Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PENDAHULUAN DIARE KONSEP DASAR PENYAKIT PENGERTIAN Diare adalah buang air besar dengan jumlah tinja

lebih banyak dari biasanya (normal 100-200 ml perjam tinja). Terbentuk cairan atau setengah cair (setengah padat) dapat pula di sertai frekuensi defekasi yang meningkat. (Mansjoer, Arif, 1999). Diare adalah buang air besar encer lebih dari 3x sehari . diare terbagi dua berdasarkan mulanya dan lamanya yaitu diare akut dan kronis. (WHO 1980). Diare akut adalah buang air besar dengan frekuensi > 3x per hari, dengan konsistensi tinja cair, bersifat mendadak dan berlangsung < 7 hari pada bayi dan pada anak-anak sebelumnya sehat. ETIOLOGI Diare akut di bedakan 2 yaitu: Diare cair akut tampa darah. Diare akut dengan darah (diare akut berbentuk disentri). Penyebab : Faktor infeksi : virus (rotavirus, adenavirus, enterovirus), bakteri (shigella, salmonela, e.coli), parasit (cacing), kandida (candida albicons). Faktor parental: infeksi di bagian tubuh lain. Faktor imuno defisiensi. Faktor malabsorbsi :karbohidrat, protein, lemak. Faktor makanan :makanan basi, beracun, terlalu banyak lemak, sayuran yang di masak kurang masak. Faktor psikologis: rasa takut, cemas. PATOFISIOLOGI Berdasarkan patofiologinya diare akut terbagi 2 : Diare sekresi disebabkan infeksi virus, kuman patogen dan apatogen, hiperperistaltik, usus halus akibat bahan kimia makanan, gangguan psikis, ganguan saraf, hawa dingin, alergi defensiasi imun terutama Ig A sekretarik. Diare osmotik : disebabkan malabsorbsi makanan .kekurangan kalori protein, berat badan lahir rendah dan bayi baru lahir. Pada diare terjadikekurangan cairan ( dehidrasi) gangguan keseimbangan asam basa secara klinis berupa pernapasan, hipoglekimia, gangguan gizi dan sirkulasi. POHON MASALAH (Mansjoer, Arif. 2000) MANIFESTASI KLINIS Awalnya anak atau bayi menjadi cengeng, gelisah, suhu badan mungkin meningkat, nafsu makan kurang / tidak ada, timbul diare tinja cair mungkin mengadung darah / lendir, warna menjadi kehijau-hijauan tercampur empadu, anus dan sekitarnya macet karena tinja menjadi asam. Muntah terjadi sebelum/sesudah diare, bila banyak kehilangan air dan elektrolit terjadilah dehidrasi, berat badan turun. Pada bayi ubun-ubun besar dan cekung, tonus dan turgor kulit berkurang, selaput lendir mulut dan bibir kering. PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan Tinja

Makroskopis dan mikroskopis untuk mencari kuman penyebab dan uji resistensi terhadap berbagai antibiotika (pada diare persisten). Pemeriksaan Darah Darah perifer lengkap, analisis gas darah dan elektrolit. Pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin darah untuk mengetahui faal ginjal. Daudinal Intibatian Untuk mnengetahui kuman penyebab secara kuantitatif dan kualitatif terutama pada diare kronik. PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan Medis Anti diare Anti muntah Anti mutilitas Therapy rehidrasi (untuk mengoreksi kekurangan cairan dan elektrolit secara tepat). Therapy rumatan (untuk mengganti cairan yang hilang sampai diarenya berhenti). Penatalaksanaan Keperawatan Monitor dan mencatat suhu tubuh, BAB dan BAK. Berikan suasana lingkungan yang aman dan nyaman. Berikan obat sesuai indikasi. Tingkatkan pemberian makanan untuk menghindari efek buruk bagi status gizi. Derajat Dehidrasi : No Yang dinilai A B C 1 Riwayat : Diare Muntah Rasa haus < 4 x/hr, cair Tidak / sedikit Normal 4-10 x/hr. cair Beberapa kali Haus, jika diberi minum rakus 10 x/hr, cair Sangat sering Tidak dapat minum 2 Pemeriksaan : Kead. Umum Air mata Mata Mulut Napas Sehat/aktif Ada Normal Basah Normal

Tampak sakit,ngantuk, lesu, rewel, gelisah. Tidak ada Cekung Kering Agak cepat Sangat ngantuk, tidak sadar, lemah. Tidak ada Sangat cekung Sangat kering Cepat dan dalam 3 Perabaan : Kulit/dicubit Denyut nadi Kehilangan BB Kembali normal Normal 10 % Keterangan : A : Tidak dehidrasi, rawat jalan. B : Dehidrasi sedang: >2 tanda dimana salah satu tanda di observasi, kalau perlu dirawat. C : Dehidrasi berat ; 2 tanda, dimana salah satu tanda diobservasi dan harus rawat inap. KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN PENGKAJIAN Identitas Keluhan Utama : diare, muntah-muntah, dehidrasi (syok) Pemeriksaan Fisik Inspeksi : perhatikan apakah pasien tampak pucat, lesu, lemah, kualitas suara, kesadaran, berat badan pasien, mukosa mulut kurang kering/tidak. Palpasi : periksa turgor kulit dan keadan otot Auskultasi : bising usus Perkusi : bunyi abdomen Periksa tanda-tanda vital. Pengkajian kebutuhan fisik, mental dan psikososial. Pemeriksaan diagnosik : Feses dan pemeriksaan darah. DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN INTERVENSI Ketidakseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan kehilangan yang berlebihan melaui feces dan muntah serta intake terbatas. Tujuan : Keseimbangan cairan dan elektrolit terpenuhi. KH : - BAB normal (1-2 kali sehari). Mukosa mulut dan bibir lembab. Kondisi klien membaik. Mata dan ubun-ubun tidak cekung. Turgor kulit baik (kembali dalam 2 detik). Intervensi :

Berikan cairan oral dan parenteral sesuai dengan program rehidrasi. Rasional : Sebagai upaya rehidrasi untuk mengganti cairan yang keluar bersama feces. Pantau intake dan output. Rasional : Memberikan informasi status keseimbangan cairan untuk menetapkan kebutuhan cairan pengganti. Anjurkan untuk banyak minum. Rasional : Mengganti cairan tubuh. Kaji tanda vital, tanda / gejala dehidrasi dan hasil pemeriksaan laboratorium. Rasional : Menilai status hidrasi, elektrolit dan keseimbangan asam basa. Kolaborasi pelaksanaan terapi definitif Rasional : Pemberian obat-obatan secara kausal penting setelah diare diketahui. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kekurangan cairan dan elektrolit melaui diare, intake tidak adekuat. Tujuan : Pemenuhan nutrisi klien dapat teratasi dan BB klien dapat dipertahankan. KH : - Nafsu makan klien membaik. BB klien menunjukkan peningkatan. Intervensi : Pertahankan tirah baring dan pembatasan aktivitas selama fase akut. Rasional : Menurunkan kebutuhan metabolik Bantu pelaksanaan pemberian makanan sesuai dengan program diet Rasional : memenuhi kebutuhan nutrisi klien Ukur intake makanan dan timbang BB tiap hari Rasional : mengobservasi kebutuhan nutrisi dan pertambahan berat badan Kolaborasi pemberian nutrisi parenteral sesuai indikasi Rasional : mengistirahatkan kerja gastrointestinal dan mengatasi / mencegah kekurangan nutrisi lebih lanjut. Hipertermi berhubungan dengan proses infeksi sekunder dari diare. Tujuan : Panas klien dapat teratasi. KH : - Suhu tubuh normal (36-37 oC). Badan tidak teraba hangat. Intervensi : Memonitor suhu tubuh setiap 2 jam. Rasional : untuk mengetahui perubahan suhu. Berikan kompres hangat Rasional : untuk menurunkan suhu dan untuk memberikan rasa nyaman. Kolaborasi dalam pemberian obat piretik. Rasional : Pemberian obat-obatan piretik untuk menurunkan panas. Ansietas keluarga berhubungan dengan tindakan invensif. Tujuan : Ansietas klien dapat teratasi. KH : - Klien tidak menangis lagi saat perawat dating ke kamar. Klien mau dilakukan tindakan keperawatan. Intervensi : Libatkan keluarga dalam melakukan tindakan keperawatan. Rasional : Untuk mengurangi kecemasan / ketakutan klien dalam melakukan tindakan. Berikan pujian jika klien mau memberikan tindakan keperawatan dan pengobatan.

Rasional : Untuk memberikan semangat pada klien. Lakukan kontak sesering mungkin dan lakukan komuikasi baik vebal atau non verbal (sentuhan atau belaian). Rasional : Agar klien tidak asing lagi dengan perawat dan untuk memudahkan melakukan tindakan. Berikan mainan sebagai sensorik anak. Rasional : Untuk mengalihkan perhatian anak saat dilakukan tindakan invasif. Resiko gangguan integritas kulit perianal berhubungan dengan frekuensi BAB (diare). Tujuan : Menghindari terjadinya infeksi. KH : - Tidak terdapat tanda-tanda infeksi. Intervensi : Diskusikan dan jelaskan pentingnya menjaga tempat tidur agar selalu bersih. Rasional : Mencegah penyebaran kuman. Demonstrasikan serta libatkan keluarga dalam perianal (bila basah dan mengganti pakaian basah serta alasnya). Rasional : Untuk mencegah terjadinya gangguan integritas kulit. Atur posisi tidur / duduk dengan selang waktu 2-3 jam. Rasional : Agar tidak terjadi dekubitus. DAFTAR PUSTAKA Doenges, Marilyn. E. Dkk. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan Edisi 3. Jakarta : EGC. Mansjoer, Arif. Et. All. 2000. Kapita Selekta Kedokteran Edisi 3 Jilid 2. Jakarta : Media Aesculapius FKUI. Soetjiningsih. 1994. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta : FKUI ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN An. N DENGAN DIAGNOSA MEDIS DIARE CAIR AKUT (DCA) DI RUANG PERAWATAN MUTIARA (ANAK) RSUD H. DAMANHURI BARABAI PENGKAJIAN Identitas Klien Nama : An. N Umur : 2 tahun Jenis kelamin : Perempuan BB : 15 kg TB : 85 cm Pendidikan : Agama : Islam Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia Alamat lengkap : Asrama Militer Yonif 621 Tanggal masuk RS : 18 Juli 2011 Jam 08.30 WITA Tanggal pengkajian : 18 Juli 2011 Jam 17.20 WITA Nomor register : 3819/11 Diagnosa medik : DCA Identitas Penanggung Jawab Klien Nama : Tn. S

Umur : 28 tahun Jenis kelamin : Laki-laki Pendidikan : SMA Pekerjaan : TNI AD Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia Alamat lengkap : Asrama Militer Yonif 621 Hubungan dengan klien : Ayah Riwayat Kesehatan Klien Keluhan Utama Pada saat MRS : Klien BAB 4 kali sehari dengan T = 39,8 oC dan tubuh kebiruaan. Pada saat pengkajian : Orang tua klien mengatakan bahwa klien mengalami diare dengan frekuensi 4 kali sehari serta badan klien terasa panas. Riwayat Kesehatan Sekarang Sebelum masuk RS orang tua klien mengatakan bahwa pada jam 04.00 WITA tanggal 18 Juli 2011, klien mengalami BAB cair sektar 4 kali sehari, kemudian orang tua klien membawanya ke RSUD H. Damanhuri Barabai pada tanggal 18 Juli 2011 jam 08.30 WITA. Riwayat Kesehatan Dahulu Orang tua klien mengatakan bahwa klien pernah mengalami penyakit seperti sekarang ini dan klien pernah dibawa ke RSUD H. Damanhuri Barabai ketika berumur dibawah 1 tahun. Riwayat Kesehatan Keluarga Dalam keluarga klien tidak ada yang menderita penyakit seperti klien dan dalam keluarga klien tidak terdapat riwayat penyakit keturunan seperti asma dan DM atau penyakit menular seperti TBC dan Hepatitis. Genogram : Keterangan : : Laki-laki : Kawin : Perempuan : Tinggal serumah : Klien : Meninggal Riwayat Anak Masa Pre-natal Saat hamil ibu klien memeriksakan kandungannya di RSUD H. Damanhuri Barabai setiap 1 bulan sekali dan kandungannya normal dan tidak terdapat kelainan selama masa kehamilan. Masa Intra-natal Pada saat melahirkan ibu melahirkan di RSUD H. Damanhuri Barabai dengan operasi Caesar / SC (Sectio Caesaria). Masa Post-natal Waktu dilahirkan keadaan bayi sehat dan langsung menangis dengan tubuh kemerahan dan bergerak aktif dengan BB klien 2,8 kg, PB 50 cm dan cukup bulan. APGAR Score 7,8,9. Pengetahuan Orang Tua Tentang Makanan Sehat Orang tua klien paham dan tahu tentang makanan sehat dan bergizi bagi klien. Tentang Personal Hygiene Dilihat dari kebersihan klien, orang tua klien cukup tahu tentang personal hygiene hal ini terlihat dari badan klien yang selalu diseka-seka oleh keluarganya dan pakaiannya selalu diganti, rambut,

kuku, gigi, mulut klien pun terlihat bersih dan rapi. Imunisasi Ibu klien mengatakan bahwa klien sudah mendapatkan imunisasi lengkap, yaitu BCG 1 kali, DPT 3 kali, Polio 3 kali, Hepatitis B 3 kali dan Campak 1 kali. Pertumbuhan dan Perkembangan Menurut Buku Tumbuh Kembang Anak karangan Soetjiningsih (1994:34) Usia Pertumbuhan Perkembangan 2 tahun BB = 9,9 12,3 kg berbicara beberapa kata (pipis, maem) TB = 79,2 85,6 cm - menunjukkan mata dan hidungnya Sesuai pertumbuhan dan perkembangan an. N Usia Pertumbuhan Perkembangan 2 tahun BB = 15 kg berbicara beberapa kata (pipis, maem) TB = 85 cm - menunjukkan mata dan hidungnya Pemeriksaan Fisik Keadaan Umum Penampilan klien : terlihat lemah Tingkat kesadaran : E4 V5 M6 Kesadaran : Composmentis R : 30 kali/menit T : 40,0 oC N : 104 kali/menit TMRS : 39,8 oC BB : 15 kg Kebersihan Anak (secara umum) Keadaan tubuh klien bersih, tidak terdapat kotoran pada klien. Suara Anak Waktu Menangis Suara klien saat menangis cukup keras. Keadaan Gizi Anak Anak termasuk gizi baik (dengan TB 85 cm dan BB 15 Kg). Normalnya BB 9,9-12,3 Kg untuk usia 2 tahun. Aktivitas Anak terlihat lemah, hanya berbaring saja, namun kadang-kadang ada dibawa orang tua klien keluar kamar. Kepala dan Leher Kulit kepala dan rambut klien bersih tidak terlihat ada kotoran yang menempel, pertumbuhan rambut merata, hitam dan bergelombang. Pergerakan kepala normal dapat bergerak ke segala arah, ubun-ubun baik, tidak ada pembengkakan kelenjar thyroid dan lympa, leher klien juga terlihat bersih. Mata (penglihatan) Bentuk mata simetris, konjungtiva tidak terlihat anemis, skelera tidak ikteris, keadaan mata cukup bersih dan tidak cekung, penglihatan baik, tidak ada peradangan dan pendarahan. Telinga (pendengaran) Kedua daun telinga bersih, fungsi pendengaran baik, mendengar saat dipanggil namanya, tidak ada serumen yang keluar, tidak ada tanda peradangan dan perdarahan, tidak menggunakan alat bantu pendengaran. Hidung (penciuman) Bentuk dan posisi simetris, dalam hidung tidak terdapat kotoran dan tidak terdapat peradangan

serta kelainan. Mulut (pengecapan) Mulut dan gigi bersih, tidak terdapat peradangan dan pendarahan, mukosa bibir kering, lidah tidak kotor, jumlah gigi tidak lengkap, fungsi pengecapan baik dan tidak terdapat pembesaran tonsil. Dada (pernafasan) Bentuk simetris, tidak terdapat kotoran pada dada, pergerakan dada saat inspirasi/ekspirasi simetris, tidak ada bunyi nafas tambahan, frekuensi nafas teratur 30 kali/menit, tidak ada batuk dan tidak ada sesak nafas. Kulit Kulit klien terlihat bersih, tidak terdapat luka, turgor kulit baik dapat kembali dalam 2 detik, kulit putih. Abdomen Abdomen terlihat bersih tidak terdapat kotoran, perut klien terlihat kembung, peristaltik usus meningkat 13 kali/menit saat auskultrasi (normal = 8-12 kali/menit), saat perkusi terdengar hipertympani, tidak terdapat luka pada abdomen. Ekstremitas Atas dan Bawah Tidak terdapat kotoran pada ekstremitas atas dan bawah, tidak terdapat luka dan fraktur, dapat digerakkan dengan baik, terpasang infus RL 40 tetes/menit dibagian ekstremitas atas sinistra. Genitalia Klien berjenis kelamin perempuan, alat genital terlihat bersih, keadaan bokong tidak ada lecet. Pola Makan Di rumah : klien jarang makan dan lebih sering minum susu. Di RS : klien jarang makan dan lebih sering minum susu. Pola Eliminasi Di rumah : BAK 3-4 kali/hari, warna kuning jernih dan bau pesing, BAB 1-2 kali/hari, warna kuning, bau khas dan konsistensi lembek dan padat. Di RS : BAK 3-4 kali/hari, warna kuning jernih dan bau pesing, BAB 4-5 kali/hari dengan konsistensi cair. Persentasi Kehilangan Cairan Penggolongan Derajat Dehidrasi Klien termasuk dalam dehidrasi ringan ditandai dengan BAB cair 4-5 kali/hari, minum seperti biasa, mukosa mulut kering dan turgor kulit kembali dalam 2 detik. Terapi Yang Didapatkan di RS Tanggal 18 Juli 2011 Inf RL 40 tetes/menit Inj Antrain 150 mg (analgetik) untuk pereda nyeri selang seling dengan Sanmol syr 3 x 11/2 cth (antipiretik) untuk menurunkan panas tiap 4 jam. Cefotaxime 2 x 250 mg (antibiotik) untuk membunuh kuman. L Bio 2 x 1 scht (obat diare) untuk mengeraskan feces. Tanggal 19 Juli 2011 Inf RL 40 tetes/menit Cefotaxime 2 x 250 mg (antibiotik) untuk membunuh kuman. Sanmol syr 3 x 11/2 cth (antipiretik) untuk menurunkan panas.

L Bio 2 x 1 scht (obat diare) untuk mengeraskan feces. Sotatic 3 x 1,5 mg (antimetik) untuk menghentikan muntah. Prosedur Diagnostik Hasil pemeriksaan tanggal 19 Juli 2011 Makroskopis Warna : kuning hijau Konsistensi : lembab Darah : Lender : + Mikroskopis Leukosit : + Eritrosit : + Amoeba : Telur cacing : Bakteri : + Lain-lain : lemak + Hasil pemeriksaan hematologi Hasil pemeriksaan hematologi Nilai normal Hemoglobin : 11,4 gram % Eritrosit : 4,2 juta/mm3 Lekosit : 8.870/mm3 Hematokrit : 34 % Trombosit : 443.000/mm3 L = 13,5 18,0 gram % , P = 12 16 gram % L = 4,5 6,0 juta/mm3 , P = 4,0 5,5 juta/mm3 LP = 5000 10.000 /mm3 L = 40 48 % , P = 37 43 % 150.000 450.000 /mm3 Hitung Jenis Leukosit Eos Baso Stab Seg Lymp Mono 0% 0% 0% 53% 25% 22% Nilai normal : EOS : 1-3 % SEG : 50-70 % BASO : 0-1 % LYMP : 20-40 % STAB : 2-6 % MONO : 2-8 % Pemeriksaan Widal 1/100 1/200 1/400 1/800 S. Typhi D S. Typhi H S. Parathyphi A S. Parathyphi B + + + + Mahasiswa Yang Mengkaji Liana Avita ANALISA DATA

No. Hari/tanggal/ jam Data Subjektif dan Objektif Etiologi Masalah Paraf 1. Senin, 18 juli 2011 17.20 WITA DS : Orang tua klien mengatakan bahwa klien sering buang air besar cair 4-5 kali/hari. DO : Klien terlihat lemah dan klien hanya berbaring di tempat tidur tetapi sekali-kali dibawa orang tuanya ke luar kamar. BAB 4-5 kali sehari. Mukosa mulut dan bibir kering. Mata tidak cekung Turgor kulit kembali dalam 2 detik. TTV T : 40,0 oC TMRS : 39,8 oC N : 104 kali/menit R : 30 kali/menit Output cairan yang berlebihan melelui feses Ketidakseimbangan cairan 2. Senin, 18 juli 2011 17.20 WITA DS : Orang tua klien mengatakan badan klien terasa hangat. DO : Klien tampak lemah TTV T : 40,0 oC TMRS : 39,8 oC N : 104 kali/menit R : 30 kali/menit Proses infeksi sekunder dari diare Hipertermi 3. Senin, 18 juli 2011 17.20 WITA DS : Orang tua klien mengatakan klien takut bila ada perawat yang datang ke kamar. DO : Klien selalu menangis setiap kali ada perawat yang datang ke kamar. Klien selalu menolak setiap kali akan dilakukan tindakan. Klien selalu minta ditemani orang tuanya. Tindakan invasif Ansietas klien DAFTAR MASALAH No Hari/tanggal/ jam Diagnosa Keperawatan Tanggal muncul Tanggal teratasi Paraf 1. Senin, 18 juli 2011 17.20 WITA Ketidakseimbangan cairan berhubungan dengan output cairan yang berlebihan melalui fases. DS : Orang tua klien mengatakan bahwa klien sering buang air besar cair 4-5 kali/hari. DO :

Klien terlihat lemah dan klien hanya berbaring di tempat tidur tetapi sekali-kali dibawa orang tuanya ke luar kamar. BAB 4-5 kali sehari Mukosa mulut dan bibir kering Mata tidak cekung Turgor kulit kembali dalam 2 detik. TTV T : 40,0 oC TMRS : 39,8 oC N : 104 kali/menit R : 30 kali/menit 18 Juli 2011 20 Juli 2011 2. Senin, 18 juli 2011 17.20 WITA Hipertermi berhubungan dengan proses infeksi sekunder dari diare. DS : Orang tua klien mengatakan badan klien terasa hangat. DO : Klien tampak lemah T : 40,0 oC TMRS : 39,8 oC N : 104 kali/menit R : 30 kali/menit 18 Juli 2011 20 Juli 2011 3. Senin, 18 juli 2011 17.20 WITA Ansietas klien berhubungan dengan tindakan invasif. DS : Orang tua klien mengatakan klien takut bila ada perawat yang datang ke kamar. DO : Klien selalu menangis setiap kali ada perawat yang datang ke kamar. Klien selalu menolak setiap kali akan dilakukan tindakan. Klien selalu minta ditemani orang tuanya. 18 Juli 2011 INTERVENSI KEPERAWATAN No Hari/tgl/ jam Dx.Kep Tujuan Intervensi Rasional Paraf 1. Senin, 18 juli 2011 17.20 WITA Kebutuhan cairan dapat terpenuhi dengan 2 x 24 jam dengan kriteria : BAB normal (1-2 kali sehari) Mukosa mulut dan bibir lembab Kondisi klien membaik. Kaji output dan input. Kaji TTV Anjurkan untuk banyak minum. Kolaborasi pelaksanaan terapi definitif. Mengetahui keseimbangan cairan. Mengetahui perkembangan klien.

Mengganti cairan tubuh Pemberian obat-obatan secara kausal penting setelah diare diketahui. 2. Senin, 18 juli 2011 17.20 WITA Panas klien dapat teratasi setelah 2 x 24 jam dengan kriteria : Suhu tubuh normal (36-37 oC) Badan tidak teraba hangat Monitor suhu tubuh setiap 2 jam. Berikan kompres hangat. Kolaborasi dalam pemberian obat anti piretik. Untuk mengetahui perubahan suhu Untuk menurunkan suhu dan untuk memberikan rasa nyaman. Pemberian obat-obatan anti piretik untuk menurunkan panas. 3. Senin, 18 juli 2011 17.20 WITA Kecemasan klien dapat teratasi dengan perawatan 2 x 24 jam dengan kriteria : Klien tidak menangis lagi saat perawat datang ke kamar. Klien mau untuk dilakukan tindakan keperawatan. Libatkan keluarga dalam melakukan tindakan keperawatan. Lakukan kontak sesering mungkin dan lakukan komunikasi baik verbal maupun non verbal. Berikan mainan sebagai sensorik anak. Untuk mengurangi kecemasan klien dalam melakukan tindakan. Agar klien tidak asing lagi dengan perawat dan untuk memudahkan melakukan tindakan. Untuk mengalihkan perhatian anak saat dilakukan tindakan invasif. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI / CATATAN PERKEMBANGAN No Hari/tgl Dx.Kep Jam Implementasi Evaluasi Paraf 1. Senin, 18 Juli 2011 18.00 18.10 18.15 20.00 Mengkaji output dan input. Output : BAB 4-5 kali sehari (cair). BAK 3-4 kali sehari. Input : Klien jarang makan, lebih suka minum susu. Inf RL 40 tetes/menit. Mengkaji TTV. TD : T : 40,0 oC N : 104 kali/menit R : 30 kali/menit Menganjurkan untuk banyak minum (2-3 liter/hari). Berkolaborasi pelaksanaan terapi definitif. Inf RL 40 tetes/menit. L Bio 2 x 1 scht. Jam : 20.30 WITA

S: Orang tua klien mengatakan klien BAB cair 4-5 kali sehari. O: Klien tampak lemah. BAB cair 4-5 kali sehari. Mukosa mulut dan bibir kering. Mata tidak cekung. Turgor kulit kembali dalam 2 detik. TTV TD : T : 40,0 oC N : 104 kali/menit R : 30 kali/menit. A: Masalah belum teratasi. P: Intervensi dilanjutkan (1-3). 2. Senin, 18 Juli 2011 18.20 18.25 20.10 Memonitor suhu tubuh setiap 2 jam. T = 40,0 oC Memberikan kompres hangat pada axilla dan frontal. Berkolaborasi dalam pemberian obat anti piretik. Sanmol syr 3 x 11/2 cth. Inj Antrain 150 mg. Jam : 21.30 WITA S: Orang tua klien mengatakan badan klien terasa hangat. O: Klien tampak lemah. T = 40,0 oC R = 30 kali/menit A: Masalah belum teratasi. P: Intervensi dilanjutkan (1-3). 3. Senin, 18 Juli 2011 19.30 19.35 19.40 Melibatkan keluarga dalam melakukan tindakan keperawatan (pemberian kompres hangat). Melakukan kontak sesering mungkin dan lakukan komunikasi baik verbal maupun non verbal. Memberikan mainan sebagai sensorik anak. Jam : 21.30 WITA

S: Orang tua klien mengatakan klien takut bila ada perawat yang datang ke kamar. O: Klien selalu menangis setiap kali ada perawat yang datang ke kamar. Klien selalu menolak setiap kali akan dilakukan tindakan. Klien selalu minta ditemani orang tuanya. A: Masalah belum teratasi. P: Intervensi dilanjutkan (1-3). 4. Selasa, 19 Juli 2011 11.40 11.45 11.50 11.53 Mengkaji output dan input. Output : BAB 4 kali sehari (cair). BAK 3-4 kali sehari. Input : Klien jarang makan, lebih suka minum susu. Inf RL 40 tetes/menit. Mengkaji TTV. T : 37,1 oC R : 30 kali/menit N : 100 kali/menit Menganjurkan untuk banyak minum (2-3 liter/hari). Berkolaborasi pelaksanaan terapi definitif. Inf RL 40 tetes/menit. L Bio 2 x 1 scht. Jam : 14.00 WITA S: Orang tua klien mengatakan klien masih BAB cair tapi frekuensinya berkurang (4 kali sehari). O: Klien tampak lemah. BAB cair 4 kali sehari. Mukosa mulut dan bibir lembab. Mata tidak cekung. Turgor kulit kembali dalam 2 detik. TTV T : 37,1 oC R : 30 kali/menit N : 100 kali/menit. A: Masalah teratasi sebagian. P: Intervensi dilanjutkan (1-2).

5. Selasa, 19 Juli 2011 11.45 11.55 12.10 Memonitor suhu tubuh setiap 2 jam. T = 37,1 oC Memberikan kompres hangat pada axilla dan frontal. Berkolaborasi dalam pemberian obat anti piretik. Sanmol syr 3 x 11/2 cth. Jam : 14.00 WITA S: Orang tua klien mengatakan badan klien masih terasa hangat. O: Klien tampak lemah. T = 40,0 oC A: Masalah belum teratasi. P: Intervensi dilanjutkan (1-3). 6. Selasa, 19 Juli 2011 12.20 12.25 12.35 Melibatkan keluarga dalam melakukan tindakan keperawatan (pemberian kompres hangat). Melakukan kontak sesering mungkin dan lakukan komunikasi baik verbal maupun non verbal. Memberikan mainan sebagai sensorik anak. Jam : 14.00 WITA S: Orang tua klien mengatakan klien takut bila ada perawat yang datang ke kamar. O: Klien selalu menangis setiap kali ada perawat yang datang ke kamar. Klien selalu menolak setiap kali akan dilakukan tindakan. Klien selalu minta ditemani orang tuanya. A: Masalah belum teratasi. P: Intervensi dilanjutkan (1-3). 7. Rabu, 20 Juli 2011 06.50 07.00 07.10 Mengkaji output dan input. Output : BAB 1-2 kali sehari (cair). BAK 3-4 kali sehari. Input : Klien jarang makan, lebih suka minum susu. Mengkaji TTV T : 36,0 oC

R : 30 kali/menit N : 100 kali/menit. Menganjurkan untuk banyak minum (2-3 liter/hari). Jam : 13.00 WITA S: Orang tua klien mengatakan frekuensi BAB klien sudah normal (1-2 kali sehari). O: Kondisi klien sudah membaik. Frekuensi BAB normal (1-2 kali sehari). Mukosa mulut dan bibir lembab. Mata tidak cekung. Turgor kulit kembali dalam 2 detik. TTV T : 35,8 oC R : 30 kali/menit N : 100 kali/menit Klien sudah tidak menggunakan infus lagi. A: Masalah teratasi. P: Intervensi dihentikan, klien pulang. 8. Rabu, 20 Juli 2011 07.00 Memonitor suhu tubuh setiap 2 jam T = 36,0 oC Jam : 13.00 WITA S: Orang tua klien mengatakan badan klien sudah tidak terasa hangat lagi. O: Kondisi klien sudah membaik. Suhu normal (35,8 oC). A: Masalah teratasi. P: Intervensi dihentikan, klien pulang. 9. Rabu, 20 Juli 2011 12.00 12.05 12.10 Melibatkan keluarga dalam melakukan tindakan keperawatan (menemani pasien ketika akan dilakukan tindakan keperawatan) Melakukan kontak sesering mungkin dan lakukan komunikasi baik verbal maupun non verbal. Memberikan mainan sebagai sensorik anak. Jam : 13.00 WITA S: Orang tua klien mengatakan klien masih sedikit takut bila ada perawat yang datang ke kamar. O: Jika ada perawat yang datang ke kamar, klien jarang menangis.

Klien tetap menolak ketika akan dilakukan tindakan keperawatan. Klien selalu minta ditemani orang tuanya. A: Masalah teratasi sebagian. P: Intervensi dihentikan, klien pulang.