Anda di halaman 1dari 28

HANDOUT

TUGAS RENCANA GARIS

an_edogawa@yahoo.com
pakabar_an@na.its.ac.id

Page 1
TUGAS RENCANA GARIS

• TUJUAN :
• Mahasiswa tahu dasar-dasar gambar Rencana Garis
dan kegunaannya.
• Mahasiswa mengerti cara merancang / menggambar
Rencana Garis.

• KOMPETENSI :
• Mahasiswa dapat merancang / menggambar Rencana
Garis untuk suatu ukuran kapal tertentu.

• METODE :
• Kuliah, diskusi dan latihan merancang / menggambar

Rencana Garis yang akan dirancang / digambar

BL 3 BL 2 BL 1

BL 1 BL 2 BL 3

BL 3 BL 2 BL 1 CL BL 1 BL 2 BL 3

TABLE ORDINAT OF HALFBREADTH PLAN TABLE ORDINAT OF HEIGHT ABOVE BASELINE


PRINCIPLE DIMENSION

Lpp : 107.02 m

AP 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 FP AP 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 FP B : 19.4 m

BASE LINE BL 1 H : 10.4 m

1m WL BL 2 T : 8.00 m

2m WL BL 3 Cb : 0.7 m

4m WL DECK SIDELINE TYPE : BULK CARRIER

6m WL POOP DECK

8m WL FORECASTLE DECK

DECK SIDELINE BULWARK

POOP DECK

FORECASTLE DECK

BULWARK

I NSTI TUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER


FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN
J URUSAN TEKNI K SI STEM PERKAPALAN

MV AURORA

RENCANA GARIS
Skala : 1 : 125 Tandatangan Tanggal Keterangan

Mahasiswa : Syafril Riza

Pembimbing : I r. Asianto

Koordinator : I r. Soemartojo Widjojo Atmodjo NRP : 4206 100 050

2
RANCANG KAPAL (SHIP DESIGN)

• Rencana Garis (Lines plan) merupakan salah


satu bagian awal dari perancangan kapal secara
keseluruhan
• Rancang kapal dilakukan dengan tahapan
• 1. Rancang Konsep (Concept Design)
• 2. Rancang Awal (Priliminary Design)
• 3. Rancang Kontrak (Contract Design)
• 4. Rancang Rinci (Detail Design)
• Keempat tahapan rancang dilakukan secara
berurutan dan dikenal sebagai Spiral Rancang
Kapal (Spiral Basic Ship Design)

RANCANG AWAL (PRELIMINARY DESIGN)

o TAHAPAN LANJUT SETELAH RANCANGAN KONSEP DI


SEPAKATI

o Dilakukan analisa yang lebih rinci sehingga dibutuhkan


pemikiran lebih banyak tenaga ahli pada bidang masing-
masing.

o Perubahan pada tiap bidang harus dikoordinasikan dengan


anggota bidang lain untuk menganalisa dampaknya.

o Pada tahap ini dapat dilakukan beberapa kali putaran


rancangan spiral hingga diperoleh rancangan yang sesuai
persyaratan teknis pada masing-masing bidang.

o KATA KUNCI : OPTIMASI

3
RANCANG KONTRAK (CONTRACT DESIGN)

 TERDIRI DARI SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR, DAFTAR


PERMESINAN dan PERALATAN

 MENGIKUTI SYARAT DARI PERATURAN YANG DITENTUKAN,


MISAL BIRO KLASIFIKASI, IMO

 RANCANGAN KONTRAK HARUS JELAS, TIDAK BOLEH ADA


DATA TEKNIS YANG RANCU / MEMPUNYAI ARTI GANDA

 AGAR PEMBUAT KAPAL BENAR-BENAR MEMAHAMI KEINGINAN


PEMESAN

 PEMBUAT KAPAL DAPAT MENYUSUN RENCANA ANGGARAN


PEMBUATAN dan LAMA WAKTU PEMBUATAN (DELIVERY TIME)

RANCANG RINCI (DETAIL DESIGN)

DIBUAT OLEH PIHAK PEMBUAT KAPAL

GAMBAR-GAMBAR KERJA UNTUK PROSES PEMBUATAN

SELALU HARUS MENGIKUTI SYARAT PERATURAN YANG


DITETAPKAN

TIAP PERUBAHAN HARUS DISETUJUI PIHAK PEMESAN


(OWNER SURVEYOR / OS) dan PIHAK BIRO KLASIFIKASI
(CLASIFICATION SURVEYOR / CS)

4
MENCARI DATA KAPAL DI REGISTER
• 3 (tiga) cara :
1. Menggunakan hardcopy berupa Buku
Register Klasifikasi
2. Menggunakan softcopy berupa CD
3. Menggunakan data dari internet
• Buku ataupun CD Register ada di ruang baca Fakultas
• Pilih kapal pembanding sesuai tipe kapal dan batasan
Lpp yang telah diberikan.
• General Cargo : Single deck, cermati perbedaan antara
H dan T.
• Tanker : Double hull, pada beberapa Register
dicantumkan.

5
Contoh pembacaan di buku register BKI 2004

6
METODE MERANCANG RENCANA GARIS

• Merancang Rencana Garis dapat dilakukan dengan :


• Merancang sendiri berdasar pengalaman atau gambar
rencana garis kapal yang telah ada
• Dengan metode “Scheltema de Heere” dari buku
“Buoyancy and Stability of Ship”, Ir. Scheltema de Heere
and Drs. A.R. Baker, 1969,1970.
• Dengan metode NSP berdasar hasil percobaan tangki
tarik pada laboratorium di Wageningen, Belanda
NSP: Nederlandsche Scheepsbouw Proefstatioen
• Dengan metode program Software dengan komputer
• Dan dengan metode lainnya.
• Tugas Rencana Garis LS 1317 menggunakan metode
NSP.

7
MERANCANG RENCANA GARIS dengan
“ METODE NSP “

Pada diagram NSP dapat dibaca luas tiap-tiap station


dalam prosen terhadap luas midship (Am). Prosen luas
station ini adalah fungsi dari speed konstan (Vs/√L) dan
prismatik koefisien φ dimana φ = φ displ.
Selain itu dapat dibaca juga letak titik tekan memanjang
(LCB) dalam prosen terhadap L displ.

Juga dapat dibaca harga-harga koefisien δ dan β yang


dianjurkan oleh NSP untuk suatu harga φ (Cp) yang
tertentu.

Kalau ukuran-ukuran utama , koefisien serta kecepatan


(dalam knot) sudah ditentukan, maka dengan diagram
NSP dapat dibuat Curve of Sectional Areas (CSA).

DIAGRAM NSP

8
PENGGUNAAN DIAGRAM NSP

1. Dari speed constant ( Vs/√L ), Vs = V servis [ knot ] dan L = L displ


[ feet ], dapat ditentukan prosentase luas dari tiap station terhadap
luas midship (Am) dan letak titik tekan keatas (LCB) sebagai
prosentase dari panjang Ldisp
Untuk single screw Ldisp = ½ (Lwl + Lpp) [feet]
Untuk twin screw Ldisp = Lwl [feet]
Bila hanya Lpp yang diketahui maka Lwl = Lpp + …..% Lpp , atau
panjang Lwl ditentukan.
Luas midship Am = B x T x β [m2]
β diperoleh dari diagram NSP (diperiksa: φ = δ / β )

2. Letak titik tekan keatas (LCB) diperoleh dengan pertolongan garis


lengkung b, sebagai prosentase dari panjang Ldisp dan diukur dari
tengah panjang Ldisp ( disp ). Titik tekan keatas pada lengkung b
memberikan bentuk kapal dengan hambatan yang kecil dan
propulsive coefficient yang baik. Jika diperlukan pergeseran LCB
memanjang maka lengkung a dan c merupakan batas yang
diperbolehkan.

3. Menggambar Curve of Sectional Areas (CSA)


Panjang displasement ( Ldisp ) dengan skala tertentu (1 cm = ….m), dibagi
menjadi 20 bagian yang sama, dan pada titik-titik bagi ini dibuat garis tegak ,
lalu diukurkan luas station dalam skala luas yang tertentu (1cm = ….. m2 ).
Skala luas dipilih agar ketinggian pada station 10 ( disp) kurang lebih
½ panjang Ldisp .

Dengan demikian CSA dapat digambar.


1
cm ≈ … m2
Skala luas

Ldisp = ½ (Lpp + Lwl) Skala panjang 1 cm ≈ ….. m 2


0

9
4. Volume dan LCB menurut CSA yang telah digambar harus diperiksa
(dihitung dengan cara Simpson) terhadap volume displasemen dari
rumus dan LCB dari NSP (lengkung b).
Perbedaan volume tidak boleh lebih dari ± 0,5 % volume dari rumus
dan perbedaan LCB tidak boleh lebih dari ± 0,1 % Ldisp.
Volume displasemen kapal : Vdisp = Ldisp. B. T. δdisp [m3]
Vwl = Lwl . B. T. δwl [m3] sedangkan δwl = δdisp. Ldisp/Lwl
Jika syarat tersebut diatas belum terpenuhi maka gambar CSA harus
dikoreksi sampai syarat volume dan LCB terpenuhi.
CSA dengan panjang Ldisp. Selesai.

HARGA KOEFISIEN BEBERAPA TIPE KAPAL NORMAL


( sebagai pembanding )

No TIPE KAPAL Cb Cp Cm
1 Crude oil carrier 0,82-
0,82-0,86 0,82-
0,82-0,90 0,98-
0,98-0,99
2 Product tanker 0,78-
0,78-0,83 0,80-
0,80-0,85 0,96-
0,96-0,98
3 Dry bulk carrier 0,75-
0,75-0,84 0,76-
0,76-0,85 0,97-
0,97-0,98
4 General cargo 0,60-
0,60-0,75 0,61-
0,61-0,76 0,97-
0,97-0,98
5 Passenger ship 0,58-
0,58-0,62 0,60-
0,60-0,67 0,90-
0,90-0,95
6 Container ship 0,60-
0,60-0,64 0,60-
0,60-0,68 0,97-
0,97-0,98
7 Ferries 0,55-
0,55-0,60 0,62-
0,62-0,68 0,90-
0,90-0,95
8 Frigate 0,45-
0,45-0,48 0.60-
0.60-0,64 0,75-
0,75-0,78
9 Tug 0,54-
0,54-0,58 0,62-
0,62-0,64 0,90-
0,90-0,92
10 Yacht 0,15-
0,15-0,20 0,50-
0,50-0,54 0,30-
0,30-0,35
11 Icebreaker 0,60-
0,60-0,70

10
Penyesuaian CSA dari panjang Ldisp menjadi Lpp dan Lwl

-Dari tengah-tengah L displasement ( disp) diukurkan kekiri dan kekanan


garis yang panjangnya = 0,5 Lwl dengan . wl = disp
-Ujung-ujung Curve of Sectional Areas yang sudah dibuat diatas di ”fair” kan
hingga melalui titik ujung-ujung dari Lwl dengan mengurangi sedikit bagian lain
agar volume tetap seperti semula.
-Sekarang letak FP kapal tertentu yaitu diujung depan Lwl.
-Ukurkan panjang Lpp dari FP hingga letak AP tertentu pula,
-Lpp dibagi menjadi 20 bagian yang sama, dan dilakukan pembacaan luas
station lagi pada titik pembagian yang baru, dimana station nomor 10 adalah
midship kapal ( Pp ) .
-Selanjutnya dengan perhitungan ( Simpson dll) dapat dihitung letak titik
tekan dengan memperhatikan cant-part dan demikian juga besarnya
displasemen volume kapal . Displasement perhitungan ini dicek dengan
displasemen yang didapat dengan rumus: V = Lwl x B x T x δwl [m3].
Perbedaan yang diijinkan sebesar ± 0,5% dari V rumus.

Maka Curve of Sectional Areas (CSA) selesai.

Penggambaran CSA dari L disp ke L wl dan L pp

Main part Main part

Cant part

L disp disp
½ L wl wl ½ L wl
FP
L pp pp
AP FP

11
CARA TRANSFORMASI CSA

Pada pembuatan Curve of Sectional Areas dengan


menggunakan metode NSP ini kadang-kadang letak
titik tekan kapal tak dapat diambil seperti yang
ditentukan oleh diagram (lengkung b) .

Dalam hal ini dilakukan transformasi dengan cara sebagai


berikut :
a. Pada Curve of Sectional Areas, gambarkan letak titik
tekan keatas memanjang P sesuai hasil NSP
(lengkung b, berjarak dari Φdisp) dan letak titik tekan
keatas memanjang Q seperti yang dikehendaki
(dengan tinggi sama dengan P).

b. Tinggi titik tekan tersebut diatas secara vertikal dapat


ditentukan menggunakan rumus Johow atau
Prohaska seperti berikut ini.

c. RUMUS JOHOW atau PROHASKA

β 1
Johow : a = --------- .X = ( -------- ).X
δ+β φ+1
4φ - 1
Prohaska : b = ---------- .X , untuk CSA bentuk concav
6φ (cekung)
3φ - 1
b = --------- .X , untuk CSA bentuk convex
4φ (cembung)

X = 1 = tinggi CSA dalam skala panjang.


a = jarak vertikal titik berat ke bagian atas CSA
b = jarak vertikal titik berat ke garis dasar CSA.

12
d. Tarik garis tegak melalui P, memotong garis dasar di titik
R. Hubungkan titik R dengan titik Q (garis RQ).

e. Tarik garis-garis sejajar RQ melalui titik dasar tiap station,


kemudian melalui titik perpotongan tiap garis station
dengan CSA ditarik garis datar hingga memotong garis
sejajar garis RQ pada titik potongnya.

f. Titik-titik potong tersebut selanjutnya dihubungkan dan


menjadi CSA yang baru dengan letak titik tekan keatas Q.

g. Selanjutnya CSA yang baru diperiksa volume dan letak


titik tekannya. Bila telah memenuhi syarat ( < 0,5% untuk
volume dan < 0,1% untuk letak titik tekan keatas).

CSA yang baru dapat dipakai untuk selanjutnya.

TRANSFORMASI TITIK TEKAN P ke Q

CSA lama CSA baru

a =Johow

Jarak titik
tekan NSP
P
Q = titik tekan baru

b=Prohaska

0 R 20

Φpp

Φdisp

13
5. Cara menggambar bidang garis air (pada Lwl)
Luas bidang garis air:
Aw = Lwl x B x α [m3], dimana α = 0,248 + 0,778 δ
Tentukan besar sudut masuk (angle of entrance) dengan
memakai gambar berikut. Sudut masuk merupakan fungsi
φf. φf dapat dihitung dengan membagi volume displ. bagian
depan (Simpson dll) dengan luas midship Am x ½ Ldispl.
atau rumus : φf = φLPP + (1,40 - φLPP)x e
e = perbandingan jarak titik tekan memanjang dibelakang
atau didepan ½Ldispl. terhadap Ldispl..(dari diagram NSP)

Pada daerah dengan panjang ordinat sama dengan di


midship harus lebih panjang daripada parallel-middle body
Luas bidang garis air dihitung dengan planimeter atau
Simpson, diperiksa dengan rumus Awl = Lwl. B. α.
Kesalahan yang diijinkan kurang dari 0,5%

Penggambaran B/2 dan A/2T

B/2
A/2T

- Gambarkan A/2T dimana A = luas masing-masing station, skala sama dengan Lpp
- Gambar B/2 dengan memperhatikan bentuk CSA dan A/2T, skala sama dengan Lpp
- Pada daerah parallel midlle-body(CSA datar),B/2 ditambah panjang

14
Penentuan sudut masuk berdasar
koefisien prismatik depan φf

Sudut masuk

φf
Bentuk V, untuk Cb kecil
Bentuk U, untuk Cb besar

Garis B/2

Sudut masuk
Ditambah panjangnya untuk
membulatkan garis air di FP
FP
(bentuk linggi haluan)

6. Merencanakan bentuk linggi haluan (stem) dan linggi


buritan (stern) kapal.

Bentuk dari stem harus disesuaikan bentuk dari bow line.


Dewasa ini linggi haluan dibuat dari pelat dan bentuknya
makin keatas makin membesar jari-jarinya. Sudut
kemiringan ± 150. Linggi haluan dengan bulbous-bow
digambar dengan teknik tertentu.

Bentuk linggi buritan tergantung dari diameter propeler


yang dapat diambil = 0,6T – 0,7 T, sedang diameter boss
=1/6 diameter propeler. Untuk besarnya clearance didapat
pada Lloyd Register , Norske Veritas , dll.
Bentuk linggi buritan tergantung konstruksinya, untuk single
atau twin-screw, dengan atau tanpa sepatu linggi, bentuk
sendok (cruiser) atau terpotong (transom) dsb.

15
Linggi haluan (stem)

Geladak agil
k)
(forecastle dec
Kubu-kubu (bulwark)
ck)
Geladak utama (main de
Garis air

Sekat tubrukan
(collision bulkhead) Ceruk depan ± 150

Lunas (keel) Garis dasar

FP

16
6. Merencanakan bentuk linggi buritan (stern)

a. Bentuk linggi buritan memakai sepatu linggi (sole-piece)


Lwl
Lpp Diameter propeller:
Garis air
D = ( 0,6~0,7 ) T
t
Sumbu poros kemudi
a = ± 0,35 T
b = ± 0,35 T
c = ± 0,10 T
> ( 0,6~0,7 ) T

T 12°
d = ± 0,04 T
e
e = ± 0,12 T
12° a T = sarat air [m]
d
c
t = kedalaman badan kapal
b tercelup air di station AP
AP

b. Bentuk linggi buritan tanpa sepatu linggi


LWL
LPP
Garis air
Diameter propeller:
D = ( 0,6~0,7 ) T
Sumbu poros kemudi

a = ± 0,33 T
e = ± 0,12 T
>( 0,6~0,7 ) T

T b = ± 0,35 T
e

AP

17
7. Selanjutnya dibuat bentuk setiap station (0=AP s/d 20=FP)
Karena bagian kiri dan kanan kapal adalah simetri maka
gambar station 0 s/d 10 (bagian belakang dari midship)
diletakkan sebelah kiri dan gambar station 10 s/d 20 (bagian
depan dari midship) diletakkan sebelah kanan. Misalkan untuk
station no.2 digambarkan dengan cara sebagai berikut:
y=Bstation 2 /2 Gambar 4 persegipanjang dengan
sisi B/2 dan T.
b=A/2T
E D C
Ukurkan b = A/2T, A adalah luas
A1 station 2 dari CSA,luas ABCD=A/2
Ukurkan y = Bstation2 /2, didapat dari
O gambar B/2.
T
Buat lengkung EOB dimana luas
A1 = luas A2. Luas dihitung dengan
A2 planimeter atau Simpson.
A B Demikian dibuatkan untuk tiap
B/2 station (0 s/d 10 dan 10 s/d 20)
CL

PENGGAMBARAN BODY - PLAN


Bagian belakang dari pp L
C Bagian depan dari pp

Bagian
kapal di
B15/2 atas garis
B4/2
air T
A4/2T A15/2
T

A Bagian
B kapal di
C T
T D
E A’ B’ C’ D’ E’ F’ bawah
F
garis air T

Titik A, B, C, D, E dan F adalah perpotongan bodyplan station


dengan garis A/2T, bila dihubungkan harus selaras (fair)
18
PERHITUNGAN JARI-JARI BILGA DI MIDSHIP
(bila telah ditentukan harga β)
Bila harga β telah diambil dari diagram NSP, maka harus dihitung besar
jari-jari bilga R. Misalnya untuk kapal dengan dasar rata:

A1 = ¼. π. R2
A2 = ½. { (BxT) – Am } dan A2 = R2 – A1
maka : ½. { (BxT) – Am } = R2 - ¼. π. R2
= R2 ( 1 – ¼ π )
R

R A1
Jadi R = √ ½. { (BxT) – Am } / ( 1 – ¼ π )
A2

PENGGAMBARAN BODYPLAN PADA STATION 0 = AP

BO / 2
Umumnya bentuk bodyplan pada
C A0/2T station 0 = AP adalah cembung.
B
Harga t diperoleh saat merancang
A2
t buritan kapal, Bo/2 diperoleh saat
merancang setengah bidang garis air.
T A Luas Δ ABC = ½ .AB x BC
= ½ .(Bo/2) x t.
A1
Supaya gambar bodyplan station AP
berbentuk cembung, maka :
½ luas station 0 yaitu A0 / 2 harus lebih
B/2 besar daripada luas Δ ABC, maka :
CL A0 /2 > ½ .(Bo/2) x t.

Bila A0/2 < ½ (B0/2) x t , bentuk bodyplan station 0 adalah cekung

19
PENGGAMBARAN HALFBREADTH-PLAN
(WATER–LINES)

• Setelah body plan selesai digambar dan di-check dengan


sent-line, selanjutnya dibuat gambar halfbreadth-plan,
yang merupakan garis-garis potongan badan kapal
dengan bidang horisontal yang telah ditentukan pada
setiap ketinggian garis air (water-lines).
• Pada setiap garis air diukur panjang setengah lebar dari
garis tengah (centre-line) sampai dengan tiap-tiap station
(AP s/d FP). Panjang setengah lebar ini diukurkan pada
tiap garis tegak station yang selanjutnya dihubungkan dan
membentuk garis lengkung garis air (water-lines) pada
garis air yang bersangkutan.
• Demikian dilanjutkan untuk setiap garis air sehingga
secara keseluruhan membentuk gambar halfbreadth-plan.
WL 6 8m WL

1 0
2 WL 5 6m WL

Se
nt
Se

nt WL 4 4m WL
WL 3 3m WL

WL 2 2m WL
WL 1 1m WL
BL 3 BL 2 BL 1 CL BL 1 BL 2 BL 3
WL 0 0m WL

Untuk memeriksa keselarasan body plan dari semua station maka dibuat garis sent
dengan menarik garis diagonal dari titik atas centreline hingga pojok bilga.
BL 3 BL 2 BL 1

Tentukan jarak tiap garis air (dengan dosen pembimbing).


BL 1 BL 2 BL 3

Sarat air dapat dibagi rata misal WL 0; WL 1; WL2: WL 3; WL 4; WL 5; WL 6 atau


dengan ukuran dalam meter misal 0m WL; 1m WL; 2m WL; 3m WL; 4m WL; 6m WL; BL 3 BL 2 BL 1 CL BL 1 BL 2 BL 3

8m WL

0 1 2

se t
nt sen

PRI NCI PLE DI MENSI ON


TABLE ORDINAT OF HALFBREADTH PLAN TABLE ORDINAT OF HEIGHT ABOVE BASELINE Lpp : 107.02 m

AP 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 FP AP 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 FP B : 19.4 m

BASE LINE BL 1 H : 10.4 m

1m WL BL 2 T : 8.00 m

2m WL BL 3 Cb : 0.7 m

20
4m WL DECK SI DELINE TYPE : BULK CARRI ER

6m WL POOP DECK

8m WL FORECASTLE DECK

DECK SIDELI NE BULWARK

POOP DECK

FORECASTLE DECK

BULWARK

I NSTI TUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER


8m WL
Menggambar half-breadth plan bagian buritan,
station 0 s/d 10, misalkan untuk 1m WL
6m WL
Jarak antara garis air telah ditetapkan
BL 1 BL 2 BL 3

4m WL Untuk satu garis air, setengah lebar station dari


3m WL centreline diukurkan pada masing-masing station.
2m WL BL 3 BL 2 BL 1 CL BL 1 BL 2 BL 3

4 3
1m WL 2
1
0m WL
BL 3 BL 2 BL 1 CL BL 1 BL 2 BL 3

4
2 3
1
0 1
2

sen
t

8m WL

Bagian haluan, station 10 s/d 20


BL 3 BL 2 6m WL BL 1

Cara yang sama dilakukan untuk 4m WL


menggambar
TABLEhalf-breadth
ORDINAT plan
OF HALFBREADTH PLAN TABLE ORDINAT
3m WL
AP
bagian haluan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 FP AP 1 2 3 4 5 6

BL 3
BASE LINE
BL 2 BL 1 CL BL 1 BL 2 BL 3
2m WL
BL 1

1m WL BL 2

2m WL
1m WL
BL 3

4m WL
0m WL
DECK SIDELINE

6m WL POOP DECK
BL 3 BL 2 BL 1 CL BL 1 BL 2 BL 3
8m WL FORECASTLE DECK

DECK SIDELINE BULWARK

POOP DECK

FORECASTLE DECK

BULWARK

nt
Se

21
MENGGAMBAR SHEER PLAN (BUTTOCK - LINES)
• Setelah half-breadth plan selesai digambar dan di-check dengan
body plan, selanjutnya dibuat gambar sheer plan, yang merupakan
garis-garis potongan badan kapal dengan bidang vertikal
memanjang yang telah ditentukan jaraknya dari tengah kapal /
centre-line ( tergantung pada ½ lebar kapal, dibagi 3, 4 atau lebih)
yang disebut buttock-lines (BL)

BL 3 BL 2 BL 1

BL 1 BL 2 BL 3

BL 3 BL 2 BL 1 CL BL 1 BL 2 BL 3

MENGGAMBAR SHEER-PLAN BAGIAN HALUAN


Misalkan untuk menggambar BL 2 PRINCIPLE DIMENSI ON
TABLE ORDINAT OF HALFBREADTH PLAN TABLE ORDINAT OF HEIGHT ABOVE BASELINE Lpp : 107.02 m

AP 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 FP AP 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 FP B : 19.4 m

BASE LINE

1m WL
Bulwark BL 1

BL 2
H

T
:

:
10.4

8.00
m

2m WL BL 3 Cb : 0.7 m

4m WL

6m WL
F’cle deck sideline DECK SIDELI NE

POOP DECK
TYPE : BULK CARRIER

8m WL FORECASTLE DECK

DECK SIDELINE

Deck sideline
BULWARK

POOP DECK

FORECASTLE DECK

BULWARK
19
BL 3 BL 2 BL 1

Perpotongan
I NSTI TUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

18
FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN
BL 3 BL 2 BL 1 J URUSAN TEKNI K SI STEM PERKAPALAN

BL 2 dengan 17 16
MV AURORA

RENCANA GARI S

station
Skala : 1 : 125 Tandatangan Tanggal Keterangan

Mahasiswa : Syafril Riza

Pembimbing : I r. Asianto

Koordinator : I r. Soemartojo Widjojo Atmodjo NRP : 4206 100 050

BL 3 BL 2 BL 1 CL BL 1 BL 2 BL 3

BL 1 BL 2 BL 3

BL 3

BL 2
Perpotongan
BL 2 dengan BL 1

WL

22

PRI NCIPLE DIMENSI ON


MENGGAMBAR LENGKUNG MEMANJANG GELADAK UTAMA
(MAIN DECK)
c
z b
y x a

AP Lpp/6 Lpp/6 Lpp/6 Lpp/6 Lpp/6 Lpp/6


FP

Lpp

Panjang Lpp dibagi 6 sama besar = 1/6 Lpp

Rumus sheer standar : x = 2,8 ( Lpp/3 + 10 ) a = 5,6 ( Lpp/3 + 10 )


y = 11,1 ( Lpp/3 + 10 ) b = 22,2 ( Lpp/3 + 10 )
z = 25,0 ( Lpp/3 + 10 ) c = 50,0 ( Lpp/3 + 10 )

Saat ini banyak perancang memakai geladak utama tanpa sheer yaitu mendatar,
dalam hal ini perlu diperhitungkan akibatnya terhadap syarat perhitungan lambung
timbul (freeboard) yaitu koreksi sheer dan tinggi haluan (bow-height)

LENGKUNG MELINTANG GELADAK UTAMA

penyangga
Camber = 1/50 B
1m

( stay ) Kubu-kubu (bulwark)

Deck centreline
100-200 mm

Deck sideline
f

H T rise of floor
(kalau ada)

CL

Untuk Cb besar, dasar kapal datar (flat bottom)


Untuk Cb kecil, dasar kapal dinaikkan miring (rise of floor)
Kubu-kubu (bulwark) untuk melindungi ABK jatuh kelaut dan menahan
hempasan ombak ke atas kapal. Tinggi 1 meter.
Kapal tangki umumnya tidak memakai kubu-kubu melainkan memakai pagar
(railling), tetapi di geladak akil (forecastle deck) tetap dipakai kubu-kubu.

23
MENGGAMBAR GELADAK AKIL (FORECASTLE DECK) dan
KUBU- KUBU (BULWARK)
Tinggi geladak akil dari geladak utama, a = +/- 2,4 ~ 2,5 meter, sejajar
Tinggi kubu-kubu dari geladak utama dan akil, b = 1 meter, sejajar
Ujung kubu-kubu dibuat lengkungan agar tidak terjadi keretakan
Lebar geladak akil di 0,05L adalah (0,5 ~ 0,6) B.
Kubu-kubu
(bulwark)
b Geladak akil
Kubu-kubu (forecastle
(bulwark) a deck)
ck) b
Geladak utama (main de Ceruk
haluan Garis air

Sekat tubrukan
(collision bulkhead) Jarak gading
di ceruk ≤
600 mm
Jarak gading di ruang muat ≤ 1000 mm
Garis dasar
Lunas (keel) FP
(0,05 – 0,08) Lc
Lc = Lpp
MENGGAMBAR GELADAK KIMBUL (POOP DECK)

Tinggi geladak kimbul dari geladak utama +/- 2,4 ~ 2,5 meter ( = a ), sejajar
Tambahan tinggi pelat sisi di atas geladak kimbul 100 ~ 200 mm(=b),sejajar
Lebar ujung depan geladak kimbul, bila tidak paralel, (0,80 ~ 0,95) B

b Tambahan tinggi pelat sisi, 100 ~ 200 mm


Geladak kimbul
Kubu-kubu
a
Geladak utama
Ceruk buritan
Jarak gading Sekat kamar mesin
Sekat tabung poros
≤ 600 mm (17~20%) Lpp dari
(sterntube bulkhead)
gading 0 (AP)

Jarak gading di kamar Jarak gading di ruang


mesin ≤ 1000 mm muat ≤ 1000 mm
AP
Lihat gambar min. 3 jarak Panjang kamar mesin
bentuk stern gading kelipatan jarak gading
b= ± 0,35 T

24
MENENTUKAN LETAK SEKAT (BULKHEAD)

1. Prinsip : letak sekat di nomor gading, bukan station !


2. Dari bentuk stren kapal, tentukan letak ujung belakang tabung
poros (sterntube). AP dapat diambil sebagai nomor gading 0.
3. Dari ujung belakang tabung poros ke sekat tabung poros berjarak
minimum 3 (tiga) jarak gading ( jarak gading ≤ 600 mm ).
4. Letak sekat kamar mesin tergantung pada panjang kamar mesin,
tergantung ukuran motor induk dan permesinan bantunya, dapat
dilihat pada gambar kapal yang ada ( jarak gading ≤ 1000 mm ).
5. Letak sekat kamar mesin menentukan panjang ruang akomodasi
bila ruang akomodasi terletak pada geladak kimbul (poop deck).
6. Letak sekat tubrukan ( collision bulkhead ) pada jarak
(0,05 ~ 0,08) Lc dari FP, Lc = 96% Lwl atau Lpp pada 0,85 H,
diambil yang lebih besar, sebagai pendekatan Lc = Lpp
7. Tentukan panjang ruang muat sebagai kelipatan jarak gading
( jarak gading ≤ 1000 mm ).
8. Jarak gading ruang muat tergantung pada panjang kapal.
Untuk ancar-ancar : BKI – 1989 a0 = L / 500 + 0,480 [m],

Contoh menentukan letak sekat kamar mesin


Misalkan L = 100 m, B = 19 m, T = 8,5 m, Jarak gading di ceruk = 600 mm = 0,6 m,
jarak gading di kamar mesin dan ruang muat ao = L/500 + 0,48 = 0,68 m diambil 0,7 m

Jarak gading
= 600 mm Sekat tabung poros Sekat kamar mesin
(sterntube bulkhead)

Jarak gading di kamar


AP
mesin = 0,7 m

Nomor gading 0 5 9 28

b = 0,35 T =2,975 m Letak sekat KM : (17 ~ 20)% Lpp dari AP, antara
jadi 5 jg = 3 m 4 jg = 2,4 m 17 ~ 20 m , panjang KM dikurangi 5,4 m = antara
(11,6~14,6) m, dibagi 0,7m = (16,5~20,8) jg, misal
Lihat gambar min. 3 jarak diambil 19 jg (13,3 m), maka sekat KM terletak di
bentuk stern gading gading 28, berjarak 13,3 + 5,4 = 18,7 m dari AP

25
Contoh menentukan letak sekat tubrukan

Sekat kamar
mesin Sekat tubrukan
(collision bulkhead) Jarak gading
di ceruk =
600 mm
Jarak gading di ruang muat =0,7 m

28 134 FP

Letak sekat tubrukan :


Sekat kamar mesin berjarak 18,7 m dari AP, jadi (0,05 – 0,08) Lpp =
berjarak 81,3 m dari FP, berarti sekat tubrukan antara 5 ~ 8 m dari FP
berjarak antara 81,3 dikurangi 5 ~ 8 m = 76,3 ~ 73,3 m.
Dibagi jarak gading 0,7 m = 109 ~104,7 jg dari gading
28. Misal diambil 106 jg atau 74,2 m, jadi sekat
tubrukan berada di gading 134 atau berjarak 74,2 m
dari sekat kamar mesin.
Atau berjarak (100 – 74,2 – 18,7) = 7,1 m dari FP

MENGGAMBAR BAGIAN DIATAS GARIS AIR

1. Tentukan tinggi bangunan atas (forecastle dan poop) : 2,4 – 2,5 meter
2. Tinggi bulwark 1,0 meter
3. Lanjutkan garis-garis body-plan ke atas dengan selaras (fair)
4. Lanjutkan garis-garis sheer-plan , diukur pada ketinggian tiap station
5. Tidak ada gambar halfbreadth-plan diatas garis air
6. Penggambaran lengkung bulwark, dengan menarik garis station bantu

26
Menggambar lengkung bulwark dengan bantuan
station bantu
1.Buat lengkung bulwark
BODY PLAN

BULWARK
SHEER PLAN
4 station bantu pada gambar sheer-plan
BULWARK
FORECASTLE DECK

2.Tarik garis station


FORECASTLE DECK

POOP DECK

MAIN DECK

DECK CENTER LINE


MAIN DECK

UPPER DECK CENTER LINE

UPPER DECK SIDE LINE


bantu, misal 4 garis, terus
kan ke halfbreadth-plan,
DECK SIDE LINE

memotong tiap waterlines


NT
SE

SE
NT

3.Buat body-plan dari


C
L
station bantu ini dengan
LWL
WL 6,6
WL 5
mengukur halfbreadth
pada setiap waterline
WL 4

HALF BREADTH PLAN WL 3


WL 2
WL 1
BULWARK
FORECASTLE DECK
MAIN DECK
WL 0,5
WL 0

4.Tarik garis horisontal


dari tiap tiap perpotongan
C
L
station bantu dengan
bulwark di sheer-plan ke
body-plan station bantu
5.Hubungkan tiap titik
SENT LINE potongnya pada body-plan
6.Ukur setengah lebar tiap station bantu dan ukurkan pada halfbreadth-plan,
hubungkan titik-titiknya. Lengkung bulwark pada body-plan dan halfbreadth-plan
AP
BODYselesai.
1
PLAN
TABLE ORDINATE OF HEIGHT ABOVE BASELINE
SHEER PLAN
2 3 4
SHEER PLAN
5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 FP LOA
PRINCIPAL DIMENSION
124,84 m
BL 1 7722,89 5942,97 1667,72 17,84 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 437,64 9063,06 13089,27 LPP 116,00 m
BL 2 11019,58 8398,71 5794,55 2457,09 393,15 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7,49 634,71 10773,72 14564,32 0 B 18,00 m
BL 3 0 11679,20 9040,93 6435,62 3241,99 939,42 167,71 34,53 0 0 0 0 0 0 40,19 256,96 1578,04 0 0 0 0 H 10,60 m
BULWARK
MAIN DECK 11816,00 11624,77 11411,18 11203,23 11027,26 10890,52 10787,97 10714,34 10663,60 10627,93 10600,00 10714,81 10831,88 10954,00 11085,29 11324,99 11627,17 11968,02 12335,04 12665,04 13089,27 T 8,20 m
POOP DECK 14317,07 13912,91 13912,91 13704,66 13528,16 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Cb 0,72 BULWARK
FORECASTLE DECK
FORE CASTLE
x TYPE GENERAL CARGO
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 15169,46 15601,64
FORECASTLE DECK
BULWARK 0 0 0 0 0 11890,73 11788,73 11714,40 11663,53 11627,95 11600,00 11715,00 11832,09 11954,25 12102,65 12326,10 12628,74 12966,21 13333,47 0 16808,54

POOP DECK
y
MAIN DECK z SEPULUH NOPEMBER INSTITUTE OF TECHNOLOGY
FACULTY OF MARINE TECHNOLOGY
MAIN DECK
DEPARTMENT OF MARINE ENGINERING
UPPER DECK CENTER LINE
a UPPER DECK CENTER LINE GALI LOBANG M . V a
UPPER DECK SIDE LINE UPPER DECK SIDE LINE LIN ES P LA N b
b Scale
Drawn by
: 1 : 100
: WIJAYA ADITYA. R
Signature Date
2005 May 4th
c
c
Supervised by : Ir. H. SOEMARTOJO W. A
Approved by : A A B.DINARIYANA DP,ST,MES
2005 May 9th
d
4204.109.605

T
N
S

E
E

S
N
T

C
L

a, b, c dan d = station bantu


Jarak station bantu tidak LWL
WL 6,6 LWL
WL 6,6
selalu sama, pada lengkung
WL 5
WL 4 WL 5
WL 3 WL 4

HALF BREADTH PLAN


BULWARK
WL 3
bulwark ekstrem dibuat lebih WL 2
WL 1
WL 0,5
FORECASTLE DECK
WL 2
MAIN DECK
WL 1
FO

rapat. WL 0 WL 0,5
WL 0

x. y dan z = setengah lebar


station bantu pada gambar
halfbreadth plan.
Ketinggian station bantu c z y
x
dan d hampir sama maka
pada body plan hampir C
L
berimpit

27
Cara yang sama untuk lengkung bulwark bagian belakang
BODY PLAN
SHEER PLAN
BULWARK

FORECASTLE DECK

POOP DECK POOP DECK

MAIN DECK

MAIN DECK

UPPER DECK
UPPER DECK CENTER LINE
UPPER DECK
UPPER DECK SIDE LINE

NT

SE
SE

NT
C
L

LWL
WL 6,6
WL 5
WL 4

POOP DECK
WL 3
WL 2
WL 1
HALF BREADTH PLAN
MAIN DECK
WL 0,5
WL 0

C
L

SENT LINE

Melengkapi gambar dengan tabel, ukuran utama dan


kepala gambar (kotak nama)
TABLE ORDINATE
SHEER PLAN
OF HALF BREADTH
BODY PLAN
SHEER PLAN
TABLE ORDINATE OF HEIGHT A
AP 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 BULWARK
15 16 17 18 19 FP AP 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
WL 0 200 1009,29 2042,72 3276,93 4666,51 5839,89 6449,90 6800,00 6800,00 6800,00 6800,00 6800,00 6800,00 6293,03 5436,68
FORECASTLE DECK 4269,73 3014,15 1440,04 BL 1 7722,89 BULWARK
5942,97 1667,72 17,84 0 0 0 0 0 0 0 0
FORECASTLE DECK

WL 0.5 POOP DECK 645,53 1692,24 3108,40 4657,64 6287,68 7371,20 7911,12 8196,42 8196,42 8196,42 8196,42 8196,42 8196,42
POOP DECK 7781,80 7112,17 6146,09 4362,86 2287,17 483,22 BL 2 11019,58 8398,71 5794,55 2457,09 393,15 0 0 0 0 0 0 0

WL 1 736,35 1982,06 3528,13 5246,44 6800,84 7805,90 8327,40 8643,91 8643,91 8643,91 8643,91 8643,91 8643,91 8232,07 7544,18
MAIN DECK 6507,22 4754,90 2509,75 640,33 BL 3 0 11679,20 9040,93 6435,62 3241,99 939,42 167,71 34,53 0 0 0 0
MAIN DECK

WL 2 769,47 2374,28 4212,49 6048,39 7405,54 8299,03 8735,34 8990,89 8990,89


UPPER DECK CENTER LINE
8990,89 8990,89 8990,89 8990,89 8621,02 7951,78 6878,91 5108,42 2811,16 UPPER
862,56
DECK CENTER LINE MAIN DECK 11816,00 11624,77 11411,18 11203,23 11027,26 10890,52 10787,97 10714,34 10663,60 10627,93 10600,00 10714,
UPPER DECK SIDE LINE

WL 3 754,10 2789,49 4831,58 6629,90 7797,36 8428,20 8781,66 9000,00


UPPER DECK SIDE LINE
9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 8720,36 8131,98 7098,30 5298,63 3041,87 1036,11 POOP DECK 14317,07 13912,91 13912,91 13704,66 13528,16 0 0 0 0 0 0 0

WL 4 868,83 3306,42 5413,05 7077,91 8052,34 8585,44 8846,10 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 8743,51 8239,76 7257,49 5455,51 3241,11 1196,25 FORE CASTLE 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

WL 5 1378,30 3880,48 6040,26 7448,38 8234,04 8695,05 8863,98 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 8763,56 8299,21 7373,22 5606,19 3432,21 1347,49 BULWARK 0 0 0 0 0 11890,73 11788,73 11714,40 11663,53 11627,95 11600,00 11715,0

WL 6,6 1042,64 2977,79 5010,08 6840,77 7979,98 8529,04 8826,84 8894,10 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 8787,96 8365,99 7475,23 5798,99 3724,34 1598,43
T

LWL EN
SE

2700,00 4346,00 6229,00 7661,00 8469,00 8805,00 8892,00 8900,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00
S 8800,00 8400,00 7500,00 5950,00 4000,00 2000,00
NT

MAIN DECK 5370,42 6773,37 7884,50 8700,27 8935,45 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 8826,63 8446,46 7629,42 6382,23 4853,84 3589,03 1968,28

POOP DECK 6470,15 7626,56 8444,23 9000,00 9000,00 C


L

FORE CASTLE 4741,16 3484,92

BULWARK LWL
9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 8839,10 8473,86 7687,88 6513,57 5110,95 4427,60
LWL
WL 6,6 WL 6,6
WL 5 WL 5
WL 4 WL 4

POOP DECK
WL 3
WL 2
WL 1
HALF BREADTH PLAN WL 3
WL 2
WL 1
BULWARK
FORECASTLE DECK
MAIN DECK MAIN DECK
WL 0,5 WL 0,5
WL 0 WL 0

C
L C
L

SENT LINE

TABLE ORDINATE OF HALF BREADTH TABLE ORDINATE OF HEIGHT ABOVE BASELINE PRINCIPAL DIMENSION
AP 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 FP AP 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 FP LOA 124,84 m
WL 0 200 1009,29 2042,72 3276,93 4666,51 5839,89 6449,90 6800,00 6800,00 6800,00 6800,00 6800,00 6800,00 6293,03 5436,68 4269,73 3014,15 1440,04 BL 1 7722,89 5942,97 1667,72 17,84 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 437,64 9063,06 13089,27 LPP 116,00 m
WL 0.5 645,53 1692,24 3108,40 4657,64 6287,68 7371,20 7911,12 8196,42 8196,42 8196,42 8196,42 8196,42 8196,42 7781,80 7112,17 6146,09 4362,86 2287,17 483,22 BL 2 11019,58 8398,71 5794,55 2457,09 393,15 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7,49 634,71 10773,72 14564,32 0 B 18,00 m
WL 1 736,35 1982,06 3528,13 5246,44 6800,84 7805,90 8327,40 8643,91 8643,91 8643,91 8643,91 8643,91 8643,91 8232,07 7544,18 6507,22 4754,90 2509,75 640,33 BL 3 0 11679,20 9040,93 6435,62 3241,99 939,42 167,71 34,53 0 0 0 0 0 0 40,19 256,96 1578,04 0 0 0 0 H 10,60 m
WL 2 769,47 2374,28 4212,49 6048,39 7405,54 8299,03 8735,34 8990,89 8990,89 8990,89 8990,89 8990,89 8990,89 8621,02 7951,78 6878,91 5108,42 2811,16 862,56 MAIN DECK 11816,00 11624,77 11411,18 11203,23 11027,26 10890,52 10787,97 10714,34 10663,60 10627,93 10600,00 10714,81 10831,88 10954,00 11085,29 11324,99 11627,17 11968,02 12335,04 12665,04 13089,27 T 8,20 m
WL 3 754,10 2789,49 4831,58 6629,90 7797,36 8428,20 8781,66 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 8720,36 8131,98 7098,30 5298,63 3041,87 1036,11 POOP DECK 14317,07 13912,91 13912,91 13704,66 13528,16 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Cb 0,72
WL 4 868,83 3306,42 5413,05 7077,91 8052,34 8585,44 8846,10 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 8743,51 8239,76 7257,49 5455,51 3241,11 1196,25 FORE CASTLE 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 15169,46 15601,64 TYPE GENERAL CARGO
WL 5 1378,30 3880,48 6040,26 7448,38 8234,04 8695,05 8863,98 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 8763,56 8299,21 7373,22 5606,19 3432,21 1347,49 BULWARK 0 0 0 0 0 11890,73 11788,73 11714,40 11663,53 11627,95 11600,00 11715,00 11832,09 11954,25 12102,65 12326,10 12628,74 12966,21 13333,47 0 16808,54

WL 6,6 1042,64 2977,79 5010,08 6840,77 7979,98 8529,04 8826,84 8894,10 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 8787,96 8365,99 7475,23 5798,99 3724,34 1598,43

LWL 2700,00 4346,00 6229,00 7661,00 8469,00 8805,00 8892,00 8900,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 8800,00 8400,00 7500,00 5950,00 4000,00 2000,00

MAIN DECK 5370,42 6773,37 7884,50 8700,27 8935,45 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 8826,63 8446,46 7629,42 6382,23 4853,84 3589,03 1968,28

POOP DECK 6470,15 7626,56 8444,23 9000,00 9000,00 SEPULUH NOPEMBER INSTITUTE OF TECHNOLOGY
FORE CASTLE 4741,16 3484,92 FACULTY OF MARINE TECHNOLOGY
BULWARK 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 9000,00 8839,10 8473,86 7687,88 6513,57 5110,95 4427,60 DEPARTMENT OF MARINE ENGINERING

GALI LOBANG M . V

LIN E S P LA N
Scale : 1 : 100 Signature Date
Drawn by : WIJAYA ADITYA. R 2005 May 4th

Supervised by : Ir. H. SOEMARTOJO W. A 2005 May 9th

Approved by : A A B.DINARIYANA DP,ST,MES 4204.109.605

Gambar Rencana Garis – SELESAI -


28

Anda mungkin juga menyukai