Anda di halaman 1dari 43

BAB I Pendahuluan

Metode pemisahan merupakan aspek penting dalam bidang kimia karena kebanyakan materi yang terdapat di alam berupa campuran. Untuk memperoleh materi murni dari suatu campuran, kita harus melakukan pemisahan. Berbagai teknik pemisahan dapat diterapkan untuk memisahkan campuran. Perusahaan air minum, memperoleh air jernih dari air sungai melalui penyaringan pasir dan arang.Air murni untuk keperluan laboratorium atau farmasi diperoleh melalui teknik pemisahan destilasi. Untuk memisahkan minyak bumi menjadi komponen-komponennya seperti elpiji, bensin, minyak tanah, dilakukan melalui teknik pemisahan destilasi bertingkat.Logam aluminium dipisahkan dari bauksit melalui teknik pemisahan elektroforesis. Itulah beberapa contoh teknik pemisahan yang berguna untuk memperoleh materi yang lebih murni.Melalui teknik pemisahan ternyata menghasilkan materi yang lebih penting dan lebih mahal nilainya. Pembahasan pada bab ini akan difokuskan pada teknik pemisahan ekstraksi. Ekstraksi pelarut pada umumnya digunakan untuk memisahkan sejumlah gugus yang diinginkan dan mungkin merupakan gugus pengganggu dalam analisis secara keseluruhan.Kadang-kadang gugus-gugus pengganggu ini diekstraksi secara

selektif.Teknik pengerjaan meliputi penambahan pelarut organik pada larutan air yang mengandung gugus yang bersangkutan. Dalam pemilihan pelarut organik diusahakan agar kedua jenis pelarut (dalam hal ini pelarut organik dan air) tidak saling tercampur satu sama lain. Selanjutnya proses pemisahan dilakukan dalamcorong pemisah dengan jalan pengocokan beberapa kali. Partisi zat-zat terlarut antara dua cairan yang tidak dapat campur (immiscible). Diantara berbagai jenis metode pemisahan, ekstraksi pelarut atau disebut juga ekstraksi air merupakan metode pemisahan yang paling baik dan popular. Alasan utamanya adalah bahwa pemisahan ini dapat dilakukan baik dalam tingkat makro

Take Home Test Perpindahan Massa

Nicholas Hadi / 1006706334

ataupun mikro.Seseorang tidak memerlukan alat yang khusus atau canggih kecuali corong pemisah.Prinsip metode ini didasarkan pada distribusi zat terlarut dengan perbandingan tertentu antara dua pelarut yang tidak saling bercampur seperti benzene, karbon tetraklorida atau kloroform.Batasannya adalah zat terlarut dapat ditransfer pada jumlah yang berbeda dalam kedua fase pelarut.Teknik ini dapat digunakan untuk preparative dan pemurnian.Mula-mula metode ini dikenal dalam kimia analisis, kemudian berkembang menjadi metode yang baik, sederhana, cepat dan dapat digunakan untuk ion-ion logam yang bertindak sebagai tracer (pengotor) dan ion-ion logam dalam jumlah makrogram.

Take Home Test Perpindahan Massa

Nicholas Hadi / 1006706334

BAB II PERSOALAN / PERMASALAHAN


Soal Teori : 1. Jelaskan dan berikan dengan pembahasan yang memadai, apa itu ekstraksi, jenis-jenis ekstraksi, dan pelarut/solvent? 2. 3. Bagaimana menurut kalian, kriteria dari pemilihan suatu pelarut/solvent? Bagaimana menurut kalian skematis suatu proses ekstraksi cair-cair 1 tahap dan tahap berganda (multi-stages)? 4. 5. 6. Apakah kalian mengetahui tentang regenerasi dan atau pemenfaatan kembali solvent? Sebutkan jenis-jenis ekstraktor yang kalian ketahui! Jelaskan, dan beri contoh jika diperlukan, tentang peralatan-peralatan ekstraksi yang banyak dipakai di industri saat ini! 7. Apa yang kalian ketahui tentang SSMS (single step mixer settler)? Jelaskan dengan gambar/sketsanya disertai juga uraiannya! 8. Apa yang kalian ketahui tentang MSC (mixersettler-cascade)? Jelaskan dengan gambar/sketsanya disertai juga uraiannya! 9. Apa yang kalian ketahui tentang PCE (plate/centrifugal extractors)? Jelaskan dengan gambar/sketsanya disertai juga uraiannya! 10. Apa yang kalian ketahui tentang SC (spray column)? Jelaskan dengan

gambar/sketsanya disertai juga uraiannya! 11. Apa yang kalian ketahui tentang SPC (sive-plate column)? Jelaskan dengan gambar/sketsanya disertai juga uraiannya! 12. Apa yang kalian ketahui tentang Scheibel-column? Jelaskan dengan gambar/sketsanya disertai juga uraiannya! 13. Apa yang kalian ketahui tentang Khni-column? Jelaskan dengan gambar/sketsanya disertai juga uraiannya! 14. Apa yang kalian ketahui tentang RDC? Jelaskan dengan gambar/sketsanya disertai juga uraiannya!

Take Home Test Perpindahan Massa

Nicholas Hadi / 1006706334

15. Apa yang kalian ketahui tentang ARDC? Jelaskan dengan gambar/sketsanya disertai juga uraiannya! Soal Hitungan: 1. Suatu campuran R (rafinat) ingin dicampurkan dengan campuran E (ekstrak) dengan perbandingan 2 : 5. Kedua campuran sistem terner R dan E tersebut masing-masing mengandung senyawa A sebanyak 0,65 dan 0,2; senyawa B sebesar 0,25 dan 0,55 dalam fraksi molar. Dalam sistem terner tersebut tidak ditemui perbedaan kelarutan (no miscible gap) dari setiap komponen yang ada, sedemikian sehingga masing-masingnya larut dan bercampur dengan bebas. Tentukan: a) Titik-titik posisi dari campuran-campuran R dan E dalam diagram segitiga, dan bagaimana dengan konsentrasi zat aktif C? b) Bagaimana tentang posisi dari titik pencampuran dari kedua campuran R dan E seperti di atas? 2. Suatu air limbah pabrik/proses petrokimia mengandung bahan kimia berharga DMK (dimetil-keton). Bahan DMK tersebut hendak diektraksi menggunakan KBZ (Klorobenzena). Data kesetimbangan dari sistem terner Air-DMK-KBZ diberikan sebagai berikut:

Take Home Test Perpindahan Massa

Nicholas Hadi / 1006706334

Tentukanlah: a) Diagram segitiganya, termasuk garis kesetimbangan fasanya dan posisi titik-titik campurannya (connodes). b) Kandungan Air dan KBZ pada fasa air (Rafinat) dengan konsentrasi DMK 40% dan bagaimana dengan fasa Ekstraknya (coexisting)? c) Berapa jumlah DMK harus ditambahkan ke dalam campuran, yang mengandung 125 gram KBZ dan 75 gram air? Bagimana dengan komposisi dari campuran akhir? d) Berapa komposisi bebas air dari campuran tersebut di atas? 3. Suatu campuran limbah cair dengan berat 125 kg, mengandung 45 % DMK (dimetil-keton) dan sisanya air, akan diektraksi dengan TCE (trichloroethane) yang awalnya ditambahkan ke dalam limbah cair tersebut seberat 15 %-mole DMK. Tentukanlah: a) Diagram fasa dari sistem DMK-Air-TCE dalam suatu diagram segitiga! b) Jumlah minimum dan maksimum dari pelarutnya (solvent)! c) Jumlah pelarut yang diperlukan, jika rafinat (R) mengandung 4,75 %-mol DMK? d) Jumlah dan komposisi dari rafinat dan ekstrak yang dihasilkan? e) Proses ekstraksi dalam diagram segitiga?

Take Home Test Perpindahan Massa

Nicholas Hadi / 1006706334

BAB III Teori Dasar / Pendukung


1. Jelaskan dan berikan dengan pembahasan yang memadai, apa itu ekstraksi, jenis-jenis ekstraksi, dan pelarut/solvent? Ekstraksi adalah proses penarikan suatu zat aktif atau zat pengotor dengan pelarut cair. Ekstraksi menyangkut distribusi suatu zat terlarut (solut) diantara dua fasa cair yang tidak saling bercampur. Teknik ekstraksi sangat berguna untuk pemisahan secara cepat dan bersih, baik untuk zat organik atau anorganik, untuk analisis makro maupun mikro. Selain untuk kepentingan analisis kimia, ekstraksi juga banyak digunakan untuk pekerjaan preparatif dalam bidang kimia organik, biokimia, dan anorganik di laboratorium. Alat yang digunakan berupa corong pisah (paling sederhana), alat ekstraksi soxhlet, sampai yang paling rumit berupa alat counter current craig. Secara umum, ekstraksi adalah proses penarikan suatu zat terlarut dari larutannya di dalam air oleh suatu pelarut lain yang tidak bercampur dengan air. Tujuan ekstraksi ialah memisahkan suatu komponen dari campurannya dengan menggunakan pelarut. Proses ekstraksi dengan pelarut digunakan untuk memisahkan dan isolasi bahan-bahan dari campurannya yang terjadi di alam, untuk isolasi bahanbahan yang tidak larut dari larutan dan menghilangkan pengotor yang larut dari campuran. Berdasarkan hal di atas, maka prinsip dasar ekstraksi ialah pemisahan suatu zat berdasarkan perbandingan distribusi zat yang terlarut dalam dua pelarut yang tidak saling melarutkan. Berdasarkan bentuk campuran yang diekstraksi, dapat dibedakan dua macam ekstraksi yaitu : 1. Ekstraksi padat cair (Solid-liquid extraction). Substansi yang diekstraksi terdapat di dalam campurannya yang berbentuk padat. 2. Ekstraksi cair-cair (Liquid-liquid extraction)

Take Home Test Perpindahan Massa

Nicholas Hadi / 1006706334

Substansi yang diekstraksi terdapat dalam campurannya yang berbentuk cair.

Berdasarkan proses pelaksanaannya ekstraksi, dapat dibedakan dua macam ekstraksi yaitu : 1. Ekstraksi berkesinambungan (Continous extractions) Ekstraksi dengan menggunakan pelarut yang sama dipakai berulangulang sampai proses ekstraksi selesai 2. Ekstraksi bertahap (Bath extractions) Ekstraksi yang dilakukan dengan selalu menggantikan pelarut pada setiap tahap sampai proses ekstraksi selesai Sebagian besar reaksi kimia secara luas dilakukan di dalam larutan. Larutan terdiri dari pelarut (solvent) dan zat terlarut (solute). Pelarut (solvent) pada umumnya adalah zat yang berada pada larutan dalam jumlah yang besar, sedangkan zat lainnya dianggap sebagai zat terlarut (solute). Pelarut memenuhi beberapa fungsi dalam reaksi kimia, dimana pelarut melarutkan reaktan dan reagen agar keduanya bercampur, sehingga hal ini akan memudahkan penggabungan antara reaktan dan reagen yang seharusnya terjadi agar dapat merubah reaktan menjadi produk. Pelarut juga bertindak sebagai kontrol suhu, salah satunya untuk meningkatkan energi dari tubrukan partikel sehingga partikelpartikel tersebut dapat bereaksi lebih cepat, atau untuk menyerap panas yang dihasilkan selama reaksi eksotermik 2. Bagaimana menurut kalian, kriteria dari pemilihan suatu pelarut / solvent? Pelarut yang baik untuk ekstraksi adalah pelarut yang mempunyai daya melarutkan yang tinggi terhadap zat yang diekstraksi. Daya melarutkan yang tinggi ini berhubungan dengan kepolaran pelarut dan kepolaran senyawa yang diekstraksi.

Take Home Test Perpindahan Massa

Nicholas Hadi / 1006706334

Terdapat kecenderungan kuat bagi senyawa polar larut dalam pelarut polar dan sebaliknya. Pemilihan pelarut pada umumnya dipengaruhi oleh:

Selektivitas Pelarut hanya boleh melarutkan ekstrak yang diinginkan.

Kelarutan Pelarut sedapat mungkin memiliki kemampuan melarutkan ekstrak yang besar.

Kemampuan tidak saling bercampur Pada ekstraksi cair, pelarut tidak boleh larut dalam bahan ekstraksi.

Kerapatan Sebisa mungkin terdapat perbedaan kerapatan yang besar antara pelarut dengan bahan ekstraksi.

Reaktivitas Pelarut tidak boleh menyebabkan perubahan secara kimia pada komponen bahan ekstraksi.

Titik didih Titik didih kedua bahan tidak boleh terlalu dekat karena ekstrak dan pelarut dipisahkan dengan cara penguapan, distilasi dan rektifikasi.

Take Home Test Perpindahan Massa

Nicholas Hadi / 1006706334

Kriteria lain, sedapat mungkin murah, tersedia dalam jumlah besar, tidak beracun, tidak mudah terbakar, tidak eksplosif bila bercampur udara, tidak korosif, buaka emulsifier, viskositas rendah dan stabil secara kimia dan fisik.

3. Bagaimana menurut kalian skematis suatu proses ekstraksi cair-cair 1 tahap dan tahap berganda (multi-stages)? Single Stage Proses ekstraksi paling sederhana yaitu sebuah kontak satu tingkat antara umpan dan solven. Umpan dan solven dicampur kemudian dipisahkan dalam dua fase seimbang.

Gambar 1. Operasi Single-Stage Sejumlah umpan (F) dengan komposisi xF dan sejumlah massa solven (S) dengan komposisi ys dimasukkan dalam alat kontak pemisah sehingga membentuk campuran heterogen M1. Setelah kesetimbangan tercapai, campuran M1 segera dipisahkan menjadi phase Ekstrak dan Rafinat masing-masing dengan komposisi x1 dan y1 Multi Stage Komposisi dan masing-masing phase yang membentuk keseimbangan besarnya tetap selama keadaan sistem tidak berubah. Komposisi ini merupakan komposisi maksimal yang dapat dicapai pada satu tahap keseimbangan. Untuk mendapatkan hasil pemisahan dengan komposisi tertentu, maka keadaan system (suhu dan tekanan) harus diubah hingga dicapai keseimbangan baru. Namun demikian perubahan komposisi itupun terbatas, karenanya perlu dilakukan kontak ulang (bertingkat) hingga diperoleh komposisi sesuai yang diinginkan. Cara ini disebut sebagai operasi MULTISTAGE. Berdasarkan arah aliran masing-masing fase yang mengadakan kontak, ekstraksi multi stage dapat dibedakan menjadi 2 kategori , yaitu:

Take Home Test Perpindahan Massa

Nicholas Hadi / 1006706334

Ekstraksi Multi Stage Arus Silang

Ekstraksi Multi Stage Lawan Arah

4. Apakah kalian mengetahui tentang regenerasi dan atau pemanfaatan kembali solvent? Untuk semua proses ekstraksi, regenerasi dengan proses pemisahan lebih lanjut diperlukan. Dengan cara ini produk murni diproduksi dan pelarut dapat didaur ulang dalam proses ekstraksi. Dalam banyak kasus langkah regenerasi adalah biaya yang paling intensif bagian dari seluruh proses. Following possibilities for separating of the solvent are available: Rectification : The most common method. Evaporation: The evaporation of the solvent is used if the active agent is very high volatile. The solvent should have a low boiling temperature and a low heat of evaporation. Crystallisation: Cooling the solvent results in crossing the solubility and the active agent falls out and can be separated by mechanically separation processes. Extraction: A further extraction step with another solvent can be used to separate the active agent from the first solvent. But the by this way produced extract has to be separated once again. -

Take Home Test Perpindahan Massa

10

Nicholas Hadi / 1006706334

5. Sebutkan jenis-jenis ekstraktor yang kalian ketahui a. b. c. d. e. Single Step Mixer-Separator Mixer- Settler-Cascade Centrifugal Extractors Columns without energy input Columns with rotating internals

6. Jelaskan, dan beri contoh jika diperlukan, tentang peralatan-peralatan ekstraksi yang banyak dipakai di industry saat ini? a. Menara Semprot (Spray Tower)

Dalam menara ekstraksi berlangsung kontak diferensial, bukan kontak tahap; pencampuran dan pengendapan berlangsung secara serentak dan

Take Home Test Perpindahan Massa

11

Nicholas Hadi / 1006706334

berkesinambungan. Dalam menara semprot atau spray tower yang terlihat pada gambar diatas, zat cair yang lebih ringan dimasukan di bawah dan di sebar dalam bentuk tetesan-tetesan kecil dengan bantuan nosel. b. Menara Piring-Perforasi Pendispersian ulang tetesan-tetesan zat cair dapar pula dilakukan piring-piring berperforasi (lubang-lubang) transversal dengan diameter lubang 1,5-4,5 mm. Jarak antara piring adalah 6-24 in. Biasanya zat cair ringan merupakan fase yang terdispersi, dan saluran limpah membawa fase berat yang kontinu dan piring yang satu ke piring berikutnya.

c.

Menara Aduk Pada pencampur-pengendap, energy mekanik diberikan dan luar untuk mencampurkan dua fase zat cair, tetapi menara ekstraksi yang kita uraikan di atas tidak ada yang demikian. Semuanya hanya bergantung pada aliran gravitasi, baik untuk pencampuran maupun untuk pemisahan.

7. Apa yang kalian ketahui tentang SSMS ( Single Step Mixer Settler) ? Jelaskan dengan gambar / sketsa disertai juga uraiannya! Ini adalah ekstraktor sederhana yang bisa dioperasikan secara kontinu maupun diskontinu. Transfer zat aktif dari satu fasa ke fasa lainnya dilakukan oleh mixer. Dan separasi untuk 2 fase di dalam separator dengan memakai kecepatan gravitasi. Keuntungan : Efisiensi tinggi per tahap Area operasi tinggi Low apparatus Height
Nicholas Hadi / 1006706334

Take Home Test Perpindahan Massa

12

Insensible for suspended substance

Kelemahan : Areanya harus di dataran tinggi Biaya pelarut tinggi Menghabiskan banyak energy

8. Apa yang kalian ketahui tentang MSC ( Mixer-Settler-Cascade )? Jelaskan dengan gambar / sketsa disertai juga uraiannya! Dengan bantuan pompa, bahan ekstraksi cair dan pelarut dialirkan dengan arah berlawanan ke dalam ekstraktor yang terdiri atas tangki-tangki pengaduk dan pemisah yang dihubungkan secara seri. Perangkat ini kebanyakan hanya sesuai untuk bahan ekstraksi yang tidak cendrung membentuk emulsi dan mempunyai kerapatan yang sangat berbeda dari pelarutnya.

Take Home Test Perpindahan Massa

13

Nicholas Hadi / 1006706334

9. Apa yang kalian ketahui tentang PCE (Platel Centrifugal Extractors)? Jelaskan dengan gambar / sketsa disertai juga uraiannya! Plate/ sentrifugal ekstraktor berbentuk drum yang berputar dimana zat cair yang lebih berat dialirkan ke ke arah luar di sepanjang permukaan dalam plate ekstraktor sedangkan zat cair ringan dialirkan ke dipompakan ke pusat. Aliran lawan arah disebakan oleh adanya gaya sentrifugal. Ekstraktor sentrifugal ini memanfaatkan gaya sentrifugal untuk pemisahan fasa. Hal ini akan menguntungkan bila pelarut,

Take Home Test Perpindahan Massa

14

Nicholas Hadi / 1006706334

walaupun memiliki selektivitas yang tinggi, hanya mempunyai perbedaan kerapatan yang sangat kecil dengan bahan ekstraksi. Perpindahan massa berlangsung dengan cepat karena adanya gaya geser yang kuat pada antarmuka kedua zat. Pada plate ekstraktor terdapat zona pencampuran dan pemisahan dimana terdapat plate yang mengerucut. Lobang pada plate dialiri fluida yang akan naik ke atas.

Gambar . Plate Extractor

Kelebihan Mengadakan kontak teoritis yang banyak dalam ruangan tertentu Hold-up time sangat pendek

Kekurangan Harga barang tinggi

Harga operasi tinggi Penggunaannya terbatas

Alat ini sangat bermanfaat untuk ekstraksi bahan-bahan peka seperti vitamin dan antibiotika.

Take Home Test Perpindahan Massa

15

Nicholas Hadi / 1006706334

10. Apa yang kalian ketahui tentang SC (Spray Column)? Jelaskan dengan gambar / sketsa disertai juga uraiannya!

Pada kolom semprot, fasa ringan hanya didistribusikan satu kali oleh suatu perlengkapan distribusi yang berada di bawah ujung kolom. Tetes-tetes yang terbentuk bergelembung menembus fasa berat dan berkumpul menjadi satu pada ujung kolom. Kolom semprot adalah salah satu jenis yang paling sederhana dan tertua dari peralatan yang digunakan untuk menghubungi dua fase cair dalam aliran berlawanan. Biasanya terdiri dari sebuah tangki vertikal kosong dengan distributor yang terletak di salah satu ujung. Tetesan hasil dari penyebaran distributor kemudian naik atau turun melawan arus dari terus menerus fase, berkumpul di ujung kolom dan akhirnya penggabungan untuk membentuk lapisan cairan bening yang ditarik dari kolom. Karena kolom semprot sering digunakan ketika padatan yang hadir, fase sering tersebar melalui distributor pipa dengan lubang besar berorientasi ke arah aliran. Dalam kasus di mana rasio laju aliran volumetrik memasuki kolom sangat jauh dari kesatuan, cairan memasuki ekstraktor pada tingkat yang lebih kecil umumnya harus tersebar untuk menghindari pencampuran kembali yang berlebihan. Kadang-kadang distributor cair yang digunakan pada setiap akhir untuk membubarkan kedua tahap, dengan antarmuka caircair utama yang terletak di tengah-tengah kolom

Take Home Test Perpindahan Massa

16

Nicholas Hadi / 1006706334

Kolom semprot harganya murah dan mudah dioperasikan dan memberikan volumetrik menyeluruh. Namun, karena fase mengalir bebas secara terus menerus melalui kolom, efek pencampuran kembali umumnya parah. Akibatnya, kolom semprot jarang mencapai lebih dari satu stage yang sebenarnya secara teoritis. Kolom semprot juga digunakan untuk mentransfer panas langsung antara cairan yang bercampur pada aliran yang besar.

11. Apa yang kalian ketahui tentang SPC (Sive-Plate Column)? Jelaskan dengan gambar / sketsa disertai juga uraiannya!

Untuk kolom pelat saringan tetesan diproduksi di setiap piring lagi. karena itu perpindahan massa lebih baik (lihat gambar 6). Kolom piring Saringan bekerja hanya pada perbedaan densitas yang tinggi karena penurunan tekanan dari piring harus diatasi.

Gambar . Sieve-Plate Column

Take Home Test Perpindahan Massa

17

Nicholas Hadi / 1006706334

12. Apa yang kalian ketahui tentang Scheibel-Column? Jelaskan dengan gambar / sketsa disertai juga uraiannya!

Merupakan alat ekstraksi yang prinsip kerjanya menggunakan energi mekanik. Energi mekanik tersebut berasal dari turbin atau agigator di dalam menara tersebut yang dipasang pada suatu poros putar yang dipasang pada sumbu menara.

Daerah di sekeliling agitator diisi dengan kawat ayak yang membantu berlangsungnya koalesensi dan pemisahan fase. Sebagian besar ekstraksi berlangsung pada bagian pencampuran, tetapi ada juga yang terjadi pada bagian penenangan, sehingga efisiensi setiap unit pencampur-pengendap kadang-kadang lebih dari 100%. Biasanya tinggi pencampur-pengendap itu adalah 1 sampai 2 ft, yang berarti bahwa pada kolom yang relatif pendek kita bisa mendapat beberapa kontak teoritis.

Kelemahan alat ini adalah sulitnya pemeliharaan alat terutama bagian-bagian yang berputar dan alat ini rentan rusak jika terkena cairan yang bersifat korosif.

Take Home Test Perpindahan Massa

18

Nicholas Hadi / 1006706334

Gambar . Scheibel-Column

13. Apa yang kalian ketahui tentang Kuhni-Column? Jelaskan dengan gambar / sketsa disertai juga uraiannya!

Desain ini beroperasi pada prinsip yang sangat mirip dengan Scheibel Column, dimana disk stator terbuat dari pelat berlubang. Susunan Lubang variabel kolom ini menunjukan fleksibilitas desain untuk aplikasi kolom yang berbeda.

Gambar. Kuhni-Column 14. Apa yang kalian ketahui tentang RDC? Jelaskan dengan gambar / sketsa disertai juga uraiannya!

Take Home Test Perpindahan Massa

19

Nicholas Hadi / 1006706334

Gambar. Rotaring-Disc-Contractor

RDC (Rotating-Disc-Contractor) (lihat gambar diatas) merupakan salah satu jenis ekstraktor yang terkenal dengan berputar di daklam. Pada poros vertikal dipasang pelat yang digunakan sebagai mixer. Pada dinding cincin kolom statis menurunkan pencampuran aksial.

15. Apa yang kalian ketahui tentang ARDC? Jelaskan dengan gambar / sketsa disertai juga uraiannya!

Take Home Test Perpindahan Massa

20

Nicholas Hadi / 1006706334

Gambar. Asymmetrical-Rotating-Disc-Contractor
ARDC (Asymmetrical-Rotating-Disc-Contractor) (lihat gambar diatas) merupakan pengembangan lebih lanjut dari RDC. Poros piringan berputar asimetris terhadap sumbu kolom

Take Home Test Perpindahan Massa

21

Nicholas Hadi / 1006706334

PENYELESAIAN SISTEMATIS
SOAL 1 Suatu campuran R (rafinat) ingin dicampurakan dengan campuran E (ekstrak) dengan perbandingan 2 : 5. Kedua campuran sistem terner R dan E tersebut masing-masing mengandung senyawa A sebanyak 0,65 dan 0,2; senyawa B sebesar 0,25 dan 0,55 dalam fraksi molar. Dalam sistem terner tersebut tidak ditemui perbedaan kelarutan (no miscible gap) dari setiap komponen yang ada, sedemikian sehingga masing-masingnya larut dan bercampur dengan bebas. Dari soal di atas diketahui bahwa :

sehingga : R = 0,4 E Komposisi R adalah : XA,R = 0,65 ; XB,R = 0,25 Komposisi E adalah : XA,E = 0,20 ; XB,E = 0,55 Tidak ada perbedaan kelarutan dari setiap komponen yang ada pada R dan E (no miscible gap) Menentukan Posisi dari Campuran R dan E dalam Diagram Segitiga

Take Home Test Perpindahan Massa

22

Nicholas Hadi / 1006706334

XA,E

XA,R

XC,E

XC,R

XB,R

XB,E

XA,E Menentukan Konsentrasi Zat Aktif C Konsentrasi zat aktif C, dapat diketahui dari diagram segitiga pada gambar ... ataupun melalui perhitungan berikut : XC,R = 1 XA,R XB,R = 1 - 0,65 - 0,25 = 0,10 XC,E = 1 XA,E XB,E = 1 0,20 0,5 = 0,25 Menentukan Posisi Titik Pencampuran Kedua Campuran R dan E M=R+E di mana : R = 0,4 E sehingga : M = 0,4 E + E = 1,4 E

Take Home Test Perpindahan Massa

23

Nicholas Hadi / 1006706334

Neraca massa komponen A : R. XA,R + E.XA,E = M.XA,M 0,4 E (0,65) + E (0,2) = 1,4 E (XA,M) Sisi kiri dan kanan persamaan dibagi E, sehingga : XA,M = ((0,4)(0,65)+0,2)/1,4 XA,M = 0,329 Neraca massa komponen B : R. XB,R + E.XB,E = M.XB,M 0,4 E (0,25) + E (0,55) = 1,4 E (XB,M) Sisi kiri dan kanan persamaan dibagi E, sehingga : XB,M = ((0,4)(0,25)+0,55)/1,4 XB,M = 0,464 Neraca massa komponen C : R. XC,R + E.XC,E = M.XC,M 0,4 E (0,10) + E (0,25) = 1,4 E (XC,M) Sisi kiri dan kanan persamaan dibagi E, sehingga : XC,M = ((0,4)(0,10)+0,25)/1,4 XC,M = 0,207

Take Home Test Perpindahan Massa

24

Nicholas Hadi / 1006706334

XA,M

Dari diagram segitiga pada gambar ... terlihat bahwa : Hal tersebut sesuai dengan ketentuan yang diinginkan yaitu perbandingan R dan E dalam M adalah 2 : 5.

Take Home Test Perpindahan Massa

25

Nicholas Hadi / 1006706334

SOAL 2 Suatu air limbah pabrik/proses petrokimia mengandung bahan kimia berharga DMK (dimetilketon). Bahan DMK tersebut hendak diektraksi menggunakan KBZ (Klorobenzena). Data kesetimbangan dari sistem terner Air-DMK-KBZ diberikan sebagai berikut: Komposisi Kesetimbangan Fasa dalam %Massa Fasa Air (Water Phase) Air 99,89 89,79 79,69 69,42 58,64 46,28 27,41 25,66 DMK 0,00 10,00 20,00 30,00 40,00 50,00 60,00 60,58 KBZ 0,11 0,21 0,31 0,58 1,36 3,72 12,59 13,76 Fasa Organik (Organic Phase) Air 0,18 0,49 0,79 1,72 3,05 7,24 22,85 25,66 DMK 0,00 10,79 22,23 37,48 49,44 59,19 61,07 60,58 KBZ 99,82 88,72 76,98 60,80 47,51 33,57 15,08 13,76

Asumsikan : A = air B = KBZ (kloro-benzena) C = DMK (dimetil-keton)

Take Home Test Perpindahan Massa

26

Nicholas Hadi / 1006706334

a. Sesuai dengan tabel yang diberikan, garis-garis penghubung dapat digambarkan pada diagram terner, dengan data terakhir merupakan titik kritisnya. Dua titik yang berada pada baris yang sama merupakan dua titik yang akan membentuk garis penghubung. Kurva binoidal terbentuk melalui hubungan antara seluruh titik-titik yang terdapat pada rafinat maupun ekstrak.

b. Fasa rafinat/Fasa ekstrak Titik pada fasa rafinat Penggambaran konsentrasi aseton wC,R = 0.44 pada sisi kanan segitiga untuk active agent C dan penyilangan antara garis ini dengan kurva binoidal pada sisi kiri akan menghasilkan titik temu antara kedua garis, sehingga konsentrasi air dan klorobenzena dapat ditentukan wA,R = 0,543 wB,R = 0,017

Take Home Test Perpindahan Massa

27

Nicholas Hadi / 1006706334

Titik pada fasa ekstrak Penentuan titik fasa ekstrak dapat dilakukan dengan membuat garis penghubung yang menghubungkan titik ekstrak dengan titik raffinate. Penentuan garis penghubung ini dapat dilakukan dengan membuat garis kritis terlebih dahulu. Setelah garis kritis ini didapatkan, titik pada fasa rafinat yang ditanyakan dapat ditarik ke kanan, kemudian naik ke kanan atas. Titik temu antara kurva binoidal dengan garis yang naik tersebutlah yang merupakan titik pada fasa ekstrak. Dengan cara ini didapatkan wA,E = 0,039 wB,E = 0.418 wC,E = 0,543

c. Komposisi campuran akhir Campuran biner awalnya adalah sebagai berikut: Senyawa Klorobenzena Air Massa (g) 120 80 200 %-massa 60 40 100

Titik dari campuran ini merupakan titk temu antara kurva binoidal dengan dengan titik C, aseton murni. Jumlah aseton yang diperlukan dapat ditentukan melalui persamaan sebagai berikut: CM = 52 mm G/C = CM/MG MG = 84 mm C = 200/(52/84) = 323,077 g CG = 136 mm

Sementara itu, komposisi dari titik campuran M adalah: wA,M = 0,155 wB,M = 0,229 wC,M = 0,616

d. Komposisi bebas air Untuk mendapatkan nilai komposisi bebas air, titik ujung A dan titik campuran M harus terhubung satu sama lain. Garis ini kemudian diperpanjang ke arah kanan diagram terner, daerah bebas air. Komposisi aseton dan klorobenzena adalah: wB,M = 0,273 wC,M = 0,727

Take Home Test Perpindahan Massa

28

Nicholas Hadi / 1006706334

Untuk lebih jelasnya, diberikan grafik diagram terner seperti di bawah ini
Aseton
M

_ M
M M M

K
M

M
M

E
M

R
M

Air

G
M

Klorobenzena
M

Take Home Test Perpindahan Massa

29

Nicholas Hadi / 1006706334

SOAL 3 Suatu campuran limbah cair dengan berat 125 kg, mengandung 45 % DMK (dimetil-keton) dan sisanya air, akan diektraksi dengan TCE (trichloroethane) yang awalnya ditambahkan ke dalam limbah cair tersebut seberat 15 %-mole DMK. Data Kesetimbangan Fasa untuk Sistem Air/DMK/TCE Data Kesetimbangan Fasa untuk Fasa Coexisting dalam % Mol Fasa Ekstrak TCE 80,18 59,01 49,17 35,99 25,04 14,56 9,94 Asumsi : A = air B = TCE C = DMK DMK 17,7 35,9 44,0 53,7 58,3 56,9 52,4 Air 2,12 5,09 6,83 10,31 16,66 28,54 37,66 TCE 0,07 0,10 0,12 0,17 0,29 0,78 1,50 Fasa Rafinat DMK 2,03 4,90 6,88 10,43 15,01 22,02 26,8 Air 97,9 95,0 93,0 89,4 84,7 77,2 71,7

Take Home Test Perpindahan Massa

30

Nicholas Hadi / 1006706334

Menggambar Diagram Fasa Sistem DMK-Air-TCE dalam Suatu Diagram Segitiga

Take Home Test Perpindahan Massa

31

Nicholas Hadi / 1006706334

Menentukan Jumlah Minimum dan Maksimum dari Pelarutnya (Solvent)

Kondisi Feed :

XC,F = 0,45

XA,F = 0,55

Titik F (campuran biner) terletak pada sisi kiri segitiga diagram. Kondisi Pelarut (solvent) : XC,L = 0,15 XB,L = 0,85

Titik L (campuran biner) terletak pada sisi kanan segitiga diagram. Titik M terletak pada garis antara kedua titik F dan L. M berada pada daerah dua fasa, sebab pada proses ekstraksi campuran akan dipisahkan ke dalam dua fasa (fasa ekstrak dan fasa rafinat).

Take Home Test Perpindahan Massa

32

Nicholas Hadi / 1006706334

Jumlah minimum dan maksimum pelarut (Mmin dan Mmax) merupakan dua titik potong garis dengan kurva binodal. Dengan perbandingan panjang garis pada diagram segitiga, hubung maka jumlah minimum dan maksimum pelarut dapat dihitung. Jumlah Minimum Pelarut :

Jumlah minimum pelarut (solvent) adalah 9,89 kg. Jumlah Maksimum Pelarut :

Jumlah maksimum pelarut (solvent) adalah 3625 kg.

Take Home Test Perpindahan Massa

33

Nicholas Hadi / 1006706334

Menentukan Jumlah Pelarut yang Diperlukan Jika Rafinat (R) Mengandung 4,75%-mol DMK

XC,R = 0,0475 Konsentrasi DMK yang dihasilkan pada rafinat (R) yang harus berada pada kurva binodal adalah 4,75%. Titik pencampuran M dari feed F dan pelarut L adalah perpotongan connode RE dengan Dengan menggunakan persamaan perbandingan garis, maka jumlah pelarut garis hubung efektif yang diperlukan adalah :
Take Home Test Perpindahan Massa Nicholas Hadi / 1006706334

34

Menentukan Jumlah dan Komposisi dari Rafinat dan Ekstrak yang Dihasilkan Rafinat (R) : XA,R = 0,95 Ekstrak (E) : XA,E = 0,05 XB,E = 0,591 XC,E = 0,359 XB,R = 0,001 XC,R = 0,049

Jumlah rafinat :

Neraca total :

E + R = F + L = 125 + 142,86 = 267,86 kg

Jumlah ekstrak :

E=F+LR E = 125 + 142,86 61,94 E = 205,92 kg

Take Home Test Perpindahan Massa

35

Nicholas Hadi / 1006706334

Proses Ekstraksi dalam diagram segitiga

Take Home Test Perpindahan Massa

36

Nicholas Hadi / 1006706334

BAB IV PEMBAHASAN/DISKUSI

Ekstraksi merupakan salah satu metode pemisahan komponen yang umum digunakan pada industri teknik kimia. Dalam proses ektraksi pula tak lepas akan terjadinya kesetimbangan sistem. Kesetimbangan sistem dapat ditemui atau diperkirakan dengan membuat sketsa diagram kesetimbangan yang disebut sebagai diagram terner. Diagram terner berbeda dengan diagram kesetimbangan dua fasa, diagram ini selain mampu memperkirakan komponen dua fasa juga dapat memperkirakan tiga komponen dalam campuran. Tiga komponen dalam ektraksi sendiri diantaranya pelarut, komponen yang ingin dipisahkan dan zat yang bercampur dengan komponen yang ingin dipisahkan. Sehingga dengan diagram terner ini dapat kita perkirakan keberadaan ekstrak, rafinat dan mixing point dari keriga komponen ini. Ekstraktor merupakan alat pengekstraksi yang berguna selain sebagai alat pengekstrak antara zat ekstrak dengan rafinat, juga mampu memisahkan antara pelarut dengan komponen yang kita inginkan. Ekstraktor sendiri memiliki berbagai bentuk dan cara kerja, sehingga pemilihan ekstraktor harus disesuaikan dengan kapasitas, ekonomis, dan keperluan dari pabrik.
Disini kami akan membahas mengenai hasil jawaban dari soal perhitungan dengan menuliskan langkah penyelesaiannya.

Nomor 1 Diberikan informasi mengenai dua campuran sistem terner, campuran Rafinat (R) dan

campuran (E). campuran R dan E terdiri atas tiga senyawa yaitu senyawa A, B dan C. Campuran R mengandung fraksi molar senyawa A dan senyawa B . Campuran E juga mengandung fraksi molar senyawa A dan senyawa B. Untuk menghitung fraksi molar senyawa C dapat dilakukan dengan cara : Pertama, Dengan menggunakan total fraksi mol pada suatu campuran dimana besarnya sama dengan 1.
Take Home Test Perpindahan Massa Nicholas Hadi / 1006706334

37

Diketahui

Jadi,

Kedua, Memakai diagram segitiga terner. Menggunakan informasi mengenai fraksi mol senyawa A dan senyawa B hingga akhirnya kita mendapatkan nilai fraksi molar senyawa C. pada campuran R dan E. Hal selanjutnya yang dilakukan adalah mencari titik pencampuran dari senyawa E dan R. Titik pencampuran atau mixing point. Titik pencampuran diberi tanda M. Untuk mencapatkan titik pencampuran, maka dari diagram Terner, kita tentukan letak titik E dan R. Dari titik E dan R, kita hubungkan dengan garis. Sampai tahap ini, titik M bisa berada di sepanjang garis yang menghubungkan E dan R. Untuk memastikan letak titik M, bisa menggunakan dua cara, yaitu: Dengan menggunakan data yang fraksi mol masing-masing senyawa pada tiap campuran kita dapat menentukan besar dari yaitu dengan rumus :

Ketiga fraksi molar di atas merupakan fraksi molar untuk senyawa A, senyawa B, dan senyawa C pada titik M. Nomor 2 a. Kurva binoidal -> memisahkan antara fasa homogen dengan fasa heterogen. Pada saat proses ekstraksi dilakukan pada keadaan heterogen, suatu campuran akan terpisah
Take Home Test Perpindahan Massa Nicholas Hadi / 1006706334

38

menjadi fasa ekstrak dan raffinate di sepanjang garis campuran, yang menghubungkan dua fasa yang ada. Semakin tingginya jumlah active agent akan menyebabkan garis penghubung yang terbentuk semakin pendek dan berakhir pada suatu titik kritis K. Titik K inilah yang menjadi pemisah antara raffinate R pada bagian kiri, dan ekstrak E pada bagian kanan.

b. Fasa rafinat/Fasa ekstrak Titik pada fasa rafinat Penggambaran konsentrasi aseton wC,R = 0.45 pada sisi kanan segitiga untuk active agent C dan penyilangan antara garis ini dengan kurva binoidal pada sisi kiri akan menghasilkan titik temu antara kedua garis, sehingga konsentrasi air dan klorobenzena dapat ditentukan Titik pada fasa ekstrak Penentuan titik fasa ekstrak dapat dilakukan dengan membuat garis penghubung yang menghubungkan titik ekstrak dengan titik raffinate. Akan tetapi, garis penghubung ini tidak diberikan dan harus dibuat sendiri.

Penentuan garis penghubung ini dapat dilakukan dengan membuat garis kritis terlebih dahulu (garis penghubung titik kritis dan titik akhir kurva binoidal). Garis ini dapat dibuat dengan menentukan titik-titik intersep antara titik ekstrak dengan titik raffinate dari setiap titik yang telah diberikan sebelumnya, dan kemudian titik-titik tersebut dihubungkan. Setelah garis kritis ini didapatkan, titik pada fasa rafinat yang ditanyakan dapat ditarik ke kanan, kemudian naik ke kanan atas. Titik temu antara kurva binoidal dengan garis yang naik tersebutlah yang merupakan titik pada fasa ekstrak.

c. Komposisi campuran akhir Campuran biner awalnya adalah sebagai berikut: Senyawa Klorobenzena Massa (g) 120 %-massa 60

Take Home Test Perpindahan Massa

39

Nicholas Hadi / 1006706334

Air

80 200

40 100

d. Komposisi bebas air Untuk mendapatkan nilai komposisi bebas air, titik ujung A dan titik campuran M harus terhubung satu sama lain. Garis ini kemudian diperpanjang ke arah kanan diagram terner, daerah bebas air.

Nomor 3 a. Diagram fasa dari system DMK-Air-TCE dalam suatu diagram segitiga Pertama-tama dengan menggunakan data kesetimbangan 3 komponen yang telah diberikan, dapat dibentuk grafik segitiga (diagram terner) dari system DMK-AirTricholoroethane. Dimana data yang diberikan diplot kedalam diagram segitiga seluruhnya. Selanjutnya titik-titik yang tersebut dihubungkan hingga memberntuk kurva binodial yang mana, jika suatu titik tersebut berada dalam kurva binodial, maka akan memiliki 2 fasa. Titik titik dari fasa rafinat dan ekstrak juga dihubungkan 1 persatu untuk membentuk garis garis diagonal yang sering disebut garis kannode.

b. Jumlah minimum dan maksimum dari pelarutnya (solvent) Cara termudah untuk menentukan jumlah pelarut minimum dan maksimum dari solvent yang dapat digunakan ialah dengan menggunakan pendekatan grafik. Caranya ialah dengan membentuk garis lurus yang FL pada kurva dimana titik F merupakan titik umpan ( Feed) dan titik L ialah titik pelarut (Solvent). Titik F dapat ditentukan dengan menentukan fraksi mol dari kandungan yang ada pada umpan, begitupun titik L dapat dicari dengan menentukan fraksi mol dari kandungan yang ada pada solvent. Perpotongan garis FL ini dengan kurva binodial merupakan nilai-nilai maksimum dan minimum dari pelarut. Titik perpotongan yang dekat dengan titik F merupakan titik

Take Home Test Perpindahan Massa

40

Nicholas Hadi / 1006706334

minimum dari pelarut, sedangkan yang dekat dengan titik L ialah titik maksimumnya. Selanjtunya dengan menggunakan lever rule / law of balance, dapat ditentukan masing nilai maksimum dengan minimumnya : c. Jumlah pelarut yang diperlukan, jika rafinat (R) mengandung 4.55% mol DMK? Untuk menentukannya, terlebih dahulu menentukan posisi titik rafinat dan titik ekstrak. Titik rafinat dapat ditentukan dengan menarik garis horizontal dari 0.00455 DMK (pada kurva segitiga) sampai memotong kurva binodial disebelah kiri. Sedangkan untuk menentukan titik ekstrak dilakukan dengan melakukan interpolasi diantara 2 garis kanoda disekitarnya, dan menarik garis semirip mungkin dengan kemiringan garis kanoda disekitarnya dari titik rafinat sampai memotong kurva binodial disebelah kanan system. Garis ini ditulis sebagai garis RE. garis RE ini juga akan memotong garis FL, dimana perpotongan antara garis FL dan garis RE ini merupakan titik mixing antara kedua campuran (M). dengan itu dapatlah ditentukan jumlah pelarut efektifnya dengan menggunakan lever rule / law of balance :

d. Jumlah dan komposisi dari rafinat yang dihasilkan Untuk menentukan komposisi rafinat dan ekstrak dapat dengan mudah dilakukan karena pada bagian sebelumnya telah ditentukan letak dari rafinat dan ekstrak pada kurva segitiga. Untuk melakukan pengecekan dapat digunakan persamaan :

Dan

Take Home Test Perpindahan Massa

41

Nicholas Hadi / 1006706334

Raffinate (R) : Total nya = 1 Total nya = 1

Extract (E)

Selanjutnya untuk menentuka jumlah rafinatnya, dapat ditentukan dengan menggunakan gabungan neraca massa dan metode grafik, berikut persamaannya : Neraca total :

Law of balance: Hasil perhitungan memberikan :

Hasil tersebut sangat masuk akal, dimana dengan F = 145 kg dan L = 217.5 kg, serta kandungan akhir acetone di rafinat harus 0.0045, maka tentu hasil akhirnya akan memberikan jumlah ekstrak yang lebih banyak dibanding dengan raffinat nya.

Take Home Test Perpindahan Massa

42

Nicholas Hadi / 1006706334

Daftar Pustaka
Amborowati, T.H.. New Ekstraksi, http://www.scribd.com/doc/20582022/NewEkstraksi , diakses 10 Desember 2012, 16.20 WIB Perry, R.H. and Chilton, Perrys Chemical Engineering Handbook 7th ed, Mc. GrawHills, Kogashuka, Tokyo,1981. Randy. Ekstraksi, http://randychemistry07.blogspot.com/2011/10/ekstraksi.html diakses 10 Desember 2012, 15.20 WIB Sambhara, M.K. . Ekstraksi, http://alchemistviolet.blogspot.com/2011/02/ekstraksi .html diakses 10 Desember 2012, 15.20 WIB Treybal, Robert E. 1980. Mass Transfer Operation, 3rd ed. Singapore:McGrawHill

Take Home Test Perpindahan Massa

43

Nicholas Hadi / 1006706334

Anda mungkin juga menyukai