Anda di halaman 1dari 21

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/ Semester Materi Pokok

Alokasi Waktu

: Sekolah Menengah Atas : Biologi : X/Semester 1 : Ruang Lingkup Biologi, Kerja Ilmiah dan Keselamatan Kerja, serta Karir Berbasis Biologi. : 3 x 35 menit (3 x TATAP MUKA)

A. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR 1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang keanekaragaman hayati, ekosistem, dan lingkungan hidup. Indikator: 1) Menunjukkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa tentang berbagai ilmu dalam Biologi. 1.2 Menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam kemampuan mengamati bioproses Indikator: 1) Menunjukkan sikap keingintahuan ilmiah yang didukung oleh cara berpikir ilmiah dilandasi iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 1.3 Peka dan peduli terhadap permasalahan lingkungan hidup, menjaga dan menyayangi lingkungan sebagai manisfestasi pengamalan ajaran agama yang dianutnya Indikator: 1) Menunjukkan kepedulian dan kelestarian lingkungan sebagai bentuk pengamalan ajaran agama 2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur terhadap data dan fakta, disiplin, tanggung jawab, dan peduli dalam observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan berargumentasi, peduli lingkungan, gotong royong, bekerjasama, cinta damai, berpendapat secara ilmiah dan kritis, responsif dan proaktif dalam dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas/laboratorium maupun di luar kelas/laboratorium Indikator: 1) Menunjukkan sikap ilmiah dalam kerja ilmiah.

2.2 Peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan dengan menerapkan prinsip keselamatan kerja saat melakukan kegiatan pengamatan dan percobaan di laboratorium dan di lingkungan sekitar. Indikator: 1) Melakukan keselamatan kerja dalam melakukan pengamatan gejala-gejala alam 3.1 Memahami tentang ruang lingkup biologi (permasalahan pada berbagai obyek biologi dan tingkat organisasi kehidupan), metode ilmiah dan prinsip keselamatan kerja berdasarkan pengamatan dalam kehidupan sehari-hari. Indikator: 1) Menjelaskan definisi tingkat organisasi kehidupan. 2) Menjelaskan permasalahan Biologi pada berbagai tingkat organisasi kehidupan. 3) Memberikan contoh permasalahan biologi pada tingkat molekul sampai dengan biosfer. 4.1 Menyajikan data tentang objek dan permasalahan biologi pada berbagai tingkatan organisasi kehidupan sesuai dengan metode ilmiah dan memperhatikan aspek keselamatan kerja serta menyajikannya dalam bentuk laporan tertulis. Indikator: 1) Memberikan contoh permasalahan biologi pada berbagai tingkat organisasi kehidupan yang ada di lingkungan sekitar dengan melakukan pengamatan sederhana. 2) Menganalisis permasalahan biologi pada berbagai tingkat organisasi kehidupan berdasarkan data pengamatan yang diperoleh. 3) Mencari alternatif pemecahan masalah biologi yang ditemukan pada berbagai tingkat organisasi kehidupan berdasarkan hasil analisis.

B. TUJUAN PEMBELAJARAN 1) Dengan diberikan deskripsi fenomena, siswa dapat menganalisis minimal 7 tingkat organisasi kehidupan. 2) Dengan tanpa melihat buku, siswa dapat menjelaskan 3 cabang ilmu biologi serta aplikasinya dalam kehidupan.

C. MATERI PEMBELAJARAN 1. Ruang Lingkup Biologi : Permasalahan biologi pada berbagai objek biologi, dan tingkat organisasi kehidupan Cabang-cabang ilmu dalam biologi dan kaitannya dengan pengembangan karir di masa depan Manfaat mempelajari biologi bagi diri sendiri dan lingkungan, serta masa depan peradaban bangsa Metode Ilmiah Keselamatan Kerja

D. METODE PEMBELAJARAN Pendekatan Model Metode : Kontruktivisme : Siklus Eksplorasi, Elaborasi, Konfirmasi : Ceramah, Tanya jawab dan diskusi

E. MEDIA, ALAT DAN SUMBER PEMBELAJARAN 1. Media 1) Papan tulis 2. Alat dan Bahan (untuk setiap kelompok) 3. Sumber Belajar a) Buku siswa b) LKS F. KEGIATAN PEMBELAJARAN PERTEMUAN I a) Pendahuluan (25 menit) 1. Pembagian kelompok 2. Pemusatan perhatian dan pemotivasian : guru menggali pengetahuan awal siswa terkait konsep tingkat organisasi kehidupan. 3. Apersepsi : Bertanya tentang deskripsi dari 10 tingkat organisasi kehidupan. 4. Guru menyiapkan kelas dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu siswa dapat memahami ruang lingkup biologi meliputi permasalahan

biologi pada berbagai objek biologi, dan tingkat organisasi kehidupan. (Fase I DI) b) Kegiatan Inti (45 menit) 1. Guru memberikan informasi terkait konsep ilmu Biologi dan objek yang berkaitan dengan Biologi. 2. Guru memberikan informasi terkait konsep tingkat organisasi kehidupan dan menyebutkan 10 tingkatan organisasi kehidupan mulai dari yang terendah molekul, sel, jaringan, organ, sistem organ, organisme, populasi, komunitas, ekosistem, bioma. 3. Guru memandu siswa untuk mendeskripsikan masing masing 10 tingkatan organisasi kehidupan. (Fase DI II) 4. Guru menjelaskan cabang ilmu Biologi. 5. Guru memberikan informasi manfaat ilmu biologi dalam kehidupan manusia dan siswa diminta berpartisipasi menyebutkan manfaat lain ilmu biologi. 6. Guru menanyakan apakah ada yang kurang dipahami dan jika ada konsep yang salah harap untuk membenarkan. (Fase 3 DI) c) Kegiatan Akhir ( 5 menit) 1. Guru membimbing siswa untuk meringkas poin-poin penting yang berkaitan dengan konsep materi ruang lingkup biologi meliputi struktur organisasi kehidupan, objek yang berkaitan dengan biologi, cabangcabang ilmu biologi, dan manfaat biologi. (Fase 5 DI) 2. Guru menugaskan siswa untuk mencari 3 cabang ilmu biologi dan aplikasinya dalam kehidupan. (Fase 5 DI) 3. Guru meminta siswa untuk belajar pertemuan selanjutnya. 4. Guru mengakhiri pembelajaran dengan mengucapkan salam dan meninggalkan kelas. G. PENILAIAN Kehadiran Keaktifan Keberanian bertanya dan menjawab Lembar Kerja Siswa Tugas pekerjaan rumah

DAFTAR PUSTAKA Pratiwi, D.A, Maryati, Sri, Srikini, Suharno, S.Bambang. 2007. Biologi SMA jilid 1 untuk Kelas X. Jakarta : Erlangga

H. Lampiran RUANG LINGKUP BIOLOGI

1. Objek Biologi Biologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu bioyang berarti hidup dan logosyang berarti ilmu pengetahuan. Dengan demikian, biologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang hidup dan kehidupan. Objek dari biologi adalah semua makhluk hidup, mulai dari tingkat atom, molekul, sel, jaringan, organ, individu, populasi, ekosistem, sampai bioma. Menurut Biological Science Curriculum Study (BSCS), biologi memiliki objek berupa kingdom (kerajaan), yaitu Animalia (hewan), Plantae (tumbuhan), dan Protista (makhluk hidup mirip hewan atau mirip tumbuhan). Seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi, objek biologi yang semula hanya dibagi menjadi 3 kingdom berkembang menjadi 5 kingdom, yaitu Animalia, Plantae, Fungi, Protista, dan Monera.Bahkan saat ini, makhluk hidup dikelompokkan menjadi 6 kingdom,yaitu Animalia, Plantae, Fungi, Protista, Archaebacteria, dan Eubacteria. Perbedaan karakteristik berbagai kingdom, yaitu Animalia, Plantae, Fungi, Protista, dan Monera dapat ditunjukkan di dalam tabel di bawah ini. No. 1. Kingdom Animalia Karakteristik Multiseluler, bersifat Contoh Makhluk Hidup cacing, laba-laba,

eukariotik, Lebah,

heterotrof,

dan burung, dan orang utan

bergerak bebas. 2. Plantae Multiseluler, eukariotik, Bunga sepatu, melati, melinjo,

bersifat autotrof, dan tidak padi, pisang, dan mangga dapat bergerak bebas. 3. Fungi Uniseluler multiseluler, mencari atau Jamur merang, jamur kuping, eukariotik, jamur tempe, dan ragi tapai. dengan

makan

menyerap (absorpsi), dan parasit atau saprofit 4. Protista Uniseluler, eukariotik, dan Amoeba, Paramecium, dan bersifat autotrof atau Euglena.

heterotrof.

5.

Monera

Uniseluler,

prokariotik, Bakteri dan ganggang biru.

dan bersifat autotrof atau heterotrof

Keterangan: a. Uniseluler ialah makhluk hidup bersel satu dan tidak dapat dilihat secara langsung. Kita dapat melihatnya dengan mikroskop. Fungsi kehidupan dilakukan oleh bagian-bagian penyusun sel itu sendiri. b. Multiseluler ialah makhluk hidup bersel banyak, dapat dilihat secara langsung tanpa bantuan mikroskop, dan tubuhnya sudah mengalami pembagian tugas yang baik. c. Eukariotik ialah makhluk hidup yang memiliki membran inti sel sehingga inti sel tidak bercampur dengan sitoplasma (cairan sel). d. Prokariotik ialah makhluk hidup yang belum memiliki membran inti sel sehingga bahan-bahan inti sel bercampur dengan sitoplasma. e. Heterotrof ialah makhluk hidup yang mengambil bahan organik dari makhluk hidup lain dan tidak dapat membentuk bahan organik sendiri. f. Autotrof ialah makhluk hidup yang dapat menyediakan bahan organik sendiri melalui proses fotosintesis. Makhluk hidup ini dicirikan dengan adanya klorofil atau kemampuan menguraikan bahan-bahan kimia sebagai energi dalam pembentukan bahan organik.

2. Permasalahan Biologi a. Tingkat Molekul Di tingkat molekul, dipelajari struktur subselular (organel). Molekul dapat dibedakan menjadi makromolekul yang lebih sederhana hingga atom-atom (proton, neutron, dan elektron) yang membangunnya. Dalam setiap tubuh makhluk hidup, selalu mengandung atom karbon (C =carbon), hidrogen (H), dan oksigen (O) dalam tubuhnya. Sekumpulan atom-atom akan membentuk molekulmolekul yang disebut molekul organik. Ada empat golongan molekul organik, yaitu molekul lipid,protein, karbohidrat, dan asam nukleat. Interaksi antarmolekul-

molekul tersebut akan membentuk organel yang memiliki fungsi tertentu. Selanjutnya, interaksi tersebut membentuk organisasi tingkat sel. Contoh permasalahan biologi yang dapat muncul di tingkat molekul adalah virus. Meskipun virus hanya tersusun dari protein dan molekul asam nukleat, virus dapat berkembang biak dan menyebabkan penyakit. Selanjutnya, virus dimasukkan dalam kelompok tersendiri. b. Tingkat Sel Sel adalah tingkat organisasi di atas molekul. Semua makhluk hidup tersusun oleh sel, ada yang bersel satu atau bersel banyak. Sel sebagai unit fungsional dan struktural terkecil bagi makhluk hidup bersel banyak selalu memperlihatkan ciri-ciri hidup, di antaranya, sebagai berikut: Dapat berkembang biak atau menghasilkan keturunan Dapat menghasilkan energi melalui serangkaian proses respirasi sel dalam mitokondria Memberikan respons atau tanggapan terhadap rangsang Melakukan pencernaan intraseluler (digestive) dan pengeluaran (ekskresi) Tumbuh dan berkembang. Sel-sel anak hasil pembelahan sel (mitosis) akan tumbuh hingga mencapai ukuran tertentu, kemudian mulaI berkembang dan berdiferensiasi atau berspesialisasi (berubah bentuk menurut fungsi-fungsi tertentu). Permasalahan biologi dapat muncul pada tingkat sel, antara lain, adanya perbedaan struktur sel hewan dan struktur sel tumbuhan. Pada kenyataannnya, terdapat perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan. c. Tingkat Jaringan Tingkat organisasi setelah sel adalah jaringan. Jaringan adalah kumpulan sel-sel yang bentuknya sama untuk melaksanakan suatu fungsi tertentu. Beberapa jaringan dasar penyusun tubuh hewan, antara lain, jaringan, seperti epitelium, otot, ikat, tulang, dan saraf. Sementara itu, jaringan pada tumbuhan, antara lain, epidermis, parenkima, kolenkima, sklerenkima, endodermis, xilem, dan floem. Jaringan epidermis tersusun atas sel-sel pipih dan susunannya rapat sehingga jaringan epidermis memiliki fungsi sebagai pelindung. Contoh permasalahan

biologi yang muncul pada tingkat jaringan adalah cara jaringan otot dapat berkontraksi sehingga menggerakkan tulang. d. Tingkat Organ Sekumpulan jaringan bekerja sama dalam membentuk organ. Organ terdiri dari organ luar dan organ dalam. Contoh organ dalam yaitu usus halus. Usus halus tersusun oleh beberapa macam jaringan yang masing-masing membentuk fungsi tertentu, yaitu jaringan, seperti epitelium, ikat, otot polos, dan saraf. Struktur kompleks usus halus ini mempunyai satu fungsi, yakni untuk mencerna dan menyerap sari-sari makanan. Contoh permasalahan biologi di tingkat organ adalah infeksi usus halus. e. Tingkat Sistem Organ Sekumpulan organ yang bekerja sama akan membentuk suatu sistem untuk menjalankan fungsi tertentu yang disebut dengan sistem organ. Manusia dan hewan memiliki berbagai sistem organ, tetapi tumbuhan tidak memiliki sistem organ. Contoh sistem organ adalah sistem percernaan yang tersusun dari organ mulut, esofagus, lambung, usus halus, usus besar, regtum, dan anus. Fungsi sistem pencernaan adalah mencerna makanan secara mekanik dan secara kimiawi sehingga bahan makanan yang kita makan menjadi sari-sari makanan, diserap usus, dan diedarkan ke seluruh tubuh sebagai bahan pembentuk energi untuk aktivitas. Contoh permasalahan biologi di tingkat sistem organ adalah kasus pemisahan bayi kembar siam dengan pemisahan organ perut yang salah satu bayinya tidak memiliki salah satu bagian dalam sistem pencernaan. f. Tingkat Individu atau Makhluk Hidup Satu-satuan makhluk hidup disebut individu. Individu adalah satuan makhluk hidup tunggal. Setiap individu tidak dapat hidup sendiri. Mereka hidup bersamasama dengan individu lain yang sejenis atau tidak sejenis. g. Tingkat Populasi Populasi artinya kumpulan dari individu sejenis yang secara bersama menempati suatu habitat. Untuk mengetahui bahwa individu-individu sejenis yaitu dengan ditandai dengan adanya kemampuan untuk mengadakan perkawinan dan menghasilkan keturunan yang fertil (subur). Contoh permasalahan biologi yang dapat muncul di tingkat populasi adalah budi daya ikan mas. Untuk budi daya ikan mas, kita memerlukan individu-individu sejenis yang memiliki sifat unggul sehingga hasil perkawinan di antara ikan mas adalah keturunan yang fertil.

h. Tingkat Komunitas Satu tingkat di atas populasi adalah komunitas. Komunitas adalah kumpulan populasi yang berada pada waktu dan tempat yang sama. Misalnya, komunitas padang rumput yang terdiri dari populasi rumput, populasi belalang, populasi kupu-kupu, populasi cacing tanah, populasi alang-alang dan sebagainya. i. Tingkat Ekosistem Ekosistem merupakan hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan

lingkungannya. Kita mengenal beberapa macam ekosistem, misalnya, ekosistem dataran rendah, ekosistem pegunungan, ekosistem perairan tawar, dan ekosistem laut. Permasalah yang muncul di tingkat ekosistem, antara lain, tanah longsor, tercemarnya air sungai, dan penebangan liar di hutan. Keadaan ini dapat mengakibatkan matinya tumbuhan dan hewan-hewan yang hidup di dalamnya. Selain itu, juga dapat merusak habitat dan struktur tanah serta perubahan suhu yang disebabkan berkurangnya tumbuhan hijau. j. Tingkat Bioma Ekosistem-ekosistem tersebut akan membentuk bioma. Menurut garis lintang, kita mengenal 6 macam bioma, mulai dari khatulistiwa sampai kutub, yaitu bioma gurun, padang rumput, hutan gugur, hutan hujan tropis, taiga, dan bioma tundra. Pemberian nama bioma didasarkan pada jenis tumbuhan yang dominan. Misalnya bioma padang rumput didominasi oleh tumbuhan rumput dan hewan mamalia besar, seperti herbivor dan karnivor.

3. Manfaat Biologi bagi Kehidupan Manusia Sebagai manusia ciptaan Tuhan, kita harus menyadari bahwa kita harus menggunakan ilmu secara benar untuk kebaikan semua makhluk yang ada dan untuk kelestarian bumi. Demikian pula halnya dengan mempelajari biologi yang sangat bermanfaat bagi hidup dan kehidupan. Hasil kemajuan dari bidang biologi sering disebut dengan bioteknologi. Bioteknologi di bidang ilmu kedokteran, misalnya, ditemukannya berbagai penyakit dan cara menyembuhkannya. Manfaat biologi di bidang kesehatan, misalnya, untuk mengatasi permasalahan suami istri yang tidak mendapatkan keturunan dikarenakan gangguan saat fertilisasi internal. Solusinya adalah dengan bayi tabung. Bayi tabung merupakan hasil bioteknologi,yaitu mempertemukan sperma dan ovum secara invitro(dalam tabung), kemudian ditanam

dalam rahim. Biologi selalu bekerja sama dengan ilmu-ilmu lain untuk mengatasi segala permasalahan manusia. Dengan kemajuan bioteknologi di bidang pertanian, permasalahan yang sering muncul seperti gagal panen, akan berkurang. Kegagalan panen sering kali disebabkan oleh bibit yang tidak baik sehingga mudah diserang penyakit atau ketergantungan terhadap air sangat tinggi. Dengan penerapan ilmu cabang biologi yang mempelajari tentang pewarisan sifat (genetika), diupayakan dengan penyilangan (bastar), diharapkan keturunan yang dihasilkan benar-benar unggul. Selain itu, dengan prinsipprinsip fisiologi tumbuhan, petani banyak mengetahui jenis pupuk yang baik pada berbagai jenis tanaman. Saat ini budi daya tanaman dapat mengembangkan teknik menyambung pada beberapa tanaman bunga untuk mendapatkan jenis baru. Pengetahuan biologi menyadarkan kita tentang adanya berbagai makhluk ciptahan Tuhan Yang Maha Esa yang tak ternilai harganya. Hal ini dapat membuat kita sadar akan kelestarian lingkungan dan diharapkan kita selalu dapat hidup berdampingan secara damai dengan alam. Namun, dengan pengetahuan biologi, sifat manusia yang serakah dapat mengganggu kelestarian alam, misalnya, penebangan liar, penggunaan pestisida yang berlebihan, dan penggunaan senjata biologi yang menyebabkan manusia terkena penyakit yang mematikan. Semuanya itu termasuk bahaya mempelajari biologi. Oleh karena itu, dalam mempelajari sesuatu, termasuk biologi, mesti selalu dilandasi dengan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

KESELAMATAN KERJA Keselamatan kerja merupakan hal penting yang harus diperhatikan ketika melakukan kegiatan di sekolah, baik di kelas, laboratorium, maupun bengkel kerja. Laboratorium merupakan suatu ruangan yang dirancang khusus sebagai tempat melakukan aktivitas pengamatan maupun percobaan dengan aman. Keselamatan kerja dalam laboratorium mencakup cara penyimpanan, pemakaian, dan perawatan alat atau bahan laboratorium, serta langkah pertolongan/penanggulangan kecelakaan. 1. Alat dan bahan laboratorium Di dalam laboratorium terdapat beberapa jenis alat dan bahan, serta perlengkapan laboratorium lainnya. Pengadaan alat dan bahan harus diperlakukan sesuai dengan kebutuhan. Kebutuhan alat dan bahan laboratorium didasarkan pada tujuan yang hendak dicapai. Alat adalah suatu benda yang digunakan dalam melakukan kegiatan praktikum, eksperimen dan penelitian. Bahan adalah suatu benda yang diteliti atau diuji dalam praktikum dan eksperimen. Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya bahaya dari alat dan bahan yang digunakan, yaitu a. Biasakan membawa peralatan dari kaca dengan sikap vertikal dengan menggunakan kedua tangan, dan jangan dijinjing. b. Gunakan pipet isap atau tekan karet dengan pijitan. c. Jangan menengok isi tabung reaksi dari arah lubang, terutama ketika atau selesai dipanaskan. d. Jangan menghadapkan mulut tabung reaksi yang sedang atau setelah dipanaskan ke arah tubuh orang lain. e. Perhatikan penggunaan alat yang terbuat dari kaca dalam kegiatan pemanasan. Kaca yang tahan panas adalah pyrex. f. Pahami secara betul dalam memperlakukan bahan-bahan terutama bahan kimia. g. Jangan meletakkan botol yang berisi bahan kimia langsung terkena sinar matahari. h. Alat yang berputar kuat letakkan pada tempat yang kokoh. 2. Bahan-bahan Kimia Yang Berbahaya Terdapat bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi manusia, antara lain : a. Aluminium sulfat (AlSO4) Berbentuk kristal berwarna putih, larut dalam air. Aluminium sulfat digunakan sebagai pengganti tawas.

b. Amoniak pekat (NH4OH) Larutan pekat gas amoniak dalam air, jika terkena kulit dan mata dapat menyebabkan iritasi. Dalam wujud uap dapat mengganggu alat pernafasan. Amoniak pekat jika tertelan sangat berbahaya. Amonia digunakan sebagai larutan basa. c. Asam sulfat (H2SO4) Asam sulfat merupakan zat cair tak berwarna, beracun dan sangat korosif. Asam sulfat dapat menimbulkan luka bakar pada kulit, mata,dan dapat merusak pakaian. d. Asam klorida (HCl) Asam klorida merupakan zat cair, bersifat racun, korosif, dan dalam wujud uap dapat merusak kulit, mata, dan alat pernafasan. e. Etanol (C2H3OH) Etanol sering disebut alkohol. Etanol berupa zat cair tidak berwarna, mudah menguap dan terbakar serta jika diminum bersifat memabukkan. Etanol mempunyai sifat mudah terbakar dan digunakan sebagai pelarut maupun desinfektan. f. Formalin 40% (HCHO) Formalin bersifat racun, baik berwujud cair maupun gas. Formalin di dalam air bersifat tidak berwarna, mudah menguap dan beracun. Formalin digunakan untuk membunuh hama atau bahan pengawet, misalnya untuk mengawetkan hewan-hewan kecil dalam botol. g. Klorofrom (CHCl3) Kloroform merupakan zat cair tak berwarna dan bersifat beracun. Uap klorofrom dapat mengganggu pernafasan. Kloroform digunakan sebagai obat bius dalam laboratorium. h. Metilen Biru Metilen berwujud zat padat berwarna biru tua. Bahan kimia ini digunakan sebagai pewarnaan inti sel. i. Natrium hidroksida (NaOH) Natrium hidroksida merupakan zat padat berwarna putih, mudah menyerap uap air, udara, bersifat racun dan korosif. Natrium hidroksida termasuk bahan berbahaya yang dapat menyebabkan luka bakar pada kulit dan mata. j. Kobalt klorida (CoCl6H2O) Kobalt klorida merupakan zat padat, kristal berwarna merah, sangat mudah menyerap air, dan dapat mengikat uap air. Kobalt klorida digunakan untuk menguji kelembaban udara.

k. Natrium Klorida (NaCl) Natrium klorida merupakan zat padat berwarna putih, berbentuk kristal. Natrium klorida disebut juga garam dapur. 3. Simbol-Simbol Keselamatan Kerja Bahan-bahan yang terdapat di laboratorium, khususnya bahan kimia berbahaya, biasanya pada botol bahan kimia tertempel label simbol-simbol bahaya. Hal ini bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat bahan-bahan yang berbahaya demi keselamatan kerja. Suatu bahan kimia dapat mempunyai lebih dari satu simbol. Simbol-simbol tersebut tercantum pada tabel berikut. Simbol Arti Mudah terbakar Contoh Minyak Keterangan tanah, Ekstrem mudah menyala, artinya zat cair yang mempunyai suhu kurang

alkohol, kerosin

dari 0C dan titik didih kurang atau sama dengan 35C. Sangat mudah menyala, artinya bahan yang dapat terbakar pada keadaan normal. Cairan

dengan suhu nyala di bawah 21C golongan termasuk ini. dalam Mudah

terbakar,artinya bahan padat yang mudah terbakar pada suhu kurang dari atau sama dengan 350C dan zat cair dengan suhu nyala sama atau lebih dari 21C.

Korosif

Asam Kuat

dan

Basa Korosif artinya bahan-bahan yang dapat merusak jaringan bersentuhan hidup jika

Beracun/toksik

Merkuri, sianida

Beracun artinya suatu zat yang dapat menimbulkan kecelakaan, penderitaan,

ataupun kematian apabila tertelan, terhirup, atau

terserap melalu kulit. Iritasi/ berbahaya Kloroform Iritasi artinya bahan-bahan yang korosif umumnya tetapi tidak dapat

mengakibatkan ketidaknyamanan apabila bersentuhan dengan kulit atau bagian tubuh lainnya sehingga menimbulkan pigmen atau melepuh Radioaktif Uranium, plutonium Bahan radioaktif artinya dapat hilangnya

bahan-bahan yang dapat memancarkan sinar-sinar

radioaktif atau radiasi dapat mengakibatkan efek racun dalam waktu singkat atau lama. Mudah meledak Campuran hidrogen dan oksigen Mudah meledak/eksplotif

artinya bahan-bahan yang mudah meledak apabila

terkena gesekan, benturan, panas, atau kontak dengan

api.

3. Tata Tertib Laboratorium Ruang laboratorium yang ada di dalamnya terdapat beberapa alat dan bahan berbahaya perlu dilengkapi dengan peraturan-peraturan untuk menjaga keselamatan selama belajar atau bekerja di ruang laboratorium. Peraturan peraturan tersebut berupa tata tertib yang harus ditaati. Berikut ini contoh tata tertib laboratorium IPA yang ada di sekolah yaitu a. Siswa tidak diperkenankan masuk ke dalam laboratorium tanpa seizin guru. b. Alat serta bahan yang ada di laboratorium tidak diperkenankan untuk diambil keluar tanpa seizin guru c. Alat dan bahan harus digunakan sesuai dengan petunjuk prak-tikum yang diberikan. d. Jika ada alat-alat yang rusak atau pecah hendaknya segera melapor pada guru. e. Jika dalam melakukan percobaan tidak mengerti atau ragu-ragu segeralah bertanya pada guru. f. Jika terjadi kecelakaan sekecil apapun segera laporkan pada guru. g. Etiket bahan yang hilang atau rusak segera diberitahukan guru. h. Botol besar yang berisi bahan kimia jangan diangkat pada lehernya, karena dengan mengangkat demikian akan ada ke-mungkinan botol menjadi pecah. i. Tutup botol hendaknya dibuka sesuai cara yang dianjurkan dan setelah selesai menggunakan isinya hendaknya ditutup segera dan dikembalikan ke tempat semula. j. Dalam melakukan percobaan hendaknya menggunakan bahan sesuai dengan petunjuk. k. Jika ada bahan kimia yang masuk ke dalam mulut, hendaknya segera dikeluarkan, kemudian berkumur dengan air sebanyak-banyaknya. l. Jika tangan atau kulit atau baju terkena asam atau alkali supaya segera dibasuh/dicuci dengan air sebanyak-banyaknya. m. Setelah selesai percobaan, alat-alat harus dikembalikan ke tempat semula dalam keadaan kering dan bersih. n. Buanglah sampah pada tempat sampah yang sudah disediakan, jangan pada bak cuci. o. Sebelum meninggalkan laboratorium, meja praktikum harus dalam keadaan bersih, kran air dan gas ditutup, kontak listrik dicabut.

MIKROSKOP Mikroskop yaitu alat yang digunakan untuk melihat benda-banda mikroskopik yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Mikroskop yang pertama ditemukan manusia disebut mikroskop sederhana yang hanya memiliki satu lensa. Mikroskop yang digunakan sekarang tergolong mikroskop majemuk yang terdiri dari dua lensa.Kemampuan pembesaran mikroskop majemuk lebih tinggi dibandingkan dengan mikroskop sederhana. Berdasarkan kenampakan objek yang diamati, mikroskop dibagi dua jenis, yaitu mikroskop dua dimensi (mikroskop cahaya) dan mikroskop tiga dimensi (mikroskop stereo). Berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. a. Mikroskop Cahaya Mikroskop cahaya mempunyai perbesaran maksimum 1000 kali. Mikroskop jenis ini memiliki tiga lensa, yaitu lensa objektif, lensa okuler, dan kondensor. Lensa objektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop. Lensa okuler pada mikroskop ada yang berlensa tunggal (monokuler) atau ganda (binokuler). Lensa kondensor berperan untuk menerangi objek dan lensa-lensa mikroskop lain. Dengan pengaturan yang tepat maka akan diperoleh daya pisah maksimal. b. Mikroskop Stereo Mikroskop stereo merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan untuk benda yang relatif besar dengan perbesaran 7 hingga 30 kali. Benda yang diamati dengan mikroskop ini dapat terlihat secara tiga dimensi. Komponen pada mikroskop stereo hampir sama dengan mikroskop cahaya. Perbedaannya pada ruang ketajaman lensa mikroskop stereo jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mikroskop cahaya sehingga kia dapat melihat bentuk tiga dimensi benda yang diamati. c. Mikroskop Elektron Mikroskop elektron mempunyai perbesaran sampai 100 ribu kali. Elektron digunakan sebagai pengganti cahaya. Ada dua tipe pada mikroskop elektron, yaitu mikroskop elektroscanning (SEM) dan mikroskop elektron transmisi (TEM).

Bagian-bagian mikroskop dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu bagian optik, penerangan, dan mekanis. a. Bagian Optik Bagian ini berupa lensa-lensa yang mampu membuat bayangan benda menjadi lebih besar. Ada dua macam lensa, lensa yang dekat dengan mata disebut lensa okuler atau lubang pengintai. Kekuatan perbesaran biasanya tertulis pada permukaanya, misalnya 10dan lain-lain. Lensa yang dekat dengan benda/objek pengamatan disebut lensa objektif dan terpasang pada revolver. Kekuatan perbesaran berbeda-beda misalnya 10, 20, maupun 40. Lensa objektif dapat diatur sesuai dengan pilihan yang kita perlukan dengan cara memutar revolver (tem-pat lensa objektif). Masih ada satu lagi lensa kondensor yang berfungsi mengumpulkan cahaya atau menerangi objek yang

diamati.Perbesaran yang tampak pada pengamatan merupakan hasil kali dari lensa okuler dan lensa objektif yang digunakan. Contohnya, bila kamu menggunakan lensa okuler 10 dan objektif 20 maka perbesarannya adalah 10 20 atau sama dengan 200. Ini berarti benda yang diamati melalui mikroskop telah diperbesar 200 b. Bagian Penerangan Salah satu syarat sediaan (preparat) dapat diamati dengan jelas adalah pencahayaan yang cukup. Untuk menangkap dan memantulkan cahaya yang masuk, mikroskop dilengkapi dengan reflektor berupa cermin. Cermin tersebut memiliki 2 sisi, datar dan cekung. Permukaan yang datar digunakan jika sumber cahaya cukup terang, sedangkan bagian yang cekung digunakan bila cahaya kurang terang. Di bawah meja objek, dapat kita temukan bagian yang berfungsi mengatur banyaknya cahaya yang masuk. Bagian ini disebut di-afragma, di dalamnya terdapat lubang-lubang berupa lingkaran yang dapat diputar, ada yang besar maupun kecil. Semakin kecil diafragma yang digunakan semakin kecil pula cahaya yang masuk ke dalam mikroskop, demikian juga sebaliknya. c. Bagian Mekanis Bagian mekanis berguna untuk menggerakkan dan memudahkan penggunaan mikroskop. Bagian tersebut di antaranya landasan/dasar/kaki mikroskop dan pegangan mikroskop. Selain itu, ada bagian yang berguna untuk pengatur fokus, yaitu pemutar kasar (makrometer) dan pemutar halus (mikrometer) Berikut ini adalah langkah-langkah menggunakan mikroskop : a. Letakkan kaca benda (object glass) beserta objek yang akan diamati

(preparat/sediaan) pada meja objek. Aturlah posisi kaca benda sehingga objek yang akan diamati berada pada lapangan pandang. b. Jepitlah kaca benda dengan penjepit yang terletak di atas meja objek. c. Sambil melihat dari samping, turunkan lensa objektif secara perlahan dengan menggunakan pemutar kasar hingga jarak lensa objektif dan preparat yang diamati kira-kira 5 mm. Pada beberapa mikroskop, yang naik turun bukan lensa objektifnya tetapi meja objek (Hati-hati! Jangan sampai lensa objektif me-nyentuh/membentur gelas benda. Hal ini dapat menyebabkan lensa objektif tergores). d. Perhatikan bayangan melalui lensa okuler. Gunakan pemutar kasar untuk menaikkan atau menurunkan lensa objektif sampai preparat terlihat jelas. Apabila bayangan belum terlihat, ulangi langkah (c).

e. Setelah preparat terlihat, dengan menggunakan pemutar halus, naik turunkan lensa objektif agar tepat pada fokus lensa (preparat tampak lebih jelas). f. Untuk memperoleh perbesaran kuat, kita dapat mengganti/mengubah lensa objektif dengan cara memutar revolver. Usa-hakan agar posisi preparat tidak bergeser. Bila hal ini terjadi maka kamu harus mengulangi dari awal. Pengamatan menggunakan mikroskop memerlukan beberapa alat dan bahan pendukung yang harus selalu dalam keadaan bersih sebelum dan sesudah digunakan. Alat dan bahan tersebut adalah a. Wadah plastik, diperlukan untuk tempat air bersih yang akan dipergunakan untuk medium preparat b. Pipet tetes, pendek dan panjang diperlukan untuk mengambil air atau zat-zat kimia yang diperlukan. Mohon diperhatikan penggunaan pipet tetes harus disediakan sendiri-sendiri untuk setiap zat-zat kimia yang dipergunakan untuk membantu pengamatan. c. Jarum preparatuntuk mengambil preparat seperti serbuk sari, spora, dan sebagainya d. Pinset, ada dua jenis pinset yaitu yang berujung tumpul dan runcing. Pinset dengan ujung tumpul untuk memegang kaca benda pada waktu pemanasan, sedang yang berujung runjing untuk mengambil sayatan yang akan dijadikan preparat. e. Alat pemotong, ada dua macam yang dapat digunakan yaitu pisau cukur dan silet. Keduanya dapat digunakan untuk mengiris preparat dengan ketebalan yang memadai untuk pengamatan mikroskopik. f. Lampu spiritus, untuk pemanasan bila diperlukan pemanasan g. Gelas arloji, alat ini digunakan untuk menampung preparat yang akan dipilih sesuai dengan ketebalannya. h. Alat pembantuuntuk memegang bahan yang akan dibuat preparat yaitu empulur ketela pohon yang telah dikeringkan, wortel, gabus, atau kentang. i. Kaca benda danpenutup, keduanya selalu dipakai berpasangan, kaca benda lebih tebal dan lebih besar mempunyai ukuran standar 25 x 75 mm (1 x 3 inchi); sedangkan gelas penutup tipis lebih kecil, ukurannya bermacam-macam: 22 x 22 mm, 22 x 40 mm atau berbentuk lingkaran dengan diameter 18 mm atau 22 mm. j. Kertas penghisap, berupa potongan kertas saring atau kertas merang untuk menghisap cairan dari kaca benda dan membersihkan sisa medium yang berada di luar kaca penutup.

k. Lap flanel untuk membersihkan tubuh mikroskop. l. Lap biasa untuk mengeringkan gelas benda dan penutup dapat juga dipergunakan kertas tissue. m. Kertas lensa untuk membersihkan lensa obyektif,okuler, dan cermin mikroskop.