP-ase Metabolisme: diatur aldosteron Defisiensi: akibat diuretik, kelemahan otot, paralisis, kekacauan mental Toksik: henti jantung, ulkus usus halus Sumber: sayuran, buah, kacang-kacangan Fungsi: Kalium memiliki beberapa peran penting, di antaranya: Mengendalikan keseimbangan cairan tubuh Mungkin juga menurunkan tekanan darah Akibat konsumsi terlalu banyak: Konsumsi terlalu banyak Kalium dapat menyebabkan nyeri lambung, mual dan diare. Saran: Kita seharusnya dapat mencukupi kebutuhan Kalium dengan makanan secara bervariasi dan seimbang. Tetapi jika kita memutuskan untuk mengkonsumsi suplemen Kalium, sebaiknya tidak terlalu banyak karena akan menyebabkan gangguan. Mengkonsumsi suplemen Kalium 3700 mg atau kurang per hari mungkin tidak menimbulkan gangguan. Tetapi, orang yang lebih tua mungkin lebih beresiko mengalami gangguan akibat Kalium. Karena, semakin tua ginjal kita menjadi kurang mampu memindahkan Kalium dari darah. Sehingga, orang-orang yang lebih tua seharusnya tidak mengkonsumsi suplemen Kalium kecuali atas saran medis. Klorida (Cl) Fungsi: keseimbangan cairan dan elektrolit, getah lambung, transport HCO3 dalam eritrosit Defisiensi: akibat vomitus, diuretik, penyakit ginjal Sumber: garam meja Magnesium (Mg) Fungsi: Pembentuk tulang, gigi, cofaktor enzim Defisiensi: akibat malabsorbsi, diare, pemabuk Toksik: reflek tendon menurun, penurunan respirasi 6

Sumber: sayuran hijau Kebutuhan: Kebutuhan Magnesium adalah 300 mg perhari untuk pria dan 270 mg per hari untuk wanita. Akibat konsumsi terlau banyak Konsumsi Magnesium dosis tinggi dalam waktu singkat dapat dapat menyebabkan diare. Saran: Magnesium seharusnya diperoleh dengan cara mengkonsumsi makanan secara bervariasi dan seimbang. Tetapi jika mengkonsumsi suplemen Magnesium disarankan tidak terlau banyak. Konsumsi Mg 400 mg atau kurang perhari, mungkin tidak menyebabkan gangguan. Kromium (Cr) Fungsi: membentuk insulin Defisiensi: gangguan toleransi glukose Sumber: daging, hati, ragi, padi-padian, kacang-kacangan, keju Kobalt (Co) Fungsi: konstituen vit.B12 Defisiensi: sama seperti defisiensi vit.B12 menyebabkan Asiduria metilmalonat, anemia megaloblastik Sumber: makanan yang berasal dari hewan Akibat konsumsi terlalu banyak: Konsumsi Kobalt berjumlah besar dalam waktu lama dapat berpengaruh pada jantung dan mungkin menurunkan fertilitas pada pria. Saran: Konsumsi terlalu banyak Kobalt dapat menyebabkan gangguan. Tetapi, saat ini, suplemen Kobalt tidak tersedia dan Kobalt yang kita dapatkan dari makanan tidak berbahaya. Konsumsi suplemen Kobalt 1.4 mg atau kurang per hari munkin tidak menyebabkan gangguan. perlu memastikan bisa memperoleh cukup Vitamin B12. Kebutuhan Kobalt orang dewasa kirakira 0.0015 mg (1.5 mikrogram) vitamin B12 per hari. Kebutuhan: \Kebutuhan Kobalt seharusnya sudah dapat tercukupi dari diet sehari-hari. Kobalt adalah bagian besar dari struktur Vitamin B12 sehingga untuk memperoleh cukup Kobalt, kita Tembaga (Cu) Fungsi: konstituen enzim oksidase, sitokrom oksidase, berperan dalam absorbsi besi Metabolisme: diangkut oleh albumin, terikat dengan serulo plasmin Defisiensi: anemia (hipokromik-mikrositer) Toksik: penyakit Wilson Sumber : hati Kebutuhan: Kebutuhan tembaga sebenarnya dapat tercukupi dari diet sehari-hari. Orang dewasa membutuhkan tembaga 1.2 per hari. Akibat konsumsi terlalu banyak: Konsumsi tembaga dosis tinggi dapat menyebabkan nyeri lambung, penyakit dan diare. Kelebihan dosis dalam waktu lama dapat menyebabkan kerusakan hati dan ginjal. Saran: Kebutuhan tembaga dapat tercukupi dari makanan bervariasi dan seimbang. Tetapi jika Anda memutuskan mengkonsumsi suplemen tembaga, sebaiknya tidak terlalu banyak karena bisa 7

menyebabkan gangguan. Konsumsi suplemen tembaga 1 mg atau kurang per hari mungkin tidak menimbulkan gangguan.

Iodium (I) Fungsi: konstituen tiroksin, trijodotironin Metabolisme: disimpan dalam tiroid berupa tiroglobulin Defisiensi: kretinisme, goiter, hipotiroid, miksedemia Toksik: tirotoksikosis, goiter Sumber: garam berjodium, ikan laut Kebutuhan: Kebutuhan iodium seharusnya dapat tercukupi dari diet bervariasi dan seimbang. Orang dewasa membutuhkan 0.14 mg per hari. Akibat konsumsi terlalu banyak: Konsumsi iodium dosis tinggi dalam waktu lama dapat mengubah cara kerja kelenjar tiroid. Hal ini dapat mengakibatkan gejala-gejala kelainan, sebagai contoh adalah kegemukan. Saran: Kebutuhan iodium sudah tercukupi dari makanan yang bervariasi dan seimbang. Tetapi jika Anda memutuskan untuk mengkonsumsi suplemen iodium, sebaiknya jangan terlalu banyak karena dapat menimbulkan gangguan. Mengkonsumsi suplemen iodium 0.5 mg atau kurang per hari mungkin tidak menimbulkan gangguan. Besi (Fe) Fungsi: konstituen heme, Hb, sitokrom Metabolisme: diangkut sebagai transferin, disimpan sebagai feritin/hemosiderin, hilang lewat perdarahan Defisiensi: anemia (hipokromik mikrositer) Toksik: siderosis, hemokromatosis herediter Sumber: daging, hati, telur, alat masak dari besi Kebutuhan: Kita sudah dapat memenuhi seluruh kebutuhan besi dari makanan sehari-hari. Kebutuhan besi kita adalah 8.7 mg per hari untuk pria dan 14.8 mg per hari untuk wanita. Mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin C pada waktu bersamaan dengan makanan yang mengandung besi dari sumber non-daging akan membantu penyerapan besi. Sehingga Anda dapat mengkonsumsi jus buah atau buah dengan, sereal terfortifikasi, atau sayuran dengan kacang-kacangan atau beras. Wanita yang kehilangan darah karena menstruasi mungkin memerlukan suplementasi besi. Pelajarilah tentang defisiensi besi! Akibat konsumsi terlalu banyak: Efek samping kelebihan besi antara lain konstipasi, nausea, vomiting and nyeri lambung. Besi dengan dosis sangat tinggi dapat berakibat fatal, khususnya jika diberikan pada anak, sehingga jagalah selalu suplemen besi agar bebas dari jangkauan anak-anak. Saran: Mayoritas masyarakat sudah dapat memenuhi seluruh kebutuhan besi dengan mengkonsumsi makanan yang bervariasi dan seimbang. Tetapi jika Anda memutuskan untuk mengkonsumsi suplemen besi, jangan terlalu banyak karena dapat menimbulkan gangguan. Mengkonsumsi suplemen besi 17 mg atau kurang perhari mungkin tidak menyebabkan gangguan. Tetapi jika meneruskan ke dosis yang lebih tinggi harus berdasarkan saran dokter.

Mangan (Mn) Fungsi: co-factor enzim hidrolase, dekarboksilase, transferase, sintesis glikoprotein, proteoglikan Sumber: Mangan adalah trace element yang dapat dijumpai pada berbagai makanan, antara lain roti, kacang-kacangan, sereal dan sayuran hijau (seperti kapri dan kacang buncis). Juga dapat ditemukan pada teh, yang mungkin merupakan sumber mangan terbesar untuk masyarakat. Toksik: inhalasi benda beracun menyebabkan psikotik dan parkinsonisme Kebutuhan: Kebutuhan mangan sudah dapat dipenuhi dari makanan sehari-hari. Akibat konsumsi terlalu banyak: Konsumsi mangan dosis tinggi dalam waktu lama dapat menyebabkan kerusakan saraf dan gejala neurologis seperti fatigue and depresi. Saran: Kebutuhan mangan seharusnya sudah tercukupi dari diet yang bervariasi dan seimbang. Tetapi jika Anda memutuskan untuk mengkonsi suplemen mangan, sebaiknya jangan terlalu banyak karena dapat menimbulkan gangguan. Bagi mayoritas orang, mengkonsumsi suplemen mangan 4 mg atau kurang per hari mungkin tidak menyebabkan gangguan. Bagi orang-orang yang lebih tua, mengkonsumsi suplemen mangan 0.5 mg atau kurang per hari mungkin tidak menyebabkan gangguan. Ini merupakan jumlah yang lebih rendah karena orangorang yang tua lebih sensitif terhadap mangan. Molibdenium (Mo) Fungsi: konstituen enzim oksidase (xantin oksidase) yaitu enzim yang diperlukan dalam metabolisme purin menjadi asam urat Penyakit, sumber: tidak ada ada Kebutuhan: Kebutuhan molibdenum sudah dapat tercukupi dengan diet sehari-hari. Akibat konsumsi terlalu banyak: Beberapa bukti menunjukkan bahwa mengkonsumsi suplemen molibdenum dapat mengakibatkan nyeri sendi. Tak ada cukup bukti untuk mengetahui apa saja efek yang dapat timbul akibat mengkonsumsi suplemen molibdenum. Saran Kebutuhan molibdenum sudah tercukupi dari diet bervariasi dan seimbang. Molibdenum yang kita peroleh dari makanan tidak menyebabkan gangguan. Selenium (Se) Fungsi: konstituen glutation peroksidase Metabolisme: antioksidan sinergistik dengan vit.E Defiensi: terjadi jika kandungan dalam tanah rendah Toksik: rambut rontok, dermatitis, irtabilitas Sumber: tumbuhan Kebutuhan: Jika Anda makan daging, ikan atau kacang, seharusnya kebutuhan selenium sudah tercukupi dari diet sehari-hari. Kebutuhan selenium untuk pria adalah 0.075 mg per hari, sedangkan untuk wanita 0.06 mg per hari.Akibat konsumsi terlalu banyak: Terlalu banyak mengkonsumsi selenium menimbulkan selenosis, suatu keadaan yang paling ringan mengalami kerontokan rambut, kulit dan kuku. 9

Saran: Kebutuhan selenium sudah tercukupi dari diet bervariasi dan seimbang dengan jenis makanan daging, ikan atau kacang. Tetapi jika Anda memutuskan untuk mengkonsumsi suplemen selenium sebaiknya jangan terlalu banyak karena dapat menimbulkan gangguan. Mengkonsumsi suplemen selenium 0.35 mg atau kurang per hari mungkin tidak menimbulkan gangguan.

Silicon (Si) Fungsi: kalsifikasi tulang, metabolisme glukose-minoglikan pada kartilago dan jaringan ikat Defisiensi: gangguan pertumbuhan Toksik: silikosis Sumber: tumbuhan Saran: Kebutuhan silikon sebenarnya sudah tercukupi dari diet bervariasi dan seimbang. Tetapi jika Anda memutuskan untuk mengkonsumsi suplemen silikon, sebaiknya jangan terlalu banyak karena dapat menimbulkan gangguan. Mengkonsumsi suplemen silikon 700 mg atau kurang per hari mungkin tidak menimbulkan gangguan. Zenk (Zn) Fungsi: co-factor enzim laktat dehidrogenase, alkalin fosfatase, karbonik anhidrase Defisiensi: hipogonadisme, kegagalan pertumbuhan, kegagalan penyembuhan luka, penurunan kemampuan mengecap dan mencium Toksik: iritasi gastrointestinal, muntah Akibat konsumsi terlalu banyak: Konsumsi seng dosis tinggi akan mengurangi jumlah tembaga yang dapat diserap dalam tubuh. Hal ini dapat menyebabkan anemia dan kerusakan tulang. Saran: Kebutuhan seng sudah tercukupi dari diet bervariasi dan seimbang. Tetapi jika Anda memutuskan untuk mengkonsumsi suplemen seng, sebaiknya jangan terlalu banyak karena dapat menimbulkan gangguan. Hindari mengkonsumsi suplemen seng lebih dari 25 mg per hari. Tetapi jika Anda melanjutkan ke dosis yang lebih tinggi, harus dengan saran dokter. Kebutuhan: Kebutuhan seng seharusnya sudah terpenuhi dari diet sehari-hari. Kebutuhan tersebut kira-kira 5.5 sampai dengan 9.5 mg per hari untuk pria dan 4 sampai dengan 7 mg per hari untuk wanita. Fluorida (F) Fungsi: meningkatkan kekerasan tulang dan gigi Defisiensi: karies dentis, osteoporosis Toksis: fluorosis dentis Sumber: air minum Saran: Fluor tidak dibutuhkan sebagai suplemen makanan. Kebutuhan: Belum jelas berapa jumlah fluor yang kita butuhkan untuk kesehatan. Tetapi kita tahu bahwa masyarakat yang mengkonsumsi air minum yang mengandung fluor satu bagian per satu juta cenderung jarang mengalami kerusakan gigi daripada kelompok setara yang menggunakan air minum dengan konsentrasi fluor lebih rendah. 10

Belerang (Sulfur = Sulphur = S) Sumber: Belerang adalah mineral yang ditemukan secara alamiah dalam berbagai bentuk di dalam makanan. Belerang juga digunakan dalam bentuk sulfat dan sulfit sebagai zat aditif dalam makanan-makan olahan. Kebutuhan: Kita dapat mencukupi kebutuhan belerang dari makanan sehari-hari. Fungsi: Belerang berperan dalam beberapa proses tubuh yang berbeda, di antaranya membantu penyusunan jaringan misalnya kartilago. Saran: Kita sudah dapat memenuhi kebutuhan belerang dari makanan yang bervariasi dan seimbang.

4. Penyerapan/Absorbsi Mineral
Penyerapan mineral oleh tubuh dipengaruhi oleh banyak faktor.Masing-masing mineral memiliki tingkat penyerapan yang berbeda, yang dipengaruhi oleh pola makan yang tidak sehat. Selama penipisan tanah dan pengurangan mineral, banyak makanan yang kita makan sekarang mengalami kekurangan mineral. Makanan olahan, kelebihan protein, dan pemanis buatan memerlukan mineral lebih yang tersimpan dalam tubuh kita untuk diuraikan. Proses penguraian ini memerlukan enzimenzim, yang membutuhkan seng, kromium, dan tembaga untuk dapat bekerja. Hal ini juga menyebabkan kekurangan mineral. Segala produk susu, alkohol, obat-obatan, dan makanan berserat tinggi menghalangi penyerapan mineral. Defisiensi mineral terjadi ketika kekurangan jumlah dari suatu mineral menyebabkan defisiensi pada minerla lainnya. Hal ini disebabkan karena minerla akan melengkapi satu sama lain untuk proses penyerapan dan pengikatan. Zat besi, tembaga. dan seng akan saling berkompetisi jika jumlah mereka tidak seimbang. Tembaga dibutuhkan untuk mengubah zat besi menjadi hemoglobin, tetapi jika seng terlalu banyak, sedangkan zat besi kurang, maka tidak akan terbentuk hemoglobin, yang akhirnya menyebabkan anemia. Mineral harus dalam bentuk yang dapat masuk ke dalam sel. Mineral yang tidak memenuhi syarat hanya melewati tubuh, tanpa diserap. Mineral diserap melalui dinding usus dan masuk ke aliran darah. Untuk memenuhi kebutuhan mineral, terdapat suplemen mineral dalam berbagai bentuk: elemental, ionic, colloidal and chelated. Elemental mineral adalah yang paling murah untuk diproduksi. Masalahnya adalah, hanya 1-8% dari suplemen mineral tersebut yang dapat diserap tubuh. Ionic mineral adalah suplemen mineral dalam bentuk ion. Ion-ion diserap melalui usus dengan terikat pada protein karier pada dinding usus. Ionic mineral memerlukan lingkungan yang asam agar dapat diserap. Menyerap ion-ion mineral memerlukan kondisi dan waktu serta tempat yang tepat. Bagian dari usus yang paling sesuai adalah di usus halus. Colloidal mineral lebih mudah diserap karena partikel-partikel mineral dibuat dalam bentuk cair. Chelate mineral adalah jenis mineral yang terikat dengan molekul karier. Ikatan-ikatan dari asam amino paling mudah diserap. Dipeptida chelate dapat terserap lebih cepat daripada mineral ionic karena mineral chelate terikat lebih kuat, yang menyebabkan ia terserap lebih cepat, lebih mudah, dan mengurangi pemakaian energi metabolisme. jadi, suplemen mineral yang paling aman dan baik untuk tubuh adalah dalam bentuk chelate.

5. Fakta Mengenai Mineral


4. 1 Perbandingan : - Tahun 1900 -an kita cukup mengkonsumsi 1 buah apel. - Tahun 1990 -an kita perlu mengkonsumsi 20 hingga 26 buah apel untuk mencukupi kebutuhan mineral yang diperlukan oleh tubuh. 11

4. 2 Beberapa mineral anorganik yang seharusnya tidak boleh terkandung dalam air minum karena bisa berbahaya bagi kesehatan seperti: Timbal, Merkuri, Besi, Arsenik, Magnesium, Alumunium, Mangan 4. 3 Kalsium adalah mineral yang paling banyak dibutuhkan tubuh

12

Daftar Pustaka 1. http://sehatsejahterarv.wordpress.com/2011/07/11/penyakit-degeneratif-karena-kekuranganmineral/ 2. Harper, Rodwell, Mayes, 1977, Review of Physiological Chemistry 3. Colby, 1992, Ringkasan Biokimia Harper, Alih Bahasa: Adji Dharma, Jakarta, EGC 4. Wirahadikusumah, 1985, Metabolisme Energi, Karbohidrat dan Lipid, Bandung, ITB 5. Harjasasmita, 1996, Ikhtisar Biokimia dasar B, Jakarta, FKUI 6. Toha, 2001, Biokimia, Metabolisme Biomolekul, Bandung, Alfabeta 7. http://mineral-darryl.blogspot.com/ 8. http://ag1992.blogspot.com/2011/07/mineral-makro-dan-mikro.html 9. http://ayohidupsehat.net/mineral-berbahaya-yang-tidak-boleh-mencemari-air-minum.html 10. Mineral, Heru Santoso Wahito Nugroho, S.Kep., Ns., M.M.Kes.

13