HORMON GONADOTROPIN

(Biosintesis, Sekresi, Reseptor dan Mekanisme Kerja)

TUGAS MATA KULIAH

ENDOKRINOLOGI

OLEH :

RAHMADONA BP. 1121228046

DOSEN PEMBIMBING : DR. dr. H. JOSERIZAL SERUDJI, Sp.OG (K) Dr. Hj. YUSRAWATI, Sp. OG (K)

PROGRAM MAGISTER ILMU KEBIDANAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2012

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan ke khadirat Allah SWT, karena berkat karunia Nya lah penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas dari mata kuliah Endokrinologi dengan topic Hormon Gonadotropin mencakup biosintesis, sekresi, reseptor dan mekanisme kerjanya. Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk kesempurnaan di masa yang akan datang. Semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca. Akhir kata penulis sampaikan ucapan terima kasih.

Padang,

September 2012

Penulis

ii

......................................................................................... Sekresi Hormon Gonadotropin ........................................................................................................................................................................................ 5 1...................... 8 E....... 10 BAB III KESIMPULAN ...................................................................................................................................................................... 5 D..................... 5 2............. Tujuan umum....................... 16 iii ........... ii DAFTAR ISI........ Tujuan Khusus........................................................................................................................... 15 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 3 C.......................... 4 B.................. 1 B......................................................... 5 BAB II ISI ................................................................................. Biosintesis Hormon Gonadotropin .................. Reseptor dan Mekanisme Hormon Gonadotropin ................................... iii BAB I PENDAHULUAN .. Tujuan Penulisan ..DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ...................................................................................................................................................... 1 A...... Latar Belakang ...... Struktur Hormon Gonadotropin ............ 4 A.............................................................. Mekanisme Kerja Hormon Gonadotropin ..................................................................................................

terdiri dari 2 subunit. inhibin dan folistatin. Ikatan hormon dengan reseptor ini akan mengaktifkan proses komunikasi sinyal dan enzim-enzim dalam sel dan memulai sintesis hormon steroid di gonad yang merupakan organ target dari gonadotropin. hormon FSH dan LH yang dilepaskan oleh GnRH harus berikatan dengan reseptor spesifiknya di sel target. yaitu subunit α dan subunit β. Hormon yang dihasilkan dapat menyebabkan aksi umpan balik terhadap hipotalamus. Kelenjar hipofisis memproduksi dua gonadotropin . Sekresi FSH dan LH diatur oleh Gonadotropin releasing hormon (GnRH) suatu neurohormon yang berfungsi sebagai hormon pelepas gonadotropin. hormon gonadotropin. Aksi umpan balik ini diperantari oleh aktivin. yaitu LH (luteinizing Hormone ) dan FSH (Follicle Stimulating Hormone). Sekresi FSH dan LH tergantung denyut pulsatif GnRH. sedangkan subunit β berfungsi sebagai hormon yang dikandung oleh hCG. Berdasarkan glikoprotein yang dikandung. FSH dan LH dengan asam amino yang bervariasi 116 hingga 147. Subunit α berfungsi sebagai struktur hormon yang terdiri dari 92 asam amino. Latar Belakang Gonadotropin adalah hormon glikoprotein. Untuk dapat menunjukkan efek kerjanya. Keduanya sangat penting untuk fungsi gonad dan reproduksi manusia. 4 .BAB I PENDAHULUAN A. hipofisis dan gonadotropin.

reseptor dan mekanisme kerjanya. Memahami mekanisme kerja hormon gonadotropin 5 . Tujuan Penulisan 1. Memahami sekresi hormon gonadotropin d.Berdasarkan uraian di atas. sekresi. makalah ini akan membahas mengenai hormon gonadotropin. termasuk di dalamnya struktur hormon gonadotropin. Memahami reseptor hormon gonadotropin e. Memahami Biosintesis hormon gonadotropin c. Tujuan Khusus a. biosintesis. Tujuan umum Memahami hormon gonadotropin 2. B. Memahami struktur hormon gonadotropin b.

Subunit α berfungsi sebagai membentuk FSH dan 2 residu serta 1 unit struktur hormon yang terdiri dari 92 asam amino. Berdasarkan glikoprotein yang dikandung. Bersama denganTSH (Tyroid Stimulating Hormone). Karbohidrat yang dikandungnya terdiri dari fukosa. 5 residu glikoprotein dengan 1 unit karbohidrat karbohidrat membentuk LH. Struktur Hormon Gonadotropin Gonadotropin adalah glikoprotein dengan berat molekul 30. Keduanya sangat penting untuk fungsi gonad dan reproduksi manusia. galaktosa. yaitu LH (luteinizing Hormone ) dan FSH (Follicle Stimulating Hormone). mannosa.000 dalton dan mengandung lebih kurang 20 % karbohidrat. terdiri dari 2 subunit. yaitu subunit α dan subunit β. FSH dan LH dengan asam amino yang bervariasi 116 hingga 147. Glikoprotein hormon yang membentuk asam sialik terdiri dari 20 residu glikoprotein ditambah 6 unit karbohidart membentuk hCG. glukosamin asetil dan Nasam neuraminik asetil. sedangkan subunit β berfungsi sebagai hormon yang dikandung oleh hCG. 1 .BAB II ISI A. hormon gonadotropin. LH dan FSH membentuk kelompok utama hormon hipofisis anterior yang dikenal sebagai hormon glikoprotein. Kelenjar hipofisis memproduksi dua gonadotropin .

Sub unit α untuk keempat hormon ini adalah identik. sehingga memberi kekhususan pada setiap dimer αβ. Cirri yang sangat penting dalam mengenali dan mempertahankan kehamilan. Rantai samping karbohidrat untuk kedua rantai α dan β pada LH. LH. Suatu „ekor‟ bermuatan gula secara dramatis memperlambat bersihan hCG. Gonadotropin yang spesifik pada kehamilan. hCG dan FSH menambah spesifitas structural.Hormon pertumbuhan dan prolaktin membentuk kelompok kedua dari hormon yang berhubungan secara structural sedangkan kortikotropin. lipotropin. Dengan memperpanjang waktu paruhnya. Hormon tersebut dibentuk oleh dua sub unit protein yang berbedda dan terikat secara nonkovalen yang disebut sub unit α dan sub unit β. yaitu hCG (Human Chorionic Gonadotropin) merupakan glikoprotein keempat yang dibentuk oleh rantai α dan β. Rantai β dari hCG mengandung 4-polisakarida terkait O. FSH dan TSH secara structural memiliki kemiripan. 2 . Rantai karbohidrat juga mempengaruhi laju bersihan metabolic hormon glikoprotein. efek dari sejumlah kecil glikoprotein dapat meningkat secara dramatis. Rantai β untuk LH dan hCG merupakan yang termirip dengan homologi sebesar 82%. Efek ini paling jelas pada molekul hCG. melanotropin dan endorphin membentuk kelompok hormon ketiga. Sub unit β berbeda pada setiap hormon .

B. Vesikel tersebut disimpan dalam sitoplasma. estrogen. yaitu gametogenesis dan steroidogenesis. Sejalan dengan turunan plasenta. Sewaktu pengemasan tersebut berlangsung. Biosintesis Hormon Gonadotropin Pengaturan fungsi gonad. ovulasi. dan progesteron. 3 . Prohormon tersebut kemudian di transfer ke asparatus golgi untuk dikemas dalam bentuk vesikel sekretoris. ketiga gonadotropin ini mengatur endokrinologi reproduksi laki-laki dan perempuan. dan banyak vesikel tersebut diterikat dengan membran sel sampai sekresi hormon tersebut dibutuhkan. enzim-enzim di dalam vesikel akan memecah prohormon untuk menghasilkan hormon yang berukuran lebih kecil dan memiliki aktivitas biologis serta fragmen. dan pemeliharaan awal kehamilan Hormon gonadotropin yaitu FSH dan LH merupakan jenis hormon peptide dan hidrofilik yang disintesis di reticulum endoplasma kasar yang terdapat di berbagai sel endokrin.fragmen inaktif. yang disentesis dalam gonadotropin dan dikeluarkan oleh gonadotropin. termasuk produksi androgen.human chorionic gonadotropin (hCG). pematangan sperma dan sperma. Hormon gonadotropik tersebut disintesis sebagai protein besar yang tidak memiliki aktivitas biologis (pra-prohormon) dan dipecah untuk membentuk prohormon yang berukuran lebih kecil di reticulum endoplasma. dimediasi oleh decapeptida hipotalamus gonadotropin-releasing hormone (GnRH) dan dua gonadotropin hipofisis luteinizing hormone (LH) dan folliclestimulating hormone (FSH).

tempat hormon tersebut di bawa ke jaringan targetnya di gonad. Pada keadaan yang lain stimulasi reseptor permukaan sel endokrin menimbulkan peningkatan siklik adenosine monofosfat (cAMP) dan aktivasi protein kinase yang memulai terjadinya sekresi hormon. stimulus eksositosis adalah peningkatan konsentrasi kalsium sitosol akibat depolarisasi membran plasma. Pada banyak keadaan. 4 .Sekresi hormon dan fragmen-fragmen inaktif terjadi ketika vesikel sekretoris menyatu dengan membran sel dan kandungan granularnya dikeluarkan ke dalam cairan interstisial atau secara langsung ke dalam aliran darah dengan cara eksositosis. Hormon peptide seperti FSH dan LH bersifat larut air yang memungkinkan hormon tersebut memasuki sistem sirkulasi dengan mudah.

Telah diketahui oleh frekuensi denyut GnRH paling cepat pada fase folikuler. GnRH secara normal dilepaskan secara pulsatif. glikosilasi pascatranslasi dan perubahan jumlah sel penghasil gonadotropin. Secara umum.C. Dekapeptida hipotalamus. GnRH disintesis dalam nucleus arkuatus dimediobasal hipotalamus dan daerah preoptik di hipotalamus anterior. frekuensi 5 . Fungsi gonadotropin dimodulasi oleh factor hipotalamus. GnRH disalurkan sepanjang akson-akson sel neuroendokrin khusus ini melalui eminensia mediana hipotalamus dimana GnRH dilepaskan ke sistem darah portal yang mendarahi hipofisis anterior. stabilisasi mRNA. Suatu “generator denyut” tampaknya terletak di dalam hipotalamus mediobasal dan mungkin terbatas untuk neuron pengahasil GnRH itu sendiri. Tidak seperti sebagian besar hormon lain. Sekresi Hormon Gonadotropin Sekresi FSH dan LH dikendalikan secara ketat selama siklus reproduksi. factor hipofisis (regulasi autokrin) dan umpan balik gonad (steroid dan peptide reproduksi). Mekanisme yang menjelaskan bagaiman pelepasan GnRH secara pulsatif dapat mengendalikan sintesis dan sekresi gonadotropin masih belum dimengerti. sedikit lebih lambat pada fase luteal awal dan paling lambat pada fase luteal lanjut dari siklus menstruasi wanita. laju sintesis sub unit protein. Terdapat berbagai cara untuk meregulasi FSH dan LH termasuk perubahan transkripsi gen. GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone).

Denyut lambat pada fase luteal lanjut meningkatkan kadar FSH yang penting untuk memulai siklus menstruasi selanjutnya. dan protein morfogenik tulang. sedangkan aktivin menstimulasinya. Inhibin dan aktivin merupakan peptide yang sangat berhubungan dan diproduksi oleh ovarium. Sesuai namanya.(BMP) Folistatin secara structural tidak berhubungan dengan inhibin maupun aktivin.denyut yang cepat membantu sekresi LH dan frekuensi denyut yang lambat membantu sekresi FSH. Aktivin merupakan anggota dari TGF-β (Transforming Growth Factor β) yang merupakan superfamili dari factor pertumbuhan dan factor diferensiasi yang meliputi TGF-β. MIS (Mullerian .Inhibiting Substance). Folistatin merupakan peptide hipofisis yang sangat terglikosilasi dan 6 . testis. Inhibin dibentuk oleh satu subunit β yang sangat homolog untuk membentuk inhibin A (αβA) atau inhibin B (αβB). inhibin menurunkan fungsi gonadotropin. Inhibin dan aktivin merupakan peptide dan yang berhubungan erat dan terbentuk dari sub unit α dan β yang umum. aktivin AB (βAβB) dan aktivin B (βBβB). Hubungan antara frekuensi denyut dengan sekresi LH dan FSH tampaknya terjadi pada pria dan wanita. Aktivin terbentuk dari tiga kombinasi dari subunit β: Aktivin A (βAβA). dan plasenta yang mempengaruhi fungsi gonadotropin. Pelepasan GnRH secara terus-menerus menghambat fungsi gonadotropin. kelenjar hipofisis.

Steroid gonad menggunakan control umpan balik negative pada sintesis dan sekresi FSH dan LH. Aktivin B menstimulasi pelepasan FSH. Terdapat satu pengecualian penting untuk efek inhibisi steroid gonad pada fungsi gonadotropin. Walaupun terdapat bukti bahwa steroid dapat bekerja pada tingkat generator denyut di hipotalamus. Ketiga peptide ini memiliki pengaruh utama dalam ekspresi gen FSH-β. Reseptor estrogen. Kedua peptide lain nampaknya bekerja pada sel-sel hipofisis melaui second messenger yang dilepaskan secara local atau peptide autokrin.menghambat fungsi gonadotropin namun potensinya hanya sepertiga fungsi inhibin. Di hipofisis. Hal ini penting untuk menghasilkan lonjakan LH pada pertengahan siklus wanita dan membutuhkan peningkatan terus-menerus (> 48 jam) estradiol yang bersikulasi. 7 . inhibin nampaknya regulator biologis yang paling penting pada gen FSH yang secara langsung menekan aktivitas FSH. androgen dan progesterone terdapat pada sel-sel gonadotropin di hipofisis dan beberapa neuron di hipotalamus. namun reseptor hormon steroid gonad sepertinya tidak terdapat pada sel-sel yang mengandung GnRH di nucleus arkuatus. Dalam situasi tertentu estrogen menggunakan umpan balik positif pada sekresi gonadotropin. Dari peptide-peptida ini. dan subunit α yang umum. Aktivin juga memiliki efek langsung pada gonad dengan meningkatkan aktivitas enzim aromatase di dalam ovarium dan menstimulasi proliferasi spermatogonium dalam testis. steroid gonad tampaknya mempengaruhi laju transkripsi pada pengkodean gen FSH-β dan LH-β.

Terdapat reseptor FSH dan LH yang berbeda. Walaupun reseptor ini normalnya terdapat dalam konsentrasi yang sangat rendah pada permukaan sel namun reseptor ini memiliki spesifitas dan afinitas yang tinggi untuk liganligannya. Reseptor Hormon Gonadotropin Reseptor untuk hormon glikoprotein terdapat pada membran plasma sel targetnya di gonad. Interaksi antara dimer glikoprotein dan reseptor menyebabkan perubahan konfirmasi dalam reseptor. Reseptor LH juga mengikat molekul hCG yang berhubungan erat. Hal ini kemudian mengaktivasi membran yang berhubungan dengan G-protein-coupled signaling system. Bagian lain yang 8 .. D.Stimulasi yang diinduksi oleh estrogen melibatkan ekspresi gen gonadotropin di hipofisis dan frekuensi denyut GnRH di hipotalamus.

Peningkatan cAMP mengaktivasi jalur protein kinase A intraseluler yang kemudian memodulasi fungsi beberapa 9 . Didalam superfamili reseptor. Subunit protein G (GSα) yang terdisosiasi kemudian mengaktifkan adenilat siklase untuk memproduksi cAMP. Proses ini mungkin memiliki pengaruh yang berbeda akibat adanya suatu penyakit Protein G merupakan bagian dari protein yang berikatan dengan guanosin trifosfat (GTP) yang mengaktivasi adenilat siklase dan meningkatkan produksi cAMP intraseluler. Perubahan konformasi yang diinduksi oleh pengikatan gonadotropin ke reseptoryang berpasangan dengan protein G pada permukaan sel menyebabkan pergantian tempat subunit intraseluler protein G dengan GTP. ini terikatnya reseptor merupakan peristiwa yang berbeda dengan aktivasi reseptor dan penyampaian sinyal intraseluler yang mengalir.penting dari kelompok reseptor yang berikatan dengan protein G meliputi reseptor untuk GnRH dan reseptor untuk senyawa-senyawa α-adregenik. βadregenik dan dopamigernik.

Pada fase pertama desentisasi reseptor gonadotropin menjadi terlepas dari aktivitasnya sehingga tidak lagi mengaktivasi adenilat siklase. Reseptor LH dan FSH terdapat didalam 10 .2/diasil gliserol (dDAG) dan inositol trifosfat (INSP3). Sel yang tidak mempunyai reseptor terhadap hormon tersebut tidak akan berespons. Proses yang terakhir ini disebut down regulation. Selain mengaktivasi proses penyampaian sinyal intraselluler spesifik pengikatan gonaditropin ke reseptornya juga memulai fungsi regulasi yang disebut desensitisasi. peningkatan cAMP berperan dalam steroidogenesis dan gametogenesis gonad.proses sel oleh fosforilasi protein. E. Pada ovarium dan testis. Pada tahap kedua desensitisasi yang lebih lambat laju degradasi reseptor meningkat. DAG mengaktivasi protein kinase C sementara INSP3 melepaskan kalsium dari reticulum endoplasma ke ruang intrasel. Hal ini meliputi aktivasi sub unit protein G yang berbeda yaitu Gq oleh LH/HCG yang terikat dengan reseptor LH Gq kemudian mengaktivasi fosfolipase C yang mencerna membran lipid memproduksi dua messenger intraseluler 1. Desentisasi menurunkan respon suatu sel terhadap stimulasi yang terus berlangsung. Mekanisme Kerja Hormon Gonadotropin Langkah pertama kerja suatu hormon adalah pengikatan hormon pada reseptor spesifik di sel target. Walaupun jalur cAMP merupakan mediator utama untuk aktivitas reseptor FSH dan LH namun aktivasi sistem protein kinase C juga dapat terjadi.

FSH menyebabkan proliferasi sel granulose disekitar folikel yang berkembang dan biosintesis estrogen oleh sel ini. Dengan sifat yang tergantung-dosis. Perubahan hormonal dengan urutan yang jelas sangat penting untuk perkembangan normal folikel dan ovulasi dlam ovarium.membran plasma sel granulose dalam sel ovarium dan sel sertoli di testis. 11 . FSH juga menginduksi pembentukan reseptor LH/HCG dalam sel-sel granulose dan sertoli. FSH menginduksi enzim aromatase dalam sel granulose. Karena sel teka kekurangan reseptor FSH maka sel ini hanya merespon terhadap LH. Inisiasi pertumbuhan folikel terjadi secara dependen dari stimulasi gonadotropin akan tetapi folikel ini akan mengalami atresia dengan cepat bila tidak terdapat gonadotropin. Sel teka ovarium dan sel leydig testis hanya menampakkan reseptor LH selain mengatur streidogenesis dan gametogenesis. gonadotropin juga mengatur ekspresi reseptornya sendiri. LH meningkatkan produksi prekurson androgen didalam sel teka.

Gelombang produksi FSH yang berikut ini menyelamatkan folikel yang berkembang dari atresia. dan progesterone menurun dan produksi FSH oleh hipofisis meningkat. Pemeliharaan produksi steroid oleh korpus luteum bersifat tergantung LH akan tetapi lama hidup 14 hari yang pasti dari korpus luteum tampaknya tidak berhubungan dengan penurunan stimulasi LH. estrogen. 12 . LH meningatkan ambilan kolesterol LDL (low density lipoprotein) oleh sel korpus luteum melalui induksi reseptor LDL.Aromatase mengubah androgen yang diproduksi dalam teka menjadi estrogen dalam sel granulose. Korpus luteum merespon stimulasi LH dengan memproduksi Progesteron. Seiring dengan semakin berkurangnya fungsi korpus luteum saat mendekati akhir siklus sintesis inhibin. Factor yang bertanggung jawab pada kematian korpus luteum tidak diketahui. FSH juga meningkatkan produksi inhibin oleh sel granulose sebelum ovulasi. Hal ini secara simultan menyebabkan konversi LDL menjadi progesterone dengan menginduksi dua kompleks enzim dengan laju terbatas yang penting untuk sintesis progesterone: P450cc dan 3β-hidoksi steroid dehidrogenase. Setelah terjadi ovulasi sel teka di sekeliling folikel ovarium yang pecah diubah menjadi korpus luteum.

aromatase dan inhibin oleh sel sertoli. 13 . sekresi FSH oleh hipofisis. Testosterone meningkatkan maskulinisasi pada lokasi target perifer setelah dikonversi menjadi metaboliknya yang lebih poten yaitu dehidrotestosteron atau DHT. LH menstimulasi produksi testosterone oleh sel leydig.Pada pria FSH menstimulasi spermatogenesis dalam epitel seminiferus dan produksi protein terikat-androgen. Inhibin ini menggunakan umpan balik negative.

14 .

Hormon gonadotropik tersebut disintesis sebagai protein besar dan dipecah untuk membentuk prohormon yang lebih kecil di reticulum endoplasma. Untuk dapat menunjukkan efek kerjanya. Dua hormon gonadotropin yaitu LH (luteinizing Hormone ) dan FSH (Follicle Stimulating Hormone). sampai sekresi hormon tersebut dibutuhkan. Ikatan hormon dengan reseptor ini akan mengaktifkan proses komunikasi sinyal dan enzim-enzim dalam sel dan memulai sintesis hormon steroid di gonad yang merupakan organ target dari gonadotropin 15 . Sekresi FSH dan LH tergantung denyut pulsatif GnRH. kemudian di transfer ke asparatus golgi untuk dikemas dalam bentuk vesikel sekretoris. Sekresi FSH dan LH diatur oleh Gonadotropin releasing hormon (GnRH) suatu neurohormon yang berfungsi sebagai hormon pelepas gonadotropin.BAB III KESIMPULAN Gonadotropin adalah hormon glikoprotein. Keduanya sangat penting untuk fungsi gonad dan reproduksi manusia. hormon FSH dan LH yang dilepaskan oleh GnRH harus berikatan dengan reseptor spesifiknya di sel target. Hormon gonadotropin yaitu FSH dan LH merupakan jenis hormon peptide dan hidrofilik yang disintesis di reticulum endoplasma kasar yang terdapat di berbagai sel endokrin. Vesikel tersebut disimpan dalam sitoplasma. Reseptor LH dan FSH terdapat didalam membran plasma sel granulose dalam sel ovarium dan sel sertoli di testis.

Philadelphia. USA. 6th edition. Elsevier 3. L. S and Jaffe. EGC 8. B dan Wood. Philadelphia. M. Basic and Clinical Principles. Alvero. Humania press. At a Glance. Mosby. Edisi 6. 2. R and Schlaff. R. Glass. EGC 16 . W. D. Nathan. 2007.2010. Dari Sel ke Sistem. 1999. UK. 2nd edition. Lipincott & Wilkins. Philadelphia. Melmed. Elsevier. 12th edition. Elsevier. USA. Melmed. Greenstein. USA. 6. Reproductive Endocrinology and Infertility 1st edition. Jakarta. Sistim Endokrin. L. Clinical Gynecologic Endocrinology and Infertility. et al. 2011. Sherwood. Jakarta. Guyton dan Hall. 2008. Saunders. G. S. Jakarta.K.H. R. Yen. Buku Ajar Fisisologi Kedokteran Edisi 11. 2012. 2009.DAFTAR PUSTAKA 1. S and Conn. Speroff. 5. EMS 7. Endocrinology. 6Th edition. 2005. William Textbook of Endocrinology. 4. Fisiologi Manusia. Reproductive Endocinology. New Jersey.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful