Anda di halaman 1dari 8

REFLEKSI KASUS

KANDIDIASIS VULVOVAGINALIS
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Kepaniteraan Klinik dan Melengkapi Salah Satu Syarat Menempuh Program Pendidikan Profesi Dokter Bagian Ilmu Kesehatan Kulit Kelamin di RST dr. Soejono Magelang

Disusun oleh : Febrita Putri Perdani 01.208.5656

Pembimbing : dr. Susilowati, Sp.KK

BAGIAN ILMU KESEHATAN KULIT KELAMIN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG 2012

REFLEKSI KASUS Kandidiasis Vaginalis

A. Identitas Pasien 1. Nama 2. Umur 3. Jenis Kelamin 4. Agama 5. Alamat 6. Status : : : : : : Nn. E 18 tahun perempuan Islam Magelang Mahasiswa

B. Keluhan Utama Terdapat benjolan dan terasa nyeri pada kemaluan

C. Riwayat Penyakit Sekarang Pasien datang dengan keluhan terdapat benjolan dan terasa nyeri pada kemaluan. Keluhan sudah dirasakan 1 bulan ini. Awalnya pasien mengalami keputihan yang sangat banyak berwarna bening tidak berbau yang kemudian berlanjut menjadi warna putih susu, menggumpal dan terasa sedikit berbau dan terasa amat gatal. Kemudian beberapa minggu kemudian pasien merasa ada benjolan pada kemaluan nya yang nyeri bila digunakan untuk buang air kecil, jalan ataupun duduk. Pasien mengatakan bahwa kemungkinan air yang digunakan untuk membersihkan kemaluan kurang bersih, karena pasien baru pindah ke magelang untuk bersekolah. Keluhan lain seperti demam, lesu, dan lemas tidak dirasakan. Pasien belum pernah memeriksakan diri ke tempat pelayanan kesehatan. Pasien belum pernah sakit seperti ini. Pasien mengatakan teman-teman dalam satu asramanya tidak ada yang mengalami hal serupa.

D. Riwayat Penyakit Dahulu Sebelumnya pasien tidak pernah menderita penyakit seperti ini.

E. Riwayat Penyakit Keluarga Tidak ada teman satu asrama yang menderita penyakit yang sama Riwayat alergi keluarga disangkal

F. Riwayat Sosial Ekonomi : Pasien tinggal di asrama sudah kurang hampir satu tahun ini, dan teman-teman di asramanya tidak ada yang mempunyai keluhan seperti pasien. Pasien masih ditanggung orang tua dan biaya kesehatan ditanggung dari orang tua. Kesan ekonomi cukup.

G. Pemeriksaan Fisik Status Generalis : dalam batas normal Status Dermatologi : UKK : tampak plak warna putih yang melekat di vulva dan vagina, cairan tebal berwarna putih seperti susu dan bengkak pada labia minor sebelah kanan. Lokasi : di vulva dan vagina

H. Usulan Pemeriksaan Penunjang 1. Pemeriksaan Mikroskopis Cara yang paling sederhana mengambil cairan vagina ialah dengan bantuan spekulum, cairan vagina diambil dari fornix vagina. Selain dari duh tubuh vagina, bahan pemeriksaan dapat pula diambil dari pseudomembran. Bahan pemeriksaan selanjutnya dibuat sediaan langsung dengan KOH 10% atau dengan pewarnaan Gram. Pada pemeriksaan mikroskopis ini dapat dijumpai kandida dalam bentuk sel ragi (yeast form) yang berbentuk oval, fase blastospora berupa sel-sel tunas yang berbentuk germ tubes atau budding dan pseudohypa sebagai sel-sel memanjang seperti sosis yang tersusun memanjang. Pada sediaan dengan pewarnaan Gram, bentuk ragi bersifat gram posistif, berbentuk oval, kadang-kadang berbentuk germ tube atau Budding. Candida albican adalah satu-satunya ragi patogen penting yang secara invivo

menunjukan adanya pseudohypa yang banyak, yang mudah dideteksi dari duh tubuh vagina dengan pewarnaan Gram. Karena Toruplosis glabrata tidak membentuk pseudohypa, sedangkan spesies lain walaupun terdapat dalam vagina, tidak berkaitan dengan vaginitis, maka pemeriksaan mikroskopis ini dapat dipakai sebagai standar emas (gold standard). Sensitifitas pemeriksaan ini pada penderita simptomatik sama dengan biakan. 2. Pemeriksaan Biakan Bahan pemeriksaan dibiakan pada media Sabouraud Dextrose Agar. Dapat dibubuhi antibiotik (kloramfenikol) untuk mencegah pertumbuhan bakteri. Pembenihan ini disimpan pada suhu kamar atau suhu 37o C. Koloni tumbuh setelah 24-48 jam, berupa yeast like colony, warna putih kekuningkuningan, ditengah dan dasarnya warnanya lebih tua, permukaannnya halus mengkilat dan sedikit menonjol. Untuk identifikasi spesies kandida dapat dilakukan cara-cara berikut : a. Bahan dari koloni dibiakan pada Corn meal agar dengan Tween 80 atau Nickerson polysaccharide trypan blue ( Nickerson Mankowski agar) pada suhu 25oC, digunakan untuk menumbuhkan klamidokonida, yang umumnya hanya ada pada candida albicans. Tumbuh dalam 3 hari. b. Jamur tumbuh pada biakan diinokulasi ke dalam serum atau koloid (albumin telur) yang diinkubasi selama 2 jam pada suhu 37oC. Dengan pemeriksaan mikroskop tampak :germ tube yang khas pada candida albicans. c. Test Fermentasi Candida albicans dapat memfermentasikan glukosa, maltosa dan galaktosa tetapi tidak terhadap sakarosa. d. Test Asimilasi Percobaan ini dapat dilakukan untuk membedakan masing-masing spesies. Candida parakrusei mengadakan asimilasi glukosa, galaktosa dan maltosa, sedangkan Candida krusei hanya mengasimilasikan glukosa.

I. Diagnosis Banding 1. Trichomoniasis vagina Trichomoniasis merupakan penyakit infeksi protozoa yang disebabkan oleh Trichomonas vaginalis, biasanya ditularkan melalui hubungan seksual dan sering menyerang traktus urogenitalis bagian bawah. Pada wanita sering tidak menunjukan keluhan, bila ada biasanya berupa duh tubuh vagina yang banyak, berwarna kehijauan

dan berbusa yang patognomonis untuk penyakit ini. Pada pemeriksaan dengan kolposkopi tampak gambaran Strawberry cervix yang dianggap khas untuk trichomoniasis. Diagnosis Trichomonoasis ditegakan bila ditemukan Trichomo nas vaginalis pada sediaan basah. Pada keadaan yang meragukan dapat dilakukan pemeriksaan dengan biakan duh tubuh vagina. 2. Vaginosis Bakterialis Vaginosis Bakterialis merupakan sindrome klinik akibat pergantian Bacillus Duoderlin yang merupakan flora normal vagina dengan bakteri anaerob dalam konsentrasi tinggi seperti Bacteroides Spp, Mobiluncus Sp, Peptostreptococcus Sp dan Gardnerella vaginalis bakterialis dapat dijumpai duh tubuh vagina yang banyak, homogen dengan bau yang khas seperti bau ikan, terutama waktu berhubungan seksual. Bau tersebut disebabkan adanya amin yang menguap bila cairan vagina menjadi basa. Cairan seminal yang basa menimbulkan terlepasnya amin dari perlekatannya pada protein dan amin yang menguap menimbulkan bau yang khas. Amsel et al merekomendasikan diagnosa klinik vaginosis bakterialis berdasarkan pada adanya tiga dari empat tanda-tanda berikut : a. cairan vagina homogen, putih atau keabu-abuan, melekat pada dinding vagina. b. pH vagina lebih besar dari 4,5. c. Sekret vagina berbau seperti bau ikan sebelum atau sesudah penambahan KOH 10% (whiff test) d. Adanya clue cells pada pemeriksaan mikroskop sediaan basah. Clue cell merupakan sel epitel vagina yang ditutupi oleh berbagai bakteri vagina sehingga memberikan gambaran granular dengan batas sel yang kabur karena melekatnya bakteri batang atau kokus yang kecil. 3. Gonore Gonore adalah penyakit infeksi bakteri yang disebabkan oleh negatif Gram diplokokus Neisseria gonorrhoeae. Penyakit ini biasanya ditularkan melalui hubungan seksual. Daerah yang paling mudah terinfeksi adalah daerah dengan mukosa epitel kuboid atau lapisan gepeng yang belum berkembang yaitu pada vagina sebelum pubertas. Organ tubuh yang sering dikenai adalah mukosa membran uretra, endoserviks, rektum dan pharing. Penyakit gonore pada wanita, baik akut maupun kronik jarang ditemukan gejala subyektif dan hampir tidak pernah didapati kelainan objektif. Infeksi pada wanita, pada mulanya hanya mengenai serviks uteri. Dapat asimptomatik, kadang-kadang menimbulkan rasa nyeri pada panggul bawah. Pada

pemeriksaan serviks tampak merah dengan erosi dan sekret muko purulen. Bila terjadi servisitis akut atau disertai vaginitis oleh trikomonas vaginalis, candida albicans dan chlamydia trachomatis duh tubuh akan terlihat lebih banyak. J. Diagnosis Kerja Diagnosa ditegakan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan klinis dan pemeriksaan laboratorium, sehingga pada pasien ini diagnosis kerja adalah Kandidiasis Vulvovaginalis disertai dengan bartolinitis karena pada pemeriksaan fisik didadapkan pembengkakan pada labia minor.

K. Rencana Terapi Medikamentosa Pengobatan kandidiasis vagina dapat dilakukan secara topikal maupun sistemik. Obat anti jamur tersedia dalam berbagai bentuk yaitu : gel, krim, losion, tablet vagina, suppositoria dan tablet oral. 1. Derivat Rosanillin Gentian violet 1-2 % dalam bentuk larutan atau gel, selama 10 hari. 2. Povidone iodine Merupakan bahan aktif yang bersifat antibakteri maupun anti jamur. 3. Derivat Polien Nistatin 100.000 unit krim/tablet vagina selama 14 hari Nistatin 100.000 unit tablet oral selama 14 hari 4. Drivat Imidazole Topical Mikonazol 2% krim vaginal selama 7 hari 100 mg tablet vaginal selama 7 hari 200 mg tablet vaginal selama 3 hari 1200 mg tablet vaginal dosis tunggal Ekonazol 150 mg tablet vaginal selama 3 hari Fentikonazol 2% krim vaginal selama 7 hari 200 mg tablet vaginal selama 3 hari 600 mg tablet vaginal dosis tunggal Tiokonazol 2% krim vaginal selama 3 hari 6,5 % krim vaginal dosis tunggal

Klotrimazol 1% krim vaginal selama 7 14 hari 10% krim vaginal sekali aplikasi 100 mg tablet vaginal selama 7 hari 500 mg tablet vaginal dosis tunggal Butokonazol 2% krim vaginal selama 3 hari Terkonazol 2% krim vaginal selama 3 hari Sistemik Ketokanazol 400 mg selama 5 hari Itrakanazol 200 mg selama 3 hari atau 400 mg dosis tunggal Flukonazol 150 mg dosis tunggal Non medikamentosa Konsumsi makanan sehat dan bergizi. Usahakan agar Anda terhindar dari kegemukan yang menyebabkan paha bergesek. Kondisi ini dapat menimbulkan luka, sehingga keadaan kulit di sekitar selangkangan menjadi panas dan lembap. Kuman dapat hidup subur di daerah tersebut. Hindari mengenakan celana ketat, karena dapat memicu kelembapan. Pilih pakaian dalam dari bahan yang menyerap keringat agar daerah vital selalu kering. Periksakan diri ke dokter jika mengalami keputihan cukup lama. Tak perlu malu berkonsultasi dengan dokter kandungan sekalipun belum menikah. Karena keputihan dapat dialami semua perempuan. Berhati-hatilah saat menggunakan toilet umum. Siapa tahu, ada penderita radang yang menggunakannya sebelum Anda. Biasakan membersihkan diri, setelah buang air besar, dengan gerakan membasuh dari depan ke belakang. Jika tidak dibutuhkan, jangan menggunakan pantyliner. Perempuan seringkali salah kaprah. Mereka merasa nyaman jika pakaian dalamnya bersih. Padahal penggunaan pantyliner dapat meningkatkan Kelembapan kulit di sekitar vagina. Alat reproduksi memiliki sistem pembersihan diri untuk melawan kuman yang merugikan kesehatan. Produk pembersih dan pengharum vagina yang banyak diperdagangkan sebetulnya tidak diperlukan. Sebaliknya jika digunakan berlebihan bisa berbahaya.

9. Hindari melakukan hubungan seksual berganti-ganti pasangan. Ingat, kuman juga bisa berasal dari pasangan Anda. Jika Anda berganti-ganti pasangan, tak gampang mendeteksi sumber penularan bakteri. Peradangan berhubungan erat dengan penyakit menular seksual dan pola seksual bebas. KESIMPULAN Pasien datang dengan keluhan terdapat benjolan dan terasa nyeri pada kemaluan. Keluhan sudah dirasakan 1 bulan ini. Awalnya pasien mengalami keputihan yang sangat banyak berwarna bening tidak berbau yang kemudian berlanjut menjadi warna putih susu, menggumpal dan terasa sedikit berbau dan terasa amat gatal. Kemudian beberapa minggu kemudian pasien merasa ada benjolan pada kemaluan nya yang nyeri bila digunakan untuk buang air kecil, jalan ataupun duduk. Pasien mengatakan bahwa kemungkinan air yang digunakan untuk membersihkan kemaluan kurang bersih, karena pasien baru pindah ke magelang untuk bersekolah. Keluhan lain seperti demam, lesu, dan lemas tidak dirasakan. Pasien belum pernah memeriksakan diri ke tempat pelayanan kesehatan. Pasien belum pernah sakit seperti ini. Pasien mengatakan teman-teman dalam satu asramanya tidak ada yang mengalami hal serupa. Didapatkan gejala klinis yang mengarah pada Kandidiasis, sehingga pasien ini didiagnosis Kandidiasis Vulvovaginalis.