Anda di halaman 1dari 3

Definisi EBM Menurut Prof DR Dr Sudigdo Sastroasmoro SpA(K), dari Subbagian Kardiologi Bagian Ilmu Kesehatan Anak, FKUI

Jakarta, EBM merupakan pemanfaatan bukti mutakhir yang sahih dalam tata laksana pasien. Dari definisi tersebut tergambar bahwa dalam tata laksana pasien (termasuk di dalamnya tercakup aspek pengalaman, profisiensi, intuisi dan judgement) EBM = suatu pendekatan medik yang didasarkan pada bukti-bukti ilmiah terkini utk kepentingan pelayanan kesehatan penderita (Seckett et al, 1996) Tujuan Membantu proses pengambilan keputusan klinik, baik utk kepentingan pencegahan, diagnosis, terapetik, maupun rehabilitasi yg didasarkan pada bukti-bukti ilmiah terkini yg terpercaya dan dapat dipertanggungjawabkan. cut-maulida.blogspot.com Langkah-langkah Memformulasikan pertanyaan ilmiah yg berkaitan dgn masalah penyakit yg diderita oleh pasien Penelusuran informasi ilmiah (evidence) yg berkaitan dgn masalah yg dihadapi Penelaahan thd bukti-bukti ilmiah yg ada Menerapkan hasil penelaahan bukti-bukti ilmiah ke dalam praktek pengambilan keputusan 1. Memformulasikan pertanyaan ilmiah Dalam interaksi dokter-pasien, akan muncul pertanyaan-pertanyaan ilmiah berkaitan dgn diagnosis, prognosis, terapi, faktor resiko, dsb serta upaya apa yg dpt dilakukan utk mengatasi masalah yg dijumpai pd pasien tsb. Contoh. Contoh: Seorang wanita umur 56 thn datang dgn fibrilasi atrial non rheumatic disertai dgn kegagalan ventrikel kiri derajat sedang. Pemberian digoksin dan diuretic memberikan hasil yg cukup baik. Penderita mempunyai riwayat hipertensi yg terkendali. Ekhocardiogram menunjukkan deteriorisasi fungsi ventrikuler kiri derajat sedang. Penderita termasuk wanita aktif dan hidup sendiri sejak suaminya meninggal 4 thn yll. Pada saat masalah ini dibicarakan di bangsal rumah sakit, muncul usulan utk memberikan antikoagulan warfarin jangka panjang disertai bbrp pertanyaan berikut: 1. Bagaimana resiko tjdnya stroke embolik pd penderita tsb jika tidak diberikan obat antikoagulan? 2. Jika diberikan antikoagulan, brp besar resiko penderita mengalami stroke dan perdarahan serius? 3. Brp besar annual risk bagi penderita jika tidak diberi antikoagulan? Jenis-jenis pertanyaan klinik Background question Pertanyaan-pertanyaan umum yg berkaitan dgn penyakit.

Foreground question Pertanyaan-pertanyaan spesifik yg berkaitan dgn upaya penatalaksanaan. 2. Penelusuran informasi ilmiah utk mencari evidence kemampuan penelusuran informasi ilmiah (searching skill) dan kemudahan akses ke sumber-sumber informasi. Journal-journal biomedik dr perpustakaan Journal-journal biomedik dr electronik searching/internet Medline: CD Rom, JAMA, BMJ, Annals of Internal Medicine, Cochrane Database of Systematic Reviews, Scientific American Medicine on CD Rom dan ACP Journal Club dll. Key word internet searching utk contoh 1: Atrial fibrillation Cerebrovascular disorders Randomized controlled trial Prognosis Therapy 3. Penelaahan thd bukti ilmiah (evidence). Utk melihat apakah bukti-bukti yg disajikan dlm artikel/journal valid dan bermanfaat scr klinik utk membantu proses pengambilan keputusan. Critical appraisal = penilaian kritisKlinisi hrs memahami metode Penelaahan artikel berdasarkan kekuatan metodologi penelitian (design) yg digunakan dlm artikel tsb. LEVEL OF EVIDENCE Level type of investigation Ia Evidence obtained from meta analysis of randomized controlled trials Ib Evidence obtained from at least one randomized controlled trial IIa Evidence obtained from at least one well designed controlled study without randomization IIb Evidence obtained from at least one other type of well designed quasi experimental study III Evidence obtained from well designed non experimental studies, such as comparative studies, correlational studies, and case studies IV Evidence obtained from expert committee reports or opinions Berdasarkan contoh 1, hsl penelaahan: 2 artikel ttg prognosis memenuhi kriteria validity dan applicability. Terbukti dlm artikel bhw jika tdk dilakukan terapi maka pasien tsb memiliki resiko tahunan stroke (annual risk) sebesar 18%. Berdasarkan data artikel, RRR (relative risk reduction) dgn terapi warfarin: 70%. ARR (absolute risk reduction): 0.13

Number needed to treat (NNT) = 1/ARR = 1/0.13 artinya jika terapi warfarin dilakukan selama satu tahun thd 8 orang dgn diagnosis tsb, maka paling tidak ada 1 orang yg terhindar dari stroke. Annual rate utk tjdnya perdarahan pd pasien yg mendapat warfarin: 1% artinya 1 diantara 100 orang yg diterapi dg warfarin selama satu tahun akan mengalami perdarahan. 4. Penerapan hasil penelaahan ke dlm praktek Berdasarkan informasi yg ada maka dpt diputuskan utk segera memulai terapi dgn warfarin. Ini juga berdasarkan perimbangan risk-benefit assessment yg diperoleh melalui penelusuran bukti-bukti ilmiah yg ada. cut-maulida.blogspot.com Manfaat Kelebihan dan Kekurangan semenjak EBM disosialisasikan tahun 1992 oleh sekelompok ahli epidemiologi klinik dari McMaster University, Kanada, keberadaannya menimbulkan pro dan kontra. Yang pro mengungkapkan bahwa EBM merupakan paradigma baru dunia kedokteran. EBM dianggap penemuan luar biasa, dan kehebatannya hanya bisa dikalahkan oleh Human Genome Project, kata Sudigdo. Sehingga timbul keyakinan bahwa EBM akan menjadi baku praktek kedokteran di seluruh dunia dalam waktu dekat, berlangsung terusmenerus, selamanya. Tapi bagi yang kurang setuju, EBM dianggap sebagai lagu lama dengan aransemen baru. Menurut mereka, walau tak ada yang salah dengan EBM, sebenarnya hal tersebut tak perlu dibesar-besarkan. Kendala lainnya, tukas Sudigdo, EBM dianggap menafikan kompetensi seorang dokter, yang antara lain dibangun dengan pengalaman serta intuisi klinis khususnya dalam hal diagnosis. Apalagi ada pameo di dunia kedokteran bahwa kedokteran bukan semata-mata ilmu melainkan seni. Kelebihan EBM yang lain menurut Sudigdo adalah EBM merupakan sirkulus yang diawali dari masalah pasien dan berakhir pada keuntungan pasien. www.pdpersi.co.id Latar belakang Pada masa lampau pengobatan yg dilakukan seorang dokter, umumnya menggunakan pendekatan abdikasi (didasarkan pd rekomendasi yg diberikan oleh klinisi senior, supervisor, konsulen maupun dokter ahli) atau induksi (didasarkan pd pengalaman sendiri). Pendekatan diatas pendekatan EBM (didasarkan pd bukti-bukti ilmiah) cut-maulida.blogspot.com