Anda di halaman 1dari 11

ATURAN DAN PRINSIP DASAR PERENCANAAN MATERIAL HANDLING

Rudini Mulya Daulay Program Studi Teknik Industri, Fakultas TeknikUniversitas Mercu Buana email: rudinimenteri@gmail.com 2013 Abstrak

Pemindahan bahan atau material (material handling) adalah suatu aktivitas yang sangat penting dalam suatu kegiatan produksi dan memiliki kaitan erat dengan perancangan tata letak produksi. Aktivitas ini sendiri sebenarnya merupakan aktivitas yang di klasifikasikan non-produktif sebab tidak memberikan nilai apa-apa untuk terhadap material atau bahan yang dipindahkan. Disini tidak terjadi perubahan bentuk atau sifat-sifat fisik ataupun kimiawi dari material yang dipindahkan. Disisi lain justru pemindahan bahan atau material tersebut akan menambah biaya (cost). Istilah material handling sebenarnya kurang tepat jika diterjemahkan sekedar memindahkan bahan berdasarkan perumusan yang dibuat oleh America Material Handling Sociaty (AHMS) pengertian mengenai material handling dinyatakan sebagai seni dan ilmu yang meliputi penanganan (handling), pemindahan (moving), pembungkusan/pengepakan (packaging), penyimpanan (storing) seklaigus pengendalian (controlling) dari material dengan segala bentuknya. Berikut ada beberapa istilah yang umumnya dijumpai dalam pembahasan mengenai material handling : a) Transport adalah pemindahan bahan dalam satuan berat (unit load) atau continers melalui suatu lintasan yang jaraknya lebih dari 5 feet atau sekitar 1,5 meter. b) Transfer adalah pemindahan bahan melalui lintasan yang jaraknya kurang dari 5 feet atau sekitar 1,5 meter. c) Bulk Material yaitu bahan atau material yang dalam pemindahan tidak memerlukan bag, barrel, bottle, can, drum, dan lain-lain.

13

Penerapan Material Handling Di Industri Rudini Mulya Daulay

Program Studi Teknik Industri Universitas Mercu Buana 2010

d) Unit Load menunjukkan sejumlah packaged unit tertentu yang bisa dimuat dalam skid box, pallets dan lain-lain. e) Rehandle adalah aktivitas penurunan muatan yang ada dalam pallets, box, skid dan lain-lain. Pemindahan bahan adalah bagian dari sistem industri yang memberi pengaruh tentang hubungan dan kondisi fisik dari bahan atau material atau terhadap proses produksi tanpa adanya perubahan-perubahan akan kondisi atau bentuk material itu sendiri. Prinsip didalam menetapkan sistem pemindahan material yang optimal adalah berdasarkan konsep the best handling is no handling at all. Material handling adalah aliran bahan yang harus direncanakan dengan secermat-cermatnya sehingga material akan bisa dipindahkan pada saat dan menuju lokasi yang tepat.

1.

ATURAN DAN PRINSIP DASAR PERENCANAAN PEMINDAHAN MATERIAL Aturan aturan dasar yang harus dipertimbangkan metode pemindahan material antara lain : dalam merencanakan

Memindahkan aktivitas pemindahan material Perinsip ini menyarankan agar menghindari pemindahan material apabila memang tidak begitu diharuskan. Hal ini dilaksanakan dengan cara menghapuskan atau menggabungkan operasi pemindahan material dengan mempertimbangkan kemungkinan gerakan bersama antara pekerja dan material. 1. Pemindahan material harus direncanakan secara teliti. Proses pemindahan material haruslah di pertimbangkan sebagai suatu kontinuitas pemindahan material dari luar pabrik menuju kedalam pabrik atau sebaliknya. Dalam perencanaan ini satu prinsip yang harus diperhatikan benar- benar adalah penempatan mesin dan peralatan produksi lainnya haruslah direncanakan sedemikian rupa sehingga jarak diantara operasi yang satu ke operasi lainnya diambil yang paling terdekat dan dapat menghindari gerakan bolak balik (back tracking) 2. Pemilihan yang seksama terhadap prlatan pemindahan material yang di butuhkan. Sedapat mungkin dipilih perlatan yang sederhana dan standard, peralatan yang khusus baik dipakai dengan pertimbangan dari segi teknis maupun dari segi ekonomisnya. 3. Penggunaan peralatan pemindahan material harus se-efektif dan se-effisien mungkin.

13

Penerapan Material Handling Di Industri Rudini Mulya Daulay

Program Studi Teknik Industri Universitas Mercu Buana 2010

Material harus dapat dipindahkan dengan mudah dan untuk itu sebaiknya perlu di buatkan work container yang khusus. Preventif maintenance dari peralatan harus juga dilaksanakan secara rutin untuk menghindari break down. Prinsip utama dari pendekatan ini adalah bahan dalam volume, kuantitas, atau unit material yang sebesar mungkin daripada memisahkan dalam unit unit yang kecil (tidak effisien). Beberapa aturan lain dalam proses pemindahan material adalah sebagai berikut : Pemindahan material pada dasarnya membutuhkan biaya yang tidak kecil tetapi tidak memberikan nilai tambah pada material atau produk yang dipindahkan tersebut. Material seharusnya dipindahkan melalui lintasan yang lurus dan pendek bilamana dimungkinkan. Kelompokan aktivitas aktivitas pemindahan material dan eliminir sejauh hal ini dimungkinkan. Pertimbangan untuk sebaiknya memindahkan operator dari pada materialnya. Pemindahan secara mekanis adalah yang terbaik untuk di pergunakan tetapi jika secara manual hal ini dianggap kurang praktis dan efektif untuk dilaksanakan (disamping faktor keselamatan kerja). Pergunakan lintasan pemindahan material lewat atas (air light atau overhead space) bilamana hal ini di mungkinkan untuk bisa dilaksanakan. Dan lain-lain. Dari beberapa aturan tersebut maka pertimbangan pertimbangan tentang aktivitas pemindahan material ini akan dilakukan untuk kemudian bisa ditetapkan metode pemindahan material yang optimal. Satu hal yang pantas untuk selalu di ingat adalah bahwa aliran material pada dasarnya merupakan aliran uang (cash flow), sehingga terhentinya material pada suatu tempat akan merupakan inventory dan hal tersebut membutuhkan biaya yang tidak kecil. Untuk itu harus terus dijaga agar material selalu bergerak dinamis, sehingga sistem produksi bisa pula berlangsung secara kontinyu dari sejak awal sampai ke akhir proses.

13

Penerapan Material Handling Di Industri Rudini Mulya Daulay

Program Studi Teknik Industri Universitas Mercu Buana 2010

2. DASAR PEMILIHAN METODE DAN PERALATAN PEMINDAHAN MATERIAL Perencanaan dan penyelesaian masalah pemindahan material memerlukan banyak data atau informasi yang berdasarkan survei pabrik yang antara lain. 1. Faktor-faktor penggunaan pabrik (plant factors) Disini terutama harus di survey adalah kondisi dari bangunan pabrik yang meliputi antara lain mengenai : Ukuran bangunan (building size) Jarak antara masing masing kolom penyangga bangunan pabrik yang ada. Lebar jalan lintasan (aisle) baik yang merupakan jalan lintasan utama maupun jalan lintasan interen departemen. Kapasitas menahan beban dari lantai, kolom, dan lain lain. Tinggi langit langit, instalasi pipa, jaringan kabel listrik, dan lain

2. Faktor-faktor metode kerja (method factors) Disini terutama diusahakan untuk mendapatkan beberapa data yang antara lain mencakupi : a. Macam mesin dan peralatan yang dipergunakan untuk proses produksi. b. Prinsip kerja dari masing masing mesin dan peralatan proses produksi tersebut. c. Metode dan urutan proses pengerjaan yang berlangsung. 3. Produk dan material Disamping kedua data tersebut diatas maka pemilihan kapasitas daripada pesawat pengangkat yang akan dipergunakan juga di dasarkan pada informasi data mengenai produk atau material yang hendak dipindahkan, yaitu meliputi data mengenai : a. Dimensi ukuran dari material atau produk hendak dipindahkan. b. Berat material atau produk c. Karakteristik khusus yang di miliki oleh material atau produk tersebut. 4. Metode pemindahan material yang ada Disini survey ditujukan untuk mencari data mengenai jenis peralatan pemindahan material yang sedang dipergunakan dan kemudian berdasarakan data ini dilakukan evaluasi mengenai perlu tidaknya diadakan perubahan ataupun pesawat pengangkat. 5. Metode pemindahan material yang diusulkan Langkah ini adalah merupakan proses memilih, menyeleksi, ataupun mengevaluasi berbagai macam alternatif pesawat pengangkat yang cocok dipergunakan berdasarkan data teknis yang telah disurvei sebelumnya.
13 4 Penerapan Material Handling Di Industri Rudini Mulya Daulay Program Studi Teknik Industri Universitas Mercu Buana 2010

6. Data-data dan analisa ekonomis Setelah lima langkah tersebut diatas selesai dilaksanakan, maka langkah terakhir yang harus dilakukan adalah membuat evaluasi dan analisa biaya yang harus dikeluarkan untuk peralatan ini. Analisa ekonomi ini pada dasarnya dilakukan dengan memperhatikan beberapa data tentang first cost, depresiasi, direct labor cost, biaya untuk perawatan, biaya untuk energi/listrik, pajak, asuransi dan lainlain. Peralatan pemindahan material baku banyak pengaruhnya terhadap kecepatan pemindahan material, biaya operasi, dan juga efisiensi total dari seluruh unit unit proses manufakturing. Untuk itu material handling equipment yang dipilih seharusnya juga mempunyai sifat fleksibilitas yang tinggi, yaitu kemampuan untuk menghadapi jenis produk atau material yang bermacam macam yang bisa disebabkan kemungkinan adanya perubahan jenis produk atau material yang harus dibuat atau penambahan jumlah atau volume produk dimasa mendatang. Pemilihan peralatan pemindahan material juga dapat diklasifikasikan pada gerakan dasar perpindahan yang akan dilakukan oleh peralatan tersebut. Gerakan perpindahan ini dapat dibedakan atas: Lintasan tetap atau fleksibel Gerakan perpindahan yang terputus putus atau kontinyu. Jarak lintasan perpindahan jauh dan dekat. Perpindahan material diselenggarakan didalam atau diluar pabrik Gerakan perpindahan arah vertikal, horizontal, membentuk sudut, atau merupakan kurva. Mengenai peralatan untuk pemindahan material ada empat tipe dasar yang umum di ketahui : 1. Peralatan pemindahan material dengan lintasan tetap Peralatan tipe ini disebut pula sebagai gravity atau powered devices dan umumnya digunakan untuk memindahkan beban-beban yang uniform secara kontinyu dari suatu lokasi ke lokasi lainnya melalui lintasan tetap. Fungsi utama peralatan tipe ini adalah membawa (convery) bahan atau produk yang ada dan termasuk dalam kelompok peralatan ini adalah conveyor dengan segala tipe atau modelnya, monorail dan railroad systems, elevators, skip hoists, piping, duct systems, dan lain lain peralatan pemindahan material yang secara permanen terpasang sesuai dengan lintasan yang harus dilaluinya. 2. Peralatan pemindahan material untuk area terbatas Adalah suatu overhead devices yang umumnya digunakan untuk menggerakkan atau memindahkan bermacam macam beban secara berganti ganti, tidak kontinyu (intermitten), diantara beberapa lokasi dalam suatu area.

13

Penerapan Material Handling Di Industri Rudini Mulya Daulay

Program Studi Teknik Industri Universitas Mercu Buana 2010

Fungsi utama dari perlatan ini adalah untuk memindahkan (transfer) benda kerja dan biasanya lokasinya tetap serta bergerak melintasi rel dalam area kerja yang terbatas, termasuk dalam kelompok peralatan ini ialah bridge & jib cranes, cable & boom systems, gantry cranes, dan lain-lain peralatan pemindahan material yang secara flexibel dapat beroperasi dalam area kerja terbatas. 3. Peralatan pemindahan material yang bergerak bebas (mobile) Adalah suatu hand atau powered vehicles (non higway) yang dipergunakan untuk memindahkan beban baik yang uniform ataupun tidak secara berganti ganti dan tidak kontinu melalui berbagai macam jalan lintasan. Fungsi utama dari peralatan tipe ini ialah manuvering atau transporting benda kerja dan bergerak sepanjang jalan lintasan (aisles). Termasuk dalam kelompok peralatan ini forklift truck, skid truck, tractors & trailers, pedestrian power trucks, dan lain lain. Industrial vehicles yang dirancang untuk pemakaian didalam maupun diluar pabrik. Perlengkapan bantu pemindahan atau penyimpanan material. Adalah peralatan yang umum dipergunakan bersama-sama dengan peralatan pemindahan material dan dimaksudkan untuk membuat lebih efektifnya aktivitas pemindahan material yang diinginkan. Termasuk pula disini jenis pesawat angkat yang umumnya dipergunakan di dalam gudang (storage) untuk keperluan penyimpanan atau pengambilan stock, termasuk dalam kelompok ini antara lain hand trucks, hand jacks, casters dollies, chain hoist, power pullers, dock plates, pallets, skid boxes, scales, racks, bins shelves, dan lain-lain. Banyak faktor yang harus diperhatikan didalam proses pemilihan peralatan material handling baik menyangkut masalah teknis maupun masalah ekonomisnya. Satu hal yang penting dan harus diperhatikan pula ialah pada saat merencanakan peralatan pemindahan material yang akan diterapkan hendaknya selalu diorientasikan dengan perencanaan tata letak pabriknya.

4.

2.4

BEBERAPA ASPEK TUJUAN POKOK KEGIATAN PEMINDAHAN MATERIAL Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa aktivitas pemindahan material pada dasarnya tidaklah memberi nilai tambah apa-apa karena disini tidak terjadi perubahan material yang dipindahkan dalam kegiatan ini. Kegiatan material handling merupakan kegiatan service secara penuh yang tentu saja akan membutuhkan biaya dan ikut mempengaruhi struktru biaya produksi. Dari hak tersebut maka aktivitas material handling ini juga merupakan salah satu area yang harus selalu diawasi, dikontrol, dan diperbaiki. Bilamana sistem material handling dalam suatu industri akan diperbaiki, maka hal tersebut akan menuju pada sasaran-sasaran pokok sebagai berikut :

13

Penerapan Material Handling Di Industri Rudini Mulya Daulay

Program Studi Teknik Industri Universitas Mercu Buana 2010

1. Menambah Kapasitas Produksi Material handling equipment akan merupakan fasilitas produksi yang vital diperlukan sehingga selalu diusahakan pendayagunaanya secara effisien dan efektif guna menaikkan kapasitas kerjanya. Peningkatan kapasitas kerja dari peralatan material handling bisa ditempuh lewat cara-cara: Menambah produktivitas kerja per man-hour Meningkatan effisiensi mesin atau peralatan material handling dengan mereduksi down time Menjaga kelancaran aliran kerja dalam pabrik dengan jalan tidak membiarkan terjadinya idle atau tumpukan material Memperbaiki kontrol kegiatan produksi melalui penjadwalan produksi yang terencana baik dan pengawasan yang ketat.

2. Mengurangi Limbah Buangan (Waste) Faktor penting yang sering terabaikan adalah mengurangi kesalahankesalahan material handling yang bisa menyebabkan kerusakan-kerusakan material yang dipindahkan sehingga menjadi limbah buangan (waste). Untuk menghindari timbulnya material terbuang (waste) dalam jumlah besar yang diakibatkan aktivitas material handling yang tidak benar maka harus diperhatikan hal-hal berikut: Eliminasi kerusakan material dengan melaksanakan pemindahan material secara hati-hati selama proses berlangsung. Fleksibiltas untuk memenuhi ketentuan-ketentuan khusus yang disyaratkan untuk memindahkan material ditinjau dari sifat karakteristiknya.

3. Memperbaiki Kondisi Area Kerja (Work Conditions) Faktor ini bisa mendatangkan manfaat terhadap peningkatan produktivitas dan tentu saja membantu mengurangi biaya. Material handling yang lebih baik akan dapat dicapai melalu usaha-usaha seperti : Mejaga kondisi area kerja yang nyaman dan aman Mengurangi faktor kelelahan dari operator Memperbaiki perasaan nyaman bekerja bagi operator Memotivasi pekerja untuk mau bekerja lebih produktif lagi.

4. Memperbaiki Distribusi Material Kegiatan material handling juga meliputi seluruh kegiatan yang berkaitan dengan mendistribusikan produk akhir (finished goods product) secepat-cepatnya untuk sampai ke tangan pelanggan yang membutuhkan yang mana hal ini tentunya akan memberi efek langsung ke harga jual produknya, kegiatan material handling dalam hal ini berkepentingan dengan sasaran :

13

Penerapan Material Handling Di Industri Rudini Mulya Daulay

Program Studi Teknik Industri Universitas Mercu Buana 2010

Mengurangi kerusakan dalam proses pemindahan atau pengiriman Memperbaiki rute pemindahan yang harus ditempuh Memperbaiki fasilitas pergudangan dan cara penguatannya. Menambah efisiensi kerja dalam proses shipping dan receiving.

5. Mengurangi Biaya Pengurangan biaya disini tentu saja diartikan sebagai pengurangan biaya secara total, tidak sekedar mengurangi biaya di satu sektor tapi akan memberikan di sektor lainnya. Tujuan pengurangan biaya ini akan bisa dicapai melalui cara-cara seperti : Menambah produktivitas kerja Mengurangi dan mengendalikan inventory Pemanfaatan luas area untuk hal lain Mengurangi kegiatan pemindahan dalam bentuk gerakan-gerakan yang tidak effisien dengan cara merencanakan rute pemindahan secara lebih teliti sebelumnya.

2.5 ASPEK ASPEK BIAYA PEMINDAHAN BAHAN (MATERIAL HANDLING COST) Secara umum biaya material handling akan terbagi atas tiga klasifikasi 1. Biaya yang berkaitan dengan transportasi raw material dari sumber asalnya menuju pabrik dan pengiriman finished goods product ke konsumen yang membutuhkannya. Biaya transportasi disini merupakan fungsi yang berkaitan langsung dengan pemilihan lokasi pabrik dengan memperhatikan tempat dimana sumber material berada serta lokasi pada tujuannya. 2. In-plant receiving and storage, yaitu biaya-biaya diperlukan untuk gerakan perpindahan material dari proses satu ke proses berikutnya, Warehousing serta pengiriman produk akhirnya. 3. Handling materials yang dilakukan oleh operator pada mesin atau peralatan kerjanya serta proses perakitan yang berlangsung diatas meja perakitan. Didalam usaha menganalisa material handling costs, maka faktor-faktor berikut ini sudah seharusnya di perhatikan : 1. Material Harga pembelian dari mesin atau peralatan. Biaya seluruh material yang dipergunakan Maintenance cost dan repair-part inventory Biaya utnuk oli Biaya untuk peralatan bantu (pelengkap) Biaya instalansi, termasuk disini seluruh material dan biaya upah pekerja dan pengaturan kembali.
13 8 Penerapan Material Handling Di Industri Rudini Mulya Daulay Program Studi Teknik Industri Universitas Mercu Buana 2010

2. Salary & Wages Direct labor cost (seluruh personil yang terlibat didalam pengoperasian peralatan material handling) Training cost utnuk menjalankan peralatan material handling tersebut. Indirect labor cost (staff & service departements) dan lainnya. 3. Financial Charges Interest untuk investasi peralatan material handling. Biaya asuransi, property taxes, depresiasi, dan lainnya. Untuk mengurangi biaya-biaya material handling maka berikut ini diberikan beberapa hal yang sekiranya akan mempengaruhi biaya material handling dan untuk itu harus dicegah/dikoreksi sesegera mungkin: 1. Idle Machine Time Machine down time akan berarti penurunan produktivitas kerja dan tentu saja akan berarti yang terbuang, bilamana mesin bekerja pelan atau berhenti sama sekali karena aliran material tidak lancar atau suplay material terlambat, maka hal ini bisa dikatakan sebagai ketidak effisienan pemakaian fasilitas material handling. 2. Production Bottlenecks Suatu interupsi terhadap aliran produksi akibat keterlambatan material akan dapat menghentikan seluruh proses produksi (khususnya untuk continyus industry). 3. Rehandling Material Setiap kali suatu item harus ditangani, digerakan atau dipindahkan maka hal ini berarti akan membutuhkan biaya. Teknik material handling seharusnya direncanakan dengan sebaik-baiknya sehingga akan bisa mengurangi ferkuensi pemindahan material. 4. Excessive Maintenance Biaya maintenance untuk peralatan materaial handling atau berarti dua kehilangan yang diperoleh, yaitu waktu dan material yang dipakai untuk perawatan (corrective action) ditambah dengan waktu yang hilang dari penggunaan peralatan itu sendiri. Aplikasi yang kurang tepat dari peralatan material handling akan menyebabkan hal-hal seperti yang diuraiakan tersebut. 5. Inefficient Use of Labour Pekerja bagian operator produski dibayar untuk bekerja menghasilkan produk yang dikendaki. Setiap saat waktu yang mereka miliki ternyata dipakai untuk kegiatan material handling, maka akan terjadi kehilangan kesempatan untuk melakukan hal-hal yang produktif.
13 9 Penerapan Material Handling Di Industri Rudini Mulya Daulay Program Studi Teknik Industri Universitas Mercu Buana 2010

6. Large Inventories Inventory pada dasarnya akan membutuhkan modal dan memerlukan fasilitas pergudangan yang sesuai. Biasanya semakin effisien perencanaan sistem material handling akan semakin effisien pula kebutuhan inventorynya. 7. Damaced Material Kerusakan material akibat handling seringkali menimbulkan biaya yang besar, untuk itu pemilihan metode dan peralatan material handling yang tepat akan dapat mencegah kerusakan-kerusakan karena handling ini. 8. Demurrace Bilamana fasilitas material handling dibiarkan saja idle untuk beberapa lama, maka ekstra biaya akan keluar sia-sia akibat hal tersebut. Penggunaan peralatan material handling secara effisien akan membantu mengatasi permasalahan ini. 9. Inefficient Use of Equipment Industrial material handling equipment pada dasarnya membutuhkan biaya baik untuk investasinya maupun aplikasinta (operasional). Bilamana suatu peralatan material handling yang bernilai Rp 1000, per jam yang digunakan untuk pekerjaan pemindahan material yang sesungguhnya mampu untuk ditangani oleh peralatan senilai Rp 5000, per jam maka dalam hal ini kerugian yang dihadapi jelas nampak. Material handling equipment seharusnya dipilih menurut efektivitasn fungsional dan tingkat efisiensi yang tinggi.

2.6 PERHITUNGAN ONGKOS MATERIAL HANDLING (OMH) Ongkos Material Handling (OMH) mempunyai tujuan, diantaranya: 1. Untuk menghitung besar ongkos material handling yang digunakan dalam melakukan perpindahan bahan. 2. Dapat menentukan efisiensi penggunaan ongkos optimal dari kegiatan proses produksi 3. Input untuk pembuatan From To Chart (FTC).

Di dalam merancang Tata Letak Pabrik, maka aktivitas pemindahan bahan (material handling) merupakan salah satu faktor yang cukup penting untuk diperhatikan dan diperhitungkan. Aktivitas pemindahan tersebut dapat ditentukan dengan terlebih dahulu memperhatikan aliran bahan yang terjadi dalam suatu operasi. Selanjutnya hal yang harus diperhatikan adalah type lay out yang akan digunakan.
13 10 Penerapan Material Handling Di Industri Rudini Mulya Daulay Program Studi Teknik Industri Universitas Mercu Buana 2010

Sedangkan pengertiannya adalah ongkos yang dikeluarkan untuk melakukan pemindahan material dari satu departemen menuju departemen yang lain untuk dilakukannya proses produksi selanjutnya. Ongkos material handling: OMH = Biaya mesin + Biaya operator Biaya mesin = Biaya perawatan + Biaya Bahan Bakar + Depresiasi Depresiasi adalah biaya penyusutan terhadap umur mesin/alat selama umur ekonomis alat tersebut.

Depresasi mesin = Harga alat/umur ekonomis x 1 tahun/ jumlah hari kerja x 1 hari/jam kerja = Rp/jam = Rp / jam

Perhitungan Ongkos Material Handling: Z= dimana :

f c d
ij ij i j

ij

fij = frekwensi perpindahan antara stasiun i dan j cij = ongkos material handling per-satuan jarak dij = jarak antara stasiun i dan j

Jarak antar stasiun dapat dihitung setelah ditentukan posisi setiap stasiun didalam lantai produksi (shopfloor). Jika urutan penempatan stasiun adalah ABCD, maka : Jarak stasiun A dan stasiun B = 1 / 2 LuasA 1 / 2 LuasB Jarak stasiun A dan stasiun C = 1 / 2 LuasA 1 / 2 LuasB 1 / 2 LuasC

13

11

Penerapan Material Handling Di Industri Rudini Mulya Daulay

Program Studi Teknik Industri Universitas Mercu Buana 2010