Anda di halaman 1dari 22

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang terdapat di alam sekitar yang merupakan hasil bentukan alam serta dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pada intinya sumber daya alam adalah segala potensi yang disediakan oleh alam yang mempunyai kegunaan dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sumber daya alam terbagi menjadi 2 yaitu sumber daya alam biotik dan abiotik. Contoh dari sumber daya alam yang sangat dekat dengan kita adalah hutan. Hutan merupakan salah satu sumber daya alam yang patut kita lestarikan. Hal ini karena hutan memberikan banyak manfaat bagi kehuidupan manusia. Hutan juga menjadi sumber kehidupan bagi manusia. Hasil dari hutan sangat banyak dimanfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tak bisa dipungkiri, jika saat ini manusia sangat tergantung terhadap hasil hutan. Ketergantungan ini mengakibatkan terjadinya hal yang tidak diperkirakan sebelumnya. Ketergantungan terhadap sumber daya hutan mengakibatkan manusia mulai melakukan eksploitasi terhadap sumber daya hutan. Eksploitasi yang telah dilakukan oleh manusia menyebabkan sumber daya hutan mengalami penyusutan dari segi kualitas maupun

kuantitas. Manusia yang mempunyai sifat konsumtif tak mampu mengendalikan diri mereka dalam pemenuhan kebutuhan dari hasil hutan. Penebangan liar atau illegal loging merupakan salah satu bentuk eksploitasi terhadap sumber daya hutan. Saat ini manusia seakan lupa bahwa pengeksploitasian yang mereka lakukan telah mengakibatkan kerusakan. Mereka juga tidak sadar bahwa eksploitasi akan mempengaruhi kehidupan di masa yang akan datang. Hal inilah yang menjadi fokus utama kami memilih topik mengenai penghentian eksploitasi hutan sebagai sumber daya alam. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tema pembahasan didapat rumusan masalah sebagai berikut : 1. Mengapa eksploitasi terhadap sumber daya alam hutan terjadi? 2. Bagaimana dampak yang ditimbulkan karena eksploitasi hasil hutan? 3. Apa solusi agar eksploitasi hutan dapat dihentikan? 4. Bagaimana seharusnya manusia memanfaatkan hasil hutan? 1.3 Tujuan Adapun tujuan yang ingin dicapai pada penulisan karya ilmiah ini sebagai berikut : 1.3.1 Tujuan secara umum 1. Agar pembaca memahami mengenai ekspoitasi hutan 2. Agar pembaca lebih memahami manfaat hutan

3. Agar mampu menambah pengetahuan pembaca mengenai sumber daya alam seperti hutan 1.3.2 Tujuan secara khusus 1. Agar pembaca mampu mensosialisasikan kepada individu lain mengenai eksploitasi hutan 2. Agar pembaca dapat menyadari perannya dalam menghentikan eksploitasi hutan 3. Agar pembaca mampu saling bekerja sama untuk menjaga sumber daya alam untuk masa yang akan datang 1.4 Ruang Lingkup Penelitian Karya ilmiah ini membahas mengenai eksploitasi hutan. Seperti yang kita ketahui bahwa kawasan hutan yang ada di Indonesia sangat luas. Maka kami mempersempit ruang lingkup penelitian kami. Ruang lingkup penelitian kami adalah kawasan hutan di Kabupaten Rejang Lebong yang terbagi menjadi hutan lindung dan hutan masyarakat. 1.5 Sampel Berdasarkan ruang lingkup penelitian, maka kami mengambil beberapa sampel hutan yang ada di Kabupaten Rejang Lebong. Sampel pada penelitian karya ilmiah ini adalah Taman Nasional Kerinci Seblat, hutan wisata, dan hutan lindung.

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Definisi Sumber Daya Alam 1. Sumber daya alam adalah keadaan lingkungan (natural

environment) yang mempunyai nilai untuk memenuhi kebutuhan manusia. (www.yahoo.com) 2. Sumber daya alam adalah semua kekayaaan yang berupa benda mati (abiotik) dan benda hidup (biotik) yang berada di bumi dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. (LKS Star Idola) 3. Sumber daya alam adalah segala bahan yang ditemukan manusia dalam alam yang dipakai untuk kepentingan hidupnya.

(www.google.com) 2.2 Definisi Hutan 1. Hutan adalah masyarakat tetumbuhan yang dikuasai atau didominasi oleh pohon-pohon dan mempunyai keadaan lingkungan yang berbeda dengan di luar hutan. (Soerianegara,1982) 2. Hutan adalah kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang disominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya yang satu dan lain tak dapat dipisahkan. (UU RI No. 41 tahun 1999)

3. Hutan adalah lapangan yang ditumbuhi pepohonan yang secara keseluruhan merupakan persekutuan hidup alam hayati beserta alam lingkungannya atau ekosistem. (Kadri,1992) 2.3 Definisi Eksploitasi 1. Eksploitasi adalah usaha pertambangan yang dengan maksud

menghasilkan

bahan

galian

dapat

dimanfaatkan.

(www.yahoo.com) 2. Eksploitasi adalah pemanfaatan atau pengambilan sesuatu yang secara berlebihan dan memberikan dampak yang signifikan jika dilakukan terus-menerus. (Buku Geografi SMA Kelas XI) 2.4 Definisi Prinsip Ekoefisiensi 1. Ekoefisiensi adalah prinsip yang memadukan antara prinsip ekonomi dan prinsip pelestarian lingkungan. (Buku Geografi Kelas XI) 2. Ekoefisiensi adalah prinsip peningkatan proses produksi dengan biaya yang murah dan dengan dampak lingkungan seminimal mungkin. (LKS Star Idola)

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Telaah Pustaka Metode penelitian karya ilmiah yang pertama adalah dengan menggunakan metode telaah pustaka. Dalam hal ini penulis membuat karya ilmiah dengan menggunakan sistem telaah pustaka. Penelitian ini dimulai dengan mengumpulkan berbagai referensi yang membahas mengenai sumber daya alam, hutan, dan eksploitasi. Setelah mendapatkan referensi, penulis melanjutkan dengan membaca referensi yang ada. Setelah membaca referensi yang ada, penulis merangkum hal-hal yang dianggap memiliki keterkaitan dengan tema dari penelitian. Hasil penulisan yang ada pada karya ilmiah harus sesuai dengan referensi yang ada. 3.2 Wawancara Metode penelitian karya ilmiah yang kedua adalah dengan melakukan wawancara. Wawancara dilakukan untuk pemenuhan

informasi yang berkaitan dengan tema yang dipilih. Metode wawancara dimulai dengan menentukan narasumber yang tepat. Pada penelitian ini, narasumber yang diwawancarai adalah dari pihak dinas kehutanan Kabupaten Rejang Lebong. Hal ini dikarenakan ruang lingkup penelitian merupakan kawasan hutan di Kabupaten Rejang Lebong. Pada metode wawancara, penulis harus menyiapkan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan tema penelitian. Pertanyaan tersebut

harus disusun secara sistemastis. Pertanyaan tersebut harus disiapkan dengan baik sehingga wawancara dapat berjalan dengan baik. Kemudian hasil wawancara juga harus dicatat agar informasi yang didapat bisa menjadi bahan dalam bab pembahasan.

BAB IV PEMBAHASAN

4.1 Penyebab Eksploitasi Hutan 4.1.1 Penyebab Eksploitasi Hutan Berdasarkan Telaah Pustaka Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang mempunyai potensi baik itu biotik maupun abiotik untuk dapat dimanfaatkan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Sumber daya alam tebagi menjadi 2 yaitu sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Contoh dari sumber daya alam yang dapat diperbaharui yaitu hutan. Hutan merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Hal ini karena hasil hutan sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan manusia terutama kayu, rotan, dan damar. Saat ini tak bisa dipungkiri bahwa banyak perusahaan yang melakukan usaha di bidang industri mebel. Perusahaan tersebut mengambil bahan industri dari hutan seperti kayu. Akan tetapi banyak dari oknum-oknum tersebut mengeruk hasil hutan secara berlebihan demi memuaskan kebutuhan konsumen. Pengambilan hasil hutan seperti kayu secara berlebihan menyebabkan timbulnya eksploitasi. Eksploitasi terjadi tanpa adanya pengawasan yang ketat dari berbagai pihak. Pengeksploitasiaan yang terjadi terhadap sumber daya hutan terjadi tanpa kendali. Hal ini dikarenakan semakin meningkatnya kebutuhan manusia untuk mengkonsumsi hasil hutan. Karena

peningkatan dalam jumlah yang tinggi inilah yang menjadi faktor penyebab utama eksploitasi hutan dilakukan. Bentuk eksploitasi terhadap hutan seperti adanya kegiatan penebangan liar atau illegal logging. Penebangan liar dilakukan tanpa memperhatikan dampak dari kegiatan tersebut terhadap hutan. Padahal penebangan liar menyebabkan hutan menjadi gundul. Hal itu karena tidak adanya perkiraan terhadap regenarasi hasil hutan itu sendiri. Hutan merupakan sumber daya alam yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Hasil hutan yang dapat dimanfaatkan seperti kayu, rotan, dan damar. Akan tetapi sifat konsumtif dari manusia menyebabkan pemanfaatan hasil hutan menjadi berlebihan. Eksploitasi yang terjadi bukan hanya dipicu dari perilaku konsumtif yang berlebihan tetapi juga karena perkembangan teknologi yang mendukung kegiatan eksploitasi hutan. 4.1.2 Penyebab Eksploitasi Hutan Berdasarkan Hasil Wawancara Saat ini areal hutan di Kabupaten Rejang Lebong mencapai sekitar 53.000 hektar yang terdiri atas hutan dilindungi dan hutan masyarakat. Hutan yang dilindungi seperti Taman Nasional Kerinci Seblat dan hutan wisata. Luasnya areal hutan yang ada menjadi tolak ukur bagi manusia dalam pemanfaatan hutan. Areal hutan yang cukup luas menyebabkan terjadinya pengawasan yang minim. Minimnya pengawasan dimanfaatkan masyarakat untuk merambah hutan. Kegiatan merambah hutan merupakan salah satu bentuk eksploitasi. Penyebab banyaknya masyarakat merambah hutan

yang ada di Kabupaten Rejang Lebong adalah karena tuntutan ekonomi. Dengan merambah hutan masyarakat ekonomi kelas rendah

kebutuhannya bisa terpenuhi. Dengan hasil yang didapat akhirnya menyebabkan mereka semakin terbiasa melakukan eksploitasi hutan. Saat ini anggapan bahwa hutan adalah sumber daya alam yang dapat diperbaharui tidak akan pernah musnah. Anggapan bahwa walaupun digunakan terus-menerus hasil hutan tidak akan pernah habis memicu terjadinya eksploitasi hutan. Hal ini karena kesalahan

pemahaman akan konsep bahwa hutan adalah sumber daya yang dapat diperbaharui. Dalam pemikiran manusia hal itu berarti hasil hutan tidak akan pernah habis karena dapat terus diperbaharui. Pemahaman konsep yang salah menyebabkan manusia

melakukan tindakan yang salah pula. Minimnya kesadaran dan pemahaman konsep yang kurang menyebabkan manusia melakukan tindakan sewenang-wenang terhadap sumber daya alam seperti hasil hutan. Inilah yang kemudian menjadi penyebab atau faktor pendukung manusia banyak melakukan ekploitasi hutan. Sehingga ada 5 hal yang menjadi penyebab eksploitasi hutan terjadi yaitu perilaku masyarakat yang konsumtif, kemajuan teknologi, tuntutan ekonomi, pengawasan yang minim, dan pemahaman konsep yang salah dalam menyikapi hasil sumber daya alam seperti hasil hutan.

10

4.2 Dampak Eksploitasi Hutan 4.2.1 Dampak Eksploitasi Hutan Berdasarkan Telaah Pustaka Pemanfaatan hasil hutan merupakan hal yang wajar dilakukan manusia. Hal itu dikarenakan hasil hutan sangat bermanfaat bagi manusia. Akan tetapi pemanfaatan hasil hutan akan menimbulkan dampak negatif jika terjadi pemanfaatan yang berlebihan. Pemanfaatan yang berlebihan merupakan bentuk eksploitasi terhadap hasil hutan. Eksploitasi ini memberikan dampak negatif untuk masa sekarang bahkan masa depan. Dampak negatif yang timbul pertama yaitu hutan akan menjadi gundul karena penebangan liar yang dilakukan tidak diselaraskan dengan penanaman kembali. Saat ini manusia menebang pohon secara liar tanpa adanya kegiatan menanam kembali. Padahal ketika kita melakukan penebangan ada aturan yang harus dipatuhi seperti menanam pohon kembali untuk keberlanjutan hutan tersebut. Tetapi saat ini hal ini jarang dilakukan. Manusia hanya melakukan penebangan saja tapi tidak menanam kembali. Ini menyebabkan hutan menjadi gundul. Dampak negatif kedua yaitu terjadinya penyusutan terhadap hasil hutan itu sendiri. Ini merupakan dampak yang terjadi karena eksploitasi yang dilakukan secara berlebihan. Penyusutan terhadap hasil hutan terjadi ketika manusia tidak lagi menyadari bahwa walaupun hutan merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui, hasil hutan tetap bisa habis jika dimanfaatkan secara berlebihan. Kesadaran akan

11

pemikiran yang seperti itu masih sangat minim. Ini memperlihatkan bahwa manusia masih sangat egois dalam memenuhi keinginannya. Dampak negatif yang ketiga yaitu terjadinya bencana seperti banjir dan tanah longsor. Bencana tersebut terjadi ketika eksploitasi melalui penebangan liar dilakukan. Penebangan liar yang dilakukan akan menyebabkan hutan kehilangan media untuk menyerap air pada musim penghujan. Kurangnya penyerapan air hujan oleh hutan mengakibatkan terjadinya banjir. Hal ini karena tak ada yang media yang mampu menampung dan menjadi media penyerapan yang baik. Maka banjir pun terjadi. Kemudian timbul dampak berikutnya yaitu tanah longsor karena hutan kehilangan keseimbangan akibat eksploitasi dan penebangan liar. Dampak negatif keempat yaitu kerusakan hutan yang berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem. Ketika melakukan eksploitasi hutan, maka manusia akan melakukan berbagai tindakan pemanfaatan hutan tanpa adanya timbal balik. Timbal balik yang dimaksud adalah tidak adanya kegiatan untuk tetap menjaga keberlanjutan hutan itu sendiri. Kegiatan eksploitasi yang tidak seimbang dan tidak bertanggungjawab ini menyebabkan hutan mulai mengalami kerusakan. Kerusakah hutan tersebut juga mempengaruhi makhluk hidup yang menggantungkan kehidupannya dalam habitat hutan. Ini kemudian menyebabkan

keseimbangan ekosistem yang ada di hutan menjadi terganggu. 4.2.2 Dampak Eksploitasi Hutan Berdasarkan Hasil Wawancara Dampak negatif dari eksploitasi hutan yaitu terjadinya pencemaran terhadap aliran sungai. Hal ini terjadi karena banyaknya pohon yang

12

ditebang menyebabkan berkurangnya penyerapan terhadap air hujan. Sehingga air hujan langsung menyentuh tanah dan memberikan pengaruh buruk terhadap aliran sungai. Dampak negatif yang berikutnya adalah terjadinya global warming. Global warming terjadi karena hutan yang terus dieksploitasi akan menjadi gundul. Hal ini mengakibatkan penyusutan terhadap pepohonan yang sangat berperan dalam menyerap karbon dioksida. Dengan berkurangnya pepohonan secara otomatis suhu di bumi akan semakin meningkat. Hal ini yang terjadi di Rejang Lebong. Suhu yang meningkat menjadi faktor utama terjadinya global warming. Dampak negatif yang terakhir yaitu terganggunya kehidupan di masa yang akan datang. Eksploitasi hutan berarti memanfaatkan hasil hutan secara berlebihan untuk memenuhi kebutuhan manusia di masa sekarang. Akibatnya hasil hutan akan mengalami penyusutan.

Dampaknya akan berpengaruh terhadap masa yang akan datang. Dimana hasil hutan yang semakin berkurang tak mampu lagi memenuhi kebutuhan manusia di masa mendatang. Ini mengakibatkan terjadinya kekacauan untuk generasi mendatang karena mereka mulai kehilangan sumber daya alam yang memenuhi kebutuhan mereka. 4.3 Solusi Menghentikan Eksploitasi Hutan 4.3.1 Solusi Menghentikan Eksploitasi Hutan Berdasarkan Telaah Pustaka Dengan banyaknya dampak negatif yang timbul karena eksploitasi hutan, maka diperlukan solusi untuk menghidari masalah yang akan timbul. Solusi yang ada harus dapat diterapkan dengan baik di lingkungan

13

masyarakat. Hal ini karena masyarakat yang menjadi subjek dalam melakukan eksploitasi hutan tersebut. Sehingga apa pun yang dilakukan masyarakat terhadap hutan akan memberikan dampak tersendiri. Saat ini harus ada solusi untuk menghentikan tindakan eksploitasi hutan demi kehidupan di masa mendatang. Solusi yang pertama adalah dengan meningkatkan kesadaran setiap individu mengenai tindakan yang mereka lakukan terhadap hutan. Tindakan eksploitasi yang dilakukan hanya akan membawa dampak negatif. Walaupun saat ini dengan mengeksploitasi hutan kebutuhan kita dapat terpenuhi akan tetapi bagaimana dengan masa depan kita. Kesadaran bahwa eksploitasi hutan sangat berbahaya harus

ditumbuhkan sejak dini. Sehingga tidak ada lagi kegiatan yang memanfaatkan sumber daya alam secara berlebihan Solusi yang kedua yaitu dengan adanya peraturan yang tegas dari pemerintah mengenai pemanfaatan sumber daya alam seperti hutan. Dengan adanya peraturan yang jelas secara otomatis pemanfaatan hutan terorganisir dengan baik. Hal ini akan menghindarkan kita dari sikap eksploitasi itu sendiri. Tapi yang perlu diperhatikan adalah peraturan atau kebijakan yang ada harus diterapkan secara efektif dan efisien. Tanpa hal itu eksploitasi tak akan pernah berhenti. Selain itu apabila ditemukan tindakan eksploitasi yang dapat merusak hutan maka oknum yang melakukan harus diberikan hukuman yang berat. Hal ini bertujuan untuk membuat jera para pelaku yang mengekploitasi hutan.

14

4.3.2 Solusi Menghentikan Eksploitasi Hutan Berdasarkan Hasil Wawancara Berdasarkan wawancara solusi menghentikan tindakan eksploitsai yaitu dengan adanya pengawasan dari berbagai pihak dalam pemanfaatan sumber daya hutan. Pengawasan ini harus dilakukan secara intensif. Sehingga pengelolaan dan pemanfaatan hutan dapat dilakukan dengan porsi yang sesuai. Pengawasan ini dilakukan dengan tujuan menghindari tindakan sewenang-wenang dalam pemanfaatan hasil hutan. Solusi yang terakhir yaitu dengan adanya kegiatan konservasi atau perlindungan bagi hutan dan sumber daya alam yang lainnya. Dengan adanya konservasi diharapkan tidak terjadi lagi tindakan eksploitasi yang dapat merusak hutan. Karena dengan adanya konservasi pihak-pihak tertentu tidak dapat melakukan pemanfaatan dan pengelolaan hutan secara sembarangan karena hutan tersebut dilindungi. Kegiatan

eksploitasi pun harus dihentikan demi kehidupan di masa yang akan datang. 4.4 Pemanfaatan Hutan dengan Baik 4.4.1 Pemanfaatan Hutan dengan Baik Berdasarkan Telaah Pustaka Tak dapat dihindari lagi bahwa manusia selalu egois dalam pemenuhan kebutuhan. Tetapi manusia tidak bisa terus-menerus mempertahankan sikap egois itu. Hal itu karena sikap egois dalam pemenuhan kebutuhan akan membawa dampak yang buruk bagi kehidupan di masa yang akan datang. Untuk itu dibutuhkan

kebijaksanaan dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam yang ada.

15

Hutan merupakan sumber daya alam yang memberikan banyak pengaruh terhadap kehidupan manusia. Untuk itu dalam pemanfaatan dan pengelolaannya harus ada sikap yang bijaksana. Dalam mengelola dan memanfaatkan hutan sebagai sumber daya alam manusia harus bisa saling menjaga dan bekerja sama. Ketika hal itu dilakukan maka pengelolaan dan pemanfaatan hutan dan sumber daya alam yang lain akan sangat efektif. Dalam memanfaatkan hasil hutan, manusia sebagai subjek harus menghentikan tindakan eksploitasi. Tindakan eksploitasi hanya akan merusak kehidupan di masa yang akan datang. Sebaiknya manusia menerapkan prinsip ekoefisiensi. Prinsip ekoefisiensi adalah prinsip yang memadukan antara prinsip ekonomi dan prinsip pelestarian lingkungan. Dengan prinsip ini manusia dapat menemukan jalan tengah untuk pemenuhan kebutuhan tanpa harus melakukan eksploitasi. 4.4.2 Pemanfaatan Wawancara Hutan dengan Baik Berdasarkan Hasil

Pemanfaatan hasil hutan dan sumber daya yang lain secara tepat dan hemat adalah cara yang terbaik. Dalam hal ini kita tidak boleh boros dalam memanfaatkan hasil hutan. Penghematan harus dilakukan sejak dini. Karena dengan sistem pemanfaatan yang seperti itu, sumber daya alam akan tetap terjaga atau lestari. Sedangkan manusia tetap dapat memenuhi kebutuhan hidup tanpa harus mengorbankan kehidupan di masa mendatang. Pada intinya dengan memadukan prinsip ekoefisiensi dan penghematan penggunaan, maka sumber daya alam akan tetap terjaga dan kehidupan akan tetap berlanjut.

16

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan Semakin meningkatnya kebutuhan manusia mengakibatkan

manusia melakukan tindakan apa pun demi memenuhi kebutuhannya itu. Tindakan yang terlampau bebas itu terjadi dalam pemanfaatan sumber daya alam yang ada seperti hutan. Demi memenuhi kebutuhannya manusia melakukan eksploitasi terhadap hutan. Tindakan eksploitasi terjadi disebabkan beberapa hal yaitu perilaku manusia yang konsumtif, kemajuan teknologi, tuntutan ekonomi,

pengawasan yang minim, dan pemahaman konsep yang salah dalam menyikapi hasil sumber daya alam seperti hasil hutan. Eksploitasi yang terjadi memberikan dampak negatif bagi

kehidupan manusia. Dampak yang ditimbulkan yaitu hutan menjadi gundul, hasil hutan berkurang, memicu terjadinya bencana, terjadinya kerusakan ekosistem, terjadinya pencemaran air, terjadinya global warming, dan menghambat kehidupan di masa yang akan datang. Eksploitasi hutan dapat diminimalisir dengan berbagai upaya. Solusi yang tepat yaitu meningkatkan kesadaran setiap individu tentang pemanfaaatan hutan, membuat peraturan yang tegas, melakukan pengawasan yang ketat, dan melakukan konservasi terhadap hutan. Jadi dapat disimpulkan bahwa eksploitasi hutan merupakan tinadakan yang memanfaatkan hutan secara berlebihan. Tindakan

17

pengeksploitasian tersebut terjadi karena faktor-faktor tertentu. Selain itu perlu disadari bahwa eksploitasi hutan hanya akan membawa dampak yang negatif untuk kehidupan. Sehingga semua masyarakat seharusnya saling bekerja sama untuk menghentikan eksploitasi hutan dan memanfaatkan hutan secara baik. Sehingga kita dapat hidup dengan selaras dan seimbang. 5.2 Saran Dalam menjalani kehidupan, kita semua harus melakukan hal terbaik dalam memenuhi kebutuhannya. Saat ini kesadaran dari setiap individu harus terus dipupuk agar kita tetap bisa menjalani kehidupan dengan baik. Kegiatan eksploitasi harus dihindari agar setiap sumber daya alam tidak punah. Ini semua harus dilakukan untuk keberlanjutan kehidupan kita.

18

DAFTAR PUSTAKA

Marah. 2007. Geografi Untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama Parsini. 2009. Star Idola Buku Ajar Geografi. Solo: Putra Kertonatan www.google.com www.yahoo.com

19

LAMPIRAN

20

LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN Narasumber : Chairunnas Profesi : Kabid Dinas Kehutanan Kabupaten Rejang Lebong

Pertanyaan wawancara 1. Seberapa luas areal hutan di Kabupaten Rejang Lebong? 2. Bagaimana pembagian kawasan hutan di Kabupaten Rejang Lebong? 3. Kawasan hutan manakah yang menjadi kawasan hutan lindung? 4. Apakah eksploitasi hutan terjadi di daerah Rejang Lebong? 5. Apa penyebab eksploitasi itu terjadi? 6. Apa dampak dari eksploitasi hutan yang telah terjadi? 7. Bagaimana solusi untuk menghentikan ekspolitasi hutan? 8. Bagaimana bentuk pemanfaatan hutan yang baik?

21

LAMPIRAN 2

DOKUMENTASI

22