Anda di halaman 1dari 20

APPENDISITIS

I.

PENGERTIAN Appendisitis adalah inflamasi akut pada appendisits verniformis dan merupakan penyebab paling umum untuk bedah abdomen darurat (Brunner & Suddart, 1997)

II.

ETIOLOGI Appendisitis tersumbat atau terlipat oleh: a. Fekalis/ massa keras dari feses b. Tumor, hiperplasia folikel limfoid c. Benda asing

III.

PATOFISIOLOGI Hiperplasia folikel limfoid, fekalid, cacing, striktur, ca menyebabkan obstruksi appendiks yang mengakibatkan mucus yang diproduksi mukosa menjadi terbendung, makin banyak akan menekan dinding appendiks, sehingga akan mengganggu aliran limfe dan mengakibatkan dinding appendiks edema serta merangsang tunika serosa dan peritoneum veceral. Appendisitis Proses inflamasi pada appendiks meningkatkan tekanan intra luminal, menimbulkan nyeri abdomen atas atau menyebar hebat secara progresif dalam beberapa jam, trlokalisasi di kuadran kanan bawah dari abdomen. Appendiks terinflamasi berisi pus.

IV.

PATHWAYS

Idiopatik

makan tak teratur

Kerja fisik yang keras

Massa keras feses

Obstruksi lumen

Suplay aliran darah menurun Mukosa terkikis

Perforasi Abses Peritonitis

Peradangan pada appendiks

distensi abdomen

Nyeri Menekan gaster

Appendiktomy

pembatasan intake cairan

peningk prod HCL

Insisi bedah

mual, muntah

Terputusnya kontinuitas jaringan

Resiko terjadi infeksi

Resiko kurang volume cairan

Nyeri

V.

TANDA DAN GEJALA Nyeri kuadran kanan bawah dan biasanya demam ringan Mual, muntah Anoreksia, malaisse Nyeri tekan lokal pada titik Mc. Burney Spasme otot Konstipasi, diare (Brunner & Suddart, 1997)

VI.

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK Sel darah putih : lekositosis diatas 12000/mm3, netrofil meningkat sampai 75% Urinalisis : normal, tetapi eritrosit/leukosit mungkin ada Foto abdomen: Adanya pergeseran material pada appendiks (fekalis) ileus terlokalisir Tanda rovsing (+) : dengan melakukan palpasi kuadran bawah kiri yang secara paradoksial menyebabkan nyeri yang terasa dikuadran kanan bawah (Doenges, 1993; Brunner & Suddart, 1997)

VII.

KOMPLIKASI Komplikasi utama adalah perforasi appediks yang dapat berkembang menjadi peritonitis atau abses apendiks Tromboflebitis supuratif Abses subfrenikus Obstruksi intestinal

VIII.

PENATALAKSANAAN Pembedahan diindikasikan bila diagnosa apendisitis telah ditegakkan Antibiotik dan cairan IV diberikan sampai pembedhan dilakukan Analgetik diberikan setelah diagnosa ditegakkan Apendektomi dilakukan sesegera mungkin untuk menurunkan resiko perforasi. (Brunner & Suddart, 1997)

IX.

PENGKAJIAN 1. Aktivitas/ istirahat: Malaise 2. Sirkulasi : Tachikardi 3. Eliminasi Konstipasi pada awitan awal Diare (kadang-kadang) Distensi abdomen Nyeri tekan/lepas abdomen Penurunan bising usus

4. Cairan/makanan : anoreksia, mual, muntah 5. Kenyamanan Nyeri abdomen sekitar epigastrium dan umbilikus yang meningkat berat dan terlokalisasi pada titik Mc. Burney meningkat karena berjalan, bersin, batuk, atau nafas dalam 6. Keamanan : demam 7. Pernapasan Tachipnea Pernapasan dangkal (Brunner & Suddart, 1997)

X. DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN INTERVENSI 1. Resiko tinggi terjadi infeksi b.d tidak adekuatnya pertahanan utama,

perforasi,peritonitis sekunder terhadap proses inflamasi Tujuan : tidak terjadi infeksi Kriteria: a. b. c. d. e. f. Penyembuhan luka berjalan baik Tidak ada tanda infeksi seperti eritema, demam, drainase purulen Tekanan darah >90/60 mmHg Nadi < 100x/menit dengan pola dan kedalaman normal Abdomen lunak, tidak ada distensi Bising usus 5-34 x/menit

Intervensi: a. Kaji dan catat kualitas, lokasi dan durasi nyeri. Waspadai nyeri yang menjadi hebat b. Awasi dan catat tanda vital terhadap peningkatan suhu, nadi, adanya pernapasan cepat dan dangkal c. Kaji abdomen terhadap kekakuan dan distensi, penurunan bising usus d. Lakukan perawatan luka dengan tehnik aseptic e. Lihat insisi dan balutan. Catat karakteristik drainase luka/drain, eriitema f. Kolaborasi: antibiotik

2. Nyeri b.d distensi jaringan usus oleh inflamasi, adanya insisi bedah Kriteria hasil: a. Persepsi subyektif tentang nyeri menurun b. Tampak rileks c. Pasien dapat istirahat dengan cukup

Intervensi: a. Kaji nyeri. Catat lokasi, karakteristik nyeri b. Pertahankan istirahat dengan posisi semi fowler c. Dorong untuk ambulasi dini d. Ajarkan tehnik untuk pernafasan diafragmatik lambat untuk membantu melepaskan otot yang tegang e. Hindari tekanan area popliteal

f.

Berikan antiemetik, analgetik sesuai program

3. Resiko tinggi kekurangan cairan tubuhb.d inflamasi peritoneum dengan cairan asing, muntah praoperasi, pembatasan pasca operasi Kriteria hasil; a. Membran mukosa lembab b. Turgor kulit baik c. Haluaran urin adekuat: 1 cc/kg BB/jam d. Tanda vital stabil Intervensi: a. Awasi tekanan darah dan tanda vial b. Kaji turgor kulit, membran mukosa, capilary refill c. Monitor masukan dan haluaran . Catat warna urin/konsentrasi d. Auskultasi bising usus. Catat kelancara flatus e. Berikan perawatan mulut sering f. Berikan sejumlah kecil minuman jernih bila pemasukan peroral dimulai dan lanjutkan dengan diet sesuai toleransi g. Berikan cairan IV dan Elektrolit

4. Kurang pengetahuan tentang kondisi prognosis dan kebutuhan pengobatan b.d kurang informasi Kriteria: a. Menyatakan pemahamannya tentang proese penyakit, pengobatan b. Berpartisipasi dalam program pengobatan Intervensi a. Kaji ulang embatasan aktivitas paska oerasi b. Dorong aktivitas sesuai toleransi dengan periode istirahatperiodik c. Diskusikan perawatan insisi, termasuk mengganti balutan, pembatasan mandi d. Identifikasi gejala yang memerlukan evaluasi medik, contoh peningkatan nyeri, edema/eritema luka, adanya drainase (Doenges, 1993)

DAFTAR PUSTAKA
2. Doenges, Marilynn E. (1993). Rencana Asuhan Keperawatan. Edisi 3. Jakarta. EGC

3. Price, SA, Wilson,LM. (1994). Patofisiologi Proses-Proses Penyakit, Buku Pertama. Edisi 4. Jakarta. EGC

4. Smeltzer, Bare (1997). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Brunner & suddart. Edisi 8. Volume 2. Jakarta, EGC

5. Swearingen. (1996). Keperawatan Medikal Bedah. Edisi 2. K\Jakarta. EGC

ASUHAN KEPERAWATAN PERIOPERATIF APENDISITIS PADA Nn SK DI RUANG BOUGENVIL DAN KAMAR BEDAH RSUD KRT SETJONEGORO WONOSOBO I PENGKAJIAN Hari Tanggal Jam Sumber Oleh : Senin : 4 Pebruari 2013 : 15.00 WIB : Pasien : Teguh Yudiarto

A. Identitas Pasien Nama Umur Jenis Kelamin Alamat Pekerjaan Status Diagnose No. RM Tanggal Masuk B. Penanggung Jawab Nama Umur Alamat Hub. Dg Pasien C. Riwayat Kesehatan 1. Keluhan Utama : Pasien mengatakan nyeri pada perut kanan bawah 2. Riwayat Penyakit Sekarang Pasien mengeluh nyeri perut sebelah kanan bawah sejak 2 bulan yang lalu ketika sedang kuliah di salah satu Perguruan tinggi di Jawa Barat. Nyeri dirasakan sangat perih dan mengganggu aktivitas. Nyeri juga dirasakan secara tiba-tiba dengan durasi waktu yang tidak menentu. Pasien memeriksakan diri ke Dokter di dekat kampusnya : AJ : 55 tahun : Batur, Banjarnegara : Ayah : Nn S K : 23 tahun : Perempuan : Batur, Banjarnegara : Mahasiswa : Belum Kawin : Appendisitis : 551046 : 4 Pebruari 2013

dan di diagnose Apendisitis/Usus Buntu. Kemudian pasien pulang ke rumah dan memeriksakan diri ke Poli Bedah RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo dengan keterangan dan diagnose penyakit yang sama. Di poli bedah pasien diprogram operasi pada tanggal 5 Pebruari 2013. 3. Riwayat Penyakit Dahulu Klien mengatakan tidak mempunyai penyakit yang serius dan belum pernah dirawat di rumah sakit sebelumnya. Klien hanya kadang-kadang mengalami sakit biasa seperti flu dan batuk. 4. Riwayat Penyakit Keluarga Pasien mengatakan tidak ada keluarga dari pasien yang mengalami keluhan serupa yakni usus buntu,tidak ada riwayat penyakit kronis atau keturunan. D. Keadaan Umum Kesadaran composmentis tak tampak kesakitan E. Pemeriksaan Fisik Tanda-tanda Vital : Tekanan Darah Nadi/HR Suhu badan Pernapasan Status Lokalis : Abdomen : Supel, Peristaltik Normal, terdapat Nyeri Tekan pada Mc Bourney F. Pemeriksaan Penunjang Laboratorium 11 Januari 2013 Al MCH Hb : 14,4. 103/l : 29 pg : 14,4 g/dl MCV : 86 fl : 120/70 mmHg : 68 x/ menit, isi dan tegangan cukup, kuat dan teratur : 36,70C per axilla : 18 x/menit teratur, tipe : torakoabdominal

MCHC : 33 g/dl CT BT : 4 menit : 2 Menit

Golongan Darah : B Diff Count Eosinofil Basofil Kimia Klinik SGOT : 17,0 U/l SGPT : 15 U/l Albumin : 4,48 g/dL mg/dL : 5,90 % : 0,60 %

limfosit monosit

: 34,10 % : 7,20 %

Netrofil: 52,20 %

GDS: 115 mg/dL ureum: 17,5 mg/dL Globulin : 2,72 mg/dL

kreatinin: 0,70 mg/dL

HbsAg : Negatif

Foto Thorax tanggal 11 Januari 2013

II ASKEP PRE OPERASI a. Data Fokus Pasien mengatakan cemas dengan program operasi yang akan dijalaninya tidak tahu tentang persiapan operasi lama penyembuhan dan perawatan setelah operasi. Pasien mengatakan nyeri perut kanan bawah sejak 2 bulan yang lalu. Nyeri bertambah jika melakukan aktivitas yang berat b. Analisa Data Pre Operasi No 1 Hari/Tgl/Jam Senin 4/2/13 Jam 15.00 DS : - Pasien mengatakan cemas dengan program operasi Data Masalah Ansietas Etiologi Defisiensi pengetahuan (ketidaktahuan pasien mengenai pra prosedur dan pasca

yang akan dijalaninya - Pasien mengatakan tidak tahu operasi - Pasien mengatakan tidak tahu tentang lama dan tentang persiapan

operatif

harapan operatif)

penyembuhan

perawatan setelah operasi DO : - Pasien tampak khawatir

akan program operasi - Pasien bertanya apa saja persiapan yang dilakukan - Pasien lama bertanya tentang dan

penyembuhan

perawatan pasca operasi 2 Senin 4/2/13 Jam 15.00 DS : Nyeri Agen cidera biologis (proses inflamasi pada appendiks)

- Pasien mengatakan nyeri akut perut kanan bawah sejak 2 bulan yang lalu

- Nyeri

bertambah

jika

melakukan aktivitas yang berat - Skala nyeri 3 DO : - Sesekali pasien tampak

kesakitan jika bergerak - TTV : TD : 120/70 mmHg N : 68 x/menit : 36,70 C

RR : 18 x/menit S

c. Rumusan Diagnosa Keperawatan 1. Ansietas berhubungan dengan Defisiensi pengetahuan (ketidaktahuan pasien mengenai prosedur pra operatif dan harapan pasca operatif) 2. Nyeri akut berhubungan dengan Agen cidera biologis (proses inflamasi pada appendiks) d. Rencana Pre operasi No 1 Diagnose Ansietas berhubungan dengan Defisiensi pengetahuan (ketidaktahuan Setelah tindakan selama ansietas terkontrol kriteria hasil : 1x Tujuan dilakukan - Bantu perawatan 24 jam Intervensi pasien situasi untuk yang

mengidentifikasi

mencetuskan ansietas pengertian pada pasien

berkurang/ - Beri dengan

tentang persiapan/prosedur pra operasi serta perawatan pasca operasi - Jelaskan kepada pasien setiap

pasien mengenai - Pasien tidak tampak prosedur operatif harapan operatif) pra cemas pasien tentang

dan - Pengetahuan pasca bertambah

tindakan yang akan dilakukan

persiapan/prosedur pra operasi perawatan serta pasca

operasi - Klien kooperatif dalam setiap tindakan yang diberikan petugas 2 Nyeri berhubungan dengan cidera akut Setelah tindakan dilakukan - Kaji karakteristik nyeri (lokasi, perawatan intensitas, waktu dan durasi)

Agen selama 1x 24 jam nyeri - Berikan informasi tentang nyeri biologis terkontrol dengan terjadi - Kurangi rangsangan atau

(proses inflamasi kriteria hasil : pada appendiks) - Nyeri berkurang/hilang - Skala nyeri 0

penekanan pada daerah abdomen - Anjurkan klien berbaring dengan menekuk pada kaki kanan - Ajarkan dan motivasi untuk

melakukan relaksasi nafas dalam jika nyeri timbul - Kurangi aktivitas yang dapat menimbulkan nyeri

e. Pelaksanaan Dan Evaluasi Pre Operasi No Tanggal/Jam DP 1 4/02/2013 Jam 15.30 Implementasi - Menjelaskan pada pasien - Pasien tentang persiapan/ Evaluasi mengatakan mengerti

penjelasan yang diberikan

prosedur pra operasi serta - Pasien mengatakan sudah siap perawatan pasca operasi - Memotivasi pasien untuk mulai puasa pada jam 24.00 - Memotivasi pasien untuk - Pasien melakukan rambut pencukuran area mencukur sendiri saja mengatakan rambut akan kemaluan dan mantap untuk dilakukan operasi

operasi/rambut kemaluan (skerent) Jam 24.00 - Memotivasi ulang pasien - Pasien mengatakan sudah mulai

untuk memulai puasa

puasa terpasang RL 20

- Mamasang infuse RL 20 - Infuse tetes/menit 5/02/2013 Jam 05.00 - Melakukan tinggi - Melakukan hasil skerent Jam 07.30 - Melakukan penimbangan - BB 50 Kg Berat badan - Melakukan pengisian

tetes/menit lavement - Lavement tinggi berhasil, pasien BAB pengecekkan - Skerent bersih

- Pasien kooperatif

lembar cek list persiapan operasi - Memakaikan baju operasi 2 4/02/2013 Jam 15.00 - Mengkaji nyeri karakteristik - O : nyeri terjadi sekitar 2 bulan yang lalu P : nyeri bertambah jika

beraktivitas berat, dan jika terjadi penekanan pada perut kanan bawah Q : Nyeri dirasakan perih R : Nyeri hanya terjadi di daerah perut kanan bawah S : skala nyeri 2-4 T : nyeri yang terjadi hilang timbul - Memberikan penjelasan - Pasien mengerti penjelasan yang diberikan

pada pasien tentang nyeri yang terjadi

- Menganjurkan pada klien - Pasien melakukan anjuran yang untuk berbaring dengan menekuk pada kaki kanan - Mengajarkan dan motivasi untuk melakukan relaksasi - Pasien akan melakukan nafas dalam jika nyeri timbul diberikan

nafas dalam jika nyeri timbul

III ASKEP INTRA OPERASI a. Data Fokus Pasien mengatakan rasa cemasnya lagi ketika berada di Ruang Operasi. Pasien mengatakan takut dengan keadaan di ruang operasi. Makan terakhir jam 17.30, minum terakhir jam 21.00. Dilakukan Lavement Jam 05.00, keluar BAB banyak. Terpasang infuse RL jam 24.00. Kulit area opersi tampak bersih, sudah dilakukan skerent. Operasi dimulai jam 09.50 sampai jam 10.30 menggunakan jenis anestesi Regional, teknik SAB, dengan luka incise sepanjang 7 cm, diameter 0,5 cm. Jenis operasi yang dilakukan Appendiktomi, terpasang 2 drain. Dilakukan pemasangan DC. PreMedikasi Anestesi : Remopain 30 mg Cendantron 4 mg Medikasi : buvucain 20 mg Fentanyl 25 mg Anastar 3 mg b. Analisa Data Intra Operasi No 1 Hari/Tgl/Jam Selasa 5/2/13 Jam 09.00 DS : - Pasien mengatakan lagi rasa ketika Data Masalah Ansietas Etiologi Krisis situasi

cemasnya

berada di Ruang Operasi - Pasien mengatakan takut dengan keadaan di ruang operasi DO : - Pasien tampak takut dan gelisah - Wajah tampak tegang - Pasien bertanya-tanya

kapan operasi akan dimulai - TTV

Selasa 5/2/13 Jam 09.00

TD : 135/71 mmHg N : 82 x/menit RR : 24x/menit S : 37,50 C DS :

Risiko

Rencana tindakan pembedahan anestesi program dan

- Pasien mengatakan makan kekurangan terakhir jam 17.30 kemarin volume sore - Pasien mengatakan minum terakhir jam 21.00 tadi malam - Pasien mengatakan telah dilakukan Lavement Jam cairan

(adanya puasa

dan lavement)

05.00, keluar BAB banyak DO : - Keadaan composmentis - Terpasang Infus RL Jam 24.00, masuk 500 ml Umum :

c. Rumusan Diagnosa Keperawatan 1. Ansietas berhubungan dengan krisis situasi 2. Risiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan Rencana tindakan pembedahan dan anestesi (adanya program puasa dan lavement)

d. Rencana Intra operasi No 1 Diagnose Ansietas berhubungan dengan krisis situasi Setelah tindakan ansietas terkontrol kriteria hasil : Tujuan Intervensi

dilakukan - Identifikasi tingkat kecemasan perawatan - Beri informasi prosedur dan berkurang/ prognosis tindakan

dengan - Motivasi pasien untuk relaksasi nafas dalam

- Pasien tidak tampak - Motivasi pasien untuk berdoa cemas - Pasien mengerti - Monitor TTV

tindakan yang akan dilakukan - Klien dalam tindakan kooperatif setiap yang

diberikan petugas 2 Risiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan Rencana tindakan pembedahan dan anestesi (adanya program puasa dan lavement) Setelah tindakan kekurangan cairan tidak dilakukan - Monitor tekanan darah dan nadi perawatan - Monitor dan pertahankan intake volume dan autput cairan keluaran urine dan

terjadi - Kaji

dengan kriteria hasil

perdarahan

- Tidak terjadi syok - Kolaborasi pemasangan DC hipovolemik

e. Pelaksanaan Dan Evaluasi Intra Operasi No DP 1 Selasa 5/2/13 - Memberi informasi tentang - Pasien Jam 09.15 prosedur dan prognosis mengerti tindakan Tanggal/Jam Implementasi Evaluasi

yang akan dilakukan

tindakan yang akan dilakukan - Memotivasi pasien untuk - Pasien melakukan tarik nafas dalam

relaksasi nafas dalam

- Memotivasi berdoa

pasien

untuk - Pasien berdoa - TTV TD : 125/70 mmHg N : 80 x/menit RR : 20 x/menit S : 370 C

- Memonitor TTV

Selasa 5/2/13 - Memonitor tekanan darah dan - TD : 125/70 mmHg Jam 09.15 nadi - Memonitor tetesan infuse N : 80 x/menit - Tetesan infuse lancar 30

tetes/menit - Melakukan pemasangan DC - DC terpasang

IV ASKEP POST OPERASI a. Data Fokus Pasien mengatakan sangat nyeri pada luka post operasi, dengan skala nyeri 8. Klien tampak tiduran terus. Klien terpasang infuse dan kateter menetap. Terdapat luka post apendiktomi sepanjang 7 cm tertutup kassa. Luka tertutup kasa dan tidak ada tandatanda infeksi. Hasil laboratorium tanggal 7/2/13 leukosit 15,5 ribu/mmk. Program therapy tanggal 5/02/13 Cefotaxim Keterolac 2 x1 gr 2 x 1 30 mg

b. Analisa Data Post Operasi No 1 Hari/Tgl/Jam Selasa 5/2/13 Data Masalah Etiologi Agen cidera fisik (incise pembedahan)

DS Nyeri akut - Pasien mengatakan sangat Jam 13.45 nyeri pada luka post operasi - Skala nyeri 8 DO - Pasien tampak meringis menahan sakit - Terdapat luka post apendiktomi sepanjang 7 cm tertutup kassa Kamis 7/2/13 DS: Resiko Jam 14.00 DS: tinggi

Invasi sekunder

kuman adanya

- Terdapat

luka

post infeksi

luka

post

appendiktomi sepanjang 7 cm tertutup kassa - Luka tertutup kasa dan tidak infeksi - Terpasang kateter dan ada tanda-tanda

appendiktomi dan prosedur invasive

infuse selama 3 hari dan belum pernah dilakukan

perawatan - Hasil laboratorium tanggal 7/2/13 ribu/mmk leukosit 15,5

c. Rumusan Diagnosa Keperawatan 1. Nyeri akut berhubungan dengan Agen cidera fisik (incise pembedahan) 2. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan Invasi kuman sekunder adanya luka post appendiktomi dan prosedur invasive d. Rencana Post operasi No 1 Diagnose Nyeri berhubungan dengan cidera (incise pembedahan) akut Setelah tindakan Tujuan Intervensi

dilakukan - Monitor keluhan nyeri keperawatan - Berikan posisi yang nyaman bagi klien relaksasi

Agen selama 2x24 jam nyeri

fisik dapat berkurang sampai - Motivasi klien untuk hilang dengan kriteria hasil: - Klien nyeri mengatakan

nafas dalam saat nyeri timbul - Anjurkan pada klien untuk

menggunakan gurita medis pemberian

berkurang - Kolaborasi analgetik

sampai hilang - Skala nyeri berkurang sampai 3 - Klien tampak rileks - Klien dapat miring, duduk dan berdiri

Resiko infeksi

tanpa keluhan nyeri - Klien mampu menggunakan teknik relaksasi nafas dalam saat nyeri timbul tinggi Setelah dilakukan - Monitor tanda-tanda infeksi pada tindakan keperawatan luka post Appendiktomi

berhubungan dengan

selama 2x24 jam tidak - Lakukan perawatan luka setiap hari dengan teknik aseptik

Invasi terjadi infeksi pada luka

kuman sekunder post

Appendiktomi - Anjurkan klien untuk makan makanan yang tinggi kalori dan tinggi protein

adanya luka post dengan kriteria hasil: appendiktomi dan invasive prosedur - Tidak ada tanda-tanda

infeksi pada luka post - Lakukan perawatan kateter dan Appendiktomi dreesing infuse

- Luka bersih, tidak ada - Berikan antibiotic sesuai program pus dan jahitan kering cefotaxim 2 x 1 gr

e. Pelaksanaan Dan Evaluasi Post Operasi No DP 1 Selasa 5/2/13 - Memerikan posisi yang - Pasien tertidur dengan posisi Jam 13.45 nyaman bagi klien kepala lebih tinggi Tanggal/Jam Implementasi Evaluasi

- Memotivasi klien untuk - Pasien melakukan tarik nafas relaksasi nafas dalam saat nyeri timbul - Memasangkan gurita pada - Terpasang Gurita klien - Injeksi Keterolac 30 mg masuk, pasien mengatakan nyeri Keterolac 30 mg/IV berkurang Kamis 7/2/13 - Melakukan perawatan - Ganti Verban (GV) dilakukan - Memberikan injeksi Jam 14.00 luka setiap hari dengan teknik aseptik - Menganjurkan klien untuk - Pasien makan makanan yang menghabiskan porsi setiap hari dalam

makan yang diberikan petugas

tinggi kalori dan tinggi protein - Melakukan perawatan

Gizi - Perawatan kateter dan dreesing infuse dilakukan

kateter dan dreesing infuse

f. Catatan perkembangan No Tgl/Jam 1 Jumat 8/2/13 Jam 14.00 Diagnose perawatan Nyeri akut berhubungan dengan Agen cidera fisik (incise pembedahan) Evaluasi S: Klien mengatakan nyeri berkurang, skala nyeri 3 - Klien mengatakan saat mencoba nafas dalam terasa lebih baik - Klien mengatakan merasa nyaman dengan posisi terlentang - Klien mengatakan sudah mulai miring kanan dan kiri dan sudah mencoba untuk duduk, tetapi masih terasa nyeri O: - TD: 120/70 mmHg, N: 80 x/mnt, S: 36,6 C, RR: 18 x/mnt - Klien tampak berhati-hati saat TTD

Teguh

bergerak/mobilisasi - Klien dalam posisi terlentang A: masalah teratasi sebagian 2 Jumat 8/2/13 Jam 14.00 Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan Invasi kuman sekunder adanya luka post appendiktomi dan prosedur invasive P: lanjutkan intervensi S: O: - TD: 120/70 mmHg, N: 80 x/mnt, S: 36,6 C, RR: 18 x/mnt - Luka bersih dan kering - Tidak tampak tanda-tanda infeksi pada luka Appendiktomi A: masalah tidak terjadi P: lanjutkan intervensi

Teguh