Anda di halaman 1dari 5

Analisis Jurnal RISK FACTORS FOR CATARACT : A CASE STUDY AT NATIONAL UNIVERSITY OF MALAYSIA HOSPITAL 1.

LATAR BELAKANG Katarak adalah penyebab utama kebutaan. Kecenderungan serupa terlihat di malaysia. Hasil dari survey mata nasional 1996 menunjukkan bahwa 39% dari kebutaan dan 36% dari low vision adalah karena katarak. Prevalensi katarak di Malaysia sebanyak 2,85% dan prevalensi tertinggi pada wanita sebesar 2,69% dibandingkan dengan pria sebesar 2,46%. Peningkatan resiko katarak yaitu usia diatas 40 tahun. Kelompok umur dengan prevalensi katarak tertinggi yaitu pada usia 70 tahun (54,55%). Prevalensi katarak orang India juga tinggi sebesar 3.63%. Cina sebesar (2,69%), dan malaysia (2,29%) dengan prevalensi terendah. Daerah perkotaan memiliki prevalensi katarak yang rendah (2,48%) dibandingkan dengan daerah pedesaan (2,66%). Bagian malaka memiliki prevalensi katarak yang tinggi (5,31%), diikuti oleh wilayah Federal Kuala Lumpur (3.37%) dan bagian Sabah (3.32%). (Zainal et al.2002a;2002b) National Eye Survey tahun 1996 menunjukkan bahwa prevalensi katarak yang dioperasi di Malaysia sebesar 0,39% dengan wanita memiliki prevalensi rendah (0,37%) dibanding dengan pria (0,38%). Prevalensi katarak yang dioperasi apakia di Malaysia sebesar 0,16%. Prevalensi pseudophakia di malaysia sebesar 0,23%. Aphakia tidak adanya lensa mata, karena operasi pengangkatan, perforantes luka atau ulkus, atau anomali kongenital. pseudophakia Sebuah kondisi di mana mata aphakic telah dilengkapi dengan lensa intraokular untuk menggantikan lensa kristal

Operasi katarak seringkali dilakukan di rumah sakit. Berbagai survey menunjukkan bahwa operasi katarak biasanya dilakukan pada orang yang usianya antara 65-74 tahun. Hal tersebut diteliti bahwa pasien yang menjalani operasi katarak memiliki masalah sistemik lain seperti hipertensi (33%), diabetes melitus (28%), sakit jantung (9%) dan Asma

(6%).

Meskipun

operasi

katarak

relatif

aman

dan

efektif

sebagai

pencegahan sekunder dari kebutaan, pencegahan primer (awal) lebih baik selain dapat menghemat pengeluaran untuk pelayanan kesehatan dan juga meningkatkan fungsi penglihatan dan kebebasan dari populasi usia tua yang terus mengalami peningkatan angka kesakitan. 2. RUMUSAN MASALAH a. Apa saja jenis katarak yang berkaitan dengan umur pada pasien katarak di Rumah Sakit University kebangsaan Malaysia? b. Apa saja faktor resiko katarak yang berkaitan dengan umur pada pasien katarak di Rumah Sakit University kebangsaan Malaysia?

3. TUJUAN a. Mengenal jenis katarak yang berkaitan dengan umur pada pasien katarak di Rumah Sakit University kebangsaan Malaysia b. Mengkaji faktor resiko dari katarak yang berkaitan dengan umur pada pasien katarak di Rumah Sakit University kebangsaan Malaysia 4. MANFAAT Untuk melihat bentuk yang paling umum katarak terkait usia dan memperkirakan Malaysia 5. METODE PENELITIAN Peneliti menggunakan sampel yaitu pasien katarak di Rumah Sakit University kebangsaan Malaysia sebanyak 17 laki-laki dan 18 perempuan dengan usia 39-93 tahun. Pasien yang berada di unit katarak dari klinik optalmologi dan dijadwalkan untuk operasi katarak antara September dan oktober tindakan 2002 di bangsal diperoleh mereka. ophtalmology dari setiap Rumah pasien Sakit sebelum University informasi untuk kebangsaan Malaysia diikutsertakan dalam penelitian ini. Persetujuan pertama dari dikumpulkan Pasien katarak diwawancarai faktor risiko katarak
nuclear, cortical, dan posterior subcapsular pada sampel pasien di di Rumah Sakit University kebangsaan

mengumpulkan informasi tentang demografi. Kuesioner yang terstandart

diadaptasi dari proyek tunanetra Melbourne digunakan untuk memperoleh informasi pendidikan, pekerjaan, kejadian, durasi, dan pengobatan kondisi medis seperti trauma okular, arthitis, diabetes, asam urat, hipertensi, penyakit jantung, asma, penyakit paru-paru, ginjal penyakit, gangguan mental, glaukoma dan usia degenerasi makula terkait, konsumsi makanan suplemen antioksidan dan vitamin. Hasil analisis menggunakan desain case-control. Variabel controlnya yaitu jenis dari katarak. Serta digunakan uji- t untuk menghitung signifikan dari keberlanjutan variabel dan chi-square test untuk mengelompokan variabel (Fishers exact dimana jumlah sel yang diharapkan kurang dari lima) dengan 2 sisi dan = 0,05 sebagai nilai signifikansi.

6. HASIL PEMBAHASAN Dari total 35 pasien katarak, dimana 17 laki-laki dan 18 perempuan dengan usia 39-93 tahun. Distribusi demografi pasien tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Kebanyakan pasien terkena katarak pada kelompok usia 70-79tahun.

Selain itu pada tabel lain digambarkan bahwa tidak ditemukan faktor resiko yang potensial untuk katarak nuklear, akan tetapi merokok merupakan faktor resiko katarak kortikal dan hipertensi merupakan faktor resiko yang potensial menyebabkan katarak posterior subkapsular. Berikut adalah tabel umur. jenis dari katarak berdasarkan kelompok

Jenis katarak menurut kelompok umur

7. KESIMPULAN dan SARAN Faktor resiko terjadinya katarak yaitu kebiasaan merokok, hipertensi dan paparan sinar Ultraviolet (UV) sehingga untuk mengurangi prevalensi katarak perlu dilakukan upaya seperti kampanye kesehatan dalam mengurangi prevalensi merokok dan juga meningkatkan pengamanan pada mata dari paparan sinar UV dengan menggunakan kacamata yang terdapat proteksi sinar UV.