Anda di halaman 1dari 22

Elemen Mesin Bearing

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang Dalam perancangan suatu alat dibutuhkan beberapa komponen pendukung. Teori

komponen berfungsi untuk memberi landasan dalam perancangan ataupun pembuatan alat. Ketepatan dan ketelitian dalam pemilihan berbagai nilai atau ukuran dari komponen itu sangat mempengaruhi kinerja dari alat yang akan dirancang Mesin merupakan kesatuan dari berbagai komponen yang selalu berkaitan dengan elemenelemen mesin yang bekerja sama satu dengan yang lainnya secara kompak sehingga menghasilkan suatu rangkaian gerakan yang sesuai dengan apa yang sudah direncanakan. Dalam merencanakan sebuah mesin harus memperhatikan faktor keamanan baik untuk mesin itu sendiri maupun bagi operatornya. Dalam pemilihan elemen-elemen dari mesin juga harus memperhatikan kekuatan bahan, safety factor, dan ketahanan dari berbagai komponen tersebut. Adapun elemen tersebut diantaranya adalah bantalan 1.2 Definisi Bantalan merupakan salah satu bagian dari elemen mesin yang memegang peranan cukup penting karena fungsi dari bantalan yaitu untuk menumpu sebuah poros agar poros dapat berputar tanpa mengalami gesekan yang berlebihan. Bantalan harus cukup kuat untuk memungkinkan poros serta elemen mesin lainnya bekerja dengan baik. 1.3 Prinsip kerja Bantalan Apabila ada dua buah logam yang bersinggungan satu dengan lainnya saling bergeseran maka akan timbul gesekan , panas dan keausan . Untuk itu pada kedua benda diberi suatu lapisan yang dapat mengurangi gesekan , panas dan keausan serta untuk memperbaiki kinerjanya, ditambahkan pelumasan sehingga kontak langsung antara dua benda tersebut dapat dihindarai.

Rita Andria Rosa

Page 1

Elemen Mesin Bearing


BAB II PEMBAHASAN

2.1

Bantalan Pada suatu peralatan/mesin dapat dipastikan bahwa terdapat banyak komponen yang

bergerak baik dalam bentuk gerakan angular maupun gerakan linear. Gerakan relatife antar komponen mesin akan menimbulkan gesekan, dimana gesekan ini dapat menurunkan efisiensi mesin, meningkatnya temperature, keausan, dan berbagai efek negative lainnya. Gesekan antara komponen mesin tersebut dapat diminimalkan dengan menggunakan bantalan atau bearing. 2.2 Klasifikasi Bantalan Secara umum bantalan dapat diklasifikasikan berdasarkan arah beban dan berdasarkan

konstruksi atau mekanismenya mengatasi gesekan. Berdasarkan arah beban bekerja pada bantalan, seperti ditunjukkan pada gambar, bantalan dapat diklasifikasikan menjadi bantalan radial, aksial, combinasi.

a. Bantalan radial/radial bearing Arah beban yang di tumpu bantalan ini adalah tegak lurus sumbu poros b. Bantalan aksial/thrust bearing Arah beban bantalan ini sejajar dengan sumbu poros c. Bantalan kombinasi/combination bearing Bantalan ini menumpu beban yang arahnya sejajr dan tegak lurus sumbu poros Rita Andria Rosa Page 2

Elemen Mesin Bearing


2.2.1 Klasifikasi batalan berdasarkan bentuk dan mekanismenya Berdasarkan konstruksi dan mekanisme mengatasi gesekan, bantalan dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu bantalan luncur (sliding bearing) dan bantalan gelinding (rolling bearing) a. Bantalan lucur Sliding bearing memerlukan geseran langsung dari elemen yang membawa beban pada tumpuannya. Hal ini berbeda dengan rolling element dimana bola atau roller dipasang di antara dua permukaan geser. Sliding bearing terdiri atas dua jenis yaitu : Journal atau sleeve bearing, yang bentuknya silindris dan menahan beban radial yang tegak lurus terhadap sumbu poros. Thrust bearing, yang bentuknya biasanya datar, dimana pada kasus poros yang berputar, dapat menahan bebam yang searah dengan sumbu poros. Pada kasus poros berputar, bagian poros yang berkontak dengan bantalan disebut journal. Bagian datar pada bantalan yang melawan gaya aksial di sebut thrust surface. Bantalan ini sendiri dapat disatukan dengan rumah atau crankcase. Tetapi biasanya berupa shell tipis yang dapat diganti dengan mudah dan yang menyediakan permukaan bantalan terbuat dari material tertentu seperti babbit atau bronze. Ketika poros bongkar pasang tidak memerlukan pemisahaan bantalan, bagian tertentu pada bantalan dapat dibuat sebagai sebuah dinding silindris yang ditekan pada lubang dirumah bantalan. Bagian bantalan ini disebut sebagai bushing.

Rita Andria Rosa

Page 3

Elemen Mesin Bearing


b. Bantalan gelinding Menggunakan elemem rolling untuk mengatasi gesekan antara dua komponen yang bergerak. Diantara kedua permukaan ditempatkan elemen gelinding seperti misalnya bola, rol, tapper, dll. Kontak gelinding terjadi antara elemen ini dengan komponen lain yang berate pada permukaan kontaktidak ada gerakan relative.

Jenis jenis rolling element bearing Secara garis besar, rolling element bearing terdiri atas dua jenis yaitu bantalan bola (ball bearing) dan bantalan rol (roller bearing). Kedua jenis ini sendiri terdiri atas bermacam macam varian.. Bantalan Bola (Ball Bearing) Bantalan bola merupakan susunan bola bola baja yang dikeraskan yang terpasang diantara dua buah cincin, dalam dan luar untuk bantalan radial, atau atas dan bawah untuk thrust bearing. Selain juga terdapat retainer atau separator yang menjaga jarak antar bola baja tetap disekitar cincin bantalan. Bantalan bola jenis deep groove dirancang untuk menahan beban radial dan beban aksial. Adapun jenis angular contact dirancang untuk menahan beban aksial yang lebih besar dan juga dapat menahan beban radial

Rita Andria Rosa

Page 4

Elemen Mesin Bearing

Bantalan rol (roller bearing) Bantalan rol menggunakan roller yang lurus, tirus, atau berkontur yang dipasang antara dua buah cincin. Secara umum, bantalan rol dapat menahan beban statik dan dinamik yang lebih besar daripada bantalan bola disebabkan oleh kontaknya yang lebih besar. Selain itu bantalan roll ini juga lebih murah daripada bantalan bola untuk ukuran dan beban yang besar. Biasanya bantalan rol hanya dapat menahan beban dalam satu arah saja baik itu radial maupun aksial, kecuali bila rollernya tirus atau berkontur. Secara garis besar, bantalan rol ini terbagi lagi menjadi empat jenis yaitu (1) bantalan rol silindris, (2) bantalan rol jarum, (3) bantalan rol tirus, (4) spherical roll bearing.

Gambar Bantalan rol silindris

Rita Andria Rosa

Page 5

Elemen Mesin Bearing

Gambar Bantalan roll jarum (needle roller bearing)

Gambar Bantalan roll tirus (Tapered roller bearing)

Gambar Bantalan roll sperik (Spherical roller bearing)

Rita Andria Rosa

Page 6

Elemen Mesin Bearing


bantalan bola dan bantalan roll juga mempunyai jenis yang khusus dibuat untuk menahan beban aksial murni. Namun cilindrycal roller thrust bearing akan mengalami gesekan yang lebih besar daripada ball thrust bearing akibat sliding antara roller dengan cincin. Oleh karena itu biasanya roller thrust bearing ini tidak boleh digunakan untuk kecepatan tinggi. 2.3 Jenis jenis bearing Single Row Groove Ball bearings Bearings ini mempunyai alur dalam pada kedua cincinya. Karena memiliki alur, maka jenis ini mempunyai kapasitas dapat menahan beban secara ideal pada arah radial dan aksial. Maksud dari beban radial adalah beban yang tegak lurus terhadap sumbu poros, sedangkan beban aksial adalah beban yang searah sumbu poros.

Double Row Self Aligning Ball Bearings Jenis ini mempunyai dua baris bola, masing-masing baris mempunyai alur sendirisendiri pada cincin bagian dalamnya. Pada umunya terdapat alur bola pada cincin luarnya. Cincin bagian dalamnya mampu bergerak sendiri untuk menyesuaikan posisinya. inilah kelebihan dari jenis ini, yaitu dapat mengatasi masalah poros yang kurang sebaris.

Rita Andria Rosa

Page 7

Elemen Mesin Bearing


Single Row Angular Contact Ball Bearings Berdasarkan konstruksinya jenis ini ideal untuk beban radial. Bearing ini biasanya dipasangkan dengan bearing lain. Baik itu dipasang secara pararel maupun bertolak belakang. Sehingga mampu juga untuk menahan beban aksial.

Double Row Angular Contact Ball Bearings Disamping dapat menahan beban radial, jenis ini juga dapat menahan beban aksial dalam dua arah. Karena konstuksinya juga, jenis ini dapat menahan beban torsi. Jenis ini digunakan untuk mengganti dua buah bearing jika ruangan yang tersedia tidak mencukupi.

Single Row Cylindrical Bearings Jenis ini mempunyai dua alur pada satu cincin yang biasanya terpisah. Efek dari pemisahan ini cincin dapat beregerak aksial dengan mengikuti cincin yang lain. Hal ini merupakan suatu keuntungan karena apabila bearing harus mengalami perubahan

Rita Andria Rosa

Page 8

Elemen Mesin Bearing


bentuk karena temperatur maka cincinnya akan dengan mudah menyesuaaikan posisinya. Jenis ini mempunyai kapasitas beban radial yang besar dan juga cocok untuk kecepatan tinggi.

Tapered Roller Bearings Dilihat dari konstruksinya, jenis ini ideal untuk beban aksial maupun radial. Jenis ini dapat dipisah,dimana cincin dalamnya dipasang bersama dengan rollernya dan cincin luarnya terpisah.

2.4

Sifat sifat Bearing Tahan Tekanan Bahan bantalan harus memiliki kekuatan tekan yang tinggi untuk menahan tekanan maksimum sehingga ekstrusi dan deformasi permanen pada bantalan. Kekuatan fatigue Bahan bantalan harus memiliki kekuatan fatigue yang tinggi sehingga ketika terjadi beban berulang tidak menghasilkan retak pada material. Conformability

Rita Andria Rosa

Page 9

Elemen Mesin Bearing


Adalah kemampuan bahan bantalan untuk mengakomodasi lendutan poros dan ketidakakuratan bantalan oleh deformasi plastik (creep). Embeddability Adalah kemampuan bahan bantalan untuk mengakomodasi partikel kecil dari debu, pasir dan lain-lain. Tahan Korosi Bahan bantalan tidak boleh menimbulkan korosi akibat pelumasan. Properti ini sangat penting di dalam mesin pembakaran dimana pelumas yang sama digunakan untuk melumasi dinding silinder dan bantalan. Di dalam silinder, pelumas dapat saja teroksidasi dan menghasilkan endapan karbon. Thermal Konduktivitas Bahan bantalan harus memiliki konduktivitas panas yang tinggi sehingga memungkinkan perpindahan panas yang cepat yang dihasilkan saat terjadi gesekan. Ekspansi Termal Bahan bantalan harus memiliki koefisien ekspansi termal rendah, sehingga ketika bekerja dengan suhu yang berbeda-beda. tidak ada perubahan bahan yang diakibatkan perubahan suhu. Untuk mendapatkan semua sifat di atas sulit ditemukan dalam bantalan tertentu. Dimana bahan yang digunakan pada prakteknya tergantung pada kebutuhan dan kondisi pemanfaatan bantalan. Sehingga pemilihan bahan untuk setiap aplikasi harus berdasarkan hasil analisis. Tabel berikut menunjukan perbandingan dari beberapa sifat yang lebih umum bahan bantalan logam. Bearing Material Tin base babbit Lead base babbit Lead Bronze Copper Lead Allumunium Silver Silver lead depoited Rita Andria Rosa Fatigue Strenght poor Poor to fair fair fair good Excellent Excellent Comformability good good poor Poor Poor to fair Almost Excellent Embeddability excellent good poor Poor to fair poor poor poor Corrosion Resistance excellent Fair to good good Poor to fair excellent excellent Excellent Thermal Conductivity poor poor fair Fair to good fair excellent Excellent

Page 10

Elemen Mesin Bearing


2.5 Material Bantalan Beberapa sifat yang dicari pada material bantalan adalah relative softness (untuk menyerap partikel asing), kekuatan yang cukup, machinability (untuk mempertahankan toleransi), lubricity, ketahan temperature dan korosi dan pada beberap kasus porositas. Kekerasan material bantalan tidak boleh melebihi sepertiga kekerasan material yang bergesekan dengannya untuk mempertahankan embedability dari partikel abrasive. Beberapa kelas berbeda dapat digunakan sebagai bantalan, biasanya yang berbasis timbal, timah dan tembaga. Alumunium sendiri bukan merupakan material yang baik untuk bantalan walaupun banyak digunakan sebagai bahan paduan untuk beberapa material bantalan. Jenis material yang digunakan seperti : Babbit Semua family logam berbasis timbal dan timah yang dikombinasikan dengan unsur lain sangat efektif terutama jika diproses dengan electroplating dalam bentuk lapisan tipis pada substrat yang lebih kuat seperti baja. Bbbit merupakan contoh yang paling umum pada family ini dan biasa digunakan pada bantalan crankshaft dan camshaft. Lapisan babbit yang tipis akan mempunyai ketahanan fatique yang lebih baik daripada lapisan babbit yang lebih tebal, tetapi tidak dapat melekatkan partikel asing dengan baik. Karena babbit ini mempunyai temperature peleburan yang rendah dan akan cepat rusak dalam kondisi pelumasan batas (boundary lubrication), maka diperlukan pelumasan hidrodinamik atau hidrostatik yang baik. Bronzes Family paduan tembaga terutama bronze merupakan pilihan yang sangat baik untuk melawan baja atau besi cor. Bronze lebih lunak dibandingkan material ferrous tetapi memiliki kekuatan, machinability, dan ketahan korosi yang baik serta bekerja dengan baik melawan paduan besi jika dilumasi. Ada lima macam paduan tembaga yang bisa digunakan sebagai bantalan yaitu, copper lead, leaded bronze, tin bronze, aluminium bronze dan berrylium copper. Kekerasan paduan tembaga ini bervariasi mulai dari yang nilainya hampir sama dengan babbit sampai dengan yang hampir sama dengan baja. Bushing bronze ini dapat bertahan dalam kondisi pelumasan batas (boundary lubrication) dan dapat menahan beban tinggi dan temperature tinggi. Besi cor kelabu dan baja Besi cor kelabu dan baja merupakan material bantalan yang cukup baik untuk digunakan melawan sesamanya dalam kecepatan rendah. Grafit bebas pada besi cor menambah sifat lubricity tetapi pelumas cair tetap dibutuhkan. Baja juga dapat digunakan melawan baja jika keduanya dikeraskan dan diberi pelumas. Ini merupakan

Rita Andria Rosa

Page 11

Elemen Mesin Bearing


pilihan yang biasa digunakan pada rolling contact di bantalan rolling element. Bahkan baja dapat melawan semua material lain jika diberi pelumasan yang sesuai. Sintered materials Material seperti ini dibuat dari serbuk dan secara mikroskopik tetap berpori setelah perlakuan panas. Porositas ini memungkinkan material untuk menyimpan pelumas dengan aksi kapilaritas, dan kemudian melepaskannya ke bantalan jika panas. Sintered bronze digunakan secara luas untuk melawan baja atau besi cor. Material non logam Beberapa jenis material non logam memberikan kemungkinan untuk bekerja dalam kondisi kering jika materialnya mempunyai sifat lubricity yang baik. Contohnya adalah grafit. Beberapa jenis material terpoplastik seperti nilon, acetal dan teflon memberikan koefisien yang rendah terhadap logam tapi mempunyai temperature leleh yang rendah, yang jika digabungkan dengan konduktivitas panasnya yang buruk akan membatasi beban dengan kecepatan yang bisa ditahan. Teflon mempunyai koefisien yang rendah tetapi harus diberi filler untuk meningkatkan kekuatannya. Kombinasi material poros dengan bantalan yang biasa digunakan pada prakteknya sangat terbatas. Table dibawah ini menunjukkan beberapa kombinasi material poros dengan bantalan .

Rita Andria Rosa

Page 12

Elemen Mesin Bearing


2.6 Pelumas Pelumas seting digunakan untuk mengurangi gesekan, memberikan smooth riunning dan membantu bearing mengatasi korosi. Semua pelumas diklasifikasikan ke dalam kelompok (1) cairan (2) semi cairan (3) padat. Pelumas cair biasanya digunakan pada oli mineral dan oli sintetis. Oli mineral sering digunakan karena harga yang murah dan kestabilannya. Pelumas semi cair memiliki kekentalan yang lebih tinggi dari oli. Pelumas padat berguna untuk mengurangi gesekan dan harus lebih lunak dari material yang dilumasi. Pelumas cair memiliki kelebihan yaitu kekuatan geser yang rendah dan kekuatan tekan yang tinggi. Pelumas padat biasanya digunakan pada kondisi dimana pelumas cair tidak dapat bertahan pada permukaan atau situasi khusus seperti pada temperature yang sangat tinggi ataupun rendah. Sedangkan pelumas berwujud gas atau udara dapat digunakan pada kondisi yang sangat khusus dimana dibutuhkan koefisien gesek yang sangat rendah. Table berikut menunjukkan tipetipe pelumasan cair dan padat, termasuk sifat dan penggunaannya.

Pelumas cair (liquid lubricants) Umumnya adalah minyak oli mineral (alam, minyak oli dari tumbuhan atau binatang, dan oli sintetis. Kadang kadang air juga digunakan pada peralatan dalam lingkungan air. Pelumas memerlukan additive untuk meningkatkan kualitas pelumasan untuk keperluan tertentu. Misalnya additive untuk extreme pressure diperlukan pada pelumas untuk roda gigi di mana pelumas akan mengalami beban tekan yang tinggi.

Rita Andria Rosa

Page 13

Elemen Mesin Bearing


Pelumas lapisan padat (solid film lubricants) Ada dua jenis yaitu material yang memiliki kekuatan geser yang sangat rendah seperti graphite dan molybdenum disfluida yang dapat ditambahkan pada permukaan, coating seperti phosfat, oksida, atau sulfida yang dapat terbentuk pada suatu permukaan. Grafit biasanya tersedia dalam bentuk bubuk dan dapat dibawa kepermukaan dengan binder seperti misalnya grease atau material lain. Pelumasan padat ini memiliki kelebihan dalam hal koefisien gesek yang rendah dan tahan temperature tinggi. Table berikut menunjukkan tipe pelumasn padat termasuk sifat dan penggunaanya.

2.7

Metode lubrikasi Manual lubrication Manual lubrikasi dapat dilakukan dengan menggunakan pompa oli

Rita Andria Rosa

Page 14

Elemen Mesin Bearing


Automatic lubrication Lubrikasi menggunakan control timer untuk mengatur supply oli/grease secara otomatis yang didorong dengan menggunakan pompa

Gravity system Pelumas diletakkan pada sebuah reservoir, kemudian dibiarkan menetes karena grafitasi melalui needle valve dengan laju yang sudah ditentukan sebelumnya.

Pressure system Sirkulasi oli ini merupakan sistem tertutup yang menggunakan pompa, reservoir dan filter.

Rita Andria Rosa

Page 15

Elemen Mesin Bearing

Splash lubrication Oli berada reservoir yang tersedia dan equipment yang akan dilubrikasi tercelup di dalam oli.

Ring lubrication Lubrikasi dilakukan dengan cara membiarkan ring berputar pada shaft

Rita Andria Rosa

Page 16

Elemen Mesin Bearing


Mist lubrication Lubrikasi ini menggunakan disc yang terpasang pada shaft. Pelumas mengalir karena perputaran disc dalam bentuk mist.

2.8

Perbedaan Bantalan luncur dan bantalan gelinding Bantalan luncur. Pada bantalan ini terjadi gesekan luncur poros dan bantalan karena permukaan poros ditumpu oleh permukaan bantalan dengan perantara lapisan pelumas. Bantalan luncur mampu menumpu poros berputaran tinggi dengan beban yang besar. Dengan konstruksi yang sederhana maka bantalan ini mudah untuk dibongkar pasang. Akibat adanya gesekan pada bantalan dengan poros maka akan memerlkan momen awal yang besar untuk memutar poros . Pada bantalan luncur terdapat pelumas yang berfunsi sebagai peredam tumbukan dan getaran sehingga akan meminimalisasi suara yang ditimbulkannya. Kelebihan bantalan luncur : a. Mampu menumpu poros berputarab tinggi dengan beban besar. b. Konstruksinya sederhana dan dapat dibuat serta dipasang denga mudah c. Dapat meredam tumbukan dan getaran sehingga hamper tidak bersuara d. Tidak memerlukan ketelitian tinggi sehingga harganya jauh lebih murah. Kekurangan dari bantalah ini adalah : a. Gesekan besar pada awal putaran b. Memerlukan momen awal yang besar c. Pelumasannya tidak begitu sederhana d. Panas yang timbul dari gesekan besar sehingga memerlukan pendingin khusus.

Rita Andria Rosa

Page 17

Elemen Mesin Bearing


Bantalan gelinding Pada bantalan gelinding terjadi gesekan antara bagian yang berputar dengan yang diam melalui elemen gelinding seperti bola (peluru), rol jarum atau rol bulat. Bantalan gelinding lebih cocok untuk beban kecil. Putaran pada bantalan gelinding dibatasi oleh gaya sentrifugal yang timbul pada elemen gelinding tersebut. Apabila ditinjau dari segi biaya, bantalan gelinding lebih mahal dari bantalan luncur. Kelebihan bantalan gelinding : a. Keausan dan panas yang ditimbulkan berkurang b. Gesekan yang terjadi relative konstan c. Pemakaian pelumas minimum d. Ukuran lebarnya kecil e. Mudah penggantiannya f. Ukuranny sudah distandarisasikan sehingga mudah mendapatkan dimana saja Kekurangan banrtalan ini adalah : a. Untuk beban kejut (getaran karena ketidakseimbangan komponen mesin) bearing lebih cepat rusak b. Lebih sensitive terhadp debu dan kelembaban c. Lebih mahal 2.9 Kapasitas Nominal Bantalan Gelinding Ada dua macam kapasitas nomina;, yaitu kapasitas nominal dinamis spesifik dan kapasitas nominal statis spesifik. Misalkan sejumlah bantalan membawa beban tanpa variasi dalam arah yang tetap. Jika bantalan tersebut adalah bantalan radial, maka bebannya adalah radial murni, cinci luar diam dan cicin dalam berputar. Jika bantalan tersebut adalah bantalan aksial maka kondisi bebannya adalah aksial murni, satu cincin diam dan yang satunya berputar. Jumlah putaran adalah 1.000.000 (33.3 rpm selama 500 jam). Setelah menjalani putaran tersebut, jika 90% dari jumlah bantalan tersebut tidak menunjukkan kerusakan karena kelelahan oleh beban gelinding pada cicin atau elemen gelindingnya, maka besarnya beban tersebut dinamakan kapasitas nominal dinamis spesifik dan umur yang bersangkutan disebut umur nominal. Jika bantalan membawa beban dalam keadaan diam dan pada titik kontak yang menerima tegangan maksimum besarnya deformasi permanen pada elemen gelinding ditambah besarnya deformasi cincin menjadi 0.0001 kali diameter elemen gelinding, maka beban tersebut dinamakan kapasitas nominal statis spesifik. Kedua macam beban diatas merupakan factor dasar yang pertama dalam pemilihan bantalan Rita Andria Rosa Page 18

Elemen Mesin Bearing


2.10 Penyebab kerusakan pada bearing Kesalahan bahan a. Factor produsen, yaitu retaknya bantalan setelah produksi baik retak halus maupun berat, kesalahan toleransi, kesalahan celah bantalan b. Factor konsumen, yaitu kurangnya pengetahuan tentang karakteristik pada bearing. Penggunaan bearing melewati batas waktu penggunannya (tidak sesuai dengan petunjuk buku fabrikasi pembuatan bearing) Pemilihan jenis bearing dan pelumasannya yang tidak sesuai dengan buku petunjuk dan keadaan lapangan Pemasangan bearing pada poros yang tidak hati hati dan tidak sesuai dengan standart yang ditentukan, kesalahan pada saat pemasangan, diantaranya : a. Pemasangan yang terlalu longgar, akibatnya cicin dalam atau cincin luar yang berputar menimblkan gesekan dengan housing/poros b. Pemasangan yang terlalu erat, akibatnya vebtilasi atau celah yang kurang sehingga pada saat berputar suhu bantalan akan cepat meningkat dan terjadi konsentrasi tegangan yang lebih. c. Terjadi pembenjolan pada jalur jalan atau pada roll sehingga bantalan saat berputar akan tersendat sendat Terjadi misalignment Dimana kedudukan poros pompa dan penggeraknya tidak lurus, bearing akan mengalami vibrasi tinggi. Pemasangan yang tidak sejajar tersebut akan menimbulkan guncangan pada saat berputar yang dapat merusak bearing. Kemiringan dalam pemasangan bearing juga menjadi faktor kerusakan bearing, karena bearing tidak menumpu poros dengan tidak baik, sehingga timbul getaran yang dapat merusak komponen tersebut Terjadi unbalance (tidak Imbang) Seperti pada impeller, dimana bagian-bagian pada impeller tersebut tidak balance (salah satu titik bagian impeller memiliki berat yang tidak seimbang). Sehingga ketika berputar mengakibatkan putaran mengalami perubahan gaya disalah satu titik putaran (lebih terasa ketika putaran tinggi), sehingga berpengaruh pula pada putaran bearing

Rita Andria Rosa

Page 19

Elemen Mesin Bearing


pada poros. Unbalance bisa terjadi pula pada poros, dan pengaruhnya pun sama, yaitu bisa membuat vibrasi yang tinggi dan merusak komponen
-

Bearing kurang minya pelumas


Karena bocor

atau minyak pelumas terkontaminasi benda asing dari bocoran seal gland

yang mempengaruhi daya pelumasan pada minyak tersebut. 2.11 Cara mengatasi kerusakan pada bearing Melakukan penggatian bearing sesuai umur waktu kerja yang telah ditentukan Mengganti bearing yang sesuai dengan klasifikasi kerja pompa tersebut Melakukan pemasangan bearing dengan hati hati sesuai standar yang telah ditentukan Melakukan alignment pada poros pompa dan penggeraknya Melakukan tes balancing pada poros dan impeller Memasang deflector pada poros dan pemasangan rubber seal pada rumah bantalan dan perbaikan pada seal gland, untuk mengantisipasi kebocoran. 2.11 Proses pemasangan Bearing Proses balancing, pemasangan bearing pada komponen mesin, komponen tersebut pertama-tama harus benar benar balance agar bearing dapat bertahan dengan baik Alignment, pengaturan sumbu poros pada mesin harus benar benar sejajar Prosess pemberian beban, pemberian beban ini harus sesuai dengan jenis bearing yang digunakan pakah itu beban radial atau beban aksial Pengaturan posisi bearing pada poros Clearance bearin, metode pemasangan dan peralatan yang digunakan Toleransi dan ketepatan yang diperlukan. Pada saat pemasangan bearing pada poros, maka toleransi poros pada proses pembubutan harus diperhatikan karena hal tersebut mempengaruhi keadaan bearing.

Rita Andria Rosa

Page 20

Elemen Mesin Bearing


BAB III PENUTUP

Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini. Penulis banyak berharap para pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang pada umumnya.

Rita Andria Rosa

Page 21

Elemen Mesin Bearing


DAFTAR PUSTAKA

file.upi.edu wahyukurniawan,.web.id Wikipedia Sularso.2004.Elemen Mesin.Jakarta : Pradnya Paramita www.scribd.com www.vista-bearing.com

Rita Andria Rosa

Page 22