Anda di halaman 1dari 31

LI Galih LBM 1 Gambaran Umum Rumah Sakit dan Pengantar Manajemen Rumah Sakit Organisasi RS

Definisi Rumah Sakit

Rumah sakit adalah sebuah institusi perawatan kesehatan profesional yang pelayanannya disediakan oleh dokter, perawat, dan tenaga ahli kesehatan lainnya. Selama Abad pertengahan, rumah sakit juga melayani banyak fungsi di luar rumah sakit yang kita kenal di zaman sekarang, misalnya sebagai penampungan orang miskin atau persinggahan musafir. Istilah hospital (rumah sakit) berasal dari kata Latin, hospes (tuan rumah), yang juga menjadi akar kata hotel dan hospitality (keramahan).
Klasik Institusi (fasilitas) yang menyedikan pelayanan pasien rawat inap UU No.44 th 2009 Institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan
kesehatan perorangan secara paripurna yang menyedikan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat

American Hospital Assosiation 1978 Institusi yang memberikan pelayanan pasien diagnostic dan
terapeutik untuk berbagai penyakit dan masalah kesehatan baik yang bersifat bedah atau non bedah kuratif dan rehabilitatif

SK Menkes Sarana kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan


secara merata dengan mengutamakan upaya penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan yang dilaksanakan secara serasi dan terpadu dalam upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit dalam suatu tatanan rujukan serta dapat dimanfaatkan untuk pendidikan tenaga kesehatan dan penelitian

Klasifikasi Berdasarkan Jenisnya : o Rumah Sakit pendidikan dan Rumah Sakit non pendidikan RS pendidikan : : adalah Rumah Sakit umum atau Rumah Sakit khusus yang menyelenggarakan dan/atau digunakan

untuk pelayanan, pendidikan, dan penelitian secara terpadu dalam bidang Rumah sakit penelitian/pendidikan adalah rumah sakit umum yang terkait dengan kegiatan penelitian dan pendidikan di fakultas kedokteran pada suatu universitas/lembaga pendidikan tinggi. Biasanya rumah sakit ini dipakai untuk pelatihan dokter-dokter muda, uji coba berbagai macam obat baru atau teknik pengobatan baru. Rumah sakit ini diselenggarakan oleh pihak universitas/perguruan tinggi sebagai salah satu wujud pengabdian masyararakat / Tri Dharma perguruan tinggi

Rumah Sakit Umum dan Rumah Sakit khusus Rumah sakit umum (general hospital), dimana semua jenis pelayanan kesehatan diselenggarakan rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit contoh RS karyadi, RISA

Melayani hampir seluruh penyakit umum, dan biasanya memiliki institusi perawatan darurat yang siaga 24 jam (ruang gawat darurat) untuk mengatasi bahaya dalam waktu secepatnya dan memberikan pertolongan pertama. Rumah sakit umum biasanya merupakan fasilitas yang mudah ditemui di suatu negara, dengan kapasitas rawat inap sangat besar untuk perawatan intensif ataupun jangka panjang. Rumah sakit jenis ini juga dilengkapi dengan fasilitas bedah, bedah plastik, ruang bersalin, laboratorium, dan sebagainya. Tetapi kelengkapan fasilitas ini bisa saja bervariasi sesuai kemampuan penyelenggaranya. Rumah sakit yang sangat besar sering disebut Medical Center (pusat kesehatan), biasanya melayani seluruh pengobatan modern. Sebagian besar rumah sakit di Indonesia juga membuka pelayanan kesehatan tanpa menginap (rawat jalan) bagi masyarakat umum (klinik). Biasanya terdapat beberapa klinik/poliklinik di dalam suatu rumah sakit
Rumah sakit khusus (speciality hospital), dimana hanya ada satu jenis pelayanan kesehatan saja yang diselenggarakan rumah sakit yang memberikan pelayanan utama pada satu bidang atau satu jenis penyakit tertentu, berdasarkan disiplin ilmu, golongan umur, organ, jenis penyakit atau kekhususan lainnya; contoh RS kusta

Jenis ini mencakup trauma center, rumah sakit anak, rumah sakit manula, atau rumah sakit yang melayani kepentingan khusus seperti psychiatric (psychiatric hospital), penyakit pernapasan, dan lain-lain. Rumah sakit bisa terdiri atas gabungan atau pun hanya satu bangunan.
o Rumah Sakit Negri dan Swasta

Menurut pemilik : pemerintah pusat yang dimaksud yaitu : Departemen kesehatan : Beberapa rumah sakit yang langsung dikelola oleh departemen kesehatan ct. RSCM, rumah sakit dr. sutomo di Surabaya

1. Rumah sakit pemerintah, pada dasarnya ada 2 macam

Departemen lain : Departemen pertahanan dan keamanan, departemen pertambangan, departemen perhubungan jug mengelola rumah sakit sendiri. Pernan departemen kesehatan disini adalah merumuskan kebijakan pokok bidang kesehatan saja, yang harus dipakai sebagai landasan dalam melaksanakan setiap upaya kesehatan. Beberapa pengecualian memmang dibenarkan asalkan tidak bertentangan dengan kebijakan pokok bidang kesehtan yang telah dirumuskan. Rumah sakit daerah : Sesuai dengan UU PEMDA no.5 tahun 1979, maka rumah sakit yang berada di daerah dikelola oleh pemerintah daerah. Pengelolaan yang dimaksud tidak hanya dalam bidang pembiayaan saja tetapi juga dalam bidang kebijakan, seperti : yang menyangkut pembangunan sarana, pengadaan peralatan, dan ataupun penetapan tarif pelayanan Peranan departemen kesehatan disini adalah merumuskan kebijakan pokok upaya kesehatan saja, disamping dalam batas- batas tertentu juga turut membantu dalam bidang pembiayaan, tenaga dan ataupun obat- obatan yakni dalam rangka menjalankan asas perbantuan dari system pemerintahan di Indonesia 2. Rumah sakit swasta Rumah sakit ini pada dasarnya dikelola secara komersil serta yang berorientasi untuk mencari keuntungan Menurut filosofi yang dianut 1. Rumah sakit yang mencari keuntungan ( Non profit hospital ) 2. Rumah sakit yang tidak mencari keuntungan ( profit hospital )

Berdasarkan Kelas :

a. Rumah sakit kelas A Rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis dan subspesialis secara luas.oleh pemerintah. Rumah sakit kelas A telah ditetapkan sebagai pelayanan rujukan tertinggi dan disebut sebagai rumh sakit pusat Tersedia pelayanan spesialistik RS kelas A yang luas

termasuk subspesialistik. b. Rumah sakit kelas B Rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis dan subspesialis secara terbatas. Rumah sakit ini didirikan di setiap ibukot propinsi yang menampung pelayanan rujukan dari rumah sakit kabupaten. Rumah sakit pendidikan yang tidak termasuk kelas A juga diklasifikasikan sebagai rumah sakit kelas B minimal 11 spesialistik dan subspesialistik terdaftar c. Rumah sakit kelas C Rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis terbatas. Pelayanan ini termasuk penyakit dalam, pelayann bedah, pelayanan kesehatan anak, serta pelayanan kebidanan dan kandungan. Rumah sakit ini didirikan disetiap ibukota kabupten yang menampung pelayanan rujukan dari PUSKESMAS Minimal memiliki empat spesialistik dasar (bedah, penyakit dalam, kebidanan, anak). d. Rumah sakit kelas D Rumah sakit yang bersifat transisi Karena pada suatu saat akan ditingkatkan menjadi rumah sakit kelas C. pada saat ini rumah sakit D hanya memberikan pelayanan kedokteran umum dan gigi. Rumah sakit D juga menampung pelayanan rujukan yang berasal dari PUSKESMAS -hanya terdapat pelayanan mediss dasar Pengantar administrsi kesehatan, Dr. dr. Azrul Azwar M.P.H

Tugas Rumah Sakit o Melaksanakan upaya kesehatan mengutamakan upaya penyembuhan, pemulihan dilaksanakan secara serasi, terpadu dengan upaya peningkatan pencegahan o Melaksanakan upaya rujukan

Pasal 3 Bab II PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 1045/MENKES/PER/XI/2006 Rumah Sakit mempunyai tugas memberikan pelayanan kesehatan paripurna, pendidikan dan pelatihan, dapat juga melakukan penelitian, pengembangan serta penapisan teknologi bidang kesehatan.

Fungsi Rumah Sakit

1. Pelayanan pasien. 2. Pelayanan komunitas berupa suatu kerjasama dengan pihak-pihak lain di luar rumah sakit yang biasanya berupa upaya-upaya preventif, promotif dan rehabilitatif 3. Pendidikan, terutama bagi rumah sakit-rumah sakit besar yang berfungsi sebagai tempat pendidikan. 4. Penelitian 5. Pelayanan Informasi
Pelayanan Medis Pelayanan Penunjang Medis & Non Medis Pelayanan Asuhan Keperawatan Pelayanan Rujukan Pelaksanaan Pendidikan & Pelatihan Pelaksanaan Penelitian & Pengembangan Pengelolaan Administrasi & Keuangan

Permenkes RI No. 159b/Men kes/Per/1998, fungsi rumah sakit adalah : Menyediakan dan menyelenggarakan pelayanan medik, penunjang medik. rehabilitasi, pencegahan dan peningkatan kesehatan. Menyediakan tempat pendidikan dan atau latihan tenaga medik dan paramedik. sebagai tempat penelitian dan pengembangan ilmu dan teknologi bidang kesehatan.
Fungsi-fungsi ini dilaksanakan dalam kegiatan intramural (didalam rumah sakit) dan ekstramural (di luar rumah sakit). kegiatan intramural dibagi menjadi 2 kelompok besar yaitu pelayanan rawat inap dan pelayanan rawat jalan.

Pasal 4 BAB II PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 1045/MENKES/PER/XI/2006 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 3, Rumah Sakit menyelenggarakan fungsi: a. Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan melalui pelayanan kesehatan paripurna tingkat sekunder dan tersier;

b. Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan dalam rangka meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam pemberian pelayanan kesehatan; c. Pelaksanaan penelitian dan pengembangan serta penapisan teknologi bidang kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan; d. Pelaksanaan administrasi rumah sakit;
Visi dan Misi a. Visi Visi RSISA: RS Islam terkemuka dalam pelayanan kesehatan yang selamat dan
menyelamatkan, pelayanan pendidikan dalam rangka membangun generasi khaira ummah dan pembangunan peradaban Islam menuju masyarakat sehat sejahtera yang dirahmati Allah.

Kuliah residensi oleh Dr. H. Makmur Santosa, MARS b. Misi Misi RSISA: 1. Mengembangkan pelayanan kesehatan 2. Membangun SDI 3. Mengembangkan pelayanan untuk pendidikan 4. Mengembangkan pelayanan untuk penelitian dan pengembangan 5. Mengembangkan pengabdian masyarakat 6. Mengembangkan gagasan, kegiatan dan kelembagaan Kuli
ah

residensi oleh Dr. H. Makmur Santosa, MARS

A. V

i si, Misi Komitmen dan Persyaratan Rumah Sakit


1. Rumah Sakit Pendidikan mempunyai misi dan tujuan

rumah sakit yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran, termasuk penelitian dan pelayanan
2. Terdapat kesepakatan bersama atau piagam kerjasama

tertulis antara rumah sakit pendidikan dengan institusi pendidikan kedokteran terkaityang masih berlaku dlm kurun waktu tertentu, meliputi aspek medikolegal, SDM, pembiayaan, sarana prasarana, manajemen pendidikan dan daya tampung peserta didik yg ditandatangani oleh pihak rumah sakit pendidikan dan pihak institusi kedokteran
3. Kesepakatan bersama tadi harus saling mengikat dalam

hal seluruh proses pendidikan profesi dokter.


4. Rumah sakit kelas A,B atau sederajat yang telah

terakreditasi minimal 12 pelayanan


5. Rumah sakit yang telah menjalankan fungsi pendidikan

telah memiliki SK Penetapan Menteri kesehatan sebagai RS Pendidikan


6. Rumah Sakit Pendidikan minimal mempunyai 4 disiplin

ilmu dasar (penyakit dalam, anak, bedah, kebidanan dan kandungan) dan 11 disiplin lainnya

(radiologi,anestesi,patologi klinik,kulit dan kelamin,THT,mata,neurologi,psikiatri, gigi dan mulut, patologi anatomi, dan rehabilitasi medik)
Struktur ORGANISASI RS berdasarkan kelas

Susunan Organisasi Rumah Sakit Umum, terdiri dari : 1. Direktur. 2. Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan, terdiri dari : a. seksi pelayanan medis; b. seksi pelayanan keperawatan; c. seksi bina asuhan, mutu dan ketenagaan. 3. Bidang Perencanaan dan Pengembangan, terdiri dari : a. seksi penyusunan program. b. seksi monitoring dan evaluasi. c. seksi pendidikan dan latihan (diklat) 4. Bagian Tata Usaha, terdiri dari : a. sub bagian umum. b. Sub bagian kepegawaian. c. sub bagian keuangan. 5. Unit unit non struktural, terdiri dari : a. satuan pengawas intern. b. komite. i. instalasi, terdiri dari : ii. instalasi rawat jalan; iii. instalasi rawat inap; iv. instalasi rawat darurat; v. instalasi bedah sentral; vi. instalasi perawatan intensif; vii. instalasi radiologi; viii. instalasi farmasi; ix. instalasi patologi klinis; x. instalasi pemeliharaan sarana rumah sakit; Tugas Dan Fungsi Dari Struktur Organisasi, antara lain : Kepegawaian

Direktur RSUD, Kepala Bidang, Kepala Sub Bagian dan Kepala Sub Seksi diangkat dan diberhentikan oleh Bupati sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang Undangan yang berlaku; Direktur RSUD adalah Jabatan Struktural Eselon III. a. Kepala Bidang dan Kepala Bagian adalah Jabatan struktural Esselon III b. Kepala Seksi dan Kepla Sub Bagian adalah Jabatan struktural Esselon IV b. Satuan Pengawas Intern Satuan Pengawas Intern adalah Satuan Kerja Fungsional yang bertugas melaksanakan pengawasan intern rumah sakit. Satuan Pengawas Intern berada di bawah dan bertanggung-jawab kepada pimpinan rumah sakit. Satuan Pengawas Intern dibentuk dan ditetapkan oleh pimpinan rumah sakit. Komite Komite adalah wadah non struktural yang terdiri dari tenaga ahli atau profesi dibentuk untuk memberikan pertimbangan strategis kepada pimpinan rumah sakit dalam rangka peningkatan dan pengembangan pelayanan rumah sakit. Pembentukan komite ditetapkan oleh pimpinan rumah sakit sesuai kebutuhan rumah sakit, sekurang-kurangnya terdiri dari Komite Medik serta Komite Etik dan Hukum. Komite berada di bawah dan bertanggung jawab kepada pimpinan rumah sakit. Instalasi Instalasi adalah unit pelayanan non struktural yang menyediakan fasilitas dan menyelenggarakan kegiatan pelayanan, pendidikan dan penelitian rumah sakit. Pembentukan instalasi ditetapkan oleh pimpinan rumah sakit sesuai kebutuhan rumah sakit. Instalasi dipimpin oleh seorang kepala yang diangkat dan diberhentikan oleh pimpinan rumah sakit. Kepala Instalasi dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh tenagatenaga fungsional dan atau non medis.

Kelompok jabatan fungsional Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan tungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang terbagi atas berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. Masing-masing tenaga fungsional sebagaimana dimaksud berada di lingkungan unit kerja rumah sakit sesuai dengan kompetensinya. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja; Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud diatur berdasarkan peraturan perundang undangan yang berlaku. Staf medik fungsional Staf medik fungsional adalah kelompok dokter yang bekerja di bidang medis dalam jabatan fungsional. Staf medik fungsional mempunyai tugas melaksanakan diagnosa, pengobatan, pencegahan akibat penyakit, peningkatan dan pemulihan kesehatan, penyuluhan, pendidikan, pelatihan, penelitian dan pengembangan. Dalam melaksanakan tugasnya, staf medik fungsional menggunakan pendekatan tim dengan tenaga profesi terkait. Rumah sakit tipe A : Direktur Wakil Direktur yang terdiri dari: * Wadir Pelayanan Medik dan Keperawatan * Wadir Penunjang Medik dan Instalasi * Wadir Umum dan Keuangan * Wadir Komite Medik Tiap wadir diberikan tanggung jawab untuk mengatur beberapa bidang pelayanan dan keperawatan serta instalasi. Beberapa instalasi yang terdapat pada RS kelas A: Instalasi rawat jalan, rawat darurat, rawat inap, rawat intensif, bedah sentral, farmasi, PA, PK, gizi, laboratorium, perpustakaan, pemeliharaan sarana RS, pemulasaran jenazah, Sterilisasi sentral, pengaman dan ketertiban lingkungan Komite Medik juga diberikan jabatan Komite Medik (nonstruktural yang fungsinya menghimpun anggota yang terdiri dari para kepala Staf Medik Fungsional (SMF).

KM diberikan dua tugas utama yaitu: o Menyusun standar pelayanan medis o Memberikan pertimbangan kepada direktur dalam hal: Pembinaan, pengawasan, dan penelitian mutu pelayanan medis, hakhak klinis khusus kepada SMF, program pelayanan medis, pendidikan dan pelatihan (diklat), serta penelitian dan pengembangan (litbang), Pembinaan tenaga medis dan bertanggung jawab terhadap pembinaan profesi. Untuk RS kelas A, jumlah SMF yang dimiliki minimal 15 buah yaitu Bedah Kesehatan Anak Kebidanan dan Penyakit Kandungan Penyakit Dalam Mata Radiologi Patologi Klinik Patologi Anatomi Penyakit Saraf Penyakit Kulit danKelamin THT Gigi dan Mulut Kedokteran Kehakiman Rehabilitasi Medik Anestesi

* RS kelas B
Susunan organisasinya hampir sama dengan kelas A * Bedanya hanya terletak pada jumlah dan jenis masingmasing SMF. * Untuk RS kelas B tidak ada subspesialisnya RS kelas C dan D * Lebih sederhana jika dibanding dengan RS kelas A dan B. * Tidak ada wakil direktur, tetapi dilengkapi dengan staf khusus yang mengurusi administrasi.
Karakteristik o o o o o o o Padat Modal Padat Teknologi Padat Profesi Padat Karya Padat Sistem Padat Mutu Padat Masalah

o o

Padat Risiko Padat Error

Sistem Rujukan

Rujukan kesehatan dapat disebut sebagai penyerahan tanggungjawab dari satu pelayanan kesehatan ke pelayanan kesehatan yang lain. Secara lengkap Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo mendefinisikan sistem rujukan sebagai suatu sistem penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang melaksanakan pelimpahan tanggung jawab timbal balik terhadap satu kasus penyakit atau masalah kesehatan secara vertikal (dari unit yang lebih mampu menangani), atau secara horizontal (antar unit-unit yang setingkat kemampuannya). Sederhananya, sistem rujukan mengatur darimana dan harus kemana seseorang dengan gangguan kesehatan tertentu memeriksakan keadaan sakitnya. Bagan sistem rujukan dapat dilihat pada gambar berikut :

JENJANG DAN SISTEM RUJUKAN PELAYANAN RS

Pengantar administrsi kesehatan, Dr. dr. Azrul Azwar M.P.H

Peraturan Perundangan yang ada di rumah sakit (hospital by law) Adalah Peraturan Internal Dasar, yang terdiri dari: Tujuan: 1. Corporate bylaws: agar tercipta good corporate governance. 2. Medical Staff Bylaws: agar tercipta good clinical governance. Disahkan oleh pemilik RS atau Badan Otoritas tertinggi (mis: Governing Body yg diberi kewenangan oleh pemilik).Berlakunya hanya di RS yang bersangkutan (tailor made). CIRI-CIRI BYLAWS : Bersifat abstrak dan berisi prinsip-prinsip umum. Sebagai landasan bagi Direktur RS dalam pembuatan Peraturan Direktur & Protap. Disahkan oleh pemilik atau bisa juga governing body (pemegang otoritas tertinggi yang mewakili pemilik). CIRI-CIRI PERATURAN DIREKTUR: Bersifat lebih konkrit, lebih spesifik, lebih operasional. 1. Corporate Bylaws; dan 2. Medical Staff Bylaws.

Sebagai pedoman operasional RS. Disahkan oleh Direktur untuk keperluan implementasi tasi dari general principles yang ada di HBL.

Teaching Hospital
Definisi o RSU yang terkait dengan pendidikan dan penelitian untuk dokter2 muda dari fak. Kedokteran dari suatu universitas, biasanya sebagai wujud dari pengabdian masyarakat Bisa RS kelas A maupun B RS yang berhubungan erat dengan pendidikan kedokteran, spesialis, interensip, residen

o o

Syarat o Umum RS utama yang terakreditasi (12 pelayanannya sudah terakreditasi) dan sertifikat ISO Jejaring sudah terakreditasi dan memiliki 5 pelayanan dan serifikat ISO Khusus sudah terakreditasi dan serifikat ISO o Khusus Memiliki kebutuhan akan proses pendidikan yang baik Memunyai fasilitas dan peralatan fisik Memiliki aspek keuangan dan sumber dana Memiliki manajemen umum dan mutu pelayanan RS Standar o o o Utama Afiliasi/ jejaring Satelit

Klasifikasi o Menurut jenis pelayanan

RSU melayani semua jenis pelayanan kesehatan RS khusus melayani jenis pelayanan tertentu ( RS jiwa)

Klasifikasi ada 3 RS Pendidikan utama (RS yang menjadi leading sector) RS Pendidikan jejaring / afiliasi (RS yang sebagian SMF nya melaksanakan dan atau digunakan untuk proses pembelajaran tenaga medis) RS Pendidikan khusus (RS khusus yang melaksanakan dan atau digunakan untuk proses pembelajaran tenaga medis) Kriteria Umumnya adalah: RS Pendidikan utama adalah RS yang terakreditasi 12 pelayanan atau ditambah dengan sertifikasi ISO9001: 2000 RS Pendidikan jejaring adalah RS yangterakreditasi 5 pelayanan atau ditambah sertifikatISO 9001: 2000 RS Pendidikan khusus adalah RS khusus yang telah terakreditasi atau telah mendapat sertifikat ISO 9001: 2000 Kriteria khusus: Kriteria dari kebutuhan akan proses pendidikan yang baik Kriteria dari fasilitas dan peralatan fisik untuk pendidikan Kriteria dari aspek keuangan dan sumber dana Kriteria dari aspek manajemen umum dan mutu pelayanan rumahsakit Gambaran Terakreditasi DepKes untuk 12 pelayanan Minimal pelayanan 4 disiplin ilmu dasar (penyakit dalam, anak, bedah, kebidanan dan kandungan) dan 11 disiplin lainnya (radiologi, anaesthesi, patologi klinik, kulit dan kelamin, THT, Mata, Neurologi, Psikiatri, Gigi & Mulut, Patologi Anatomi dan Rehabilitasi Medik).
Standar Rumah Sakit Pendidikan

B. Visi, Misi Komitmen dan Persyaratan Rumah Sakit 7. Rumah Sakit Pendidikan mempunyai misi dan tujuan rumah
sakit yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran, termasuk penelitian dan pelayanan

8. Terdapat kesepakatan bersama atau piagam kerjasama tertulis


antara rumah sakit pendidikan dengan institusi pendidikan kedokteran terkait yang masih berlaku dlm kurun waktu tertentu, meliputi aspek medikolegal, SDM, pembiayaan, sarana prasarana, manajemen pendidikan dan daya tampung peserta didik yg ditandatangani oleh pihak rumah sakit pendidikan dan pihak institusi kedokteran

9. Kesepakatan bersama tadi harus saling mengikat dalam hal


seluruh proses pendidikan profesi dokter.

10. Rumah sakit kelas A,B atau sederajat yang telah terakreditasi
minimal 12 pelayanan

11. Rumah sakit yang telah menjalankan fungsi pendidikan telah


memiliki SK Penetapan Menteri kesehatan sebagai RS Pendidikan

12. Rumah Sakit Pendidikan minimal mempunyai 4 disiplin ilmu


dasar (penyakit dalam, anak, bedah, kebidanan dan kandungan) dan 11 disiplin lainnya (radiologi,anestesi,patologi klinik,kulit dan kelamin,THT,mata,neurologi,psikiatri, gigi dan mulut, patologi anatomi, dan rehabilitasi medik)

C. Manajemen dan administrasi 1. Koordinasi Pendidikan Profesi Kedokteran 2. Kebijakan Penyelenggaraan Pendidikan 3. AdministraSi Pendidikan 4. Pembiayaan Pendidikan D. SDM untuk Program Pendidikan Klinik 1. Peraturan Rekruitmen tenaga pendidikan dan monitoring untuk
pembelajaran klinik

2. Sistem Monitoring dan Evaluasi Tenaga Pendidik E. Penunjang Pendidikan (Kasus banyak, bervariasi) F. Perancangan dan Pelaksanaan Program Pendidikan Klinik yang
berkualitas

1. Perhatian Rumah Sakit terhadap pembelajaran 2. Program Pendidikan Klinik 3. Pelaksanaan Kegiatan Pendidikan Klinik 4. Evaluasi Program dan Hasil Pembelajaran 5 jenis pelayanan:

i. ii. iii. iv. v. vi. vii. viii. ix. x. xi. xii.

Pelayanan medis Pelayanan keperawatan Rekam medis Administrasi dan manajemen Pelayanan gawat darurat 12 pelayanan: Kamar operasi Pelayanan perinata risiko tinggi Pelayanan radiologi Pelayanan farmasi Pelayanan laboratorium Pengendalian infeksi Kecelakaan keselamatan serta kewaspadaan bencana

16 pelayanan????
a. Syarat

MARS (Manajemen RS)


1. Definisi

a. Manajemen RS koordinasi antara berbagai sumber daya melalui proses

perencanaan, pengorgansasian, ada kemampuan pengendalian mencapai tujuan.


Tujuan manajemen RS a. Menyiapkan sumber daya b. Mengevaluasi efektivitas c. Mengatur pemakaian pelayanan d. Efisiensi e. Kualitas Organisasi dan Manajemen Rumah Sakit

H. Koontz & O,Donnel dalam bukunya Principles of Management mengemukan sebagai berikut : manajemen berhubungan dengan pencapaian sesuatu tujuan yang dilakukan melalui dan dengan orang-orang lain (Management involves getting things done thought and with people). Mary Parker Folllett mendefinisikan manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. George R. Terry dalam bukunya Principles of Management menyampaikan pendapatnya : manajemen adalah suatu proses yang membeda-bedakan atas ; perencanaan, pengorganisasian, penggerakan pelaksanaan dan pengawasan, dengan memanfaatkan baik ilmu maupun seni, agar dapat menyelesaikan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya (Management is a distinct process consisting of planning, organizing, actuating, and controlling, utilizing in each both science and art, and followed in order to accomplish predetermined objectives) James A.F. Stoner dalam bukunya Management (1982) mengemukakan manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber

daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan
2. Lingkup MARS

3. Kegiatan administrasi a. Melakukan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan sampai dan fungsi pengawasan 4. Objek dan subjek administrasi a. Objek dan subjek administrasi adalah system keshatan : yang merupakan suatu kumpulan dari berbagai faktor komplek dan saling berhubungan dan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan kesehatan perorangan , keluarga, kelompok serta masyarakat pada setiap saat yang dibutuhkan Pengantar administrsi kesehatan, Dr. dr. Azrul Azwar M.P.H

Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) RS Manajemen Keperawatan Manajemen Farmasi Rumah Sakit Manajemen Logistik Rumah sakit Manajemen Pemasaran Rumah Sakit Manajemen Keuangan & Akuntansi Rumah Sakit Manajemen Informasi Rumah Sakit Manajemen Resiko & Keselamatan Kerja Rumah Sakit Manajemen Mutu Terpadu (TQM) Rumah Sakit Dll Kuliah Pakar Dr. H. Masyhudi AM, M.Kes.: Pengantar Manajemen RS & Gambaran Umum RS.

b. c. d. e. f. g. h. i. j. k.

5. Fungsi MARS Fungsi POACE: Plan (perncanaan) merencanakan kegiatan yang akan

datang
Organizing (pengorganisasian) mengatur agar setiap

kegiatan dan sumber daya agar terorganisasi dengan baik


Actuating (pelaksanaan) melaksanakan dengan penuh

tanggung jawab, terus menyesuaikan dengan situasi

Controlling (pengendalian) mengendalikan agar

pelaksanaan selalu sesuai dengan rencana dan mengarah pada pencapaian tujuan
Evaluation (evaluasi) menilai apakah rencana bisa

didiskusikan dengan baik dan tujuan dapat dicapai, biaya penyimpangan, apa sebabnya dan bagaimana agar tidak terulang.
Organisasi dan Manajemen Rumah Sakit

a. Dapat mengelola sumber, tatacara dan kesanggupan secara efektif dan efisisen Sumber tatacara dan kesanggupan yang tersedia pada dasarnya bersifat terbatas dan karena itu perlu dikelola dengan sebaik- baiknya, dengan melaksanakan fungsi perencanaan yang mengatur pemanfaatan sumber tatacara dan kesanggupan yang efektif dan efisien b. Dapat memenuhi kebutuhan dan tuntutan secara tepat dan sesuai Setiap upaya kesehatan yang dilkukan untuk pemenuhan kebutuhan dan tuntutan tentu diperlukan ketrampilan untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan itu sendiri c. Dapat menyediakan dan diselenggarakan upaya kesehatan sebaik- baiknya Mengatur pemanfaatan sumber, tatacara dan kesanggupan yang dimiliki dengan baik, serta dapat memenuhi kebutuhan dan tuntutan dengan baik . maka dapat diharapakan tersedia dan terselenggaranya upaya kesehatan yang sebaik- baiknya Pengantar administrsi kesehatan, Dr. dr. Azrul Azwar M.P.H
6. Karakteristik MARS

Uncertainty atau ketidakpastian, bahwa kebutuhan akan pelayanan rumah sakit tidak bisa dipastikan baik waktunya, tempatnya, maupun besarnya biaya yang dibutuhkan. Sifat inilah yang menyebabkan timbulnya respons penyelenggaran mekanisme asuransi di dalam pelayanan kesehatan. Ciri ini pula yang mengundang mekanisme derma di dalam masyarakat tradisional dan modern. Karena pada akhirnya ciri ini menurunkan keunikan lain yang menyangkut aspek peri kemanusiaan (humanitarian) dan etika. Asymetry of information, bahwa konsumen pelayanan rumah sakit berada pada posisi yang lebih lemah sedangkan Rumah Sakit mengetahui jauh lebih banyak tentang manfaat dan kualitas pelayanan yang dijualnya. misalnya kasus ekstrim pembedahan, pasien hampir tidak memiliki kemampuan untuk mengetahui apakah ia membutuhkan Kondisi ini sering dikenal dengan consumer ignorance atau konsumen yang bodoh. Externality, bahwa konsumsi pelayanan kesehatan/rumah sakit tidak saja mempengaruhi pembeli tetapi juga bukan pembeli. Demikian juga risiko

kebutuhan pelayanan kesehatan tidak saja mengenai pasien melainkan juga public
a. Manajemen bebek merenangi kolam b. Bersifat unik, berperan ganda dalam pelayanan (customer eskternal & internal),
keilmuan & latar belakang

Kuliah Pakar Dr. H. Masyhudi AM, M.Kes.: Pengantar Manajemen


RS & Gambaran Umum RS.

7. Struktur organisasi
Direktur Utama Direktur Manajer Instalasi Penanggung Jawab Bagian Sub Bagian Komite Sub Komite Staf Medik Fungsional Satuan Pengawas Internal Kuliah Pakar Dr. H. Makmur Santosa, MARS: Organisasi RS. SO RS kelas A

a. b. c. d. e. f. g. h.

a. direktur b. wakil direktur yang terdiri dari : wadir pelayanan medik dan keperawatan wadir penunjang medik dan instalasi wadir umum dan keuangan wadir komite umum c. komite medik (KM)
berfungsi untuk menghimpun anggota yang terdiri dari para kepala staf medik fungsional / SMF Tugas komite medik :

Menyusun standar pelayanan medik Memberikan pertimbangan kepada direktur Masa jabatan wadir KM adalah 3 tahun
SO RS kelas B

Susunan organisasi RS kelas B sama dengan kelas A, bedanya hanya terletak pada jumlah dan jenis masing- masing SMF, RSU kelas B tidak ada subspesialisnya SO RS kelas C dan D Susunan organisasi tidak ada wakil direktur tetapi dilengkapi dengan staf khusus yang mengurusi keuangan dan asuransi

Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 340/MENKES/PER/III/2010 Tanggal : 11 Maret 2010


KRITERIA KLASIFIKASI

Anda mungkin juga menyukai