Anda di halaman 1dari 12

ASKEP GANGGUAN KEBUTUHAN CAIRAN DA ELETROLIT

Written by Aby Amm on 3 Jun 2012 at 00.17.00

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TNS GANGGUAN KEBUTUHAN CAIRAN DAN ELETROLIT DENGAN DIAGNOSA MEDIK TRAUMA CAPITIS SEDANG DI LONTARA III BEDAH SARAF RS. DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO

ARBIANTO 091378 CI LAHAN ( ) ( CI INSTITUSI )

UPTD AKPER ANGING MAMMIRI PROVINSI SULAWESI SELATAN 2010

LAPORAN PENDAHULUAN KEBUTUHAN ISTIRAHAT TIDUR A.PENGERTIAN Kebutuhan cairan dan eletrolit adalah suatu proses dinamik metabolisme tubuh membutuhkan perubahan yang tetap dalam berespon terhadap streksok fisiologi dalam lingkungan cairan eletrolit saling berhubungan FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEIMBANGAN CAIRAN DAN ELETROLIT :

1. 2. 3. 4. 5.

usia

Diet Temoeratur Stress Sakit

METABOLISME PERGERAKAN CAIRAN TUBUH MELALUI 3 PROSES :

1.

Difusi Proses dimana partikel yang terdapat dalam cairan bergerak dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi sampai terjadi keseimbangan

2.

Osmosis Bergeraknya pelarut bersih sperti air bersih melalui kelembaban semipermiabel dari larutan yang berkonsentrasi yang lebih tinggi yang sifatnya menarik

3.

Frosfor aktif Frosfor aktif bahan bergerak dari konsentrasi rendah ke tinggi karena adanya daya aktif dari tubuh seperti pompa jantung

Tanggal masuk : 8 juli 2010 Tanggal pengkajian : 12 juli IDENTITAS KLIEN Diagnose : TCS Tn. S 25 tahun laki-laki SMA Islam Butta Towwa Ds. Pettuadae Kab. Maros Bugis Tn A 56 tahun Butta Towwa Ds. Pettuadae Kab. Maros petani orang tua klien (Bapak)

Nama : Umur : Jenis kelamin : Agama : Pekerjaan : Alamat : Suku : IDENTITAS PENANGGUNG JAWAB Nama Umur Alamat Pekerjaan Hub. Dengan klien II. Riwayat kesehatan Keluhan utama Riwayat keluhan utama : : : : : : :

kesadaran menurun keluarga klien mengatakan kurang lebih 2 jam sebelum masuk

rumah sakit akibat kecelakaan, klien sempat pingsan dan tidak sadarkan diri. Riwayat kesehatan masa lalu : Klien pernah masuk R.S. Salewangang Maros

PEMERIKSAAN FISIK 1. Kepala : - bentuk kepala normal, simetris kiri dan kanan

Inspeksi

- Kulit kepala agak kotor - Keadaan rambut kusam Palpasi : - tidak ada benjolan

- Tidak ada nyeri tekan 2. Mata : - ketajaman mata baik

Inspeksi

- Tidak ada radang mata - Mata simetris kiri dan kanan - Tidak ada penonjolan bola mata - Sclera Nampak merah - Lapang pandang tampak baik - Corak bola mata coklat - Tidak memiliki alat bantu 3. Hidung : - hidung simetris kiri dan kanan

Inspeksi

- Struktur lengkap - Fungsi pembauan lengkap Palpasi 4. Telinga : - struktur lengkap : - tidak ada nyeri tekan dan tidak ada bengkak

Inspeksi

-tidak ada tanda-tanda peradangan -fungsi pendengaran baik Palpasi : - tidak ada nyeri tekan -tidak teraba adanya massa 5. Mulut : - gigi kurang lengkap - lidah tampak kotor - bicara kurang jelas - klien susah menelan dan mengunyah 6. Leher : - tidak Nampak pembesaran vena -tidak ada nyeri tekan 7. Dada : - bentuk dada simetris kiri dan kanan -pergerakan thorax simetris -sputum agak berlendir 8. Jantung : : : - tidak Nampak pembesaran jantung - tidak Nampak adanya nyeri tekan - pelan - tidak Nampak bising jantung

Inspeksi

Inspeksi

Inspeksi

Inspeksi Palpasi Perkusi

Auskultasi : 9. Abdomen :

Inspeksi

- warna kulit pucat

-gerakan abdomen mengikuti jalan napas - tidak Nampak adanya luka Palpasi : - tidak adanya nyeri tekan -tidak teraba adanya massa 10. Perkemihan Inspeksi Palpasi 11. Neurologi Memori normal Respon verbal Tidak ada gangguan orientasi Tidak ada gangguan koordinasi : : - klien tidak mengeluh sakit pada daerah abdomen - tidak ada nyeri tekan

12. Kulit Warna kulit coklat Kulit kering Turgor kulit agak kriput Tekstur kulit kasar

13. Musculoskeletal Tonus otot Kekuatan sendi menurun.

DATA PENUNJANG

PEMERIKSAAN Glukose sewaktu Ureum Kreatinin SGOT SGPT Cholesterol tetap Cholesterol HDL Cholesterol ADL

HASIL 170 10 0,6 51 21 138 18 103

NILAI NORMAL 140 10-50 < 1,1 < 32 < 31 200 765 < 130

URINE RUTIN WARNA PH BJ Protein Glucose Bilirobine Ketan Blood Lekosit Vit. C Sedimen lekosit Sedimen eritrosit Sedimen prak Sedimen Kristal Sedimen epitel sel

HASIL Kuning 8,5 1,010 Negative Negative Negative Negative Negative Negative Trace 0-1 0-1 1-2

NILAI NORMAL Kuning 4,5 - 8,0 1,010 1,020 Negative <5 <5 -

Klasifikasi Data Ds :

Keluarga Klien mengeluh BAB klien tidak terkontrol Keluarga Klien mengeluh klien keringat berlebihan Keluarga klien mengeluh klien sering BAK

Do

Kesadaran klien Nampak menurun Turgor kulit jelek Mata tertutup TTV : TD : 130/70 mmHg N : 72 X/I S : 36,7c P : 24 X/i

Analisa Data DATA Ds : ETIOLOGI trauma Capitis sedang. MASALAH Gangguan keseimbangan cairan Invasi mikroorganisme ke dalam saluran cerna elektrolit berhubungan dengan adanya peradangan Melepaskan enterotoxin dan Do : penetrasi ke dalam usus pada membran mukosa usususus saluran cerna

Keluarga Klien mengeluh BAB klien tidak terkontrol Keluarga Klien mengeluh klien mengeluarkan keringat berlebihan Keluarga klien mengeluh klien sering BAK

Kesadaran klien Nampak menurun Turgor kulit jelek Mata tertutup TTV : TD : 130/70 mmHg 36,7c S: Reaksi inflamasi pada usus halus menyebabkan desktrisi sel organ G1-Tractrekrosis

N : 72 X/I X/i

P : 24

kili usus mengalami kerusakan

Cairan-cairan elektrolit dikeluarkan melebihi batas normal

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN Diagnosa keperawatan Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan peradangan pada membran mukosa usus saluran cerna di tandai dengan : Ds : Keluarga Klien mengeluh BAB klien tidak terkontrol Keluarga Klien mengeluh klien keringat berlebihan Keluarga klien mengeluh klien sering BAK Do : Kesadaran klien Nampak menurun Turgor kulit jelek Mata tertutup Rencana tindakan tujuan intervensi Kebutuhan cairan dan 1. Kaji tanda- 1. elektrolit dapat tanda dehidrasi terpenuhi dengan 2. Monitor intake kriteria dan output 3. Berikan banyak Turgor kulit baik minum air putih 2. BAB baik kurang lebih 8 BAK baik atau normal gelas/hari 4. Kolaborasi 3. dengan tim medis tentang 4. pemberian cairan dan obatobatan RASIONAL Agar dapat dengan segera memenuhi kebutuhan cairan dan elektrolit Mengetahui jumlah cairan masuk dan keluar Memberi intake cairan yang keluar Memberi tambahan cairan apabila pemberian cairan peroral di anggap susah

TINDAKAN KEPERAWATAN Hari/tgl jam implementasi Evaluasi

8 JULI 2010

14.15 1.

Mengkaji tanda-tanda dehidrasi Hasil : klien mengalami pengeluaran cairan berlebihan 2. Monitor/memantau intake dan output Hasil : intake kurang dan output banyak 3. Menganjurkan minum air putih kurang lebih 8 gelas/hari Hasil : klien hanya mampu minum air putih 1-2 gelas/hari

S : klien mengeluh BAB terkontrol dan keringat berlebihan O : turgor kulit jelekdan mata tertutup A : ganguan belum teratasi P : lanjutkan intervensi