Anda di halaman 1dari 1

draize test draize test pertama kali ditemukan kira-kira sekitar tahun 1944 oleh John H.

Draize, ahli racun yang bekerja untuk the U.S. Food and Drug Administration (FDA). tes ini dilakukan untuk mengukur kadar bahaya dari suatu bahan kimia yang ditemukan dalam produk-produk kebutuhan rumah tangga dan produk-produk kecantikan dengan cara meneliti efek yang akan timbul pada mata dan kulit hewan. hewan yang paling sering digunakan dalam draize tes adalah kelinci albino karena mereka tidak mahal dan tidak sulit untuk ditemukan. dengan kepribadian mereka yang lembut, mereka tidak akan menggigit para ilmuwan pelaku praktek draize test ini. alasan lainnya adalah, kelinci memiliki mata yang cukup besar sehingga iritasi mata dengan sangat mudah akan terlihat. tapi tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan hewan lain dalam tes ini. contoh hewan selain kelinci albino yang biasa digunakan adalah monyet dan kucing. pada draize tes untuk iritasi mata, biasanya dilakukan pada mata hewan yang masih dalam keadaan sadar. selama tes berlangsung (yang biasanya memakan waktu 7 hari), kelinci-kelinci tersebut akan merasa sakit luar biasa, berakhir dengan mutilasi, dan kebutaanpun tidak jarang terjadi. untuk menghindari kelinci mencakar matanya sendiri, kelinci itu dibekuk dan ditahan pada sebuah alat penahan (restraining device) yang membuat mereka sama sekali tidak bisa bergerak. mata mereka ditahan dengan klip yang membuat kelopak mata mereka tidak bisa ditutup. bahan-bahan kimia yang akan dites diteteskan/ditaruh pada mata sehingga sering menyebabkan kerusakan pada mata kelinci dan tentu saja tidak dapat disembuhkan. mata mereka ditinggalkan dalam keadaan membisul, borok dan berdarah. gak jarang juga mata mereka membusuk karena eksperimen ini. pada periode terakhir, tentu saja pada semua hewan yang dibunuh ini, para ilmuwan gila pelaku praktek draize test akan menentukan efek yang terjadi dalam bahan kimia tadi. pada tes terhadap iritasi kulit, prosedurnya sama saja dengan tes terhadap iritasi mata. para hewan dilumpuhkan/ditahan (lagi-lagi pada restraining device) untuk dicukur dan diberi bahan kimia pada kulitnya sehingga menderita infeksi. (kulit mereka mengalami infeksi karena ditempelkannya solasi pada kulit tersebut dan dilepas dengan cepat. proses tersebut terus diulang-ulang sampai beberapa lapisan kulit terlihat dengan sangat jelas). biasanya kulit/badan merekapun membusuk dalam waktu yang cukup singkat. kelinci-kelinci yang sudah selesai 'dipakai' biasanya dibiarkan mati dengan sendirinya, lalu mayatmayatnya disatukan di satu keranjang untuk dibuang. untuk kelinci-kelinci yang mampu bertahan hidup dengan kondisi mata dan kulitnya yang terluka parah (bahkan membusuk), akan 'dipakai' lagi untuk berbagai eksperimen lainnya. hasil tes dari praktek draize test sama sekali tidak masuk akal untuk beberapa alasan. dasar-dasar anatomi hewan berbeda dengan manusia, seperti mekanisme air mata dan kornea, antara mata manusia dan kelinci. sebagai tambahan, tes itu sendiri menjadi sesuatu yang berat sebelah bagi para peneliti dan ilmuwan. satu ilmuwan bisa saja mencatat reaksi yang ringan, sedangkan ilmuwan yang lainnya bisa saja melihat reaksi yang keras. tidak ada yang akurat.