ISSN: 2087-5967

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada

Kupas Tuntas Pengelolaan
Keuangan Badan Layanan Umum
(PK-BLU) di UGM

14

Edisi 14
Maret 2013

PREFACE

S

yukur atas Tuhan YME, EB News hadir kembali di tengah-tengah
pembaca setia. Melalui edisi ini kami mengucapkan selamat
tahun baru 2013, semoga kesuksesan selalu menyertai kita.
Edisi ke-14 ini EB News hadir dengan tema yang sedang hangat
diperbincangkan. Ulasan mengenai status Badan Layanan Umum akan
disajikan dalam rubrik Special Report. Keberadaan Hutan Pardian yang
berlokasi di samping balairung juga mewarnai EB News dalam rublik
Around Bulaksumur.
EB News juga menampilkan sosok inspiratif Dr. Rahmad Waluyanto
dalam rubrik Alumni Corner. Perkembangan baru dalam dunia
akademik juga diulas di edisi ini lewat perjanjian kerja sama baru
antara Fakultas Ekonomika dan Bisnis dengan universitas di Korea
Selatan, EWHA Womans University, yang membuka kesempatan luas
bagi sivitas akademika untuk mendapatkan kesempatan pertukaran
dosen dan mahasiswa di sana.
Semoga EB News edisi ke-14 ini membawa inspirasi bagi pembaca
setia. Selamat membaca!
Terima kasih.
Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc., Ph.D.
Dekan FEB UGM

Penanggung Jawab
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada

Diterbitkan oleh

Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada
Jl. Sosio Humaniora No 1
Bulaksumur, Yogyakarta 55281
T: + 62 274 548 510 (hunting)
F: + 62 274 563 212
E: dekan@feb.ugm.ac.id
W: http://www.feb.ugm.ac.id

Muhammad Edhie Purnawan, M.A., Ph.D
(Wakil Dekan Bidang Penelitian,
Pengabdian kepada Masyarakat, Alumni
dan Kerjasama)

Pengarah
Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc, Ph.D
(Dekan)
B.M. Purwanto, MBA., Ph.D
(Wakil dekan Bidang Akademik dan
Kemahasiswaan)
Prof. Dr. Slamet Sugiri, M.B.A., Akt.
(Wakil Dekan Bidang Keuangan
Administrasi dan Sumber Daya Manusia)
Eko Suwardi, M.Sc., Ph.D
(Wakil Dekan Bidang Perencanaan dan
Teknologi Informasi)

2

Tim Liputan
Hestining Kurniastuti
Aina Vidya Tama
Dwi Andi Rohmatika
Rahmat Dwi Santoso
Prima Yustitia Lukitasari
Poppy Laksita

Artistik
Royyan Wicaksono
Alkhapila Nahri Z

CONTENTS
WHAT’S UP FEB

ADVERTORIAL

29

23 Tahun Mbalik Kampus

4

LECTURER’S ARTICLE

Mahasiswa Punya Gawe

6

Kompetisi Danone Young Social
Entrepreneur 2012: Kompak dan
Kreatif Kunci Sukses Drupadi

30

8

I Wayan Nuka Lantara
“Manajemen Risiko dan Derivatif
Cuaca”
ALUMNI CORNER

33
35

Welcome Cocktail 2013

10

OTHERS

Magister Sains Dan Doktor

14

NEWS FROM ABROAD

Magister Akuntansi

16

Magister Manajemen

19

Magister Ekonomika
Pembangunan
Program Profesi Akuntansi

Singgih Wijayana
Bersama Kesulitan Selalu Ada
Kemudahan

40

STUDENT CORNER

20

42

PARTNERSHIP

43

24

SCHOLARSHIP AND
RECRUITMENT

43

FACILITIES

44

UNIT NEWS

46

SPECIAL REPORT

WHO’S WHO

Kupas Tuntas Pengelolaan
Keuangan Badan Layanan Umum
(PK-BLU) di UGM

26

Heru Edi Yulianto, Dedikasi
Tinggi dalam Setiap Situasi

52

AROUND
BULAKSUMUR

53

FEB IN PICTURES

54

EXCHANGE
STUDENTS’
COMMENTS

55

3

WHAT’S UP FEB

23 Tahun Mbalik
Kampus

Temu Alumni Akuntansi FEB
UGM Angkatan 1989

M

asa kuliah menyimpan kenangan tersendiri yang
tidak mudah dilupakan. Hal ini telah mengilhami
terselenggaranya temu alumni Jurusan Akuntansi
FEB UGM angkatan 1989 dengan tema “23 Tahun Mbalik
Kampus”. Acara yang jatuh pada Sabtu (22/12) ini bertujuan
untuk menyambung kembali tali silaturahmi alumni yang
selama ini telah renggang karena kesibukan masing-masing.
Pramono Hardjanto selaku ketua panitia reuni mengungkapkan,
“Humanisme UGM jangan sampai hilang. Anda boleh profesional,
tapi jangan sampai melupakan bahwa kita punya root UGM”. Ia
berharap reuni selanjutnya yang ke-25 dapat dihadiri bukan
hanya dari Jurusan Akuntansi saja, melainkan seluruh mahasiswa
FEB UGM angkatan 1989. Untuk itu, reuni ini digunakan sebagai
ajang pemanasan untuk memotivasi persiapan reuni perak
tersebut yang akan jatuh dua tahun lagi.
Kegiatan ini berjalan lancar dan meriah dengan mengambil
tempat di Selasar FEB UGM pada malam hari. Dekorasi dan
jamuan makanan sengaja disiapkan bertemakan era 90-an
untuk memperkuat kesan nostalgia mbalik kampus. Setiap tamu
undangan yang datang mendapatkan suvenir kaus cantik sebagai
kenang-kenangan. Selain itu, tamu laki-laki juga memperoleh
blangkon, sedang tamu perempuan memperoleh selendang
kecil. Acara ini juga dihadiri jajaran manajemen fakultas, seperti
Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc, Ph.D., Muhammad Edhie
Purnawan, M.A, Ph.D., Eko Suwardi, M.Sc., Ph.D., Ketua Jurusan
Akuntansi Mahfud Sholihin, M.Acc, Ph.D. dan Wakil Rektor
Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sistem Informasi Dr. Didi
Achjari, M.Com. yang juga merupakan salah satu alumni Jurusan
Akuntansi 1989.
Wihana selaku Dekan FEB UGM menyampaikan sambutannya

4

sebagai
perwakilan
fakultas
dengan
mengungkapkan
dukungannya terhadap kegiatan serupa dan berharap dapat
terselenggaranya kegiatan temu alumni lain untuk memperkuat
hubungan fakultas dengan para alumni. Dalam kegiatan tersebut
juga turut diberikan secara simbolis beasiswa alumni angkatan
1989 kepada Alfian Andre Yulianto (Akuntansi 2010) dan Malvinda
Apik Gusumawati (Akuntansi 2009) setelah terpilih melalui tahap
seleksi. Acara diakhiri dengan pemutaran dokumentasi foto
kenangan alumni angkatan 1989 ketika menjadi mahasiswa FEB
UGM. [rahmat]

Alumni Gathering FEB UGM

Inisiasi Alumni FEB UGM dalam Mempersiapkan Indonesia Maju

P

ada hari Minggu (2/12) di kampus UGM Jakarta, Fakultas
Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM berhasil menggelar Alumni
Gathering 2012 dengan tajuk “Inisiasi Alumni FEB UGM
dalam Mempersiapkan Indonesia Maju”. Kegiatan ini merupakan
agenda rutin tahunan bagi FEB UGM untuk menjembatani
komunikasi aktif pihak fakultas dengan para alumni.
Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc., Ph.D. selaku Dekan FEB dalam
sambutannya mengungkapkan bahwa kegiatan temu alumni
pada kesempatan tersebut sangat strategis karena secara khusus
mengundang alumni-alumni FEB UGM yang menduduki posisi
strategis baik di sektor swasta maupun pemerintah. Para alumni
akan berbicara mengenai ide dan gagasannya untuk kemajuan
almamater serta peran alumni dalam memajukan bangsa.
Dalam acara yang dikemas menyerupai talk show tersebut, secara
bergantian alumni menyampaikan gagasan dan pemikirannya.
Alumni tersebut di antaranya adalah Anies Baswedan (angkatan
1989), Bambang Sudibyo (angkatan 1972), Djauhari Oeratmangun
(angkatan 1976), M. Zamkhani (angkatan 1985), Perry Warjiyo
(angkatan 1977), Ainun Na’im (angkatan 1979), Denny Puspa
Purbasari (angkatan 1993), Zainal Sudjais (angkatan 1962), R.
Agus Sartono (angkatan 1982) dan Nasjid Majidi (angkatan

1983) didampingi moderator A. Tony Prasetiantono (angkatan
1981) dan Muhammad Edhie Purnawan (angkatan 1986).
Dalam kesempatan terpisah, Wihana juga menyampaikan
program-program alumni yang telah berjalan hingga saat ini.
Melalui program-program tersebut telah terhimpun dana kurang
lebih 600 juta rupiah yang sebagian besar dialokasikan untuk
beasiswa mahasiswa. Selain itu juga terhimpun sumbangan
sebesar 100 juta rupiah dari angkatan 1976 untuk pembangunan
Gedung Pertamina Tower FEB UGM. Wihana berharap Alumni
Gathering ini dapat membentuk dan memperluas jejaring alumni
FEB UGM di tingkat nasional maupun internasional sehingga
alumni dapat berkontribusi kembali terhadap almamater melalui
program alumni back to campus.
Sebagai penghargaan bagi alumni yang telah memberikan
kontribusi banyak kepada fakultas, FEB UGM memberikan
penghargaan berupa piagam Alumni Award yang diserahkan
oleh Prof. Wihana kepada perwakilan alumni FEB UGM angkatan
1959, 1973, 1975, 1976, dan 1979. [rahmat]

5

WHAT’S UP FEB

Mahasiswa Punya Gawe

T

ahun 2012 lalu menjadi tahun yang padat agenda bagi kampus FEB UGM. Beragam kegiatan Dies Natalis ke-57 yang diinisiasi
para dosen dan karyawan telah digelar dengan sukses. Seakan tidak mau kalah dari dosen dan karyawan, para mahasiswa pun
aktif menyalurkan bakat dan kreativitas mereka melalui kegiatan yang diorganisasi oleh setiap organisasi mahasiswa. Berikut
gawean para mahasiswa FEB UGM sepanjang tahun 2012 lalu:

1. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
Ekonomi Bebas Korupsi

Masih mengusung semangat anti korupsi bertemakan “High Political Cost and Money Laundering” BEM mengadakan serangkaian
acara dengan agenda utama Konferensi Mahasiswa (5/10) dan Seminar Ekonomi Bebas Korupsi (6/10). EBK menghadirkan tokoh
nasional seperti Wanda Hamidah, Marrisa Haque, M. Yusuf (Kepala PPATK), dan Oce Madril.

2. Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi
(Himiespa)
Forum Studi dan Diskusi Ekonomi
Himiespa sukses menyelenggarakan event bertaraf Internasional
dalam FSDE 2012. Selain Seminar Internasional (10/11) yang diisi
oleh pembicara dunia seperti World Bank dan USAID, FSDE juga
menyelenggarakan kompetisi essay internasional dan kompetisi
ekonomi bagi siswa SMA se-Indonesia (9/11).

6

3. Ikatan Keluarga Mahasiswa Manajemen
(Ikamma)
Management’s Events

8. Equilibrium (EQ)
Equilibrium Annual Activity

Sustainability merupakan isu penting yang diangkat dalam event
terbesar mahasiswa manajemen 2012 lalu. Management’s Events
2012 dikemas dalam beragam acara menarik seperti Seminar
“Green Collar Economy” (8/12) dan Kompetisi Business Case
tingkat Nasional (13/12-15/12).

Menulis dan menginspirasi adalah topik acara yang dikemas oleh
organisasi pers mahasiswa ini. Melalui rangkaian acara pameran
fotografi, workshop fotografi & kepenulisan, dan ditutup dengan
Talkshow Journaligth (20/10) di mana EQUALITY mengajak anak
muda untuk selalu berbagi inspirasi.

4. Ikatan Mahasiswa Akuntansi Gadjah Mada
(Imagama)
Gadjah Mada Acoounting Days

9. Syariah Economics Forum (SEF)
Syariah Economics This Year

IMAGAMA kembali mengadakan event tahunan GMAD “Good
Accounting for Excellent Business”. Beragam acara digelar untuk
memeriahkan GMAD 2012 seperti seminar nasional (28/4),
Konferensi Internasional Mahasiswa (10/5-11/5), dan Kompetisi
Akuntansi Nasional (10/5-12/5).

5. Jamaah Mahasiswa Muslim Ekonomi
(JMME)
JMME Fair
“Menembus Cakrawal Peradaban Islam Dunia” menjadi tema
yang diangkat pada JMME Fair tahun 2012 lalu (14/5-18/5).
JMME Fair dikemas sangat kreatif dengan beragam acara seperti
Tabligh Akbar bersama Ustadz Nizam Zulfikar (Dai Muda ANTV)
dan beda buku “99 Cahaya di Langit Eropa” karya dosen FEB
UGM Rangga Almahendra.

6. Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK)
Perayaan Natal Bersama
Berbagi damai dan kasih Natal menjadi kegiatan utama PMK.
Perayaan Natal PMK (21/12) diselenggarakan di Universitas
Kristen Duta Wacana bersama dengan mahasiswa Kristen UGM
lainnya.

SEF FEB UGM mengemas semangat wirausaha dalam konteks
Islam melalui Seminar Internasional “Building Business through
Islamicpreneurship” (13/10). Seminar ini diisi oleh para pemateri
profesional seperti Andrew White, Muhammad Assad, dan
Veithzal Rivai.

7. Keluarga Mahasiswa Katholik (KMK)
Catholic and Christian Econolympics

10. Pecinta Alam Mahasiswa Ekonomi
(PALMAE)
Pendakian Massal dan Fun Rafting

Tidak hanya sehat secara rohani, organisasi mahasiswa
Katolik ini juga menyadari pentingnya menjaga kesehatan
jasmani dan kreativitas. Di penghujung tahun 2012 lalu KMK
menyelenggarakan CEO (3/12-8/12) sebuah kompetisi seni dan
olahraga yang diikuti oleh mahasiswa Kristen dan Katolik di UGM.
Kompetisi ini memperebutkan juara dari cabang olahraga futsal
dan cabang kesenian vocal group.

Dekat dengan alam tetap menjadi tema besar dari kegiatan para
mahasiswa pecinta alam ini. PALMAE FEB UGM menyelenggarakan
beragam aktivitas yang seru dan menantang seperti Pendakian
Massal Gunung Merbabu (25/5-27/5) dan Fun Rafting Sungai Elo
Magelang (4/11). [poppy]

7

WHAT’S UP FEB

Kompetisi Danone Young Social
Entrepreneur 2012:
Kompak dan Kreatif Kunci Sukses Drupadi

K

ompetisi tahunan bergengsi Danone Young Social
Entrepreneur 2012, melahirkan sebuah kelompok mahasiswa
berprestasi di UGM. Menjadikan tokoh pewayangan
Drupadi sebagai nama kelompok mereka, Irwanto (IUP Akuntansi
2010), Fadli Ariesta (Manajemen 2010), Nadia Paramitha Priasti
(Manajemen 2010), Grahita Disti Paremsthie (Hukum 2010), dan
Helmi Thantawi (Teknik Nuklir 2010), berharap kelompok ini dapat
layaknya Dewi Drupadi yang teguh dalam mencapai hal-hal yang
diperjuangkan. Irwanto, ketua tim Drupadi, mengungkapkan
bahwa kelompok ini terbentuk karena persahabatan yang telah
lama terjalin satu sama lain sehingga mudah membangun
kecocokan dan kekompakan dalam tim.

kompetisi Danone Young Social Entrepreneur 2012.

Dalam kompetisi ini, setiap tim diharuskan menciptakan suatu ide
bisnis yang tidak hanya menarik tetapi juga mampu meningkatkan
kesejahteraan kelompok masyarakat yang termarginalkan.
Drupadi dengan kreatif menciptakan suatu ide bisnis unik yaitu
pemberdayaan waria di Yogyakarta. “Waria dipilih sebagai
sasaran karena waria sangat sering kita temui di Yogyakarta
dan sayangnya minim program pemerintah yang berkaitan
dengan memperhatikan waria”, ungkap Irwanto. Pemberdayaan
ini dilakukan dengan tujuan waria dapat lebih mandiri melalui
wirusaha di bidang fashion dan mode. Drupadi mengintegrasikan
potensi pengrajin kulit ikan pari di Bantul dengan pelatihan
wirusaha bagi para waria di Yogyakarta. Ide bisnis unik ini pun
sukses meraih penghargaan sebagai lima ide bisnis terbaik dalam

Selepas kompetisi ini, Drupadi akan mengeksekusi ide bisnis
mereka langsung pada target bisnis. Mereka berharap ide
bisnis yang mereka berikan ini mampu memberikan manfaat
yang berkelanjutan bagi para waria di Yogyakarta. Drupadi pun
membagi saran dan tips kesuksesan mereka di kompetisi Danone
Young Social Entrepreneur 2012 lalu. “Jangan malu dan minder
dalam berkompetisi, tunjukkan potensi dan kemampuan kalian
apa adanya sehingga terlihat kualitas diri kalian yang sebenarnya,”
saran Tim Drupadi. [poppy]

8

Selama kompetisi ini, para anggota tim merasakan banyak suka
duka dan pengalaman yang berharga. Selain mempresentasikan
ide bisnisnya, setiap tim juga ditantang untuk melakukan kegiatan
lain seperti lomba yel dan pameran ide bisnis. Kekompakan
Drupadi pun terbukti dengan kemenangan mereka dalam lomba
yel-yel. Drupadi terpilih sebagai tim dengan yel-yel paling kreatif
dan kompak. Stan Drupadi pun termasuk stand yang menarik dan
atraktif di antara tim lain. Tim Drupadi tidak sekedar memamerkan
ide bisnis yang diciptakan, mereka juga memeriahkan stan
pameran dengan kostum yang unik dan flash mob.

WHAT’S UP FEB

Reuni Perak Angkatan ‘87 FEB UGM

D

ua puluh lima tahun telah berlalu, tapi kenangan menjadi
mahasiswa masih melekat kuat bagi alumni FEB UGM
angkatan ‘87. Momentum ini disambut baik dengan
menyelenggarakan Reuni Perak Angkatan 1987 pada hari Sabtu
(8/12) dengan mengambil tempat di kampus S1 FEB UGM dan
University Club (UC) Hotel UGM. Kegiatan ini dikemas dalam dua
agenda: agenda pertama adalah kunjungan ke kampus FEB UGM
dan pertemuan dengan Dekan FEB UGM, Prof. Wihana Kirana
Jaya, M.Soc.Sc., Ph.D. di Ruang Auditorium S1, dan agenda kedua
yang sekaligus juga acara puncak adalah Temu Kangen Alumni
dan makan malam bersama yang berlangsung di Hall Room UC
Hotel UGM.
Wahyu Anggono, ketua panitia reuni mengungkapkan, “Dari 287
orang alumni yang terdaftar, 102 orang konfirmasi hadir, namun
ada empat peserta yang membatalkan sehingga yang hadir di
sini ada 98 alumni.” Wahyu menambahkan bahwa reuni pada
kesempatan ini merupakan reuni yang terbesar bagi angkatan
’87. Sebelumnya memang telah diselenggarakan beberapa
reuni, tapi hanya dalam skala kecil dan belum mengakomodasi
semua jurusan. “Kita tidak mau menyia-nyiakan momentum

perak ini, harus bisa kumpul, harus ada reuni,” imbuhnya dengan
bersemangat.
Acara puncak berjalan dengan lancar dan meriah. Senyum dan
tawa lepas tampak dari raut para alumni yang sedang berbincang
dengan kawan lama. Hiburan musik dengan lagu-lagu lawas
semakin menambah marak suasana. Acara pertama pada
pertemuan malam itu adalah foto bersama. Para alumni tampak
tidak canggung dan penuh ekspresi dalam berfoto. Acara kedua
dilanjutkan dengan perkenalan alumni. Satu orang perwakilan
dari tiap jurusan maju ke atas panggung untuk menyebut namanama rekannya yang hadir. Perkenalan ini dimulai dari jurusan
Akuntansi, Manajemen, kemudian Ilmu Ekonomi. Agenda terakhir
adalah pemilihan penanggung jawab (PJ) wilayah per jurusan. Hal
ini untuk memudahkan komunikasi antaralumni jika di kemudian
hari diselenggarakan kegiatan bersama yang melibatkan alumni.
Dalam kegiatan reuni ini hadir tiga dosen aktif FEB UGM yang juga
merupakan angkatan ’87: Ketua Jurusan Manajemen, Dr. Sahid
Susilo Nugroho, M.Sc., dosen Jurusan Akuntansi, Dr. Rusdi Akbar,
M.Sc., dan yang terakhir adalah dosen Jurusan Manajemen, Dra.
Reni Rosari, MBA. [rahmat]

9

WHAT’S UP FEB

Welcome Cocktail 2013
Selamat Datang di Kampus Oranye

S

eperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Fakultas
Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB
UGM) kembali menerima puluhan mahasiswa asing untuk
menempuh studi di kampus oranye ini. Acara penyambutan
bagi mahasiswa asing bertajuk “Welcome Cocktail” pun telah
diselenggarakan (8/2) bertempat di lantai 7 Gedung Pertamina
Tower FEB UGM. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran dekanat,
dosen dan pengurus jurusan, staf fakultas, Badan Eksekutif
Mahasiswa, student ambassador dan tentunya para mahasiswa
asing. Tahun ini FEB UGM menerima sebanyak tujuh belas
mahasiswa asing yang datang dari berbagai negara seperi
Perancis, Jerman, dan Belanda. Mereka akan menempuh studi
di FEB UGM baik dalam program student exchange dan double
degree. Welcome Cocktail diawali dengan penjelasan mengenai
peraturan akademik dan nonakademik bagi para mahasiswa asing
selama menempuh studi di kampus FEB UGM yang dipaparkan
oleh Dr. Rangga Almahendra. Memperkenalkan mengenai aturan
akademik dan nonakademik merupakan hal yang penting untuk
diketahui oleh mahasiswa asing agar mampu menempuh studi
dengan lancar.
Bukan hanya sebatas penjelasan mengenai peraturan fakultas
saja yang dijelaskan, melainkan juga perkenalan tentang
kehidupan kampus dan mahasiswa di luar kelas oleh Badan
Eksekutif Mahasiswa (BEM FEB UGM). “Mahasiswa asing mampu

10

memberikan banyak inspirasi dan berbagi wawasan global
bagi mahasiswa FEB UGM,” ungkap Ketua BEM FEB UGM,
Aldo Egi (Akuntansi, 2011). Welcome Cocktail berjalan sangat
menyenangkan. Para mahasiswa asing mulai mengenal dan dekat
dengan sivitas akademika UGM baik dosen, karyawan, maupun
mahasiswa. Dalam pidato penyambutannya, Wakil Dekan Bidang
Akademik dan Kemahasiswaan FEB UGM, B. M. Purwanto, Ph.D,
menyatakan bahwa para mahasiswa asing diharapkan tidak
menghabiskan waktu di kampus hanya untuk belajar saja. Para
mahasiswa asing sangat disarankan untuk mengikuti kegiatan
ekstra di luar kelas baik olahraga maupun seni seperti softball
dan gamelan. Bahkan, Purwanto pun mengajak para mahasiswa
asing untuk ikut bertanding voli dengan para dosen setiap
Minggu pagi. “Hanya pada saat pertandingan voli itu kalian
dapat melempar bola ke Profesor tanpa akan dimarahi,” gurau
Purwanto.
Welcome Cocktail juga memperkenalkan para student
ambassador. Mereka adalah mahasiswa FEB UGM yang akan
menjadi teman dan membantu kebutuhan para mahasiswa asing
selama menjalani kehidupan di kampus. Student ambassador
tersebut terpilih dari seleksi oleh Kantor Urusan Internasional FEB
UGM. Melalui Welcome Cocktail ini diharapkan para mahasiswa
asing mampu mengenal kehidupan di kampus FEB UGM dengan
nyaman baik kegiatan di dalam kelas dan di luar kelas. [poppy]

WHAT’S UP FEB

Off The Cuff Class Bersama Widigdo
Sukarman

R

abu (19/12) lalu, FEB UGM mengundang Dr. Widigdo
Sukarman,
Presiden
Komisaris
Bank
Muamalat.
Kedatangannya ke kampus tercinta untuk berbagi cerita
dengan mahasiswa FEB UGM dalam acara SSC Bulan Desember
2012. Acara yang diadakan di ruang U204 ini berlangsung dari
pukul 08.30 hingga 09.30 WIB dan diikuti sekitar 50 mahasiswa.
Muhammad Edhie Purnawan, M.A., Ph.D., Wakil Dekan Bidang
Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Kerjasama dan Alumni, yang
membuka kuliah tamu tersebut mengungkapkan, ke depannya
FEB UGM akan mengundang tokoh-tokoh terkemuka di bidang
ekonomi, kewirausahaan, dan lainnya ke FEB UGM untuk berbagi
cerita dengan mahasiswa. Tanpa menunggu lama, Widigdo
memulai kuliah dengan menuliskan ‘off the cuff’ di papan tulis.
Menurutnya, kuliah ini adalah, “Tanpa rencana atau tidak ada
materi, jadi akan mengalir saja.”

mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan
individu untuk diterima kerja. Kelas terasa aktif karena
mahasiswa bergantian menyebutkan faktor yang menurut
mereka berpengaruh terhadap kesuksesan bersaing melamar
pekerjaan, mulai dari soft skills hingga komunikasi. Widigdo
mengungkapkan, “Semua faktor tadi tidak bisa diranking penting
tidaknya.” Menurutnya, faktor tersebut bisa berlainan dari satu
perusahaan ke perusahaan lain. Dari pengalaman Widigdo, kunci
agar bisa diterima kerja adalah penguasaan komunikasi dan
logical thinking. Selain itu, ia juga menuturkan tentang siklus
pekerjaan seseorang, mulai dari diterima, mengenali pekerjaan,
menguasai dan karir yang menanjak, dan akhirnya ketika karir
sudah mendekati pensiun, seseorang seharusnya mengajar agar
dapat membagi ilmu yang dikuasainya. Kuliah selama satu jam
ini diakhiri dengan nasihat dari Widigdo, “Jangan hafalkan, tetapi
pahami konteksnya.” [prima]

Pada kesempatan kali ini, Widigdo mengajak mahasiswa untuk

11

WHAT’S UP FEB

Tim Lexipal UGM Berjaya di Mandiri
Technopreneurship 2013

B

ermula dari kepedulian terhadap anak berkebutuhan khusus
dalam membaca dan menulis atau dikenal dengan istilah
disleksia, Tim Lexipal UGM yang terdiri dari Fransiska Vena
(Akuntansi 2008) bersama dengan kelima rekannya mahasiswa
UGM menciptakan alat terapi disleksia yang dinamakan Lexipal.
Lexipal merupakan aplikasi permainan pengucapan huruf dan kata
yang dijalankan melalui video game interaktif Microsoft Kinect.
Vena mengungkapkan umumnya anak penyandang disleksia
merasa kesulitan dengan metode belajar yang sudah ada. Hal
tersebut cenderung membuat anak bosan dan malas untuk
belajar. Dengan permainan ini, diharapkan dapat menumbuhkan
semangat anak dengan cara belajar yang menyenangkan.
Inovasi kreatif Tim Lexipal ini berhasil menyabet Pemenang
Terbaik II Kategori Teknologi Informasi ketika dilombakan dalam
Mandiri Young Technopreneurship di Hotel Sultan, Jakarta (17/01).
Atas prestasi tersebut, Tim Lexipal berhak atas hadiah uang tunai
sebesar 40 juta rupiah dan juga dana sponsor maksimum sebesar
satu miliar rupiah dari Bank Mandiri untuk mengembangkan
produk tersebut hingga masuk pasar.
Cara kerja permainan ini cukup unik. Dengan bantuan teknologi
speech recognition, Kinect akan menganalisis jawaban pemain.
Setiap kali penyandang disleksia berhasil mengucapkan huruf
atau kata dengan benar, seekor kera dalam aplikasi akan memanjat
naik menuju buah pisang idamannya dan akan memberikan skor
tertentu sesuai dengan tingkat kesulitan huruf atau kata.

12

Tim Lexipal awalnya terdiri dari empat mahasiswa Jurusan Teknik
Elektro Prodi Teknologi Informasi, yakni Muhamad Risqi Utama
Saputra, Kuntoro Adi Nugroho, Vina Sectiana Amretadewi,
Taufiq Almahsyur dan seorang dari Jurusan Sastra Perancis yakni
Vremita Desectia Amretasari. Untuk mempersiapkan Mandiri
Technopreneurship, Tim Lexipal sengaja mengundang Fransiska
Vena dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Jurusan Akuntansi untuk
mengembangkan sisi komersial dari produk. Hal ini dikarenakan
kompetisi ini bertujuan mencari inovasi produk yang memiliki
nilai jual secara bisnis.
Risqi Utama sebagai koordinator Tim Lexipal mengungkapkan
bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan membuat badan usaha resmi sebagai payung hukum bagi eksistensi perusahaan.
Dengan modal yang cukup besar, ia berharap dapat mengembangkan potensi Lexipal untuk membantu para penyandang disleksia. “Tanggapan tentang produk cukup bagus, sudah sering
saya mendapat telpon dari keluarga penyandang disleksia yang
menanyakan produk tersebut. Kami akan berusaha untuk membawa produk ini menuju pasar,” ungkap Risqi. Tim Lexipal berharap hasil temuannya ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan
kelak dapat menembus pasar internasional melalui Lexipal dan
produk turunannya. “Itulah mimpi kami, dan kami akan berusaha
dengan sebaik-baiknya untuk mewujudkannya,” tutup Risqi.
[rahmat]

Integrasi Industri ke dalam Kurikulum Fakultas:
Kuliah Umum Redenominasi Rupiah

D

alam rangka mengintegrasikan perkembangan industri/
sektor publik ke dalam kurikulum S1 di Fakultas
Ekonomika dan Bisnis UGM, pada hari Sabtu (16/3)
di Ruang Audiovisual diselenggarakan Kuliah Umum/Kuliah
Kebanksentralan yang mengundang dosen tamu dari Bank
Indonesia. Kuliah ini mengangkat topik mengenai Redenominasi
Rupiah.
Dr. Iskandar Simorangkir, Direktur Eksekutif DPSK (Direktorat
Pendidikan dan Studi Kebanksentralan) Bank Indonesia yang
sekaligus juga Ketua Tim Kajian Nasional Redenominasi Rupiah
tampil sebagai dosen tamu.
Dipandu oleh Muhammad Edhie Purnawan, Ph.D. sebagai
dosen pengampu mata kuliah Kebanksentralan, dosen tamu ini
menyampaikan detail rencana Redenominasi Rupiah yang akan
dilakukan oleh Pemerintah Indonesia bersama dengan Bank
Indonesia.
Redenominasi Rupiah sudah masuk ke dalam Program Legeslasi
Nasional di bawah otorisasi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
tahun 2013. Disampaikan oleh Iskandar bahwa Redenominasi
Rupiah adalah sebuah program ekonomi jangka menengah yang
akan dilakukan secara bertahap. Tahap-tahap yang akan dilalui

adalah Tahap Persiapan, Tahap Transisi, dan Tahap Phasing Out
di mana Rupiah Lama akan secara bertahap berganti menjadi
Rupiah Baru.
Sementara itu Edhie menyampaikan bahwa dengan banyaknya
angka nol, membuat nilai Rupiah sekarang ini cenderung
kurang berharga. Hal ini dibuktikan saat kita di luar negeri.
Kecenderungannya, kecuali pada money changer outlets di
bandara, Rupiah sulit ditukar dengan mata uang lain. Sukar kita
menukarkan Rupiah pada bank-bank di luar negeri. Di samping
itu, persepsi masyarakat asing di luar negeri terhadap mata uang
dengan nominasi yang banyak (angka nol-nya –red) biasanya
kurang bagus. Mereka cenderung memandang remeh negara
dengan mata uang yang angka nol-nya banyak.
Dalam Kuliah Umum itu disimpulkan bahwa perjalanan
Redenominasi Rupiah masih panjang dan masih dalam tahap
konsultasi kepada publik. Jika prasyarat Redenominasi Rupiah
dipenuhi dan mitigasi risiko dapat diantisipasi dengan baik, maka
diharapkan perekonomian Indonesia dapat memperoleh manfaat
ekonomi seperti yang dialami oleh negara lain, misalnya Turki,
Romania, Polandia, dan Ukraina yang telah berhasil melaksanakan
redenominasi mata uang mereka.

13

WHAT’S UP FEB

Magister Sains dan Doktor

Kolokium dan Konferensi Program
Doktor FEB UGM
Riset Kontemporer dalam Ekonomi dan Bisnis

P

rogram Doktor Ilmu Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi
FEB UGM bekerja sama dengan Forum Mahasiswa dan
Alumni Doktor FEB UGM (FORMADEGAMA) sukses
menyelenggarakan kegiatan Kolokium Presentasi Hasil Penelitian
dan Konferensi (28/11-29/11). Kolokium dan Konferensi
tahun ini mengangkat sebuah topik yang menarik, yaitu “Riset
Kontemporer dalam Ekonomi dan Bisnis”. Acara dibuka oleh
Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Prof. Wihana
Kirana Jaya, M.Soc.Sc., Ph.D. di hadapan peserta yang banyak
didominasi oleh mahasiswa S2 dan S3 se-Indonesia, akademisi
pengajar Metodologi Penelitian di perguruan tinggi se-Indonesia,
peneliti, dan praktisi bisnis. Konferensi yang dilaksanakan pada
hari pertama memaparkan materi dari empat pembicara: Prof.
Dr. Jogiyanto HM., MBA. (Metode Survey), Prof. Dr. Tri Widodo,
M.Ec.Dev. (Metode Kuantitatif), Dr. Ertambang Nahartyo, M.Sc.
(Metoda Eksperimen), dan Dr. Yulia Arisnani, MBA. (Metode
Kualitatif). Sedangkan Kolokium yang baru diselenggarakan
pada hari kedua mempresentasikan hasil karya 26 pemakalah

14

mahasiswa doktoral maupun akademisi dari seluruh Indonesia
yang telah lolos seleksi.
Makalah yang disajikan meliputi proposal penelitian maupun
bagian dari disertasi yang belum pernah dipublikasikan terkait
bidang ekonomika dan bisnis. Dari 26 makalah tersebut,
pemakalah terbaik diraih oleh Luciana Spica Almilia (STIE
PERBANAS Surabaya, Mahasiswa S3 Akuntansi UGM) dengan
judul “Model Belief Adjustment dalam Pengambilan Keputusan
Investasi”. Pemenang kedua adalah John Agustinus (Mahasiswa
S3 Universitas Brawijaya) dengan judul “Kajian Fenomonologi
Kinerja Keuangan dan Akuntabilitas Pengelolaan Dana Otonomi
Khusus Bidang Pendidikan di Provinsi Papua”, sedangkan
pemenang ketiga diraih oleh Dyah Ekaari Sekar Jatiningsih
(Mahasiswa S3 Akuntansi UGM) dan Dr. Mahfud Sholihin. M.Acc.
(Dosen FEB UGM) dengan judul “The Role of Cost Information in
New Product Development: An Interactive Effect between Type
and Strategy”.

Syukuran dan
Pelepasan Wisuda
Program Magister
Sains dan Doktor
Pisah Sambut
Pengelola Program
Magister Sains dan
Doktor
Atmosfer Baru di Awal 2013

M

enginjak tahun 2013 ini, Program Magister Sains dan
Doktor FEB UGM akan merasakan atmosfer baru.
Pasalnya, terhitung awal tahun 2013 Program ini akan
dipimpin oleh pengelola baru. Acara pisah sambut pengelola (7/1)
yang dilaksanakan di Auditorium BRI Program Magister Sains dan
Doktor FEB UGM dihadiri oleh segenap pengelola lama dan baru
serta karyawan program. Acara dibuka dengan sambutan dari
Dr. Supriyadi, M.Sc. selaku Ketua Pengelola periode sebelumnya
sekaligus memperkenalkan jajaran pengelola program yang
baru yaitu, Dr. Bambang Riyanto LS., MBA. (Ketua Program
dan Pengelola S2 S3 PS Akuntansi FEB UGM), Dr. Akhmad
Makhfatih, MA. (Wakil Ketua Bidang Administrasi dan Keuangan,
Pengelola S2 S3 PS Ilmu Ekonomi FEB UGM), dan Dr. Mamduh
M. Hanafi, MBA. (Wakil Ketua Bidang Akademik dan Pengelola
S2 S3 PS Manajemen FEB UGM). Dalam sambutannya, Supriyadi
menyampaikan kesan selama mengelola program dan ucapan
selamat bekerja kepada pengelola baru. Tak lupa Supriyadi juga
menyampaikan ucapan terima kasih dan permohonan maaf jika
ada kesalahan selama bekerja bersama kepada Dr. Amin Wibowo,
MBA. dan Dr. Artidiatun Adji, M.Ec., MA. sebagai rekan dalam
mengelola program selama periode kepengurusannya. Sebagai
Ketua Pengelola yang baru, Dr. Bambang Riyanto LS., MBA. pun
menyampaikan sepatah dua patah kata atas amanah baru yang
ditanggungnya. Acara ditutup dengan penandatanganan berita
acara serah terima, foto bersama, dan ramah tamah.

P

rogram Magister Sains dan Doktor FEB UGM kembali
melepas anak didiknya. Untuk merayakan kesuksesan
mahasiswa dalam menyelesaikan studi, acara Syukuran
dan Pelepasan Wisuda (29/1) dilaksanakan di Ruang Auditorium
BRI Program MSi dan Doktor. Acara ini dihadiri oleh wisudawan
beserta para pendamping dan pengelola program. Dr. Bambang
Riyanto LS., MBA. selaku Ketua Pengelola menyampaikan
bahwa pada periode Januari 2013 ini Program Magister Sains
dan Doktor FEB UGM meluluskan tiga orang mahasiswa dari
Program Studi Akuntansi, empat orang mahasiswa dari Program
Studi Manajemen, 15 orang mahasiswa dari Program Studi
Ilmu Ekonomi, dan satu orang mahasiswa dari Program Doktor
Akuntansi. Dari 15 wisudawan Program Studi Ilmu Ekonomi, tiga
belas di antaranya adalah mahasiswa double degree kelas BKF
yang telah menyelesaikan tahun kedua mereka di Georgia State
University, Amerika Serikat. Acara ini juga dihadiri oleh Prof. Dr.
Slamet Sugiri, MBA. selaku Wakil Dekan FEB UGM yang sekaligus
memberikan sambutan dan menyerahkan transkrip akademik
bagi para wisudawan yang berpredikat cum laude.

15

WHAT’S UP FEB

Magister Akuntansi

Serah Terima Pengelola Baru
Program Magister Akuntansi FEB
UGM 2013
Babak Baru di Awal Tahun

A

wal tahun 2013 ini menjadi babak baru bagi Program
Magister Akuntansi (MAKSI) FEB UGM. Pasalnya, pada tahun
ini Program MAKSI mengalami transfer kepemimpinan.
Ketua Pengelola yang pada awalnya diamanahkan kepada Prof. Dr.
Jogiyanto HM, MBA., CMA. kini dijabat oleh Prof. Gudono, MBA.,
Ph.D., CMA. Selama periode 2013-2014 per tanggal 1 Januari
2013 Program Magister Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis
UGM memiliki dua pengelola baru yang akan menjabat selama
satu tahun. Selain Ketua Pengelola, Wakil Pengelola Bidang
Akademik dan Kemahasiswaan juga akan dijabat oleh Dr. Rusdi
Akbar, M.Sc. sedangkan Dr. Agus Setiawan, M.Soc.Sc. masih akan
tetap menjabat sebagai Wakil Pengelola Bidang Administrasi dan
Keuangan.
Acara serah terima jabatan dilaksanakan di Ruang Kelas C Program
MAKSI FEB UGM. Serah terima tersebut disaksikan oleh semua staf

16

dan pegawai. Pada acara tersebut, banyak hal yang disampaikan
oleh Jogiyanto kepada Gudono mengenai manajemen Program
MAKSI yang berjalan selama kepemimpinannya baik dari segi
peraturan, kinerja karyawan, dan kegiatan program.
Dalam sambutannya, Gudono juga berharap bahwa dalam
kepemimpinannya kelak semua karyawan senatiasa menjaga
komunikasi dengan baik. Pengelola juga akan terbuka terhadap
saran maupun kritik demi tercapainya kinerja yang profesional
bagi Program MAKSI FEB UGM ke depannya. Rusdi juga
menyampaikan harapannya agar manajemen baru bisa tetap
melanjutkan program yang sudah berjalan dan dikembangkan
dengan baik selama ini, senada dengan harapan Agus. [poppy]

Pelepasan Wisuda Mahasiswa
Program Magister Akuntansi FEB UGM
Menjaga Almamater dan Kebanggaan Program

S

ebagai wujud seremoni tuntasnya masa studi para
mahasiswa, Program Magister Akuntansi (MAKSI) FEB UGM
melakukan Pelepasan Wisuda Mahasiswa Pascasarjana
Perode II TA 2012/2013. Pelepasan wisuda ini diselenggarakan
di Ruang Sidang Kartanegara FEB UGM (29/1). Acara sakral bagi
para wisudawan program Magister Akuntansi ini dihadiri oleh
Wakil Dekan Bidang Perencanaan dan Sistem Informasi FEB
UGM, Eko Suwardi, M.Sc., Ph.D., Pengelola Program MAKSI, Prof.
Gudono, MBA, Ph.D., CMA., Dr. Agus Setiawan M.Soc.Sc., Dr. Rusdi
Akbar, M.Sc., Dosen Program MAKSI, Karyawan Program MAKSI,
dan para wisudawan beserta pendamping.

Pada periode kali ini, 21 mahasiswa lulus dari Program
Pascasarjana Magister Akuntansi. Para wisudawan ini terdiri
dari 11 pria dan 10 wanita dengan satu orang wisudawan
berpredikat cumlaude atas nama Faradiah Aghadiati Fajri (IPK
3,89). Terdapat 14 mahasiswa berpredikat “sangat memuaskan”
dan enam mahasiswa berpredikat memuaskan. Predikat lulus
tercepat dengan lama studi 1 tahun 6 bulan dicapai oleh Gazha
Christmadela Akbar. Dalam acara ini, MAKSI juga menyampaikan
harapannya kepada alumni untuk tetap menjaga hubungan baik
dengan almamaternya dan tetap menjaga nama baik Program
MAKSI FEB UGM. Acara Pelepasan wisuda ini diakhiri dengan
makan siang dan foto bersama untuk mengabadikan momen
kenangan. [poppy]

Ujian Certified
Management
Accountants (CMA)
Peserta Workshop
CMA Tahap II

Accountant (CMA) diikuti oleh dua belas orang peserta dari
beberapa universitas di seluruh Indonesia (8/10-13/10). Workshop
ini terlaksana dengan baik dan sukses. Setelah tahapan workshop
peserta akan menjalankan ujian bagi untuk mendapatkan gelar
CMA. Ujian Sertifikasi CMA dilaksanakan dengan materi Strategic
Cost Management pada sesi pertama dilanjutkan dengan
materi Strategic Business Analisys pada sesi kedua (24/11). Ujian
sertifikasi CMA ini dilaksanakan di dua lokasi, yaitu di Universitas
Mulawarman dengan empat orang peserta yang juga berasal
dari universitas tersebut dan di Universitas Gadjah Mada dengan
delapan orang peserta yang berasal dari UGM, UII, Universitas
Brawijaya, dan PT Pembangkit Jawa-Bali. Hasil ujian dari dua
materi mata kuliah tersebut akan menentukan apakah para
peserta bisa lulus dan mendapatkan gelar CMA yang memenuhi
ketentuan dari Institute of Certified Management Accountant
(ICMA) Australia. Sedangkan bagi peserta yang tidak lulus akan
diberi kesempatan untuk mengulang materi mata kuliah yang
dinyatakan tidak lulus pada periode berikutnya. [poppy]

S

ebagai program yang memiliki hak menyelenggarakan
sertifikasi CMA di Indonesia, Program Magister Akuntansi
FEB UGM telah selesai melaksanakan workshop dan
sertifikasi CMA Tahap II. Workshop Certified Management

17

WHAT’S UP FEB

Magister Akuntansi

Agenda Program Pelatihan Magister
Akuntansi FEB UGM

T

idak sekedar menjadi tempat pendidikan dan perkuliahan, Program Magister Akuntansi FEB UGM juga melaksanakan berbagai
macam program-program unggulan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat dalam bidang akuntansi. Salah satu program
yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya adalah program pelatihan akademik. Program ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa
Program Magister Akuntansi saja tetapi juga dibuka untuk kalangan profesional dan umum. Dengan diampu oleh pendidik yang
andal dan berkapabilitas tinggi di bidangnya, program pelatihan Magister Akuntansi FEB UGM tidak hanya melatih peserta akan
konsep tetapi juga praktik yang baik.

1. Workshop Pembuatan Proposal Riset
Akuntansi Keperilakuan

3. Workshop Pembuatan Proposal Riset Sistem
Informasi

Workshop Pembuatan Proposal Riset Akuntansi Keperilakuan ini
ditawarkan bagi pengajar tingkat universitas di seluruh Indonesia.
Pelaksanaan workshop ini bertujuan agar para peserta mampu
memiliki kemampuan untuk membuat proposal riset dengan baik
dan siap dipublikasikan. Workshop Pembuatan Proposal Riset
Akuntansi akan dibuka dalam dua angkatan. Angkatan pertama
dibuka pada 10-12 April 2013, sedangkan angkatan kedua
dibuka pada 10-13 Desember 2013. Kelas workshop akan dimulai
apabila kuota minimal telah terpenuhi.

Salah satu kemampuan yang dituntut untuk dimiliki oleh seorang
dosen adalah kemampuan menuangkan ide atau pemikiran
dalam wujud proposal riset. Selain penting untuk sertifikasi
dosen dan kenaikan pangkat, kemampuan menyusun proposal
riset juga sangat diperlukan dalam memperoleh hibah penelitian.
Salah satu unsur yang harus diperhatikan untuk bisa membuat
proposal riset yang baik adalah ide yang menarik, up to date, dan
dapat dijual. Selain itu, perlu diperhatikan juga metode penulisan
dengan memperhatikan penggunaan bahasa yang baik dan
benar.

2. CMA (Certified Management Accountants)
Magister Akuntasi FEB UGM sebagai salah satu program sertifikasi
ICMA juga menyelenggarakan workshop dan ujian sertifikasi
CMA. Workshop dan ujian sertifikasi CMA akan dilaksanakan di
dua kota, yaitu Jakarta dan Yogyakarta. Pelaksanaan workshop
dan sertifikasi CMA di Jakarta periode pertama dibuka pada
4-6 Februari 2013 dan 14-16 Februari 2013 serta periode kedua
pada 16-18 September 2013 dan 26-28 September 2013. Peserta
dikenakan biaya 16 juta rupiah per orang atau 13 juta rupiah untuk
kelompok dengan minimal pengajuan tiga orang. Sedangkan
pelaksanaan di Yogyakarta periode pertama akan dibuka pada
24-29 Juni 2013 dan periode kedua pada 25-30 November
2013. Peserta workshop di Yogyakarta dikenakan biaya yang
lebih murah, yaitu sebesar 10 juta rupiah untuk perorangan dan
delapan juta rupiah untuk kelompok dengan minimal pengajuan
tiga orang. Masing-masing workshop dan sertifkasi CMA akan
dilaksanakan selama enam hari.

Pelatihan Pembuatan Proposal Riset Sistem Informasi ini akan
membahas topik-topik penelitian di bidang sistem informasi yang
sedang hangat ditambah dengan praktik langsung. Pelatihan
akan dibuka dalam dua angkatan. Angkatan pertama dibuka pada
6-8 Maret 2013 sedangkan angkatan kedua dibuka pada 9-11
Oktober 2013. Melalui pelatihan ini diharapkan peserta pelatihan
dapat membuat proposal riset yang baik setelah pelatihan selesai
dilakukan.

Ke depannya, Program Magister Akuntansi FEB UGM akan
tetap melaksanakan pelatihan akademik yang bertujuan untuk
memajukan pengetahuan para profesional pada umumnya.
Informasi lebih lanjut mengenai ketiga pelatihan ini bisa diperoleh
dengan menghubungi langsung Program Magister Akuntansi
FEB UGM.

Building Integrity
18

Magister Manajemen

WHAT’S UP FEB

Executive Series

Darwin Silalahi
Menjadi Pemimpin dan Membuat
Perbedaan dalam Hidup dan Karir

T

erdorong keinginan untuk memberikan inspirasi bagi
generasi penerus bangsa, Darwin Silalahi, Presiden
Direktur PT Shell Indonesia membagi kisahnya di hadapan
sekitar seratus mahasiswa Magister Manajemen Universitas
Gadjah Mada (MM UGM) Jakarta. Acara yang bertajuk ‘Menjadi
Pemimpin dan Membuat Perbedaan dalam Hidup dan Karir’ ini
digelar pada hari Sabtu (2/2) di lantai 6 Gedung Magister UGM
Jakarta.

ke Bakrie & Brothers sebagai Direktur Perencanaan dan
Pengembangan Perusahaan. Pada pertengahan 1998, Darwin
Silalahi memulai karir pegawai negeri sebagai Plt. Direktur Usaha
di Kementerian BUMN dengan portofolio sektor perhubungan,
telekomunikasi, dan energi. Terakhir, sebelum menjabat sebagai
CEO di PT Shell Indonesia, Darwin menjabat selama tujuh tahun
sebagai Country CEO Booz Allen Hamilton Indonesia, salah satu
perusahaan konsultan strategic management multinasional.

Sebagai orang Indonesia pertama yang menduduki posisi
puncak di perusahaan minyak asal Belanda tersebut, Darwin
Silalahi membuka diskusi dengan memberikan ulasan menarik
tentang industri minyak dan gas khususnya dilihat dari sisi PT
Shell Indonesia. Diskusi ini dilanjutkan dengan pemaparan
kisah perjalanan karir dan hidup Darwin Silalahi hingga menjadi
seperti sekarang.

Pengalaman hidup dan karir telah menginspirasi Darwin Silalahi
untuk menuliskan narasi tentang kisah hidupnya. Ia membutuhkan
waktu 18 bulan untuk menulis buku berjudul Life Story not Job
Title yang berisi perjalanan hidup dan karirnya. Ia berharap
buku setebal 219 halaman itu bisa menginspirasi lebih banyak
orang untuk menjadi pemimpin dan menjadikan kepemimpinan
membuat perbedaan dalam hidup dan karir mereka.

Darwin ternyata bukanlah orang yang baru di dunia migas. Ia
mengawali karirnya di British Petroleum (BP) pada 1985. Ia
mengaku pernah ditempatkan di berbagai kota seperti Aberdeen,
London, dan Texas. Setelah hampir sepuluh tahun mengabdi di BP,
Ia memutuskan bergabung dengan PT Dharmala Inti Utama (DIU)
sebagai asisten CEO pada tahun 1994. Langkah berani berpindah
ke perusahaan nasional ini yang kemudian memperkenalkan
Darwin dengan dunia strategic management dan membawanya

Menjelang akhir acara, Darwin membuka sesi tanya jawab
yang disambut dengan beragam pertanyaan oleh mahasiswa.
Untuk setiap pertanyaan yang dilontarkan, mahasiswa akan
mendapatkan hadiah sebuah buku Life Story not Job Title yang
sudah ditandatangani oleh Darwin Silalahi. [rahmat]

19

WHAT’S UP FEB

Magister Manajemen

WHAT’S
WHAT’SUP
UPFEB
FEB

Magister Ekonomika Pembangunan

Pergantian
Pengelola MEP
FEB UGM
Cultural Lunch:
Mengenalkan
Yogyakarta Lewat
Sajian Kulinernya

S

ebanyak 22 mahasiswa Program Eksekutif A Angkatan 31
A Magister Manajemen (MM) FEB UGM Kampus Jakarta
bertandang ke Kampus MM FEB UGM di Yogyakarta selama
tiga hari (6/2-9/2) untuk mengikuti kuliah General Business
Environment (GBE) yang diampu oleh tim dosen MM UGM.
Di samping kegiatan perkuliahan, juga dirancang kegiatan untuk
mengenalkan Kota Yogyakarta kepada para mahasiswa tersebut.
Kegiatan tersebut adalah Cultural Lunch (6/2) berupa makan
siang bersama dengan sajian kuliner khas Yogyakarta yang
dilaksanakan di Lobi Lantai 5 Gedung MM FEB UGM Yogyakarta.
Acara ini dibuka oleh Prof. Lincolin Arsyad, Ph.D., selaku Ketua
Program Studi MM FEB UGM. Dalam sambutannya, Lincolin
mengajak para mahasiswa untuk menikmati atmosfer dan
suasana kuliah di Kampus Biru UGM. Turut hadir dalam acara,
Wakil Ketua Program Bidang Akademik dan Kemahasiswaan,
Prof. Jogiyanto Hartono, Ph.D. dan segenap Kepala Bagian MM
UGM serta Manajer Wisma MM UGM.
Dalam acara makan siang tersebut, disajikan hidangan utama
seperti gudeg gurih, bakso jawi, dan lotek. Sebagai hidangan
pelengkap disajikan es kelapa muda dan aneka buah lokal seperti
srikaya, salak pondoh, dan manggis. Salah seorang mahasiswa
mengatakan bahwa mereka senang bisa menikmati suasana
kampus yang berbeda dari yang biasa mereka rasakan di Jakarta.
Mereka berharap dapat segera menyelesaikan kuliah tepat waktu
dan menorehkan kebanggaan menjadi lulusan UGM. [rahmat]

20

D

i awal tahun 2013, Pengelola Program MEP FEB UGM
mengalami pergantian. Pergantian susunan pengelola ini
terhitung mulai per Januari 2013 berdasarkan keputusan
Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada.
Ketua Program yang sebelumnya dijabat oleh Poppy Ismalina,
Ph.D. digantikan oleh Artidiatun Adji, Ph.D. Selain itu, Ertambang
Nahartyo, Ph.D. sebagai Wakil Ketua Bidang Administrasi Umum
dan Keuangan digantikan oleh Boyke R. Purnomo, S.E., M.M.
Susunan Pengelola Program MEP FEB UGM tahun 2013 adalah
sebagi berikut:

Ketua Pengelola :
Artidiatun Adji, Ph.D.

Wakil Ketua Bidang Akademik :
Drs. Ahmad Jamli, M.A.

Wakil Ketua Bidang Administrasi Umum dan
Keuangan :
Boyke R. Purnomo, S.E., M.M.
Tim Pengelola yang baru bertekad untuk melanjutkan program
yang telah berjalan baik dalam pengelolaan sebelumnya dan
terus meningkatkan kualitas. Hari ini harus lebih baik dari kemarin
dan esok hari harus lebih baik dari hari ini.

Penerimaan Mahasiswa Linkage
Master Program Batch 7 di UniversitasUniversitas Mitra di Jepang

M

enyambut tahun yang baru, MEP juga menyambut
kedatangan delegasi universitas-universitas mitra MEP
dari Kobe University, International University of Japan
(IUJ), Hiroshima University, Graduates Institutes for Policy Studies
(GRIPS), dan Ritsumeikan University. Para professor universitasuniversitas tersebut menyeleksi mahasiswa Linkage Master
Program Batch 7. Mahasiswa Linkage Master Program tahun
ini berjumlah 20 orang yang terdiri dari mahasiswa beasiswa
Kementerian Keuangan dan Bappenas. Yokohama University
melakukan interview melalui skype. Proses seleksi interview
berjalan dengan lancar dan tidak mengalami kendala sedikitpun.
Seluruh mahasiswa lolos interview dan dapat dialokasikan di
berbagai universitas tersebut dengan baik. Alokasi ditentukan
melalui mekanisme pasar (IPK, TOEFL, proposal riset, preferensi
mahasiswa) dengan didukung intervensi, seperti kuota
dan ketersediaan profesor dengan topik riset. Pada setiap

interview, mahasiswa mempresentasikan proposal risetnya
selain memaparkan motivasi-motivasinya untuk melanjutkan
kuliah di Jepang. Tidak hanya mempertimbangkan kemampuan
mahasiswa dari segi akademik, universitas-universitas mitra
juga melihat kesesuaian proposal risetnya dengan ketersediaan
profesor sebagai pembimbing yang ada di universitas yang
dipilih.
Pada bulan September 2012, seluruh mahasiswa Linkage Batch
7 akan berangkat ke Jepang untuk menyelesaikan studinya di
tahun kedua. Dengan demikian, MEP mengulang keberhasilan
penyelenggaraan Program Linkage pada tahun-tahun
sebelumnya di mana tidak ada kegagalan (zero failure) dalam
penerimaan di universitas-universitas Jepang. [kiki]

21

WHAT’S UP FEB

Magister Ekonomika Pembangunan

Wisuda MEP FEB UGM

S

“Marilah bersama-sama mengisi hidup dengan keilmuan, terus berbagi keilmuan dan terus menjaga kepekaan rasa”

elasa (29/1), terpencar senyum dan rasa bahagia dari
wisudawan/wisudawati Program Magister Ekonomika
Pembagunan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas
Gadjah Mada (MEP FEB UGM) dan keluarga besar wisudawan/
wisudawati.
Wakil
wisudawan/wisudawati,
Bambang
Suryanggono, menuturkan bahwa perjuangan dan usaha
selama menjalani perkuliahan berbuah manis ketika toga telah
bertengger di kepala. “Perjalanan pergi ke kampus, pulang ke
rumah, rasa pegal dan lelah serta kesepian dan kerinduan
dengan keluarga mendorong mahasiswa menyelesaikan studi,”
imbuhnya. Waktu studi yang terbatas tidak disia-siakan oleh
mahasiswa. “Marilah bersama-sama mengisi hidup dengan
keilmuan, berbagi keilmuan dan terus menjaga kepekaan rasa,”
ungkap Bambang.
Seusai kegiatan wisuda di Grha Sabha Pramana UGM,
wisudawan/wisudawati mengikuti acara pelepasan yang
diselenggarakan oleh Program MEP FEB UGM di University Club
UGM. Acara yang bertajuk Resepsi Wisuda MEP UGM dikemas
dengan suasana kekeluargaan dan keakraban karena dihadiri
oleh dosen-dosen pengajar, keluarga wisudawan/wisudawati,
dan keluarga besar Program MEP UGM. Dalam sambutannya
yang mewakili pengelola Program MEP UGM, Drs. Ahmad
Jamli, MA. mengatakan bahwa di periode Wisuda Januari 2013,
Program MEP FEB UGM meluluskan 33 putra dan 25 putri dari
total 58 wisudawan/wisudawati. Berdasarkan rincian dan sebaran
konsentrasinya, wisudawan/wisudawati konsentrasi Ekonomika
Pembangunan Terapan berjumlah empat orang, Keuangan
Daerah berjumlah enam orang, Perencanaan dan Pembangunan
Daerah berjumlah 28 orang, dan Manajemen Aset dan Penilaian

22

Properti berjumlah 20 orang. Di periode ini, wisudawan usia
termuda adalah 22 tahun 2 bulan 5 hari atas nama Ristri Putri
dari Kota Jambi. Masa studi paling cepat diraih Ida Wahyuni dari
Kabupaten Mimika selama 14 bulan 10 hari. IPK tertinggi sebesar
3,95 diraih oleh Trisni Syamsu Indyaputri dari Pusdiklat KNKPBPPK Kemenkeu RI. IPK rata-rata pada periode ini adalah 3,55
dengan rata-rata lama studi 18 bulan 3 hari. Selain itu, terdapat
12 mahasiswa lulus dengan predikat cum laude. Keduabelas
orang tersebut adalah Trisni Syamsu Indyaputri dengan IPK 3,95,
Retno Savitri Nugrahani dengan IPK 3,93, Anton Abdur Rahman
dengan IPK 3,91, Yeni Lisiana Putri dengan IPK 3,89,Putu Yovina
Sari Parthady dengan IPK 3,82, Risti Putri dengan IPK 3,82, Yustina
Yusi dengan IPK 3,81, Bambang Suryanggono dengan IPK 3,78,
Bhayu Prabowo dengan IPK 3,77,Budi Prasodjo dengan IPK 3,77,
Dwi Susiati dengan IPK 3,75, dan Dyah Pembayun Indrijatmiko
dengan IPK 3,75.
Ahmad Jamli berpesan kepada wisudawan bahwa ilmu dan
pengalaman yang diperoleh selama studi di Yogyakarta diharapkan
dapat bermanfaat bagi wisudawan dalam mengamalkan ilmu
di daerah masing-masing. Drs. Muhammad Edhie Purnawan,
MA., Ph.D. mewakili Dekan FEB UGM menambahkan bahwa
kenangan yang tersimpan di memori wisudawan digunakan
untuk membangkitkan masyarakat di sekitarnya. “MEP telah
berkontribusi cukup besar pada bangsa Indonesia,” ujar
Wakil Dekan FEB UGM Bidang Penelitian, Pengabdian kepada
Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni tersebut. “Pakailah hati Anda
jauh melebihi cita-cita, lemparkanlah hati Anda jauh di atas citacita, nsicaya tubuh Anda akan berayun menyusul hati Anda,”
pesan Edhie Purnawan di akhir sambutannya. [prast]

Program Profesi Akuntansi

WHAT’S UP FEB

Kuliah Umum Penindakan Korupsi

S

ebagai tanda dibukanya tahun ajaran baru 2012/2013,
Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk) FEB UGM
menyelenggarakan kuliah umum (4/2). Kuliah umum
periode ini mengangkat topik korupsi yang dirasa krusial
bagi bangsa. Perwakilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Republik Indonesia, Iguh Sipurba dan Bey Arifianto Widodo,
hadir sebagai pembicara. Dua fungsional KPK ini menjelaskan

secara lengkap bagaimana sisi penindakan korupsi serta usaha
pencegahan yang dapat dilakukan. Kuliah umum kemudian
dilanjutkan dengan penjelasan akademik dari Kepala Bagian
Akademik PPAk FEB UGM mengenai perkuliahan bagi mahasiswa
baru. Acara ini ditutup dengan perkenalan semua staf PPAk FEB
UGM kepada mahasiswa baru.

Seminar Reformasi Perpajakan

P

endidikan Profesi Akuntansi FEB UGM menyelenggarakan
seminar perpajakan yang menghadirkan pemateri
professional Prof. Dr. Bambang Sudibyo, M.B.A. (5/12)
dengan mengangkat topik “Reformasi Perpajakan; Untuk
Indonesia yang Lebih Baik”. Seminar ini diikuti oleh mahasiswa
profesi, mahasiswa program S1 dan S2, dan juga beberapa
perwakilan kantor pajak di D.I. Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Tujuan diselenggarakannya seminar ini adalah untuk menambah
wawasan para peserta tentang pentingnya reformasi perpajakan
khususnya di Indonesia. Hal ini dirasa penting karena fakta di
lapangan menunjukkan kekecewaan dan ketidakpercayaan
yang dirasakan oleh masyarakat terhadap pajak mengharuskan
pemerintah berbenah diri. Langkah perbaikan ke arah perubahan
tentu harus dilakukan dengan cara reformasi perpajakan secara
menyeluruh. Dengan perbaikan sistem perpajakan diharapkan
akan tercapai tingkat kepatuhan sukarela yang tinggi, tingkat
kepercayaan pada administrasi perpajakan, dan tercapainya
produktivitas aparat perpajakan.

23

WHAT’S UP FEB

Program Profesi Akuntansi

Company Visit Bali 2013

S

eperti agenda-agenda tahun sebelumnya, Pendidikan
Profesi Akuntansi FEB UGM kembali menyelenggarakan
kegiatan kunjungan perusahaan atau company visit (22/126/1). Kegiatan rutin untuk mahasiswa pendidikan profesi ini
salah satunya bertujuan untuk menambah wawasan keilmuan dan
pengalaman mahasiswa dalam dunia praktik secara langsung.
Periode ini, company visit mengambil lokasi di Pulau Bali. Tidak
sekedar pariwisata dan kebudayaan yang eksotis, Pulau Bali juga
memiliki potensi bisnis yang mampu banyak dikaji. Company
visit dilaksanakan dengan mengunjungi perusahaan lokal di Bali
seperti Krisna Holding Company, PT Joger, dan BPK Perwakilan
Bali. Kegiatan ini diikuti oleh 61 orang mahasiswa pendidikan
profesi. Para mahasiswa melakukan kunjungan perusahaan
didampingi oleh Pengelola PPAk dan pendamping dari staf
akademik maupun non-akademik. Antusiasme terlihat ketika
mahasiswa mengikuti sesi penjelasan dari instansi yang mereka
kunjungi. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pertanyaan kritis
yang mereka ajukan baik mengenai akuntansi yang diterapkan
maupun strategi marketing yang dijalankan masing-masing
perusahaan.

Tes Validasi Kompetensi

P

roses Pendidikan Profesi Akuntansi FEB UGM untuk
menciptakan akuntan unggulan telah dimulai sejak awal
proses seleksi. Pada 8 Desember 2012 dan 26 Januari 2013
lalu PPAk kembali mengadakan Tes Validasi Kompetensi. Tes ini
merupakan ujian saringan masuk yang harus ditempuh oleh
calon mahasiswa Profesi Akuntansi FEB UGM. Pada Tes Validasi
Kompetensi ini diujikan beberapa mata kuliah, antara lain:
Akuntansi Keuangan, Akuntansi Manajemen, serta Pengauditan.
Soal Tes Validasi Kompetensi pun dibuat langsung oleh pakar
akuntansi dari Komite Evaluasi dan Rekomendasi Pendidikan
Profesi Akuntansi Ikatan Akuntan Indonesia. Tes Validasi
Kompetensi 2013 ini diikuti oleh 70 orang calon mahasiswa untuk
periode 8 Desember 2012 dan 52 orang orang calon mahasiswa
untuk periode 26 Januari 2013. Para peserta Tes Validasi
Kompetensi ini berasal dari lulusan perguruan tinggi baik negeri
maupun swasta di seluruh Indonesia. Setelah mengikuti Tes
Validasi Kompetensi, calon mahasiswa akan melanjutkan tahapan
ujian saringan di sesi kelas matrikulasi pada 17 Desember 2012
dan 4 Februari 2013.

24

International Workshop
“Performance Audit in Rusia”

U

ntuk memperluas wawasan akan ilmu audit di dunia,
Pendidikan Profesi Akuntansi FEB UGM menyelenggarakan
workshop internasional yang bertajuk “Performance Audit
in Russia” (14/12). Workshop internasional ini menghadirkan
pakar sektor publik dari Rusia Prof.Tatiana Antipova. Kehadiran
pakar sektor publik Rusia ini mampu menarik minat mahasiswa
baik dari UGM maupun dari luar UGM dan beberapa inspektorat
dari berbagai kabupaten di kawasan D.I. Yogyakarta dan Jawa
Tengah sebagai peserta workshop. Workshop ini berisi tentang
audit kinerja yang merupakan area audit dengan perkembangan
cukup pesat dalam beberapa dekade terakhir. Di Indonesia
sendiri, pemikiran tentang pemeriksaan kinerja senantiasa
tumbuh dalam kurun lima tahun terakhir ini. Namun, arah
pertumbuhan ini belum jelas karena audit kinerja di negara
OECD ternyata tak dapat ditiru demikian saja di Indonesia.
Sehingga saat ini dapat dirasakan mulai munculnya perlambatan
pengembangan dan implementasi audit kinerja di Indonesia.
Maka dari itu, praktik pemeriksaan kinerja di Rusia menjadi
sebuah daya tarik tersendiri untuk ditelaah. Workshop ini
diharapkan dapat membuka wawasan peserta akan sebuah
alternatif implementasi audit kinerja.

25

SPECIAL REPORT

Kupas Tuntas Pengelolaan
Keuangan Badan Layanan Umum
(PK-BLU) di UGM

P

erjalanan status Universitas Gadjah Mada ternyata tidak
berhenti pada Badan Hukum Milik Negara (BHMN) atau
Badan Hukum Pendidikan (BHP). Pada tanggal 31 Maret
2010, Mahkamah Konstitusi secara resmi membatalkan UndangUndang Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan
dan dengan demikian status BHMN Universitas Gadjah Mada,
Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut
Pertanian Bogor, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas
Sumatera Utara, dan Universitas Airlangga dibatalkan. Kemudian
untuk menegaskan kesimpangsiuran status, melalui pasal 220A
Peraturan Pemerintah Nomor 66 tahun 2010 tentang Perubahan
atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2010 tentang
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, UGM dan enam

26

universitas eks-BHP dinyatakan sebagai perguruan tinggi milik
pemerintah.
Lebih lanjut, di pasal 220B, disebutkan bahwa UGM dan enam
universitas lain tersebut menggunakan pola Pengelolaan
Keuangan Badan Layanan Umum (PK-BLU). UGM diberi waktu
hingga 31 Desember 2012 lalu sebagai masa transisi untuk
melakukan perubahan pengelolaan keuangan, dari semula BHMN
menjadi PK-BLU. Tahun 2012 lalu, ditelurkanlah Undang-Undang
Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Dalam pasal
65 ayat 1 disebutkan bahwa perguruan tinggi diberi otonomi
dengan bentuk PTN Badan Hukum yang menggunakan pola PKBLU.

UGM dengan PK-BLU
Model PK-BLU sebelumnya telah diterapkan oleh instansi di
lingkungan pemerintah yang dibentuk untuk memberikan
pelayanan kepada masyarakat, seperti rumah sakit, balai benih,
dan unit pelaksana teknis lainnya. Mengacu pada PP Nomor
23 tahun 2005 tentang BLU, pola Pengelolaan Keuangan
BLU merupakan pola pengelolaan keuangan yang memberi
fleksibilitas berupa keleluasaan penerapan praktik bisnis yang
sehat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Dengan dibatalkannya UU BHP maka PK-BLU kemudian
diterapkan pada perguruan tinggi di Indonesia. “Bagi PTN lain
(bukan eks-BHMN), pola PK-BLU memberikan angin segar
karena adanya fleksibilitas, karena dari pola keuangan ketat
berubah menjadi lebih longgar,” ujar Dr. Didi Achjari, M.Com.,
Akt., Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sistem
Informasi UGM. Sedangkan dari sudut pandang perguruan tinggi
yang sebelumnya berstatus BHMN, “BLU bisa terasa ketat, tidak
fleksibel seperti dulu, dalam konteks yang tadinya lebih leluasa
sekarang diatur dengan banyak peraturan keuangan negara,”
ungkap Didi.
Dengan PK-BLU, UGM memang tidak akan bisa seleluasa saat
masih menjadi BHMN. Hal ini terjadi karena secara keuangan,
UGM berubah menjadi satuan kerja yang terintegrasi kepada
Kementerian Keuangan. Setidaknya ada tiga topik terkait PKBLU, yaitu: penganggaran, pelaporan, dan treasury. Di BLU,
sistem anggaran tidak lagi bernama RKAT, tetapi Rencana Bisnis
dan Anggaran (RBA) yang menyatu dengan Rencana Kerja dan
Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-K/L). Menurut
pembahasan Didi pada artikel “UGM Menuju Pengelolaan
Keuangan Badan Layanan Umum (PK-BLU) ”, penganggaran
yang telah dilakukan UGM dikonsolidasikan dengan anggaran
pemerintah (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan),
kemudian disahkan oleh DPR melalui UU APBN.
Dana yang diterima dari mahasiswa, kerja sama, dan hasil
usaha tidak lagi menjadi dana masyarakat yang pemakaiannya
bisa secara otonom. Hal itu disebabkan oleh dana masyarakat
tersebut yang berubah menjadi Penerimaan Negara Bukan Pajak
(PNBP) yang diperlakukan sebagai keuangan negara, sehingga
secara legal perencanaan, pemakaian dan pertanggungjawaban
dana PNBP tersebut harus melalui proses di APBN dan KPPN
Kemenkeu. Untuk itu, dari segi treasury, UGM harus tunduk
pada UU Keuangan Negara. Salah satu contohnya adalah
diberlakukannya sistem penamaan rekening tunggal atas nama
kepala satuan kerja (atas nama UGM). Dengan demikian ke
depan tidak boleh lagi ada rekening di lingkungan UGM atas
nama pejabat di fakultas, program studi, jurusan, atau individu
selain atas nama UGM. Rekening tunggal ini tidak berarti hanya
ada satu rekening untuk seluruh UGM, tetapi bisa lebih dari satu
sesuai kebutuhan, misal ada rekening UGM valuta asing (dolar)
Disampaikan di Rapat Kerja Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada,
bertempat di Hotel Larasati Salatiga, 28 Januari 2012.
1

dan rupiah. Rekening UGM bisa dibuka di lebih dari satu bank.
Tiap fakultas juga akan tetap punya rekening UGM sebagai
rekening tampungan.
Menanggapi kebijakan ini, digunakanlah sistem Virtual Account
sebagai rekening penerimaan dengan rekening UGM sebagai
rekening induk. Dengan Virtual Account, rekening-rekening
unit kerja menjadi sub account dari rekening rektor. Masingmasing fakultas/prodi/pusat studi akan bisa memiliki rekening
tampungan yang bisa digunakan untuk pengeluaran operasional
sehari-hari. Rekening tampungan ini juga digunakan untuk
menampung alokasi dari Kantor Pusat Universitas dan menerima
ajuan Uang Muka Kerja dari penerimaan kegiatan yang diterima
melalui virtual account. Dengan demikian, pelaporan saldo
rekening UGM tiap triwulan ke Kemenkeu akan lebih mudah
karena Direktorat Keuangan UGM hanya perlu mengambil
informasi dari rekening induk, tidak perlu lagi menunggu laporan
dari setiap unit kerja.
Selain itu, dampak dari PK-BLU adalah diberlakukannya sistem
satu tarif. Kewenangan tarif BLU ini sebenarnya ada di Menkeu,
tetapi dalam PP 74 tahun 2012, UGM diberi kewenangan dengan
syarat tertentu. Pada masa BHMN dulu, fakultas atau unit
kerja masih bisa dengan leluasa mengikuti standar biaya yang
ditetapkannya sendiri sehingga ada tarif yang berbeda-beda
antarfakultas, bahkan antarprodi dalam satu fakultas. Saat ini,
menurut PP Nomor 74 tahun 2012, tarif ditetapkan oleh pimpinan
satuan kerja atau rektor. Setidaknya ada tiga standar yang harus
diikuti, antara lain: SBU Kementerian Keuangan, SBU UGM, dan
Standar Biaya Khusus (SBK).
Sementara dari segi pelaporan, UGM memberikan laporan
triwulanan kepada Kementerian Keuangan (SP3B). Pelaporan
dibuat di tingkat satuan kerja atau universitas. Selain itu, laporan
keuangan yang bersumber dari dana DIPA (rupiah murni) akan
dikonsolidasikan dengan laporan dari dana Penerimaan Negara
Bukan Pajak (PNBP). UGM telah memulai pelaporan sesuai
dengan PK-BLU sejak PP Nomor 60 tahun 2010 berlaku.
Terkait perubahan dari pengelolaan keuangan BHMN menjadi
PK BLU, Didi mengakui, “Jika memakai perspektif BHMN, menjadi
BLU jelas jadi ribet. Karena harus melakukan banyak penyesuaian
dengan peraturan. Kalau dari PTN menjadi BLU, sebaliknya.”
Namun ungkapnya, dengan menggunakan bantuan teknologi
informasi khususnya aplikasi Simabeka, Simkeu, Virtual Account,
dan lain-lain, UGM bisa melewati perubahan ini dengan baik
sembari tetap menjaga fleksibilitas dan desentralisasi. Didi pun
berharap, “Kalau kemudian ada masalah atau kesulitan yang
muncul dalam proses perubahan menjadi BLU, mari sama-sama
bahu-membahu dan berupaya keras untuk memperbaiki dan
menyelesaikan hal ini. Jangan sampai menyalahkan nasib yang
dulu sudah nyaman sebagai BHMN, sekarang malah menjadi
BLU, dan jangan ada kecurigaan atau tuduhan bahwa Kantor
Pusat Universitas ingin mengambil uang unit kerja melalui BLU.
Jika ada trust antara semua elemen di UGM saya yakin kita bisa
(menjalani PK-BLU – red).”

27

SPECIAL REPORT

PK-BLU Bagi FEB UGM
FEB UGM sendiri sebagai salah satu unit kerja yang ada di UGM
juga mengalami perubahan dari BHMN menjadi PK-BLU. Eko
Suwardi, M.Sc., Ph.D., selaku Wakil Dekan Bidang Perencanaan
dan Sistem Informasi menuturkan, “(Dengan PK-BLU) memang
menjadi kurang fleksibel, tetapi tidak masalah.” Misalnya, tentang
persetujuan penggunaan dana, prodi di FEB harus mengajukan
terlebih dahulu ke fakultas, kemudian fakultas mengajukan ke
universitas. Jika disetujui oleh universitas, maka akan kembali
lagi ke fakultas, kemudian baru ke prodi. Sistem ini memerlukan
waktu yang lebih lama, meskipun sudah didukung oleh sistem
informasi yang maju.
Menanggapi Virtual Account yang terpusat pada rekening
rektor, Eko menanggapi, “Secara governance, sistem ini bagus,
semuanya menjadi lebih terkontrol.” Selain itu, setiap penerimaan
dan pengeluaran harus detail dan jelas peruntukannya. Mengenai
tarif, FEB juga harus mengikuti SBU yang telah ditetapkan. Meski
demikian, FEB dapat mengajukan SBK di luar SBU yang telah diatur,
misalnya untuk tunjangan seminar dan partisipasi konferensi
bagi dosen, insentif karyawan yang tidak sama dengan fakultas
lain, serta Dies Natalis yang sudah tidak boleh dianggarkan.

28

PK-BLU membawa hikmah tersendiri bagi FEB UGM. Pengelolaan
keuangan seluruh prodi, mulai dari S1 hingga S3 dan profesi,
dipusatkan di fakultas. Dahulu, prodi seperti Magister Manajemen
(MM) UGM, bertanggung jawab secara langsung ke universitas.
Apabila ada persetujuan dana, maka Direktorat Keuangan UGM
langsung memberikannya pada MM UGM dan FEB UGM menjadi
pihak yang ditembusi atau sekadar mengetahui. Sekarang,
seluruh kegiatan prodi harus disetujui terlebih dahulu oleh
fakultas baru kemudian universitas.
“(Dengan PK-BLU –red) PTN yang sudah maju bisa jadi kurang
kompetitif sementara yang swasta bisa lebih maju,” ujar Eko.
Namun hal ini tidak lantas membuat FEB UGM menyerah. FEB
UGM tetap akan mempertahankan dan berusaha meningkatkan
kualitasnya dengan mengoptimalkan kerja sama seluruh prodi di
bawah naungan fakultas. [prima]

ADVERTORIAL

Alfa Maria Tampubolon

Pemegang Dua Gelar Sarjana yang
Sukses Menjalani Intern di Belanda

Meskipun hanya menjadi karyawan magang di perusahaan konsultan ELM Belanda, Alfa berhasil berinisiatif memberikan terobosan
baru dengan membentuk brand building perusahaan sendiri melalui digital advertisement di social media dan berhasil menghemat
biaya untuk menyewa konsultan branding.

K

esempatan untuk menikmati pengalaman magang di
perusahaan asing di luar negeri tidak bisa didapatkan
semua mahasiswa. Alfa Maria, sarjana yang memegang
dua gelar dari Program International Undergraduate Program
(IUP) FEB UGM dan Rotterdam School of Management, Erasmus
Universiteit ini berhasil mendapatkan pengalaman “mahal”
tersebut. Menjadi angkatan pertama yang menjalani program
program double degree di Erasmus Universiteit, dia mengaku
masih ada beberapa mata kuliah yang sifatnya “percobaan”.
Karena salah satu mata kuliahnya berlangsung dengan kelompok
mahasiswa selama dua semester –tetapi programnya harus
berakhir dalam satu semester saja– pihak universitas akhirnya
memintanya untuk mengganti nilai mata kuliah itu dengan
magang. Perjalanannya pun tak mulus; dari sekian banyak
perusahaan yang dilamarnya, akhirnya dia bisa diterima di ELM
Belanda.
Pengalaman
magang
memang
sangat
meningkatkan
kemampuannya dalam menghadapi setiap situasi, terutama
bagaimana menghadapi komentar atasan atas kesalahan
yang kita buat –bahkan jika itu dilakukan di depan karyawan
yang lain. Atasan pasti akan sangat menghargai usaha untuk
menyelesaikan pekerjaan kita. Dalam periode magangnya,
bahkan ada pekerjaan yang harus dia ulang sampai lima kali
karena kesalahan yang selalu dia lakukan. Hal yang terpenting
bukan apakah ada kesalahan atau berapa kali kesalahan itu ada,
tapi apakah kita mau menyelesaikan pekerjaan itu atau tidak.
Alfa berujar, “Mereka hargai (usaha kita), oke kamu sudah coba,

tapi masih salah. Coba lagi ya, coba lagi.”
Alfa merasa grateful bisa menjadi bagian dari IUP FEB UGM. Apa
yang dia dapat di IUP sangat membantunya dalam menghadapi
kehidupan di Belanda, baik di Erasmus Universiteit maupun
di perusahaan ELM Belanda. Bahkan, ada mata kuliah tentang
budaya di IUP yang sangat applicable selama dia menjalani
kehidupan di sana. Melalui mata kuliah Indonesian Language
and Culture dia mempelajari budaya orang kita yang indirectness
and stimulation. Dengan mengenal kultur yang ada di dirinya
sendiri, dia berusaha mengubah itu untuk bisa beradaptasi
dengan budaya di Belanda yang straightforward. Dengan begitu,
meskipun dia adalah karyawan magang yang berasal dari Asia,
dia berhasil membuat perubahan.
Berhasil meraih dua gelar sarjana dari dua universitas ternama
tidaklah semudah membalik telapak tangan. Menurut sarjana
yang memilih tema penelitian skripsi tentang Corporate Social
Responsibility (CSR) perusahaan ini, persiapan mahasiswa
Program IUP FEB UGM yang memiliki keinginan untuk double
degree harus dilakukan mulai hari pertama masuk kuliah: Indeks
Prestasi Kumulatif (IPK) yang konsisten tinggi dan kemampuan
Bahasa Inggris yang memadai. Pesannya untuk mahasiswa yang
ingin berangkat double degree, “Make sure tidak punya utang
di sini lagi (mata kuliah yang masih harus diulang –red).” Alfa
menegaskan, memutuskan untuk mengambil double degree tidak
bisa setengah-setengah; harus fokus sekolah, push ourselves to
the limits, dan punya determination tinggi untuk lulus. [dwi andi]

29

LECTURER’S ARTICLE

Manajemen Risiko
dan Derivatif
Cuaca
oleh: I Wayan Nuka Lantara

D

ua hal utama yang layak menjadi perhatian utama suatu
bisnis adalah bagaimana meningkatkan prospek bisnis di
masa depan, dan bagaimana mengendalikan risiko yang
bisa menyebabkan kerugian. Prospek dan risiko bagaikan dua sisi
mata uang yang perlu dikelola dengan baik, sehingga diharapkan
memberi kontribusi pada penciptaan nilai perusahaan. Prospek
suatu bisnis bisa ditingkatkan dengan cara memperbaiki proses
bisnis dan kinerja perusahaan, sehingga akan meningkatkan daya
tarik dan nilai perusahaan di mata investor. Sementara di sisi
lainnya, pengendalian risiko bisa dilakukan dengan penerapan
manajemen risiko. Manajemen risiko sendiri bisa diartikan
sebagai proses untuk mengidentifikasi sumber-sumber risiko,
probabilitas kejadian dan dampak yang bisa ditimbulkan, serta
menentukan metoda-metoda yang efektif untuk mengurangi
dampak negatif dari masing-masing jenis risiko.
Beragam jenis risiko berpotensi dihadapi suatu bisnis, seperti
risiko yang menyebabkan kerugian fisik (kebakaran, gempa
bumi, banjir, tsunami), atau risiko yang terkait dengan fluktuasi
harga input, risiko tingkat bunga, risiko politik, risiko hukum,
risiko nilai tukar mata uang asing, dan termasuk juga risiko yang
diakibatkan perubahan cuaca. Berbagai instrumen dan metoda
yang digunakan untuk mengurangi dampak kerugian akibat jenis
risiko tersebut sifatnya beragam, dari tindakan preventif, asuransi,
hingga kontrak-kontrak derivatif seperti kontrak forward, futures,
option, swap, dan derivatif cuaca (weather derivatives) sebagai
instrumen yang bisa dimanfaatkan untuk mengatasi risiko yang
muncul akibat perubahan cuaca yang ekstrim.
Tulisan ini membahas tentang dampak negatif dari perubahan
cuaca terhadap bisnis, dan pengertian dan manfaat derivatif
cuaca sebagai instrumen lindung nilai yang bisa digunakan
perusahaan untuk melindungi diri dari kerugian yang disebabkan
perubahan cuaca.

30

Perubahan Cuaca Dan Risiko Bisnis
Salah satu sumber risiko yang akhir-akhir ini semakin menyita
perhatian adalah risiko yang terkait dengan perubahan cuaca
(weather risk). Risiko cuaca bisa diartikan sebagai ketidakpastian
aliran kas perusahaan di masa depan yang disebabkan oleh
perubahan cuaca yang tidak bersifat bencana alam (noncatatstrophic) seperti suhu udara, kelembaban, curah hujan, salju,
dan atau kecepatan angin (Brocket et al., 2005). Dengan demikian,
risiko cuaca pada intinya berbeda dengan risiko yang disebabkan
oleh bencana ekstrim seperti angin topan, banjir, tsunami dan
lainnya. Untuk jenis risiko tersebut, instrumen yang selama ini
banyak digunakan adalah asuransi (misal asuransi kebakaran,
asuransi kebanjiran, asuransi gempa). Sedangkan untuk risiko
akibat perubahan cuaca yang menyebabkan turunnya volume
penjualan atau membengkaknya biaya (tidak bersifat bencana
alam), instrumen yang lebih cocok adalah dengan menggunakan
kontrak derivatif cuaca.
Operasi suatu bisnis bahkan sukar dipisahkan dari pengaruh
perubahan cuaca. Pemanasan global yang diindikasikan oleh
meningkatnya suhu atmosfer bumi berpotensi menyebabkan
perubahan cuaca yang bisa menyebabkan kerugian bagi bisnis
yang sensitif terhadap perubahan cuaca, seperti perusahaan
yang bergerak pada industri pertanian, penerbangan, wisata,
perikanan, pertambangan dan lainnya. Contoh yang cukup
sering terjadi adalah pada bisnis penerbangan, dimana akibat
cuaca yang buruk, seringkali beberapa jadwal penerbangan
harus dibatalkan, dan berarti perusahaan kehilangan kesempatan
untuk memperoleh pendapatan, sementara biaya operasional
harus tetap dikeluarkan. Brocket et al. (2005) memberikan
ilustrasi menarik terkait dengan sumber risiko cuaca dan dampak
kerugian yang bisa ditimbulkan, seperti dalam tabel berikut ini:

Illustrative Links Between Weather Indexes and Financial Risks
Risk Holder
Energy industry

Weather Type
Temperature

Energy consumers

Temperature

Beverage producers
Building material companies

Temperature
Temperature

Construction companies

Temperature/Snowfall

Ski resorts

Snowfall

Agricultural industry

Temperature/Snowfall

Municipal governments

Snowfall

Road salt companies
Snowfall
Hydroelectric power generation Precipitation

Risk
Lower sales during warm winters or cool
summers
Higher heating/cooling costs during cold
winters and hot summers
Lower sales during cold summers
Lower sales during severe winters
(construction sites shut down)
Delays in meeting schedules during periods of
poor weather
Lower revenue during winters with belowaverage snowfall
Significant crop losses due to extreme
temperatures or rainfall
Higher snow removal costs during winters with
above-average snowfall
Lower revenues during low snowfall winters
Lower revenue during periods of drought

Sumber: Brocket et al. (2005), Weather erivatives and weather risk management”, Risk Management and Insurance Review, 8, hal. 129
Untuk kasus bisnis pada bidang industri perikanan, Syahailatua
(2008) menyimpulkan bahwa perubahan iklim global
menyebabkan peningkatan suhu air laut, dan merubah
keseimbangan populasi plankton sebagai makanan utama ikan
laut, serta selanjutnya menyebabkan migrasi dan perubahan
populasi ikan, yang selanjutnya berdampak negatif terhadap
bisnis perikanan.
Penelitian bersifat survei dilakukan oleh Bank et al. (2009)
melibatkan sampel perusahaan-perusahaan yang bergerak di
bidang wisata olahraga ski salju di Austria. Penelitian mereka
menyimpulkan bahwa responden berpendapat bahwa pemanasan
global bisa berdampak pada menipisnya tingkat ketebalan salju,
yang selanjutnya diikuti turunnya jumlah kunjungan wisatawan,
dan mengurangi total penerimaan, dan bahkan menyebabkan
kerugian. Survei tersebut juga menyimpulkan meningkatnya
kesadaran para pelaku bisnis wisata olahraga salju atas pentingnya
instrumen derivatif cuaca yang bisa digunakan sebagai sarana
mengurangi dampak kerugian akibat perubahan cuaca.
Hoffman et al. (2009) berpendapat bahwa pada dasarnya ada
tiga alternatif yang bisa dilakukan perusahaan ketika berhadapan
dengan risiko cuaca. Alternatif pertama adalah melakukan
tindakan-tindakan preventif untuk memproteksi bisnis dari
kerugian akibat risiko cuaca. Kedua, melakukan ekspansi di
luar bisnis utama, atau yang lebih dikenal dengan tindakan
diversifikasi. Terakhir, dengan berbagi risiko atau mentransfer
dampak kerugian yang diakibatkan risiko cuaca kepada pihak
lainnya. Pemanfaatan derivatif cuaca merupakan salah satu
contoh dari alternatif ketiga tersebut.

Apa Itu Derivatif Cuaca?
Istilah derivatif dikenal tidak hanya dalam bidang keuangan saja,
tapi juga pada bidang lainnya. Dalam ilmu kimia misalnya, derivatif
merujuk pada suatu substansi yang terkait dan diturunkan dari
substansi lainnya. Sedangkan dalam matematika, derivatif terkait
dengan suatu persamaan yang diturunkan dari suatu persamaan
lainnya. Makna serupa juga berlaku dalam bidang keuangan.
Derivatif bisa diartikan sebagai surat berharga yang nilainya
ditentukan berdasarkan nilai dari aset lainnya yang menjadi
acuan nilai (underlying asset). Jenis aset yang menjadi acuan bisa
bermacam-macam, bisa berupa aset fisik (misalnya komoditas
pertanian atau barang tambang), aset finansial (misalnya saham,
indeks pasar, tingkat bunga, kurs mata uang asing), atau aset
acuan lainnya (suhu udara, ketebalan salju).
Dengan demikian, berdasarkan aset yang manjadi acuan nilai,
derivatif bisa diklasifikasikan menjadi: (1) commodity derivatives
– derivatif yang nilainya ditentukan oleh aset-aset berupa
komoditi pertanian, perkebunan, pertambangan, dan lainnya;
(2) financial derivatives - derivatif yang nilainya ditentukan oleh
pergerakan nilai aset-aset finansial, seperti saham, obligasi, kurs,
dan indeks bursa; (3) weather derivatives – berupa jenis derivatif
yang nilainya didasarkan pada perubahan indikator cuaca, seperti
suhu udara, ketebalan salju, kelembaban, dan lainnya.
Ide dasar dari derivatif cuaca adalah bahwa perubahan cuaca
(misalnya perubahan suhu udara) bisa saja menyebabkan
penurunan volume penjualan atau pembengkakan biaya
yang selanjutnya bisa menyebabkan ketidakpastian aliran kas

31

LECTURER’S ARTICLE
perusahaan di masa depan. Untuk itu, para pengguna derivatif
cuaca berusaha untuk memperkirakan kemungkinan suhu udara
ke depan berdasarkan data historis pergerakan suhu udara ratarata bulanan, dan memperlakukan perkiraan perubahan suhu
udara tersebut seperti halnya pergerakan indeks harga komoditi
atau harga surat berharga yang bisa dijadikan aset acuan
(underlying asset). Sebagai misal, suatu perusahaan komiditi
pertanian mengantisipasi bahwa jika suhu udara diatas 350C,
maka kuantitas dan kualitas hasil pertaniannya akan menurun,
dan bisa menyebabkan kerugian. Untuk mengurangi risiko,
perusahaan tersebut membeli kontrak derivatif cuaca (menjadi
pihak buyer), serta membayarkan sejumlah premi kepada pihak
penerbit kontrak (issuer), dan jika di kemudian hari suhu udara
misalnya berada di atas suhu udara yang disepakati (350C), maka
kerugian yang diderita oleh perusahaan komoditi pertanian
tersebut akan ditanggung oleh pihak penerbit kontrak derivatif
cuaca (issuer). Situasi ini bisa diilustrasikan seperti dalam
persamaan berikut:

Dimana, DD berarti perbedaan tingkat suhu udara (degree day)
antara suhu udara yang disepakati (t=350C) dengan suhu udara
aktual (T) pada hari yang disepakati (exercise date).
Contoh lainnya adalah pada perusahaan yang bergerak di bidang
wisata ski salju. Hal yang paling ditakutkan adalah jika perubahan
cuaca menyebabkan ketebalan salju kurang dari ketebalan ratarata (misalkan 20cm). Jika hal tersebut terjadi, maka ditakutkan
jumlah pengunjung akan berkurang, dan penerimaan perusahaan
akan berkurang. Untuk mengurangi besarnya kerugian,
perusahaan bisa menandatangi kontrak derivatif cuaca yang akan
memberikan kas bagi perusahaan tersebut, apabila misalnya
pada waktu yang disepakati (exercise date) ternyata ketebalan
salju dibawah tingkat ketebalan yang disepakati.

Siapa Pengguna Potensial Derivatif Cuaca?
Derivatif cuaca diharapkan bisa menjadi jawaban untuk mengatasi
risiko yang disebabkan oleh perubahan cuaca, khususnya untuk
perusahaan yang karakteristik bisnisnya sensitif terhadap
perubahan cuaca. Pasar untuk derivatif cuaca di beberapa negara
besar di dunia seperti di AS, UK, Australia, Perancis, Jerman,
dan Jepang juga menunnjukkan tren peningkatan. Berdasarkan
data survei yang dilakukan oleh Price-Waterhouse Cooper,
tercatat pada tahun 2003-2004 jumlah transaksi derivatif cuaca
mencapai jumlah US$4,7 miliar, dan meningkat drastis pada
tahun 2005-2006 menjadi US$45,2 miliar (dikutip dari Weather
Risk Management - WMA, 2013).
Siapa saja pengguna derivatif cuaca. Berdasarkan laporan WMA,
pihak-pihak yang selama ini melakukan transaksi derivatif cuaca
bisa dikelompokkan menjadi: (1) pihak yang menggunakan
derivatif cuaca untuk sarana lindung nilai (hedgers); dan (2)
pihak yang melakukan spekulasi untuk mencari keuntungan
(speculators). Ditinjau dari jenis industrinya, para pengguna

32

derivatif cuaca sebagian besar berasal dari perusahaanperusahaan (baik pihak produsen maupun konsumen) yang
bergerak dalam bidang: energi listrik; gas alam; perminyakan;
pertanian; transportasi, dan bisnis lainnya yang sensitif terhadap
perubahan cuaca.
Sebagai instrumen manajemen risiko yang relatif baru, derivatif
cuaca memang belum banyak dikenal di Indonesia. Meskipun
demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa kebutuhan
akan instrumen derivatif cuaca untuk mengurangi risiko akibat
perubahan cuaca juga diperlukan oleh perusahaan-perusahaan
di Indonesia. Pemahaman dan pengetahuan karakteritisk dan
manfaat penggunaan derivatif cuaca kiranya sangat diperlukan
untuk menambah pilihan instrumen lindung nilai yang bisa
digunakan perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam
menghadapi ketidakpastian akibat perubahan cuaca. Hal lainnya
yang perlu dipikirkan tentu saja infrastruktur pasar untuk derivatif
cuaca (saat ini hanya tersedia bursa derivatif komoditi dan
derivatif finansial di Indonesia), serta perangkat hukum yang bisa
melindungi dan mengikat pihak-pihak yang berminat dan terlibat
dalam transaksi derivatif cuaca.

DAFTAR PUSTAKA
Bank, M., and Weisner R., 2009. Determinants of weather
derivatives usage in the Austrian winter tourism industry.
Tourism Management 30, p. 1-7.
Brockett, P.L., Wang, M., and Yang, C., (2005), “Weather derivatives
and weather risk management”, Risk Management and
Insurance Review, 8, p. 127-140.
Hoffmann, V.H., Sprengel, D.C., Ziegler, A., Kolb, M., and Abegg,
B., (2009), “Determinants of corporate adaptation to climate
change in winter tourism: an econometric analysis”, Global
Environmental Change 19, p. 256–264.
Syahailatua, A., (2008), “Dampak Perubahan Iklim Terhadap
Perikanan”, Oseana, 2, p. 25-32.
Weather Risk Management Association (2013), “Trading weather
risk”, http://www.wrma.org/ risk_trading.html, diakses pada
14 Februari 2013.

ALUMNI CORNER

Rahmat Waluyanto

Passion-nya di Bidang Sistem Akuntansi
Mengantarkan pada Pintu OJK

L

ahir di Lampung 57 tahun silam, Rahmat Waluyanto
merupakan Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) pertama di Republik ini. Lulusan Akuntansi
Fakultas Ekonomi UGM (nama FEB UGM saat itu –red) ini memulai
karirnya sebagai staf Direktorat Pembinaan BUMN. Tahun 2005,
dia menjabat sebagai Direktur Pengelolaan Surat Utang Negara,
Direktorat Jenderal Perbendaharaan; sedangkan tahun 2006 dia
menjabat sebagai Direktur Jenderal Pengelolaan Utang yang
merupakan hasil merger Pengelolaan Utang Luar Negeri dan
Pengelolaan Surat Berharga Negara. Sejak 4 September 2012
lalu, Rahmat Waluyanto disumpah oleh Mahkamah Agung (MA)
sebagai Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK.

Perkuliahan dan Karir
Terinspirasi oleh sepupunya yang lulusan Fakultas Ekonomi
dan bekerja di Kantor Pajak, Rahmat Waluyanto selepas SMA
mengikuti ujian Sekertariat Kerjasama Antar Lima Universitas
(SKALU) dan memilih jurusan Akuntansi
UGM. Akuntan
menurutnya merupakan profesi yang menjanjikan, apalagi
ketika bekerja di bidang Perpajakan. Tekad yang kuat untuk
diterima di universitas besar idamannya membawanya berhasil
memenangkan persaingan yang ketat untuk masuk jurusan ini.
Tercatat sebagai mahasiswa Akuntansi angkatan ’76, ia aktif
dalam kelompok-kelompok belajar. Konsentrasinya hanya pada
kegiatan belajar karena belum banyak kegiatan nonakademik

33

ALUMNI CORNER
nya dalam kurun waktu hanya dua tahun, ayah dua putra ini
masih merasa ‘lapar’ ilmu kemudian melanjutkan studi doktoral
di Department of Accounting and Finance, University of
Birmingham, Inggris.
Kembali ke tanah air pada tahun 1997, ia kembali mengabdi
pada Departemen Keuangan. Delapan tahun berjalan, Rahmat
dipercaya untuk menduduki jabatan Direktur Pengelolaan Surat
Utang Negara, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Kementerian
Keuangan. Tepatnya setahun kemudian ia diangkat menjadi
Direktur Jenderal Pengelolaan Utang, Kementerian Keuangan
sampai tahun 2012 lalu. Pada waktu yang bersamaan, yaitu 20082012, pria berdarah Jawa ini juga menjadi Alternate Governor
dari International Monetary Fund (IMF) Washington DC, Amerika
Serikat (Gubernur Bank Indonesia yang merupakan Governor IMF
–red). Karirnya terus melaju sampai akhirnya September 2012 ia
menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK.

pada saat itu. Mahasiswa yang berkuliah di gedung Balairung
ini merupakan salah satu pecinta warung SGPC (sego pecel
atau nasi pecel –red). Seminggu sekali, ia menyempatkan diri
untuk sarapan bersama teman-teman di tempat itu dengan cara
nggabrul (makan dan minum tanpa bayar –red). Skripsi sarjananya
sukses diselesaikan atas bimbingan Drs. Hadori Yunus, Akt. (Alm)
dengan dosen penguji yang cukup disegani mahasiswa, Dr. Arief
Suadi, MBA. dan Drs. Slamet Munawir, MM.
Selepas menyelesaikan gelar sarjananya, Rahmat mengikuti
pertukaran pemuda di Kanada dengan sponsor Canadian
International Development Agency (CIDA). Pengalaman empat
bulan di negara itu berguna sebagai salah satu bekalnya
melamar pekerjaan. Ia kemudian melirik Departemen Keuangan
sebagai institusi yang ditujunya dengan harapan mendapatkan
kesempatan untuk studi lanjut. Baginya, menjadi sarjana strata
satu saja tidak cukup. Tahun 1985 ia diterima sebagai pegawai
Negeri Sipil (PNS) di departemen tersebut, tepatnya di Direktorat
Pembinaan BUMN, Direktorat Jenderal Moneter Dalam Negeri
(cikal bakal Kementerian BUMN –red). Lima tahun mengabdi
di Direktorat tersebut, keinginannya untuk melanjutkan kuliah
terwujud. Ia mendapatkan beasiswa studi program Master of
Business Administration (MBA) Bidang Finance di University of
Denver, Colorado, Amerika Serikat. Selesai dari program MBA-

34

Banyak pekerjaan yang telah dihasilkan selama ia menjalankan
tugas-tugas negara tersebut, antara lain: membangun kapasitas
Kementerian Keuangan dalam pengelolaan utang negara,
termasuk di dalamnya pendirian Ditjen Pengelolaan Utang
serta mengembangkan pasar Surat Berharga Negara (SBN), dan
turut membawa Direktorat Pengelolaan Utang mendapatkan
17 International Awards sebagai The Best Global Bond/Sukuk
dan The Best Deal of The Year dari berbagai majalah keuangan
internasional, misalnya Euromoney, The Asset, dan The Finance
Asia. Selain itu, Rahmat juga ikut serta berkontribusi langsung
dalam menurunkan rasio utang terhadap PDB dari 90% di tahun
2000 menjadi 24,5% di tahun 2012. Pada krisis pasar keuangan
tahun 2005, 2008, dan ‘mini crisis’ pada September 2009 lalu, ia
ikut berperan menangani dan ikut menyusun serta menerapkan
‘Crisis Management Protocol’ untuk SBN untuk pertama kalinya
pada tahun 2008. Rahmat juga berperan banyak dalam persiapan
pengembangan pasar Sukuk Indonesia menjadi pilar utama
pengembangan pasar keuangan nasional sekaligus juga menjadi
hub pasar Sukuk Asia dalam waktu 5 tahun.

Kunci Sukses
Keberhasilan yang diraih saat ini tidak serta merta didapatkannya
secara mudah. Kunci untuk meraih semua kesuksesannya yaitu
passion yang dimiliki. Dia mampu menjadikan kesenangannya
menjadi suatu keunggulan. Selain itu, menurutnya, manusia
mesti tetap ‘merasa lapar untuk menjadi kenyang’; selalu ingin
terus belajar untuk mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya.
Harapannya, alumni dari almamater tercintanya mampu menjadi
sumber daya yang memiliki kepekaan akan hal-hal yang
dibutuhkan di lapangan pekerjaan atau dapat menciptakan
lapangan pekerjaan untuk merespon tantangan dan kesempatan
lingkungan bisnis di masa mendatang. Untuk itu, ia juga berharap
bahwa mahasiswa bukan hanya mendapatkan ‘buku teks’ tetapi
‘real life dan hands-on experience’; tidak hanya mendapatkan
teori di kelas tetapi juga bisa mendapatkan pengalaman praktik
dari keikutsertaan dalam kerja magang. [hk]

OTHERS

Era Baru Pengawasan Sektor Jasa
Keuangan yang Terintegrasi

I

ndustri jasa keuangan nasional memasuki era baru dalam
pengawasan industri keuangan seiring dengan diterbitkannya
UU No. 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) yang melandasi migrasi otoritas di sektor keuangan
dari Bapepam-LK dan Bank Indonesia. Migrasi dan penyatuan
regulator industri keuangan nasional tersebut menempatkan
OJK sebagai lembaga yang berfungsi menyelenggarakan sistem
pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di
dalam sektor jasa keuangan yang terdiri dari industri di sektor
perbankan, pasar modal, dan lembaga keuangan nonbank –baik
perasuransian, dana pensiun, lembaga pembiayaan, maupun
lembaga jasa keuangan lainnya.
Dalam menjalankan fungsinya, OJK dituntut untuk mencapai
tujuan pembentukannya sebagaimana diamanahkan dalam
undang-undang, yakni: (i) teratur, adil, transparan, dan akuntabel;
(ii) mampu mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh
secara berkelanjutan dan stabil; serta (iii) mampu melindungi
kepentingan konsumen dan masyarakat. Ketiga tujuan tersebut
merupakan nilai tambah dari keberadaan OJK.

Latar Belakang Pendirian OJK
OJK lahir di tengah kompleksnya dinamika permasalahan dan
tantangan yang dihadapi oleh sistem keuangan. Oleh karena
itu, OJK sangat concern berupaya memperkuat dan memastikan
sistem regulasi dan pengawasan industri keuangan agar dapat
berjalan secara efektif, harmonis, serta didukung dengan
tata kelola yang baik sehingga mampu menciptakan industri
keuangan yang kokoh dan berdaya saing tinggi.
Perhatian secara terfokus diarahkan pada penanganan berbagai
tantangan industri jasa keuangan antara lain mengeliminasi

tumpang tindih (overlapping) pengaturan, grey area yang belum
diatur secara jelas, serta ketimpangan pengaturan antarsektor
jasa keuangan yang dapat memicu moral hazard.
Tantangan lain di sektor jasa keuangan adalah upaya untuk
memperkuat kapasitas regulator dalam mengikuti dinamika di
sektor jasa keuangan seiring arus globalisasi, inovasi produk,
konglomerasi bisnis, interconnectedness antarsektor dan
perkembangan teknologi untuk transaksi jasa keuangan.
Tantangan ini menyebabkan adanya ekspektasi untuk
memperkuat sistem tata kelola (governance) regulator yang ada.
Lebih dari itu, OJK dituntut pula memberikan perhatian lebih
terhadap perlindungan dan edukasi bagi konsumen karena
merupakan penopang bagi peningkatan kinerja dan kesehatan
sektor keuangan dalam rangka meningkatkan kepercayaan dari
investor dan konsumen dalam setiap aktivitas usaha di sektor jasa
keuangan, serta memberi peluang untuk perkembangan sektor
jasa keuangan secara adil, efisien dan transparan.

Governance (Tata Kelola) OJK
Untuk mengawal pelaksanaan mandat tersebut, OJK dipimpin
oleh Dewan Komisioner yang beranggotakan 9 (sembilan)
orang anggota. Komposisi keanggotaan adalah seorang ketua,
wakil ketua, kepala eksekutif pengawas perbankan, kepala
eksekutif pengawas pasar modal, kepala eksekutif pengawas
lembaga keuangan nonbank, ketua dewan audit, anggota yang
membidangi edukasi dan perlindungan konsumen, dan dua
orang anggota ex-officio dari Bank Indonesia dan Kementerian
Keuangan.
Sejak diangkat dengan masa jabatan 5 (lima) tahun melalui
Keputusan Presiden dan diambil sumpah di hadapan Mahkamah

35

OTHERS
Agung sebagai pimpinan OJK pada tanggal 20 Juli 2012, Dewan
Komisioner telah memulai melaksanakan tugasnya secara
kolektif dan kolegial sebagaimana diatur dalam undang-undang.
Secara internal, OJK telah menyelesaikan berbagai tahapan yang
diperlukan untuk dapat segera menjalankan fungsinya, mulai dari
penetapan struktur organisasi, pemenuhan sumber daya, dan lain
sebagainya.
Sejak 31 Desember 2012, OJK telah resmi beroperasi seiring
beralihnya fungsi pengaturan dan pengawasan pasar modal
dan lembaga keuangan bukan bank dari Bapepam-LK. Adapun
fungsi dan kewenangan pengaturan dan pengawasan lembaga
keuangan bank akan beralih ke OJK pada 31 Desember 2013.

OJK Menuju Leading Integrated Regulator
Operasionalisasi OJK melalui beberapa tahapan. Sebelum pada
akhirnya mampu beroperasi secara optimal OJK harus melalui
tahapan transisi. Proses transisi menjadi awal yang sangat krusial
bagi pembentukan sebuah otoritas baru dalam pengaturan dan
pengawasan industri keuangan yang terintegrasi. Untuk itu,
OJK bahu membahu berkoordinasi secara intens dengan Bank
Indonesia dan Kemenkeu serta seluruh stakeholders terkait
terutama melalui Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan
(FKSSK) untuk menjamin kelancaran proses transisi sekaligus
menjaga terpeliharanya stabilitas sistem keuangan.
Ke depan, transformasi strategis OJK akan dilakukan secara
bertahap (gradual) dalam tiga fase untuk membangun regulator
dan pengawas industri keuangan yang terintegrasi, handal,
dinamis dan profesional serta disegani di tingkat regional dan
internasional, yaitu: (i) dalam jangka pendek, membangun fondasi
organisasi yang solid untuk mengelola masa transisi secara aman
dan lancar; (ii) dalam jangka menegah, memperkuat organisasi
yang profesional dalam mendukung pengawasan lembaga
keuangan yang efektif dan terintegrasi; dan (iii) dalam jangka
panjang, memposisikan OJK sebagai leading integrated regulator
serta berperan strategis di level regional dan internasional.
Dalam mendukung transformasi OJK ke arah pencapaian
tujuannya, OJK akan mengadopsi delapan strategi utama, yakni:
(i) pengintegrasian pengaturan dan pengawasan lembaga
keuangan melalui harmonisasi dan penyempurnaan kebijakan
dan pengawasan industri jasa keuangan; (ii) peningkatan
kapasitas pengaturan dan pengawasan, menyesuaikan
dengan kompleksitas, ukuran, integrasi dan konglomerasi
sektor keuangan; (iii) penguatan ketahanan dan kinerja sistem
keuangan berfokus pada penguatan likuiditas dan permodalan;
(iv) peningkatan stabilitas sistem keuangan, melalui pengawasan
secara terintegrasi; (v) peningkatan budaya tata kelola dan
manajemen risiko di lembaga keuangan; (vi) pembentukan
sistem perlindungan konsumen keuangan yang terintegrasi
dan melaksanakan edukasi dan sosialisasi yang masif dan
komprehensif; (vii) peningkatan profesionalisme sumber daya
manusia; (viii) peningkatan tata kelola internal dan quality
assurance guna membangun kredibilitas dan kepercayaan serta

36

dapat menjadi model bagi institusi lain.

Prinsip Pengawasan Industri Keuangan yang
Terintegrasi
Untuk mewujudkan arah strategis OJK, sangat penting bagi OJK
untuk memiliki strategi pengaturan dan pengawasan yang tepat
yang dirumuskan dalam tiga prinsip utama yang saling terkait
yakni: pertama, perspektif holistik yang mempertimbangkan baik
individual institusi keuangan maupun sistem keuangan secara
luas; kedua, filosofi risk-based dan forward looking yang proaktif
yang saling mendukung dengan manajemen risiko; ketiga,
prinsip keseimbangan antara kepatuhan pada regulasi dengan
pertimbangan profesional.
Dengan berbasis pada paradigma baru tersebut, strategi umum
OJK diarahkan untuk memastikan agar regulasi dan pengawasan
atas industri jasa keuangan yang sudah berhasil dilakukan
dengan baik oleh Bank Indonesia dan Bapepam-LK terus
berlangsung. Tantangan bagi OJK adalah mensinergikan regulasi
dan pengawasan oleh kedua lembaga tersebut untuk mendorong
agar industri keuangan semakin sehat dan kontributif ke depan.
Dalam perspektif keuangan, untuk menunjang pelaksanaan
seluruh strategi tersebut, OJK perlu didukung dengan anggaran
yang berkesinambungan bersumber dari pembiayaan dari
indusri (pungutan) sebagaimana mandat UU dengan tetap
menjamin independensi dan didasarkan pada prinsip keadilan
dan tata kelola yang baik. Manfaat dari pungutan diarahkan
untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas OJK dalam
memperkuat stabilitas sistem keuangan, menciptakan iklim usaha
yang kondusif, dan meningkatkan inklusi keuangan sehingga
manfaatnya akan dinikmati oleh industri itu sendiri (recycling
levy).

Komitmen Stakeholder Sebagai Kunci
Keberhasilan
Sebagai otoritas yang baru lahir, keberhasilan proses peralihan
OJK akan sangat bergantung pada komitmen dan partisipasi
dari seluruh pemangku kepentingan –termasuk dalam hal ini
legislatif, pemerintah, Bank Indonesia, dan masyarakat industri
jasa keuangan. Harapan besarnya adalah bahwa OJK akan
mampu mewujudkan industri jasa keuangan yang teratur, adil,
transparan, dan akuntabel serta berperan aktif dalam menjaga
stabilitas sistem keuangan secara berkesinambungan, yang pada
gilirannya akan memberikan nilai tambah terhadap peningkatan
kesejahteraan masyarakat, melalui penciptaan pertumbuhan
ekonomi yang tinggi dan berkualitas. [Tim OJK]

Juara 1
Juara 2

Sayembara
Foto Kopi
Enak Banget!
FEB UGM
Juara 3

A

khir tahun 2012 lalu, Enak Banget! FEB UGM menggelar
lomba foto bertajuk “Sayembara Foto Kopi”. Lomba yang
diadakan dari November 2012 hingga 28 Desember 2012
ini memberi kesempatan bagi peserta untuk mengabadikan
suasana atau elemen dari Enak Banget!, coffee shop di FEB
UGM. Peserta diberi kebebasan untuk berkreasi, memadukan
unsur atmosfer, sajian, pengunjung ataupun bahkan baristanya.
Adapun acara ini diadakan untuk memperkenalkan Enak Banget!
yang relatif baru pada sivitas akademika. Karya yang lolos seleksi
dipamerkan di Enak Banget! selama pertengahan hingga akhir
Februari 2013 lalu.
Terhitung 35 foto masuk ke meja panitia pada deadline
pengumpulan foto. Seluruh foto kemudian diseleksi oleh dewan
juri, yang terdiri dari Dekan FEB UGM, Prof. Wihana Kirana Jaya,
M.Soc.Sc., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian
Masyarakat, Kerjasama dan Alumni, Muhammad Edhie Purnawan,

Juara Favorit

M.A., Ph.D, Pinto N.H. (fotografer profesional), Prof. Suwardjono,
Ph.D., serta perwakilan Enak Banget!. Setelah dilakukan penjurian
yang cukup ketat, diambil tiga foto pemenang berdasarkan
perolehan skor tertinggi. Kemudian diambil pula 25 foto, selain
foto pemenang, untuk diikutsertakan dalam voting foto terfavorit
melalui page Facebook Enak Banget! FEB UGM. Foto dengan
jumlah like paling banyak dinobatkan sebagai foto terfavorit.
Berikut adalah daftar pemenang Sayembara Foto Kopi Enak
Banget Café: Juara 1: “Ini Kopinya” oleh Benny Indra (FEB), Juara 2:
“Grab a Spirit” oleh Puspita Ramadhani (FEB), Juara 3: “Fresh Me”
oleh Dwi Purno Widakdo (Bioteknologi), Juara Favorit: “Something
about EB” oleh Kania Suci Utami (MSi – Ilmu Ekonomi). Tim Enak
Banget! FEB UGM mengucapkan selamat pada para pemenang.
Semoga dapat menjadi motivasi untuk terus berkarya! [prima]

37

UPCOMING EVENTS
Pertemuan tahunan dan konferensi ASEAN Graduate Business
and Economics Program (AGBEP) pada 2-4 April 2013 di
Yogyakarta dengan FEB UGM sebagai tuan rumah. Tema call
for paper: “Enhancing Collaboration, People, and Institutions
within the ASEAN-China Community Network: Facing the ASEAN
Economic Community (AEC) 2015”.

Selamat
Kepada:

Prof. Sri Adiningsih, M.Sc, Ph.D

atas dikukuhkannya sebagai Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada
Kepada:

Prof. Tri Widodo, M.Ec.Dev, Ph.D

atas dikukuhkannya sebagai Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada
Kepada:

Rusdi Akbar, M.Sc, Ph.D

yang telah menyelesaikan studi Program Doktor, selamat bergabung kembali di
Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Kepada:

Yulia Arisnani, M.B.A, Ph.D

yang telah menyelesaikan studi Program Doktor, selamat bergabung kembali di
Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Kepada:

Fuad Rakhman, M.Sc, Ph.D

yang telah menyelesaikan studi Program Doktor, selamat bergabung kembali di
Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Kepada:

Singgih Wijayana, M.Si, Ph.D

yang telah menyelesaikan studi Program Doktor, selamat bergabung kembali di
Fakultas Ekonomika dan Bisnis
38

FEB UGM mengucapkan selamat atas pelantikan 23 pejabat baru
pengelola program studi dan unit
di lingkungan FEB UGM 2013
Magister Akuntansi (MAKSI)
Prof .Dr. Goedono, M.B.A., CMA., Ketua Program Studi
Rusdi Akbar, M.Sc., Ph.D., CMA., Wakil Ketua Bidang Akademik dan Kemahasiswaan
Dr. Agus Setiawan, M.Soc.Sc., Wakil Ketua Bidang Administrasi dan Keuangan
Magister Ekonomika Pembangunan (MEP)
Artidiatun Adji, M.Ec., Ph.D., Ketua Program Studi
Drs. Ahmad Jamli, M.A., Wakli Ketua Bidang Akademik dan Kemahasiswaan
Boyke R. Purnomo, S.E., M.M., Wakil Ketua Bidang Administrasi dan Keuangan
Magister Manajemen (MM)
Prof. Dr. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ketua Program Studi
Prof. Basu Swastha Dharmmesta, M.B.A., Ph. D., Wakil Ketua Bidang Akademik dan Kemahasiswaan
Prof .Dr. Jogiyanto Hartono Mustakini, M.B.A., CMA., Wakil Ketua Bidang Administrasi dan Keuangan
Wakhid Slamet Ciptono, M.B.A., M.P.M., Ph.D., Ketua Program Magister Manajemen Kampus Jakarta
Dr. Hardo Basuki, M.Soc.Sc., CSA., Sekretaris Program Magister Manajemen FEB UGM Kampus Jakarta
Magister Sains dan Doktor (MSi dan DOKTOR)
Dr. Bambang Riyanto Lies Sugiyanto, M.B.A., CMA., Ketua Program Studi merangkap Ketua Program Studi Akuntansi
Dr. Mamduh Mahmadah Hanafi, M.B.A., Wakil Ketua Bidang Akademik dan Kemahasiswaan merangkap ketua Program
Studi Manajemen
Dr. Akhmad Makhfatih, M.A., Wakil Ketua Bidang Administrasi dan Keuangan Merangkap Ketua Program Studi Ilmu
Ekonomi
Program Profesi Akuntansi (PPAk)
Drs. Sugiarto, M.Acc., M.B.A., CMA., Ketua Pengelola
Drs. Laurentius Suparwoto, M.Sc., CMA., Sekretaris Pengelola
Penelitian dan Pelatihan Ekonomika dan Bisnis (P2EB)
Prof. Dr. Sri Adiningsih, M.Sc., Direktur
Dr. Rimawan Pradiptyo, M.Sc., Deputi Direktur Bidang Penelitian
Dr. Sumiyana, Akt., M.Si., Deputi Direktur Bidang Keuangan dan Investasi
Nurul Indarti, Sivilekonom, Cand.Merc., Ph.D., Deputi Direktur Bidang Pelatihan
Jabatan Baru di FEB UGM
Prof. Dr. Indra Wijaya Kusuma, M.B.A., CMA., Manajer Jaminan Mutu dan Akreditasi
Prof. Dr. Mudrajad Kuncoro, M.Soc.Sc., Manajer Kantor Publikasi
Dr. Rangga Almahendra, S.T., M.M., Manajer Program Internasional

39

NEWS FROM ABROAD

Singgih Wijayana

Bersama Kesulitan Selalu Ada
Kemudahan

S

aya menempuh studi S3 di Monash University, Melbourne,
Australia. Di Australia, Monash University masuk dalam
anggota ‘Group of Eight’, yaitu kelompok delapan universitas
terkemuka di Australia. Monash University juga masuk “top one
per cent of world universities” menurut Times Higher Education
World University Rankings (2012-2013) atau berada pada
peringkat ke 61 menurut QS World University Rankings (2012).
Sedangkan kota Melbourne, menurut Global Liveability Survey,
dinobatkan sebagai “the world best place to live” berdasarkan
penanganan kesehatan, kualitas pendidikan, kondisi infrastruktur,
kultur, dan rendahnya tingkat kriminal. Kota ini menjadi tujuan
wisata, tempat berbagai ajang pertandingan international –seperti
Formula 1 dan tenis Australian Open– dan sekaligus menjadi kota
pelajar karena banyaknya siswa yang datang dari penjuru dunia
untuk belajar di the University of Melbourne, Victoria University,
Monash University, LaTrobe University, Royal Melbourne Institute
of Technology (RMIT University), atau Deakin University.
Di satu sisi, mendapatkan kesampatan belajar di universitas
yang baik dapat memberikan banyak pengalaman yang sangat
berharga. Kesempatan untuk belajar dari profesor yang memiliki
publikasi di berbagai jurnal papan atas seperti the Accounting
Review, Journal of Accounting and Economics, Contemporary

40

Accounting Research, dan Accounting, Organizations, and
Society dapat diperoleh di sini. Berbagai fasilitas yang baik
tersedia, terutama untuk siswa program doktor. Sebagai
contoh, setiap siswa difasilitasi dengan ruang kantor lengkap
dengan laptop/komputer, internet, printer, dan kertas tanpa
dibatasi penggunaannya. Berbagai perangkat lunak (software)
pendukung aktivitas penelitian tersedia secara lengkap di
server dan siap untuk di-install jika sewaktu-waktu diperlukan.
Disediakan pula unlimited storage untuk menyimpan dokumen
dan data riset dengan sistem pengamanan dan cadangan
(backup) berlapis. Akses jarak jauh (remote access) juga
diberikan untuk memastikan bahwa perangkat lunak dan data
dapat diakses di mana dan kapan saja. Akun email yang dapat
diandalkan dengan kapasitas tidak terbatas juga diberikan
kepada setiap siswa program doktor untuk memastikan siswa
lancar dalam berkomunikasi dan selalu well-informed dan
updated dengan setiap kegiatan akademik. Berbagai database
yang biasa digunakan di bidang akuntansi dan keuangan,
seperti Datastream, Bloomberg, Compustat, CRSP, CSMAR,
EVENTUS, I/B/E/S, Osiris, Orbis, OptionMetrics and RiskMetrics,
dan Audit Analytics tersedia untuk mendukung aktivitas
penelitian.

Di sisi yang lain, sebagai timbal balik dari fasilitas yang
sedemikian baik, Monash University mensyaratkan proses
supervisi yang ketat. Laporan tertulis mengenai perkembangan
tesis/riset disampaikan dan didiskusikan dalam pertemuan
terjadwal setiap dua minggu sekali. Siswa wajib mendedikasikan
empat puluh jam per minggu penuh untuk mengerjakan tesis
dan memastikan kualitas pekerjaan seperti yang diharapkan
pembimbing atau standar Monash University. Seminar penelitian
yang dipresentasikan oleh akademisi internal Monash, eksternal
(dari universitas-universitas lain di Australia), dan dari universitas
di luar Australia dengan pembicara seperti Stephen Zeff, Dan
Dhaliwal, dan Ross Watts diadakan tiap minggu. Penghargaan
atau sanksi diberikan untuk kehadiran atau ketidakhadiran dalam
seminar. Berbagai persyaratan tersebut nampaknya tidak secara
mudah dapat dipenuhi. Tercatat tiga dari delapan siswa satu
angkatan tidak berhasil menyelesaikan studi.

Di tengah tekanan selama studi, kehadiran jajaran dekanat dan
pengurus rektorat (Prof. Ainun Na’im, Ph.D., Dr. Didi Achjari,
M.Com., Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc., Ph.D., Eko Suwardi,
Ph.D. dan Drs. Muhammad Edhie Purnawan, MA., Ph.D. –red)
ke Melbourne dan memberi waktu luang untuk bertemu, telah
membawa semangat dan dorongan untuk segera menyelesaikan
studi dan kembali ke FEB. Dukungan dari UGM baik di tingkat
fakultas maupun di tingkat universitas sangat terasa bermanfaat,
terutama di masa-masa paling sulit selama masa studi. Keberadaan
anak-anak juga telah membawa motivasi untuk melalui harihari yang tidak hanya memerlukan kedisiplinan, tetapi juga
strategi untuk meminimalkan berbagai risiko yang kami hadapi.
Kebersaman dengan mereka juga telah membawa kebahagiaan
selama masa studi kami. Beberapa kegiatan silaturahmi secara
berkala, terutama di akhir pekan antarsesama warga Indonesia
telah membawa warna tersendiri.

Keberhasilan atau ketidakberhasilan dalam studi tentu saja tidak
hanya disebabkan oleh faktor akademik. Faktor non-akademik
seringkali juga menentukan keberhasilan atau ketidakberhasilan
dalam studi. Bagi saya, menyediakan waktu empat puluh jam per
minggu telah menjadi tantangan terbesar selama menempuh
studi S3. Di negara yang menuntut kemandirian ini, membesarkan
tiga anak –dua di antaranya balita– telah memberikan kesibukan
tersendiri. Alokasi waktu yang ada juga harus diberikan untuk
istri, yang hampir bersamaan menempuh studi S3. Tinggal di
Melbourne dengan berbagai fasilitas yang baik dikompensasi
oleh mahalnya living cost: mahalnya biaya untuk childcare,
transportasi, parkir, dan sewa rumah. Hal ini telah memaksa saya
dan istri untuk bekerja agar dapat bertahan sampai selesainya
studi. Alokasi waktu harus diberikan juga untuk itu.

Belajar, bekerja, dan mengasuh anak telah sangat menyibukkan
kami, sehingga waktu studi empat tahun lima bulan tidak terasa
telah kami lalui dengan cepat. Alhamdulillah, tidak lama lagi saya
akan kembali ke tanah air dengan membawa selembar kertas
ijasah Ph.D. yang diharapkan- semoga ilmu-ilmu yang diperoleh
bermanfaat bagi kita semua dan barokah. Masih teringat saat
berangkat dengan membawa seorang anak dan kini akan kembali
ke tanah air membawa tiga orang anak. Begitu banyak cobaan
kenikmatan dan kesulitan hadir silih berganti kami alami selama
masa studi. Semua atas kehendak-Nya, La Haula Wala Quwwata
Illa Billah.

41

STUDENT’S CORNER
tahun yang sama, ia dan kawan-kawan membawa pulang piala
juara II The 1st MRC’s Bachelor Journey yang diselenggarakan
MRC UI dan Bank Indonesia serta juara I Kompetisi Debat
Nasional “Politik Ceria” yang digelar BEM FEM IPB.
Di tengah usahanya mengikuti seleksi berbagai kompetisi,
Rahmatdi tetap mengedepankan kegiatan akademik. Dibuktikan
dengan IPK hingga semester kelima yang tidak kurang dari angka
3,9. Selain itu, ia pun masih malang melintang di dunia organisasi
dengan bergabung di divisi penelitian BPPM EQUILIBRIUM dan
Shariah Economics Forum FEB UGM serta divisi media Jamaah
Mahasiswa Muslim Ekonomi (JMME). Tidak hanya itu, mahasiswa
yang diam-diam pandai membuat cerita pendek dan puisi ini
sangat aktif di berbagai kepanitiaan kampus, seperti SIMFONI,
Gadjah Mada Accounting Days, Shariah Economics This Year, dan
EQUALITY.

Kehidupan Kuliah
Seimbang ala
Rahmatdi

Selama kuliah, ada tiga prioritas saya, yaitu akademik,
organisasi, dan kompetisi,” ujar Rahmatdi, mahasiswa
Akuntansi 2010 FEB UGM. Rahmatdi adalah salah satu dari
segelintir mahasiswa yang berhasil menyeimbangkan tiga aspek
tersebut. Hingga semester keenam yang dijalaninya di kampus
ini, prioritas yang disebutkannya masih terus dipegang teguh.
Mahasiswa kelahiran Bantul, 20 Januari 1992 yang terlihat low
profile ini ternyata memiliki segudang prestasi. Sejak SMA, ia
telah mengukir namanya di berbagai piala perlombaan. Di bidang
ekonomi, Rahmatdi pernah menyabet medali emas di Olimpiade
Sains Nasional 2009 bidang Ekonomi serta juara I di Accounting
Quiz Universitas Negeri Yogyakarta pada tahun 2008 dan FSDE
2009. Selain itu, di bidang karya tulis, ia pernah menjadi juara
I Lomba Karya Tulis Ekonomi Islam Universitas Islam Indonesia
2008 dan juara II Lomba Karya Tulis APBN 2008.
Prestasi anak bungsu dari tiga bersaudara ini terus berlanjut
hingga bangku perkuliahan. Pada tahun 2011 lalu, bersama
timnya, ia meraih juara II Lomba Karya Tulis Nasional oleh KSM
Eka Prasetya Universitas Indonesia. Kemudian pada tahun 2012,
ia menjadi salah satu peserta PKM-GT yang didanai. Masih pada

42

Tiga aspek kehidupan kuliah ini -akademik, organisasi, dan
kompetisi- sangat serius ditekuni dan berusaha diseimbangkan
karena Rahmatdi memiliki alasan yang kuat untuk masing-masing
aspek. Akademik menjadi salah satu aspek penting karena ia ingin
menjadi seorang dosen. Menurutnya, nilai serta kemampuan di
bidang akademis adalah prasyarat utama seorang pengajar yang
berkualitas. Di sisi lain, niat Rahmatdi mengikuti organisasi dan
kepanitiaan adalah, “Berlatih bagaimana menghadapi orang lain
karena saya orangnya pemalu jika belum kenal. Benar-benar
tidak ada niat untuk menjadi eksis. Hanya menambah teman dan
networking.”
Bagi Rahmatdi, berkompetisi merupakan sebuah ‘kebiasaan’
yang telah dipupuk oleh lingkungannya sejak SMA. Sewaktu
bersekolah di SMAN 1 Yogyakarta, ia bergabung dengan
Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). Diakuinya, teman-temannya
di KIR sangat kritis sehingga nuansa yang terbangun adalah
semangat untuk terus mencari ide dan berkompetisi. “Banyak
teman seangkatan yang hebat, mengikuti lomba hingga tingkat
internasional dan memenangkan berbagai kompetisi. Hal ini
yang memotivasi saya agar berjuang dan dapat berhasil seperti
mereka,” tuturnya bersemangat.
Karena semangat melakukan penelitian dalam dirinya, Rahmatdi
kemudian bergabung dengan divisi penelitian di organisasi
kemahasiswaan FEB. Mulanya, ia berharap dapat mengembangkan
kemampuan penelitiannya, meskipun keinginan itu tidak
sepenuhnya terbayar. Walaupun begitu, ia tetap menekuni dunia
penelitian dan karya tulis dengan mengikuti berbagai kompetisi
di bangku perkuliahan yang kemudian mengantarkannya pada
podium juara.
Menurut Rahmatdi, tidak ada tips khusus untuk menjalani ketiga
prioritasnya secara seimbang. Selama ini, ia selalu terpacu dengan
teman-teman atau orang lain di sekitarnya yang berprestasi.
“Misalnya sewaktu SMA, ada kakak kelas yang bisa sampai
dapat medali emas olimpiade, maka saya akan terpacu untuk
mendapatkan hal yang sama,” ujarnya. Semangat Rahmatdi
untuk menyeimbangkan kehidupan akademik, organisasi, dan
kompetisi ini patut diacungi jempol. [prima]

SCHOLARSHIP AND RECRUITMENT

PARTNERSHIP

Kerjasama Akademik,
Penelitian dan
Pertukaran Pelajar
dengan EWHA Womans
University, Korea
Selatan
United Nations
Development Programme

P
K

ada saat ini UNDP memiliki 126 staf terdiri 72 staf lakilaki dan 54 staf perempuan, diluar posisi Special Service
Agreement (SSA) dan Service Contract (SC). UNDP
menghargai keragaman geografis tenaga kerjanya. Hal ini juga
mendorong perempuan untuk melamar. UNDP kini membuka
kesempatan bagi anak bangsa yang bertalenta untuk bergabung
dalam posisi:

omitmen untuk mewujudkan visi dan misi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB)
UGM semakin kuat dengan diperluasnya jaringan kerja
sama dalam dunia internasional. Akhir tahun lalu (5/12), pihak
universitas, fakultas dan program pascasarjana Magister Manajemen melakukan kunjungan di EWHA Womans University di Korea
Selatan.
Kunjungan oleh Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc. selaku Rektor UGM,
Dekan FEB UGM, Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc., Ph.D.,
dan Direktur Program MM FEB UGM, Prof. Lincolin Arsyad,
Ph.D. ini dilaksanakan sekaligus untuk menandatangani MoU
(Memorandum of Understanding) Academic and Research
Collaboration dan MoU Students Exchange pada hari yang sama.
MoU pada level universitas ditandatangani secara langsung
oleh Dr. jur. Sun-Uk Kim selaku Presiden EWHA Womans
University dengan Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc. selaku Rektor
UGM. Sedangkan MoU Student Exchange pada level fakultas
ditandatangani oleh Prof. Kyung Hee Park selaku Dekan EWHA
School of Business dengan Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc.,
Ph.D. selaku Dekan FEB UGM.

Formulir dan informasi lebih lanjut dapat diunduh di website
UNDP http://www.undp.or.id/jobs/

Kerja sama yang disepakati ini tentu saja membuka kesempatan
lebar bagi kedua belah pihak untuk melakukan pertukaran dosen
dan mahasiswa, mendapatkan informasi akademik, melakukan
kerja sama penelitian, dan kerja sama bidang lain yang bermanfaat
bagi Universitas Gadjah Mada dan EWHA Womans University. [ai]

43

FACILITIES

Sekilas Lebih Dekat dengan Sembilan
Corner Penelitian Pertamina Tower

F

EB UGM terus berpartisipasi dalam penelitian dan
pengabdian masyarakat. Kali ini, partisipasi itu dilakukan
melalui berbagai Corner penelitian di Pertamina Tower.
Nantinya, akan ada sembilan Corner yang merupakan
laboratorium-laboratorium penelitian bagi setiap jurusan di
FEB UGM. Jurusan Ilmu Ekonomi akan berkontribusi di Mandiri
Macroeconomy Dashboard dan SKSP Migas Energy Policy Corner.
Jurusan Akuntansi menggandeng Syariah Corner dan Investment
Gallery, sedangkan Jurusan Manajemen berfokus pada UMKM
Corner dan BNI Financial Market Update Corner. Selain itu, ketiga
jurusan akan bekerja sama di BCA Banking Corner. Ditambah lagi
dengan Corner Ekonomi Kerakyatan sebagai kontribusi fakultas
terhadap masyarakat dan IT Corner yang dikelola P2EB FEB UGM.
Mandiri Macroeconomy Dashboard yang diketuai oleh Prof.
Dr. Sri Adiningsih, M.Sc., Ph.D. bertugas melakukan review
dan memberikan outlook atau forecast atas ekonomi makro
Indonesia melalui buletin triwulanan: Indonesian Economic
Review and Outlook (IERO). Corner yang disponsori oleh PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk ini menyediakan CEIC Database bagi sivitas
akademika.
BNI Financial Market Update (FMU) juga mempunyai tugas

44

serupa: mengulas dan memberi outlook pasar keuangan melalui
buletin Financial Market Outlook. FMU yang dipimpin oleh Dr.
I Wayan Nuka Lantara, M.Si. ini memiliki Bloomberg Database
yang dapat diakses secara bebas. Saat ini, kedua Corner inilah
yang sudah aktif melakukan kegiatan penelitian.
Corner yang juga sudah beroperasi adalah Syariah Corner yang
disponsori oleh PT Bank Syariah Mandiri, Tbk. Di bawah pimpinan
Taufikur Rahman, M.B.A, Syariah Corner bekerja sama dengan
Kementerian Agama Republik Indonesia telah aktif melakukan
penelitian di bidang syariah.
Corner lainnya sementara ini masih dalam tahap persiapan
dan diharapkan dapat segera aktif berkegiatan tahun ini. Salah
satunya adalah SKSP Migas Energy Policy Corner yang bekerja
sama dengan SKSP Migas (dahulu BP Migas –red). Nantinya, di
bawah komando Drs. Andreas Budi Purnomo Brodjonegoro, M.A.,
Corner ini akan berfokus pada penelitian atau pengembangan
kebijakan bidang energi. Selain itu, ada pula Investment Gallery
yang merupakan gabungan kerja sama FEB, Kliring Penjaminan
Efek Indonesia (KPEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI),
Bursa Efek Indonesia, dan Danareksa Sekuritas. Corner yang
diketuai Gunawan Wibisono, S.E., M.Acc. ini akan menyediakan

akses data real time ke Bursa Efek Indonesia, laporan tahunan
berbagai perusahaan, statistik mingguan dan bulanan, serta
brosur Bursa Efek Indonesia.
UMKM Corner yang dipimpin Rangga Almahendra, M.M, Ph.D.
juga tidak kalah menarik. Sesuai namanya, Corner ini akan
berfokus pada penelitian bahkan pelatihan bagi dunia UMKM di
Indonesia. Sementara BCA Banking Corner yang melibatkan tiga
jurusan di FEB UGM akan meneliti sektor perbankan Indonesia,
terutama melakukan stress test bagi sektor ini. Ada pula IT Corner
yang direncanakan mengelola teknologi dan informasi seluruh
Corner di Pertamina Tower.
Sementara itu, fakultas menjadi sponsor utama untuk Corner
Ekonomi Kerakyatan. Pendirian Corner ini bertujuan untuk
menghidupkan kembali semangat ekonomi kerakyatan di
lingkungan kampus. “UGM terkenal sebagai universitas
kerakyatan, tetapi dalam implementasinya banyak ditinggalkan.
Jadi, FEB ingin Pertamina Tower juga melayani masyarakat,
tidak hanya penelitian di sektor modern (makro, UMKM,
perbankan -red), tetapi juga ada kerakyatan. Kita (FEB -red)
ingin menghidupkan kembali semangat pendahulu kita seperti
(Alm) Mubyarto dan kawan-kawan,” ungkap Muhammad Edhie
Purnawan, M.A., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian
Masyarakat, Kerjasama, dan Alumni. Kegiatan Corner ini antara
lain: pelatihan dan penelitian di bidang ekonomi kerakyatan
–yang diperuntukkan bagi pengusaha kecil dan masyarakat
ekonomi menengah ke bawah.
Keberadaan sembilan Corner tersebut dapat menciptakan kerja
sama penelitian dengan mitra sesuai dengan bidang masingmasing Corner. Lebih lanjut, keterlibatan sivitas akademika FEB
di bidang penelitian juga akan meningkat. Edhie berharap,
“Kegiatan Corner dapat terus hidup. Karena Corner itu mewakili
semangat fakultas untuk menghidupkan kegiatan seperti training,
penelitian, pengabdian masyarakat, dan pendidikan.” [prima]

45

UNIT NEWS

Perubahan Pengelola Penelitian dan
Pelatihan Ekonomika dan Bisnis
(P2EB)

(dari kiri ke kanan)
Dr. Rimawan Pradiptyo, M.Sc., Nurul Indarti, Sivilekonom, Cand. Merc., Ph.D., Prof. Dr. Sri Adiningsih, M.Sc., Dr. Sumiyana, Akt., M.Si.

Struktur pengelola P2EB mengalami perubahan sesuai SK Dekan terbaru. Adapun susunan pengelola terbaru adalah:
Prof. Dr. Sri Adiningsih, M.Sc. - Direktur P2EB
Dr. Rimawan Pradiptyo, M.Sc. - Deputi Bidang Penelitian
Nurul Indarti, Sivilekonom, Cand. Merc., Ph.D. - Deputi Bidang Pelatihan
Dr. Sumiyana, Akt., M.Si. - Deputi Bidang Keuangan dan Investasi
Dengan adanya perubahan jajaran pengelola baru di P2EB diharapkan dapat semakin memajukan aktivitas P2EB.

46

Diskusi Umum

Corruption: Models and Evidence

P

enelitian dan Pelatihan Ekonomika dan Bisnis (P2EB)
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada
bekerja sama dengan Program Magister Sains dan Doktor
FEB UGM menyelenggarakan acara Diskusi Umum dengan
tema Corruption: Models and Evience. Acara tersebut digelar di
Auditorium BRI Gedung MSi & Doktor FEB UGM (1/2).
Dalam acara diskusi tersebut menghadirkan pembicara Prof.
Roger Bowles dari University of York, Inggris dan live streaming
bersama praktisi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Republik Indonesia. Diskusi tersebut membahas tentang
pendekatan ekonomi dalam fenomena korupsi yang ada di
Indonesia.
Hadir dalam diskusi tersebut perwakilan dari Kepolisian di
wilayah DI Yogyakarta bagian Kriminalitas, Kepala Bank Indonesia
Yogyakarta, perwakilan dari PPATK, perwakilan dari Balai Diklat
Keuangan DIY, dan beberapa mahasiswa S1, S2, dan S3 FEB UGM.

47

48

49

UNIT NEWS

Journalizing Possibilities of Growth
publications based on its commitment to take part in advancing
global society that what JIEB’s doing is not merely according to
Indonesia, but also to comply with global economic challenges.
Led by Prof. Mudrajad Kuncoro of FEB UGM as editor-in-chief,
the Editorial Board of JIEB carefully review and observe each
submitted paper, both from scientific and linguistic aspect, to
ensure that readers will receive maximum knowledge and value,
as well as the most authentic evidence, from each research being
published. We maintain high state of sophistication in every
journal without ignoring the requirement of communicative
presentation to make our journals cover a broad scope of readers.
By this autumn, JIEB is also planning to hold International Journal
of Economics, Business and Accounting Conference which will take
place in Yogyakarta, altogether in our faculty’s anniversary events.
We invite researcher delegates from all corners of the globe to
gather and have a brainstorming to formulate a framework of
answering global economics challenges. Held in Yogyakarta,
it means all delegates also will have an opportunity to indulge
themselves in the grace and charm of this enchanting Indonesia’s
Capital of Culture, where one of the oldest civilizations remains
intact and creates a very tantalizing and unique experience.

T

racing its root back in 1986 as social contributory division
in research field of Faculty of Economics and Business
Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Journal of Indonesian
Economy and Business, or JIEB, has metamorphosed into the most
leading scientific journal publisher in Indonesia. Previously known
as Jurnal Ekonomi & Bisnis Indonesia (JEBI) prior to its massive
revamping decision to publish all-English journal in 2009, JIEB
currently holds scientific cum score of 40 (highest in Indonesia),
as well as fine accreditation from Direktorat Jenderal Pendidikan
Tinggi (DIKTI) Ministry of Education Republic of Indonesia. JIEB
keeps itself advancing from time to time to comply with UGM’s
objective as one of the world class research university, as well
the integration of FEB UGM as member of The Association of
Advanced Collegiate School of Business (AACSB).
As of 2009, each annually volume of JIEB’s publication consists of
three editions and each published on January, May, and September.
Focusing on scientific perspectives of current Economics issues,
which also includes research conducted in the field of Accounting
and Business, JIEB is not a solely UGM-researchers contributed,
but also invite researchers from all institutions in Indonesia to
share their research and knowledge to be content in our every
edition of journal. Further, JIEB’s decision to start all-English

50

For subscription and research paper
submission inquiry, please contact
+62-274-551209 or jebi-fe@ugm.ac.id.
51

WHO’S WHO

Heru Edi Yulianto

Dedikasi Tinggi dalam Setiap Situasi
Sambil sesekali tersenyum, pria dengan wajah tenang ini menceritakan usahanya untuk terus mengembangkan diri dalam bekerja.
Sedikit waktu yang dia luangkan untuk Tim EB News dalam kesibukannya menyelesaikan berbagai pekerjaan berhasil menguak
pemikiran dan pribadinya yang santun.

K

eluarga Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM pasti
sudah familiar dengan Heru Edi Yulianto. Pasalnya, Heru
sudah mengabdi di fakultas tercinta selama 20 tahun
lamanya. Asam garam bagian keuangan sudah pernah dicicipinya
karena pertama kali masuk ke FEB UGM pada tahun 1991 pun
dia sudah berada di bagian keuangan. Menurut karyawan yang
pernah bekerja di perusahaan swasta sebelum masuk ke FEB UGM
ini, bidang keuangan memang bidang yang menarik dan sesuai
dengan bidang studinya, meskipun pekerjaan dalam bidang ini
selalu menuntutnya harus berpacu dengan waktu.
Heru yang saat ini menjadi Bendahara Gaji di Bagian Umum dan
Keuangan mengakui bahwa pengalaman menariknya selama
bekerja sebagai Bendahara Gaji adalah saat dia dapat membantu
pegawai yang lain. “Kalau ada karyawan yang membutuhkan
kredit untuk membangun rumah, misalnya, kita bantu mencarikan
ke bank,” jelas bapak dua anak ini. Dengan berbagai dokumen
persyaratan yang bisa disediakan bagian keuangan, misalnya slip
gaji, akhirnya kredit pun bisa dikucurkan oleh bank.
Seiring dengan peningkatan kinerja manajemen fakultas dengan
mengadopsi berbagai sistem informasi yang terintegrasi, Heru
pun mengakui bagian keuangan sudah banyak bertransformasi.
Penggunaan sistem informasi secara umum, khususnya sistem
informasi keuangan seperti SIMAKUN dan SIMAGAMA di
lingkungan UGM tentu menuntut semua karyawan untuk selalu

52

belajar. Begitu pula yang selalu dilakukan oleh penggemar
olahraga bulu tangkis dan tenis meja ini. Jika ada yang dia tidak
bisa, misalnya bagaimana cara mengirim email, dia akan meminta
bantuan kolega yang lain. Untungnya, rata-rata karyawan
FEB UGM yang diterima dari tahun ke tahun juga meningkat
kualifikasinya sehingga banyak yang bahkan sudah sangat mahir
dengan varian software keuangan terbaru. Selain itu, Heru juga
bersyukur karena fakultas bukan hanya menciptakan lingkungan
kerja yang kondusif, melainkan juga memberikan berbagai
pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan
karyawan.
Kabar mengenai perubahan pengelolaan keuangan universitas
negeri di Indonesia menjadi Pengelolaan Keuangan Badan
Layanan Umum (PK BLU) memang santer terdengar di kalangan
dosen dan karyawan berbagai universitas. Hal ini pun tak luput
dari perhatian Heru. Walaupun begitu, dia punya pemikiran
sendiri. Baginya, perubahan ini adalah sebuah tantangan yang
harus disikapi secara positif. “Yang penting kerja, kerja, dan
kerja,” tegasnya. Selayaknya pedagang di pasar yang tidak
bisa seenaknya menentukan harga, posisinya sebagai seorang
karyawan pun tidak bisa seenaknya tidak setuju dengan
perubahan aturan. Sebagai seorang karyawan, hal yang paling
penting menurut hemat Heru adalah bagaimana bisa tetap
memberikan kinerja yang terbaik dalam setiap situasi. [dwi andi]

AROUND BULAKSUMUR

Hutan Mini
Pardian
Oase di Tengah
Kampus UGM

D

i tengah maraknya pembangunan yang mengakibatkan
semakin sempitnya lahan di perkotaan, keberadaan
kawasan hijau yang ditumbuhi pepohonan seakan
menjadi barang mahal. UGM cukup beruntung karena para
pendirinya mewariskan beberapa titik kawasan hijau yang berada
di sekitar kampus UGM. Salah satunya adalah Arboretum Fakultas
Kehutanan atau sekarang dikenal dengan nama Hutan Mini
Pardian yang terletak di sebelah utara Balairung UGM di kawasan
Bulaksumur, Sleman.
Menurut keterangan Prof. Dr. Ir. Moh. Na’iem, M.Agr.Sc. sebagai
Ketua Tim Vegetasi Fakultas Kehutanan UGM, Hutan Mini
Pardian terbentuk secara tidak sengaja. Awalnya pada tahun
1950-an, lahan tersebut digunakan sebagai persemaian benihbenih tanaman yang didapat dari berbagai daerah. Tempat
tersebut juga digunakan sebagai lahan praktikum mahasiswa
Fakultas Kehutanan dan Biologi untuk mempelajari pertumbuhan
tanaman dan juga mengetahui jenis-jenisnya. Persemaian
tersebut dibiarkan begitu saja hingga tumbuh menjadi pohonpohon besar seperti saat ini.
Pohon-pohon yang terdapat di dalam hutan mini ini antara
lain trembesi, hopea, kesambi, ketapang, pterigota, flamboyan,
kecrutan, eboni, nangka, pinus, meranti, ampupu, kruwing,
cemara, randu, dan lainnya. Ukuran pohon di hutan mini ini
bervariasi, diameter yang besar bisa mencapai satu meter lebih,
dan yang tertinggi bisa mencapai 40 meter.
Hutan mini ini pada tahun 90-an sempat ditata ulang sebagai
sarana sosialisasi hutan kepada para tunanetra. Di setiap pohon
diberi papan nama dan ditulis dengan huruf braille sehingga
tunanetra pun dapat mengenal berbagai jenis dan nama pohon.
Pengelolaan Hutan Mini Pardian ini kini berada di bawah
Direktorat Aset UGM yang berkoordinasi dengan Fakultas
Kehutanan UGM. Tidak ada pengelolaan secara khusus, hanya
dilakukan tindakan jika terdapat pohon tumbang ke jalan yang
mengganggu aktivitas masyarakat. Menurut Nai’em, ia mendapat
amanah dari Prof. Dr. Koesnadi Hardjasoemantri, mantan Rektor
UGM pada era 90-an untuk membiarkan hutan ini melakukan
suksesi alami tanpa banyak campur tangan manusia.
Penamaan Hutan Mini Pardian sendiri adalah untuk mengenang
jasa-jasa Pardian, salah seorang staf di Fakultas Kehutanan,
atas dedikasinya terhadap pembangunan hutan Wanagama di
Gunung Kidul. Menjelang akhir hayatnya, Pardian ditarik kembali

untuk mengajar di kampus dan dibuatkan rumah di dalam hutan
mini tersebut sekaligus untuk merawat hutan tersebut.
Fenomena terkini, Hutan Mini Pardian juga dihuni oleh kawanan
burung cangak (Ardea cinerea) yang bermigrasi dari pepohonan
di Gembira Loka. Populasi burung cangak ini bertumbuh pesat
mencapai ratusan ekor. Pengelola mencoba berbagai cara untuk
mengendalikan populasi burung ini karena jumlahnya sudah
melebihi carrying capacity dari hutan mini tersebut. Berbagai cara
seperti memotong tajuk pohon dan menggunakan sirene telah
dilakukan, tetapi belum berhasil. Populasi yang tak terkendali
ini diyakini dapat mengganggu keseimbangan ekosistem hutan
tersebut, terlebih bau kotoran dari burung tersebut cukup
menyengat. Pengelola berharap pengertian dari pihak konservasi
alam bahwa tindakan-tindakan tersebut semata-mata untuk
menjaga keseimbangan ekosistem Hutan Mini Pardian.
Dengan segala keberagamannya, Hutan Mini Pardian merupakan
satu dari sekian banyak titik hijau di tengah kota yang harus tetap
dijaga kelestariannya. [rahmat]

53

FEB IN PICTURES

Mahasiswa Jurusan Akuntansi angkatan ‘87 berpose bersama dosen, Prof. Dr. Bambang Soedibyo, MBA.

Dok. Rusdi Akbar

Dosen jurusan IESP FE UGM (IE FEB UGM saat itu -red) melakukan kunjungan dalam rangka pelatihan
di University of Birmingham, Inggris.

54

Dok. Lincolin Arsyad

EXCHANGE STUDENTS’ COMMENTS

Kristina
Marx
Exchange Students

University of Pforzheim,Germany
“I really enjoyed the first semester at FEB UGM and I am looking
forward to the next semester here in this amazing country.”

Tanja Groenenboom, Romy
Kuijper, Shirley Dietvorst

Exchange Students
Avans School of International Studies, Breda, the
Netherlands
Tanja Groenenboom, “This is my first week at UGM. I really enjoy
it so far.”
Romy Kuijper, “I choose UGM because I wanted to experience a
new culture and Indonesia seemed to be a good choice.”
Shirley Dietvorst, “It is a very nice experience to get involved in
the student life in Indonesia.”

Pauline Lapart

Exchange Students University of Toulouse, France
“I met some great international students and Indonesian students:
they are always so curious, welcoming and open-minded!”

Thijs van Oirschot

Exchange Students
Avans School of International Studies, Breda, the
Netherlands
“The culture, travel opportunities and student life were my main
reason to study at UGM.”

55

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful