Anda di halaman 1dari 53

ANALISIS EKONOMI MASUKNYA TIGER AIRWAYS KE INDONESIA

diajukan untuk memenuhi sebagian tugas mata kuliah Manajemen Pemasaran Global Pariwisata

disusun oleh : Gani Hamdani Novita Maolida Suhadi Tifany Larassati Yuni Misdiantika NIM NIM NIM NIM NIM 1101973 1102424 1105378 1102297 1101963

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PEMASARAN PARIWISATA FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG 2013

ABSTRAK

Low Cost Carrier belakangan ini menjadi suatu konsep yang menarik bagi industri penerbangan di Indonesia. Selain merupakan manajemen yang dapat meminimalisir biaya variable. Low Cost Carrier juga dapat mengambil suatu segmentasi pasar yang lebih luas lagi. Low Cost Carrier di Indonesia muncul setelah adanya krisis ekonomi tahun 1998. Maskapai yang mengandalkan konsep full charge banyak yang bangkrut dan tidak mampu menjalankan operasinya lagi dikarenakan hutang yang sudah menumpuk. Semenjak itu, banyak maskapai di Indonesia banyak mqengadopsi konsep penerbangan Low Cost Carrier dari Amerika yang dapat lebih menekan cost atau biaya. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana rencana strategis yang dilakukan oleh Tiger Airways dalam mengembangkan dan memasarkan produk Low Cost Carrier secara global terutama ke Indonesia berdasarkan analisis lingkungan ekonomi serta hasil yang telah dicapai dari rencana strategis yang telah dilakukan tersebut. Adapun manfaat dari studi kasus ini yaitu dapat menambah pengalaman penulis melalui penelitian yang dilakukan serta dapat memberikan informasi kepada pihak yang memberikan perhatian terhadap dunia kepariwisataan dan perkembangannya. Tehnik pengumpulan data dengan, studi dokumen, pengumpulan data dari artikel, buku dan situs internet yang berkaitan dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rencana strategis yang dilakukan oleh Tiger Airways dalam memasarkan produknya secara global dapat meningkatkan jaringannya dan telah menghubungkan orang di seluruh Asia Pasifik dalam bentuk pelayanan penerbangan Low Cost Carrier. Dan pada akhirnya Tiger Airways masuk pada industri penerbangan Indonesia.

Page | 2

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT. Tidak lupa shalawat serta salam selalu dilimpahkan untuk Nabi besar kita, Nabi Muhammad SAW. Atas izin dan ridho-Nya penyusun dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul ANALISIS EKONOMI MASUKNYA TIGER AIRWAYS KE INDONESIA. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi sebagian tugas mata kuliah Manajemen Pemasaran Global Pariwisata. Makalah ini terdiri atas tiga bab dan beberapa sub bab. Bab satu pendahuluan berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penulisan makalah, manfaat penulisan makalah, dan sistematika penulisan makalah. Bab dua isi dan pembahasan berisi Tentang Tiger Airways, Tiger Airways Dan Mandala Airlines, Strategi Tiger Airways, Sistem Ekonomi Indonesia Dan Singapura, Perkembangan Tiger Airways, dan Analisis SWOT Tiger Airways. Bab tiga penutup berisi simpulan. Pada kesempatan ini penyusun mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam proses penyusunan makalah ini yang namanya tidak bisa disebutkan satu-persatu. Penyusun tidak menutup kemungkinan dalam penulisan makalah ini terdapat kekurangan. Oleh karena itu, penyusun mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat konstruktif untuk perbaikan makalah ini di masa yang akan datang.

Bandung, 13 Juli 2013

Page | 3

DAFTAR ISI

ABSTRAK ................................................................................................................ 2 KATA PENGANTAR .............................................................................................. 3 DAFTAR ISI............................................................................................................. 4 BAB 1 PENDAHULUAN ........................................................................................ 5 1.1 Latar Belakang Masalah ............................................................................. 5 1.2 Rumusan Masalah ....................................................................................... 5 1.3 Tujuan Penulisan Makalah ......................................................................... 5 1.4 Manfaat Penulisan Makalah ....................................................................... 6 1.5 Sistematika Penulisan Makalah.................................................................. 6 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA .............................................................................. 7 BAB 3 ISI DAN PEMBAHASAN ........................................................................... 8 3.1 Tentang Tiger Airways ................................................................................ 7 3.2 Tiger Airways Dan Mandala Airlines ........................................................ 21 3.3 Strategi Tiger Airways ................................................................................ 24 3.4 Sistem Ekonomi Indonesia Dan Singapura ............................................... 26 3.5 Perkembangan Tiger Airways .................................................................... 42 3.6 Analisis SWOT Tiger Airways ................................................................... 49 BAB 4 PENUTUP .................................................................................................... 41 4.1 Simpulan ....................................................................................................... 52 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................... 53

Page | 4

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Pertumbuhan ekonomi di Indonesia ditambah dengan gaya hidup masyarakat Indonesia yang konsumtif telah menarik banyak minat para pelaku bisnis, terutama pelaku bisnis asing untuk dapat melebarkan sayapnya ke Indonesia. Salah satunya maskapai penerbangan Tiger Airways (Tigerair). Menarik untuk dipelajari bagaimana Tigerair menjadikan Indonesia sebagai salah satu tujuan bisnisnya sampai akhirnya Tigerair mengakuisisi saham Mandala Airlines sejak diakuisisi Tigerair telah berubah nama menjadi Mandala Tigerair.

1.2 Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam penulisan makalah ini, diantaranya : Bagaimana perjalanan karier (milestone) Tiger Airways selama berkiprah di industri penerbangan? Apa keterkaitan antara Tiger Airways dan Mandala Airlines? Strategi apa saja yang digunakan Tiger Airwaysuntuk dapat memasuki market diIndonesia? Bagaimana sistem ekonomi Indonesia dan Singapura? Bagaimana perkembangan Tiger Airways? Bagaimana analisis SWOT Tiger Airways?

1.3 Tujuan Penulisan Makalah Tujuan dari penulisan makalah ini, antara lain : Mengetahui asal-usul Tiger Airways. Mengetahui keterkaitan antara Tiger Airways dan Mandala Airlines.
Page | 5

Mengetahui strategi Tiger Airways. Mengetahui sistem ekonomi Indonesia dan Singapura. Mengetahui perkembangan Tiger Airways. Mengetahui analisis SWOT Tiger Airways.

1.4 Manfaat Penulisan Makalah Manfaat penulisan makalah ini bagi dosen adalah memberikan sumbangan pemikiran baik berupa konsep teoritis maupun knsep praktis. Manfaat penulisan makalah ini bagi penulis adalah penulis mampu menyusun makalah dengan benar dan cermat, juga memperluas wawasan keilmuan penulis. Tujuan penulisan makalah ini bagi pembaca adalah memberikan referensi bagi pembaca dan menambah wawasan keilmuan pembaca.

1.5 Sistematika Penulisan Makalah Makalah ini terdiri atas tiga bab dan beberapa sub bab. Bab satu pendahuluan berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penulisan makalah, manfaat penulisan makalah, dan sistematika penulisan makalah. Bab dua isi dan pembahasan berisi Tentang Tiger Airways, Tiger Airways Dan Mandala Airlines, Strategi Tiger Airways, Sistem Ekonomi Indonesia Dan Singapura, Perkembangan Tiger Airways, dan Analisis SWOT Tiger Airways. Bab tiga penutup berisi simpulan.

Page | 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pertumbuhan atau keadaan ekonomi membuat perilaku pasarpun berbeda, begitu juga perilaku membeli sangat berbeda-beda dari suatu negara. Contohnya, bila produk kita

menjadi Market Leader di negara kita belum tentu di negara lain yang akan dipasarkan. Ekonomi ialah penyelidikan tentang keadaan dan sebab adanya kekayaan negara (Adam Smith) Pemasaran global adalah proses menfokuskan sumber daya (manusia, uang, aset fisik) dan tujuan-tujuan dari suatu organisasi untuk memperoleh kesempatan dan menanggapi ancaman pasar global. (Keegan 1995). Dimensi-dimensi utama dalam pemasaran global: 1. Lingkungan pemasaran global 2. Segmentasi pasar global 3. Pemasaran dengan sasaran global 4. Merumuskan strategi dan rencana pemasaran global 5. Bauran pemasaran global 6. Mengelola dan memimpin usaha pemasaran global

Page | 7

BAB III ISI DAN PEMBAHASAN

3.1 Tentang Tiger Airways Tigerair, didirikan pada tahun 2004 adalah pembawa anggaran terkemuka yang didedikasikan untuk menghubungkan orang di seluruh Asia Pasifik. Grup beroperasi dari empat pangkalan di Singapura, Australia, Indonesia dan Filipina. Tigerair bertujuan untuk memperluas kehadirannya di Asia melalui kedua kemitraan strategis baru dan pertumbuhan organik. Pada 30 Juni 2013, armada Group terdiri dari 45 pesawat A320-keluarga Airbus, rata-rata di bawah usia tiga tahun. Penghargaan baru-baru ini dimenangkan oleh Tigerair meliputi : o Top 3 Maskapai oleh Carriage Penumpang (Singapura) di Airline Awards Changi 2013 o Top Airline oleh Pertumbuhan Cargo Carriage di Airline Awards Changi 2013 o Top Airline oleh Pertumbuhan Carriage Penumpang (Singapura) di Changi Airline Awards 2012 selama 3 tahun berturut-turut o Makanan dalam penerbangan terbaik di kategori maskapai bertarif rendah di Asia Pasifik Airline Food Awards 2012 o Biaya Airline Rendah of the Year Award di CAPA Aviation Awards for Excellence pada tahun 2010 Tigerair memberdayakan masyarakat untuk mengeksplorasi tujuan baru dan mengumpulkan pengalaman mengesankan dengan menawarkan peningkatan jaringan tujuan dan pilihan wisata yang terjangkau. Hal ini juga berkomitmen untuk mempertahankan standar tertinggi untuk keselamatan, keamanan dan kehandalan. Jangkauan Terbang Tigerair terbang ke lebih dari 50 tujuan di 13 negara di kawasan Asia Pasifik

Page | 8

Armada Tigerair Tigerair memiliki armada pesawat A320 dengan rata-rata usia di bawah tiga tahun.

Tigerair berencana membangun armadanya menjadi 68 pesawat hingga Desember 2015. Armada pada 31 Mei 2013 : o Tigerair 21 o Tigerair Australia 11 o Mandala Airlines 7 o Tigerair Filipina 5

COMPANY PROFILE Tiger Airways Singapore

IATA TR

ICAO TGW

Kode panggil GO CAT

Didirikan Hub Ukuran armada Kota tujuan Perusahaan induk Slogan perusahaan Kantor pusat Orang penting Situs web

2003 Singapore Changi Airport 21 28 Tiger Airways Holdings Get The Real Deal Singapura Koay Peng Yen (CEO-designate)(from 9 August 2012)[1][2] www.tigerairways.com

Tiger Airways Tiger Airways adalah nama maskapai penerbangan Singapura. Dengan kode IATATR

dan kode ICAOTGW. Maskapai ini berdiri bulan Desember tahun 2003. Penerbangan perdananya 15 September 2004. Tiger Airways memiliki 4 pesawat A320 bermesin
Page | 9

International Aero Engines (IAE) V2500. Konfigurasi tempat duduk yaitu single class (180 tempat duduk).

Penerbangan ini dibentuk pada 12 Desember 2003 dan memulai penjualan tiket pada 31 Agustus 2004. Penerbangan ini memulai operasinya dalam suasana kesulitan yang melandai industri penerbangan akibat harga minyak yang melambung dan juga saingan berat dari penerbangan yang lain. Tiger Airways menunda rencananya untuk mengenakan biaya tambahan minyak seperti yang dilakukan oleh pesaingnya. Pada 21 September 2005, perusahaan ini melaporkan bahwa untuk tahun pertama operasinya, terdapat lebih 50,000 penumpang menggunakan penerbangannya, 5000 penerbangan yang mengikut jadwal, dan kadar penerbangan yang sempurna sebesar 98.7%. 94% penerbangan yang berlepas dan 90% penerbangan yang datang berlangsung mengikut jadwal. Tiger Airways juga telah membeli empat buah pesawat dan membuka penerbangan ke 9 kota tujuan. Penerbangan ini akan meningkatkan armadanya menjadi sembilan pesawat Airbus A320 pada penghujung 2006, dan untuk melayani sekurang-kurangnya 3 juta penumpang setiap tahun pada saat itu. Tiger Airways juga mengharap untuk menambahkan lagi enam tujuan penerbangan pada 2006, diantaranya keChina dan India. Tiger Airways adalah penerbangan berbiaya rendah pertama dari Singapura yang menerima kelulusan dari pemerintah China untuk terbang ke berbagai kota di selatan China seperti Haikou, Guangzhou dan Shenzhen dalam sebuah pengumuman pada 21 Februari 2006. Penjualan tiket ke berbagai kota tersebut dimulai pada 24 Februari 2006, dengan penerbangan pertama ke Shenzhen pada 15 April, Haikou pada 26 April dan Guangzhou pada 27 April 2006. Tiger Airways mendapati penerbangan ke berbagai kota tersebut sangat populer dan telah meningkatkan angka penerbangan ke Haikou dan Guangzhou kurang dari tiga bulan sejak perjalanan perdananya. Tiger Airways Australia

Page | 10

Pada 9 Februari 2007, Tiger Airways menyatakan ingin menjadi bagian dari penerbangan domestik ketiga di Australia untuk bersaing dengan Virgin

BluedanQantas/Jetstar. Tiger Airways Australia akan menggunakan jaringan domestik Australia untuk mengembangkan kehadirannya di sana sebagai pintu masuk Darwin dan Perth, dan Melbourne. Pada 16 Maret2007, perusahaan ini memerima kelulusan dari pemerintah Australia untuk menbentuk sebuah maskapai penerbangan dan Tiger Airways Australia dibentuk pada hari yang sama. Tiger Airways Australia mulai beroperasi pada 23 November 2007, dan penerbangan yang dilayani (saat ini dan kedepan) sudah meliputi semua daerah dan wilayah di sana. Mandala Pada April 2011, tim kurator menyatakan bahwa Mandala Airlines akan menjalankan operasinya kembali pada bulan Mei 2011. Maskapai ini kemudian memastikan diri kembali beroperasi pada bulan Juni 2011. Sebagai bagian restrukturisasinya, maskapai ini pun mengalami pergantian kepemilikan saham. Pemegang saham mayoritas adalah PT Saratoga Investment Group sebesar 51%, diikuti oleh Tiger Airways dari Singapura sebesar 33%, dan 16% sisanya dimiliki oleh pemegang saham lama dan para kreditor. Incheon Tiger Airways Pada 5 November 2007, Tiger Airways mengumumkan yang ia akan memulai sebuah penerbangan berbiaya rendah dari Korea. Ini merupakan sebuah usaha bersama Tiger Aviation dan Bandara Metropolitan Incheon. Penerbangan ini akan melayani penerbangan ke Jepang, China, Mongolia dan ujung timur Rusia. Penerbangan ini akan berkantor di Banadara Internasional Incheon di Seoul, Korea Selatan. Pemilikan Tiger Airways dimiliki 100% oleh Tiger Aviation, perusahaan yang dibentuk pada 2007 bagi mengendali Tiger Airways dan perusahaan penerbangan, Tiger Airways Australia. Anak Perusahaan

o Tigerair (100%) o Tigerair Australia (40%) o Tigerair Mandala (33%) o Tigerair Filipina (40%)
Page | 11

Armada Penerbangan ini memiliki armada yang mencangkup pesawat A320-200. Semua

pesawat menawarkan kelas ekonomi saja dengan 180 tempat duduk.Pada saat kini, penerbangan ini memiliki 9 buah pesawat dalam armadanya setelah mendapat dua buah pesawat pada April 2006, pesawat ketiga pada 11 Oktober 2006, pesawat keempat yaitu 9VTAH pada 23 November 2006, dan yang kelima, 9V-TAI, pada 14 Desember 2006. Pada Juli 2006, perusahaan ini mengumumkan persetujuan jual-dan-sewa kembali dengan

perusahaan GATX Air untuk dua buah pesawat yang akan tiba pada Oktober 2006 dan November 2007. Tiger Airways juga mengumumka akan membeli lagi 8 buah pesawat untuk meningkatkan jumlah pesawatnya menjadi 20. Pada 17 Oktober 2006, penerbangan ini telah mengesahkan pembelian delapan lagi pesawat yang akan diterima di antara tahun 2008 dan 2010 dalam suatu persetujuan yang bernilai $S780 juta. Pada 4 Januari 2007, Tiger Airways mengumumkan bahwa telah berhasil mendapat pinjaman untuk membiayai pembelian ini dari sebuah bank di Perancis, BNP Paribas. Pada 21 Juni 2007, Tiger Airways mengumumkan bahwa telah menandatangani surat persetujuan untuk membeli lagi 30 buah pesawat berniai $USD 2.2 bilion, dengan lagi 20 buah dalam pilihan. Pesawat-pesawat ini akan diantarkan di antara tahun 2011 dan 2014. Pada 10 Oktober 2007, Tiger mengesahkan surat persetujuan yang ditandatanganinya pada bulan Juni 2007. Pesawat-pesawat baru ini akan digunakan untuk rangkaiannya di Asia Pasifik dan juga penerbangan domestik di Australia. Pada 18 Desember 2007, Tiger mengumumkan beberapa pesawat Airbus A320 yang ditempah dahulu ditingkatkan menjadi 70. Tujuan Penerbangan Tiger Airways kini terbang ke berbagai kota yang mengambil waktu 5 jam dari Singapura: maka itu, Tiger Airways melayani 19 penerbangan dalam 8 negara di sekitarnya. Thailand merupakan pasaran pertama dan terbesar dan kini Tiger Airways melayani 4 kota di sana bagi mengambil kesempatan persetujuan langit-terbuka di antara kerajaan Thailand dan Singapura. Beberapa persetujuan yang kini menghalangi Tiger Airways untuk terbang ke Malaysia kecuali Kuala Lumpur bermulai pada Februari 2008 walaupun pada September 2006, Tiger Airways telah diizinkan untuk terbang
Page | 12

ke Kuching, Miri danSibu dalam percobaan untuk menarik wisatawan di Sarawak. Rencana masa depan termasuk: o Meningkatkan jumlah pesawat ke 20 tidak lewat dari tahun 2010 o Singapura-Brunei, Singapura-Kemboja, Singapura-Pontianak, Singapura-Tarakan, Singapura-Kuching, Singapura-Sibu, Singapura-Miri, Singapura-KL o Tiger Airways mahu menceburi penerbangan domestik di Australia, untuk menyaingi Qantas, Jetstar, Virgin Blue dan penerbangan yang lain. o Tiger Airways mendapat izin dari pemerintah India untuk terbang ke 6 buah kota di India (Chennai, Kochi, Goa, Trivandrum, Kolkata and Kozhikode), dan telah mulai penerbangan ke Chennai dan Kochi. o Tiger Airways akan mendirikan sebuah hab di Seoul di Bandara Internasional Incheon. Namun, persetujuan yang terdapat pada masa kini hanya membenarkan 2 perusahaan penerbangan terbesar di Korea yaitu Asiana Airlines dan Korean Air untuk terbang ke berbagai kota internasional. Penerbangan dari Seoul ini akan diberi nama Incheon Tiger Airways dengan Tiger Airways memiliki 49% saham dalam perusahaan tersebut dan dengan bandara Incheon memegang 51%. (semua penerbangan Korea mayoritas dimiliki pihak dari Korea).

Pilihan Makanan dan Minuman Sebagai sebuah penerbangan berbiaya rendah, makanan dan minuman gratis tidak

disediakan, namun penumpang boleh beli dari kru kabin. Menu yang disediakan adalah makanan ringan seperti mi instan, sup dan sandwich. Minuman panas dan dingin dan bersoda juga dijual. Hiburan Buat saat kini, tidak terdapat Sistem Hiburan Dalam Pesawat dalam semua penerbangan Tiger Airways. Namun, penumpang bisa membayar S$15 untuk menggunakan permainan video yang terdapat dalam pesawat sepanjang jangka masa penerbangan. Majalah penerbangan, Tiger Tales, disediakan secara gratis kepada penumpang. Mandala Tiger Airways

Page | 13

Mandala Tigerair (sebelumnya Mandala Airlines) adalah maskapai penerbangan bertarif rendah yang berkantor pusat di Jakarta, Indonesia dan merupakan perusahaan dari asosiasi yang berbasis di Singapura Tiger Air Group. Mantan maskapai layanan yang mereposisi dirinya sebagai maskapai murah / low cost carrier (LCC) setelah landasan selama setahun pada tahun 2011 yang disebabkan oleh krisis utang. Mandala kembali beroperasi pada April 2012 menyusul suntikan dana segar oleh Indonesia Konglomerat Saratoga Investment Corp yang mengambil alih 51% saham maskapai, dengan pasangan Tigerair mengambil 33,3% dan sisanya oleh Kreditur. Operasi bersama dengan rekan lainnya di Grup Tigerair, saham Tigerair Mandala penjualan Tigerair distribusi dan saluran pemasaran untuk memasuki jaringan yang lebih luas di seluruh Tigerair Asia Tenggara, Australia, Cina dan India. Armada Tigerair Mandala pesawat baru Airbus A320 (merek pesawat baru awalnya diperintahkan untuk Tigerair Singapore) terbang terutama dalam daerah yang lebih padat penduduk di Jawa dan Sumatera, menyediakan koneksi internasional domestik dan regional. Semua pesawat Tigerair Mandala sedang dipertahankan di bawah Singapore Airlines Engineering Company (SIAEC). Sebagai salah satu maskapai penerbangan Indonesia yang tidak terdaftar di bawah laramngan Uni Eropa, Tigerair Mandala menerapkan salah satu standar keamanan tertinggi dan pemeliharaan. Ia berencana untuk menambah armadanya menjadi 15 pesawat pada akhir 2013 dan 25 tahun 2015.

PT Mandala Airlines didirikan pada 17 April 1969. Para pendirinya adalah Kolonel Sofjar, Mayjen Raden Soerjo, Adil Aljol, Mayor (AU) Soegandi Partosoegondo, Kasbi Indradjanoe dan Darwin Ramli. Maskapai ini dimiliki oleh PT Dharma Kencana Sakti, yang pada gilirannya adalah lengan komersial Yayasan Dharma Putra Kostrad, sebuah yayasan terkait dengan Kostrad, perintah cadangan strategis dari tentara Indonesia. Maskapai ini dinamai Operasi Mandala, operasi militer untuk menggabungkan Papua Barat ke Indonesia. Nama ini juga mengacu pada mandala, sebuah istilah Sansekerta untuk diagram yang melambangkan alam semesta, yang digunakan sebagai logo perusahaan.

Page | 14

Pada tahun-tahun awal Mandala Airlines dioperasikan penerbangan antara Jakarta dan tujuan di Indonesia bagian timur, seperti Ambon, Gorontalo, Kendari, Makassar dan Manado. Pada tahun 1972 Mandala mengambil alih Seulawah Air Service (airline milik militer lain), yang terbang ke kota-kota di Indonesia bagian barat, seperti Banda Aceh, Banjarmasin, Medan, Padang, Palembang, Pekanbaru dan Pontianak, memberikan maskapai cakupan nasional. Di bawah manajemen militer, Mandala Airlines terus keberadaan relatif tenang sebagai maskapai lapis kedua. Pada tahun 1992, ia pensiun yang terakhir dari armada turboprop usia dan menggantinya dengan sewa pesawat jet tangan kedua. Pada tahun 2001, ia mengalami skandal keuangan, di mana tidak kurang dari Rp 135.500.000.000 (sekitar Rp 13,5 juta) dicuri dari dana perusahaan oleh seorang perwira senior Kostrad. Meskipun penghargaan sebagai "Merek Paling Potensial di Maskapai Service" di Indonesia pada tahun 2002, Mandala merasa sulit untuk bersaing dengan penerbangan baru yang timbul Indonesia. Pada tahun 2005, Mandala mengalami kecelakaan hebat di Medan. Pada waktu yang sama, perkembangan politik di Indonesia memaksa militer untuk melepaskan diri dari bisnisnya, sehingga Mandala Airlines yang ditawarkan untuk dijual. Setelah pemerintah Indonesia menolak untuk mengambil alih Mandala Airlines, Cardig International mengakuisisi maskapai seharga Rp 300 miliar (USD 34 juta) pada bulan April 2006. Indigo Partners mengakuisisi 49% saham Cardig pada bulan Oktober 2006. Dalam satu tahun akuisisi, Mandala Airlines mengubah citranya menjadi maskapai penerbangan modern yang memenuhi standar internasional tentang keamanan. Ia mengadopsi model maskapai rendah biaya, agar dapat bersaing dengan maskapai penerbangan murah di Indonesia. Mandala Airlines menciptakan ceruk khusus di antara operator murah di Indonesia dengan menciptakan citra sebagai maskapai penerbangan yang aman, mengambil keuntungan dari usia yang relatif muda dari armadanya. Mandala kini telah menyelesaikan IOSA (IATA Operational Safety Audit) dari Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) dan audit produsen lainnya. Ini dikontrak perawatan pesawatnya kepada Singapore Airlines Engineering Company (SIAEC). Perbaikan keselamatan ini diakui oleh Uni Eropa sebagai Mandala adalah antara empat maskapai penerbangan Indonesia (yang lain adalah Garuda Indonesia, Airfast Indonesia dan Premiair) resmi dicoret dari daftar larangan maskapai Uni Eropa pada tanggal 14 Juli, 2009. Mandala

Page | 15

tercantum dalam Kategori 1 oleh Otoritas Penerbangan Sipil Indonesia untuk kualitas keselamatan penerbangan. Pada bulan Januari 2009, Mandala Airlines menyelesaikan pentahapan keluar dari pesawat yang lebih tua Boeing, menggantinya dengan Airbus baru. Pada tanggal 20 April 2009, Mandala memindahkan operasi Jakarta untuk Terminal 3 baru dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pada bulan April 2010, Mandala Airlines mengumumkan layanan internasional ke Hong Kong, Macau dan Singapura. Layanan ini dimulai pada tanggal 25 Juni 2010. Tak lama setelah layanan antara Jakarta dan Macau dimulai pada tanggal 21 Juli 2010, maskapai ini mengumumkan bahwa semua penerbangan antara 22-29 Agustus 2010 sudah dibatalkan. Keprihatinan juga dikemukakan oleh beberapa penumpang bahwa perusahaan tidak memberikan informasi yang memadai tentang pembatalan mendadak. Pada tanggal 13 Januari 2011, Mandala Airlines sementara berhenti terbang semua armada mereka karena masalah utang. Pada Mei 2011, Tiger Airways yang berbasis di Singapura melalui Jalan Aviation Pte. Ltd dan Saratoga Investama, perusahaan investasi strategis Indonesia yang dimiliki oleh Sandiaga Uno, mengumumkan rencana mereka dalam pengajuan kepada Bursa Efek Singapura, Kamis. Tiger Airways akan mengakuisisi saham 33 persen, sedangkan Grup Saratoga akan membeli 51 persen Mandala. Mandala Airlines akan fokus pada Low Cost Carrier (LCC) pasar karena salah satu pemegang saham, Tiger Airways juga menjalankan operasi LCC. Perusahaan ini dilaporkan telah meminta pengadilan niaga untuk menunda tindakan pemulihan utang terhadap maskapai. Aplikasi resmi untuk penundaan pembayaran utang ke Pengadilan Niaga telah diajukan Rp 800 miliar menjadi sekitar 271 kreditur. Pada akhir Februari 2011, para kreditur akhirnya menerima usulan penyelesaian utang maskapai untuk mengkonversi utang menjadi saham. Hal itu disetujui oleh 70,58 persen dari total kreditur dari total utang Rp.2.4 triliun. Setelah berjuang dengan dana, pada 24 September 2011 transaksi akuisisi akhirnya ditutup. Mandala akan kembali di udara 90 hari setelahnya, tapi tentu harus mendapat Air Operator Certificate baru pertama selama itu. Dua pesawat Mandala telah diperiksa oleh Kementerian Perhubungan inspektur dan Mandala Airlines harus melanjutkan layanan pada tanggal 15 Februari 2012 atau lisensi AOC nya akan dicabut. Mandala akan memiliki 10 pesawat dalam waktu satu tahun.

Page | 16

Mandala kembali beroperasi pada hari Kamis 5 April 2012 sebagai maskapai mitra Tiger Airways, dengan satu rute domestik antara home base nya Jakarta dan Medan, ibukota Sumatera Utara. Ini akan diikuti oleh tujuan internasional pertamanya ketika meluncurkan rute Medan-Singapura pada tanggal 20 April 2012, menambahkan tujuan Indonesia kedua Tiger jaringan Singapura setelah Jakarta. Pada 3 Juli 2013, sebagai bagian dari Tiger Airways Group, Mandala Airlines mengumumkan transformasinya menjadi 'Tigerair Mandala' (RI) dalam hubungannya dengan Tiger Airways merek refresh untuk Tigerair. Dengan beroperasi di bawah nama merek baru, penerbangan juga mengadopsi logo baru yang mewakili kehangatan, gairah dan keaslian. Paul Rombeek, Presiden Direktur Mandala Tigerair mengatakan bahwa, "Dalam proses rebranding, nama perusahaan tetap tidak berubah, PT. Mandala Airlines, namun nama khas merek kami berubah menjadi Tigerair Mandala, karena kami bangga kami Mandala warisan Indonesia, tapi kami juga ingin memanfaatkan banyak aspek dari dana TigerairGroup." Wajah baru Tigerair Mandala memiliki tampilan segar dan optimis yang mewujudkan kepribadian merek baru. Ekor Pesawat bergaris yang digunakan untuk menjadi elemen utama dari logo Tigerair Mandala telah membuat jalan bagi abu kontemporer bulat tipografi font, dengan tersipu-sipu aksen oranye dan oranye senyum tampak ekor. "Kami merangkul keyakinan sederhana bahwa perjalanan adalah tentang membawa orang lebih dekat dengan impian mereka dan tentang membuat pengalaman dan kenangan besar. Apa yang kami tawarkan kepada pelanggan kami yang besar nilai dan pengalaman yang mulus dengan "saya bisa!" Attitude.Kami ingin lebih terlibat dalam perjalanan pelanggan kami dengan menyediakan keamanan, tepat waktu, nyaman dan pengalaman perjalanan besar dengan tarif terbaik, "tambah Mr Rombeek. Perubahan juga terjadi dengan maskapai lain di bawah Grup Tigerair, yaitu Tiger Airways Tigerair (TR), Tiger Australia ke Tigerair Australia (TT) dan SEAIR ke Tigerair Filipina (DG), untuk menandakan sinergi dan koneksi yang lebih besar antara penerbangan. Ke depan, TigerairGroup akan lebih solid dalam oprasional dan menawarkan jangkauan yang lebih luas dan layanan kepada penumpang. Merek menyegarkan Tigerair Mandala di bandara, kantor tiket, dan titik sentuh pelanggan lain juga akan lebih jelas pada hari-hari mendatang.
Page | 17

Logo maskapai adalah emas berujung delapan mandala mencerminkan delapan karakter kemanusiaan dan delapan elemen dalam tradisi Jawa, dengan teratai lima petaled di tengahnya mencerminkan ideologi negara lima berprinsip di Indonesia, Pancasila. Sebuah logo baru diresmikan pada tanggal 1 September 2008, menekankan citra baru perusahaan. Logo baru, yang dirancang oleh Veronica Halim & Eddy Purwanto dari Nuage Branding, membuat mandala teratai dan tema yang asli, tetapi memiliki desain lebih ramping. Livery saat Mandala Airlines menjadi "Eurowhite" skema, yang terdiri dari pesawat putih dengan judul biru 'mandala'. Logo perusahaan diterapkan pada ekor dan sisi tempel nacelles mesin. Livery Mandala sebelumnya juga "eurowhite" skema dengan jenis huruf yang berbeda untuk judul 'Mandala', ekor biru dan logo asli. Skema maskapai awal adalah rendah dan putih atas pesawat bare-metal dengan cheatline biru di jendela kabin dan judul 'MANDALA' merah. Liveries terbaru lainnya yang digunakan oleh Mandala Airlines termasuk emas dan skema bergelombang biru dengan judul besar billboard 'Mandala' diperkenalkan pada awal tahun 2008, skema terutama putih dengan emas dan biru hoki garis menempel pada badan pesawat dan ekor biru, dan semua -putih skema. Setelah restrukturisasi, baru hibrida Tiger Airways Mandala livery mencerminkan statusnya sebagai Tiger Airways mitra maskapai di Indonesia dengan menjaga biru 'title mandala' pada badan pesawat Airbus A320 tetapi memiliki sayap dan logo pada ekor diganti dengan garis-garis macan "tiger" dan warna oranye. In-Flight Service

Page | 18

Mandala Airlines mengadopsi rendah embel-embel sama konsep Tiger Airways dengan menawarkan layanan kelas tunggal pada semua pesawat Airbus A320-180 pada kursinya. Ada layanan makanan dan minuman buy-on-board tapi tidak ada hiburan dalam penerbangan yang ditawarkan, kecuali untuk majalah dalam pesawat. Kursi dapat dipesan secara online selama proses pemesanan, jika tidak mereka dialokasikan selama bandara check-in. Layanan tambahan lain yang ditawarkan kepada penumpang termasuk Tiger prioritas asrama "BoardMeFirst". Berdasarkan Mandala Keistimewaan Prioritas. Program, maskapai ini menawarkan bagasi 20 kg (44 lb) per penumpang, dengan tambahan 5 kg (11 lb) untuk penumpang prioritas. Prioritas penumpang juga diuntungkan dari kursi pilihan di depan pesawat, gratis akses lounge bandara dan makanan gratis dan minuman di kedua lounge dan dalam penerbangan. Corporate Company BOARD OF DIRECTORS Mr. Joseph Yuvaraj Pillay (Independent Director and Chairman) Mr. Koay Peng Yen (Executive Director and Group CEO) Mr. Maurice de Vaz (Independent Director) Ms. Rachel Eng Yaag Ngee (Independent Director) Mr. Hsieh Fu Hua (Independent Director) Mr. Lang Tao Yih Arthur (Independent Director) Mr. Lee Chong Kwee (Independent Director) Mr. Po'ad Bin Shaik Abu Bakar Mattar (Independent Director) Mr. Yap Chee Keong (Independent Director) Capt. Gerard Yeap Beng Hock (Non-Independent Director)

Page | 19

AUDIT COMMITTEE Mr. Po'ad Bin Shaik Abu Bakar Mattar (Chairman) Mr. Maurice de Vaz Mr. Lee Chong Kwee Mr. Yap Chee Keong EXECUTIVE COMMITTEE Mr. Joseph Yuvaraj Pillay (Chairman) Mr. Maurice de Vaz Mr. Hsieh Fu Hua Mr. Koay Peng Yen Mr. Lee Chong Kwee NOMINATING COMMITTEE Mr. Hsieh Fu Hua (Chairman) Mr. Maurice de Vaz Ms. Rachel Eng Yaag Ngee Mr. Joseph Yuvaraj Pillay Mr. Yap Chee Keong REMUNERATION COMMITTEE Mr. Hsieh Fu Hua (Chairman) Mr. Maurice de Vaz

Page | 20

Ms. Rachel Eng Yaag Ngee Mr. Joseph Yuvaraj Pillay Mr. Yap Chee Keong RISK MANAGEMENT COMMITTEE Mr. Joseph Yuvaraj Pillay (Chairman) Mr. Hsieh Fu Hua Mr. Lang Tao Yih Arthur Mr. Po'ad Bin Shaik Abu Bakar Mattar Capt. Gerard Yeap Beng Hock COMPANY SECRETARY Ms. Joyce Fong REGISTERED OFFICE 17 Changi Business Park Central 1 #04-06/09 Honeywell Building Singapore 486073 Telephone number: +65 6422 2200 Facsimile number: +65 6422 2310 BANKERS Australia and New Zealand Banking Group Limited DBS Bank Ltd Standard Chartered Bank United Overseas Bank Limited Westpac Banking Corporation

Page | 21

SHARE REGISTRAR AND SHARE TRANSFER OFFICE Boardroom Corporate & Advisory Services Pte. Ltd. 50 Raffles Place #32-01 Singapore Land Tower Singapore 048623 Telephone number: +65 6536 5355 Facsimile number: +65 6536 1360 AUDITORS Ernst & Young LLP Public Accountants and Certified Public Accountants One Raffles Quay North Tower, Level 18 Singapore 048583 Audit Partner-In-Charge: Low Bek Teng Date of appointment: Appointed since financial year ended 31 March 2011

3.2 Tiger Airways Dan Mandala Airlines PT. Mandala Airlines merupakan perusahaan yang membawahi maskapai Mandala Airlines. Mandala Airlines didirikan pada tanggal 17 April 1969 oleh beberapa perwira tinngi ABRI,yaitu Kol. Sofjar, Mayjen Raden Soerjo, Adil Aljol, Mayor (Udara) Soegandi Partosoegondo, Kasbi Indradjanoe dan Darwin Ramli. Sebelum diambil alih oleh Cardig International pada 2006, Mandala Airlines berada di bawah kepemilikan PT. Dharma Kencana Sakti yang merupakan bagian dari Yayasan Dharma Putra Kostrad TNI-AD. Pada tahun 2001, Mandala sempat mengalami skandal keuangan yang mengakibatkan kerugian perusahaan yang sangat besar. Pada tahun berikutnya, Mandala dianugerahi penghargaan Most Potential Brand in Airlines Service, namun pada saat itu Mandala mulai mengalami kesulitan dalam persaingan di industri penerbangan domestik Indonesia dengan lahirnya banyak maskapai pesaing baru. Di kota Medan pada tahun 2005, Mandala mengalami kecelakaan pesawat yang sangat berdampak pada reputasinya. Pada bulan April 2006, grup transportasi Indonesia, Cardig International (Cargo Dirgantara) mengakuisisi Mandala Airlines senilai Rp 300 miliar(US$ 34 juta). Pada bulan Oktober 2006, sebuah perusahaan investasi bernama Indigo Partners mengakuisisi 49% saham Cardig.

Page | 22

Mandala sempat masuk dalam daftar 4 maskapai Indonesia yang dilarang masuk kawasan Uni Eropa pada 14 Juli 2009 (di samping Garuda Indonesia, Airfast Indonesia dan Premiair). Mandala terus berusaha memperbaiki sistem perawatan armadanya dengan menyerahkan perawatan armadanya kepada Singapore Airlines Engineering Company (SIAEC). Pada Januari 2009, Mandala mengganti semua armada tua Boeing nya dengan sejumlah Airbus baru. Pada April 2009, Mandala memindahkan tempat operasionalnya ke Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Beberapa bulan setelah sederetan masalah yang terjadi sehubungan dengan pembatalan rute dari 22 hingga 29 Agustus 2010, pada 13 Januari 2011 Mandala Airlines mengumumkan penghentian sementara melalui Direktur Utamanya Nurhadijono Nurjadin. Penghentian sementara ini disebabkan oleh kesulitan keuangan yang berakar pada hutang. Setelah berhenti terbang selama lebih dari 1 tahun, Mandala Airlines kembali beroperasi pada 5 April 2012 dengan melayani rute perdananya dari Jakarta ke Medan. Pada 20 April, Mandala juga melayani rute internasional dari Singapura ke Medan serta Jakarta ke Kuala Lumpur pada tanggal 4 Mei. Adalah PT Saratoga Capital yang turut berperan menghidupkan Mandaladengan menguasai 51,3% saham, Tiger Airways sebanyak 33%, dan sisanya kreditur serta pemegang saham lama sebesar 15,7%.

Page | 23

Setelah itu Mandala Airlines mengubah namanya menjadi "Tigerair Mandala" semenjak bermitra dengan Tigerair Group yang juga telah mengubah nama brand dari Tiger Airways menjadi Tigerair. Selain mengusung nama brand baru, Tigerair Mandala juga mengadopsi logo baru yang memiliki tampilan yang segar dan penuh semangat sesuai dengan karakterisitik dan kepribadian perusahaan. Perubahan logo sangat terlihat pada ekor pesawat dengan logo lama bergambar loreng macan kini berganti menjadi tulisan bertipografi bulat berwarna abu-abu dengan aksen dari ekor berwarna oranye yang menyerupai senyuman yang menjadi salah satu elemen utama dari logo Tigerair Mandala.

Wajah Baru Mandala Airlines Tujuan perubahan ini untuk menandakan sinergi dan konektivitas tinggi antara seluruh maskapai tersebut kedepannya, Tigerair Group berharap akan menjadi solid dalam seluruh kegiatan operasinya dan dalam menawarkan jangkauan dan layanan yang lebih luas kepada para penumpang. Dalam menghidupkan kembali Mandala, Saratoga menjadi pemilik sekitar 51,3% saham. Investasi ini dilakukan Januari 2012 lalu. Tiger Airways investasi 33% di Mandala dan 15,7% masih dimiliki oleh pemegang saham Mandala sebelumnya dan beberapa kreditur. Mengapa Tiger Airways? Tiger Airways dipilih dalam rekan investasi di revitalisasi Mandala karena pengalamannya di industri dirgantara sangat baik. Tiger Airways merupakan anak usaha Singapore Airlines yang punya saham sekitar 32,84%. Menurut CEO Tiger Airways Holdings Ltd, Chin Yau Seng, Mandala adalah perusahaan patungan pertama Tiger Airways dan mewakili langkah signifikan dalam upaya untuk meningkatkan cengkeraman di kawasan Asia, khususnya Indonesia.

Page | 24

Mandala juga merupakan maskapai yang punya reputasi bagus. Mandala masih punya customer yang sangat loyal. Di antara mereka bahkan selalu menanyakan kapan Mandala bisa terbang lagi. Dari sisi potensi bisnis, bisnis transportasi ini masih sangat bagus. Pertumbuhannya juga sangat pesat dan cukup mengesankan. Tentu, hal ini seiring dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Untuk jumlah penumpang transportasi udara, bahkan diperkirakan bisa menembus 60 juta orang pada tahun 2015 dan 75 juta di tahun 2020. Angka itulah pasar untuk Mandala yang mempertahankan konsep low-cost carrier. Pertumbuhan jumlah penumpang, terutama, didorong oleh tumbuhnya masyarakat kelas menengah. Bayangkan, setiap tahun, kelas menengah tumbuh sampai tujuh juta orang. Dalam tujuh tahun terakhir, kelas menengah sudah menjadi sekitar 49 juta orang. Golongan kelas menengah ini, ke depan, membutuhkan better health care dan better education. Selain itu, mereka juga pasti mengalami perubahan gaya hidup, misalnya dalam hal travelling dan entertainment. Harapannya, kelas menengah dapat menjadi sumber pasar paling besar bagi Mandala, baik untuk penerbangan domestik maupun penerbangan internasional.

3.3 Strategi Tiger Airways Tigerair senantiasa berusaha memberikan yang terbaik dalam hal efisiensi, keselamatan dan keandalan operasional. Ini berarti tidak hanya sekedar melakukan yang terbaik dalam memastikan pesawat berangkat tepat waktu (dan tiba di tempat tujuan tepat waktu), tapi juga tetap dalam kondisi terbaik, sehingga pelanggan akan selalu mendapatkan pengalaman hebat yang sama seperti yang diharapkan, setiap saat. Berdasarkan standar industri, keberangkatan 'tepat waktu' adalah pesawat yang berangkat dari tempat yang ditentukan tidak lebih dari 15 menit dari waktu keberangkatan yang dijadwalkan. Tigerair senantiasa berusaha menawarkan tarif sangat rendah, sambil tetap memelihara komitmen terhadap keselamatan, efisiensi dan keandalan.

Page | 25

Kinerja Operasional 2013 Selain itu, harga tiket Tigerair bisa dikatakan dapat bersaing dengan harga tiket maskapai Low Cost Carrier lainnya seperti Air Asia, Lion Air, dan Citilink. Selain itu yang menjadikan berbeda diantara Maskapai Low Cost Carrier adalah adanya pelayanan yang lebih mewah seperti pelayanan Tiger Shop, dimana di semua tempat duduk penumpang terdapat katalog yang terdiri dari informasi barang dan aksesoris yang dijual di dalam pesawat tiger airways. Jadi selain terbang, penumpang juga dapat berbelanja diatas pesawat. Tidak sampai disitu, pelayanan Tigerair juga didukung dengan petugas penerbangan yang terdiri dari berbagai bangsa seperti Australia, Cina, Filipina, Hongkong, Jepang, Korea, Malaysia, Roma, Singapura dan Thailand. Dari segi bahasa pun Tiger Airways menerjemahkan pengumuman dari Bahasa Inggris ke empat bahasa lain, yaitu Bahasa Indonesia, Melayu, Tagalog, dan Mandarin.

3.4 Sistem Ekonomi Indonesia Dan Singapura Perekonomian Indonesia tahun 2009 Kondisi perekonomian global yang masih mengalami tekanan akibat krisis menghadapkan perekonomian Indonesia pada beberapa tantangan yang tidak ringan pada tahun 2009. Tantangan tersebut cukup mengemuka terutama pada awal tahun 2009, akibat masih kuatnya dampak krisis perekonomian global yang mencapai puncaknya pada triwulan terakhir tahun 2008. Ketidakpastian yang terkait dengan sampai seberapa dalam kontraksi global dan sampai seberapa cepat pemulihan ekonomi global akan terjadi, bukan saja menyebabkan tingginya risiko di sektor keuangan, tetapi juga berdampak negatif pada kegiatan ekonomi di sektor riil domestik. Kondisi ini mengakibatkan stabilitas moneter dan sistem keuangan pada triwulan I 2009 masih mengalami tekanan berat, sementara pertumbuhan ekonomi masih dalam tren
Page | 26

menurun akibat kontraksi ekspor barang dan jasa yang cukup dalam. Perkembangan yang kurang menguntungkan tersebut pada gilirannya telah menurunkan kepercayaan pelaku ekonomi di sektor keuangan dan sektor riil, serta berisiko menurunkan berbagai capaian positif beberapa tahun sebelumnya. Sejumlah kebijakan telah ditempuh oleh Bank Indonesia dan Pemerintah untuk menghadapi tantangan tersebut sepanjang tahun 2009. Kebijakan yang diambil pada prinsipnya merupakan lanjutan dari berbagai kebijakan yang telah ditempuh Bank Indonesia dan Pemerintah sejak triwulan IV 2008. Di tengah kondisi masih kuatnya ketidakpastian di sektor keuangan dan sektor riil, berbagai kebijakan diarahkan untuk menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan, dan daya tahan perekonomian domestik. Di bidang moneter, Bank Indonesia menempuh kebijakan pelonggaran moneter yang dilengkapi dengan berbagai kebijakan lainnya, termasuk upaya meredam volatilitas yang berlebihan di pasar valuta asing. Kebijakan Bank Indonesia di bidang perbankan diarahkan untuk memperkuat daya tahan industri perbankan dengan tetap melanjutkan upaya-upaya untuk meningkatkan peran intermediasi perbankan. Di bidang fiskal, Pemerintah dengan dukungan persetujuan DPR mengeluarkan berbagai kebijakan stimulus, baik melalui insentif pajak maupun upaya menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah pada awal tahun premium dan solar. Di samping itu, Pemerintah mengimplementasikan kebijakan sektoral untuk memperkuat daya tahan perekonomian domestik. Serangkaian kebijakan yang ditempuh tersebut, tidak saja berhasil menjaga stabilitas makroekonomi, sistem keuangan, tetapi juga memperkuat daya tahan perekonomian domestik, sehingga kinerja perekonomian mulai membaik sejak triwulan II 2009. Setelah mengalami tekanan berat pada triwulan I 2009, stabilitas sistem keuangan dan makroekonomi juga semakin membaik sampai dengan akhir tahun 2009. Hal itu tercermin pada berbagai indikator di sektor keuangan seperti CDS, IHSG, yield SUN, dan nilai tukar yang membaik. Perbaikan stabilitas sistem keuangan kemudian menjadi basis bagi penguatan kepercayaan pelaku ekonomi di sektor riil dan mendorong peningkatan aktivitas perekonomian, yang sejak triwulan III 2009 berhasil melewati angka pertumbuhan terendahnya. Secara keseluruhan perekonomian Indonesia telah melewati tahun yang penuh tantangan ini dengan capaian yang cukup baik. Meskipun melambat dibandingkan dengan tahun 2008, pertumbuhan ekonomi tahun 2009 dapat mencapai 4,5%, tertinggi ketiga setelah China dan India.
Page | 27

Perlambatan pertumbuhan ekonomi yang lebih besar dapat dihindari karena struktur ekonomi banyak didorong permintaan domestik. Inflasi juga tercatat rendah 2,78%, terendah dalam satu dekade terakhir. Sistem keuangan kembali terjaga dengan mulai pulihnya fungsi intermediasi perbankan terutama pada paro kedua tahun 2009. Tekanan lebih dalam di sistem keuangan domestik dapat sedikit diredam karena adanya ketentuan yang melarang perbankan domestik untuk melakukan kegiatan yang bersifat spekulatif terutama terkait dengan structured product. Ketentuan tersebut merupakan rangkaian kebijakan penguatan dan konsolidasi sistem perbankan pascakrisis 1997/1998. Tulisan selanjutnya pada bab ini akan memaparkan lebih lanjut berbagai dinamika perekonomian domestik. Tulisan akan disampaikan dalam tiga bagian. Bagian awal akan menjelaskan kondisi perekonomian global sebagai faktor yang banyak memengaruhi perekonomian domestik tahun 2009. Bagian kedua menyampaikan berbagai kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia dan Pemerintah sebagai respons terhadap gejolak ekonomi global. Bagian ketiga membahas kinerja perekonomian domestik dalam periode terjadinya gejolak ekonomi global. Secara berurutan bagian ketiga akan membahas kondisi neraca pembayaran, pasar keuangan, industri perbankan, pertumbuhan ekonomi, inflasi serta tingkat pengangguran dan kemiskinan. Analisis pertumbuhan ekonomi dan inflasi juga akan disampaikan dari perspektif perekonomian regional. Perekonomian Global Krisis ekonomi global yang mencapai puncaknya pada triwulan terakhir tahun 2008 masih berlanjut pada awal tahun 2009. Ketidakstabilan di pasar keuangan global tetap terjadi akibat masih kuatnya persepsi negatif terhadap prospek pemulihan ekonomi global serta masih memburuknya kinerja lembaga-lembaga keuangan terkemuka AS, seperti Citigroup, AIG, dan BoA. Kondisi itu mengakibatkan investor mengurangi penempatan dana di pasar kredit dan pasar modal, baik di negara maju maupun negara berkembang. Penurunan penempatan dana di negara berkembang juga dipengaruhi oleh persepsi risiko yang masih tinggi atas penempatan dana di negara berkembang. Persepsi risiko tersebut antara lain tercermin pada masih tingginya level CDS beberapa negara berkembang Asia yang rata-rata mencapai 450 bps pada akhir Maret 2009,

Page | 28

dibandingkan dengan level normal pada semester I 2008 di sekitar 100 bps (Grafik 1.1).

Dalam kondisi ketidakpastian, investor global cenderung menghindari risiko dengan menempatkan dana pada risk free assets seperti US Treasury Bonds. Di pasar uang, keketatan likuiditas masih berlanjut yang tercermin pada tingginya spread antara USD LIBOR dan Overnight Index Swap (OIS)(Grafik 1.2)

Sampai dengan akhir Maret 2009, spread di beberapa negara maju seperti AS, Inggris, dan Uni Eropa masih berada di kisaran 150 bps, cukup tinggi dibandingkan dengan dengan kondisi normal seperti pada semester I 2008 yang tercatat sekitar 70 bps. Di pasar saham, penarikan dana dari bursa saham masih berlangsung sehingga terus menurunkan indeks saham global (Grafik 1.3).

Page | 29

Perkembangan sektor keuangan global yang belum membaik tersebut berdampak pada menurunnya pertumbuhan ekonomi global. Proses konsolidasi dan ketidakpastian yang terjadi di sektor keuangan mengakibatkan aliran likuiditas ke sektor riil menjadi tersendat dan berkontribusi pada penurunan pertumbuhan ekonomi global. Revisi penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi global terus dilakukan mengikuti perkembangan ketidakpastian tersebut. Lembaga keuangan internasional, seperti IMF, beberapa kali merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia untuk tahun 2009. Pada April 2009, IMF memprakirakan pertumbuhan ekonomi dunia mengalami kontraksi 1,3%, sangat rendah dibandingkan dengan proyeksi November 2008 yang masih tumbuh positif 2,2% (Tabel 1.1).

Page | 30

Kontraksi perekonomian global banyak dipengaruhi oleh kontraksi perekonomian negara maju, sedangkan pertumbuhan ekonomi negara berkembang yang dimotori oleh China, India dan Indonesia masih tumbuh positif. Sejalan dengan penurunan pertumbuhan ekonomi dunia tersebut, perdagangan dunia juga mengalami kontraksi (Tabel 1.1). Volume perdagangan dunia tahun 2009 pada April 2009 diperkirakan mengalami kontraksi sebesar 11,0%, jauh di bawah kinerja tahun 2008 yang tumbuh positif 3,0%. Kontraksi volume perdagangan tersebut merupakan yang terendah sejak angka World Trade Volume mulai dipublikasikan pada tahun 1970 (Grafik 1.4).

Page | 31

Ekonomi beberapa negara Asia yang memiliki basis perdagangan yang kuat juga mengalami kontraksi yang signifikan akibat tergerusnya kinerja ekspor seiring dengan anjloknya harga komoditas dan menurunnya permintaan negara maju. Penurunan pertumbuhan ekonomi global pada gilirannya berkontribusi pada masih rendahnya harga komoditas global dan lemahnya tekanan inflasi global. Permintaan terhadap komoditas global yang turun mengakibatkan harga komoditas, baik komoditas energi maupun komoditas nonenergi masih berada pada level rendah (Grafik 1.5)

Page | 32

Meskipun sudah sedikit meningkat sejak akhir Maret 2009, harga minyak dunia pada triwulan I 2009 masih di kisaran 48 dolar AS per barel(Grafik 1.6).

Perkembangan harga komoditas tersebut dan perlambatan permintaan global secara keseluruhan telah mengurangi tekanan inflasi di negara maju dan negara berkembang (Grafik 1.7).

Ketidakpastian dan tekanan di perekonomian global akibat keketatan likuiditas global yang masih kuat direspons banyak negara dengan kebijakan yang cukup intensif, baik yang konvensional maupun yang nonkonvensional. Kebijakan konvensional antara lain ditempuh berbagai bank sentral melalui penyesuaian suku bunga kebijakan, hingga hampir menyentuh nol persen untuk beberapa negara maju. Kebijakan konvensional kemudian diperkuat oleh langkah-langkah kebijakan nonkonvensional di beberapa negara maju seperti memperluas basis agunan untuk operasi moneter bank sentral, memperpanjang jangka waktu bantuan likuiditas dan melakukan pembelian surat-surat berharga, termasuk yang berbasis sektor perumahan (mortgage backed securities).

Page | 33

Kebijakan penjaminan simpanan di bank secara penuh (blanket guarantee), rekapitalisasi lembaga keuangan, dan pembatasan kerugian portofolio sektor perbankan juga ditempuh. Selain itu, kebijakan penyelamatan institusi keuangan juga dilakukan beberapa bank sentral di Negara maju, termasuk Amerika Serikat dan Eropaguna menjaga stabilitas sistem keuangan serta mencegah dampak yang lebih buruk pada perekonomian. Kuatnya tekanan di pasar keuangan tersebut juga mendorong The Federal Reserve, Bank of England, European Central Bank, Bank of Japan, dan Swiss National Bank melakukan currency swap agreement guna meredakan keketatan likuiditas mata uang dolar AS di berbagai kawasan. Di sisi fiskal, pemerintah negara maju dan berkembang meluncurkan paket stimulus yang cukup besar untuk mendorong permintaan agregat yang semakin menurun dan tingkat pengangguran yang meningkat. Kebijakan itu ditempuh terutama karena ruang penurunan suku bunga yang semakin terbatas. Jumlah stimulus fiskal di AS mencapai 787 miliar dolar AS (5,5% dari PDB) dengan alokasi 287 miliar dolar AS untuk pengurangan pajak dan 500 miliar dolar AS untuk pembangunan proyek infrastruktur serta program sosial lainnya. Di kawasan Eropa, kebijakan fiskal empat negara utama (Jerman, Inggris, Perancis dan Italia) mencapai 1% dari PDB, sedangkan tiga paket stimulus yang digelontorkan pemerintah Jepang berjumlah 12 triliun yen, setara 122 miliar dolar AS. Sementara di China, Pemerintah mengeluarkan dana 4 triliun yuan, setara 586 miliar dolar AS atau 13,3% dari PDB, dengan alokasi terutama pembangunan infrastruktur. Berbagai langkah kebijakan yang ditempuh di banyak negara telah berhasil mengurangi risiko sistemik di pasar keuangan serta mampu menumbuhkan optimisme dan kepercayaan pelaku pasar sejak triwulan II 2009. Injeksi likuiditas yang dilakukan berbagai bank sentral mampu meredakan keketatan pasar kredit sehingga menurunkan spread antara LIBOR dan OIS ke level sebelum terjadinya kebangkrutan Lehman Brothers pada September 2008. Sementara itu, langkah intervensi yang dilakukan bank sentral negara maju melalui perluasan cakupan dan intensitas operasi moneter yang lebih luas serta langkah penyelamatan sistem keuangan mampu mengurangi ancaman risiko sistemik pasar keuangan. Di satu sisi, langkah bank-bank sentral negara besar melakukan pembelian surat-surat berharga berisiko mampu menghidupkan kembali pasar yang sebelumnya membeku karena keengganan pelaku untuk bertransaksi di pasar tersebut. Di sisi lain, pembelian surat-surat berharga dilakukan juga sebagai upaya menurunkan financing costswasta jangka pendek. Dalam perkembangannya, berkurangnya risiko pasar
Page | 34

keuangan tampak dari semakin turunnya CDS dan spreadLIBOR OIS 3 bulan di berbagai negara sejak triwulan II 2009 (Grafik 1.1 dan Grafik 1.2). Bersamaan dengan kondisi tersebut, persepsi risiko penempatan dana di pasar saham juga menurun sehingga menaikkan kembali harga aset di pasar keuangan global, termasuk di bursa saham di Asia (Grafik 1.3). Peningkatan kinerja pasar saham di Asia antara lain juga terkait dengan kondisi suku bunga yang masih rendah dan prospek ekonomi negara maju yang belum kuat sehingga mendorong kenaikan aliran modal asing ke bursa saham Asia (Grafik 1.8).

Sejalan dengan pulihnya kondisi sektor keuangan, setahap demi setahap aktivitas perekonomian dunia juga mengalami perbaikan. Gencarnya stimulus fiskal berpengaruh positif terhadap konsumsi rumah tangga yang mulai menunjukkan perbaikan. Positifnya indikator konsumsi tersebut diikuti oleh mulai membaiknya aktivitasindustri, khususnya sektor industri pengolahan, sejak triwulan III 2009. Sektor perumahan di AS yang menjadi sumber krisis pun dipercaya telah melewati titik dasarnya pada triwulan III 2009. Penurunan suku bunga secara agresif yang disertai kebijakan pembelian surat-surat utang berbasis mortgage mampu menurunkan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR), yang selanjutnya berdampak pada semakin murahnya pembiayaan rumah di AS. Sebagai respons terhadap suku bunga KPR yang cukup rendah, rumah tangga kembali melakukan pembelian rumah sehingga memicu harga rumah berangsur-angsur

membaik.Perbaikan akitivitas ekonomi dunia tersebut ditopang negara berkembang di Asia sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi dunia. Pertumbuhan ekonomi negara-negara emerging markets Asia mampu menjadi penyeimbang relatif lambannya proses pemulihan ekonomi di negara maju (Grafik 1.9). Di China, stimulus fiskal mampu mendorong pertumbuhan industri terkait proyek infrastruktur pemerintah, sehingga dapat menggantikan
Page | 35

peran ekspor yang masih tertekan. Di India, sektor industri pengolahan yang tetap kuat mampu menopang kegiatan ekonomi negara tersebut tetap tumbuh positif. Sebagai dampak meningkatnya permintaan dari China dan India, ekspor negaranegara Asia lainnya terus mengalami perbaikan. Mulai pulihnya ekspor, disertai dengan stimulus fiskal dan kebijakan moneter yang tetap akomodatif, menjadi penopang berlanjutnya pemulihan ekonomi Asia lebih cepat dibandingkan dengan kawasan lainnya. Dengan tren perbaikan tersebut, perekonomian dunia pada tahun 2009 mengalami proses pemulihan lebih cepat dari perkiraan. Secara keseluruhan tahun, ekonomi dunia pada tahun 2009 diperkirakan akan mengalami kontraksi sebesar 0,8%, lebih baik dari perkiraan-perkiraan sebelumnya (Tabel 1.1).1 Pemulihan ekonomi global yang lebih cepat dari perkiraan serta kebijakan global yang akomodatif telah menjadi pendorong kenaikan harga komoditas baik energi maupun nonenergi di pasar dunia. Di saat permintaan negara maju masih relatif lemah, permintaan dari negara berkembang, terutama China, menjadi faktor pendorong kenaikan harga komoditas. Kuatnya permintaan negara-negara emerging markets Asia terhadap energi alternatif (biofuel) mendorong harga komoditas primer seperti kedelai dan CPO meningkat. Selain itu, naiknya harga komoditas pertambangan seperti batubara dan logam juga sejalan dengan indikasi fase ekspansi sektor industri pengolahan di hampir sebagian besar negara berkembang. Sementara itu, harga minyak pada akhir Desember 2009 sudah tercatat sebesar 79,4 dolar AS per barel atau meningkat dibandingkan dengan level terendah pada minggu kedua Februari 2009 sebesar 33,9 dolar AS. Secara keseluruhan, kenaikan harga komoditas global tersebut serta perbaikan pemintaan dunia mulai berkontribusi pada peningkatan tekanan inflasi global pada akhir tahun 2009 (Grafik 1.7). Dalam periode pemulihan ekonomi global, beberapa kebijakan masih ditempuh banyak negara guna menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pemulihan ekonomi. Arah kebijakan moneter yang longgar masih ditempuh, meskipun dengan intensitas yang lebih rendah dari triwulan I 2009. Beberapa bank sentral pada akhir tahun bahkan sudah tidak mengubah suku bunga kebijakan guna merespons potensi kenaikan inflasi ke depan. Selain menempuh kebijakan longgar, beberapa bank sentral negara maju seperti the Federal Reserve, Bank of England, European Central Bank, Bank of Japan, dan Swiss National Bank juga melanjutkan currency swap agreement untuk meredakan keketatan likuiditas mata uang dolar AS di berbagai kawasan hingga Oktober 2009.
Page | 36

The Federal Reserve juga memperluas jaminan surat berharga yang diterima dalam kerangka Term Asset-Backed Securities Loan Facility (TALF) serta memperpanjang jangka waktu surat-surat berharga yang diagunkan. Sistem Ekonomi Indonesia Sejak berdirinya negara Republik Indonesia, banyak tokoh-tokoh negara saat itu telah merumuskan bentuk perekonomian yang tepat bagi bangsa Indonesia, baik secara individu maupun melalui diskusi kelompok. Sebagai contoh, Bung Hatta sendiri, semasa hidupnya mencetuskan ide bahwa dasar perekonomian Indonesia yang sesuai dengan cita-cita tolong menolong adalah koperasi, namun bukan berarti semua kegiatanekonomi harus dilakukan secara koperasi, pemaksaan terhadap bentuk ini justru melanggar dasar ekonomi koperasi. Demikian pula dengan tokoh ekonomi Indonesia saat itu,Sumitro Djojohadikusumo, dalam pidatonya di negara Amerika serikat tahun 1949, menegaskan bahwa yang dicitacitakan adalah ekonomi semacam campuran. Namun demikian dalam proses perkembangan berikutnya disepakatilah suatu bantuk ekonomi baru yang dinamakan sebagai Sistem EkonomiPancari yang didalamnya mengandung unsur penting dan disebut Demokrasi Ekonomi. Terlepas dari sejarah yang akan menceritakan keadaan yang sesungguhnya pernah terjadi di Indonesia, maka menurut UUD 1945, sistem perekonomian tercermin dalam pasalpasal 23, 27, 33 dan 34. Demokrasi Ekonomi dipilih karena memiliki ciri-ciri positif yang diantaranya adalah : o Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan o Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara o Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. o Simber-sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan dengan permufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat, serta pengawasan terhadap kebijakannya ada pada lembaga perwakilan pula.

Page | 37

o Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak o Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat o Potensi, inisiatif dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum o Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipeihara oleh negara Dengan demikian didalam perekonomian Indonesia tidak diijinkan adanya: Free Fight Liberalism, yakni adanya kebebasan usaha yang tidak terkendali sehingga memungkinkan terjadinya eksploitasi kaum ekonomi yang lemah, dengan akibat semakin bertambah luasnya jurang pemisah si kaya dan si miskin. Etatisme, yakni keikut sertaan pemerintah yang terlalu dominan sehingga mematikan motifasi dan kreasi dari masyarakat untuk berkembang bersaing secara sehat. Monopoli, suatu bentuk pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok tertentu, sehingga tidak memberikan pilihan lain pada konsumen untuk tidak mengikuti keinginan yang melakukan monopoli (Monopolis) Meskipun pada awal perkembangannya perekonomian Indonesia menganut sistem ekonomi Pancasila dan Ekonomi Demokrasi, namun bukan berarti sistem perekonomian liberalis dan etatisme tidak pernah terjadi di Indonesia, awak tahun 1950-an sampai tahun 1957 merupakan bukti sejarah adanya corak liberalis dalam perekonomian Indonesia. Demikian juga dengan sistem etatisme, pernah juga mewarnai corak perekonomian di tahun 1960-an sampai dengan masa Orde Baru. Keadaan ekonomi Indonesia antara tahun 1950 sampai dengan tahun 1965 sebenarnya telah diisi dengan beberapa program dan rencana ekonomi pemerintah, yang mana diantaranya adalah :
o o o

Program Banteng (1950), yang bertujuan membantu pengusaha pribumi Program / Sumtro Plan (1951) Rencana Lima Tahun Pertama (1955 1960)
Page | 38

Rencana Delapan Tahun Namun demikian semua program dan rencana tersebut tidak membuahkan hasil yang

berarti bagi Perekonomian Indonesia. Beberapa faktor yang menyebabkan kegagalan adalah: o Program-program tersebut disusun oleh tokoh-tokoh yang relatif bukan bidangnya, namun oleh tokoh politik, dengan demikian keputusan yang dibuat cenderung menitik beratkan pada masalah politik dan bukan pada masalah ekonomi. o Dana negara yang seharusnya dialokasikan untuk kepentingan kegiatan ekonomi, justru dilaokasikan untuk kepentingan politik dan perang. o Terlalu singkatnya masa kerja setiap kabinet yang dibentuk. Tercatat tidak kurang dari 13 kali kabinet berganti pada saat itu. Akibnya program-program dan rencana ekonomi yang telah disusun masing-masing kabinet tidak dapat dijalankan dengan tuntas. o Program dan rencana yang disusun kurang memperhatikan potensi dan aspirasi dari berbagai pihak. Keputusan individu/pribadi dan partai lebih dominan dari pada kepentingan pemerintah dan negara. o Adanya kecenderungan terpengaruh untuk menggunakan sistem perekonomian yang tidak sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia (Liberalis, 1950 1957) dan (Etatisme 1958 1965) Akibat yang ditimbulkan dari sistem yang pernah terjadi di Indonesia pada periode tersebut dapat dilihat pada bukti-bukti berikut: o Semakin rusaknya sarana-sarana produksi dan komunikasi yang membawa dampak menurunnya nilai eksport o Hutang luar negeri yang justru dipergunakan untuk proyek Mercu Suar o Defisit anggaran negara yang makin besar dan justru ditutup dengan mencetak uang baru, sehingga inflasi yang tinggi tidak dapat dicegah kembali. o Laju pertumbuhan penduduk mencapai 2,8 % yang lebih besar dari laju pertumbuhan ekonomi saat itu, yakni sebesar 2,2 %.

Page | 39

Itulah beberapa gambaran Sistem Ekonomi Indonesia yang pernah terjadi di negeri kita ini sehingga dampak yang terjadi masih dirasakan oleh generasi sekarang. Semoga setelah memahami kejadian-kejadian sistem ekonomi sebelumnya negara kita ini kedepannya bisa belajar dan bisa menjadi negara yang sistem perekonomian maju dan lebih besar. Sistem Ekonomi Singapura Pulau Singapura menjadi negara maju, sejak pulau yang dulu bernama Temasek ini dijadikan sebuah pos perdagangan, pulau ini menjadi salah satu pelabuhan terpenting di dunia. Campur tangan Kerajaan Inggris di semenanjung Melayu selama tahun 1920-an, mentransformasi Melayu menjadi produsen utama karet dan timah. Karet dan timah di ekspordari pulau Singapura. Hingga akhir abad ke-19 Singapura merupakan pusat administrasi bagi Malaya sampai kemudian Kuala Lumpur telah dinyatakan sebagai ibu kota Singapura. Pada tahun 1934, pemerintah Inggris mencabut kontrol hegemoni dari East India Company dan rute perdagangan menjadi mudah ditembus. Hal ini dimungkinkan oleh perjanjian yang tidak adil pada tahun 1842. Perjanjian yang tidak adil adalah istilah umum untuk berbagai jenis perjanjian yang di tandatangani oleh sejumlah negara Asia Timur seperti Cina, Jepang danKorea dengan kekuasaan barat selama awal abad ke-20. Pada saat itu dalam sejarah negaraAsia tidak dapat menahan tekanan militer yang dikenakan kepada mereka oleh kekuasaan asing seperti perjanjian yang tidak adil yang ditandatangani oleh negara-negara Asia yang mengalami kegagalan militer.Singapura memiliki sebuah pasar ekonomi yang maju dan terbuka, dengan PDB perkapita kelima tertinggi di dunia. Bidang ekspor, perindustrian dan jasa merupakan hal yangpenting dalam ekonomi Singapura. Pemerintah Singapura berhasil menetapkan simpanan uang yang tinggi dengan memperkenalkan sistem penyimpanan uang yang wajib kepada para pekerja. Singapura juga memperbaiki dan meningkatkan pendidikan dan teknologi. Era globalisasi yang terjadi pada saat ini menyebabkan Singapura lebih perhatian kepada usaha untuk menjadikan negara tersebut sebagai sebuah pusat keuangan dan teknologi dalam kawasan Asia. Adanya krisis yang terjadi di dunia menjadikan singapura sebagai negara pertama di Asia yang masuk ke jurang resesi akibat merosotnya ekspor karena krisis ekonomi global. Singapura termasuk lima negara dari 10 negara di Asia Tenggara yang mengalami kontraksi ketika krisis ekonomi global. Empat negara lainnya yang mengalami kontraksi adalah Brunei Darussalam, Kamboja, Malaysia, dan Thailand. Kuatnya pertumbuhan ekonomi Singapura menunjukkan

Page | 40

pulihnya permintaan barangdari Amerika Serikat (AS). Bangkitnya ekonomi Singapura juga merupakan pertanda Asia memimpin pemulihan ekonomi global. Negara kota yang mengandalkan sektor perdagangan, finansial, dan pariwisata itu merupakan negara Asia pertama yang melaporkan pertumbuhan ekonomi kuartal I setelah krisis. Produksi industri Singapura melonjak 139% dari kuartal sebelumnya, dipimpin oleh kenaikan produksi industri elektronik dan biomedis. Sementara itu, sektor jasa tumbuh 11%.Tekanan inflasi Bank sentral, yang dikenal sebagai Otoritas Moneter Singapura (MAS), setelah meninjau kebijakan dua kali per tahun telah mengubah kebijakan nilai tukarnya.Yakni dari apresiasi nol persen menjadi apresiasi yang moderat dan bertahap. Hal itu dilakukan untuk meredam inflasi. Secara keseluruhan, maka dapat ditarik kesimpulan, bahwa perekonomian Singapura itu sangat bergantung kepada sektor jasa dan pariwisata, termasuk sektor perdagangan dimana memiliki jaringan perdagangan yang luas dengan negara-negara lain di dunia, sehingga apabila jika terjadi krisis moneter, dampaknya sangat dirasakan oleh Singapura yang ekonominya akan ambruk jika melemahnya permintaan ekspor dari negara tujuan. Sampai dengan Juni 2012, jumlah penduduk Singapura 5,31 juta jiwa. Departemen Statistik Singapura merilis data terbarunya pada Jumat (28/9/2012). Menurut warta Xinhua, jumlah penduduk perkotaan naik 0,9 persen dari 3,26 juta jiwa ke posisi 3,29 juta jiwa. Sementara, jumlah penduduk berstatus penduduk tetap meningkat 0,2 persen dari tahun ke tahun. Angkanya berada di kisaran 532.000 hingga 532.000 jiwa. Kemudian, pertumbuhan penduduk berstatus penduduk tidak tetap naik hingga 7,2 persen. Setahun silam, angka itu berada di posisi 6,9 persen. Sementara, angka pertumbuhan tertinggi untuk penduduk berstatus tersebut adalah 19 persen pada 2008. Di posisi kedua adalah 14,9 persen pada 2007. Lembaga itu juga mencatat kalau 3,14 juta penduduk Singapura tinggal di apartemen umum yang dibangun dan dijual oleh Badan Perumahan dan Pembangunan. Angka itu setara dengan 82 persen dari jumlah penduduk Singapura.

Page | 41

3.5 Perkembangan Tiger Airways Tiger Airwaysadalah sebuah maskapai penerbangan dengan tarif bersahabat milik Singapura. Tiger Airways berdiri sejak Desember 2003 silam dan mulai beroperasi pada 31 Agustus 2004. Maskapai penerbangan ini merupakan anak perusahaan dari Tiger Airways Holding, sebuah perusahaan di Singapura yang sebagian sahamnya dikuasai oleh Singapore Airlines.

Page | 42

Lebih jelasnya, Tiger Airways dikuasai oleh empat perusahaan pemegang saham, yakni Singapore Airlines Ltd (49%), Indigo Partners (24%), Irelandia Investment Ltd (16%), dan Temasek Holdings Pte Ltd (11%). Maskapai dengan motto "Your True Low Cost Carrier" ini menginvestasikan 110 juta dolar Singapura untuk dana perawatan pesawat di SIAEC selama lima tahun. Sejak beroperasi, maskapai penerbangan ini telah menerbangkan lebih dari 1.2 juta penumpang. Jumlah tersebut menjadikan Tiger Airways maskapai bertarif rendah yang terbesar dan paling banyak digunakan di Singapura. Pada masa awal beroperasi, yakni pada tahun 2004, Tiger Airways mengalami masamasa sulit terkait dengan naiknya harga minyak dan persaingan yang ketat dengan maskapaimaskapai lagi. Seperti maskapai-maskapai lain di masa itu, Tiger Airwaysmenghemat penggunaan bahan bakar tambahan. Dengan Singapore Airlines sebagai pemilik sebagian saham, Tiger Airways mendapat keuntungan dengan cara sesekali menangani penerbangan tertentu yang seharusnya dilakukan oleh Singapore Airlines. Contohnya adalah penerbangan menuju Makau. Dahulu penerbangan dari Singapura ke Makau ditangani oleh SilkAir, sebuah anak perusahaan Singapore Airlines yang lain. Akan tetapi pada akhir tahun 2004 seluruh jadwal penerbangan SilkAir ke Makau ditutup dan baru pada Maret 2005 Tiger Airways mengambil alih rute yang sempat tidak beroperasi ini. Begitu juga dengan penerbangan ke Krabi, SilkAir menangguhkan semua layanan penerbangannya pada Februari 2005 (setelah tragedi gempa bumi di Samudra Hindia tahun 2004) untuk kemudian diambil alih oleh Tiger Airways delapan bulan kemudian. Pada Juli 2005, Tiger Airways mempromosikan rute barunya, yakni rute penerbangan dari Makau ke Manila. Rute tersebut baru akan dibuka pada 30 Oktober 2005. Langkah pembukaan rute baru di luar Singapura ini digembar-gemborkan sebagai pemicu terbentuknya markas penerbangan Tiger Airways di luar Singapura. Ini adalah hal yang baik bagi Tiger Airways untuk melebarkan sayapnya. Pada 21 September 2005, Tiger Airways membuat laporan tahunannya yang pertama. Di dalam laporan tersebut disebutkan bahwa selama setahun ke belakang Tiger Airways telah
Page | 43

berhasil menerbangkan 500.000 orang penumpang, melaksanakan 5.000 penerbangan sesuai jadwal, dan mencapai rata-rata penerbangan sekitar 98,7%. Dari 98,7% penerbangan tersebut, 94% keberangkatan dan 90% kedatangan pesawat berjalan tepat waktu sesuai jadwal. Selain itu, Tiger Airways mengakuisisi empat unit pesawat dan meluncurkan 9 rute penerbangan (4 di antaranya diterbangkan secara eksklusif oleh maskapai penerbangan ini) selama tahun 2004 - 2005. Tiger Airways kemudian dikenal sebagai maskapai murah pertama milik Singapura yang memiliki izin terbang dari maskapai penerbangan Cina untuk melakukan penerbangan ke kota-kota di Cina bagian selatan, seperti Haikou, Guangzhou, dan Shenzhen pada 21 Februari 2006. Penerbangan ke kota-kota tersebut ternyata laku keras, bahkan penerbangan ke Haikou dan Guangzhou meningkat dalam kurun waktu tiga bulan semenjak peluncuran pertamanya. Pada pertengahan tahun 2010, Tiger Airways sempat mengalami kekurangan tenaga kru penerbangan. Kurangnya jumlah tenaga ini memberi dampak yang sangat signifikan terhadap performa dan jadwal penerbangan Tiger Airways. Kurangnya tenaga kru penerbangan ini pada awalnya terjadi karena kebijakan pemotongan gaji kru Tiger Airways yang berimbas pada hengkangnya sebagian besar kru penerbangan. Akibatnya, banyak jadwal penerbangan yang dibatalkan pada tahun tersebut, terutama pada Oktober 2010. Pelayanan Maskapai Tiger Airways Di setiap penerbangannya, Tiger Airways memberikan pelayanan maksimal dengan tarif terjangkau kepada penumpangnya. Pelayanan tersebut tersedia mulai dari ragam pilihan menu makanan, sarana hiburan (majalah Tiger Tales, majalah terbitan Tiger Airways yang bisa dibaca selama penerbangan), hingga sarana belanja. Tiger Airways menyediakan menu makanan yang cukup beragam bagi para penumpangnya. Ragam menu tersebut terdiri dari makanan Jepang, makanan Cina, roti sandwich dan roti croissant, berbagai merek mie instan, es krim, hingga penganan-penganan ringan seperti biskuit dan cokelat. Tersedia juga berbagai merek minuman kaleng.

Page | 44

Yang menarik dari pelayanan penerbangan Tiger Airways adalah sarana belanjanya yang disebut Tiger Shop. Pada saat penerbangan, penumpang disuguhkan katalog produk-produk yang di jual di pesawat. Produk-produk tersebut sangat beragam, mulai dari :
o o o o o o o o o

Berbagai merek parfum terbaru Produk kosmetik dan perawatan kulit Perhiasan Jam tangan Berbagai jenis tas dan dompet Kacamata hitam bermerek Permen dan cokelat Minuman wiski Hingga barang-barang lainnya seperti lap pembersih LCD laptop, gelang penjaga kesehatan, alat pengecek detak jantung, serta kartu remi. Fasilitas-fasilitas Tiger Airways ini dilengkapi dengan pelayanan dari petugas

penerbangan yang terdiri dari berbagai bangsa, yaitu orang-orang Australia, Cina, Filipina, Hong Kong, Jepang, Korea, Malaysia, Roma, Singapura, Taiwan, dan Thailand. Beragamnya ras para petugas penerbangan Tiger Airways ini dilengkapi dengan pengumuman-pengumuman yang diterjemahkan dari bahasa Inggris ke empat bahasa berbeda, yakni bahasa Indonesia, bahasa Melayu, bahasa Tagalog, dan bahasa Mandarin. Tiger Airways di Indonesia Sejak 29 Maret 2009 lalu Tiger Airways secara resmi beroperasi di Indonesia, tepatnya di Terminal II Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Beroperasinya Tiger Airways merupakan usaha maskapai tersebut untuk melirik pangsa pasar di Indonesia, mengingat banyaknya warga Negara Indonesia yang bepergian ke Singapura.

Page | 45

Dengan tarif yang relatif murah dan fasilitas yang baik, Tiger Airways siap bersaing secara sehat dan kompetitif dengan maskapai-maskapai penerbangan lain di Indonesia yang melayani rute yang sama. Tidak cukup sampai di situ, Tiger Airways juga melebarkan sayapnya di dunia penerbangan Indonesia dengan membeli 33% saham PT Mandala Airlines Indonesia pada Februari 2012 lalu. Investasi ini rencananya akan dikelola melalui Roar Aviation, sebuah anak perusahaan Tiger Airways di Singapura. Tiger Airways berencana untuk mengatur agar Mandala Airlines mengadopsi model bisnis Tiger Airways, yaitu menyuguhkan fasilitas penerbangan dengan tarif murah ke rute-rute domestik dan internasional yang dapat ditempuh dalam radius terbang 5 jam. Selain itu, seperti maskapai penerbangan yang bekerja sama dengan Tiger Airways lainnya, Mandala Airlines akan beroperasi menggunakan pesawat Airbus A320. Kerjasama Tiger Airways dan Maskapai Penerbangan Lain Kerjasama dengan perusahaan penerbangan lain bukanlah hal yang baru bagi Tiger Airways. Sebelumnya maskapai penerbangan ini telah bekerjasama dengan penerbangan Australia hingga melahirkan Tiger Airways Australia pada 2007 silam. Tiger Airways juga bekerja sama dengan South East Asian Airlines (SEAir). Tiger Airways bertugas mengoperasikan dan melaksanakan tugas penerbangan dengan

menggunakan tenaga pilot dan awak kapal milik SEAir. Selain itu, Tiger Airways juga sempat mengumumkan kerja samanya dengan Incheon Metropolitan City, sebuah perusahaan penerbangan Korea Selatan. Pada November 2007, kedua maskapai ini sepakat untuk mendirikan Incheon Tiger Airways, perusahaan penerbangan internasional dengan tarif terjangkau yang bermarkas di Korea Selatan. Rute penerbangan pertama direncanakan akan merambah daerah Jepang, Cina, Mongolia, hingga Rusia. Akan tetapi, proyek kerjasama ini ditinggalkan begitu saja oleh kedua belah pihak pada Desember 2008. Kerjasama yang gagal juga terjadi antara Tiger Airways dan Ryanthai, maskapai penerbangan internasional Thailand. Kedua maskapai ini sepakat untuk mendirikan maskapai Thai Tiger Airways yang bermarkas di Thailand. Penerbangan pertama dengan tarif yang
Page | 46

murah direncanakan untuk mulai beroperasi pada tahun 2011. Namun, kerja sama ini gagal mendapat izin investasi dari pemerintah Thailand. Alasan Tiger Airways Ekspansi ke Indonesia Dunia penerbangan Indonesia diincar oleh maskapai asing Tiger Airways, karena memiliki pertumbuhan penerbangan yang pesat di bidang aviasi dan ditunjang populasi yang sangat besar. Perkembangan industri penerbangan di indonesia beberapa tahun ini telah diramaikan oleh beberapa penerbangan murah atau lebih populer dengan sebutan low-Cost Carrier. Dan ketika maskapai jenis ini semakin banyak maka persaingan untuk merebut pasar merupakan hal yang tidak bisa dihindari. Dengan pertumbuhan ekonomi senilai US$ 1 triliun atau sekitar 6% per tahun, Indonesia adalah pasar terbesar di Asia Tenggara dan semakin menarik bagi para penangkap peluang. Pemerintah juga memprediksi akan terjadi peningkatan jumlah penumpang pesawat sekitar 12% tahun ini, baik untuk tujuan bisnis maupun liburan. Prediksi ini menyusul lonjakan penumpang sebanyak 15% menjadi 72 juta penumpang pada 2012. Menggunakan jalur udara, merupakan salah satu cara termudah untuk mengelilingi negara yang terdiri dari lebih 17.000 pulu ini. Di tanah air sendiri, perjalanan dengan kereta api, kapal pesiar dan jalan raya masih belum cukup berkembang. Untuk itu, banyak maskapai asing yang tergiur untuk meraup untung besar dari pesatnya pasar aviasi Indonesia dengan memperbanyak frekuensi terbang serta

mengembangkan rute baru di berbagai wilayah di Indonesia. Dilansir dari KOMPAS.com "Indonesia adalah negara terpadat keempat di dunia, dan merupakan salah satu pasar penerbangan dengan pertumbuhan tercepat di dunia," kata Managing Director Tiger Airways Singapore, Ho Yuen Sang, Selasa (14/5/2013). Menurut Ho Yuen Sang, hal lainnya yang membuat Indonesia menjadi pasar yang menarik terindikasi dari kondisi bandara di Jakarta saat ini mengalami kepadatan lalu lintas udara.

Page | 47

Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sendiri diperkirakan terdapat lebih dari 40 maskapai yang beroperasi dan mengangkut penumpang hingga sebanyak 57 juta orang pada tahun 2012 lalu. Untuk itu, Tiger Airways akan memperluas jangkauan di Indonesia, dengan meluncurkan penerbangan harian dari Singapura ke dua kota di Indonesia, yaitu Yogyakarta dan Bandung. Penambahan rute ini akan meningkatkan jaringan Tiger Group yang sudah ada dan membuka akses dari Singapura ke Indonesia dengan lima destinasi yang telah ada sebelumnya, yaitu Denpasar, Medan, Jakarta, Pekanbaru dan Surabaya. Dengan rencana pembukaan rute baru ini, Tiger Airways berharap bisa ikut mendorong pertumbuhan hiburan dan perjalanan bisnis antar dua negara ini. Untuk memudahkan perjalanan udara antar kedua negara, Tiger Airways memutuskan untuk membawa layanannya ke berbagai kota lainnya. Tiger airways pun menyesuaikan diri dengan Indonesia, perusahaan penerbangan yang dikenal berbiaya murah dan berbasis di Singapura dan Australia ini yakin bahwa pihaknya dapat bersaing secara sehat dengan maskapai penerbangan Indonesia dan asing lainnya, yang juga melayani rute sejenis. "Kami menawarkan tarif penerbangan yang murah dan dapat bersaing secara kompetitif," ujar Rosalynn, yang dolansir dari KOMPAS.com, Kamis (2/4) di Jakarta perusahaannya dapat menawarkan harga semurah mungkin karena berhasil menekan pengeluaran biaya-biaya yang tidak esensial, seperti biaya promosi di televisi. Selain itu, sekitar 90 persen pesawat Tiger Airways Singapore sama sehingga dapat mengurangi biaya pelatihan pilot dan kru pesawat.

Page | 48

3.6 Analisis Tiger Airways

Singapura, dari jumlah total 9.682.700 orang wisatawan yang berkunjung ke negara ini tahun 2009, Indonesia mencatatkan diri sebagai pemasok wisatawan terbesar dengan jumlah 1.745.000 orang, kemudian PR China (937.000), Australia (830.000), Malaysia (764.000), dan India (726.000). Dengan jumlah itu, maka Indonesia pemasok 18 persen dari total wisatawan yang berkunjung ke Singapura, atau dengan rata-rata kunjungan 150.000 orang per bulannya. Melihat peluang tersebut, pada tahun 2009 Tiger Airways membuka rute perjalan berbiaya rendah untuk turisasal Indonesia yang akan ke Singapura khususnya. Dengan melihat potensi banyaknya turis Indonesia yang ke Singapura ini, diharapkan menjadi awal perjalanan yang baikbagi tiger airways membuka rute Jakarta-Singapura.

Page | 49

Analisis SWOT Tiger Airways Air Asia STRENGTHS WEAKNESS (Kelemahan

Kondisi Internal

(Kekuatan)

Penerbangan berbiaya rendah pertama dari Singapura Kondisi Eksternal Lebihmurahdibandingkat Air Asia OPPORTUNITIES (Peluang) Strategi OS

Masih sedikit nya armada yang di keluarkan Rutepenerbanganmasihsedikit

Strategi OW

Masih jarang perusahaan penerbangan yang mempunyai biaya rendah di singapuradan Indonesia Harga yang ditawarkan Air Asia lebihtinggi disbanding Tiger Airways

Dari biayarendahtersebut tiger airways dapatmengeluarkaninovasibar udenganhargarendahtapitetepa memilikifasilitas yang menunjang

Armadanyadiperbanyakdanmen ingkatkanfasilitastetapihargateta prendah Mengurangibiayapromosi

THREATS (Ancaman)

Strategi TS

Strategi TW

Air asia memiliki lebih banyak rute penerbangan dan armada yang dikeluarkan

Masih pada harga rendah untuk bersaing hanya tinggal menyajikan fasilitas dan pelayanan yang sebanding bahkan lebih baik dari air asia

Mampu bersaing walaupun armada terbatas tetapi bersaing dalam fasilitas dan harga rendah

Page | 50

Brand dibenakmasyarakat Indonesia lebihkuat

Analisa SWOT Tiger Airways dan Air Asia

STRENGTHS : Tiger airways adalah salah satu penerbangan yang memiliki biaya rendah pertama di Singapura. Maka dengan salah satu simbolnya yaitu penerbangan berbiaya rendah tiger airways siap untuk bersaing dengan berinovasi menyajikan fasilitas memuaskan tetapi tetap berbiaya rendah . Biaya penerbangan lebih rendah dibandingkan pesaing. WEAKNESS : Tiger airways tidak banyak memiliki armada peluncuran armada baru tiger airways adalah secara bertahap jika rute penerbangan bertambah maka armada pun ditambah. Brand belum terlalu kuat, namun strategi yang dilakukan yaitu dengan bergabung dengan maskapai penerbangan Mandala. OPPORTUNITIES : Peluang yang ada untuk tiger airways dari melihat kondisi eksternal yaitu masih minimnya maskapai penerbangan yang memiliki penerbangan berbiaya rendah di singapura maka masih banyak peluang untuk mempromosikan tiger airways. Kondisi perekonomian Indonesia yang meningkat dan permintaan untuk menggunakan armada pesawat terbang yang tinggi THREATS : Air asia merupakan ancaman bagi tiger airways karena air asia memiliki harga promosi yang rendah juga dan memiliki rute penerbangan dan armada yang lebih banyak, tetapi tiger airways mampu bersaing walaupun armada terbatas tetapi bersaing dalam fasilitas dan harga rendah. Air asia sudah memilki brand yang kuat dibenak masyarakat Indonesia sebagai maskapai low cost cerrier Tiger Airways mengakiusisi Mandala Airlines yaitu, melihat akuisisi perusahaan lama lebih murah dibanding harus mendirikan perusahaan penerbangan baru. Mandala juga sudah memiliki rekam jejak (track record) dan pasar airlines. Sementara kebutuhan akan tingginya permintaan, membantu akan alasan Tiger untuk mengakuisis Mandala demi mudahnya pemasaran serta hal lainnya di Indonesia.

Page | 51

BAB IV PENUTUP

4.1 Simpulan Berdasarkan hasil makalah ini, dapat disimpulkan beberapa hal mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi maskapai penerbangan Tiger Airways memasarkan produknya di Indonesia, yaitu: 1. Indonesia memiliki pertumbuhan penerbangan yang pesat di bidang aviasi dan ditunjang populasi yang sangat besar. 2. Perkembangan industri penerbangan di indonesia beberapa tahun ini telah diramaikan oleh beberapa penerbangan murah/low-Cost Carrier. Ketika maskapai jenis ini semakin banyak, persaingan untuk merebut pasar merupakan hal yang tidak bisa dihindari. 3. Dengan pertumbuhan ekonomi senilai US$ 1 triliun atau sekitar 6% per tahun, Indonesia adalah pasar terbesar di Asia Tenggara dan semakin menarik bagi para penangkap peluang. 4. Menggunakan jalur udara, merupakan salah satu cara termudah untuk mengelilingi negara yang terdiri dari lebih 17.000 pulu ini. Di tanah air sendiri, perjalanan dengan kereta api, kapal pesiar dan jalan raya masih belum cukup berkembang. 5. "Indonesia adalah negara terpadat keempat di dunia, dan merupakan salah satu pasar penerbangan dengan pertumbuhan tercepat di dunia," kata Managing Director Tiger Airways Singapore, Ho Yuen Sang 6. Indonesia menjadi pasar yang menarik terindikasi dari kondisi bandara di Jakarta saat ini mengalami kepadatan lalu lintas udara.

Demikian yang dapat kami paparkan mengenai analisa lingkungan ekonomi, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya. Kami banyak berharap para pembaca dapaymemberikan kritik dan saran yang membangun kepada kami demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.

Page | 52

DAFTAR PUSTAKA

en.wikipedia.org/wiki/tigerair http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/300245-alasan-sandiaga-uno-hidupkan-mandala http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2009/04/02/12331097/Tiger.Airways.Incar.Pasar.Ind onesia http://lipsus.kompas.com/gebrakan-jokowibasuki/read/xml/2013/05/06/15354279/Tiger.Airways.Buka.Rute.Singapura-BandungYogyakarta http://tokotuaforex.blogspot.com/2013/06/sistem-ekonomi-indonesia.html http://www.aktual.co/ekonomibisnis/132854ini-alasan-tiger-airways-ekspansi-ke-indonesia http://www.antaranews.com/berita/383663/mandala-airlines-berganti-nama-jadi-tigerairmandala http://www.bisnis-kti.com/index.php/2011/05/komposisi-saham-mandala-airlines/ http://www.imq21.com/news/print/48377/20120130/150452/Tiger-Airways-Caplok-33Saham-Mandala-Airlines.html http://www.scribd.com/doc/105705085/Sistem-Ekonomi-Singapura http://www.tigerairways.com http://ekaholidays.wordpress.com/tiger-airways/ http://www.skyscanner.co.id/maskapai/maskapai-tiger-airways-tr.html http://www.tigerairways.com/id/en/about_us.php http://www.lionair.co.id/facilities.aspx

Page | 53