Anda di halaman 1dari 28

1 BAB 1 PENDAHULUAN A.

LATAR BELAKANG MASALAH Masalah kesehatan di Indonesia pada umumnya disebabkan karena masih rendahnya social ekonomi masyarakat yang diakibatkan ketidakmampuan dan ketidaktahuan dalam berbagai hal dan khususnya dalam bidang kesehatan dan keperawatan dalam memelihara diri sendiri, keluarga serta lingkungan. Bila keadaan ini dibiarkan akan menyebabkan masalah kesehatan, baik terhadap individu, keluarga bahkan masyarakat secara keseluruhan dan dampaknya yaitu menurunnya suatu kesehatan. Penyakit TBC adalah penyakit radang paru yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosa, dengan tanda gejala batuk yang lama, batuk disertai bercak darah, berkeringat dingin terutama jika malam hari, badan terasa lemah, berat badan berkurang, nafsu makan menurun, panas badan berulang-ulang, dada menjadi bungkuk, kepala pusing, nafas sesak. Prevalensi TBC dipengaruhi oleh banyak factor antara lain : Cepat menular pada bayi/anak yang tidak di imunisasi BCG,TBC dapat ditularkan dari penderita lewat dahak yang dibuang sembarangan Kuman TBC dapat bertahan lama di ruangan yang gelap dan lembab dan terlebih lagi penularan TBC biasanya menyerang orang dengan kondisi gizinya yang jelek sehingga mempengaruhi melemahnya kondisi Imunologi tubuh Di Indonesia kebanyakan penyakit TBC didapat pada penderita yang awalnya tinggal didaerah pedesaan yang mempunyai kondisi ekonomi rendah dan lingkungan yang kurang memenuhi standat kesehatan. Dari uraian singkat diatas jelas sekali bahwa penyakit radang paru yang disebut TBC tersebut adalah merupakan masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian dan keperawatan secara baik. Mengingat hal tersebut maka penulis merasa terpanggil untuk

2 memberikan asuhan keperawatan dalam lingkup keluarga secara holistic, karena perawatan menempati peranan yang sangat penting dalam upaya menanggulangi dan mengurangi resiko keluarga yang menderita penyakit TBC. Dengan cara membantu keluarga dalam mengenal dan membiasakan diri untuk menjaga kebersihan lingkungan dan kebiasaan-kebiasaan yang merugikan kesehatan, sehingga hidup sebagaimana mestinya di masyarakat. B. TUJUAN PENULISAN 1. Tujuan Umum Mahasiswa dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh dan dapat mengutamakan pada pencegahan dan kekambuhan penyakit yang diderita, serta mengutamakan pemecahan masalah pada keluarga. 2. Tujuan Khusus 1) Keluarga bertambah pengetahuannya tentang penyakit yang diderita. 2) Memutuskan tindakan yang tepat untuk mengatasi masalah kesehatan keluarga. 3) Melakukan tindakan keperawatan kesehatan kepada anggota keluarga yang sakit mempunyai gangguam fungsi tubuh dan yang membutuhkan bantuan asuhan keperawatan. 4) Memelihara lingkungan (fisik, psikis dan social) sehingga dapat menunjang peningkatan kesehatan keluarga. C. METODE PENGUMPULAN DATA 1. 2. 3. 4. Melalui wawancara. Melalui pemeriksaan. Melalui observasi, aktifitas sehari-hari. Melalui kunjungan rumah.

3 D. SISTEMATIKA PENYUSUNAN BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang Masalah B. Tujuan Penulisan C. Metode Pengumpulan Data D. Sistematika Penyusunan BAB II Pengkajian Kesehatan Keluarga A. Pengumpulan Data B. Identifikasi Masalah Keluarga C. Perioritas Masalah BAB III Asuhan Keperawatan Keluarga A. Perencanaan B. Evaluasi BAB IV Penutup A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA

4 BAB II PENGKAJIAN KESEHATAN KELUARGA A. PENGUMPULAN DATA KESEHATAN KELUARGA 1. Data umum (02-05-2010) Identitas keluarga Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Penghasilan Tempat tinggal 2. Komposisi Keluarga Hub dengan kk KK Istri : Tn M : 53 tahun : SD : Tidak bekerja : - / bulan : Rumah sendiri 6 x 8 m2

No

Nama

Sex

Umur

Pendidikan

Pekerjaan

Status kesehatan Sakit

1 2

Tn. Munadi Ny Aspiah

pria Wanita

70 thn 56 thn

SD SD

Tidak bekerja Ibu tani)

rumah Sehat

tangga (Buruh

3 4

Riadi solekah Mustakul huda

Wanita pria

Anak Anak

19 thn 12 thn

SMA (tamat) SMP(Sekolah)

Bebi sister Mahasiswa

Sehat Sehat

3.

Genogram

5 Genogram :

70 thn

TBC 19 thn 12 thn

56 thn

An Riadi solekah An.Mustakuh huda Keterangan : = meninggal = laki-laki masih hidup = perempuan masih hidup = hubungan perkawinan = klien Tipe keluarga Kewarganegaraan/suku Agama Status Sosek Penghasilan keluarga Aktivitas rekreasi keluarga Keluarga lebih Banyak menuangkan waktu untuk menonoton TV. 4. Riwayat tahap perkembangan keluarga 1) Tahap perkembangan keluarga saat ini : Keluarga dengan tahap keluarga yang melepaskan anak usia dewasa muda Tahap dalam keluarga ini anak yang pertama umur 19 : Extended Family ; indonesia/jawa : Islam : : - / bulan

6 thn belum meninggalkan rumah. Trend dikalangan dewasa muda pada keluarga ini belum perkawinan, hidup terpisah dan mandiri. 2) Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi Ketidakmampuan mendorong anak untuk mencapai pengembangan daya intelektual.dengan memenuhi tahapan pendidikan ketempat tahapan pendidikan yang lebih tinggi. Sehubungan dengan tingkat sosial ekonomi yang tidak mencukupi 3) Riwayat kesehatan keluarga inti KK mempunyai masalah kesehatan yaitu TBC, keluhan Batuk- batuk 6 bulan, dan dalam masa pengobatan TBC 6 bulan. 4) Riwayat kesehatan bapak & ibu Riwayat penyakit turunan Keluarga tidak mempunyai penyakit turunan Riwayat penyakit keluarga sekarang a. Bapak a) Bapak M sering mengeluh badan terasa lemas, tidak mampu melakukan aktivitas berat, bila dilakukan langsung batuk - batuk. Yang mana keluhan ini sudah dirasakan sejak 6 bulan yang lalu. b) Dan Bapak M pernah masuk Rumah sakit RSUD sosodoro Djatikoesomo Bojonegoro ( Ruang Sakura ) dan dirawat selama 3 minggu. c) Bapak sekarang sedang mengalami pengobatan 6 Bulan TBC di puskesmas d) Ibu Ketidakmampuan keluarga untuk mengenal/ menyadari kesehatan b. Ibu adanya sumbersumber masalah

7 Ibu : mempunyai riwayat penyakit nyeri sendi, kekakuan sendi, pandanggan kabur c. Anak-anak : Keadaan riwayat kesehatan anak-anak cukup sehat sekarang ini, tidak ada sesuatu yang dikeluhkan. 5. Pengkajian Lingkungan 1) Status rumah milik sendiri 2) Luas rumah yang ditempati 6 x 8 m2, terdiri dari1 ruang tamu dan bersatu dengan 1 ruang keluarga dan 1ruang makan yang bersatu dengan Dapur,dan dekat dengan Kamar mandi, 3 kamar tidur disertai jendela kecil. 3) Keadaan rumah secara umum cukup bersih dan cukup ventilasi 4) Sumber air minum : PDAM dan kunsumsi air minum dengan dimasak 6. Denah rumah
pintu

kamar tidur

dapur

kamar mandi

meja
jendela yang tidak dibukan

meja

R. keluarga

tv

kamar tidur

kamar tidur
ruang tamu

pintu meja meja

jendela dibukan

yang

7.

Karakteristik tetangga dan komunitas RW

Tetangga Tn M beragama islam,dengan tingkat toleransi yang sangat baik dengan hubungan yang rukun dengan masing-masing menjalankan kewajiban menjalani agama islam dengan pengajian Dan masing-masing tetangga mempunyai kekeluargaan yang tinggi saling bantu-membantu dalam hubungan sosial masyarakat. 8. Mobilitas geografis Keluarga ini tidak pernah berpindah tempat tinggal 50Thun keluarga ini tinggal didesa Karangsono. 9. Interaksi dengan masyarakat Bapak M dan ibu A dalam hubungan berinteraksi dengan masyrakat lebih banyak dilakukan Masjid dengan mengikuti kegiatan-kegiatan Pengkajian dilingkungannya dan lingkungan yang lainnya. Dan kegiatan tersebut diikuti juga oleh anakanaknya 10. Sistem pendukung dan jaringan sosial keluarga Bapak M mengatakan bahwa ia mempunyai tabungan tapi tidak banyak dan dikhususkan hanya untuk keperluaan sehari-hari dan hal hal yang mendadak. Untuk keperluan dan kebutuhan yang lain keluarga Bpak M pada saat mengalami kesulitan biasanya juga dibantu oleh pihak Masyarakat.sehingga kebutuhan sehari-hari 300 meter. 11. Struktur keluarga 1) Pola komunikasi keluarga Didalam keluarga Bpak M menerapakan pola keterbukaan, memberi peluang untuk berbicara antara seluruh anggota keluarga baik istri, dan anak-anaknya komunikasi antara anggota keluarga dilakukan secara langsung, baik segala terasa agak ringan. Jarak fasilitas kesehatan dari tempat tinggal

9 keinginan sianak akan segala sesuatu sampai kepada perasaan-perasaan mereka. 2) Struktur kekuatan keluarga Pengambilan keputusan dilakukan oleh kepala keluarga dan biasanya dapat dilakukan secara musyawarah , dan masalah keuangan rumah tangga dikelola oleh si istri . 3) Struktur peran Tn. M : ayah, suami,kepala keluarga seorang pemimpin dalam keluarga,tidak bekerja (sakit menahun TBC) Ny. A : istri, ibu bagi anak-anak, berkerja (Buruh tani), pekerjaan sehari-hari sebagai ibu rumah tangga, terutama mengurus urusan rumah tangga. (pencari nafkah utama dalam keluarga) Nn Riadi solekah : anak pertama dan tertua Perempuan, sudah berkerja sebagai Bebi sister di rumah Bidan desa untuk kebutuhan sendiri. Sdr Mustakul Huda : anak kedua Laki laki , Masih sekolah (SMP), tidak berkerja. 12. Nilai keluarga Kehidupan keluarga Bpak M sebenarnya lebih menghargai pendidikan, Bpak M menginginkan seluruh anak-anaknya pintar mempunyai pendidikan yang tinggi untuk dapat menunjang kebutuhan keluarga, sehingga anak-anaknya tidak ada sampai disekolahkan sampai ke perguruan tinggi sehubungan dengan keterbenturan biaya dan keluarga Bpak M sangat menyadari pentingnya kesehatan dalam keluarga, apalagi dalam keadaannya yang sering sakit-sakitan dan tidak ada penjelasan yang memuaskan akan kesehatannya, sehingga terkesan keluarga tampak tidak peduli.

13. Fungsi keluarga

10 1) Fungsi afektif Bpak M Ibu A dan kedua anak-anaknya mempunyai hubungan sosial emosi yang sangat baik. 2) Fungsi sosial Keluarga mengatakan kehidupan berkeluarga mereka lebih banyak Esa, dipengaruhi banyak oleh lingkungan yang agamis, menyerahkan segala sesuatu ketangan Tuhan yang Maha lebih melakukan kegiaatan kegiaatan maupun keagamaan baik lingkungan rumah sendiri

lingkungan lainnya. 3) Fungsi perawatan kesehatan Masalah perawatan kesehatan sangat mendapatkan perhatian lebih oleh keluarga, dimana pada saat ini keluarga Bpak M mengalami pengobatan di puskesmas selama 6 bulan. 4) Fungsi reproduksi Keluarga mengatakan sudah sangat cukup untuk mendapatkan 2 orang anak oleh sebab itu ibu A menjadi akseptor KB, dan sekarang KB telah di hentikan karena Ibu A sudah tidak lagi mengalami menstruasi (Menopause). 5) Fungsi ekonomi Bapak M mengatakan untuk kebutuhan ekonomi cukup terpenuhi dengan tingkat pemilihan jenis menu makanan yang hanya sederhana. 14. Stress dan koping keluarga 1) Stressor jangka pendek Keluarga Bpak M cukup cemas dengan keadaan penyakitnya yang sekarang ini dialaminya dan sulit untuk sembuh total 2) Stressor jangka panjang Keadaan sosial ekonomi yang kurang mampu. Keadaan pekerjaan yang tidak dimiliki.

11 3) Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor Keluarga dalam usaha mengobati penyakitnya sudah mendapatkan pengobatan Gratis dari Pihak Puskesmas yang sekarang ini sedang berjalan 6 bulan. 4) Kekuatan yang mengimbangi stressor Perhatian yang besar akan kesehatan Keluarga tekun berdoa dan berusaha Kepala keluarga mempunyai sifat berserah kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan tidak lupa berusaha. Dukungan dari istri dan anak-anaknya. 5) Strategi adaptasi disfungsional Terkadang pak Munadi maupun istri selalu berdoa maupun pergi ke Masjid apabila ada keputusasaan akan usaha-usaha yang mereka lakukan yang tidak tampak terlalu membuahkan hasil. 15. Pemeriksaan Fisik (head to toe) 1. Pemeriksaan Fisik Tn. M a) Tanda-tanda vital Tekanan darah : 110/80 mmHg Nadi Suhu Respirasi : 80x/menit : 36,50C : 28x/menit

b) Pemeriksaan kepala dan leher 1) Bentuk kepala simetris, tidak ada benjolan dan nyeri tekan, rambut lurus pendek, penyebaran rambut rata dan terdapat uban sedikit. 2) Mata Mata kanan dan kiri simetris, tidak ada kelainan penglihatan, pupil mengecil bila terkena cahaya. 3) Leher Bentuk leher simetris tidak ada benjolan. c) Pemeriksaan integumen dan kuku

12 Kulit : warna kulit sawo matang, keadaan kulit agak kotor (CRT < 2 detik), tidak ada lesi. Kuku : kuku agak kotor. d) Pemeriksaan ketiak Ketiak : tidak ada pembesaran limfe, berbulu. e) Pemeriksaan thorak dan paru Inspeksi Perkusi Palpasi : tidak menggunakan otot bantu pernafasan RR : 24x/menit. : terdengar suara sonor. : tidak ada nyeri tekan, teraba denyut jantung sebelah kiri di bawah papila mamae coste ke IV-V. Auskultasi : tidak ada suara tambahan whezing/ronchi f) Jantung Terdengar Bj 1 tunggal Bj 2 tunggal (auskultasi). Teraba detak jantung di dada sebelah kiri dibawah papila mamae ICS IV-V. g) Abdomen Inspeksi Palpasi Perkusi : tidak ada lesi. : tidak ada nyeri tekan. : terdengar suara timpani. Auskultasi : peristaltik 10x/menit.

h) Pemeriksaan muskuluskeletal Pergerakan ekstremitas baik, tidak ada kekakuan otot pada ekstremitas atas dan bawah. 5 5 5 5

2. Pemeriksaan Fisik Ny. A a) Tanda-tanda vital Tekanan darah : 110/80 mmHg Nadi : 84x/menit

13 Suhu Respirasi 1) Kepala Bentuk kepala simetris, tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan, penyebaran rambut rata, rambut lurus sedikit berbau. 2) Mata Mata kanan dan kiri simetris, tidak ada kelainan penglihatan, pupil mengecil bila terkena cahaya. 3) Leher Bentuk leher simetris tidak ada benjolan. c) Pemeriksaan integumen dan kuku 1) Integumen Warna kulit sawo matang, tidak ada lesi, kulit bersih (CRT < 2 detik). 2) Kuku Keadaan kuku agak kotor. d) Pemeriksaan thorak dan paru Inspeksi 24x/menit. Perkusi Palpasi : terdengar suara sonor. : tidak ada nyeri tekan, teraba denyut jantung di ICS IV-V. Auskultasi : tidak ada suara tambahan whezing atau ronchi. e) Pemeriksaan jantung Auskultasi : terdengar Bj 1 tunggal Bj 2 tunggal. Palpasi f) Abdomen Inspeksi Palpasi : tidak ada lesi. : tidak ada nyeri tekan. Auskultasi : peristaltik 10x/menit. : teraba detak jantung di dada sebelah kiri dibawah papila mamae ICS IV-V. : tidak menggunakan otot bantu pernafasan RR : : 36,50C : 24x/menit

b) Pemeriksaan kepala dan leher

14 Perkusi : terdengar suara timpani.

g) Pemeriksaan muskuluskeletal Pergerakan ekstremitas menurun, ada kekakuan otot pada ekstremitas bawah. 5 5 5 5

16. Harapan keluarga : Keluarga ingin mengetahui bagaimana cara penanganan penularan penyakit TBC.

15 ANALISA DATA no Data 1 Subjektif a. terasa mampu aktivitas batuk. Bapak lemas, berat, Yang ini Masalah M Resiko Penyebab tinggi Ketidak keluarga kesehatan dihadapi Bpak M tahuan untuk yang oleh

sering mengeluh badan terjadinya tidak penularan TBC bila mana sudah melakukan

mengenal masalah

dilakukan langsung batuk keluhan yang lalu. b. pernah sakit Dan masuk bapak Rumah

dirasakan sejak 6 bulan

RSUD sosodoro ( Ruang

Djatikoesomo Bojonegoro Sakura ) dan dirawat selama 3 minggu. c. sekarang Bulan puskesmas. Data objektif Tensi 80x/mnt 110/80, Nadi X/menit, TBC Bapak sedang di mengalami pengobatan 6

ireguler, kulit dingin. Klien pernah MRS 3 minggu sosodoro Bojonegoro sakura) Bapak sekarang sedang di RSUD (Ruang Djatikoesomo

16 no Data Masalah mengalami pengobatan 6 Bulan puskesmas. TBC di Penyebab

Data subjektif d. penyakit sendi,Kekakuan Ibu mempunyai : Resiko riwayat timbulnya Nyeri penyakti atritis sendi, tinggi Ketidak mampuan keluarga mengenal/ menyadari adanya sumbersumber masalah kesehatan Data objektif TD : 120/80 mmHg, nadi 84 x/mnt,RR : 18 x/mnt, Suhu 36,5 0C Ny.A sudah 2 Bulan mempunyai Nyeri keluhan sendi,Kekakuan untuk

pandanggan mata kabur .

sendi,Pandanga kabur

17 Skala prioritas masalah keperawatan keluarga 1. Resiko tinggi terjadinya Penularan TBC sehubungan dengan

Ketidaktahuan keluarga untuk mengenal masalah kesehatan yang dihadapi oleh Bpak M No 1 Kriteria Sifat masalah Tidak sehat /kurang Skala 3 Bobo t 1 3/3 x1 = 1 Keluhan badan terasa lemas, tidak mampu melakukan aktivitas berat, bila dilakukan langsung batuk - batuk. Yang mana keluhan ini sudah dirasakan sejak 6 bulan yang lalu. ada keinginan keluarga 2 Kemungkinan masalah diubah Hanya sebagian dapat 1 2 1/2 x 2 = 1 untuk merubah pola hidup dan rumah) Adanya 3 Potensial tinggi masalah 3 1 3/3 x 1 = 1 hal yang keinginan dapat sehat pencahayaan (penambahan ventilasi Score Pembenaran

untuk menghindari halmemyebabkan penularan bakteri TBC Keluarga sangat keadaan

dapat dicegah

Menonjolnya masalah Masalah harus ditangani berat, segera

2/2 x 1 = 1

menyadari penting

sehat adalah sangat

score = 4

18 2. Resiko tinggi timbulnya penyakti atritis Sehubungan dengan

Ketidakmampuan keluarga untuk mengenal/ menyadari adanya sumbersumber masalah kesehatan No Kriteria 1 Sifat masalah Tidak/kurang sehat Skala Bobot 3 1 Score 3/3 x1 = 1 Pembenaran Atritis adalah Kerusakan tulang lambat lanjut rawan,sendi dan (Kapita dan selekta sendi yang berkembang berhubungan dengan usia kedokteran 1999:535) 2 Kemungkinan masalah diubah Hanya sebagian dapat 1 2 1/2 x 2 = 1 Ada keluarga menghindari pencentus yang keinginantahuan untuk faktor dapat

menimbulkan Atritis 3 masalah 2 1 2/3x 1 = Adanya keinginan dari 2/3 keluarga untuk mencoba menghindari hal-hal yang disarankan untuk dituruti

Potensial cukup

dapat dicegah

Menonjolnya masalah masalah berat harus ditangani

1 2/2x 1 = 1

Keluarga muncul

menyadari Atritis (nyeri pada

masalah penyakit yang sendi,kaku persendian)

score = 3 2/3 Scoring Tentukan skore untuk setiap kriteria Score dibagi angka tertinggi dan kalikan dengan bobot Score / angka tertinggi X bobot Jumlahkan score untuk semua kriteria Dx . Keperawatan

19

1. Dx. Kurangnya pengetahuan / informasi mengenai Resiko tinggi terjadinya penularan TBC sehubungan Ketidaktahuan keluarga untuk mengenal masalah kesehatan yang dihadapi oleh Bpak M 2. DX Resiko tinggi timbulnya penyakti atritis sehubungan dengan Ketidakmampuan keluarga untuk mengenal/ menyadari adanya sumber sumber masalah kesehatan

20 BAB III ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA A. PERENCANAAN NO DIAGNOSA KEPERAWATAN TUJUAN/KRITERIA STANDAR 1 3. Dx. Kurangnya pengetahuan / Tujuan jangka panjang : informasi mengenai penularan TBC sehubungan Ketidaktahuan keluarga untuk mengenal masalah kesehatan Tujuan jangka pendek : yang dihadapi oleh Bpak M Keluarga mengetahui tentang sifat bakteri TBC (anaerop) dan dapat ditanggulangi dengan pencahayaan yang cukup dalam rumah Kriteria Standar : penyakit TBC Resiko tinggi terjadinya dengan pencahayaan yang cukup dalam rumah. INTERVENSI RASIONAL

Keluarga dapat merubah pola hidup sehat 1. Kaji tindakan keluarga 1. Dengan istirahat yang yang sudah dilakukan yang keluhan mampu cukup mengurangi dapat kondisi terhadap mengalami ketidak bapak

kesehatan yang telah diderita oleh klien

melakukan aktivitas berat, bila dilakukan langsung batuk - batuk. Yang mana keluhan yang lalu. dapat dilakukan keluarga untuk terjadinya mencegah Penularan mebuat keluarga untuk mencegah terjadinya penularan bakteri TBC ini sudah dirasakan sejak 6 bulan

Keluarga tau tentang penyebab penularan 2. Diskusikan alternatif yang 2. Diskusi alternatif dapat

21 NO DIAGNOSA KEPERAWATAN TUJUAN/KRITERIA STANDAR INTERVENSI bakteri TBC RASIONAL

3. Berikan kesempatan untuk 3. kesempatan merespon dari penjelasan yang telah diberikan

merespon

bisa digunakan untuk pemahaman penjelasan

4. Beri penjelasan ulang bila 4. penjelasan ulang dapat belum dimengerti memperkuat materi yang telah dijelaskan 5. Beri terhadap yang 2 DX Resiko tinggi timbulnya Tujuan jangka panjang : sehubungan Keluarga akan sadar bahwa betapa pentingnya mengenal/menyadari menyadari adanya masalah Tujuan jangka pendek : sumber masalah reward usaha& dicapai positif 5. reward hasil keluarga positif bisa

menimbulkan semangat tentang keberhasilanya. penyampaian

selama tindakan 1. Kaji pengetahuan 1. untuk keluarga dalam masalah kesehatan 2. Berikan

penyakti dengan mengenal/

atritis

masalah kesehatan yang tidak dimengerti oleh keluarga

Ketidakmampuan keluarga untuk kesehatan. sumbersumber tentang awal timbulnya

pengertian 2. Dapat pengetahuan

menambah dari

22 NO DIAGNOSA KEPERAWATAN kesehatan TUJUAN/KRITERIA STANDAR Keluarga dapat mengetahui dan segera merespon (pemeriksaan kesehatan akan di polindes,puskesmas,dll) masalah kesehatan Kriteria standar : Keluarga (ibu A) mengetahui dan menyadari akan timbulnya sumber sumber masalah kesehatan 4. Beri yang reward dicapai positif positif bisa keluarga menimbulkan semangat tentang keberhasilanya. terhadap usaha& hasil 4. reward selama tindakan timbulya INTERVENSI masalah kesehatan yang ada keluarga (panas,batuk,pilek,nyeri) 3. sarankan pada keluarga 3. Untuk pencegahan lenih untuk segera periksa ke tenaga kesehatan terdekat. dini. dilingkungan RASIONAL keluarga

B. IMPLEMENTASI No. Dx. Kep 1 Tanggal dan waktu 03 Mei 2010 Implementasi 1. Mengkaji tindakan keluarga yang sudah dilakukan terhadap bapak yang mengalami

23 No. Dx. Kep Tanggal dan waktu Jam 15.00 WIB Implementasi keluhan ketidak mampu melakukan aktivitas berat, bila dilakukan langsung batuk - batuk. Yang mana keluhan ini sudah dirasakan sejak 6 bulan yang lalu. Selama Bpak M sakit segala pekerjaan dikerjakan oleh istrinya Bpak M sekarang tidak bekerja dan hanya istirahat dirumah

2. Mendiskusikan alternatif yang dapat dilakukan keluarga untuk mencegah terjadinya Penularan bakteri TBC keluarga bersedia untuk membuka ventilasi jendela yang awalnya hanya ditutup saja sekarang dibukak tiap pagi pemberian genteng kaca sekarang sudah digunakan Keluarga telah merespon dengan baik dan mengetahui tata cara pencegahan penularan TBC 4.Memberi penjelasan ulang bila belum dimengerti 2 04 Mei 2010 Jam 16.00 WIB Keluarga telah mengerti tentang penularan TBC Keluarga tersenyum saat dikasih pujian. 5.Memberi reward positif terhadap usaha& hasil yang dicapai keluarga selama tindakan 3. Memberikan kesempatan untuk merespon dari penjelasan yang telah diberikan

1. Mengkaji pengetahuan keluarga dalam masalah kesehatan Pengetahuan keluarga dalam masalah kesehatan sangat kurang bahkan keluarga tidak tau apa yang diderita oleh Bpak M (keluarga awalnya hanya tau

24 No. Dx. Kep Tanggal dan waktu Implementasi penyakit Bpak M adalah Penyakit paru dan sekarang keluarga mengetahui Bpak M sakit TBC) Keluarga (ibu A) belum mengetahui tentang keluhan keluhan yang dialaminya sekarang (nyeri sendi,kekakuan sendi,pandangan mata kabur) 2. Memberikan pengertian tentang awal timbulnya masalah kesehatan yang ada dilingkungan keluarga (panas,batuk,pilek,nyeri) Keluarga dari bulan kemarin telah mengalami penyakit batuk,pilek,panas.dan oleh keluarga diabaikan begitu saja hanya diangap sebagai penyakit biasa. 3. Menyarankan pada keluarga untuk segera periksa ke tenaga kesehatan terdekat. keluarga paham akan betapa pentignya kesehatan Keluarga megatakan bila mengalami masalah kesehatan akan segera diperiksakan ke polindes. 4.Memberi reward positif terhadap usaha& hasil yang dicapai keluarga selama tindakan keluarga tampak gembira dan tersenyum saat di puji

C. EVALUASI 1 No. Dx Kep 1 Tanggal dan waktu 03 MEI 2010 Evaluasi S : Bapak M mengatakan badan terasa lemas,

25 No. Dx Kep Tanggal dan waktu Evaluasi tidak mampu melakukan aktivitas berat, bila dilakukan langsung batuk - batuk. Yang mana keluhan ini sudah dirasakan sejak 6 bulan yang lalu. Dan bapak pernah masuk Rumah sakit RSUD sosodoro Djatikoesomo Bojonegoro ( Ruang Sakura ) dan dirawat selama 3 minggu. Bapak sekarang sedang mengalami pengobatan 6 Bulan TBC di puskesmas. O : Tensi 110/80, Nadi 80x/mnt X/menit, ireguler, kulit dingin. Klien pernah MRS 3 minggu di RSUD sosodoro Djatikoesomo Bojonegoro (Ruang sakura) Bapak sekarang sedang mengalami pengobatan 6 Bulan TBC di puskesmas A : Masalah keperawatan belum teratasi P : Rencana Keperawatan di lanjutkan No 1,2,3,4,5.

26 No. Dx Kep 2 Tanggal dan waktu 03 MEI 2010 Evaluasi S : Ibu A mengatakan mempunyai riwayat penyakit Nyeri sendi,Kekakuan sendi, pandanggan mata kabur O : TD : 120/80 mmHg, nadi 84 x/mnt,RR : 18 x/mnt, Suhu 36,5 0C Ny.A sudah 2 Bulan mempunyai keluhan Nyeri kabur A : Masalah keperawatan belum teratasi P : Rencana keperawatan dilanjutkan No 1,2,3,4 sendi,Kekakuan sendi,Pandanga

EVALUASI 2 No. Dx Kep 1 Tanggal dan waktu 04 MEI 2010 Evaluasi S : Bapak M mengatakan badan terasa lemas, tidak mampu melakukan aktivitas berat,

27 No. Dx Kep Tanggal dan waktu Evaluasi bila dilakukan langsung batuk - batuk. O : Bapak sekarang sedang mengalami pengobatan 6 Bulan TBC di puskesma keluarga bersedia untuk membuka ventilasi jendela yang awalnya hanya ditutup saja sekarang dibukak tiap pagi pemberian genteng kaca sekarang sudah digunakan A : Masalah keperawatan teratasi sebagian 2 04 MEI 2010 P : Rencana keperawatan dilanjutkan No. 2,5 S : keluarga (ibu A) mengatakan nyeri sendi,kekakuan pada sendi,pandangan kabur O : TD : 120/80 mmHg, nadi 84 x/mnt,RR : 18x/mnt, Suhu 36,5 0C Ibu A memeriksakan kesehatanya kepolindes A : Masalah keperawatan teratasi sebagian P : Rencana keperawatan dilanjutkan 3,4

28