Anda di halaman 1dari 3

HUMOR DALAM PEMBELAJARAN Peranan Humor dalam Pembelajaran Humor dalam pembelajaran bisa diartikan komunikasi yang dilakukan

oleh guru dengan menggunakan kata-kata, bahasa, atau gambar yang mampu menggelitik siswa untuk tertawa. Sifat humoris guru dan kemampuan guru menggunakan berbagai sumber untuk menciptakan suasana yang humoris akan membuat siswa lebih kreatif. Jika lingkungan kelas hidup, siswa menjadi kreatif dan penuh tawa. Dengan demikian, peserta didik akan memiliki saluran keluar alamiah sehingga keingintahuan merekapun berkembang. Humor di Lingkungan Kelas Pembelajaran akan terasa membosankan dan menjenuhkan siswa jika guru yang mengajar bermuka masam, ketus, dan gayanya pun monoton. Ketika suasana kebosanan sudah mulai tampak dikelas, hendaknya guru segera berupaya untuk mengembalikan ke suasana menyenangkan. Selinhan cerita lucu dan humor dapat digunakan untuk mengembalikan suasana yang menyenangkan. Humor seorang guru dapat mendorong para siswa untuk selalu ceria dan gembira sehingga tidak merasa bosan dan lelah. Humor dalam Hubungan Sosial Dalam proses pembelajaran, ketika guru mengajar diruang kelas sebenarnya guru sedang berkomunikasi secara sosial dengan siswanya. Komunokasi soaial yang sedang dilakukan akan menjadi kering tanpa selingan humor. Oleh karena itu, selingan humor dapat dijadikan sarana untuk memikat siswa dan salah satu strategi dalam pembelajaran. Manfaat Humor di Sekolah Cerita yang lucu, permainan kata-kata, atau tipuan yang cerdik akan dengan cepat mendapat perhatian siswa. Sebab, mendapatkan minat dan perhatian para peserta didik saat guru melakukan pembelajaran adalah suatu keharusan. Berikut ini beberapa manfaat dengan menggunakan humor dan tawa di sekolah. Tertawa dan tersenyum menyebabkan terlepasnya zat-zat endorfin kedalam darah. Saat seorang guru tertawa bersama siswanya, mereka mengikat dan membentuk suatu rasa diikutsertakan dan menciptakan kebersamaan. Emosi dapat meningkatkan daya ingat maka tertawa akan menaikan kesempatan para siswa untuk mengingat apa yang sudah mereka pelajari. Tertawa yang sehat akan dapat mengendorkan ketegangan dan tekanan. B. 1) Jenis-jenis Humor dalam Pembelajaran A.

Gambar atau Film Kartun Film kartun dapat juga disebut film animasi. Film kartun atau film animasi tidak hanya digunakan untuk hiburan atau sarana berhumor saja. Tetapi juga sebagai media pembelajaran, informasi, dan sarana pengetahuan lainnya.

Cerita Singkat Lucu atau Anekdot Humor Anekdot humor berupa cerita singkat atau anekdot yang mengandung unsur humor. Biasanya muncul humor dalam cerita ini karena tidak masuk akal, aneh, janggal, atau sifat pengecohannya.
1

2)

3)

Karikatur Karikatur adalah humor yang dibuat dalam bentuk gambar yang lucu. Sisipan humor dengan cara ini mampu mengurangi rasa bosan dan stres bagi siswa. 4)

Pertanyaan atau Soal Humor dalam Tes Dalam lembar soal yang berisi pertanyaan humor, guru hendaknya menyebutkan bahwa soal tersebut adalah soal humor yang tidak memiliki nilai atau skor. Contoh soal yang bersifat humor : Apa yang lahir di Arab, besar di Arab, tetapi tidak bisa berbahasa Arab ? Jawabannya : Onta. 5) Plesetan Kata Berikut adalah beberapa contoh plesetan kata : Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya, rame-rame pangkal ojek Dimana ada jalan, disitu banyak mobil Ringan sama dipikul, berat minta dibawain

C.

Waktu dan Teknik Berhumor Waktu yang tepat untuk menggunakan humor dalam pembelajaran, sebagaimana dikatakan Darmansyah dalam bukunya Strategi Pembelajaran Menyenangkan dengan Humor adalah pada pertemuan awal, saat jeda strategis, dan pada akhir sesi pembelajaran. 1. Pertemuan Awal Seperti sebuah iklan, kesan pertama begitu menggoda. Biasanya siswa akan mempunyai persepsi tentang gurunya sejak pertemuan awal. Teknik berhumor pada saat pertemuan awal adalah menyisipkan humor pada perkenalan pertama, baik memperkenalkan diri anda maupun menanggapi perkenalan siswa. Misalnya, menyebutkan nama anda dan diplesetkan dengan hal-hal lucu. 2. Jeda Strategis Jeda strategis dilakukan kurang lebih 3-5 menit setelah pembelajaran berlangsung sekitar 30 menit atau satu jam pelajaran. Teknik berhumor yang dapat digunakan pada saat jeda strategis misalnya dengan cerita singkat lucu dengan penceritaan langsung, melalui tulisan dan gambar lucu, melalui gerakan (mimik muka), dan humor dengan bahasa tubuh.

Akhir Sesi Pembelajaran Pada penutup pembelajaran, teknik berhumor yang dapat anda lakukan contohnya dengan tiruan. Misalnya, anda meniru ucapan-ucapan para penyair televisi, para presenter kocak, dan pelawak. Selain itu, anda bisa menggunakan pantun jenaka untuk mengakhiri pertemuan pembelajaran. Guru yang Humoris Guru humoris adalah guru yang pandai dalam menciptakan dan mengkondisikan suasana pembelajaran yang menyenangkan bagi para siswanya. Selingan humor bisa dihubungkan dengan berbagai materi dalam pembelajaran. Apapun materinya dan bagaimanapun suasananya, guru yang humoris harus mampu mengemas sebuah materi menjadi sesuatu yang menggelitik dan menggelikan. Etika Bagi Guru yang Humoris Perlu diperhatikan bahwa dalam berhumor, guru harus memperhatikan etika, jangan sampai humor tersebut keterlaluan atau menyinggung perasaan siswa.
2

3.

D.

Etika-etika guru dalam berhumor, diantaranya : Humor tidak mengandung kedustaan Humor tidak mengandung penghinaan, peremehan, atau perendahan kehormatan orang lain Humor tidak menimbulkan trauma atau ketakutan orang lain Hendaklah humor dalam batas-batas kewajaran E. Guru yang Ideal dan Inovatif Ada beberapa sifat dan sikap guru ideal di mata siswa. Terkait hal tersebut, Nasution dalam bukunya Teknologi Pendidikan menyebutkan beberapa kriteria guru ideal : Suka membantu memahamkan materi, menerangkan pelajaran dan tugas dengan jelas serta mendalam dan menggunakan contoh-contoh sewaktu mengajar Riang, gembira, mempunyai perasaan humor dan suka menerima lelucon atas dirinya Mempunyai kepribadian yang menyenangkan Menunjukan perhatian kepada murid dan memahami mereka Tidak pilih kasih atau mempunyai anak kesayangan Tidak suka mengomel, mencela, mengejek atau menyindir

Anda mungkin juga menyukai