Anda di halaman 1dari 3

PROTOKOL TATA LAKSANA KEJANG AKUT DAN STATUS EPILEPTIKUS PADA BAYI DAN ANAK

I. PENGERTIAN : Kejang merupakan petunjuk adanya gangguan fungsi sel-sel neuron di susunan syaraf pusat. Pada sebagian besar kasus, gangguan fungsi sel neuron otak hanya bersifat sementara. Kejang dapat merupakan tanda serius suatu penyakit yang mendasarinya. Penatalaksanaan kejang sering kali tidak dilakukan secara adekuat. Penggunaan obat yang kurang tepat dapat mengakibatkan kejang tidak terkontrol, depresi pernafasan dan rawat inap yang tidak diperlukan yang sangat merugikan pasien.

Penyebab kejang pada anak : Kejang demam Infeksi Infeksi intrakranial: meningitis, ensefalitis, abses Keracunan: alkohol, teofilin, kokain Gangguan metabolik: hipoglikemia, hiponatremia, hipernatremia, hipoksemia, hipokalsemia, hipomagnesemia, gangguan asam basa, defisiensi piridoksin, gagal ginjal, gagal hati Gangguan metabolik bawaan Trauma kepala Penghentian obat anti epilepsi mendadak lain-lain: ensefalopati hipertensi, tumor otak, perdarahan intrakranial idiopatik

II. TUJUAN : Mampu memberikan pengobatan kejang akut dan status epileptikus pada anak

Mampu memberikan pengobatan kejang pada neonatus

III. KEBIJAKAN : Penderita kejang pada bayi dan anak dapat tertangani di IGD, PICU, NICU dan ruangan.

IV. UNIT TERKAIT : Laboratorium, Radiologi, Mata, THT

V. PROSEDUR : Obat untuk menghentikan kejang akut dan mencegah kejang berikutnya :

Antikonvulsan dengan masa kerja singkat, penghentian kejang akut Obat Pemberian Dosis Ulangan Kecepatan Komentar pemberian Diazepam IV 0,3 mg/kg 5 menit < 2 mg/menit Tanpa max 10 mg dilarutkan Diazepam Rektal 0,5 mg/kg Tiap 5-10 max 10 mg menit Lorazepam IV, Sl 0,1 mg/kg 2 kali tiap 10 < 2 mg/menit Harus max 4 mg menit dilarutkan, hipotensi, depresi nafas Midazolam IM 0,2 mg/kg 2 kali tiap 5Hipotensi, max 10 mg 10 menit depesi nafas Fenitoin IV 20 mg/kg Tambahkan 5 1mg/kg/menit Hipotensi, max 1000 mg/kg iv bila aritmia, harus mg (30 masih kejang larutan non mg/kg) glukosa Fenobarbital IV 20mg/kg 1mg/kg/menit Pilihan utama max 600 mg neonatus (30 mg/kg) depresi nafas terutama setelah diazepam Bila telah dengan fenitoin dan fenobarbital dapat diberikan lagi 5 mg/kg. Dosis

berikutnya berdasarkan kadar antikonvulsan darah Keterangan : IV (intra vena), IM (intra muskuler), SL (sub lingual)

Protokol Penatalaksanaan Kejang Akut dan Status Epileptikus pada Anak :

Pastikan jalan nafas, pernafasan dan sirkulasi baik 0-5 menit Diazepam 0,3 mg/kg iv, max 10 mg 0,5-0,75 mg/kg per rektal Midazolam 0,2 mg/kg im Kejang belum berhenti dalam 5-10 menit, ulang dengan dosis dan cara sama 10 menit Diazepam 0,3 mg/kg iv, max 10 mg 0,5-0,75 mg/kg per rektal Midazolam 0,2 mg/kg im 15 menit Fenitoin 20 mg/kg iv max 1 gram IV drip 20 menit dalam 50 ml NaCL (infus 1mg/kg/menit) 35 menit Fenobarbital 20 mg/kg iv, bolus 5-10 menit (infus 1 mg/kg/menit) hati-hati depresi pernafasan Bila masih kejang setelah 10 menit pemberian fenobarbital, terapi sebagai status epileptikus refrakter 45-60 menit Midazolam IV infus Bolus 0,2 mg/kg dilanjutkan drip 0,02-0,4 mg/kg/jam.Pertimbangkan tambahan fenobarbital 10-15 mg/kg. Bila tidak kejang selama 24 jam, tukar midazolam 1g/menit setiap 15 menit.