Anda di halaman 1dari 8

LBM 2

STEP 1 Nodul Lesi berbentuk bulat atau lonjong padat dan dapat diraba karena menonjol. Letaknya bisa di kutis atau subkutis. Abses Kumpulan dari pus dalam suatu kavitas dengan diamater lebih dari 1 cm. Letaknya bisa di kutis atau subkutis dan berisi sel radang. Fistula Saluran abnormal yang bisa menghubungkan antara organ dalam dengan permukaan. Tes tuberkulin Tes untuk menentukan adanya infeksi tuberkulosis. Sikatriks Relief kulit yang abnormal, terdiri dari jaringan yang tidak utuh, bisa hipertrofi atau atrofi. Jika hipertrofi dan melebihi dari batas luka disebut keloid. Luka borok Sama dengan ulkus : kehilangan jaringan yang lebih dalam dari eskoriasi (stratum papillaris kulit) Krusta : luka dengan cairan yang mengering karena tidak dibersihkan dengan baik Deskripsi : luka terbuka, ada cairan yang setengah basah, ada yang mengering dan bisa terkelupas, agak dalam, dasar lukanya?
Borok adalah luka yang terbuka pada kulit, mata atau membran mukosa yang sering disebabkan oleh peradangan, infeksi, kanker, hipertensi, diabetes, dan lain-lain. Penyebab lain borok pada kulit termasuk tekanan dari berbagai sumber. Borok adah luka yang berkembang pada kulit, membran mukosa dan mata.

STEP 2 1. Mengapa pasien mengeluhkan adanya benjolan di tulang selangka kanan, benjolannya itu apa, dan bagaimana bisa pecah lalu menjadi luka borok?

Skrofuloderma biasanya dimulai sebagai infeksi kelenjar getah bening (limfadenitis tuberculosis) berupa pembesaran kelenjar getah bening . Kelenjar getah bening ini konsistensinya padat pada perabaan. Mula mula hanya beberapa kelenjar yang diserang, lalu makin banyak dan berkonfluensi . Selanjutnya berkembang menjadi periadenitis yang menyebabkan perlekatan kelenjar tersebut dengan jaringan sekitarnya. Kemudian kelenjar tersebut mengalami perlunakan yang tidak serentak, menyebabkan konsistensinya menjadi bermacam macam, yaitu didapati kelenjar getah bening melunak dan membentuk abses yang akan menembus kulit dan pecah , bila tidak disayat dan dikeluarkan nanahnya, abses ini disebut abses dingin artinya abses tersebut tidak panas maupun nyeri tekan, melainkan berfluktuasi (bergerak bila ditekan, menandakan bahwa isinya cair). Pada stadium selanjutnya terjadi perkejuan dan perlunakan, pecah dan mencari jalan keluar dengan menembus kulit di atasnya dengan demikian membentuk fistel . Kemudian fistel meluas hingga mejadi ulkus yang mempunyai sifat khas yakni bentuknya panjang dan tidak teratur , dan di sekitarnya berwarna merah kebiruan, dindingnya tergaung, jaringan granulasinya tertutup oleh pus yang purulen, jika mengering menjadi krusta warna kuning. Lesi dapat sembuh secara spontan namun memerlukan waktu dalam beberapa tahun dengan meninggalkan bekas luka (sikatriks) yang memanjang dan tidak teratur. Jembatan kulit (skin bridge) kadang kadang terdapat di atas sikatriks, biasanya berbentuk seperti tali yang kedua ujungnya melekat pada sikatriks tersebut.

Siklus munculnya penyakit ini adalah bakteria dapat masuk melalui makanan ke rongga mulut dan melalui tonsil mencapai kelenjar limfa di leher, sering tanpa tanda TBC paru. Kelenjar yang sakit akan membengkak dan mungkin sedikit nyeri. Mungkin secara berangsur kelenjar di dekatnya satu demi satu terkena radang yang khas dan dingin ini. Di samping itu, dapat terjadi juga perilimfadenitis sehingga beberapa kelenjar melekat satu sama lain berbentuk massa. Bila mengenai kulit, kulit akan meradang, merah, bengkak, mungkin sedikit nyeri. Kulit akhirnya menipis dan jebol, mengeluarkan bahan keperti keju. Tukak yang terbentuk akan berwarna pucat dengan tepi membiru dan menggangsir, disertai sekret yang jernih. Tukak kronik itu dapat sembuh dan meninggalkan jaringan parut yang tipis atau berbintil-bintil. Suatu saat tukak meradang lagi dan mengeluarkan bahan seperti keju lagi, demikian berulang-ulang. Kulit seperti ini disebut skrofuloderma.

2. Mengapa luka tersebut bisa meninggalkan bekas luka berupa jaringan parut? 3. Adakah hubungan dengan riwayat ibu menderita TBC paru?

Drh. Hiswani. M kes Fakultas Kedokteran USU

4. Mengapa dokter menyarankan untuk dilakukan tes tuberkulin, bagaimana caranya dan interpretasinya?

uji tuberkulin merupakan pemeriksaan paling bermanfaat untuk menunjukkan sedang/pernah terinfeksi Mikobakterium tuberkulosa dan sering digunakan dalam "Screening TBC". Efektifitas dalam menemukan infeksi TBC dengan uji tuberkulin adalah lebih dari 90%.

Bagaimana cara pemeriksaan tes tuberkulin Ada beberapa cara melakukan uji tuberkulin, namun sampai sekarang caramantoux lebih sering digunakan. Lokasi penyuntikan uji mantoux umumnya pada bagian atas lengan bawah kiri bagian depan, disuntikkan intrakutan (ke dalam kulit). Penilaian uji tuberkulin dilakukan 4872 jam setelah penyuntikan dan diukur diameter dari pembengkakan (indurasi) yang terjadi.

Penyakit TBC biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk, dan pada anak-anak sumber infeksi umumnya berasal dari penderita TBC dewasa. Bakteri ini bila sering masuk dan terkumpul di dalam paru-paru akan berkembang biak menjadi banyak (terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah), dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening. Oleh sebab itulah infeksi TBC dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti: paru-paru, otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, kelenjar getah

bening, dan lain-lain, meskipun demikian organ tubuh yang paling sering terkena yaitu paruparu. 1. Pembengkakan (Indurasi) Pembengkakan (Indurasi) : 04mm,uji mantoux negatif. Arti klinis : tidak ada infeksiMikobakterium tuberkulosa. : 39mm,uji mantoux meragukan. Hal ini bisa karena kesalahan teknik, reaksi silang denganMikobakterium atipik atau setelah vaksinasi BCG. : 10mm,uji mantoux positif. Arti klinis : sedang atau pernah terinfeksi Mikobakterium tuberkulosa.

2.

3.

Pembengkakan (Indurasi)

Pemeriksaan radiologis dapat memperkuat diagnosis, karena lebih 95% infeksi primer terjadi di paru-paru maka secara rutin foto thorax harus dilakukan. Ditemukannya kuman Mikobakterium tuberkulosa dari kultur merupakandiagnostik TBC yang positif, namun tidak mudah untuk menemukannya. Klasifikasi TBC (menurut The American Thoracic Society, 1981) Klasifikasi 0 Klasifikasi I Klasifikasi II Klasifikasi III Klasifikasi IV Klasifikasi V Tidak pernah terinfeksi, tidak ada kontak, tidak menderita TBC Tidak pernah terinfeksi,ada riwayat kontak,tidak menderita TBC Terinfeksi TBC / test tuberkulin ( + ), tetapi tidak menderita TBC (gejala TBC tidak ada, radiologi tidak mendukung dan bakteriologi negatif). Sedang menderita TBC Pernah TBC, tapi saat ini tidak ada penyakit aktif Dicurigai TBC

5. Mengapa pada px dermatologi ditemukan nodul, abses, dan fistula yang multiple? 6. Mengapa pada benjolan tidak dirasakan nyeri? Karena mic.tuberculosis menyerang sistem saraf otonom atau saraf perifer karena ada lesi keunguan berarti ada nekrosis vaskuler setempat sistem saraf terganggu tidak terasa nyeri Sumber :kuliah pakar tbc kutis Dr.Pasid Herlisa.Sp.KK

7. Apa setiap benjolan yang pecah dapat menjadi borok atau tidak? Mengapa?

STEP 3 1. Mengapa pasien mengeluhkan adanya benjolan di atas tulang selangka kanan, benjolannya itu apa, dan bagaimana bisa pecah lalu menjadi luka borok? Diatas tulang selangka pembuluh limfe. Diduga ada inflamasi banyak sel radang membesar tekanan meningkat pecah luka borok Inhalasi droplet dari ibu masuk saluran nafas orofaring ada basil untuk pertahanan bakteri hidup di sitoplasma makrofag masuk ke jalur limfogen Bakteri TB menyerang sistem imun yang diserang sel T imunosupresif TB limfedenitis tuberkulosis KGB membesar periadenitis jaringan getah bening melekat ke jaringan sekitar KGB jadi lunak dan kenyal banyak infiltrat tidak bisa mempertahankan pecahnya dimanaaaaa (di dalam, di sub kutis) menyebabkan adanya fistula meluas jadi ulkus Yang sembuh spontan akan meninggalkan jaringan parut (sikatrik) krn penumpukan kolagen. Proses fagosit tanpa membunuh? Di kanan? Abses itu apakah harus pecah? Kenapa? M. tuberkulosa bisa menyebabkan pecahnya abses atau tidak? Kenapa jadi borok dan tidak bisa sembuh sendiri? Jaringan yang bisa sembuh sendiri itu jaringan yang seperti apa? Bagaimana membedakannya? Di servikal cupula pulmo ada di belakang klavikula lebih dekat ke supraklavikula dibandingkan dengan axila. ALIRAN LIMFE di ekstremitas atas

KGB ada di servikal, axila, inguinal. 2. Mengapa luka tersebut bisa meninggalkan bekas luka berupa jaringan parut? Jaringan itu apa saja? Jaringan adiposa, jaringan otot, jaringan fibrosa, jaringan apalagi? Semua jaringan bisa jadi jaringan parut? Deskripsi jaringan parut? Mekanisme terbentuknya jaringan parut? 3. Adakah hubungan dengan riwayat ibu menderita TBC paru? Ada, melalui droplet yang diinhalasi, .... TB punya lipid peptodeglikan dan ... yang disukai oleh makrofag shg tidak dibunuh oleh makrofag. 4. Mengapa dokter menyarankan untuk dilakukan tes tuberkulin, bagaimana cara dan interpretasinya? Tes mantoux : untuk mengetahui apakah pasien tsb pernah atau sedang terinfeksi virus TB Suntik cairan mantoux (antigen tuberkulin yang akan memberikan perlawanan), membentuk indurasi ditunggu selama 48-72 jam (reaksi imun yang terjadi hipersensitifitas tipe 4), dilihat apakah ada perubahan diameter cairannya atau tidak. Sama dengan reaksi alergi? 5. Mengapa pada px dermatologi ditemukan nodul, abses, dan fistula yang multiple? Fistula itu tertutup atau terbuka? Isinya? Fistula itu terbuka dan isinya tergantung dari hubungan organ dengan permukaannya. Bagaimana terjadinya fistula? Apakah sama fistula di kasus ini dengan fistula ani? Fistula dengan komedo? 6. Mengapa pada benjolan tidak dirasakan nyeri? Tidak menekan persarafan. Limfadenitis indikator inflamasi (ada sitokin) tapi kenapa tidak nyeri? 7. Apa setiap benjolan yang pecah dapat menjadi borok atau tidak? Mengapa? Bisa tidak sembuh sendiri? Syarat luka yang bisa sembuh sendiri? Bagaimana?

Anda mungkin juga menyukai