Anda di halaman 1dari 5

BIOSINTESIS METABOLIT SEKUNDER JALUR ASETAT

Metabolitsekunder yang melewatijalurasetatakanmenghasilkanpoliketidadanasamlemak. BiosintesisjalurasetatsecarakeseluruhanditunjukkanpadaGambar 1.

Malonil-KoA

Asetil-KoA

ACP: Protein PembawaAsil AT: AsetilTransferase DH: Dehidratase ER: EnoilReduktase

KR: Ketoreduktase KS: Ketosintase MAT: Malonil/Asetiltransferase

Transfer grupasil: pengulangansiklus

Enz-SH Reaksi Claisen

-ketoester

reduksi

Hidroksiester

dehidrasi

Ester konjugasi

reduksi

Kelompokketotanpareduksi

Variasireduksi/dehid rasi

Kelompokketod ireduksi

PoliketidaArom atik Makrolida

Asamlemak

Gambar 1 Biosintesis yang MelewatiJalurAsetat

1. PembentukanPoliketidaAromatik Pembentukan rantai poli--keto dapat digambarkan sebagai sederet reaksi kondensasi Claisen. Poliketida tersebut diproduksi melalui kondensasi bertahap yang sederhana dari prekursor asam karboksilat yang menyerupai biosintesis asam lemak. Biosintesis tersebut dibantu oleh enzim yang dikenal sebagai polyketide

synthases (PKSs). Termasuk dalam jalur ini adalah asam lemak, poliasetilen, prostaglandin, tromboksan, dan leukotrien serta senyawa aromatik antrakuinon, antibiotik makrolid dan tetrasiklin Proses perpanjangan biosintesis poliketida terjadi pada C2 poliketida dan berlangsung secara kondensasi Claisen. Asetil-KoA dan malonil-KoA (dari karboksilasi asetil-KoA) merupakan bentuk aktif dari unit C2 poliketida. Sehingga dua molekul asetil-KoA dapat ikut serta dalam reaksi Claisen membentuk asetoasetil-KoA yang kemudian reaksi dapat berlanjut hingga dihasilkan rantai poli--keto. Mekanisme pembentukan poli--keto oleh unit C2yang terdiri dari reaksi Claisen asetil-KoA dan malonil-KoA ditunjukkan pada Gambar 2.

poli--keto ester

(a)

asetoasetil-KoA

poli--keto ester

(b)
Gambar 2. Reaksi Claisen Pembentukan Poli--keto oleh Unit C2 (a) Reaksi Claisen: AsetilKoA (b) Reaksi Claisen: Malonil-KoA

Perpanjangan yang terjadi padaawalnyadiperkirakanterbentukdari unit-unit asetil-KoAberkondensasimelaluireaksiClaisenmembentukpoli--ketoester. Tetapi studi biosintesis menemukan bahwa penambahan rantai bukan oleh asetil-KoA tetapi oleh malonil-KoA yang memiliki H(lebihbersifatasam) sehinggamenyediakannukleofil yang lebihbaikdaripadaasetil-KoA. Poli--keto ester nantinyaakanmembentuksuatupoliketidaaromatikdenganbeberapatahapreaksi yang

secaraalamidisebabkanolehenzimataubagaimanamerekamembentuklipatan. ContohnyapadapembentukanasamorselinatmekanismenyadapatdilihatpadaGambar 3.

Poli--keto ester

Gambar3 PembentukanAsamArsellinat (SuatuPoliketidaAromatik) olehPoli--keto ester

2. PembentukanAsamLemak Padapembentukanasamlemak, tahap-tahap yang terjadisetelahkondensasianantaramalonildenganasetil yang membentukasetoasetil SACPyaitu: Reduksi yang dibantuolehenzimketoreduktasesehinggapadaterjadireduksipadaguguskarbonil menjadigugushidroksil. Dehidrasi yang dibantuolehenzimdehidratasemembentukikatanrangkap. Reduksiikatanrangkapolehbantuanenzimenoilreduktase. Dalamtahapiniterjadipemecahanikatanrangkapsehinggaterbentukasamlemakde nganrantai yang paling pendek (terdapat 4 atom karbon). Perpanjangankarbonmelalui proses kondensasi reduksi dehidrasi reduksienoilkembalihinggaterbentukasamlemakdenganrantaipanjang. Padatiapsiklusperpanjanganterjadipenanambahan 2 rantaikarbon.

Asetoasetil SACP

3-hidroksibutanoil SACP

2-butenoil SACP

butiril SACP

H2O

AsamLemak

Asil SACP

Gambar4ReaksiPembentukanAsamLemak

DAFTAR RUJUKAN Clayden, J., Greeves, N. & Warren, S. 2007. Organic Chemistry. England: Oxford University Press. Dewick, P. M. 2002. Medicinal Nartural Product. Baffin Lane: John Wiley & Son Ltd.