Anda di halaman 1dari 4

Apakah gangguan emosi?

Achmanto Mendatu . Seseorang akan disebut mengalami gangguan emosi jika keadaan emosi yang dialami menimbulkan gangguan pada dirinya. Baik karena emosi yang dialami terlalu kuat (misalnya sangat sedih), tidak ada emosi yang hadir (misalnya tidak merasa bahagia) atau emosinya menimbulkan konflik (misalnya terlalu sering marah). Biasanya, orang yang merasa emosinya terganggu karena salah satu dari empat alasan, 1. Seseorang mengalami emosi tertentu, seperti depresi, kecemasan, dan kemarahan yang terlalu sering atau terlalu kuat. 2. Seseorang mengalami emosi tertentu terlalu jarang atau terlalu lemah. Mereka merasa tidak mampu menunjukkan rasa sayang, kepercayaan, marah atau penolakan. 3. Seseorang merasa kesulitan untuk berhubungan dengan orang lain. Misalnya pacar membuat merasa bersalah, teman-teman mengecewakan, pasangan menimbulkan rasa takut, dan lainnya. 4. Seseorang merasa mengalami beberapa konflik karena dua atau lebih emosi. Misalnya antara marah dan takut, antara benci dan cinta, dan lainnya. Pada umumnya gangguan emosional berkisar pada persoalan emosi takut dan kecemasan. Takut sebagai reaksi terhadap situasi yang berbahaya dan cemas sebagai antisipasi dari rasa takut. Berbagai jenis fobia merupakan emosi takut yang berlebih. Misalnya takut akan tempat tinggi (acrophobia), takut pada tempat terbuka (agoraphobia), takut cahaya dan kilat (astraphobia), takut air (hydrophobia), takut makan (sitophobia), takut diracuni (toxophobia), takut pada orang asing (xenophobia), takut kegelapan (nyctophobia), takut kotor (mysophobia), dan takut-takut lainnya. Gangguan kecemasan mencakup antara lain gangguan panik (panic disorder), fobia sosial (social phobia), gangguan obsesif-kompulsif, gangguan stress pasca-trauma, dan gangguan kecemasan umum. Orang fobia mengalami suatu keadaan dimana dirinya butuh memasuki situasi yang menakutkan, yang kemudian memunculkan kecemasan sebagai antisipasi. Jika dipaksa memasuki situasi yang menimbulkan fobia, ia biasanya akan mengalami kecemasan yang sangat kuat. Oleh karenanya, biasanya mereka menghindar dari tempat-tempat itu. Salah satu fobia, yakni fobia sosial memiliki dimensi khusus. Seseorang yang mengalaminya memiliki ketakutan luar biasa pada penilaian dan evaluasi dari orang lain. Ketakutan akan dihina atau disindir sangat berlebihan sehingga membatasi diri bergaul dengan orang lain. Biasanya fobia sosial dialami oleh remaja. Mungkin Anda pernah mendapati seseorang yang tidak bisa berbicara di depan orang pada remajanya, tapi setelah dewasa menjadi pembicara yang mahir. Barangkali dulu pada saat remaja orang itu mengalami fobia sosial yang menghilang seiring kedewasaan. Terdapat beragam gangguan emosional lainnya. Orang yang sangat ekstrem intensitas marahnya biasanya disebut kepribadian antisosial. Lalu orang yang sangat berlebihan merasakan tuntutan bahagia adalah penderita gangguan hipomanik. Dalam tabel berikut ditunjukkan hubungan antara emosi dengan gangguan yang dialami jika emosinya terlalu ekstrem. Adapun jika emosinya sering diulang secara intensif namun belum ekstrim, maka masih hanya disebut sebagai sifat kepribadian. Jenis emosi Sifat Kepribadian Diagnostik Takut Penakut Tergantung, menghindar Marah Pemarah Antisosial Bahagia Mudah bergaul Hipomanik Sedih Pemurung Distimik Penerimaan Terpercaya Histrionic Jijik Kejam Paranoid Pengharapan Mengontrol Obsesif-kompulsif Terkejut Peragu Borderline

http://smartpsikologi.blogspot.com/2007/11/apakah-gangguan-emosi.html

Guru dan Cabaran Semasa: Bab 3: Gangguan Emosi Dalam Kalangan Murid
Bab 3 Tekanan Emosi Dalam Kalangan Murid

1) Pengenalan; Seseorang guru perlu sentiasa saling menerima antara satu sama lain dan menyediakan emosi pelajar. Ini penting supaya semua pelajar melibatkan diri dalam setiap kegiatan keilmuan yang diadakan di sekolah. Emosi pelajar perlu dikekal atau dipertingkatkan dengan pengajaran guru lebih bersifat pembimbing di sisi. Guru perlu memahami emosi pelajar kerana perbezaan tingkah laku, sosial dan rohani dalam kalangan pelajar sememangnya.

2) Tanda-tanda Awal Gangguan Emosi aspek emosi yang semakin sukar dilihat dalam kehidupan pelajar kini adalah seperti yang berikut;

empati iaitu memahami orang lain secara mendalam mengungkapkan dan memahami perasaan mengendalikan amarah kemandirian iaitu berdiri dengan sendiri atau berdikari kemampuan untuk menyesuaikan diri disukai oleh orang lain kemampuan untuk memecahkan atau menghilangkan masalah antara mereka yang berada di sekeliling semangat setiakawan keramahan sikap hormat-menghormati Kebiasaannya seseorang yang merasa emosinya terganggu adalah kerana sebab seperti yang berikut; Kecemasan dan marah Sukar tunjukkan emosi tertentu Alami kesulitan Konflik 2 jenis; Positif negatif 3) Gangguan emosi boleh dikategorikan kepada 3 kumpulan iaitu; i. gangguan emosi ringan ii. gangguan emosi sedarhana iii. gangguan emosi berat

4) Punca Gangguan Emosi; Persekitaran sekolah Gaya pengajaran guru Peristiwa dalam keluarga Pengaruh keluarga Pengaruh rakan sebaya Tindakan guru

5) Tanda-tanda masalah emosi dan sosial dalam kalangan pelajar adalah seperti yang berikut; tidak hadir ke sekolah tanpa sebarang sebab munasabah selalu mengantuk atau tertidur di dalam kelas sentiasa kelihatan letih kerap sakit perut mudah diserang penyakit duduk dalam keadaan yang tidak selesa pencapaian akademik yang semakin merosot sering berasa cemas, takut dan benci konsep kendiri yang lemah bertindak tidak wajar disebabkan tekanan perasaan cepat marah suka bergaduh kerap berbohong bertindak liar untuk menarik perhatian tindak balas kurang matang berperawakan ganjil membela diri secara tidak menentu menunjukkan perasaan dengki mengkritik secara keterlaluan suka termenung atau berkhayal

6) Langkah-langkah Menangani Gangguan Emosi Peranan ibu bapa Tindakan guru Gaya pengajaran Kepimpinan guru Kefahaman terhadap minat dan sikap pelajar Kerjasama Penerapan nilai Suasana ceria Penerangan jelas 7) Hak Asasi Kanak-kanak; Menurut Hak Asasi Manusia, setiap warganegara layak mendapat peluang pendidikan;

semua kanak-kanak berhak untuk belajar bersama-sama. kanak-kanak tidak seharusnya diperkecil atau didiskriminasi orang dewasa yang kurang upaya, menggambarkan diri mereka sendiri sebagai orang-orang yang terselamat di sekolah khas, mendesak untuk mengakhirkan pengasingan. tiada sebab-sebab perundangan untuk memisahkan kanak-kanak daripada pendidikan mereka.

8) Antara Hak Setiap Kanak-Kanak adalah seperti yang berikut; untuk dilahirkan, untuk mempunyai nama dan kewarganegaraan; untuk mempunyai keluarga yang akan menjaga dan menyayangi; untuk tinggal di dalam komuniti dan persekitaran yang aman dan damai; untuk mempunyai makanan yang mencukupi dan tubuh badan yang aktif dan sihat; untuk mendapatkan pendidikan yang baik dan membentuk potensi diri; untuk diberi peluang untuk bermain dan beriadah; untuk dilindungi daripada penderaan, eksploitasi, kecuaian, keganasan dan bahaya;

untuk dipertahankan dan diberi bantuan oleh kerajaan; untuk berupaya mengekspresi pandangan sendiri. 9) Konvensyen Mengenai Hak Kanak-Kanak; Perkara 2: tiada diskriminasi Perkara 3: diberi pelindungan Perkara 6: hak untuk hidup Perkara 13: kebebasan bersuara Perkara 19: diberi peruntukan undang-undang Perkara 23: menikmati kehidupan Perkara 28:Hak pendidikan Perkara 29: halatuju pendidikan Perkara 30: hak dalam komuniti Perkara 32: dilindungi dari segi ekonomi Perkara 34: tiada eksploitasi

10) Hak kanak-kanak:Seksyen 17 Dilindungi dari segi fizikal Tiada penganiayaan Pergaulan yang sihat Hak kesihatan Kemudahan bekalan makanan Elak penderaan emosi

http://cikgusemasa.blogspot.com/2011/05/guru-dan-cabaran-semasa-bab-3-gangguan.html