Anda di halaman 1dari 43

RAPID HEALTH ASSESSMENT

Abd. Hadi. K, SKM, MPH

TUJUAN
Peserta memahami
Memahami kepentingan RHA dalam proses manajemen untuk intervensi kesehatan Memahami langkah-langkah untuk melaksanakan RHA pada situasi kedaruratan

Kenapa perlu penilaian cepat kesehatan?

RHA Merupakan Rangkaian Siklus Manajemen Kesehatan pada situasi bencana / kadaruratan

RHA ??
Dilakukan sesaat/sesegera mungkin setelah bencana Serangkaian kegiatan pengkajian :
Pengumpulan Data Penyajian Informasi

Mengukur besarnya masalah yg berkaitan dgn kesehatan akibat bencana Identifikasi kebutuhan penanggulangan Dilakukan secara cepat

Kapan
TYPE
Rapid Reconnaissance / initial assessment Sesegera setelah bencana

Apa

Bagaimana
Satellite Pesawat terbang Mapping Observasi lapangan Menggunakan DMIS/ templates Pengamatan visual, wawancara, datadata-data primer / sekunder, pencatatan lain.

Pengamatan awal /sepintas pada area disaster

Rapid Health Assessment

Sesegera mungkin setalah bencana Situasi aman atau bilamana memungkinkan .

Pengumpulan data secara cepat untuk mengukur besaran masalah, dimana dan kemungkinan intervensi kesehatan Detail, studi sistematis, kadangkadang-2 terkait dengan masalah tertentu dn rehabilitasi

Survai untuk kebutuhan khusus.

Sampling Studi perbandingan antara data lama dan baru. baru. Wawancara / memakai pembanding

POSISI RAPID HEALTH ASSESSMENT PADA PENYELENGGARAAN UPAYA KESIAPSIAGAAN & PENANGGULANGAN
RAPID HEALTH ASSESSMENT SURVEYLANCE EMERGENCY / RAPID NEED ASSMT. BENCANA

waktu
KESIAPSIAGAAN MEDICAL RESPONSE PASCA BENCANA

PUBLIC HEALTH RESPONSE :

CONTINGENCY PLAN
PERENCANAAN DARURAT

AIR BERSIH DAN SANITASI SURVAILANS. PEMBERANTASAN PENYAKIT & IMMUNISASI PELAYANAN KESEHATA DASAR GIZI, DLL

Beberapa saat setelah kejadian (situasi emergency),informasi hasil RHA akan dimanfaatkan untuk : Bahan untuk menetapkan dan menyesuaikan strategi dan perencanaan penanggulangan.

PERENCANAAN DARURAT
Tetapi kegiatan tanggap darurat tidak selalu harus menunggu hasil RHA, RHA, terutama kegiatan spesifik yang dapat diperkirakan.

Proses manajemen
Kritis !!!

PENILAIAN SITUASI

HATIHATI-HATI !!!!!!!!!!!!

Bilamana tidak tepat, akan berpengaruh pada langkah penanggulangan selanjutnya

UPAYA PENANGGULANGAN PADA KONDISI TANGGAP DARURAT

SEHARUSNYA DIDASARKAN PADA HASIL

RAPID HEALTH ASSESSMENT

SERINGKALI UPAYA PENANGGULANGAN DAMPAK SITUASI BENCANA PENGUNGSIAN / EMERGENSI TIDAK DIDASARKAN PADA MASALAH ATAU FAKTA KEBUTUHAN LAPANGAN

RESIKO ( segi teknis ) ? TIDAK TEPAT SASARAN. PEMBOROSAN.


CONTOH ???

SITUASI NORMAL ???

Kebutuhan masyarakat

ketersediaan sumber Kebutuhan dasar & pelayanan

PENILAIAN / ASSESSMENT
Mencari ketimpangan antara...

kebutuhan masyarakat

Ketersediaan sumber Kebutuhan dasar & pelayanan

RAPID HEALTH ASSESSMENT


LANGKAHLANGKAH -2:

APA? SIAPA? DIMANA? KAPAN? BAGAIMANA?

MAKSUD RHA:
1. Konfirmasi kejadian. 2. Menggambarkan type, dampak dan kemungkinan resiko akibat situasi. 3. Mengukur kondisi dan resiko kesehatan. 4. Identifikasi kebutuhan segera pelayanan kesehatan bagi populasi. 5. Menilai kemampuan respon setempat dan sumber-sumber kebutuhan segera. 6. Membuat rekomendasi untuk pengambilan keputusan penangulangan segera.

TUJUAN
Memastikan ada/tdknya kedaruratan kesehatan Menggambarkan jenis dan besarnya masalah kesehatan Kemungkinan perkembangan lebih jauh akibat keadaan darurat Menilai kemampuan dlm merespons dan kebutuhan utk penanggulangan Menentukan prioritas tindakan yg perlu dilakukan utk penanggulangan

LINGKUP ASSESSMENT
ASPEK MEDIS, untuk menilai dampak pelayanan medis terhadap korban & potensi pelayanan kesehatan. ASPEK EPIDEMIOLOGI, untuk menilai potensi munculnya KLB penyakit menular pada periode pasca kejadian / bencana. ASPEK KESEHATAN LINGKUNGAN, untuk menilai masalah yang terkait dengan sarana kesehatan lingkungan yang diperlukan bagi pengungsi & potensi yang dapat dimanfaatkan

MEMPERSIAPKAN RHA :
INFORMASI AWAL YANG ADA (kejadian)

PENETAPAN TIM Informasi apa yang akan di assess. Komunikasi dan koordinasi dengan daerah bencana & tim lain (akses ke daerah, bantuan awal diperlukan, dll) Persiapan administrasi.

SIAPA / ORGANISASI PELAKSANA ?


Petugas Puskesmas. Dinas Kesehatan Kabupaten. Dibantu :Dinas Kesehatan Propinsi dan Depkes.

TIM RHA / RNA???


Petugas Medis. Epidemiologist. Sanitarian (kesehatan lingkungan).

Diharapkan Tim :
MEMILIKI KEMAMPUAN ANALISIS YANG BAIK DALAM BIDANGNYA DAPAT BEKERJASAMA DAN DAPAT DITERIMA MEMILIKI KAPASITAS UNTUK MENGAMBIL KEPUTUSAN.

KAPAN RHA / RNA DILAKUKAN ?


1. DALAM SITUASI YANG MEMERLUKAN PERTIMBANGAN KEAMANAN, WAKTU PELAKSANAAN PENILAIAN DAPAT DIPERSINGKAT. 2. BENCANA BANJIR, PENGUNGSIAN PENDUDUK DALAM JUMLAH BESAR, DLL SELAMBAT-LAMBATNYA 2 HARI SETELAH KEJADIAN. 3. KEDARURATAN MENDADAK (BENCANA GEMPA BUMI DAN KERACUNAN, KECELAKAAN KIMIAWI, DLL) PERLU DILAKUKAN SECEPAT MUNGKIN ATAU BEBERAPA JAM SETELAH KEJADIAN.

JARAK DAN AKSES YANG SULIT PERLU DIPERTIMBANGKAN

Bagaimana ??
Langkah penting dalam mengumpulkan data dan informasi... informasi...
Sesuaikan dengan tujuan assessment Review information yang lalu dan yang ada Interview tokohtokoh-tokoh kunci Kelapangan, Kelapangan , observasi, observasi, interview & dengar dengar rumuskan berbagai informasi dan analisis segera dan buat rekomendasi laporkan segera ke pimpinan

Informasi yang mana ?

(1)

Area geografi yang terkena bencana. Status sarana transportasi, komunikasi, listrik. Ketersediaan air bersih, pangan, fasilitas sanitasi dan kondisi tempat pengungsian. Kondisi rumah sakit dan sarana kesehatan lainnya, termasuk perlengkapannya :
rusak???, masih bisa dimanfaatkan ??, obat-obatan ???, peralatan kes ??)

Informasi yang mana ?


(2)

Perkiraan jumlah korban (meninggal, luka ). Kondisi SDM kesehatan yang ada. Perkiraan jumlah pengungsi ( risti ??? ) Endemisitas penyakit menular setempat. Kondisi penyakit potensial KLB dan kecenderungannya. Kondisi lingkungan (sebagairisk factors) Jenis bantuan awal yang diperlukan segera.

Dalam pengumpulan data/informasi, harus diingat keterbatasan informasi dan sumbersumber-2 nya CARA PENGUMPULAN DATA/INFORMASI: 1. Mengkaji data / informasi yang ada. 2. Observasi lapangan di daerah bencana dan sekitarnya. 3. Wawancara 4. Survei cepat (bila perlu).

1. Kaji informasi yang ada


Yankes dan program kesehatan yang sedang berjalan sebelum keadaan kedaruratan. Endemisitas penyakit Sdm kesehatan yang bisa bekerja saat ini. Sarana pelayanan kesehatan yang masih berfungsi. Pengungsian (jumlah, lokasi, dll)

2. OBSERVASI LAPANGAN :
1. LUASNYA DAERAH BENCANA 2. LOKASI PERPINDAHAN PENDUDUK/PENGUNGSI. 3. FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN.

HASIL ?

HASIL ?
BUAT PETA SECARA KASAR, YANG MEMUAT:
1. Luas daerah bencana. 2. Persebaran penduduk yang mengungsi 3. Tempat pengungsian, dll 4. Lokasi sarana pelayanan kesehatan (puskesmas, rumah sakit, dll). 5. SumberSumber-sumber air bersih. 6. Akses jalan ke sarana pelayanan kesehatan 7. Persebaran faktor risiko lingkungan , al.Breeding places vector.

3. WAWANCARA
Pejabat daerah. Petugas kesehatan, termasuk di rumah sakit Perorangan (toma, toga, guru, dll)

INFORMASI YANG DIJARING:


1. KEADAAN SEBELUM BENCANA. 2. DATADATA-DATA KORBAN (meninggal, luka, pengungsi) 3. SDM KESEHATAN YANG BISA DIMANFAATKAN, 4. POTENSI YANG TERSEDIA DI RUMAH SAKIT 5. KETERSEDIAAN AIR BERSIH DAN SANITASI. 6. ENDEMISITAS PENYAKIT 7. MASALAH GIZI. 8. KETERSEDIAAN OBAT, BAHAN DAN ALAT YANG MASIH BISA DIPAKAI. 9. POTENSI KEMAMPUAN RESPONSE KESEHATAN 10.DLL. 10.DLL.

4. SURVAI CEPAT :
UNTUK MENJARING INFORMASI YANG TIDAK DAPAT DIPEROLEH DARI SUMBER-SUMBER YANG ADA: Distribusi umur, sex, Jumlah orang kelompok rentan. Angka kematian saat ini. AngkaAngka-angka kasus penyakit menular potensial wabah. Status gizi. Cakupan vaksinasi. Akses ke pelayanan kesehatan, makanan, air bersih, tempat pengungsian, dll.

ANALISIS HASIL LAPANGAN, terhadap (1) :


Menilai kebutuhan pelayanan kesehatan di rumah sakit dibanding dengan korban yang harus dilayani. Menilai kecukupan obat-obatan, bahan dan alat. Menilai kecukupan SDM kesehatan.

Analisis Untuk Sistem Yankes


Apa masy. dapat akses ke sarana yankes? YA terjangkau semuanya? Ya tidak TIDAK

kenapa?
Tak perlu intervensi?

INTERVENSI !!!

ANALISIS HASIL LAPANGAN (2)


Menilai dampak segera terhadap, kesehatan, seperti resiko kemungkinan terjadinya KLB penyakit menular. Data endemisitas penyakit menular potensial wabah yang selama ini ada. Kerusakan sarana lain yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan (air bersih, listrik, jalan, sarana komunikasi, dll). Mengidentifikasi ketersediaan air bersih yang ada dan potensi yang masih dapat dimanfaatkan. Menilai potensi kesehatan yang ada di sekitar daerah bencana Potensi kemampuan response setempat, termasuk kemampuan operasional.

KESIMPULAN ANALISIS
Diarahkan secara spesifik pada: 1. Kebutuhan pelayanan medis korban bencana / kejadian. 2. Epidemiologi penyakit potensial wabah. 3. Masalah dan potensi sarana kesehatan lingkungan.

HASILNYA ?
REKOMENDASI YANG DISUSUN BERSAMA UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM UPAYA PENANGGULANGAN. PERENCANAN DARURAT

HASIL RHA ??? REKOMENDASI, a.l. memuat:


Bantuan obat-obatan, bahan dan alat. Bantuan tenaga medis/paramedis, survailans dan kesehatan lingkungan. Penyakit menular yang perlu diwaspadai. Sarana kesehatan lingkungan yang memerlukan pengawasan & perbaikan serta yang perlu dibuat. Makanan bagi kelompok risti. Bantuan lain yang diperlukan baik dari tingkat diatasnya maupun dari sumber lain.

UNTUK MEMULIHKAN FUNGSI PELAYANAN KESEHATAN

Jangan terlalu ambisius untuk kumpulkan data: waktu sangat terbatas Data-data kasar tapi diperlukan lebih baik dari pada data detail tetapi tak berguna Berdasarkan data dan informasi yang ada dapat diambil dibuat suatu rekomendasi untuk pengambilan keputusan.

RAPID RESPON UPAYA KESEHATAN :


Terutama: 1. Penanggulangan gawat darurat medik massal. 2. Survailans penyakit & faktor risiko. 3. Perbaikan kualitas air bersih dan sanitasi. 4. Pemberantasan penyakit menular 5. Pelayanan kesehatan dasar.

Upaya penanggulangan kesehatan yang dilaksanakan sebagai hasil Rapid Health Assessment, perlu ditindaklanjuti, melalui:

SURVEYLANCE EMERGENCY

Referensi
PPT dari Pusat Penanggulangan Krisis (PPK) Kemenkes RI. KEPMENKES NO.145/MENKES/SK/I/ 2007 tentang Pedoman Penanggulangan Bencana Bidang Kesehatan. Dll.