Anda di halaman 1dari 11

Sosiologi

7 ARTIKEL KONFLIK

Marcel Samuel 11 Social 3

SABTU, 16 MARET 2013 | 20:38 WIB

Bentrokan Antar-Pendulang Emas, Tiga Tewas


TEMPO.CO, Timika - Tiga orang pendulang emas tradisional tewas sejak terjadi konflik antar-pendulang emas tradisional, area PT Freeport Indonesia, Mile 34, Mimika, Papua, yang terjadi sejak Jumat 15 Maret 2013. Mereka adalah Fitron, warga Banyuwangi, Rusli, warga Buton, dan Atinus Mom, warga Suku Damal. Pertikaian antar-pendulang emas tradisional dipicu oleh persilihan antara penduilang emas tradisional asal Papua dan pendulang emas tradisional non-Papua. Jenazah Atinus Mom ditemukan warga pada Sabtu 16 Maret 2013 sekitar pukul 10. 02 WIT. Belasan warga mengusung jenazah Atinus Mom dari wilayah sekitar Kali Kabur ke Distrik Kwamki Narama, sekitar 15 kilometer. Konfik ini bermula ketika dua orang pendulang asal Papua, Tekau Mom, 19 tahun, dan Jemy Mom, (34) menuju ke Kali Kabur, Mile 34 area PT Freeport Indonesia, untuk melihat jerat yang sudah dipasang pada Jumat, 15 Maret 2013. Tiba-tiba, kedua pendulang ini dihadang sekitar 30-an pendulang lainnya. Ketiga puluh pendulang non-Papua ini kemudian menuduh Tekau dan Jemy sebagai pencuri barang-barang para pendulang di tenda milik para pendulang non-Papua. Tekau dan Jemy berusaha meyakinkan puluhan pendulang emas tradisional yang menghadang mereka. "Saya berusaha meyakinkan bahwa kami datang ke situ (Kali Kabur) untuk melihat jerat, bukan mencuri barang-barang mereka," kata Tekau yang terbaring di RS Mitra Masyarakat karena luka senjata tajam, Sabtu, 16 Maret 2013. Puluhan pendulang emas yang menghadang tidak percaya akan penjelasan Tekau dan Jemy. Mereka bahkan mengejar keduanya. Naas bagi Tekau, ia tertangkap dan dikeroyok para pendulang dengan senjata tajam. Sementara Jemy Mom berhasil melarikan diri. Tekau yang tertangkap sempat diseret dan ditenggelamkan ke Kali Kabur. Tekau yang sekarat kemudian disuruh pulang. Pada Jumat, Tekau berhasil sampai rumahnya di Kwamki Narama (Lama), sambil memegangi luka sayatan parang di pundak sebelah kanan dan pipi kanan akibat terkena parang. Tekau kemudian diantar polisi dari Unit Perintis ke RS Mitra Masyarakat. Polisi menemukan mayat di Mile 29, Area PT Freeport Indonesia, yang diketahui bernama Fiutron, Jumat, 15 Maret 2013. Pada jenazah Fiutron ada luka sayatan benda tajam di bagian leher hingga kepala bagian belakang, luka potong kaki kiri dan kanan. Serta sayatan benda tajam di siku kanan dan luka tujuh anak panah di bagian pinggul. Menjelang senja, jenazah Etinus dievakuasi ke RS Umum Daerah Mimika.

Sosiologi

7 ARTIKEL KONFLIK

Marcel Samuel 11 Social 3

Di dekat jenazah Fitron ditemukan pendulang lainnya. Baharuddin menderita luka akibat benda tajam di sekujur tubuhnya. Sekarang ia dirawat di RS Mitra Masyarakat dalam kondisi kritis. Puluhan polisi pada Jumat malam disiagakan di Kwamki Narama. Sementara puluhan warga Kwamki Narama bersiaga dengan senjata tradisional di beberapa wilayah Kwamki Narama.Situasi Kota Timika yang masih tegang menjadi semakin mencekam di Mile 32, Distrik Kuala Kencana, Mimika, Papua pada Sabtu, 16 Maret 2013. Polisi kembali menemukan mayat, yaitu Rusli (40), warga Buton. Warga Satuan Pemukiman (SP) 2 ini sehari-hari bekerja sebagai penjaga kios di areal pendulangan Mile 32. Polisi menduga Rusli tewas setelah dikeroyok puluhan warga yang belum diketahui identitasnya. Sabtu subuh, sekelompok pendulang non-Papua yang hendak ke Kota Timika dihadang puluhan warga Papua yang sudah berjaga-jaga di dalam hutan. Bentrok antara dua kelompok warga ini tidak bisa dihindari. Puluhan orang saling berkejaran dan saling serang. Rusli yang pagi itu sedang menjagai kiosnya sempat ikut melarikan diri. Tetapi malang ia tertangkap dan dikeroyok puluhan orang hingga tewas. Jenazah Rusli ditemukan di tengah jalan dengan luka di sekujur tubuhnya. Rusli menderita empat luka panah di perut kanan, satu panah di bagian dada, kepala bagian depan, dan belakang memar akibat dipukul menggunakan batu. Puluhan polisi disiagakan di Mile 32 dan di sejumlah wilayah pendulangan untuk mencegah terjadinya bentroka antar-warga ini. Pada Sabtu siang polisi kemudian menutup areal pendulangan dan mengevakuasi seluruh pendulang emas tradisional. Sebagian pendulang yang tidak memiliki tempat tinggal di Timika dievakuasi ke Gedung Eme Neme Yauware, Timika Indah, Timika. Kepala Kepolisian Resor Mimika, Ajun Komisaris Besar Jeremias Rontini, di hadapan warga Kwamki Narama mengatakan polisi menyambut baik keinginan warga Suku Damal untuk mengosongkan seluruh area pendulangan. "Saat ini kami masih menyelidiki kasus ini. Kami sambut baik keinginan warga untuk mengosongkan pendulangan," kata Rontini. Menurut Rontini, polisi sudah mengevakuasi sebanyak 1.600 pendulang emas tradisional ke Kota Timika. Polisi, kata Rontini, akan meningkatkan patroli dan menyisir seluruh area pendulangan. (TJAHJONO EP) Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/03/16/058467465/BentrokanAntar-Pendulang-Emas-Tiga-Tewas

Sosiologi

7 ARTIKEL KONFLIK

Marcel Samuel 11 Social 3

Perang Suku di Lampung Sebuah Dendam Lama


Provinsi Lampung yang berada di ujung timur pulau sumatera ini memang memiliki keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan provinsi lainnya di sumatera. Di provinsi yang berpenduduk 7.608.405 jiwa (sensus 2010) ini ditempati oleh berbagai suku, selain suku asli lampung sendiri di provinsi tersebut juga banyak penduduk / suku yang berasal dari Semendo (sumsel), Bali, Lombok, Jawa, Minang/Padang, Batak, Sunda, Madura, Bugis, Banten, Palembang, Aceh, Makassar, warga keturunan, dan Warga asing (China, Arab). Salah satu keunikan lainnya dari provinsi lampung ialah banyak nama daerah / kecamatan nya yang dinamai seperti nama daerah di pulau jawa, seperti Bantul, Wates, Wonosari, Sidoarjo dsb. Hal tersebut bisa terjadi karena memang sejak zaman dahulu (Belanda) provinsi lampung adalah salah satu tempat tujuan transmigrasi besar besaran dari tanah jawa. Bahkan banyak masyarakat Lampung suku Jawa yang belum pernah menginjakkan kakinya di Pulau Jawa. Jika Anda berkunjung ke Lampung, jangan heran menyaksikan jumlah suku asli lampung lebih sedikit dibandingkan suku-suku pendatang lainya. Bahasa yang digunakan sehari hari pun adalah bahasa Indonesia, berbeda dengan provinsi yang bertetangga dengan lampung seperti bengkulu dan sumatera selatan yang masih menggunakan bahasa daerah masing masing sebagai alat komunikasi. Bahkan di beberapa kota / daerah di lampung bahasa jawa digunakan sebagai bahasa komunikasi. Tentunya dengan berbaurnya berbagai macam suku tersebut maka tingkat kecenderungan untuk terjadinya konflik pun semakin tinggi. Sebenarnya konflik konflik antar suku sudah sering terjadi di provinsi lampung baik itu antara suku asli lampung dengan bali seperti yang terjadi saat ini, maupun jawa dengan bali atau lampung dengan jawa. Kenapa hanya ketiga suku tersebut yang sering terlibat konflik ? ya memang karena ketiga suku tersebutlah populasinya yang paling banyak. Di beberapa daerah di lampung kita bisa menemukan sebuah desa yang seluruh penduduknya berisi orang bali. Di tempat tersebut juga biasanya terdapat sebuah pura besar tempat mereka melakukan kegiatan agama, sama persis seperti keadaan di bali. Pada sisi lain masyarakat asli Lampung yang memiliki falsafah hidup fiil pesenggiri dengan salah satu unsurnya adalah Nemui-nyimah yang berarti ramah dan terbuka kepada orang lain, maka tidak beralasan untuk berkeberatan menerima penduduk pendatang. Tetapi dengan seiring waktu falsafah hidup tersebut mulai luntur dikarenakan berbagai macam hal. Suku asli Lampung pada dasarnya bersikap sangat baik terhadap para pendatang, mereka menyambut baik kedatangan para pendatang tersebut tetapi memang terkadang para pendatang lah yang sering menyulut amarah penduduk asli lampung. Sebagai tuan rumah, suku asli lampung tentunya tidak akan tinggal diam jika mereka merasa dihina oleh suku lain apalagi hal tersebut berkaitan dengan masalah harga diri.

Sosiologi

7 ARTIKEL KONFLIK

Marcel Samuel 11 Social 3

Konflik antar suku dilampung memang bukan merupakan sebuah hal baru, konflik tersebut sudah pernah terjadi sebelumnya dan pemicunya hanyalah berawal dari masalah sepele. Bahkan di tempat yang sama dengan saat ini terjadi perang suku saat ini yaitu di Sidorejo kecamatan Sidomulyo juga pernah terjadi pada bulan januari 2012 kemarin, pemicunya adalah perebutan lahan parkir. Berikut ini beberapa perang antar suku yang pernah terjadi di Lampung : Pembakaran pasa Probolinggo Lampung Timur oleh suku bali. 29 Desember 2010 : Perang suku Jawa / Bali vs Lampung berawal dari pencurian ayam. September 2011 : Jawa vs Lampung Januari 2012 : Sidomulyo Lampung Selatan Bali vs Lampung Oktober 2012 : Sidomulyo Lampung Selatan. Konflik diatas adalah beberapa konflik yang terhitung besar, selain konflik besar yang pernah terjadi diatas di lampung juga sering terjadi konflik konflik kecil antar suku namun biasanya hal tersebut masih bisa diredam sehingga tidak membesar. Dari konflik konflik kecil tersebut timbullah dendam diantara para suku suku tersebut sehingga jika terjadi insiden kecil bisa langsung berubah menjadi sebuah konflik besar. Pengelompokan suku di daerah lampung memang sudah terjadi sejak lama, bahkan hal tersebut sudah terjadi sejak mereka remaja. Di beberapa sekolah didaerah lampung anak anak suku bali tidak mau bermain / bersosialisasi dengan anak anak suku lainnya begitu juga dengan anak anak dari suku jawa maupun lampung. Mereka biasanya berkelompok berdasarkan suku mereka sehingga jika diantara kelompok tersebut terjadi perselisihan tentunya akan melibatkan suku mereka. Terkait degan bentrokan di Lampung Selatan, Minggu (28/10/2012), Divisi Humas Mabes Polri hari ini, Senin (29/10/2012) merilis kronologis resmi versi Polisi terkait bentrokian tersebut melalui laman online humas mabes polri di www.polri.go.id. Berikut kronologis lengkap bentrok yang merenggut 3 nyawa tersebut : Pada hari Minggu tanggal 28 Oktober 2012 pukul 09.30 WIB di desa Sidorejo kecamatan Sidomulyo kabupaten Lampung Selatan, telah terjadi bentrokan antara warga suku Lampung dan warga suku Bali. Kronologis kejadian : Pada hari Sabtu tanggal 27 Oktober 2012 pukul 17.30 WIB telah terjadi kecelakaan lalu-lintas di jalan Lintas Way Arong Desa Sidorejo (Patok) Lampung Selatan antara sepeda ontel yang dikendarai oleh suku Bali di tabrak oleh sepeda motor yang dikendarai An. Nurdiana Dewi, 17 tahun, (warga Desa Agom Kec. Kalianda Kab. Lampung Selatan berboncengan dengan Eni, 16 Th, (warga desa Negri Pandan Kec. Kalianda Kab. Lampung Selatan). Dalam peristiwa tersebut warga suku Bali memberikan pertolongan terhadap Nurdiana Dewi dan Eni, namun warga suku Lampung lainnya memprovokasi bahwa warga suku Bali telah memegang dada Nurdiana Dewi dan Eni sehingga pada pukul 22.00 WIB warga suku Lampung berkumpul sebanyak + 500 orang di pasar patok melakukan penyerangan ke pemukiman warga suku Bali di desa Bali Nuraga Kec.

Sosiologi

7 ARTIKEL KONFLIK

Marcel Samuel 11 Social 3

Way Pani. Akibat penyerangan tersebut 1 (satu) kios obat-obatan pertanian dan kelontongan terbakar milik Sdr Made Sunarya, 40 tahun, Swasta. Pada hari Minggu tanggal 28 Oktober 2012 pukul 01.00 WIB, masa dari warga suku Lampung berjumlah + 200 orang melakukan pengrusakan dan pembakaran rumah milik Sdr Wayan Diase. Pada pukul 09.30 WIB terjadi bentrok masa suku Lampung dan masa suku Bali di Desa Sidorejo Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan. Akibat kejadian tersebut 3 (tiga) orang meninggal dunia masing-masing bernama: Yahya Bin Abdul Lalung, 40 tahun, Tani, (warga Lampung) dengan luka robek pada bagian kepala terkena senjata tajam, Marhadan Bin Syamsi Nur, 30 tahun, Tani, (warga Lampung) dengan luka sobek pada leher dan paha kiri kanan dan Alwi Bin Solihin, 35 tahun, Tani, (warga Lampung), sedangkan 5 (lima) orang warga yang mengalami luka-luka terkena senjata tajam dan senapan angin masing-masing : An. Ramli Bin Yahya, 51 tahun, Tani, (warga Lampung) luka bacok pada punggung, tusuk perut bagian bawah pusar, Syamsudin, 22 tahun, Tani, (warga Lampung) Luka Tembak Senapan Angin pada bagian Kaki. Ipul, 33 tahun, Swasta, (warga Lampung) Luka Tembak Senapan Angin pada bagian paha sebelah kanan dan Mukmin Sidik, 25 tahun, Swasta, (warga Lampung) luka Tembak Senapan Angin di bagian betis sebelah kiri. Kasus ditangani Polres Lampung Selatan Polda Lampung. Mungkin dengan kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi para penduduk lampung untuk melakukan instropeksi diri masing masing. Banyak warga asli lampung mengatakan para pendatang didaerah mereka tidak tahu diri, tidak sopan atau menghargai mereka sebagai penduduk asli. Begitu juga dengan warga pendatang jangan karena merasa mereka memiliki kelompok yang banyak dan memiliki solidaritas yang besar terus bersikap semena mena terhadap suku lainnya karena walau bagaimanapun mereka adalah pendatang / tamu dan layaknya seorang tamu tentu harus menghormati tuan rumah. Segala macam upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk meredam konflik di Lampung, sering diadakannya pertemuan antar ketua adat di lampung ternyata belum mampu meredam konflik konflik yang sering terjadi, hal tersebut terjadi karena diantara mereka sebenarnya saling menyimpan dendam. Sumber: http://www.lintasberita.web.id/perang-suku-di-lampung-sebuah-dendamlama/

Sosiologi

7 ARTIKEL KONFLIK

Marcel Samuel 11 Social 3

Bentrok Antar Kelompok Pecah di Tangcity Mall


Selasa, 28 Mei 2013 - 12:11:53 WIB

TANGERANG, BP - Bentrokan antar kelompok kembali terjadi di Tangerang. Setelah sebelumnya di kawasan Citra Raya, Kabupaten Tangerang, kemarin (27/5), bentrok dua kelompok massa pecah di kawasan Mal Tangcity, Cikokol, Kota Tangerang. Pemicunya juga diduga lantaran rebutan lahan tempat hiburan malam baru bernama Venus di Komplek Ruko Tangcity. Kedua kelompok massa saling serang menggunakan benda keras dan senjata tajam. Akibatnya, korban luka berjatuhan dari kedua kelompok massa tersebut. Bentrokan pecah sekitar pukul 16.00 WIB. Awalnya, seorang yang disebut-sebut dari kelompok Kupang. Syafril, menderita luka robek pada pelipis kanannya akibat disabet parang dari salah satu anggota yang disebut kelompok Ambon. Saya coba melerai pertikaian. Tapi tidak pelipis saya dibacok, ungkap Syafril menceritakan kronologi awal. Usai membacok, kata dia, kelompok massa yang diduga berasal dari kelompok Ambon langsung kabur. Tak lama, massa kelompok Kupang datang dalam jumlah lebih banyak. Hal tersebut membuat massa kelompok Ambon meninggalkan tempat. Massa kelompok Kupang menyisir setiap sudut kawasan Rukoan Tangcity, hingga ke pom bensin Total dan Pizza Hut. Aksi sweeping tersebut membuat pengunjung Tangcity Mall ketakutan. Mereka mengamankan diri ke dalam mall. Pemilik usaha di komplek ruko Tangcity, juga serempak menutup tempat usahanya mengetahui adanya bentrokan dua kelompok. Lebih baik kami tutup saja, aku Suryanto, penjaga Indomart di lokasi kejadian. Bentrokan mengundang ratusan aparat kepolisian berdatangan lengkap dengan senjata gas air mata. Namun aparat kepolisian tidak bisa berbuat apa-apa saat dua wartawan yang tengah melakukan peliputan, terkena pukulan dari salah satu kelompok massa. Saya sempat ditendang massa yang mulai menyerang jurnalis sambil mengacungkan parang dan balok, ungkap Fotografer Satelit News, Eky Fajrin. Eky mengaku kecewa karena aparat polisi tidak berbuat apapun ketika dua jurnalis diserang massa. Seharusnya polisi melakukan pengamanan. Padahal mereka bawa berbagai perlengkapan untuk melerai aksi anarkis, sesal Eky.

Sosiologi

7 ARTIKEL KONFLIK

Marcel Samuel 11 Social 3

Hingga malam kemarin, lokasi bentrokan masih dijaga ketat kepolisian dari Polrestro Tangerang. Suasana di kawasan Cikokol, khususnya di Tangcity juga masih terasa mencekam. Aparat kepolisian masih berjaga di sejumlah lokasi di kawasan tersebut. Kapolrestro Tangerang, Kombespol Wahyu Widada menegaskan, pihaknya sudah menahan 21 orang yang kedapatan membawa senjata tajam dalam bentrokan dua kubu massa tersebut. "Saat ini mereka diamankan di Mapolres," tegasnya.(mit/odi/bnn) Sumber: http://bantenposnews.com/berita-2702-bentrok-antar-kelompok-pecahdi-tangcity-mall.html#.UhBuKeDrblI

Sosiologi

7 ARTIKEL KONFLIK

Marcel Samuel 11 Social 3

Ganjar Pranowo : Konflik Internal di Partai Karena Perebutan Kekuasaan


JAKARTA_DAKTACOM: Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Ganjar Pranowo menyebut konflik internal yang banyak terjadi di partai saat ini lebih disebabkan oleh perebutan kekuasaan semata. Hal ini dikatakan oleh Ganjar saat dijumpai di ruang rapat komisi II Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakpus. Senin (18/02/13) Itu hanya perebutan saja ya? Saya rasa adanya konflik itu hanya berujung pada perebutan kekuasaan semata. Bagaimana kita bisa lihat di beberapa partai yang mempunyai kekuatan maka terjadilah perebutan. Lalu nantinya saling membagi jatah, yang tidak kebagian nanti akan ada tuntut menuntut, begitu saya rasa ungkap Ganjar saat ditemui oleh reporter Dakta.com Terkait mengenai situasi kondisi politik dalam negeri saat ini, Ganjar juga ikut angkat bicara. Saya rasa sudah dalam kategori yang tidak sehat lagi ya? Kita bisa lihat banyak sekali kecurangan dalam kampanye, baik itu saat Pemilu ataupun Pilkada. Pada akhirnya nanti masyarakat jadi antipati terhadap elit politik dan memilih untuk Golput. Maka ini yang perlu dibenahi pungkasnya. Konflik internal partai kini ramai menghiasi tajuk berita media. Beberapa waktu lalu konflik internal Partai Demokrat menjadi topik hangat semua media, mulai dari ocehan mantan Bendahara Umum Partai, M. Nazarudin terkait kasus wisma atlet Hambalang, skenario berlanjut dengan mundurnya Andi Mallarangeng sebagai Menpora, dan berujung dengan usaha pelengseran Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum.*** Redaktur : Imran Nasution Reporter : Boy Aditya

Sumber: http://www.dakta.com/berita/nasional/39271/ganjar-pranowo-konflikinternal-di-partai-karena-perebutan-kekuasaan.html/

Sosiologi

7 ARTIKEL KONFLIK

Marcel Samuel 11 Social 3

Playstation Jadi Pemicu Bentrok FPI Vs Warga Lamongan


Oleh Rizki Gunawan
Posted: 13/08/2013 04:31

Bentrokan antara FPI dan warga kembali terjadi. Kali ini di sejumlah anggota FPI terlibat baku hantam dengan warga sekitar di Desa Dengok, Kelurahan Blimbing, Paciran, Lamongan, Jawa Timur. Pemicunya adalah adanya penyewaan playstation di sebuah rental milik warga. "Pemicu bentrok itu terjadi saat sejumlah anggota Front Pembela Islam (FPI) mendatangi tempat persewaan Playstation pada malam takbiran lalu, dan terjadi bentrok dengan sejumlah warga. Kemudian anggota ormas meninggalkan tempat kejadian," kata Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono, Senin 12 Agustus 2013. Karena belum puas, pada Minggu malam hingga Senin dini hari, sejumlah anggota ormas termasuk anggota FPI kembali mencari warga yang bentrok beberapa waktu lalu di tempat Playstation dengan melakukan sweeping. Akibatnya, dalam sweeping itu, terjadi bentrok kembali yang mengakibatkan 2 sepeda motor terbakar dan 3 orang mengalami luka bacok yang kini dirawat di rumah sakit Kabupaten Tuban. Kapolres Lamongan, AKBP Solehan menyatakan, pihaknya telah mengamankan 42 anggota ormas yang terlibat bentrok dan 43 senjata tajam sebagai barang bukti, di antaranya pedang, clurit, golok dan kayu balok. "Anggota ormas yang kita amankan akan kita periksa terlebih dahulu terkait kepemilikan senjata tajam dan kejadian semalam," ujar Solehan. Solehan mengaku, hingga kini pihaknya belum menetapkan tersangka terkait bentrok yang terjadi tersebut. "Kami masih melakukan penyelidikan terkait pemicu bentrok. Dan lokasi bentrok masih kita amankan dibantu dengan anggota Brimob Polda Jatim serta Polres Bojonegoro," jelas Solehan. (Ant/Riz) Sumber: http://news.liputan6.com/read/663571/playstation-jadi-pemicu-bentrokfpi-vs-warga-lamongan

Sosiologi

7 ARTIKEL KONFLIK

Marcel Samuel 11 Social 3

SELASA, 12 MARET 2013 | 18:56 WIB

Tawuran, Dua Pelajar Menderita Luka Bacok


TEMPO.CO, Bekasi-Dua siswa Sekolah Menengah Kejuruan Bina Karya Mandiri Bekasi Timur menderita luka-luka akibat terkena bacokan setelah terlibat tawuran dengan siswa sekolah lainnya di Jalan Juanda, Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur, Senin, 11 Maret 2013, sekitar pukul 16.30. "Belum diketahui sekolah lawan yang terlibat tawuran ini," ujar Kepala Unit Reserse dan Kriminal Kepolisian Sektor Bekasi Timur, Inspektur Satu Hary Gasgari, Selasa, 12 Maret 2013. Kedua siswa yang terluka itu adalah Regi Ahmad Fauzi, 16 tahun, dan Ahmad Nurkholik, 17 tahun. Polisi menduga para pelaku berasal dari sekolah yang berbeda, yakni SMK Negeri 1 Cikarang atau SMK Cibitung, Kabupaten Bekasi. "Keterangan dari korban dan saksi," kata Hary. Hary menjelaskan, bentrokan antarpelajar itu bermula dari aksi saling ledek antara rombongan korban dan para pelaku. Ketika itu, sejumlah siswa SMK Bina Karya Mandiri tengah nongkrong di lokasi terjadinya tawuran. Secara tiba-tiba datang rombongan pelaku yang melintas di hadapan kelompok korban, lalu terjadilah bentrokan. Deny, 32 tahun, warga yang melihat tawuran itu, sempat melerai bentrokan antarpelajar tersebut. Namun para pelajar tak menggubris. Sehingga bentrokan itu mengakibatkan dua korban terluka. Kedua siswa yang mengalami luka bacok itu pun sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Kini, polisi tengah mendalami motif di balik bentrokan dan mencari pembacok kedua korban. (MUHAMMAD GHUFRON) Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/03/12/064466618/Tawuran-DuaPelajar-Menderita-Luka-Bacok

Sosiologi

7 ARTIKEL KONFLIK

Marcel Samuel 11 Social 3

5 Cerita 'Perang Panas Dingin' Ahok Vs Haji Lulung


Jakarta - Wakil Ketua DPRD DKI Lulung Lunggana dan Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terlibat perseturuan sengit menyusul penataan pedagang kaki lima (PKL) di Tanah Abang. Konflik itu mereda lewat pembicaraan via telepon. Hubungan Ahok dan Haji Lulung itu mencuat ketika Haji Lulung meminta Ahok dites kejiwaan gara-gara suka ngomong sembarangan. Tidak hanya diminta tes kejiwaan, Ahok juga didesak oleh pendemo dari Rakyat Jahit Mulut Ahok (Rajjam) untuk minta maaf kepada tokoh Tanah Abang tersebut. Pendemo bahkan sempat 'mengejar' Ahok hingga ruang kerjanya agar mau menemui mereka. Permintaan Lulung dan desakan pendemo ditanggapi Ahok dengan penuh ketenangan dan senyuman. Eks Bupati Belitung Timur itu mengaku sudah sakit jiwa, tapi bisa lolos menjadi pejabat. Ia tidak pernah menyebut Lulung tolol dan tidak pernah menyebut ada oknum DPRD yang ada di balik kisruh PKL Tanah Abang. Ahok pun bersedia menghubungi Lulung melalui handphonenya. Di ujung telepon, mereka sepakat bertemu empat mata dan menstop adu argumen. Namun ayah 3 anak ini menegaskan tidak minta maaf kepada Lulung. Sumber: http://news.detik.com/read/2013/07/30/102645/2318454/10/5cerita-perang-panas-dingin-ahok-vs-haji-lulung