Anda di halaman 1dari 17

11

1
MAKALAH PERAGA GOVERNOUR Pengujian Alat Governour
Rudini Mulya Daulay Email: rudinimenteri@gmail.com

PERAGA GOVERNOR

Rudini Mulya Daulay
Program Studi Teknik Industri,Fakultas TeknikUniversitas Mercu Buana
email: rudinimenteri@gmail.com
2012


Abstrak
1. Pengertian Governour
Governor atau biasa juga disebut Speed limiter adalah merupakan suatu alat
pengatur kecepatan putaran pada mesin penggerak mula yang ditemukan pada abad 17
yang diaplikasikan pada mesin uap. Fungsi dari governor adalah mengatur kecepatan
putaran poros keluaran pada mesin pengggerak mula yang dipasang alat pengatur ini.
Sehingga bisa diperoleh kecepatan putaran poros keluaran yang stabil, meskipun beban
yang ditanggung oleh mesin tersebut bervariasi dan berubah-ubah.
Governor bekerja berdasarkan perubahan besarnya gaya sentrifugal yang terjadi
karena adanya perubahan kecepatan putaran poros. Tanggapan dari governor ini
diteruskan ke suatu sistem lain yang mempengaruhi besarnya kecepatan putaran dari
mesin-mesin penggerak mula.

2. Tujuan Pengujian
Pada dasarnya pengujian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari
pengatur dengan membuat grafik yang menyatakan hubungan antara kecepatan poros
() dan posisi sleeve untuk berbagai beban dan berbagai berat bola. Berdasarkan grafik-
grafik tersebut maka dapat disimpulkan didaerah-daerah mana suatu pengatur stabil dan
tidak stabil.

3. Metode Pengujian
Metode Pengambilan data
Yang diukur dalam pengujian ini adalah :
a. Kecepatan putar poros yang diukur dengan tachometer.
b. Posisi sleeve diukur dengan skala yang terdapat pada poros.
c. Berat dari beban yang diberikan berikutnya.


11
2
MAKALAH PERAGA GOVERNOUR Pengujian Alat Governour
Rudini Mulya Daulay Email: rudinimenteri@gmail.com

4. Teori
Penggerak mula sering kali harus beroperasi pada putaran yang relatif konstan
walaupun daya yang harus dihasilkannya bervariasi. Untuk mencapai kondisi operasi
seperti ini diperlukan suatu alat yang disebut pengatur ( governor ).
Berdasarkan cara kerjanya pengatur dibedakan menjadi dua, yaitu :
a. pengatur sentrifugal ( centrifugal governor )
b. pengatur inersia ( inertia governor )

Pengatur sentrifugal bekerja berdasarkan gaya sentrifugal sedangkan pengatur
inersia bekerja berdasarakan momen inersia yang timbul karena terjadinya percepatan
sudut. Karena lebih rumit maka jenis pengatur inersia tidak banyak digunakan walaupun
reaksinya lebih cepat. Dalam pengaturan ini yang dibahas hanya pengatur sentrifugal jenis
porter.
Pada dasarnya pengatur dalam keadaan setimbang bila gaya sentrifugal, berat dan
gaya pegasnya seimbang. Ukuran geometri dari pengatur Porter dan hubungan antara
jari-jari ( r ), jarak pemberat dari titik pusat atas ( h ) dan pembacaan skala.

Gambar 1. Geometri Pengatur Porter
Fungsi dan jenisnya :
Fungsinya untuk mengatur secara otomatis pemberian bahan bakar sesuai beban
mesin.
Menurut mekanismenya dibagi 2 jenis,
yaitu :
Jenis pneumatik dan Jenis sentrifugal

Menurut fungsinya dapat dibedakan
menjadi 2 jenis, yaitu :
- Jenis kecepatan tertentu
- Jenis semua kecepatan
11
3
MAKALAH PERAGA GOVERNOUR Pengujian Alat Governour
Rudini Mulya Daulay Email: rudinimenteri@gmail.com

1.1 Governor jenis Porter
Bentuk geometri dari governor jenis Porter adalah seperti gambar berikut:

Gambar 1. Governor Porter
Untuk governor yang sedang dalam keadaan berputar, maka berlaku persamaan
dinamis M = I.. Pada kecepatan putar tertentu akan tercapai suatu keadaan setimbang,
dimana gaya sentrifugal seimbang dengan gaya pemberat. Jika ini terjadi maka ada suatu
titik yang memiliki percepatan sudut sebesar nol ( = 0 ), terjadi maka ada suatu titik
yang memiliki percepatan sudut sebesar nol ( = 0 ), sehingga M = 0.


11
4
MAKALAH PERAGA GOVERNOUR Pengujian Alat Governour
Rudini Mulya Daulay Email: rudinimenteri@gmail.com

Persamaan gerak yang terjadi dengan M dititik 0 sama dengan 0 adalah sebagai berikut :

0 . . . 0 .
2
.
0 .
2
.
= + BC Fc OB g m A
H k
A
g M

Fc =
BC
B g m
H k g M
OA 0 . .
2
.
2
.

+

Fc =
o
o
o
o
cos
sin
. .
2
.
2
.
cos
sin . .
2
.
2
.
cos .
g m
H k g M
a
b
a
a g m
H k g M
b

+ =

+

Jika
a
b
= K
1
, dan

o
o
tan
tan
= K
2
, maka persamaan akan menjadi :
Fc = g m K
H k g M
K . .
2
.
2
.
2 1

(

+

Dari rumus diperoleh :
2
. . = r m Fc =

2
. . = h m Fc =

60
. . 2 n t
= = ; n =
t
=
. 2
. 60


Persamaan menjadi :
2
. . = r m Fc = = g m K
H k g M
K . .
2
.
2
.
2

+
r m
g m K
H k g M
K
.
. .
2
.
2
.
2 1

(

+
= =
n =
t . 2
. 60
.
r m
g m K
H k g M
K
.
. .
2
.
2
.
2 1

(

+


11
5
MAKALAH PERAGA GOVERNOUR Pengujian Alat Governour
Rudini Mulya Daulay Email: rudinimenteri@gmail.com


1.2 Governor Jenis Proell
Bentuk geometri dari governor jenis proell adalah seperti gambar berikut :

Gambar 2. Governor Proell
Untuk governor yang sedang dalam keadaan berputar, maka berlaku persamaan
dinamis M = I.. Pada kecepatan putaran tertentu akan tercapai suatu keadaan
setimbang, dimana gaya sentrifugal seimbang dengan gaya pemberat. Jika ini terjadi
maka ada suatu titik yang memiliki percepatan sudut sebesar nol ( ) sehingga M = 0.
Persamaan gerak yang terjadi dengan M dititk 0 sama dengan 0 adalah sebagai berikut :
0 . 0 . . 0 .
2
.
= + BD Fc D g m C
g M

11
6
MAKALAH PERAGA GOVERNOUR Pengujian Alat Governour
Rudini Mulya Daulay Email: rudinimenteri@gmail.com

BD
I g m C
g M
Fc
0 . . 0 .
2
.
+
=
BD
OD
g m
BD
DC D g M
Fc . .
) 0 (
.
2
.
+
+
=
o | o tan . . ) tan (tan
2
.
g m
g M
Fc + + =

Jika
o
|
tan
tan
= K, maka persamaan akan menjadi :
(

+ + = g m K
g M
Fc . ) 1 .(
2
.
tano
2 2
. . . . = = BF m r m Fc = =
dimana :
h
BF
= tan ; BF = h.tan
2
. tan . . = o h m Fc =
60
. . 2 n t
= = ; n =
t
=
. 2
. 60


Persamaan menjadi :
2
. tan . . = o h m =
(

+ + g m K
g M
. ) 1 .(
2
.
tano
h m
g m K
g M
.
. ) 1 (
2
.
+ +
= =
n =
t . 2
. 60
. g
h m
m K
M
.
.
) 1 (
2
+ +





11
7
MAKALAH PERAGA GOVERNOUR Pengujian Alat Governour
Rudini Mulya Daulay Email: rudinimenteri@gmail.com

1.3 Governor Jenis Hartnell
Bentuk geometri dari governor jenis Hartnell adalah seperti gambar berikut :

Gambar 3. Governor Hartnell
Untuk governor yang sedang dalam keadaan berputar, maka berlaku persamaan
dinamis M = I.. Pada kecepatan putar tertentu akan tercapai suatu keadaan setimbang,
dimana gaya sentrifugal seimbang dengan gaya pemberat. Jika ini = 0, sehingga M = 0.
Persamaan gerak yang terjadi dengan M dititik 0 sama dengan 0 adalah sebagai berikut :

0 . 0 . . 0 .
2
.
= + GJ Fc J g m C
g M

GJ
J g m C
g M
Fc
0 . . 0 .
2
.
+
=
GJ
J
g m
GJ
JC J g M
Fc
0
.
) 0 (
.
2
.
+
+
=
11
8
MAKALAH PERAGA GOVERNOUR Pengujian Alat Governour
Rudini Mulya Daulay Email: rudinimenteri@gmail.com

GJ
JC g M
g m
g M
GJ
J
Fc .
2
.
.
2
. 0
+
(

+ =
Jika
GJ
J 0
= K
1
, dan
GJ
JC
= tan = K
2
, maka persamaan akan menjadi :
2
.
. .
2
.
2 1
g M
K g m
g M
K Fc +
(

+ =

Dari rumus diperoleh :
2
. . = r m Fc =
2
. tan . . = o h m Fc =
60
. . 2 n t
= = ; n =
t
=
. 2
. 60


Persamaan menjadi :
2
. . = r m
2
.
. .
2
.
2
g M
K g m
g M
K +
(

+ =
g
r m
M
K m
M
K
.
.
2
.
2
2 1
+
(

+
= =
n =
t . 2
. 60
. g
r m
M
K m
M
K
.
.
2
.
2
2 1
+
(

+

1.3.1 Perhitungan teoritis :

Gambar 2. Geometri pengatur Porter yang digunakan untuk pengujian.

11
9
MAKALAH PERAGA GOVERNOUR Pengujian Alat Governour
Rudini Mulya Daulay Email: rudinimenteri@gmail.com

a. Menghitung tinggi governor :
h
1
=
2 2
) 20 ( 165 r mm
h
2
=
1
20
20
h
r
mm
H = h
1
+ h
2
mm
Dimana :
H = tinggi governor ( mm )
r = jari-jari governor ( mm ) : ( R=2r )
= sudut governor (
o
)
R = radius governor ( mm )
b. Menghitung sudut puntir governor
sin =
140
38 r
(
o
)
Dimana :
= sudut puntir (
o
)
c. Menghitung sudut governor ( ) dan konstanta ( k )
sin =
165
20 r
(
o
)
Dimana :
= sudut governor (
o
)
k = konstanta
d. Menghitung gaya sentrifugal pada beban keadaan seimbang
F = g
H
R
k
w
w . ). 1 .(
2
)
`

+
|
.
|

\
|
+ ( N )
Dimana :
F = gaya sentrifugal ( N )
W = gaya/berat rangka pengatur ( N )
w = gaya/berat pemberat
11
10
MAKALAH PERAGA GOVERNOUR Pengujian Alat Governour
Rudini Mulya Daulay Email: rudinimenteri@gmail.com

k = konstanta
R = radius ( mm )
H = tinggi governor ( mm )
G = konstanta percepatan gravitasi ( m/s
2
)
e. Menghitung momen puntir pada kondisi seimbang
T = F . R
Dimana :
T = momen puntir ( Nm )
F = gaya sentrifugal ( N )
R = radius governor ( mm )
f. f. Menghitung kecepatan putar atau kecepatan sudut
=
(

+ +
(

H
g
w
w k
W
.
) 1 .(
2
( rad/detik )

Dimana :
= kecepatan putar atau kecepatan sudut ( rad/detik )
W = gaya berat rangka pengatur ( N )
w = gaya berat pemberat ( N )
k = konstanta
g = gravitasi bumi ( m/det
2
)
H = tingggi governor ( mm )

Perhitungan Aktual :
a. Menghitung kecepatan putar atau kecepatan sudut
=
60
. . 2 n t
( rad/detik )

11
11
MAKALAH PERAGA GOVERNOUR Pengujian Alat Governour
Rudini Mulya Daulay Email: rudinimenteri@gmail.com

Dimana :
= kecepatan sudut ( rad/detik )
n = putaran governor ( rpm )

b. Menghitung gaya tangensial
F
1
= m .
2
. r ( N )
Dimana :
F
1
= gaya tangensial ( N )
m = massa governor ( kg )
= kecepatan sudut ( rad/detik )
R = radius governor ( mm )

c. Menghitung daya governor
P = T . ( watt )
Dimana :
P = daya governor ( watt )
T = momen puntir ( Nm )
= kecepatan sudut ( rad/detik )

Pemasangan :
Salah satu dari ketiga pengatur dapat dipasang pada dudukan seperti pada gambar ( 2 ).
Dengan menghubungkan suplai daya pada motor penggerak akan memutar gear box dan
akan memutar pengatur.
11
12
MAKALAH PERAGA GOVERNOUR Pengujian Alat Governour
Rudini Mulya Daulay Email: rudinimenteri@gmail.com


Gambar 3. Ponstruksi Governor Porter

Prosedur Pengujian :
1. Susunlah perangkat percobaan governor porter.
2. Hidupkan Speed Controller dan mulailah dari kecepatan rendah.
3. Catatlah setiap perubahan Sleeve setiap 5 mm atau 10 mm dan catatlah setiap
posisi ini putaran motor.
4. Lakukanlah percobaan ini berulang-ulang sesuai dengan yang lelah ditentukan
dengan berat beban yang berbeda-beda sehingga didapat grafik yang dapat
menunjukan governor stabil dan tidak stabil.



11
13
MAKALAH PERAGA GOVERNOUR Pengujian Alat Governour
Rudini Mulya Daulay Email: rudinimenteri@gmail.com

Grafik hubungan antara n ( rpm ) dengan s ( mm ) untuk governor porter

a. Tabel governor proell
No Massa Putaran Tinggi
1 1110 gr 358,3 2,5

2 1110 gr 478,8 4
3 1110 gr 551,7 7,5
4 1110 gr 582,7 9
5 1110 gr 718,3 11
6 1110 gr 774,1 12,5

Grafik Governor Proell
0
200
400
600
800
1000
1200
Massa
Putaran
Tinggi


11
14
MAKALAH PERAGA GOVERNOUR Pengujian Alat Governour
Rudini Mulya Daulay Email: rudinimenteri@gmail.com

b. Tabel governor porter
No Massa Putaran Tinggi
1 1000 664,4 5,5
2 1000 679,2 8,5
3 1000 894,8 9,5
4 1000 979,6 10,5
5 1000 1070 12
6 1000 1207 13,5


Grafik Governor Porter
0
200
400
600
800
1000
1200
1400
Massa
Putaran
Tinngi




11
15
MAKALAH PERAGA GOVERNOUR Pengujian Alat Governour
Rudini Mulya Daulay Email: rudinimenteri@gmail.com

PERAGA UJI GESEK
1. Penjelasan
Dalam pratikum ini mahasiswa dituntut untuk mengetahui besar gaya gesek
terhadap benda yang telah diuji.

a. Konsep Gaya Gesekan
Gaya kontak yang tegak lurus terhadap bidang kontak (bidang sentuh), yang
timbul akibat dua benda saling bersentuhan. Gaya kontak ini disebut gaya normal
karena arahnya tegak lurus terhadap bidang sentuh. Dalam hal ini gaya kontak yang
searah terhadap bidang sentuh disebut gaya gesekan.
Gaya gesekan selalu timbul dua permukaan benda saling bersentuhan.
Permukaan yang kelihatan sangat licinpun akan tampak kasar jika diamati di bawah
mikroskop. Bahkan pada benda berpijak pad roda pun bekerja gesekan, disebut gaya
gesekan rotasi. Gaya gesekan rotasi jauh lebih kecil dari pada gaya gesekan translasi.

b. Koefisien Gesekan

Dalam percobaan sebuah balok dengan berat W ditarik ke kanan oleh gaya
P dengan kelajuan tetap di atas permukaan mendatar yang kasar. Gaya normal yang
dikerjakan oleh permukaan pada balok (N). arah gaya gesekan fr yang selalu melawan
gerakan relatif. Gaya geseknya dapat diukur secara tidak langsung, yaitu dengan
menghubungkan neraca pegas dengan balok tertentu dan mengukur gaya P. oleh
karena P itu bergerak dengan kelajuan tetap, maka gaya P itu besarnya sama dengan
gaya gesekan.

11
16
MAKALAH PERAGA GOVERNOUR Pengujian Alat Governour
Rudini Mulya Daulay Email: rudinimenteri@gmail.com

Sekarang sebuah balok kedua berat w diletakkan di aas balok yang pertama
seperti gambar diatas. Berat totalnya sekarang adalah w + w, dan jelaslah pula bahwa
gaya keatas akan lebih besar dari pada yang dahulu ( gambar 1 ) yaitu sama dengan w
+ w, dengan percobaan ternyata bahwa pertambahan gaya gesekan sebanding
dengan gaya normal.
fr/fr = N/N,atau fr/N = fr/N = konstan.
apabila untuk menyatakan gaya konstan itu dipergunakan hurup yunani , kita dapat
menuliskan:
fr/N = ,atau fr = .N
perbandingan konstan , itu disebut dengan koefisien gesek yang harganya
tergantung dari sifat-sifat permukaan-permukaan benda itu.

2. Tujuan Percobaan
a. Mendapatkan koefisien gesek dari material yang berbeda.
b. Mendemontrasikan gaya gesek yang terjadi pada benda uji dengan kecepatan
berbeda-beda.

3. Percobaan
a. Berikan beban pada material benda uji .
b. Tentukan kecepatan tarik dari motor.
c. Baca gaya yang terjadi pada neraca pegas sewaktu gaya gesek terjadi.
d. Ulangi percobaan itu sebanyak lima kali.
e. Sesudah itu tambahkan beban.
Data percobaan gaya gesek antara asbes dengan asbes :

Dengan rumus
g . m
F
=
dimana :
F = Gaya
m = Massa
g = gravitasi

11
17
MAKALAH PERAGA GOVERNOUR Pengujian Alat Governour
Rudini Mulya Daulay Email: rudinimenteri@gmail.com

1. = = = 40, 82
2. = = = 77,55
3. = = = 102,04
4. = = = 97,96
5. = = = 102,04
6. = = = 204,08

a. Asbes-Asbes
No Massa Gaya
1 50 gr = 0,05 kg 20
2 100 gr = 0,1 kg 76
3 200 gr = 0,2 kg 200
4 250 gr = 0,25 kg 240
5 500 gr = 0,5 kg 500
6 750 gr = 0,75 kg 1500


Grafik Uji Gesek
0
200
400
600
800
1000
1200
1400
1600
Massa
Gaya
Gesek