Anda di halaman 1dari 10

KONSEP UMUM

SKEMA PENGENDALIAN
STANDAR KONTROL PENCEGAHAN KOROSI PERSYARATAN ENERGI BAHAN KIMIA KEYAKINAN PEMELIHARAAN EFISIENSI FLEKSIBILITAS PRAKONDISI GAS KAPASITAS BEBAN PRINSIP PARAMETER PENERAPAN

Karakteristik Peralatan

Performansi Alat

Kelayakan Teknik

Evaluasi Sumber

Pemilihan Alat Kontrol

Peraturan

Total biaya pertahun Untuk tiap alternatif

Pemilihan sistem kontrol terbaik

KARAKTERISTIK EMISI GASPARTIKULAT


Karakteristik partikel : ukuran, distribusi ukuran, bentuk, densitas, kelengketan (stickiness), korosivitas, reaktivitas, toksisitas Karakteristik aliran fluida : tekanan, suhu, viscositas, kadar air, komposisi kimia, flammabilitas. Kondisi proses : flowrate, loading partikulat, efisiensi yang diinginkan, maksimum kehilangan tekanan.

DISTRIBUSI UKURAN PARTIKEL AMBIEN

EFISIENSI ALAT
Mi, Li ALAT KONTROL Me, Le

CONTOH PERHITUNGAN
ALAT KONTROL

EFISIENSI

Contoh : Sebuah tabung berisi partikel yang memiliki 300 butiran :


Mi : total laju input massa Me: total laju emisi massa Li : loading partikulat di inlet Le: loading patikulat di outlet

KESELURUHAN

Dimana n j : efisiensi pengumpulan untuk ukuran ke j mj : persen massa partikel pada ukuran ke j

100 butir : 1 mikron ; 100 butir : 10 mikron ; 100 butir : 100 mikron. Efisiensi alat yang dipasang adalah 10% menyisihkan butiran 1 mikron, 50% untuk butiran 10 mikron, 99% untuk butiran 100 mikron. Semua partikel memiliki densitas yang sama dan butiran 1 mikron memiliki satuan massa. Hitung efisiensi penyisihan butiran dan penyisihan massanya.

CASCADE IMPACTOR
Log dM

DISTRIBUSI PARTIKEL
Penyeragaman dengan parameter rata-rata geometris dan deviasi geometris

0.1

2.5

10

Log diameter

Dimana : d84.1 : diameter dimana partikel menyusun sampai 84.1% dari total masa partikel yang lebih kecil dari ukuran ini. d50 : diameter rata-rata geometris. d15..9 : diameter dimana partikel menyusun sampai 15.9% dari total masa partikel yang lebih kecil dari ukuran ini. g : standar deviasi geometris

Cascade impactor digunakan untuk memisahkan partikel berdasar diameter aerodinamis (bukan diameter fisiknya) Diameter aerodinamis : diameter partikel sembarang yang memiliki sifat sama dengan partikel bulat berdiameter tertentu dan berdensitas 1 unit air

CONTOH SOAL DISTRIBUSI UKURAN


Contoh : Data hasil pengukuran cascade impactor sebagai berikut : RENTANG UKURAN m MASSA (mg) Cari nilai d50 dan g

MENCARI RATA-RATA GEOMETRIS


UKURAN >25 18.5 02 25 59 9 15 15 25 > 25 FRAKSI MASSA DALAM RENTANG UKURAN 0.0049 0.195 0.400 0.300 0.080 0.020 PERSEN KUMULATIF MASSA 0.5 20.0 60.0 90.0 98.0 100

0-2 4.5

2-5 179.5

5-9 368

9 - 15 276

15 - 25 73.5

Dan bila data diatas dianggap sebagai karaketeristik partikulat, berapakah efisiensi alat yang dipasang dengan data hubungan efisiensi-ukuran sebagai berikut :

UKURAN (m) 0-2 2-4 4-6 6 - 10 10 - 14 14 - 20 20 - 30 30 - 50

d j (avg) (m) 1 3 5 8 12 17 25 40

n j (%) 10 30 60 80 90 95 98 99

Ploting pada grafik kumulatif persen kurang dari, didapat nilai d84.1 sebesar 13.5 ; d50 sebesar 7.8 ; d15.9 sebesar 4.6 Sehingga nilai g : 13.5/7.8 = 1.73 atau 7.8/4.6 = 1.70 (nilainya dirataratakan menjadi 1.72), sedangkan d50 sebesar 7.8

PLOTING KURVA

MENCARI EFISIENSI TOTAL


Rentang ukuran Rata2 dj (m) 1 3 5 8 12 17 25 40 >50 j Kumulatif persen < ukuran 0.5 10 30 67 86 96 99.4 99.8 100 mj (%) j mj (%) 02 24 46 6 10 10 14 14 20 20 30 30 50 > 50 0.10 0.30 0.60 0.80 0.90 0.95 0.98 0.99 1.00 0.5 9.5 20.0 37.0 19.0 10.0 3.4 0.4 0.2 = 0.05 2.85 12.0 29.6 17.1 9.5 3.33 0.40 0.2 75%

PENGENDALIAN AWAL
Pengendalian pencemaran sumber tidak bergerak REDUKSI EMISI : meliputi gabungan usaha multidisiplin :modifikasi proses (alternatif manufakturing, teknik produksi, substitusi bahan dan pengendalian proses). Bersifat preventif, MODIFIKASI PABRIK/PENGOPERASIAN PABRIK mengendalikan fugitive dust), pembuatan stack yang tinggi, ubah sumber bahan bakar, recycling RELOKASI PABRIK PENERAPAN TEKNOLOGI PENGENDALIAN YANG TEPAT : pengendali kering, pengendali basah, pengendali gas : combustion, absorpsi, adsorpsi dan kondensasi Pengendalian sumber bergerak : Bahan bakar bersih, diversifikasi energi, pemakaian alat pengendali, edukasi masyarakat, peremajaan angkutan, uji emisi Pengendalian sumber fugitive : Dari sumber proses yaitu penangkapan dan venting dengan moveable hood ke alat kontrol sumber titik ( EP, FF, scrubber ), transfer & conveying ( spillage atau windage ), loading & unloading ( internal atau eksternal ),debu jalan, tempat penimbunan ( storage piles ), tempat pembuangan ( waste disposal sites )

ALAT KONTROL PENGENDALI PENCEMARAN UDARA

DILEMMA ALAT KONTROL

Biaya Marginal ($/ton)

Reduksi emisi (ton per hari)

KONTROL STACKS
Fungsi stack tidak mereduksi emisi namun mendispersikan pencemar sejauh mungkin. Tanpa alat kontrol pencemar udara, stack yang tinggi bisa jadi merupakan solusi untuk menghindari paparan pencemar terhadap populasi disekitarnya.

PENGENDALI PENCEMAR PARTIKULAT


SETTLING CHAMBERS
Pertama kali dipakai, efisiensi rendah. Sekarang sering dipakai sebagai pretreatment untuk menghilangkan partikel ukuran besar.
Mekanisme : gaya gravitasi dan gaya inersia. Jenis : settling chamber sederhana, settling chamber Howard ( ada penambahan pelat-pelat )

g dp p K

: percepatan gravitasi : diameter partikel : densitas partikel :densitas gas : viscositas gas : faktor cunningham

CONTOH SOAL
Contoh : Pabrik semen akan memasang EP sebagai alat pengendali pencemaran udaranya. Sebelum EP dipasang settling chamber sebagai pre-treatment dengan ukuran lebar 4 m, panjang 15 m dan tinggi 1.5 m. Ukuran diameter yang partikel yang boleh lolos ke EP adalah <10 mikron. Laju aliran gas terukur masuk ke settling chamber 0.6 m3/detik. Aliran udara mengikuti hukum Stokes dengan faktor Cunningham : 1.25. Dengan data : p : 1.1 gr / cm; : 1.2x10-3 gr/cm ; : 1.8x10-4 gr/cm dtk Berapakan efisiensi penangkapan untuk diameter 10 mikron tersebut ?

CYCLONE
Cyclone juga sering dipakai sebagai pre-treatment karena efisiensi yang rendah. Cyclone mampu menyisihkan 80% partikel yang berukuran > 20 mikron. Diameter cyclone bisa hanya beberapa cm sampai dengan beberapa meter
2 mekanisme pengumpulan debu : gaya sentrifugal (Partikel-partikel yang terlempar ke dinding ) dan gaya gravitasi (jatuh ke hopper ). Dimensi cyclone dibuat berdasar debit gas dan efisiensi yang diinginkan. Parameter awal desain adalah diameter cyclone. Semakin panjang dan kecil diameter akan semakin tinggi efisiensi cyclone namun memperbesar kehilangan tekanan. Inlet cyclone ; tangensial, pembuangan debu : slide gate (periodik), dan rotary valve (kontinyu).

PARAMETER DESAIN (CYCLONE KONVENSIONAL


Parameter H/D W/D De/D S/D Lb/D Lc/D Dd/D D/D Nilai 0.5 0.25 0.5 0.625 2.0 2.0 0.25 1.0

KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN


Keuntungan cyclone : capital cost rendah, bisa beroperasi pada suhu tinggi, pemeliharaan mudah. Kerugian cyclone : efisiensi rendah ( partikel berukuran kecil), biaya operasi tinggi karena tingginya kehilangan tekanan

EFISIENSI

Perhitungan efisiensi :

ELEKTROSTATIK EP digunakan untuk menyisihkan partikulat PRESIPITATOR ukuran yang kecil < 10 mikron. Komponen-

komponen yang ada di EP adalah : elektroda pemberi muatan, elektroda pengumpul, rapper dan hopper. EP menggunakan gaya elektrik untuk memisahkan partikel dalam aliran gas.Partikel yang bermuatan ditarik dan ditangkap pada pelat dengan muatan yang berlawanan dan aliran gas yang lebih bersih akan keluar dari alat tersebut. Secara periodik terjadi pembersihan dengan ketukan atau guncangan permukaan yang terakumulasi debu.

Contoh soal : Sebuah cyclone konvensional dengan diameter 1 m, tinggi inlet 0.5 m, dan lebar inlet 0.25 m, laju alir udara/gas : 150 m3/menit, viscositas 0.075 kg/m-jam dan densitas gas 1.01 kg/m3. Aliran gas mengandung partikel dengan densitas 1600 kg/m3. Distribusi ukuran yang diperoleh adalah : Rentang ukuran Persen massa 1,0 9,0 10 30 30 14 5 02 24 46 6 10 10 18 18 30 30 50

Hitung efisiensi total

Ada 2 jenis yaitu High Voltage Single-Stage dan Low-Voltage Two-Stage. Kecepatan migrasi partikel dinyatakan sebagai :

KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN EP


Keuntungan EP : efisiensi sangat tinggi (ukuran partikel kecil), dapat dipakai untuk kapasitas yang cukup besar dengan tekanan yang rendah, bisa untuk penyisihan basah dan kering, dapat didesain untuk temperatur yang bervariasi serta biaya operasi yang rendah. Kerugian EP : biaya pembuatan mahal, tidak dapat dipakai untuk polutan gas, tidak fleksibel, memakan tempat. Contoh soal : Single-Stage EP digunakan untuk menyisihkan partikulat dari industri semen dengan proses kering. EP ini terdiri dari beberapa saluran yang dibentuk oleh 2 plat kolektor dengan ukuran tinggi x lebar : 16 ft x 14 ft. Laju alir gas 2400 acfm, konsentrasi debu 5 grains/ft3. Kecepatan migrasi berdasar uji coba di lapangan 0.19 ft/detik. Tentukan efisiensi dan kuantitas debu yang terkumpul dalam 1 hari.

Efisiensi pengolahan EP dapat diperoleh dengan (Rumus Deutch Andersen):

FABRIC FILTRATION

Proses ini digunakan untuk menyisihkan partikulat dengan cara menyaring melalui kain tertentu. Mekanisme yang terjadi 3 hal yaitu : impaksi, intersepsi dan difusi.

PRINSIP PENYARINGAN

Proses filtrasi bisa interior maupun eksterior Mekanisme pembersihan dengan cara : penggetaran (shaking) untuk pembersihan debu ringan, backwash udara (reverse air) dan pembersihan dengan udara bertekanan (pulse jet) serta sonic vibration.

SUSUNAN ALAT

RINCIAN ALAT

MEKANISME PENYARINGAN

MEKANISME PEMBERSIHAN

Bahan-bahan fabric filter sudah dibuat khusus disesuaikan dengan daya tahan terhadap suhu dan resistensi terhadap bahan abrasif ( asam/basa).

KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN


Keuntungan fabric filter : efisiensi sangat tinggi (bahkan untuk partikel halus), dapat dipakai untuk berbagai jenis debu, dapat dipakai untuk kapasitas yang besar, dapat beroperasi pada pressure drop yang rendah. Kerugian fabric filter : memerlukan tempat yang luas, bahan filter tidak tahan suhu tinggi, tidak dapat beroperasi pada kondisi lembab, berpotensi kebakaran.

Pressure Drop sepanjang filter :

Performansi fabric filter ditentukan oleh perbandingan luasan kain-udara (Air to Cloth Ratio) yaitu berapa banyak gas kotor yang melewati permukaan filter dengan luas tertentu selama waktu tertentu. Pertimbangan desain : kecepatan filtrasi maksimum dan perbandingan kompartemen sebagai fungsi area kain netto.

Contoh : fabric filter tipe shaker harus menyaring udara 40.000 cfm dengan konsentrasi debu tepung 10 grains/cfm udara. Kantong kain memiliki panjang 8 ft dan diameter 6 inci.

WET SCRUBBER
Komponen air digunakan sebagai pembersih polutan gas dan partikulat. Efisiensinya lebih tinggi dibanding settling chamber dan cyclone, namun setara dengan EP dan fabric filter. Air dalam bentuk droplet disemprotkan ke aliran gas buang sehingga terjadi proses tumbukan dan difusi. Jenis wet scrubber : spray scrubber ( menggunakan energi dari aliran fluidanya), ventury scrubber (menggunakan aliran air yang dipercepat pada venturinya), vertical spray rotor (menggunakan rotor yang berputar untuk memancarkan air), moving bed scrubber (media plastik yang dipakai bisa membantu terjadinya kontak yang intensif)

KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN


Keuntungan penggunaan :
1. 2. 3. 4. 1. 2. 3. Dapat digunakan untuk menyisihkan partikel yang flammabel Dapat digunakan untuk menyisihkan gas dan partikel secara bersamaan Dapat mengatasi mist Dapat mendinginkan gas panas

Kelemahan penggunaan :

Timbul masalah korosif Timbul pencemaran air Pembuangan sludenya mahal

PENYISIHAN GAS ABSORPSI


Mekanisme : terjadi kontak yang sangat tinggi antara campuran gas dengan cairan sehingga sebagian besar gas-gas terlarut dalam cairan. Tipenya : Kolom pejal (operasi kontinyu), kolom pelat ( operasi bertahap), dll. Parameter yang harus diperhatikan : kelarutan gas, volatilitas gas, tingkat korosif, kekentalan (viscosity), stabilitas kimia, toksisitas dan biaya (kalau bukan pelarut air).

ADSORPSI
Mekanisme : melekatnya gas-gas pada permukaan padat atau cair (adsorbent) akibat perbedaan konsentrasi. Jenisnya ada 2 : Adsorpsi fisik : hasil dari gaya-gaya tarik intermolekul antara adsorbent dengan material yang diserap Adsorpsi kimia : hasil interaksi kimia antara bahan adsorbent dengan material yang diserap Jenis-jenis adsorbent yang dipakai : Karbon aktif, activated alumina,Silica gel

KONDENSASI
Mekanisme : Konversi gas atau uap menjadi cairan melalui penurunan suhu dan atau penaikan tekanan. Tipenya : Kondenser kontak langsung : medium pendingin dengan uap-kondensat saling kontak dan bergabung Kondenser kontak tak langsung : medium pendingin dan uap-kondensat dipisahkan oleh suatu area permukaan Kondenser biasanya digunakan sebagai pre-treatment bagi alat kontrol gas lain karena dapat mengurangi volume gas yang harus diolah.

INSINERASI
Pembakaran sempurna antara udara (oksigen), limbah dan bahan bakar dengan kondisi temperatur yang tinggi, pengadukan turbulen antar komponen, waktu tinggal yang cukup. Dengan pembakaran sempurna akan didapat perubahan hidrokarbon menjadi CO2 dan air. Destruksi termal kebanyakan senyawa organik terjadi antara 590 C 650 C, namun operasi insinerator mencapai suhu lebih dari 980 C untuk menjamin pembakaran organik yang komplet. Ada 2 tahap dalam pembakaran : pembakaran bahan bakar terjadi cukup cepat dan irreversibel serta menghasilkan gas dengan suhu cukup tinggi pembakaran polutan. Operasi insinerasi bertipe : Otomatis, Semi-otomatis.Manual

10