Anda di halaman 1dari 110

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

1

Pendahuluan

Buku ini merupakan buku pertamaku. buku ini kuberi judul Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi Pertama

Buku ini sangat ringkas, namun tetap terstruktur. Mengapa dikatakan ringkas? Karena didalamnya hanya terdiri dari 18 bab. Mengapa terstruktur? karena materi pembelajaran yang diberikan dimulai dari berkenalan terhadap sistem operasi Windows Server 2003 sampai mengkonfigrasi jaringan mulai dari TCP/IP, DNS, DHCP hingga ke WINS. Hal yang lain juga menjadi perhatian saya misalnya membangun WEB Server, FTP Server, E-mail Server, NNTP, jaringan tingkat global dan materi-materi lainnya di bahas lengkap didalam buku ini.

Saya mohon maaf jika terdapat kekeliruan dan ketidak sengajaan didalam buku ini. Saran dan kritik pembaca dapat ditujukan ke julitomoko@yahoo.com. Kritik dan saran rekan-rekan semua sangat diharapkan demi perbaikan buku saya di edisi ke dua (Insya-Allah) dalam beberapa waktu lagi.

Pada kesempatan ini, secara pribadi saya sangat berterima kasih kepada Tuhan YME yang telah menuntun saya dan kedua orang tua saya yang turut mendukung saya dalam penyelesaian buku ini.

Jakarta, 05 Desember 2006

Juli Yanto, S. kom

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

2

Bab 1 About Windows Server 2003

1. Microsoft Windows Server System

Jika dilihat dari awal, microsoft memang jagonya dalam hal gonta-ganti nama yang diberikan pada produknya ini. Semenjak pemberian nama pada windows 95 yang menggunkan nama tahun sebagai nama produk, microsoft mempertahankan konsep penamaan ini pada produk berikutnya seperti Windows 98, Windows 2000 dan sekarang Windows 2003. Tapi tahukah anda bahwa sebenarnya microsoft telah mengganti nama untuk produk windows 2003 ini sebanyak 5 kali? Pertama nama produk pengganti windows 2000 ini adalah “Whisler” kemudian diganti menjadi “Windows 2002 server”, diganti lagi menjadi “Windows .NET Server” kemudian “.NET Server 2003” dan terakhir menjadi “Windows Server 2003”.

2. Instalasi

Instalasi memang tampaknya sangat mudah termasuk di lingkungan Windows Server 2003, tapi tanpa adanya kemampuan untuk mengerti apa yang menjadi pilihan dan hanya mengklik tombol next akan menimbulkan masalah pada pengaturan lebih lanjut. Masalah yang kita sadari mungkin sudah terlambat. Maka saya sangat menyarankan anda agar berhati-hati dalam melakukan beberapa opsi pada saat anda melakukan proses installasi.

3. Versi Windows 2003

Windows Server 2003 dikeluarkan dalam berbagai versi, tetapi semuanya merupakan versi untuk server. Adapun versi-versi yang dikeluarkan oleh microsoft untuk server terbaru mereka ini adalah sebagai berikut:

Windows 2003 Standar Editionuntuk server terbaru mereka ini adalah sebagai berikut: Windows 2003 Enterprise Edition Windows 2003 Data Center

Windows 2003 Enterprise Editionini adalah sebagai berikut: Windows 2003 Standar Edition Windows 2003 Data Center Edition Windows 2003 Web

Windows 2003 Data Center EditionWindows 2003 Standar Edition Windows 2003 Enterprise Edition Windows 2003 Web Edition Windows 2003 Small Business

Windows 2003 Web Edition2003 Enterprise Edition Windows 2003 Data Center Edition Windows 2003 Small Business Server Edition Pembagian diatas

Windows 2003 Small Business Server EditionWindows 2003 Data Center Edition Windows 2003 Web Edition Pembagian diatas merupakan pembagian produk secara umum,

Pembagian diatas merupakan pembagian produk secara umum, dalam arti jika mencari variannya maka terdapat lebih dari 5, seperti Enterprise versi 64-bit dan Data Center versi 64-bit.

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

3

4. Perbedaan Antar Produk Windows 2003

Windows 2003 Standar Edition:Server 2003 Edisi 3 4. Perbedaan Antar Produk Windows 2003 Digunakan untuk perusahaan kecil dan menengah

Digunakan untuk perusahaan kecil dan menengah dengan kebutuhan standard.

Windows 2003 Enterprise Edition:perusahaan kecil dan menengah dengan kebutuhan standard. Merupakan produk yang lebih superior dibandingkan dengan

Merupakan produk yang lebih superior dibandingkan dengan edisi Standard dengan dukungan 8 Processor serta mendukung memory sampai 32GB dan 64GB pada versi 64 bit serta mendukung processor Itanium.

Windows 2003 Data Center Edition:64GB pada versi 64 bit serta mendukung processor Itanium. Merupakan produk yang tidak dijual langsung kepada

Merupakan produk yang tidak dijual langsung kepada customer. Jenis sistem operasi ini dijual microsoft kepada pembuat komputer server seperti HP, DELL, ACER dan lain- lain untuk dijual lagi kepada konsumen secara paket(hardware dan software). Jenis ini mendukung sampai 64 processor dengan 512GB RAM pada produk 64-bit.

Windows 2003 Web Edition:sampai 64 processor dengan 512GB RAM pada produk 64-bit. Merupakan jawaban microsoft atas kebutuhan server yang

Merupakan jawaban microsoft atas kebutuhan server yang hanya digunkan sebagai web server dengan batasan maksimum dua processor dan 2GB RAM. Tentu saja dengan keterbatasan ini, harga jenis produk ini juga lebih murah. Selain itu produk ini tidak bisa digunakan sebagai Domain Controller(DC). Mengenai Domain Controller akan kita bahas pada bab berikutnya.

Windows 2003 Small Business Server:Domain Controller akan kita bahas pada bab berikutnya. Merupakan paket produk microsoft yang all in one

Merupakan paket produk microsoft yang all in one yang sering digunakan oleh perusahaan kecil. Microsoft menyatukan berbagai produk didalamnya dan menjadikannya sebagai satu paket dengan harga yang dianggap cukup terjangkau untuk perusahaan kecil. Produk yang disatukan itu diantaranya Windows Server Standard Edition, Microsoft Exchange 2003, Sharepoint Service dan Microsoft Shared Fax Services.

5. HCL (Hardware Compatibility List)

HCL berisi informasi setiap hardware yang compatible dengan sistem operasi yang digunakan dan memang sudah seharusnya anda mengecek terlebih dahulu spesifikasi hardware yang anda miliki agar instalasi windows server 2003 anda terbebas dari masalah. Hardware yang tidak ada didalam HCL sangat mungkin membuat anda tidak akan bisa melakukan instalasi windows server 2003 sampai hardware tersebut dicabut atau diganti. Artinya tidak semua hardware didukung oleh sistem operasi microsoft ini. Dalam bahasan ini, saya hanya menampilkan HCL untuk sistem operasi windows server 2003 versi Enterprise Edition, daftarnya adalah sebagai berikut:

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

4

Minimum Pentium II 133Mhz atau lebih tinggiKomputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 4 Hardisk minimum 2GB dengan 1GB free space Memory(RAM)

Hardisk minimum 2GB dengan 1GB free space2003 Edisi 4 Minimum Pentium II 133Mhz atau lebih tinggi Memory(RAM) minimum 128MB CD-ROM 12x Display

Memory(RAM) minimum 128MBatau lebih tinggi Hardisk minimum 2GB dengan 1GB free space CD-ROM 12x Display VGA atau resolusi

CD-ROM 12xminimum 2GB dengan 1GB free space Memory(RAM) minimum 128MB Display VGA atau resolusi yang lebih tinggi

Display VGA atau resolusi yang lebih tinggidengan 1GB free space Memory(RAM) minimum 128MB CD-ROM 12x 6. File Sistem Pada windows server 2003,

6. File Sistem

Pada windows server 2003, file sistem yang disarankan adalah NTFS. Jenis file sistem ini lebih cepat, aman dan mendukung ukuran hardisk yang lebih besar dibandingkan dengan FAT atau FAT32. Jika pada windows 95 anda bisa melakukan boot dari disket kemudian mengakses drive C:\ secara langsung, maka hal yang sama tidak dapat anda lakukan pada file sistem NTFS. Tetapi pada kenyataannya, walaupun tidak disuport oleh microsoft, beberapa orang membuat program dengan kemampuan boot dari disket dan membaca file NTFS. Misalnya program

NTFS2DOS

NTFS yang digunakan pada windows 2003 adalah NTFS yang lebih baru dibandingkan dengan NT dan 2000 versi 3.1 ini telah mendukung kuota, enkripsi file dan lain sebagainya. Jadi sekali lagi pilihlah file sistem NTFS ketika ditanyakan pada saat instalasi windows 2003 anda. Satu hal lagi, NTFS adalah satu-satunya file sistem yang harus digunakan pada saat anda menginstal Active Directory karena file sistem FAT tidak didukung. Inilah yang membuat orang banyak heran, mengapa masih diberikan pilihan FAT padahal NTFS merupakan pilihan kita satu-satunya. Betul?

7. Windows 2003 mendukung Plug and Play

Lho, bukannya plug and play sudah lama sekali semenjak windows 95? Memang benar, tetapi jika anda sadari bahwa produk yang mendukung plug and play meskipun sudah lama tersedia dimulai sejak windows 95, tapi bukan untuk produk server seperti NT 4.0. Kemampuan plug and play-nya dulu sempat membuat iri para pemakai produk server lainnya. Pada awalnya plug and play tersedia dimulai dari Windows Server 2000 dan sekarang dilanjutkan pada produk penerusnya Windows Server 2003

PnP

Plug and Play adalah integrasi secara hardware(BIOS serta hardware pendukung) dan software dimana untuk setiap alat yang terpasang seperti ethernet card haruslah juga mendukung plug and play. Pada saat suatu alat plug and play dipasang, otomatis BIOS akan memberikan interrupt padanya jika diperlukan sehingga anda tidak perlu lagi mengatur-ngatur jumper terlebih dahulu. Pada awal kemunculannya ditahun 1995, plug and play sangat banyak menimbilkan masalah sehingga sering dipelesetkan orang menjadi Plug and Play atau tancapkan dan ber-do’a-lah semoga

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

5

tidak terjadi apa-apa. Hehehe

Bab 2 Copy dulu saya…

5 tidak terjadi apa-apa. Hehehe Bab 2 Copy dulu saya… Gambar 2.1 Copy-kan Folder i386 ke

Gambar 2.1 Copy-kan Folder i386 ke dalam Hardisk

Dalam melakukan Instalasi Active Directory dan Instalasi setting-setting lainnya, Windows server 2003 selalu meminta Source dari CD Master Windows Server 2003. Tentu akan terasa sulit jika setiap kali kita menginstal/mengeset settingan baru pada setiap komputer, komputer selalu meminta file yang ada di CD master Windows Server 2003 tadi. Untuk memudahkan dalam proses pengerjaan ini, Copy kanlah Folder i386 yang ada di CD master Windows Server 2003 kedalam Hardisk. Sehingga nantinya apabila komputer meminta source dari CD master Windows Server 2003, anda tinggal mengarahkan(Browse) source tadi ke directory tempat anda menyimpan Master i386 tadi. Mudah bukan?

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

6

Bab 3 Installasi Microsoft Loopback Adapter

Dalam melakukan instalasi Active Directory(AD) dan instalasi lainnya, maka komputer yang akan kita setting ini haruslah terhubung kesuatu jaringan(Network). Karena tanpa terhubung kesuatu jaringan, maka instalasi AD tidak dapat berjalan. Begitupun untuk beberapa settingan lainnya. Jadi bagaimana kalau komputer yang akan kita instal tadi sifatnya Stand Alone(berdiri sendiri)? Untuk itulah Microsoft menciptakan Microsoft Loopback Adapter. Apa yang dimaksud dengan Microsoft Loopback Adapter? Microsoft Loopback Adapter merupakan fasilitas yang disediakan Microsoft agar komputer yang akan kita set tadi seolah-olah terhubung ke suatu jaringan. Padahal komputer kita sifatnya Stand Alone atau kalau saya lebih suka menyebutnya jaringan yang di- virtual. Saya tidak akan berpanjang lebar lagi, ikutilah langkah-langkah dibawah ini.

1. Klik Start/Control Panel/Add Hardware. Maka akan tampil dialog Wizard yang akan menuntun anda dalam melakukan instalasi ini. (Lihat gambar 3.1.1) kemudian klik Next

instalasi ini. (Lihat gambar 3.1.1) kemudian klik Next Gambar 3.1.1. Dialog Add Hardware 2. Setelah diklik

Gambar 3.1.1. Dialog Add Hardware

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

7

Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 7 Gambar 3.2.2. Searching for New Hardware 3. Selanjutanya

Gambar 3.2.2. Searching for New Hardware

3.

Selanjutanya akan tampil pilihan instalasi, cari kategori Add a New hardware device

kemudian klik Next

(gambar 3.3.4)

Add a New hardware device kemudian klik Next (gambar 3.3.4) Gambar 3.2.3. Pillih Yes, I have

Gambar 3.2.3. Pillih Yes, I have ready connected the hardware

klik Next (gambar 3.3.4) Gambar 3.2.3. Pillih Yes, I have ready connected the hardware Gambar 3.3.4.

Gambar 3.3.4. Dialog Add Hardware

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

8

Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 8 Gambar 3.3.5. Pilih instalasi secara manual(Advanced) 4.

Gambar 3.3.5. Pilih instalasi secara manual(Advanced)

4. Pilih Network adapter (Gambar 3.4.6), kemudian klik Next

4. Pilih Network adapter (Gambar 3.4.6), kemudian klik Next Gambar 3.4.6. Dialog kategori Hardware 5. Selanjutnya

Gambar 3.4.6. Dialog kategori Hardware

5. Selanjutnya Pilih Microsoft Loopback Adapter (Lihat gambar 3.5.7). Next

5. Selanjutnya Pilih Microsoft Loopback Adapter (Lihat gambar 3.5.7). Next Gambar 3.5.7. Pilihan isntalasi Network Adapter

Gambar 3.5.7. Pilihan isntalasi Network Adapter

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

9

6. Persiapan instalasi Microsoft Loopback Adapter. Klik Next lagi

instalasi Microsoft Loopback Adapter. Klik Next lagi Gambar 3.6.8. Pilihan installasi Network Adapter Gambar

Gambar 3.6.8. Pilihan installasi Network Adapter

Next lagi Gambar 3.6.8. Pilihan installasi Network Adapter Gambar 3.6.9. Dialog yang menyatakan bahwa installasi telah

Gambar 3.6.9. Dialog yang menyatakan bahwa installasi telah selesai

7. Jika Network Adapter yang sebenarnya dalam keadaan enable, ubah menjadi disable. Dengan tujuan agar jaringan virtual yang baru kita instal tadi tidak bentrok dengan jaringan sebenarnya.

8. Setelah semuanya selesai, restart komputer.

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

10

Bab 4 Active Directory

Sebuah kata yang begitu populer semenjak diperkenalkannya Microsoft Windows 2000. Banyak orang yang bingung dengan active directory(AD) ini, bahkan termasuk beberapa orang yang cukup mahir di Windows NT 4.0 Apa itu Active Directory(AD)? Active Directory merupakan sebuah directory service yang menyimpan berbagai informasi seperti resource dalam network sehingga bisa diakses oleh aplikasi dan user. Bingung? Sama! Saya saja bingung Bagi orang awam, Active Directory biasa diartikan sebagai sebuah file dengan database terpusat. Anda jangan bingung dengan kata “Active Directory “, karena disini bukan sebuah directory yang active karena disini tidak ada yang aktif seperti yang anda bayangkan. Untuk lebih jelasnya lakukan beberapa langkah dibawah ini. 1. Instalasi Active Directory

1. Klik tombol Start/Run

2. Ketikkan dcpromo kemudian klik OK

Klik tombol Start/Run 2. Ketikkan dcpromo kemudian klik OK Gambar 4.2.1Ketikkan dcpromo 3. Maka akan tampil

Gambar 4.2.1Ketikkan dcpromo

3. Maka akan tampil menu Welcome to the Active Directory Installasition Wizard yang akan menuntun anda dalam melakukan proses instalasi AD(Active Directory). (Gambar 4.3.2)

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

11

Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 11 Gambar 4.3.2 Kotak Dialog Installasi Active Directory 4.

Gambar 4.3.2 Kotak Dialog Installasi Active Directory

4. Kemudian klik Next untuk melanjutkan

Active Directory 4. Kemudian klik Next untuk melanjutkan Gambar 4.4.3 5. Selanjutnya anda akan dihadapkan dengan

Gambar 4.4.3

5. Selanjutnya anda akan dihadapkan dengan 2 macam pilihan, Pilih opsi yang pertama. Artinya anda berniat untuk membuat Domain baru dan opsi yang kedua artinya anda sudah memiliki sebuah Domain. (gambar 4.5.4) Klik Next

artinya anda sudah memiliki sebuah Domain. (gambar 4.5.4) Klik Next Gambar 4.5.4 Pilihan dalam Instalasi sebuah

Gambar 4.5.4 Pilihan dalam Instalasi sebuah Domain

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

12

6. Pada opsi selanjutnya, anda akan dihadapkan dengan 3 buah (Lihat gambar 4.6.5):

anda akan dihadapkan dengan 3 buah (Lihat gambar 4.6.5): Gambar 4.6.5 Domain in a new forest

Gambar 4.6.5

Domain in a new forest Pilihan untuk membuat domain baru dalam sebuah forest baru dan komputer yang bersangkutan akan menjadi Pilihan untuk membuat domain baru dalam sebuah forest baru dan komputer yang bersangkutan akan menjadi root domain atau installasi sebuah jaringan yang benar-benar baru.

Child domain in an exiting domain tree Memungkinkan anda membuat sub domain dari sebuah domain yang telah ada. Sebagai contoh, anda telah Memungkinkan anda membuat sub domain dari sebuah domain yang telah ada. Sebagai contoh, anda telah mempunyai domain dengan nama ilkom.ac.id, kemudian anda bisa membuat lagi subdomain gubrak.ilkom.ac.id melalui pilihan kedua ini. Dengan catatan anda harus mempunyai domain yang terbentuk dari pilihan pertama.

Domain tree in an exiting forest Memungkin anda membuat sebuah tree baru sehingga terbentuk suatu forest. Artinya jika anda sebelumnya sudah Memungkin anda membuat sebuah tree baru sehingga terbentuk suatu forest. Artinya jika anda sebelumnya sudah memiliki domain ilkom.ac.id, maka kali ini anda bisa membuat sebuah tree baru dengan nama tanabe.com

7. Selanjutnya Windows 2003 akan mengecek konfigurasi DNS Server. Jika anda telah menginstal DNS server terlebih dahulu, maka anda tidak akan ditanya lagi untuk menginstal server DNS ini. Pada dialog ini, pilih opsi No, just install and configure DNS on this computer. Artinya anda hanya menginstal dan mengkonfigurasi DNS pada komputer ini saja. (Lihat gambar 4.7.6 dibawah ini)

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

13

Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 13 Gambar 4.7.6 8. Masukkan nama domain yang ingin

Gambar 4.7.6 8. Masukkan nama domain yang ingin anda buat dalam jaringan. Misalnya, jasakom.sto,

ibis.com, dsb. Dalam buku ini, saya menggunakan domain dengan nama ilkom .ac.id. Jika

anda tidak terkait langsung dengan internet, anda dapat menggunakan domain apa saja seperti

menggunakan .sto. (Lihat Gambar 4.8.7)

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

14

Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 14 Gambar 4.8.7Pemberian nama DNS yang baru untuk sebuah

Gambar 4.8.7Pemberian nama DNS yang baru untuk sebuah Domain

9. Setelah pengecekan keberadaan server DNS, instalasi active directory akan meminta anda memasukkan nama domain berdasarkan aturan NetBIOS yang tidak mengenal karaketer titik(.) dan hanya terbatas pada 15 karakter. (Lihat gambar 4.9.8) Penggunaan nama NetBIOS ini sebenarnya sudah tidak diperlukan seandainya komputer anda telah menggunakan Windows 2000, 2003 dan windows XP. karena penggunaan NetBIOS ini sebenarnya untuk kompatibilitas dengan sistem operasi lama seperti 95, 98, NT dan kawan-kawan yang tidak mengenal Active Directory

lama seperti 95, 98, NT dan kawan-kawan yang tidak mengenal Active Directory Gambar 4.9.8Pemberian nama Domain

Gambar 4.9.8Pemberian nama Domain NetBIOS

lama seperti 95, 98, NT dan kawan-kawan yang tidak mengenal Active Directory Gambar 4.9.8Pemberian nama Domain

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

15

Gambar 4.10.9

10. Setelah anda mengklik tombol next, selanjutnya anda akan ditanya tentang lokasi database

untuk active directory dan file Log Active Directory yang secara default diletakkan pada

direktori C:\Windows\NTDS. (Gambar 4.10.9)

diletakkan pada direktori C:\Windows\NTDS. (Gambar 4.10.9) Gambar 4.10.10 Pengalokasian Database Gambar 4.11.11 11.

Gambar 4.10.10 Pengalokasian Database

(Gambar 4.10.9) Gambar 4.10.10 Pengalokasian Database Gambar 4.11.11 11. Permission compatible with pre-Windows

Gambar 4.11.11

11. Permission compatible with pre-Windows 2000 server operating system adalah Server

compatible pada windows 2000 kebawah Permission compatible only with Windows 2000 or

Windows Server 2003 OS. Server hanya compatible pada Windows 2000 dan Windows

Server 2003. (Lihat Gambar 4.11.11).

12. Anda akan diminta untuk memasukkan password, Password disini berbeda dengan password

saat kita mengintal Windows Server 2003 karena ini merupakan password Active Directory

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

16

Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 16 Gambar 4.12.12 Gambar 4.13.13 13. Maka akan tampil

Gambar 4.12.12

Microsoft Windows Server 2003 Edisi 16 Gambar 4.12.12 Gambar 4.13.13 13. Maka akan tampil daftar dari

Gambar 4.13.13

13. Maka akan tampil daftar dari input sewaktu kita menginstal tadi, jika telah disetujui klik saja Next.(Gambar 4.13.13) 14. Proses konfigurasi Active Directory sedang berlangsung.(Gambar 4.14.15)

klik saja Next.(Gambar 4.13.13) 14. Proses konfigurasi Active Directory sedang berlangsung.(Gambar 4.14.15) Gambar 4.14.15

Gambar 4.14.15

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

17

Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 17 Gambar 4.15.16 15. Proses konfigurasi telah selesai, klik

Gambar 4.15.16

15. Proses konfigurasi telah selesai, klik Finish untuk mengakhiri

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

18

Bab 5 Manajemen User dan Group

Server 2003 Edisi 18 Bab 5 Manajemen User dan Group Gambar5.1.1 Console dari Active Directory 1.

Gambar5.1.1 Console dari Active Directory

1. Membuka/menjalankan Active Directory. Untuk membuka Active Direktory, Klik Program/Administrative Tools/Active Directory User and Computers.

Start/All

Tools/Active Directory User and Computers. Start/All Gambar 5.2.2 2. Melihat daftar user Untuk melihat daftar

Gambar 5.2.2

2. Melihat daftar user Untuk melihat daftar User, klik ilkom.ac.id(Domain) kemudian klik User (Lihat gambar 5.2.2)

5.2.2 2. Melihat daftar user Untuk melihat daftar User, klik ilkom.ac.id(Domain) kemudian klik User (Lihat gambar

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

19

Gambar 5.1.3

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

20

OU(Organization Unit) Organization Unit atau lebih singkatnya biasa dinamakan OU merupakan group khusus yang memungkinkan anda untuk mengelompokkan user dan device. Apa gunanya mengelompokkan user dan device kedalam kelompok-kelompok yang berbeda? Pertama:

Anda bisa mendelegasikan hak akses atas group tersebut kesatu orang yang diberikan tanggung jawab. Contohnya, Anda membuat OU untuk acounting, kemudian menager accounting diberikan hak administrasi untuk OU accounting. Jadi ketika suatu saat ada staff accounting yang meminta perubahan password atau apalah maka menager accounting bisa melakukannya tetapi ia hanya mempunyai hak atas devisi accounting saja tidak untuk devisi yang lain. Kedua:

Anda bisa mengelompokkan devisi marketing dalam OU yang sama yaitu OU marketing dan anda dapat menjalankan aturan-aturan khusus terhadap OU tersebut melalui Group Policy. Dan bagi user account-nya yang terdapat didalam OU marketing, maka akan terkena aturan yang dibuat untuk OU marketing tersebut. Agar lebih jelasnya mengenai OU(Organization Unit), ikutilah langkah-langkah dibawah ini.

3. Membuat/Menambahkan OU(Organization Unit)

1. Klik kanan pada nama Domain/New/Organization Unit. (Lihat gambar 5.1.3)

pada nama Domain/New/Organization Unit. (Lihat gambar 5.1.3) Gambar 5.2.4 2. Pada Dialog name, ketik Kampus_A dan

Gambar 5.2.4

2. Pada Dialog name, ketik Kampus_A dan diakhiri dengan mengklik OK Pada contoh ini, kampus_A sebagai OU(Organisasi Unit) yang baru dibawah naungan domain ilkom.ac.id.

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

21

4. Membuat sub-OU dibawah OU kampus_A dengan nama Teknik Komputer. Pada prinsipnya sama saja dengan nomor 3, hanya saja yang anda klik kanan adalah Kampus_A. (Gambar 5.4.5).

saja yang anda klik kanan adalah Kampus_A. (Gambar 5.4.5). Gambar 5.4.5 Gambar 5.4.6 Pada contoh ini,

Gambar 5.4.5

klik kanan adalah Kampus_A. (Gambar 5.4.5). Gambar 5.4.5 Gambar 5.4.6 Pada contoh ini, Teknik Komputer merupakan

Gambar 5.4.6

Pada contoh ini, Teknik Komputer merupakan OU (Organisasi Unit) yang baru dibawah naungan OU Kampus_A.

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

22

5. Membuat dan mengerti group

1. Klik kanan OU kampus B/New/Group.(Lihat gambar 5.1.7)

1. Klik kanan OU kampus B/New/Group.(Lihat gambar 5.1.7) 2. Masukkan Networking sebagai Gambar 5.1.7 group name,

2. Masukkan Networking sebagai

Gambar 5.1.7

group name, pada

Group scope pilih

Universal dan pada

Group type pilih Distribution. Klik OK. (Gambar 5.2.8)

group name, pada Group scope pilih Universal dan pada Group type pilih Distribution. Klik OK. (Gambar

Gambar 5.2.8

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

23

3. Ulangi langkah sebelumnya. Klik kanan OU kampus B/New/Group. Masukkan nama

Laboratory sebagai Group name. Group scope pada opsi Global dan Group type opsi

Security. (gambar 5.3.9)

opsi Global dan Group type opsi Security. (gambar 5.3.9) Gambar 5.3.9 Note: Security group yaitu group

Gambar 5.3.9

Note:

Security group yaitu group yang memberikan izin-izin akses ke sumber daya(resources) seperti file

dan printer. Distribution Group untuk hal yang tidak ada hubungan dengan keamanan(security)

Tapi keduanya bisa digunakan pada distribusi email

4. Untuk memasukkan user ke group laboratory yang sudah kita buat tadi, klik kanan group laboratory dan klik Properties. (gambar 5.4.10)

group laboratory yang sudah kita buat tadi, klik kanan group laboratory dan klik Properties. (gambar 5.4.10)

Gambar 5.4.10

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

24

5. Klik tab Members kemudian klik tab Add

2003 Edisi 24 5. Klik tab Members kemudian klik tab Add Gambar 5.5.11 6. Maka akan

Gambar 5.5.11

6. Maka akan muncul dialog Select User,contact or computers. Klik tombol Advanced/Find Now. Setelah daftar tampil, pilih user yang akan dimasukkan ke dalam group Laboratory kemudian klik OK

Now. Setelah daftar tampil, pilih user yang akan dimasukkan ke dalam group Laboratory kemudian klik OK

Gambar 5.6.12

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

25

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

26

6. Memasukkan Group kedalam Group.

1. Pilih group Networking klik kanan dan pilih Properties. Lalu klik tab members,

klik tombol Add

Maka akan muncul dialog Select User,contact or computers.

setelah itu

2. Klik tombol Advanced/Find Now. Selanjutnya pilih Laboratory dan untuk mengakhiri klik OK.

Selanjutnya pilih Laboratory dan untuk mengakhiri klik OK. Gambar 5.2.13 Gambar 5.2.14 Ini berarti kita memasukkan

Gambar 5.2.13

pilih Laboratory dan untuk mengakhiri klik OK. Gambar 5.2.13 Gambar 5.2.14 Ini berarti kita memasukkan Group

Gambar 5.2.14

Ini berarti kita memasukkan Group Laboratory (Global Group) menjadi bagian dari Group Networking(Universal Group).

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

27

7. Membuat user pada OU Kampus_A

1.

Pada

prinsipnya

sama

dengan

nomor

4,

Kampus_A/New/User. (Gambar 5.1.15)

hanya

saja

yang

anda

klik

kanan

adalah

(Gambar 5.1.15) hanya saja yang anda klik kanan adalah Gambar 5.1.15 Gambar 5.2.16 2. Masukkan First

Gambar 5.1.15

5.1.15) hanya saja yang anda klik kanan adalah Gambar 5.1.15 Gambar 5.2.16 2. Masukkan First name

Gambar 5.2.16

2. Masukkan First name yang akan dibuat, Initials jika perlu, last name, full name dan User Log on name. (lihat gambar 5.2.16)

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

28

3. Masukkan password yang akan dibuat dan jangan lupa memasukkan

Confirm Password.

Disini terdapat 4 macam Cek Box, apa fungsi dari masing-masing Cek box ini?(Gambar

5.3.17)

apa fungsi dari masing-masing Cek box ini?(Gambar 5.3.17) Gambar 5.3.17. Untuk saat ini, kita belum mengisikan

Gambar 5.3.17. Untuk saat ini, kita belum mengisikan password logon, jadi biarkanlah saja kosong

User must change password at next log onbelum mengisikan password logon, jadi biarkanlah saja kosong Artinya setelah user melakukan log on pertama kali

Artinya setelah user melakukan log on pertama kali dengan user name dan password yang

anda berikan ia akan diharuskan untuk mengganti passwornya sendiri.

User cannot change passwordia akan diharuskan untuk mengganti passwornya sendiri. Artinya user tidak bisa mengganti passwordnya. Pilihan ini

Artinya user tidak bisa mengganti passwordnya. Pilihan ini biasanya diberikan jika satu

account digunakan secara bersama-sama oleh banyak orang dan agar tidak ada yang iseng

mengganti password sehingga user yang lain tidak bisa melakukan login. Anda bisa

menggunakan pilihan ini.

Password never expiresbisa melakukan login. Anda bisa menggunakan pilihan ini. Artinya password tidak akan pernah habis masa berlakunya.

Artinya password tidak akan pernah habis masa berlakunya. Tetapi untuk meningkatkan

security, sebaiknya user dapat mengganti password.

Acount is disablesecurity, sebaiknya user dapat mengganti password. Digunakan untuk menon-aktifkan user acount sehingga tidak

Digunakan untuk menon-aktifkan user acount sehingga tidak bisa digunakan untuk login.

Tanpa anda harus mengapusnya.

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

29

Mengapa tampil demikian?

Windows Server 2003 Edisi 29 Mengapa tampil demikian? Artinya : Minimal password terdiri dari 7 karakter,

Artinya : Minimal password terdiri dari 7 karakter, sedangkan yang kita inputkan tadi hanya terdiri dari 6 karakter. Untuk itulah disini kita akan melakukan sedikit perubahan pada jumlah karakter password. Misalnya minimal 3 karakter atau lainnya. Untuk mengubahnya, lakukan trik berikut:

Mengubah Jumlah Karakter password pada User Acount 1. Klik Start/Administrative Tools/Domain Security Policy 2. Pada Dialog Default Domain Security Setting klik Acount Policy/Possword Policy/Klik 2 kali Minimum password length(gambar 5.2.19), rubah nilainya menjadi 3 characters. (Lihat gambar

5.2.20)

rubah nilainya menjadi 3 characters. (Lihat gambar 5.2.20) Gambar 5.2.19 Gambar 5.2.20 Setelah semuanya selesai, klik

Gambar 5.2.19

menjadi 3 characters. (Lihat gambar 5.2.20) Gambar 5.2.19 Gambar 5.2.20 Setelah semuanya selesai, klik OK 8.

Gambar 5.2.20

Setelah semuanya selesai, klik OK

8. Memindahkan Users

1. Klik kanan pada User acount, Lalu pilih Move

(lihat gambar 5.1.21)

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

30

Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 30 Gambar 5.1.21 2. Sorot salah satu Group tempat

Gambar 5.1.21

2. Sorot salah satu Group tempat dimana user acount akan kita pindahkan, lalu klik OK. (Lihat gambar 5.2.22)

akan kita pindahkan, lalu klik OK. (Lihat gambar 5.2.22) Gambar 5.2.22 9. Menambahkan Informasi pada Users

Gambar 5.2.22

9. Menambahkan Informasi pada Users

1. Klik kanan pada User acount, Lalu pilih Properties (lihat gambar 5.1.23)

Menambahkan Informasi pada Users 1. Klik kanan pada User acount, Lalu pilih Properties (lihat gambar 5.1.23)

Gambar 5.1.23

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

31

Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 31 10. Menghapus User Acount Gambar 5.1.24 1. Buka

10. Menghapus User Acount

Gambar 5.1.24

1. Buka kotak utama menu Active Directory User and Computers

2. Pada console tree klik ganda folder User atau OU dimana user tersebut berada

3. Klik kanan ikon user tersebut dan pilih Delete. (Gambar 5.3.25)

User atau OU dimana user tersebut berada 3. Klik kanan ikon user tersebut dan pilih Delete.

Gambar 5.3.25

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

32

Bab 6 Setting IP Address

Untuk setting TCP/IP, anda harus masuk kelingkungan internet protocol(TCP/IP) Properties melalui desktop dan pilih icon MyNetwork Place. Untuk mudahnya, klik saja icon yang ada ditaskbar sebelah kanan atau dapat juga melalui menu Start/All Program/Control Panel/Network Connection/Properties.

Program/Control Panel/Network Connection/Properties. Gambar 6.1. Setting TCP/IP Setiap komputer harus diberikan
Program/Control Panel/Network Connection/Properties. Gambar 6.1. Setting TCP/IP Setiap komputer harus diberikan

Gambar 6.1. Setting TCP/IP

Setiap komputer harus diberikan IP Address. Ada dua cara dalam menentukan IP Address

a. Setting IP Address secara manual (Gambar 6.a.1)

b. Setting IP Address secara otomatis menggunakan DHCP Server. (Gambar 6.b.2)

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

33

Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 33 Gambar 6.a.1.Setting TCP/IP melalui Internet Protocol

Gambar 6.a.1.Setting TCP/IP melalui Internet Protocol properties secara manual

TCP/IP melalui Internet Protocol properties secara manual Gambar 6.b.2. Setting TCP/IP melalui Internet Protocol

Gambar 6.b.2. Setting TCP/IP melalui Internet Protocol properties melalui DHCP Server

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

34

Bab 7 DHCP(Dynamic Host Configuration Protocol)

DHCP adalah layananan yang secara otomatis memberikan IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang meminta IP Address disebut DHCP Client dan komputer yang memberikan IP Address disebut DHCP Server. Dengan demikian seorang administrator tidak perlu lagi memberikan IP Address secara menual tapi cukup dengan memberikan referensi kepada DHCP Server. IP Address diberikan bersama dengan subnet mask dan default gateway. IP Address dipinjamkan dalam masa waktu tertentu yang disebut dengan lease periode. Bisa dalam hitungan hari, jam atau menit.

1. Intalasi DHCP Server

1. Klik Start/Control Panel/Add or Remove Programs.

2. Kemudian klik Add/Remove Windows Component. (Lihat gambar 7.2.1)

klik Add/Remove Windows Component. (Lihat gambar 7.2.1) Gambar 7.2.1. Kotak dialog Add or Remove Programs 3.

Gambar 7.2.1. Kotak dialog Add or Remove Programs

3. Pilih Networking Service, lalu klik Details

(lihat gambar 7.3.2)

Gambar 7.2.1. Kotak dialog Add or Remove Programs 3. Pilih Networking Service, lalu klik Details (lihat

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

35

Gambar 7.3.2. Dialog Windows Components

4.

Beri tanda Cek pada Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP). Klik OK

7.4.3)

(gambar

Host Configuration Protocol (DHCP). Klik OK 7.4.3) (gambar Gambar 7.4.3. Pemberian tanda cek pada DHCP Gambar

Gambar 7.4.3. Pemberian tanda cek pada DHCP

Protocol (DHCP). Klik OK 7.4.3) (gambar Gambar 7.4.3. Pemberian tanda cek pada DHCP Gambar 7.4.4. Klik

Gambar 7.4.4. Klik Next lagi

Protocol (DHCP). Klik OK 7.4.3) (gambar Gambar 7.4.3. Pemberian tanda cek pada DHCP Gambar 7.4.4. Klik

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

36

Gambar 7.4.5.Proses Instalasi DHCP

Server 2003 Edisi 36 Gambar 7.4.5.Proses Instalasi DHCP Gambar 7.4.6. Komoputer akan meminta IP Address yang

Gambar 7.4.6. Komoputer akan meminta IP Address yang Static( tetap). Jika tampil seperti ini, klik saja Ok kemudian masukkan IP Address static terlebih dulu.

saja Ok kemudian masukkan IP Address static terlebih dulu. Gambar 7.4.7Kotak Dialog yang menyatakan instalsi komplit

Gambar 7.4.7Kotak Dialog yang menyatakan instalsi komplit dan Klik Finish untuk mengakhirinya.

2. Konfigurasi DHCP Server

Dalam mengkonfigurasi DHCP Server, yang pertama kita lakukan adalah membuat scope atau jangkauan terlebih dahulu. Setelah scope ditentukan, barulah kita mengkonfigurasi client. Dalam hal ini semua client tidak perlu membuat IP Address sendiri secara manual karena akan didistribusikan langsung oleh DHCP Server.

1. Membuat Scope

Untuk mengkonfigurasinya DHCP Server sebenarnya sangatlah mudah, yang penting anda harus menentukan IP Address awal dan IP Address akhir serta IP lain yang akan digunakan dan akan berhubungan dengan keperluan suatu jaringan. Langkah- langkah dalam membuat jangkauan/scope ini adalah sebagai berikut:

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

37

1. Buka DHCP Console melalui Tombol Start/Administrative Tools/DHCP

DHCP Console melalui Tombol Start/Administrative Tools/DHCP Gambar 7.1.8 Dialog Console DHCP untuk menentukan Scope 2.

Gambar 7.1.8 Dialog Console DHCP untuk menentukan Scope

2. Klik kanan nama server anda dan pilih New Scope (lihat gambar 7.2.9)

nama server anda dan pilih New Scope (lihat gambar 7.2.9) Gambar 7.2.9 Membuat Scope 3. Wizard

Gambar 7.2.9 Membuat Scope

3. Wizard akan menuntun anda dalam melakukan instalasi. Klik (Lihat 7.3.10)

Next

untuk melanjutkan

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

38

Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 38 Gambar7.3.10 Kotak Dialog New Scope Wizard Gambar 7.3.11

Gambar7.3.10 Kotak Dialog New Scope Wizard

2003 Edisi 38 Gambar7.3.10 Kotak Dialog New Scope Wizard Gambar 7.3.11 Memberi nama scope baru untuk

Gambar 7.3.11 Memberi nama scope baru untuk DHCP Server anda

Gambar 7.3.11 Memberi nama scope baru untuk DHCP Server anda Gambar 7.3.12 Menentukan IP awal dan

Gambar 7.3.12 Menentukan IP awal dan IP akhir untuk setiap Client

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

39

Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 39 Gambar 7.3.13 Jika perlu anda juga dapat membuat

Gambar 7.3.13 Jika perlu anda juga dapat membuat Scope baru diluar Scop yang kita buat tadi, tetapi jika tidak perlu anda juga bisa mengosongkan Setting ini.

jika tidak perlu anda juga bisa mengosongkan Setting ini. Gambar 7.3.14 Anda juga bisa menentukan lamanya

Gambar 7.3.14 Anda juga bisa menentukan lamanya IP Address untuk direset untuk tiap masing- masing Client

4. Pilih No, I will configure these options later. Artinya anda bisa mengkonfigurasi DHCP dilain waktu. (Lihat gambar 7.3.15)

Artinya anda bisa mengkonfigurasi DHCP dilain waktu. (Lihat gambar 7.3.15) Gambar 7.3.15 Memilih No pada kotak

Gambar 7.3.15 Memilih No pada kotak dialog ini.

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

40

Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 40 Gambar 7.3.16 Kotak dialog yang menyatakan instalasi komplit

Gambar 7.3.16 Kotak dialog yang menyatakan instalasi komplit dan klik Finish untuk mengakhirinya.

3. Konfigurasi DHCP Client

Setelah anda melakukan setting tadi di komputer server, langkah selanjutnya adalah melakukan setting masing-masing komputer client yang terkoneksi ke komputer server. Langkah yang harus anda lakukan adalah pada TCP/IP properties pilih Obtain IP Address Automatically atau Obtain IP Address from DHCP Server.

4. Mencegah IP Konflik

Masalah yang akan timbul jika anda memanfaatkan fasilitas DHCP adalah adanya IP yang konflik. IP konflik terjadi ketika 2 komputer menggunakan 2 IP Addres yang sama. Apa penyebabnya? Contoh ketika kita sedang belajar Windows 2003 kemudian mencoba-coba menginstal DNS Server yang meminta anda memasukkan alamat IP Static. Penyebab kedua adalah ketika DHCP anda mati, kemudian anda segera menginstal lagi DHCP Server yang baru dengan Scoope yang sama untuk menggantikannya. Hal ini terjadi karena DHCP Server yang baru tidak melakukan pengecekan alamat IP berapa saja yang telah digunakan oleh Client melaui DHCP Server yang lama. Akibatnya adalah DHCP Server baru menawarkan IP yang sudah terpakai oleh Client sehingga terjadi IP konflik besar-besaran. Solusi anda me-restart komputer juga tidak akan menyelesaikan masalah. Karena IP yang didapatkan dari DHCP Server akan tetap sama Pada DHCP Server 2003 yang sangat saya sukai adalah adanya kemampuan untuk melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum secara membabi buta menyewakan IP Address kepada komputer yang membutuhkan. Karena hal inilah maka anda sangat-sangat disarankan untuk menggunakan fasilitas ini. Untuk melakukan fasilitas pendeteksian sebelum DHCP server

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

41

menyewakan IP secara membabi buta kepada setiap client, maka anda harus melakukan sedikit perubahan, melalui:

1. Klik tombol Start/All Program/Administrative Tools/DHCP. Klik kanan pada

nama server anda/Properties. (Gambar 7.1.17)

Klik kanan pada nama server anda/Properties. (Gambar 7.1.17) Gambar 7.1.17 Pilih properties. 2. Kemudian klik Tab

Gambar 7.1.17 Pilih properties.

2. Kemudian klik Tab Advanced

(Gambar

7.2.18). Klik OK.

2. Kemudian klik Tab Advanced (Gambar 7.2.18). Klik OK. Gambar 7.2.18 Rubah nilai Conflict detection attempts

Gambar 7.2.18 Rubah nilai Conflict detection attempts menjadi 2

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

42

Bab 8 DNS(Domain Name System)

Sejarah DNS Sebelum dipergunakannya DNS, jaringan komputer menggunakan HOSTS files yang berisi

informasi dari nama komputer dan IP address-nya. Di Internet, file ini dikelola secara terpusat dan

di setiap loaksi harus di copy versi terbaru dari HOSTS files, dari sini bisa dibayangkan betapa

repotnya jika ada penambahan 1 komputer di jaringan, maka kita harus copy versi terbaru file ini ke setiap lokasi. Dengan makin meluasnya jaringan internet, hal ini makin merepotkan, akhirnya dibuatkan sebuah solusi dimana DNS di desain menggantikan fungsi HOSTS files, dengan kelebihan unlimited database size, dan performace yang baik. DNS adalah sebuah aplikasi services di Internet yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP address. Sebagai contoh, www untuk penggunaan di Internet, lalu diketikan nama domain, misalnya: yahoo.com maka akan di petakan ke sebuah IP mis 202.68.0.134. Jadi DNS dapat di analogikan pada pemakaian buku telepon, dimana orang yang kita kenal berdasarkan nama untuk menghubunginya kita harus memutar nomor telepon di pesawat telepon. Sama persis, host komputer mengirimkan queries berupa nama komputer dan domain name server ke DNS, lalu oleh DNS dipetakan ke IP address.

Domain Name System (DNS) Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer

ke IP address. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network

atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti:

Mudah DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti: Konsisten IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host

Konsisten IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.IP address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer). Simple user hanya menggunakan satu nama domain

Simple user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet.komputer cukup host name (nama Komputer). Konsisten IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

43

Apa itu DNS? DNS dapat disamakan fungsinya dengan buku telepon. Dimana setiap komputer di jaringan Internet memiliki host name (nama komputer) dan Internet Protocol (IP) address. Secara umum, setiap client yang akan mengkoneksikan komputer yang satu ke komputer yang lain, akan menggunakan host name. Lalu komputer anda akan menghubungi DNS server untuk mencek host name yang anda minta tersebut berapa IP address-nya. IP address ini yang digunakan untuk mengkoneksikan komputer anda dengan komputer lainnya.

Struktur DNS Domain Name Space merupakan sebuah hirarki pengelompokan domain berdasarkan nama, yang terbagi menjadi beberapa bagian diantaranya:

1. Root-Level Domains

Domain ditentukan berdasarkan tingkatan kemampuan yang ada di struktur hirarki yang disebut dengan level. Level paling atas di hirarki disebut dengan root domain. Root domain di ekspresikan berdasarkan periode dimana lambang untuk root domain adalah (“.”).

2. Top-Level Domains Pada bagian dibawah ini adalah contoh dari top-level domains:

com = Organisasi Komersial

com = Organisasi Komersial

edu = Institusi pendidikan atau universitas

edu = Institusi pendidikan atau universitas

org = Organisasi non-profit

org = Organisasi non-profit

net = Networks (backbone Internet)

net = Networks (backbone Internet)

gov = Organisasi pemerintah non militer

gov = Organisasi pemerintah non militer

mil = Organisasi pemerintah militer

mil = Organisasi pemerintah militer

num = No telpon

num = No telpon

arpa = Reverse DNS

arpa = Reverse DNS

xx = dua-huruf untuk kode negara (id:Indonesia,sg:singapura,au:australia,dll)

xx

= dua-huruf untuk kode negara (id:Indonesia,sg:singapura,au:australia,dll)

3. Second-Level Domains Second-level domains dapat berisi host dan domain lain, yang disebut dengan subdomain.

Untuk contoh:

Domain Bujangan, bujangan.com terdapat komputer (host) seperti server1.bujangan.com dan subdomain training.bujangan.com. Subdomain training.bujangan.com juga terdapat komputer (host) seperti client1.training.bujangan.com.

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

44

Host Names Domain name yang digunakan dengan host name akan menciptakan fully qualified domain name (FQDN) untuk setiap komputer. Sebagai contoh, jika terdapat fileserver1.detik.com, dimana fileserver1 adalah host name dan detik.com adalah domain name.

Bagaimana DNS itu bekerja? Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan). Client DNS disebut dengan resolvers dan DNS server disebut dengan name servers. Resolvers atau client mengirimkan permintaan ke name server berupa queries. Name server akan memproses dengan cara mencek ke local database DNS, menghubungi name server lainnya atau akan mengirimkan message failure jika ternyata permintaan dari client tidak ditemukan. Proses tersebut disebut dengan Forward Lookup Query, yaitu permintaan dari client dengan cara memetakan nama komputer (host) ke IP address.

1. Resolvers mengirimkan queries ke name server

2. Name server mencek ke local database, atau menghubungi name server lainnya, jika ditemukan akan diberitahukan ke resolvers jika tidak akan mengirimkan failure message

3. Resolvers menghubungi host yang dituju dengan menggunakan IP address yang diberikan name server

failure message 3. Resolvers menghubungi host yang dituju dengan menggunakan IP address yang diberikan name server

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

45

1. Instalasi DNS Server

1. Klik Start/Control Panel /Add or Remove Programs

2. Klik Add or Remove Windows Component (Gambar 8.2.1)

2. Klik Add or Remove Windows Component (Gambar 8.2.1) Gambar 8.2.1 Dialog Add or Remove Windows

Gambar 8.2.1 Dialog Add or Remove Windows Component

3. Pilih Networking Services, Kemudian klik Details

(lihat gambar 8.3.2)

Services, Kemudian klik Details (lihat gambar 8.3.2) Gambar 8.3.2 4. Beri tanda cek pada Domain Name

Gambar 8.3.2

4. Beri tanda cek pada Domain Name System (DNS). Setelah selesai klik OK(gambar 8.4.3), kemudian klik Next. (Gambar 8.4.4)

4. Beri tanda cek pada Domain Name System (DNS). Setelah selesai klik OK(gambar 8.4.3), kemudian klik

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

46

Gambar 8.4.3

dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 46 Gambar 8.4.3 Gambar 8.4.4 Gambar 8.4.5 Proses Instalasi DNS

Gambar 8.4.4

Windows Server 2003 Edisi 46 Gambar 8.4.3 Gambar 8.4.4 Gambar 8.4.5 Proses Instalasi DNS Server sedang

Gambar 8.4.5 Proses Instalasi DNS Server sedang berlangsung

5. Klik Finish untuk mengakhiri

Gambar 8.4.4 Gambar 8.4.5 Proses Instalasi DNS Server sedang berlangsung 5. Klik Finish untuk mengakhiri Gambar

Gambar 8.5.6

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

47

.

2. Konfigurasi DNS Server

Untuk mengkonfigurasi DNS Server, ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan. Pertama adalah melakukan konfigurasi terhadap Reverse Lookup Zone dan Forward Lookup Zone. Langkah- langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Forward Lookup Zone

1. Klik Start/Administative Tools/DNS

2. Klik kanan pada Reverse Lookup zone di DNS Console dan pilih New Zone. (Lihat gambar

8.2.7)

Lookup zone di DNS Console dan pilih New Zone. (Lihat gambar 8.2.7) Gambar 8.2.7 Gambar 8.2.8

Gambar 8.2.7

Lookup zone di DNS Console dan pilih New Zone. (Lihat gambar 8.2.7) Gambar 8.2.7 Gambar 8.2.8

Gambar 8.2.8 Kotak dialog New Zone Wizard

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

48

3. Biarkan saja dalam keadaan default (gambar 8.3.9), kemudian klik next

dalam keadaan default (gambar 8.3.9), kemudian klik next Gambar 8.3.9 Kotak Dialog New Wizard dan memilih

Gambar 8.3.9 Kotak Dialog New Wizard dan memilih Primary Zone

4. Klik Next lagi

Dialog New Wizard dan memilih Primary Zone 4. Klik Next lagi Gambar 8.4.10 5. Masukkan Network

Gambar 8.4.10

5. Masukkan Network ID untuk Reverse Lookup zone lalu klik Next

Masukkan Network ID untuk Reverse Lookup zone lalu klik Next Gambar 8.5.11 Menentukan Network ID 6.

Gambar 8.5.11 Menentukan Network ID

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

49

Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 49 Gambar 8.6.12 Dialog Dynamic Update 7. Klik Finish

Gambar 8.6.12 Dialog Dynamic Update

7. Klik Finish untuk mengakhiri.

Dialog Dynamic Update 7. Klik Finish untuk mengakhiri. Gambar 8.7.13 Akhir pekerjaan instalasi Reverse Lookup Zone

Gambar 8.7.13 Akhir pekerjaan instalasi Reverse Lookup Zone

2. Forward Lookup Zone Pada dasarnya, konfigurasi Forward Lookup Zone hampir sama seperti mengkonfigurasi Reverse lookup Zone. Untuk lebih jelasnya, ikutilah langkah-langkah dibawah ini:

1. Klik Start/Administative Tools/DNS

2. Klik kanan pada Forward Lookup Zone di DNS Console dan pilih New Zone. (Lihat gambar

8.2.14)

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

50

Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 50 Gambar 8.2.14 Dialog Console DNS 3. Klik Next

Gambar 8.2.14 Dialog Console DNS

3. Klik Next untuk melanjutkan

8.2.14 Dialog Console DNS 3. Klik Next untuk melanjutkan Gambar 8.3.15 4. Pilih Primary Zone untuk

Gambar 8.3.15

4. Pilih Primary Zone untuk zona type kemudian klik Next. (gambar 8.4.16)

Gambar 8.3.15 4. Pilih Primary Zone untuk zona type kemudian klik Next. (gambar 8.4.16) Gambar 8.4.16

Gambar 8.4.16 Type Zone

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

51

5. Biarkan pada pilihan default kemudian klik Next

51 5. Biarkan pada pilihan default kemudian klik Next Gambar 8.5.17 6. Masukkan Zone name. Misalnya

Gambar 8.5.17

6. Masukkan Zone name. Misalnya Asus.com kemudian klik Next. (gambar 8.6.18)

name. Misalnya Asus.com kemudian klik Next. (gambar 8.6.18) Gambar 8.6.18 7. Pilih Do not allow dynamic

Gambar 8.6.18

7. Pilih Do not allow dynamic updates lalu klik Next lagi. (gambar 8.7.19)

(gambar 8.6.18) Gambar 8.6.18 7. Pilih Do not allow dynamic updates lalu klik Next lagi. (gambar

Gambar 8.7.19

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

52

8. Klik Finish untuk mengakhiri

Server 2003 Edisi 52 8. Klik Finish untuk mengakhiri Gambar 8.8.20 3. Konfigurasi DNS Client Untuk

Gambar 8.8.20

3. Konfigurasi DNS Client Untuk Menjadi DNS Client, masukkan IP address DNS Server pada TCP/IP Properties Network Adapter. Setelah itu, masukkan IP Address ysng sesuai untuk client tersebut. (Gambar

8.3.21)

Network Adapter. Setelah itu, masukkan IP Address ysng sesuai untuk client tersebut. (Gambar 8.3.21) Gambar 8.3.21

Gambar 8.3.21

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

53

Bab 9 WINS (Windows Internet Name Service)

Pada komunikasi jaringan, setiap komputer yang akan menghubungi komputer lain harus mengetahui alamat komputer yang dituju. Nama komputer yang berupa NetBIOS harus diterjemahkan menjadi IP Address. Pada saat kita mengubungi komputer yang lain, pertama kali yang dicari adalah nama NetBIOS yang terdapat pada chace atau memory. Bila nama yang dicari tidak ditemukan maka komputer akan melakukan broadcast dijaringan untuk mencari pemilik nama tersebut. Akibat yang ditimbulkan adalah lalu lintas jaringan menjadi padat. Selain itu, broadcast juga tidak selalu bisa melewati router untuk mencapai jaringan yang lain, walaupun ada router yang bisa melewatkan broadcast. Sehingga dicari solusi untuk mempercepat pencarian dan penerjemahan nama tersebut. Service yang digunakan sebagai solusi adalah WINS. WINS akan menyimpan NetBIOS name dari komputer beserta IP Address di dalam suatu database di DC(Domain Controller). Komputer lain yang mendaftarkan nama pada database disebut WIN Client.

1. Instalasi WINS Server

1. Klik Start/Control Panel/Add or Remove Programs.

2. Kemudian klik Add/Remove Windows Component.

3. Pilih Networking Service, lalu klik Details

4. Beri tanda cek pada Windows Internet Name Service (WINS)

5. Klik OK untuk melanjutkan

pada Windows Internet Name Service (WINS) 5. Klik OK untuk melanjutkan Gambar 8.5.1. Pemberian tanad Cek

Gambar 8.5.1. Pemberian tanad Cek pada WINServer

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

54

2. Konfigurasi WINS Server

1. Buka DHCP Console melalui Tombol Start/Administrative Tools/WINS

2. Klik kanan nama server anda, kemudian pilih properties. (Lihat gambar 9.2.2)

server anda, kemudian pilih properties. (Lihat gambar 9.2.2) Gambar 9.2.2. 3. Klik tab General, kemudian beri

Gambar 9.2.2.

3. Klik tab General,

kemudian beri tanda cek pada Automatically update statics every.

Dengan demikian WINS di-update static berjalan setiap 10 menit atau sesuai dengan

keinginan anda.

every. Dengan demikian WINS di-update static berjalan setiap 10 menit atau sesuai dengan keinginan anda. Gambar

Gambar 9.3.3.

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

55

4. Pada

Interval tab, kita bisa mengkonfigurasi jangka waktu demana record yang terdaftar

pada database WINS diperbaharui, dihapus atau diverifikasi kembali. Jangka waktu dapat diatur dalam satuan hari, jam atau menit.

Jangka waktu dapat diatur dalam satuan hari, jam atau menit. Gambar 9.4.4. Kotak dialog WINS properties

Gambar 9.4.4. Kotak dialog WINS properties tab Interval

5. Pada tab Database Verification anda dapat mengatur kapan dilakukan pemerikasaan terhadap konsistensi database WINS Server. Nilai default yang diberikan adalah setiap 24 jam sekali.

Nilai default yang diberikan adalah setiap 24 jam sekali. Gambar 9.5.5. 6. Pada tab Advanced anda

Gambar 9.5.5.

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

56

penurunan pd unjuk kerja system. Perminataan yang bisa ditangani untuk registrasi record oleh WINS Server sebaiknya diset Medium saja.

record oleh WINS Server sebaiknya diset Medium saja. Gambar 9.6.6. 3. Active Registration WINS Server yang

Gambar 9.6.6.

3. Active Registration WINS Server yang aktif akan menerima registrasi dari WINS Client. Record yang terdaftar pada WINS Server antara lain adalah Name, Tiep layanan, IP Address, Status, Versi dan masa berakhir registrasi tersebut. Record yang tidak dapat mendaftarkan diri secara automatis akan bertanda silang pada tab status Static. Untuk lebih jelasnya mengenai bagaimana cara mendaftarkan diri bagi komputer yang tidak dapat mendaftarkan diri secara otomatis akan dibuat Status Mapping.

bagi komputer yang tidak dapat mendaftarkan diri secara otomatis akan dibuat Status Mapping. 9.3.7. Dialog WINS

9.3.7. Dialog WINS Server

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

57

Membuat Static Mapping Static Mapping digunakan untuk memasukkan nama komputer dan IP Address tetapi hanya untuk komputer yang tidak dapat mendftarkan diri secara otomatis di WINS Server atau non WINS Client. Berikut ini adalah tampilan kotak dialog Static Mapping.

Berikut ini adalah tampilan kotak dialog Static Mapping. 9.3.8 Dikotak dialog ini anad tinggal memasukkan IP

9.3.8 Dikotak dialog ini anad tinggal memasukkan IP Addres yang sesuai dengan IP WINS Server anda.

4. Replication Partner Replication Partner adalah WINS Server lain yang saling berbagi dan mereplikai data. Kegunaan replikasi partner adalah untuk meningkatkan performance serta kehandalan server terhadap WINS Client yang membutuhkan. Untuk menambahkan Repilcation Partner, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Klik kanan pada Replication Partner, kemudian klik New Replication Partner. (Lihat gambar 9.1.9).

sebagai berikut: 1. Klik kanan pada Replication Partner, kemudian klik New Replication Partner. (Lihat gambar 9.1.9).

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

58

9.1.9 Jendela Replication Partner

2.Masukkan IP Address yang lain. Misalnya 192.168.8.151, kemudian klik OK. (Lihat gambar 9.2.10)

192.168.8.151, kemudian klik OK. (Lihat gambar 9.2.10) 9.2.10 Membuat atau menambah Replication Partner 9.2.11

9.2.10 Membuat atau menambah Replication Partner

9.2.10) 9.2.10 Membuat atau menambah Replication Partner 9.2.11 Masukkan nama Komputer yang akan dijadikan

9.2.11 Masukkan nama Komputer yang akan dijadikan Replication Partner

nama Komputer yang akan dijadikan Replication Partner 9.2.12 Tampilan Replication Partner yang sudah ditambah 5.

9.2.12 Tampilan Replication Partner yang sudah ditambah

5. Setting WINS Client Untuk menjadi WINS Client, masukkan IP Address WINS Server yang ada pada tab

Properties/WINS. Berikan tanda cek pada Enable LMHOST lookup dan pilih Enable NetBIOS over TCP/IP. (Lihat gambar 9.5.13)

TCP/IP

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

59

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 59 9.5.13 Tampilan Dialog Setting WINS Client

9.5.13 Tampilan Dialog Setting WINS Client

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

60

Bab 10 Mengizinkan Non-Administrator(User) untuk Log on pada PC Server

1. Klik Start/Administrative Tools/Domain Controller Security Policy.

2. Selanjutnya, klik tanda plus yang ada pada Local Policies(gambar 10.2.1)

klik tanda plus yang ada pada Local Policies(gambar 10.2.1) Gambar 10.2.1. Klik tanda plus yang dilingkari

Gambar 10.2.1. Klik tanda plus yang dilingkari dengan warna merah kemudian klik User Rights Assigment kemudian klik 2 kali Allow log on locally.(lihat gambar

10.2.2)

klik 2 kali Allow log on locally.(lihat gambar 10.2.2) Gambar 10.2.2. Dialog console pada Domain Controller

Gambar 10.2.2. Dialog console pada Domain Controller Security Policy

3. Kemudian klik tombol Add User or group/Browse/Advanced/Find Now

Dialog console pada Domain Controller Security Policy 3. Kemudian klik tombol Add User or group/Browse/Advanced/Find Now

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

61

Gambar 10.3.3. Dialog Allow log on locally properties

4. Kemudian cari nama user yang akan diizinkan untuk log on di komputer server. Dalam hal ini user Imron Husin(dengan log on name OON) yang akan kita izinkan untuk log on di komputer server. Klik nama Imron Husin(gambar10.4.4), kemudian klik OK sebanyak empat kali

Husin(gambar10.4.4), kemudian klik OK sebanyak empat kali Gambar 10.4.4. Dialog Allow log on locally properties Gambar

Gambar 10.4.4. Dialog Allow log on locally properties

kali Gambar 10.4.4. Dialog Allow log on locally properties Gambar 10.4.5. Mengklik tombol yang dilingkari dengan

Gambar 10.4.5. Mengklik tombol yang dilingkari dengan warna merah

Gambar 10.4.4. Dialog Allow log on locally properties Gambar 10.4.5. Mengklik tombol yang dilingkari dengan warna

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

62

Gambar 10.4.6. Maka nama User oon(Imron) tadii akan tampil pada dialog allow log on locally

5. Setelah semuanya selesai, Restart komputer anda.

Bab 11 Koneksi Client Server

Untuk menguji protokol ethernet yang diberikan, gunakan proses loopback (dalam hal ini IP static yang diberikan untuk komputer ini adalah 192.168.10.10) dengan mengetikkan perintah ping 192.168.10.10 melalui prompt DOS hasilnya akan tampak seperti (gambar 11.1) yang menyatakan prosedur internal dan protokolnya dalam keadaan baik.

prosedur internal dan protokolnya dalam keadaan baik. 11.1 Hasil ping loopback Untuk melihat IP komputer,

11.1 Hasil ping loopback

Untuk melihat IP komputer, Hostname, DNS dan lain sebagainya pada prompt ketik C:\> IPCONFIG /ALL <Enter> maka hasilnya akan terlihat seperti (gambar 11.2)

maka hasilnya akan terlihat seperti (gambar 11.2) 11.2 Tampilan statistic pada komputer Server 1. Klien

11.2 Tampilan statistic pada komputer Server

1. Klien Windows 98:

1.a. Menghubungkan ke Windows Server 2003 Untuk klien yang menggunakan sistem operasi windows 98 tidak bisa menjadi anggota domain. Setelah adapter dan instalsi driver sudah terpasang dan terinstal dengan benar maka tahap selanjutnya adalah membuat konfigurasi hubungan dengan windows server 2003, tapi

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

63

sebelumnya pastikan kabel jaringan dalam keadaan terpasang dengan baik dan benar. Caranya adalah sebagai berikut:

1.

Klik tombol start/Setting/Control panel kemudian klik ganda ikon Network.

2.

Terlihat protokol yang ada hanya TCP/IP, ini merupakan default yang diberikan. Jika anda ingin menambahkan protokol lain misal IPX/SPX, klik tombol Add maka akan tampil kotak tipe komponen jaringannya.

3.

Sorot protokol dan klik tombol Add. Tampil kotak pilihan protokol. Pada kotak Manufactures sorot Microsoft, kemudian pada kotak Network Protokol sorot IPX/SPX- compatible protocol lalu klik OK. Proses kembali kekotak utama Network. dengan tambahan protokol tersebut.

4.

Selanjutnya sorot client for microsoft Networks, klik Properties.

5.

Klik kotak cek Log On to Windows NT domain hingga tercentang lalu pada kotak isian

Windows NT domain, ketik penamaan NetBIOS domain dari Windows Servernya. Dalam

Hal ini ilkom.ac.id (lihat bab 4 waktu instalasi AD).

6. Proses kembali ke kotak utama, Klik tab Identification. Telihat pada gambar bahwa workstation ini juga mempunyai hubungan peer to peer(workgroup) dengan nama WORKGROUP. Jika anda tidak menginginkannya ganti dengan nama NetBIOS domain dari windows Server 2003(ilkom.ac.id) lalu klik OK. Anda diminta untuk memasukkan

CD Windows 98, Ikuti prosesnya.

7. klik Yes untuk me-restart komputer

1.b

Log On ke Server Setalah komputer Boot akan muncul kotak isian yang menanyakan password untuk masuk ke jaringan.

User name : Nama user untuk login kejaringanisian yang menanyakan password untuk masuk ke jaringan. Password : Password dari user tersebut Domain :

Password : Password dari user tersebutke jaringan. User name : Nama user untuk login kejaringan Domain : Nama domain dari jaringan

Domain : Nama domain dari jaringanlogin kejaringan Password : Password dari user tersebut ß ß ß Kemudian klik OK maka secara

ß

ß

ß

Kemudian klik OK maka secara otomatis anda akan langsung masuk ke jaringan windows server 2003

2. Klien Windows 2000 Profesional

Ketika anda melakukan instalasi sistem operasi Windows 2000 Profesional dengan kartu ethernet telah terpasang dengan baik dan benar maka secara otomatis akan dikonfigurasikan. Dengan demikian anda tidak perlu lagi melakukan instalasi secara manual, kecuali tidak dikenal oleh sistem operasi tersebut. Standar Protokol yang diberikan yaitu protocol TCP/IP.

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

64

1.a. Menghubungkan ke Windows Server 2003

a. Klik kanan ikon My Network Places lalu pilih properties.

b. Klik link Network Identification, maka akan tampil kotak dialog system properties

c. Pada tab Network Identification klik tombol properties. Kemudian pada frame member of klik tombol radio domain lalu isi nama domain servernya (ilkom.ac.id) kemudian klik OK.

d. Maka akan tampil kotak domain username and password, isi dengan nama Administrator dan password dari windows server 2003 lalu klik OK.

e. Sesaat akan tampil dialog yang menyatatakan anda telah berhasil malakukan koneksi ke domain ilkom.co.id. Klik OK

f. Maka akan muncul pesan untuk malakukan boot ulang. Klik OK

1.b Log On ke Server Setalah komputer Booting ulang, tekan Ctrl+Alt+Del tampil kotak dialog Log On to windows. Klik tombol Options lalu pada Log On to pilih nama domain-nya (ilkom.ac.id) untuk masuk kedalam jaringan. Isi nama user dengan mengklik nama yang telah anda buat pada server serta password-nya, lalu klik OK

3. Klien Windows XP Ini merupakan klien untuk windows server 2003 yang paling ideal diantara sistem operasi klien yang sudah ada. Dimana user interface-nya sama dan mendukung fitur windows server 2003 termasuk remote administration, remote instalation service, universal plug and play dan lain sebagainya. Proses koneksi klien sistem operasi windows XP profesional ke server 2003 tidak berbeda dengan klien yang menggunakan sistem operasi windows 2000 Profesional.

1.a.

Menghubungkan ke Windows Server 2003 1. Klik kanan My Computer/Properties, lalu pilih tab Computer name. (gambar 11.1.3)

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

65

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 65

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

66

Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 66 Gambar 11.1.3 Kotak dialog Network and Dial-Up Connections

Gambar 11.1.3 Kotak dialog Network and Dial-Up Connections

2. Klik tombol Change (gambar 10.2.4)

pd bagian domain masukkan nama domain-nya yaitu ilkom.ac.id.

bagian domain masukkan nama domain-nya yaitu ilkom.ac.id. Gambar 11.2.4 Kotak dialog pilihan anggota 3. Klik OK,

Gambar 11.2.4 Kotak dialog pilihan anggota

3. Klik OK, Kemudian masukkan ilkom.co.id\Administrator. Pada password ketik password administrator dari windows server 2003 tersebut, kemudian klik OK

4. Klik OK lalu tunggu beberapa saat. Apabila penggabungan berhasil maka akan muncul pesan. Welcome

5. Klik OK, muncul pesan bahwa anda harus boot ulang lanjutkan sehingga komputer boot kembali.

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

67

Menguji Koneksi Klien-Server:

1. Setelah proses konfigurasi selesai, maka komputer klien direstart dan akan muncul dialog

login meminta user dan password. Masukkan user dan password-nya. Apabila konfigurasi

berhasil maka komputer akan menampilkan tampilan sebagaimana biasanya.

2. Sekarang anda dapat melihat seluruh komputer lain yang terkoneksi dalam jaringan.

Dengan mengklik Icon

lain yang terkoneksi dalam jaringan. Dengan mengklik Icon yang ada didesktop anda. 3. Setelah dialog My

yang ada didesktop anda.

3. Setelah dialog My Network Places tampil, klik View workgroup computers (lihat gambar

11.3.5) apabila tampil daftar dari seluruh nama komputer yang terhubung kejaringan,

artinya anda telah berhasil melakukan koneksi.

kejaringan, artinya anda telah berhasil melakukan koneksi. Gambar 11.3.5 4. Apabila anda mengklik tiap-tiap komputer

Gambar 11.3.5

4. Apabila anda mengklik tiap-tiap komputer maka akan tampil folder dan printer di komputer tersebut yang telah di sharing (jika ada).

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

68

Bab 12 WEB Server

1. Instalasi Web Server

1. Klik Start/Control Panel/Add or Remove Programs.

2. Kemudian klik Add/Remove Windows Component.

3. Klik application server, kemudian klik Details

(Lihat gambar 12.3.1)

server, kemudian klik Details (Lihat gambar 12.3.1) Gambar 12.3.1. Kotak dialog windows component Wizard 4.

Gambar 12.3.1. Kotak dialog windows component Wizard

4. Pilih Internet Information Service (IIS), Kemudian klik Details

(lihat gambar 12.4.2)

Information Service (IIS), Kemudian klik Details (lihat gambar 12.4.2) Gambar 12.4.2. Kotak dialog Application Server

Gambar 12.4.2. Kotak dialog Application Server

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

69

5. Beri tanda cek bagi program yang diperlukan. Dalam bahasan ini, kita mencoba menginstal fasiliitas IIS secara kesuluran. Setelah selesai klik OK, OK lagi, Finish. (Gambar 12.5.3)

Setelah selesai klik OK, OK lagi, Finish. (Gambar 12.5.3) Gambar 12.5.3. Pemberian tanda cek pada IIS

Gambar 12.5.3. Pemberian tanda cek pada IIS

Finish. (Gambar 12.5.3) Gambar 12.5.3. Pemberian tanda cek pada IIS Gambar 12.5.4. Proses Instalasi IIS Sedang

Gambar 12.5.4. Proses Instalasi IIS Sedang berlangsung

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

70

2. Membuat Website

1. Buka Internet Information Service(IIS) Manager melalui tombol Start/Administrative Tools

2. Klik kanan Web Site dan pilih New/Web Site

Tools 2. Klik kanan Web Site dan pilih New/Web Site Gambar 12.2.5. 3. Klik Next untuk

Gambar 12.2.5.

3. Klik Next untuk melanjutkan

New/Web Site Gambar 12.2.5. 3. Klik Next untuk melanjutkan Gambar 12.3.6. 4. Isi Description untuk website

Gambar 12.3.6.

4. Isi Description untuk website tersebut dan klik Next

Site Gambar 12.2.5. 3. Klik Next untuk melanjutkan Gambar 12.3.6. 4. Isi Description untuk website tersebut

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

71

Gambar 12.4.7. 5. Masukkan IP Address dan TCP Port, klik Next untuk melanjutkan

IP Address dan TCP Port, klik Next untuk melanjutkan Gambar 12.5.8. 6. Masukkan Home Directory(Path) untuk

Gambar 12.5.8.

6. Masukkan Home Directory(Path) untuk website anda lalu klik next

Home Directory(Path) untuk website anda lalu klik next Gambar 12.6.9. 7. Biarkan default. Klik Next lagi

Gambar 12.6.9.

7. Biarkan default. Klik Next lagi

Home Directory(Path) untuk website anda lalu klik next Gambar 12.6.9. 7. Biarkan default. Klik Next lagi

Gambar 12.7.10.

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

72

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

73

8. Klik Finish jika sudah selesai.

Server 2003 Edisi 73 8. Klik Finish jika sudah selesai. Gambar 12.8.11. Gambar 12.8.12. Pada gambar

Gambar 12.8.11.

73 8. Klik Finish jika sudah selesai. Gambar 12.8.11. Gambar 12.8.12. Pada gambar diatas terdapat website

Gambar 12.8.12.

Pada gambar diatas terdapat website dengan description Web Server yang tadi kita buat dengan status Running

3. Tes Web Server Bukalah internet Explorer. Pada URL, ketikkan:

http://169.254.25.129 (Menggunakan alamat IP)

http://DC1

http://ilkom.ac.id (Menggunakan nama Domain) Untuk menggunakan nama Domain harus ada

DNS Server.

(Menggunakan nama Host)

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

74

Bab 13 FTP(File Transfer Protocol) Server

1. Instalasi FTP Server

1. Klik Start/Control Panel/Add or Remove Programs.

2. Kemudian klik Add/Remove Windows Component.

3. Klik Application Server, kemudian klik Details

(Lihat gambar 13.3.1)

Server, kemudian klik Details (Lihat gambar 13.3.1) Gambar 13.3.1 4. Pilih Internet Information Service (IIS),

Gambar 13.3.1

4. Pilih Internet Information Service (IIS), Kemudian klik Details

(lihat gambar 13.4.2)

Gambar 13.3.1 4. Pilih Internet Information Service (IIS), Kemudian klik Details (lihat gambar 13.4.2) Gambar 13.4.2

Gambar 13.4.2

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

75

5.

Beri tanda cek pada

File transefer Protocol (FTP) Service.

kemudian klik Finish. (Gambar 13.5.3)

Setelah selesai klik OK, Next

klik Finish. (Gambar 13.5.3) Setelah selesai klik OK, Next Gambar 13.5.3 2. Membuat FTP Site 1.Buka

Gambar 13.5.3

2. Membuat FTP Site 1.Buka Internet Information Service melalui tombol Start/Administrative Tools. Pada Dialog IIS Manager, klik kanan FTP Sites/New/FTP Site. (Gambar 13.1.4)

Manager, klik kanan FTP Sites/New/FTP Site. (Gambar 13.1.4) Gambar 13.1.4 2. Klik Next pada FTP Site

Gambar 13.1.4

2. Klik Next pada FTP Site Creation Wizards. (Gambar 13.2.5)

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

76

Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 76 Gambar13.2.5. Jendela Wizard pertama untuk membuat FTP Site

Gambar13.2.5. Jendela Wizard pertama untuk membuat FTP Site 3. Isi keterangan untuk FTP Site pada Description dan klik Next. (Gambar 13.3.6)

FTP Site pada Description dan klik Next. (Gambar 13.3.6) Gambar 13.3.6. Menuliskan Deskripsi untuk FTP Site

Gambar 13.3.6. Menuliskan Deskripsi untuk FTP Site

4. Masukkan IP Address dan TCP Port FTP Site. Klik Next untuk melanjutkan

Address dan TCP Port FTP Site. Klik Next untuk melanjutkan Gambar13.4.7. Menuliskan IP Address dan Port

Gambar13.4.7. Menuliskan IP Address dan Port untuk FTP Site

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

77

Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 77 Gambar13.5.8. Memilih Do not isolate users 6. Masukkan

Gambar13.5.8. Memilih Do not isolate users

6. Masukkan Path untuk FTP Site. (Gambar 13.6.9) Next

users 6. Masukkan Path untuk FTP Site. (Gambar 13.6.9) Next Gambar13.6.9. Menentuka lokasi drive atau folder

Gambar13.6.9. Menentuka lokasi drive atau folder untuk FTP Site

7. Berikan Access Read and Write pd FTP Server dan klik Next

(Gambar13.7.10)

Read and Write pd FTP Server dan klik Next (Gambar13.7.10) Gambar13.7.10. Kotak Dialog FTP Site Access

Gambar13.7.10. Kotak Dialog FTP Site Access Permissions

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

78

Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 78 Gambar 13.8.11. Dialog akhir dari konfigurasi FTP Site

Gambar 13.8.11. Dialog akhir dari konfigurasi FTP Site

3. Test FTP Site Bukalah Internet Explorer. Pada URL, ketikkan:

ftp://169.254.25.129 (Menggunakan alamat IP) ftp://DC1 (Menggunakan nama Host) ftp://ilkom.ac.id (Menggunakan nama Domain)

Bab 14 Email Server

1. Instalasi E-mail Server Instalasi E-mail service dapat anda instal dari Windows Component di Add/Remove Program

dari Control Panel.

Windows Component di Add/Remove Program dari Control Panel. 14.1.1 Beri tanda cek pada E-mail Services 2.

14.1.1 Beri tanda cek pada E-mail Services

2. Konfigurasi E-mail Server

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

79

2. Maka akan tampil dialog POP3 Service seperti yang ditunjukkan pada (gambar 14.2.2)

POP3 Service seperti yang ditunjukkan pada (gambar 14.2.2) 14.2.2 Jendela POP3 Service 3. Klik pada nama

14.2.2 Jendela POP3 Service

3. Klik pada nama server(DC1)

4. kemudian pada jendela tengah, klik menu New Domain. (gambar 14.4.3)

pada jendela tengah, klik menu New Domain. (gambar 14.4.3) 14.4.3 Klik pada teks yang dilingkari dengan

14.4.3 Klik pada teks yang dilingkari dengan tanda merah(New Domain)

5. Isi nama domainnya dengan nama ilkom.ac.id pada windows add domain

domainnya dengan nama ilkom.ac.id pada windows add domain 14.5.4 Pada domain name, ketikkan nama domainnya 6.

14.5.4 Pada domain name, ketikkan nama domainnya

6. Klik OK

7. DC1 kemudian klik domain

Klik pada

menu Add Mailbox. (gambar 14.7.5)

ilkom.ac.id maka pada jendela sebelah kanan, pilih

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

80

Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 80 14.7.5 Klik teks yang dilingkari dengan tanda merah(Add

14.7.5 Klik teks yang dilingkari dengan tanda merah(Add Mailbox)

8. Isi nama mailbox untuk user beserta passwordnya. (gambar 14.8.6)

nama mailbox untuk user beserta passwordnya. (gambar 14.8.6) 14.8.6 Masukkan nama beserta passwordnya 9. Klik OK

14.8.6 Masukkan nama beserta passwordnya

9. Klik OK

14.8.6) 14.8.6 Masukkan nama beserta passwordnya 9. Klik OK 14.9.7 Maka pada mailbox name, terdapat 1

14.9.7 Maka pada mailbox name, terdapat 1 buah meilbox name(Imron)

Pada jendela diatas terdapat satu buah mailbox yang bisa digunakan oleh user yaitu dengan atas nam Imron. Anda bisa menambahkan mailbox yang lain jika perlu.

3. Konfigurasi E-mail Client

1. Buka program Outlook Express yang terdapat pada menu start

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

81

3. Klik tab Mail kemudian klik tombol add/mail

Edisi 81 3. Klik tab Mail kemudian klik tombol add/mail 14.3.8 Dialog Internet Accounts 4. Pada

14.3.8 Dialog Internet Accounts

4. Pada dialog internet connention wizard, masukkan nama lengkap user e-mail tersebut.

connention wizard, masukkan nama lengkap user e-mail tersebut. 14.4.9 memasukkan nama user e-mail pada display name

14.4.9 memasukkan nama user e-mail pada display name

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

82

5. Kemudian klik Next untuk melanjutkan

6. Isi E-mail address untuk user kemudian klik Next

6. Isi E-mail address untuk user kemudian klik Next 14.6.10 Masukkan alamat e-mail addressnya 7. Isi

14.6.10 Masukkan alamat e-mail addressnya

7. Isi incoming mail server dan outgoing mail server sesuai dengan server anda kemudian klik Next

mail server sesuai dengan server anda kemudian klik Next 14.7.11 Masukkan incoming mail server dan outgoing

14.7.11 Masukkan incoming mail server dan outgoing mail server sesuai dengan server anda

8. Isi Account name sesuai dengan nama@domain dan passwordnya kemudian klik Next.

Account name sesuai dengan nama@domain dan passwordnya kemudian klik Next. 14.8.12 Masukkan Accout name dan password-nya

14.8.12 Masukkan Accout name dan password-nya

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

83

9. Klik Finish, OK kemudian diakhiri dengan meng-klik Close untuk mengakhirinya.

Bab 15 News Server(NNTP)

New server merupakan aplikasi internet untuk internet news group atau semacam forum

diskusi di Internet. News server di Internet Information Service(IIS) 6.0 merupakan suatu layanan berbasiskan protokol News Network Transport Protocol (NNTP) yang bekerja secara default di port

119.

Client menghubungi News/Server menggunakan New Client misalnya Outlook Express atau program News Client lainnya.

misalnya Outlook Express atau program News Client lainnya. 15.1 Jendela Microsoft Outlook Express 1. Instalasi News

15.1 Jendela Microsoft Outlook Express

1. Instalasi News Server

News server merupakan Services yang dapat di instal dari Windows Component melalui Start/All Programs/Control Panel/Add Remove Programs. Kemudian klik Add/Remove Windows

Component. Kemudian beri tanda cek pada NNTP Service.

klik Add/Remove Windows Component. Kemudian beri tanda cek pada NNTP Service. 15.1.2 Beri tanda cek pada

15.1.2 Beri tanda cek pada NNTP Service

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

84

2. Membuat News Site

Untuk membuat fasilitas News Site langkah yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:

1. Buka Program Internet Information Services (IIS) Manager

2. Klik tanda plus pada Default NNTP Virtual Server

3. Kemudian klik kanan pada News Group dan pilih New News group.

klik kanan pada News Group dan pilih New – News group. 15.3.3 Pilih Newsgroup 4. Beri

15.3.3 Pilih Newsgroup

4. Beri nama misalnya Unsri.com untuk News Group dan Klik Next untuk melanjutkan. (gambar 15.4.4)

News Group dan Klik Next untuk melanjutkan. (gambar 15.4.4) 15.4.4 Masukkan nama pada name, dalam hal

15.4.4 Masukkan nama pada name, dalam hal ini nama yang digunakan adalah unsri.com

5. Isi keterangan pada Description dan isi nama pada Pretty Name. (gambar 15.5.5)

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

85

Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 85 15.5.5 Dialog Wolcome to the New Newsgroup Wizard

15.5.5 Dialog Wolcome to the New Newsgroup Wizard

6. Klik Finish untuk mengakhiri pekerjaan anda.

3. Setting News Client

1. Buka Program Outlook Express dari menu Start/Program/Outlook Express

2. Klik Menu Tools dan pilih Account.

3. Klik tab News

2. Klik Menu Tools dan pilih Account. 3. Klik tab News 15.3.6 Klik tab News(lihat tanda

15.3.6 Klik tab News(lihat tanda yang dilingkari dengan tanda merah)

4. Klik tombol Add dan pilih News.

5. Isi nama anda pada Display Name kemudian klik Next untuk melanjutkan.

anda pada Display Name kemudian klik Next untuk melanjutkan. 15.5.7 Masukkan nama pada display name 6.

15.5.7 Masukkan nama pada display name

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

86

Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 86 15.6.8 Masukkan E-mail address 7. Isi IP Address

15.6.8 Masukkan E-mail address

7. Isi IP Address News (NNTP) Server kemudian klik Next untuk melanjutkan

News (NNTP) Server kemudian klik Next untuk melanjutkan 15.7.9 Masukkan IP Address untuk NNTP Server 8.

15.7.9 Masukkan IP Address untuk NNTP Server

8. Klik Finish apabila Anda telah selesai dan merasa bahwa pekerjaan anda sudah benar.

9. Terakhir klik Close.

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

87

Bab 16

Printer

1. Klik tombol Start/Control panel/ printers and Faxes/Add Printer

2. Setelah dialog Add Printer Wizard tampil, klik Next

2. Setelah dialog Add Printer Wizard tampil, klik Next 3. Gambar 16.2.1 Pada Local or Network

3.

Gambar 16.2.1

Pada Local or Network Printer, pilih opsi Local printer attached to this computer dan hilangkan tanda cek pada Automatically detects and install my Plug and Play Printer. Kemudian klik Next. (gambar 16.3.2).

cek pada Automatically detects and install my Plug and Play Printer. Kemudian klik Next. (gambar 16.3.2).

Gambar 16.3.2

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

88

4. Pilih LPT1 sebagai printer port dan klik Next. (gambar 16.4.3).

LPT1 sebagai printer port dan klik Next. (gambar 16.4.3). Gambar 16.4.3 5. Pilih printer yang akan

Gambar 16.4.3

5. Pilih printer yang akan kita install sesuai dengan Manufactures(merek) dan Printers(seri) yang kita miliki. (gambar 16.5.4).

dan Printers(seri) yang kita miliki. (gambar 16.5.4). Gambar 16.5.4 6. Pada kotak dialog Printer name ikuti

Gambar 16.5.4

6. Pada kotak dialog Printer name ikuti nama yang menjadi default atau nama lain yang anda kehendaki. Pada Do you want to use this perinter as the default printer? biarkan pada opsi Yes. (gambar 16.6.5).

yang anda kehendaki. Pada Do you want to use this perinter as the default printer? biarkan

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

89

Gambar 16.6.5

7. Di kotak Share name, berikan nama yang direkomendasikan atau nama lain yang kita kehendaki. (gambar 16.7.6)

atau nama lain yang kita kehendaki. (gambar 16.7.6) Gambar 16.7.6 8. Pada kotak dialog Location, masukkan

Gambar 16.7.6

8. Pada kotak dialog Location, masukkan lokasi printer berada dan komentar tentang printer ini. Informasi ini nantinya akan tampil di Active Directory(AD), klik Next lagi untuk melanjutkan. (gambar 16.8.7)

klik Next lagi untuk melanjutkan. (gambar 16.8.7) Gambar 16.8.7 9. Pilih No untuk Print Test Page,

Gambar 16.8.7

9. Pilih No untuk Print Test Page, klik Next

klik Next lagi untuk melanjutkan. (gambar 16.8.7) Gambar 16.8.7 9. Pilih No untuk Print Test Page,

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

90

Gambar 16.9.8

10. Klik Finish untuk mengakhiri.

Edisi 90 Gambar 16.9.8 10. Klik Finish untuk mengakhiri. 11. Ulangi langkah- Gambar 16.10.9 langkah diatas

11.

Ulangi

langkah-

Gambar 16.10.9

langkah

diatas

untuk

menambahkan

sebuah

printer

lagi,

pada

Manufactures pilih Epson dan pada Printers Epson T-1000. Klik Next 3 kali.

Epson dan pada Printers Epson T-1000. Klik Next 3 kali. Gambar 16.11.10 12. Masukkan Location dan

Gambar 16.11.10

12. Masukkan Location dan Comment seperti diatas kemudian klik Next.

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

91

Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 91 Gambar 16.12.11 13. Lanjutkan hingga prosesnya selesai

Gambar 16.12.11

13. Lanjutkan hingga prosesnya selesai kemudian tutup seluruh windows. Memindahkan Printers didalam Active Directory

1.

Buka

Active Directory Users and

Computers. Pada menu, klik

View

Users/Groups/ and Computers as containers.

dan

pilih

View Users/Groups/ and Computers as containers. dan pilih Gambar 16.1.12 2. Klik nama domain(ilkom.ac.id) kemudian

Gambar 16.1.12

2. Klik nama domain(ilkom.ac.id) kemudian klik tanda plus pada OU Domain Controller,

dilanjutkan dengan mengklik nama komputernya(DC1). Maka dipanel sebelah kanan akan

terlihat printer yang kita install tadi.

sebelah kanan akan terlihat printer yang kita install tadi. Gambar 16.2.13 3. Pilih salah satu printer,

Gambar 16.2.13

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

92

Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 92 4. Pada kotak dialog Move, Gambar 16.3.14 pilih

4. Pada kotak dialog

Move,

Gambar 16.3.14

pilih OU

Teknik komputer, ini berarti kita memindahkan

printer Epson dari DC1 menjadi member dari OU Teknik komputer. Klik OK

dari DC1 menjadi member dari OU Teknik komputer. Klik OK Gambar 16.4.15 5. Ulangi langkah sebelumnya

Gambar 16.4.15

5. Ulangi langkah sebelumnya untuk printer Cannon. Pilih OU Komputerisasi Akutansi lalu klik OK. (gambar 16.5.16)

OU Komputerisasi Akutansi lalu klik OK. (gambar 16.5.16) Gambar 16.5.16 6. Di Active Directory Users dan

Gambar 16.5.16

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

93

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 93 Gambar 16.6.17 Gambar 16.6.18

Gambar 16.6.17

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 93 Gambar 16.6.17 Gambar 16.6.18

Gambar 16.6.18

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

94

Bab 17 Group Policy

Group policy bisa anda bayangkan sebagai peraturan-peraturan yang harus dijalankan. Peraturan ini seperti menjalankan script tertentu setiap logon/off, startup/shutdown, kompleksitas password dan lain-lain. Kini anda telah mempunyai peraturan dan pertanyaan selanjutnya adalah, peraturan ini harus

anda terapkan kepada siapa? Kepada user langsung dong

group policy langsung ke user! Lalu?ya namanya juga group, jadi diterapkan kepada group. Ternyata juga tidak. Anda juga tidak dapat menerapkan group policy untuk group. Anda hanya bisa menerapkan yang sudah anda buat ke Site, Domain dan OU(Organization Unit).

Sebenarnya group policy juga sudah ada pada sistem operasi windows 2000 dan windows XP. Policy ini disebut sebagai Local GPO(Group Policy Objects). Jadi, jika anda menerapkan suatu GPO pada OU Teknik Komputer maka semua user yang ada di OU Teknik Komputer tadi akan terkena semua peraturan yang kita buat untuk OU Teknik Komputer tadi. Group Policy editor terdiri dari 2 macam konfiguration, yaitu:

Salah, anda tidak dapat menerapkan

Computer configurationkonfiguration, yaitu: Salah, anda tidak dapat menerapkan User configuration Dimana computer configuration merupakan

User configuration Dimana computer configuration merupakan konfigurasi untuk sebuah komputer tersebut dan wajib berlaku bagi siapapun yang menggunakan komputer tersebut. Sedangkan user configuration berlaku untuk user yang dikenakan GPO tersebut. Tidak peduli user tadi mau log on dari komputer manapun karena peraturan yang dibuat tadi akan tetap berlaku. Keduanya ini dijalankan pada saat yang berbeda. Computer konfiguration dijalankan ketika sebuah komputer dihidupkan(Start up). Sedangkan user configuratioan dijalankan ketika user log on ke jaringan. Anda hanya bisa menggunakan GPO untuk mengatur komputer windows 2000, windows XP, dan windows server 2003. GPO tidak akan dijalankan oleh komputer pada windows versi sebelumnya seperti windows 95, windows 98, windows ME dan lain-lain yang masih menggunkan system policy. Membuat GPO pada OU Teknik Komputer: Membuat GPO pada OU Teknik Komputer:

1. Buka Active directory users and computers kemudian klik kanan OU Teknik Komputer kemudian pilih properties. 2. Maka akan muncul kotak dialog properties dari Teknik Komputer, klik tab Group Policy kemudian klik tombol New

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

95

Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 95 17.2.1 3. Maka akan tampil group poilicy object

17.2.1

3. Maka akan tampil group poilicy object yang baru. ubah dengan nama Komputer Policy, kemudian klik tombol Edit

GPO Teknik

dengan nama Komputer Policy, kemudian klik tombol Edit GPO Teknik 17.3.2 4. Maka akan tampil dialog

17.3.2

4. Maka akan tampil dialog group policy editor.

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

96

Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 96 17.4.3 Dialog GPO Disini saya akan mencoba memberikan

17.4.3 Dialog GPO Disini saya akan mencoba memberikan contoh pengkonfigurasian GPO untuk OU Teknik

Komputer. Untuk lebih jelasnya, ikutilah langkah-langkah dibawah ini:

Menghilangkan tombol Run

5. Klik tanda plus yang ada pada Administrative Templates kemudian klik Start Menu and

Taskbar. Pada dialog setting, cari Remove Run menu from Start Menu. Kemudian klik 2

kali. (Lihat gambar 17.5.2)

Start Menu. Kemudian klik 2 kali. (Lihat gambar 17.5.2) Gambar 17.5.4 Setting untuk menonaktifkan tombol run

Gambar 17.5.4 Setting untuk menonaktifkan tombol run

6. Maka akan tampil dialog Remove run menu from run menu properties. Pilih opsi Enable

kemudian klik OK. (gambar 17.5.3)

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

97

Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 97 Gambar 17.5.5 Pilihan pada opsi Enable 7. Restart

Gambar 17.5.5 Pilihan pada opsi Enable

7. Restart komputer

Mendisable Aplikasi Microsoft Word Jika anda ingin policy group untuk Teknik Komputer tidak dapat menjalankan aplikasi office misalnya microsoft word atau aplikasi yang berasal dari windows. Misalnya Internet explorer atau aplikasi-apliksi lainnya, gunakanlah trik berikut:

Instalasi Office melalui Server

1. Buat Folder baru di C:\ dan beri nama Packages kemudian Sharing File tersebut

gambar 17.2.6) 2. Kemudian Copy-kan master Office XP ke dalam folder packages yang kita buat tadi.

(Lihat

XP ke dalam folder packages yang kita buat tadi. (Lihat Gambar 17.2.6 3. Klik Start/Administrative

Gambar 17.2.6

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

98

4. Setelah Dialog Distributed File System tampil, klik kanan pada Distributed File System

lalu pilih New Root

(lihat gambar 17.4.7)

File System lalu pilih New Root (lihat gambar 17.4.7) Gambar 17.4.7 5. Maka akan tampil dialog

Gambar 17.4.7

5. Maka akan tampil dialog Wizard yang akan menuntun anda dalam melakukan instalasi.

Klik Next untuk melanjutkan

(gambar

17.5.8)

instalasi. Klik Next untuk melanjutkan (gambar 17.5.8) Gambar 17.5.8 6. Selanjutnya anda akan dihadapkan dengan

Gambar 17.5.8

6. Selanjutnya anda akan dihadapkan dengan pertanyaan tentang type Root yang ingin anda

instal. Dalam hal ini, pilih saja opsi Domain root. (gambar 17.6.9). Klik Next

ini, pilih saja opsi Domain root. (gambar 17.6.9). Klik Next Gambar 17.6.9 7. Klik Next lagi

Gambar 17.6.9

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

99

Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 99 Gambar 17.7.10 8. Masukkan nama server anda. Kemudian

Gambar 17.7.10

8. Masukkan nama server anda. Kemudian klik Next lagi. (gambar 17.8.11)

nama server anda. Kemudian klik Next lagi. (gambar 17.8.11) Gambar 17.8.11 9. Selanjutnya memasukkan nama root

Gambar 17.8.11

9. Selanjutnya memasukkan nama root yang kita buat tadi. Klik Next (gambar 17.9.12)

nama root yang kita buat tadi. Klik Next (gambar 17.9.12) Gambar 17.9.12 10. Tampak pada domain

Gambar 17.9.12

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

100

Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 100 Gambar 17.10.13 Setelah langkah dalam mengkonfigurasi root

Gambar 17.10.13

Setelah langkah dalam mengkonfigurasi root packages selesai, selanjutnya tugas kita adalah menentukan OU mana yang akan kita kenakan policy atau group mana yang akan kita kenakan policy.

1. Klik Start/Administrative Tools/Active Directory User and Computers

2. Klik kanan OU Kampus B lalu pilih Properties (Lihat gambar 17.2.14)

OU Kampus B lalu pilih Properties (Lihat gambar 17.2.14) Gambar 17.2.14 3. Maka akan tampil properties

Gambar 17.2.14

3. Maka akan tampil properties dari OU Kampus B. Kemudian klik tab Group Policy lalu

klik button New. (lihat gambar 17.3.15)

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

101

Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 101 4. Rubahlah nama Gambar 17.3.15 New Group Policy

4. Rubahlah nama

Gambar 17.3.15

New Group Policy Object

menjadi

kemudian klik tombol Edit…(Gambar 17.4.16)

packages Office OU kampus B,

tombol Edit…(Gambar 17.4.16) packages Office OU kampus B, Gambar 17.4.16 5. Pada Dialog Group Policy Object

Gambar 17.4.16

5. Pada Dialog Group Policy Object Editor klik User configuration/Software Instalation kemudian klik kanan dan pilih Properties… (Gambar 17.5.17)

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

102

Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 102 Gambar 17.5.17 6. Pada Default packages location, ketikkan

Gambar 17.5.17

6. Pada Default packages location, ketikkan \\DC1\Packages. (gambar 17.6.18), lalu pada Instalation User Interface options pilih options Maximum kemudian klik OK Note: DC1 merupakan nama komputer server. Dan Packages merupakan nama folder yang kita sharing tadi dimana terdapat packages dari master Office XP

Nama komputer

merupakan nama folder yang kita sharing tadi dimana terdapat packages dari master Office XP Nama komputer

Gambar 17.6.18

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

103

7. Selanjutnya klik kanan lagi software instalation pilih New/Package

(Lihat gambar 17.7.19)

instalation pilih New/Package (Lihat gambar 17.7.19) Gambar 17.7.19 8. Lakukan blok pada semua pilihan yang ada

Gambar 17.7.19

8. Lakukan blok pada semua pilihan yang ada difolder Packages on Dc1, kemudian klik

Open

(lihat

gambar 17.8.20)

Packages on Dc1, kemudian klik Open (lihat gambar 17.8.20) Gambar 17.8.20 9. Pada Dialog Deploy Software,

Gambar 17.8.20

9. Pada Dialog Deploy Software, pilih opsi Assigned artinya apabila user mengklik icon office yang ada di start menu, maka office tadi akan terinstal secara automatis di komputer user tersebut. (Gambar 17.9.21)

yang ada di start menu, maka office tadi akan terinstal secara automatis di komputer user tersebut.

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

104

Gambar 17.9.21

10. Setelah anda klik OK maka akan tampil di Dialog Group Policy Object Editor File yang kita virtual tadi. Lihat pada gambar yang ada dilingkaran merah. (gambar 17.10.22)

pada gambar yang ada dilingkaran merah. (gambar 17.10.22) Gambar 17.10.22 11. Restart komputer dan Log of

Gambar 17.10.22

11. Restart komputer dan Log of sebagai user Kampus B, ingat bukan sebagai Adminstrator! Setelah Log in sebagai user, klik saja salah satu icon Office pd start menu yang akan kita instal.

Catatan:

Untuk dapat melakukan langkah diatas, program yang akan anda instal tersebut haruslah memiliki file setup yang berformat “.MSI”. Jika pada program yang akan anda lakukan instalasi melalui server ini tidak terdapat file setup yang berformat *.MSI Maka anda harus mengconvert file setup-nya menjadi berformatkan *.MSI. Program yang dapat melakukan hal ini dapat anda download melalui situs www.ondemandsoftware.com Dalam buku ini, saya tidak menjelaskan secara keseluruhan tentang fungsi dari masing-masing setting GPO ini. Tetapi jika anda ingin mengetahui lebih jauh tentang Setting GPO ini, anda dapat melihatnya pada situs: http://www.microsoft.com/windowsserver2003/gpmc/default.mspx

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

105

Bab 18

Back Up or Restore Active Directory dan Instalasi AD melalui media back up

1. Back Up or Restore Active Directory

1. Klik Start/All Programs/Accessories/System Tools/Backup

1. Klik Start/All Programs/Accessories/System Tools/Backup gambar 18.1.1 Dialog backup or restore wizard 2. Selanjutnya

gambar 18.1.1 Dialog backup or restore wizard

2. Selanjutnya pilih opsi Back up files and setting kemudian klik Next.

pilih opsi Back up files and setting kemudian klik Next. Gambar 18.2.2 Pilihan pada back up

Gambar 18.2.2 Pilihan pada back up files and setting

3. Pilih Let me chooose what to back up untuk melakukan pilihan terhadap file-file apa saja yang ingin anda backup.(gambar 18.3.3)

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

106

Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 106 Gambar 18.3.3 pilihan pada let me choose what

Gambar 18.3.3 pilihan pada let me choose what to back up

4. Setelah dialog item to backup tampil, beri tanda cek pada System States. (Lihat gambar 18.4.4). Kemudian klik Next

System States. (Lihat gambar 18.4.4). Kemudian klik Next Gambar 18.4.4 Back up Aktive Directory 5. Buat

Gambar 18.4.4 Back up Aktive Directory

5. Buat folder di C:\ dengan nama NTDSBackup, kemudian klik Browse simpan backup system state ini ke dalam folder yang kita buat tadi lalu pada type a name for this bacup berikan nama Backup_Active_Directory. Kemudian klik Next

a name for this bacup berikan nama Backup_Active_Directory. Kemudian klik Next Gambar 18.5.5 Back up Aktive

Gambar 18.5.5 Back up Aktive Directory

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

107

6. Klik Finish untukmengakhiri pekerjaan anda.

Edisi 107 6. Klik Finish untukmengakhiri pekerjaan anda. Gambar 18.6.6 Dialog yang menyatakan bahwa anda telal

Gambar 18.6.6 Dialog yang menyatakan bahwa anda telal selesai melakukan instalasi

2. Instalasi Active Directory melalui Media Back up

Suatu hari, anda diserahi tugas untuk melakukan instalasi Domain Controller di daerah yang jauh dan terhubung dengan koneksi WAN ke kantor pusat, anda pun membawa sebuah CD sistem operasi windows 2003. Sesampainya dilokasi anda memasukkan CD kemudian melakukan instalasi kemudian mengetikkan dcpromo. Apa yang terjadi? Pada saat domain anda terhubung dengan domain kantor pusat, berapa lamakah proses replikasi Active Directory terjadi? Bersenang- senanglah dihotel jika anda cukup beruntung tinggal dihotel yang nyaman karena proses replikasi AD bisa memakan waktu berhari-hari. Jika menggunakan koneksi yang jelek seperti kebanyakan koneksi yang ada di Indonesia? Database active ditrectory pada domain baru di windows 2003 saja telah menggunakan sekitar 25 MB, dan tentu saja akan lebih besar lagi jika anda telah menambahkan user account, program dan lain sebagainya. Sebagai informasi, database Active Directory (NTDS.DIT) yang mencapai ukuran 1-2 GB adalah hal yang biasa. Berterima kasihlah kepada windows 2003 karena menunggu proses replikasi hanya merupakan cerita lama pada windows 2000. Pada windows 2003, microsoft telah membuat fiture baru yang memungkinkan untuk melakukan proses repliksi dengan active directory yang telah di-backup terlebih dahulu. Dengan fitur ini anda tidak perlu lagi menunggu lama lagi proses replikasi pada saat menginstal Domain Controller yang terhubung oleh koneksi WAN yang mahal dan lambat. Untuk mem-back up Active directory, gunakanlah program backup apapun yang anda miliki yang mempunyai kemampuan untuk mem-back up AD atau gunakanlah program backup bawaan dari windows. Perlu anda ingat, jika anda menginkan instalasi melalui media backup, pada saat mengetikkan “dcpromo”, anda harus memasukkan parameter “/adv” atau lengkapnya “dcpromo /adv” supaya windows mengetahui bahwa anda menginkan sinkroisasi dari media backup. (Lihat gambar 19.1)

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

108

Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi 108 gambar 19.1 Dcpromo menggunakan media backup Dengan

gambar 19.1 Dcpromo menggunakan media backup

Dengan parameter /adv, pada saat instalasi domain controller anda akan diminta untuk menentukan 2 macam opsi, pilih From these restored backup files, artinya proses replikasi Active Directory melalui media backup dan tidak melalui koneksi langsung ke Domain Controller Root. Dengan singkrosnisasi melalui media backup ini tentunya akan sangat cepat sekali dan tidak akan membebani jaringan anda. Dengan berakhirnya bahasan mengenai Back Up or Restore Active Directory dan Instalasi AD melalui media back up ini, maka berakhir pula penjelasan mengenai jaringan Microsoft Windows Server 2003 ini. Mudah-mudahan buku yang saya buat ini bermanfaat bagi kita semua.

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

109

Belajar Jaringan Komputer dengan Microsoft Windows Server 2003 Edisi

110

Dafar Pustaka

1. Ir.Sudantha Wirijaya, STJ Windows NT Server 4.0, PT Elexmedia Komputindo, 1998.

2. Ir. Sudantha Wirijaya, Microsoft Windows 2000 Server, PT Elexmedia Komputindo, 2002

3. Tutang, 1996. Materi Pelatihan LAN(Local Area Network), Puslitbang Bioteknologi-LIPI.

4. Patrick T. Campbell, 1996. Jaringan di kantor kecil. 1997. Elexmedia Komputindo, Jakarta

1997

5. Tutang, 2000. Melangkah dengan Microsoft Windows Meillenium Edition, Medikom Pustaka Mandiri, Jakarta.

6. Depdiknas, 2000. Materi Pelatihan pengolahan Laboratorium Komputer

7. Tutang dan Kodarsyah, 2000. Instalasi dan konfigurasi Windows 2000 Server, Medikom pustaka Mandiri, Jakarta

8. Tutang dan Kodarsyah, 2000. Belajar Jaringan Sendiri, Medikom Pustaka Mandiri. Jakarta

9. Tutang, 2002. Beralih ke Windows XP. Datakom Lintas Buana, Jakarta

10. http://www.microsoft.com/technet/default.mspx

11. http://www.jasakom.com/sto

12. Serta sumber dari saya ikut workshop, pembelajaran pada masa perkuliahan dan pengalaman pribadi yang saya alami