Anda di halaman 1dari 41

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Pesatnya perkembangan dunia usaha menyebabkan kegiatan dalam organisasi perusahaan semakin rumit dan kompleks. Terlebih lagi dengan semakin terbukanya pasar dalam era globalisasi sekarang ini yang menyebabkan masing-masing perusahaan dituntut untuk dapat bertahan dengan mengikuti perubahan perubahan yang ada di masyarakat dan mengembangkan usahanya dalam iklim persaingan yang semakin keras.Dengan adanya pasar bebas ini merupakan tantangan bagi Indonesia untuk bisa bersama dengan negara-negara lain yang memproduksi barang sejenis. Oleh karena itu untuk bisa bersaing dengan produsen barang-barang dari negara lain kita harus memproduksi barang dengan harga jual yang murah dengan kualitasyang baik sehingga produk kita bisa diterima oleh konsumen. Semakin tingginya persaingan yang ada, maka setiap perusahaan dituntut untuk berlomba mempertahankan keberadaannya dengan cara melakukan sistem dan prosedur pembelian barang agar dapat mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan pada era pasar bebas nanti. Sistem pembelian barang tentu saja memudahkan kita dalam mempersiapkan sebuah sistem akuntansi yang matang. Pengertian sistem akuntansi sendiri seperti yang telah dijelaskan oleh Mulyadi(2001:3) : Sistem Akuntansi adalah organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh konsumen yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan. Dengan adanya sistem akuntansi yang terencana dengan matang maka dapat dihasilkan produk yang sesuai dengan kualifikasi yang diinginkan. 1

Pembelian merupakan salah satu bagian yang penting dalam berhasilnya operasi suatu perusahaan sebab pembelian merupakan aktivitas awal dari operasional perusahaan. Untuk menciptakan sistem akuntansi pembelian yang baik diperlukan kerjasama dan komunikasi yang baik antara pimpinan, karywan dan bagian-bagian yang terkait. PT.Egasuti Nasakti, tempat penulis mengadakan penelitian, transaksi pembeliannya secara kseluruhan menggunakan pembelian secara kredit, sehingga seing terjadi kesalahan dalam sistem dan prosedur pembelian kredit di PT. Egasuti Nasakti. Perusahaan telah menggunakan sistem akuntansi yang hampir dikatakan sempurna sebab semua sistem pengendalian intern 99% telah berjalan dengan efektif. Dengan latar belakang sistem akuntansi pembelian barang PT.Egasuti Nasakti, penulis dalam penelitian kali ini tertarik untuk mengambil judul Sistem Akuntansi Pembelian Kredit pada PT. Egasuti Nasakti . 1.2. Rumusan Masalah Dari latar belakang permasalahan, Penulis menyimpulkan suatu permasalahan Bagaiaman sistem akuntansi pembelian kredit pada PT. Egasuti Nasakti 1.3 . Tujun dan Mamfaat Penelitian

1.3.1. Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah sistem pembelian kredit di PT. Egasuti Nasakti Pekanbaru sudah sesuai dengan standar akuntansi / PSAK. 1.3.2. Manfaat Penelitian Adapun manfaat penelitian dalam Laporan Tugas Akhir, antara lain : 1. Bagi Perusahaan,

Memberikan saran serta masukan yang berguna bagi perusahaan dalam menjalankan dan menerapkan sistem akuntansi pembelian barang internnya. 2. Bagi Penulis, Untuk menambah pengetahuan serta wawasan mengenai sistem akuntansi pembelian barang di PT.Egasuti Nasakti Pekanbaru. 3 .Bagi Pembaca, Sebagai bahan petunjuk sekaligus informasi yang diperlukan untukmengetahui sistem akuntansi pembelian barang didalam kenyatannyakhususnya pada PT. Egasuti Nasakti Pekanbaru. beserta sistem pengendalian

1.4.

Metode Penulisan

1.4.1. Waktu dan Tempat Penulisan Penulis melakukan penelitian pada PT. Egasuti Nasakti perusahaan perkebunan sawit di Jl. Jend. Sudirman komp. Sudirman City Square blok. A-2 Pekanbaru, Karena penulis tertarik mengangkat permasalahan yg ada di perusahaan ini. Waktu penelitian yang dilakukan dari tanggal 20 Februari sampai dengan 20 April 2013. 1.4.2. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dalam penyusunan laporan tugas akhir iniadalah : 1. Interview Yaitu, suatu teknik pengumpulan data dengan cara melakukanwawancara atau tanya jawab dengan pihak yang terkait dalam perusahaan. 2. Pemanfaatan Data Yaitu, suatu teknik pengumpulan data dengan cara memanfaatkan data yang telah diperoleh dari pihak perusahaan.

1.4.3. Analis Data Dalam menganalisi data penulis menggunakan metode deskripktif yaitu data yang diperoleh dalam penelitian ini akan diolah daan disusun serta membandingkan antara teori-teori akuntansi yang ada dengan kenyataan yang ada dilapangan, kemudian dikelompokkan, dan disusun sedemikian rupa selanjutnya dibandingkan dengan teori-teori yang mendukung yang diambil dari PSAK kemudian diambil kesimpulan. 1.4.4. Metode Analisis Data Dalam rangka pengumpulan data serta keterangan yang diperlukan untuk bahan penulisan program ini penulis menggunakan metode yaitu: 1. Metode pengamatan Didalam metode ini penulis mengadakan pengumpulan data secara langsung ke lapangan dengan melihat objek penelitian dalam jangka waktu yang bersamaan. 2. Metode Kepustakaan Penulis melakukan penelitian dengan membaca buku-buku literature yang ada di perpustakaan yang berhubungan dengan masalah yang akan dibahas dalam penyusunan tugas akhir ini. 1.5 . Sistematika Penulisan Untuk memberikan gambaran dari masalah yang akan penulis sampaikan dalam tugas akhir ini, penulis menyusun sistematika penulisan sebagai berikut: BAB I : PENDAHULUAN Bab ini merupakan bab pendahuluan yang memuat tentang latar belakng masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, mamfaat penelitian, metode

penulisan, tempat dan waktu penelitian, tehnik pengumpulan data serta metode analisis data dan sistematika penulisan. BAB II : TINJAUAN PUSTAKA Bab ini berisi teori dari berbagai sumber yang di gunakan sebagai referensi yang dijadikan landasan teori dalam penyusunan tugas akhir ini, antara lain terdiri dari pengertian sistem, pengertaian pembelian, konsep dasar pembelian dan sistem pengendalian intern. BAB III : TEMUAN DAN PEMBAHASAN Bab ini berisikan gambaran umum perusahaan mengenai sejarah singkat perusahaan, struktur organisasi dan jenis kegiatan usaha serta hasil penulisan dan penelitian di PT. Egasuti Nasakti. BAB IV : PENUTUP Bab ini merupakan bab penutup, berisikan kesimpulan dan saran dari penelitian yang dilakukan, penulis memberikan keimpulan akhir dari pembahasan-pembahasan yang dikakukan dari bab-bab sebelumnya, serta saran-saran dari penyusun yang mungkin akan bermamfaat bagi perusahaan tempat penelitian.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Sistem Sistem adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan yang lainnya, yang berbagian bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu (Mulyadi,2001 : 2). Menurut Hall (2001 : 5) bahwa sebuah sistem adalah sekelompok dua atau lebih komponen komponen yang bersatu untuk mencapai tujuan yang sama (common purpose). Widjayanto (2001 : 2) menyatakan bahwa : sistem adalah sesuatu yang memiliki bagian bagian yang saling berinteraksi untukmencapai tujuan tertentu melalui tiga tahapan yaitu input, proses, dan output. Input merupakan penggerak atau pemberi tenaga dimana sistem itu dioperasikan. Prosesmerupakan aktivitas yang merubah input menjadi output, sedangkan outputmerupakan hasil operasi. Pengertian sistem menurut Romney dan Steinbart (2006 : 2) adalah merupakan rangkaian dari dua atu lebih komponen komponen yang saling berhubungan, yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Dari pengertian tersebut dapat diambil suatu kesimpulan bahwa sistem adalah kumpulan komponen yang berinteraksi membentuk satu kesatuan dan keutuhan yang komplek didalam komplek tertentu untuk mencapai tujuan umum. Sesuatu dapat disebut sebagai sistem apabila memenuhi dua syarat, pertama adalah memiliki bagian bagian yang saling berinteraksi dengan maksud untukmencapai tujuan tertentu. Bagian bagian itu disebut subsistem atau ada yangmenyebutkan sebagai prosedur. Agar sistem dapat berjalan dengan baik maka subsubsistem atau prosedur prosedur itu harus saling berinteraksi antara satu dengan yang lainnya.Syarat kedua bahwa adanya suatu sistem harus memiliki tiga unsur yaitu input, proses, dan uotput. Input merupakan penggerak atau

pemberi tenaga pada saatsistem dioperasikan. Proses merupakan penggerak yang merubah input menjadioutput, sedangkan output merupakan hasil operasi. 2.1.1. Sistem Akuntansi Menurut Mulyadi (2001 : 3) mendefinisikan :Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yangdikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh manajemen untuk memudahkan pengelolaan perusahaan.Dari definisi sistem akuntansi tersebut, unsur suatu sistem akuntansi pokok adalah formulir, catatan yang terdiri dari jurnal, buku besar dan buku pembantu, serta laporan. Menurut Robert dan Vijay (2005:7), pengertian sistem adalah sebagai berikut: "Sistem merupakan suatu cara tertentu dan bersifat repetitif untuk melaksanakan suatu atau kelompok aktivitas". Sementara itu, Romney dan Steinhart (2006:2) menyatakan bahwa pengertian sistem adalah sebagai berikut : "Sistem adalah rangkaian dari dua atau Iebih komponenkomponen yang saling berhubungan, yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan". Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem merupakan sekumpulan unsur atau elemen, cara tertentu yang saling berkaitan dan mempengaruhi dalam melakukan

kegiatan bersama untuk mencapai tujuan. Sementara itu, menurut Narko (2007:3), pengertian sistem akuntansi adalah sebagai berikut : Sistem akuntansi adalah jaringan yang terdiri dari formulir-formulir, catatan-catatan, prosedur-prosedur, alat-alat, dan sumber daya manusia dalam rangka menghasilkan informasi pada suatu organisasi untuk keperluan pengawasan, operasi, maupun untuk kepentingan pengambilan keputusan bisnis bagi pihak-pihak yang berkepentingan. Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem akuntansi terdiri dari beberapa unsur

akuntansi meliputi organsisasi, formulir, catatan, dan laporan yang saling terkait mencapai tujuan, yaitu menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan

untuk oleh

pengguna yang berwenang khususnya manajemen dalam mengelola perusahaan menjadi lebih efektif, efisien, dan ekonomis. Pengertian akuntansi menurut para ahlipun berbeda-beda. Menurut Weygandt, Kieso, dan Kimmel (2005:4) pengertian akuntansi adalah sebagai berikut :"Accounting is

an

information

system that

identifies,

records,

and communicates the economic

events of an organization to interested users". Yang artinya akuntansi adalah sebuah sistem
informasi yang mengidentifikasi, merekam, dan mengkomunikasikan kejadian ekonomi suatu organisasi kepada pemakai informasi yang berkepentingan.
Sementara itu, menurut Reeve, Warren, dan Duchac (2007:7) menyatakan bahwa pengertian akuntansi adalah sebagai berikut: "Accounting is an iriformation system that

provides reports to stakeholders about the economic activities and condition of a business".
Yang artinya akuntansi adalah sistem informasi yang menyediakan laporan kepada pihakpihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi bisnis suatu organisasi. Sedangkan Sony, Arif, dan Arsyadi (2008:3) menyatakan bahwa pengertian akuntansi adalah sebagai berikut : "Akuntansi adalah proses sistematis untuk mengolah transaksi

menjadi informasi keuangan yang bermanfaat untuk pihak eksternal dan internal". Sedangkan menurut Sofyan (2007:4), menyatakan bahwa pengertian akuntansi

adalah sebagai berikut : "Akuntansi adalah alat kapitalis untuk mengumpulkan harta dan memeliharanya agar proses akumulasi kekayaan beijalan lancar dan penguasaannya tetap di tangan kapitalis". Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa akuntansi adalah suatu proses

identifikasi, pencatatan, dan mengkomunikasikan segala kejadian ekonomi yang teijadi

dalam suatu entitas kepada pihak-pihak yang berkepentingan baik itu pihak internal maupun eksternal.

Menurut Ramly dan Rustan (2005:2), akuntansi adalah suatu seni untuk melakukan pencatatan, pengelompokan, pengiktisaran dan pelaporan serta penganalisisan terhadap transaksi-transaksi ekonomi perusahaan guna pengambilan suatu keputusan. Berdasarkan pengertian di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa akuntansi adalah proses pencatatan, penggolongan, dan kegiatan pelaporan informasi dari kegiatan transaksi keuangan yang terjadi sampai pada hasilnya yang dilaporkan kepada pimpinan. Menurut Soemarsono (2008:5), akuntansi adalah proses pengidentifikasikan, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut. 2.1.2. Tujuan Sistem Akuntansi Menurut Mulyadi (2001 : 19) tujuan dari penyusunan Sistem Akuntansi adalah : 1. 2. Menyediakan informasi bagi pengelola kegiatan usaha baru. Memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada baik mengenai mutu,ketepatan penyajian maupun struktur informasinya. 3. Memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat kenadalan (reliability) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggung jawaban danperlindungan kekayaan perusahaan.Sistem akuntansi hendaknya diarahkan pada ketiga aspek diatas agar sistem berjalandengan baik.

2.2.

Pembelian Kredit

2.2.1. Konsep Dasar Pembelian 9

Menurut Render (2005 : 414) Pembelian berarti perolehan barang dan jasa. Tujuan pembelian adalah : 1. 2. Membantu identifikasi produk dan jasa yang dapat diperoleh secara eksternal. Mengembangkan, mengevaluasi, dan menentukan supplier, harga da npengiriman yang terbaik bagi barang dan jasa tersebut. Sistem pembelian barang terkait dengan persediaan barang, karena setiap terjadi pembelian akan menambah jumlah persediaan barang di gudang.Pelaksanaan mekanismen sistem tidak selalu sama, hal ini dipengaruhi dari jenisperusahaan dan bergerak dalam bidang tertentu. Beberapa yang harusdiperhatikan dalam sistem pembelian, yaitu informasi yang diperlukan oleh perusahaan khusunya manajemen, dokumen dokumen yang digunakan, bagian yang terkait, jaringan prosedur yang membentuk sistem akuntansi pembelian sertasistem pengendalian internya. Jika suatu sistem pembelian dilakukan sesuaidengan prosedur yang telah diterapkan, maka pelaksanaan kerja pada bagian yangterkait akan tercapai sesuai dengan yang diharapkan. Pengertian Sistem Akuntansi Pembelian menurut (Mulyadi, 2001 : 299) Sistem akuntansi pembelian merupakan bagian dari sistem akuntansi yangdirancang dan digunakan dalam perusahaan untuk pengadaan barang yangdiperlukan oleh manajemen.Transaksi pembelian baik yang diselenggarakan dalam manual systemmaupun yang diselenggarakan dalam lingkungan pengolahan data elektronikdapat digolongkan menjadi dua yaitu :Pembelian lokal adalah pembelian dari pemasok dalam negeri, sedangkanpembelian impor adalah pembelian dari pemasok luar negeri.Pelaksanaan mekanisme sistem pembelian di tiap tiap perusahaan berbedadan tidak selalu sama, hal tersebut tergantung dari besar kecilnya perusahaan dan bentuk dari perusahaan. Pemberian kredit merupakan suatu resiko, khususnya resiko piutang tak tertagih.

10

Untuk

menghindari

atau

memperkecil

resiko

kredit

yang

mungkin teijadi, maka

permohonan kredit harus dinilai atas dasar syarat-syarat kredit. Menurut Munawir (2004:235) syarat kredit tersebut dikenal dengan 5 C, yaitu : a. Character. Sifat-sifat pribadi, watak dan kejujuran dari perusahaan debitur dalam memenuhi kewajiban finansialnya.. b. Capacity. Menyangkut kemampuan perusahaan debitur beserta stafuya baik untuk

kemampuan dalam manajemen maupun keahlian dalam bidang usahanya melaksanakan rencana kerjanya di waktu

yang akan datang dalam hubungannya

dengan penggunaan kredit tersebut. c. Capital.Menunjukkan posisi finansiil perusahaan debitur secara keseluruhan.

d. Collateral. Berarti jaminan. Ini menunjukkan besarnya jaminan atas kredit yang diberikan. e. Conditions. Kondisi peminta kredit. 2.2.2. Bagian yang terkait dengan sistem pembelian Dalam sistem akuntansi pembelian terdapat beberapa fungsi yang terkait dalam sistem pembelian tersebut. Menurut Mulyadi (2001 : 299) fungsi fungsiyang terkait tersebut adalah : ekonomi secara umum serta kondisi pada sektorusaha si

11

1. Bagian gudang Fungsi ini bertanggung jawab untuk mengajukan permintaan pembeliaan sesuai dengan posisi persediaan yang ada di gudang dan juga berfungsi untuk menyimpan barang yang telah diterima oleh fungsi penerimaan. 2. Bagian pembelian Fungsi ini bertanggung jawab untuk memperoleh informasi mengenai harga barang, menentukan supplier yang dipilih dalam pengadaan barang dan mengeluarkan order pembelian kepada supplier yang telah dipilih. 3. Bagian penerimaan Fungsi ini bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan terhadap jenis,mutu, dan kuantitas barang yang diterima dari supplier untuk mementukan barang dapat diterima atau tidak oleh perusahaan. 4. Bagian akuntansi Fungsi akuntansi yang terakit dalam transaksi pembelian adalah fungsipencatat utang yang bertanggung jawab atas pencatatan transaksi pembelianke dalam register bukti kas keluar dan juga untuk menyelenggarakan arsipdokumen sumber (bukti kas keluar) yang berfungsi catatan utang dan fungsi pencatat persediaan bertanggung jawab atas pencatatan harga pokok persediaan yang dibeli ke dalam kartu persediaan. Dengan kata lain fungsi ini bertanggung jawab atas pencatatan utang dan pencatatan persediaan. 2.2.3 Dokumen Yang digunakan pada Peembelian Transaksi perusahaan merupakan penggerak sistem akuntansi. Tanpa transaksi perusahaan, berart sistem akuntansi keuangan nantinya tidak memilikiinput, dan berarti pula prosesing sistem tidak berjalan lancar. Setiap transaksipasti memerlukan sebuah dokumen yang

12

digunakan sebagai bukti riil. Saat ini,dokumen tidak hanya berbentuk kertas, melainkan juga berbentuk kertas (hard copy). Menurut Mulyadi (2001 : 303) Dokumen adalah obyek fisik dimanatransaksi dimasukkan dan diikhtisarkan. Dokumen yang digunakan dalam sistemakuntansi pembelian adalah sebagai berikut : 1. Surat Order Pembelian Dokumen ini merupakan formulir yang diisi oleh bagian gudang atau bagian pemakai barang untuk meminta bagian purchasing (pembelian) melakukan pembelian barang dengan jenis, jumlah, dan mutu seperti yang tersebutdidalam surat tersebut. Surat pemesanan pembelian ini biasanya dibuat dua lembar untuk setiap permintaan, satu lembar untuk bagian purchasing, dantembusannya untuk arisp bagian yang meminta barang. Lihat contoh suratpermintaan pembelian pada gambar.

2. Surat Permintaan Penawaran Harga Dokumen ini digunakan untuk meminta penawaran harga bagi barang yang pengadaannya tidak bersifat berulang kali terjadi, yang menyangkut jumlah rupiah pembelian besar. 3. Surat Order Pembelian Dokumen ini digunakan untuk memesan barang kepada supplier yang telah dipilih. Dokumen ini terdiri dari berbagai tembusan dengan fungsi sebagai berikut : a) Surat Order Pembelian Dokumen ini merupakan lembar pertama surat order pembelian yang dikirimkan kepada supplier sebagai order resmi yang dikeluarkan oleh perusahaan.

13

b) Tembusan Pengakuan Oleh Supplier Tembusan surat order pembelian ini dikirmkan kepada supplier,dimintakan tanda tangan dari supplier dan dikirim kembali ke perusahaan sebagai bukti telah diterima dan disetujuinya order pembelian, serta kesanggupan supplier memenuhi janji pengiriman barang seperti tersebut dalam dokumen tersebut. c) Tembusan Bagian Unit Peminta Barang Tembusan ini dikirmkan kepada fungsi yang meminta pembelian bahwabarang yang diminatinya telah dipesan. d) Arsip Tanggal Penerimaan Tembusan surat order pembelian ini disimpan oleh fungsi pembelian menurut tanggal penerimaan barang yang diharapkan, sebagai dasar untuk mengadakan tindakan penyelidikan jika barang tidak datang pada waktu yang telah dipesan. e) Arsip Supplier Tembusan surat order pembelian ini disimpan oleh fungsi pembelian menurut nama supplier, sebagai dasar untuk mencari informasi mengenai supplier. f) Tembusan Fungsi Penerimaan Tembusan surat order pembelian ini dikirim ke fungsi penerimaan sebagai otorisasi untuk menerima barang yang sejenis, spesifikasi, mutu, kuantitas,dan suppliernya seperti yang tercantum dalam dokumen tersebut. g) Tembusan Fungsi Akuntansi Tembusan surat order pembelian ini dikirim ke fungsi akuntansi sebagai salah satu dasar untuk mencatat kewajiban yang timbul dari transaksi pembelian. 4. Laporan Penerimaan Barang

14

Dokumen ini dibuat oleh fungsi penerimaan untuk menunjukan bahwa barang yang telah diterima dari supplier telah memenuhi jenis, spesifikasi, mutu, dan kuantitas seperti yang tercantum dalam surat order pembelian. 5. Surat Perubahan Order Pembelian Dokumen ini kadangkala diperlukan untuk dilakukan perubahan terhadap isi surat order pembelian yang sebelumnya telah diterbitkan. Perubahan tersebut dapat berupa perubahan kuantitas, jadwal penyerahan barang,spesifikasi, penggantian (substitusi) atau hal lain yang bersangkutan dengan perubahan desain atau bisnis. 6. Bukti Kas Keluar Dokumen ini dibuat oleh fungsi akuntansi untuk dasar pencatatan transaksi pembelian. Dokumen ini juga berfungsi sebagai perintah pengeluaran kas untuk pembayaran utang kepada supplier dan yang sekaligus berfungsi sebagai surat pemberitahuan kepada kreditur mengenai maksud pembayaran. 2.3. Catatan Akuntansi Yang Digunakan Catatan akuntansi yang digunakan untuk pencatatan transaksi pembelian menurut Mulyadi (2001 : 38) adalah sebagai berikut : 1. Register Bukti Kas Keluar, Jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi pembelian jika pencatatan utang perusahaan menggunakan voucher payable procedure. 2. Jurnal Pembelian, Jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi pembelian jika pencatatan utang perusahaan menggunakan account payable procedure. 3. Kartu Utang Buku, pembantu yang digunakan untuk mencatat utang kepada pemasok jika dalam pencatatan utang, perusahaan menggunakan account payableprocedure. Jika

15

pencatatan utang perusahaan menggunakan voucher payablreprocedure sebagai catatan utangnya adalah arsip bukti kas keluar yang dibayar. 2.4. Bagan Alir Menurut Nugroho (2001 : 39) bahwa bagan alir adalah suatu diagram simbol yangmenampilkan aliran data dan rangkaian tahapan operasi dalam suatu sistem. Jadi,bagan alir merupakan deskripsi berupa aliran data dan rangkaian dari system akuntansi.

Gambar 2.1. Sistem pembelian kredit ( mulyadi 2001 : 320 ) Bagian gudang

Mulai

Membuat \SPP 2

SOP

Lap. Pengiriman barang

SPP

1 T

N
Kartu Gudang

16

17

18

19

20

21

2.5.

Sistem Pengendalian Intern

2.5.1. Pengertian Pengendalian Intern Menurut Mulyadi (2001 : 165) menjabarkan sebagai berikut :Sistem pengendalian intern meliputi struktur organisasi, metode danukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi,mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijaksanaan manajemen. Sedangkan pengertian menurut Widjajanto (2001 : 18)bahwa pengendalian intern (internal control) adalah suatu sistempengendalian yang meliputi struktur organisasi beserta semua metode danukuran yang diterapkan dalam perusahaan. Menurut Jusup (2001 : 252) menjelaskan bahwa :Pengendalian intern adalah suatu proses yang dipengaruhi oleh Commisioner, manajemen, dan personel satuan usaha lainnya, yang dirancanguntuk mendapat keyakinan memadai tentang pencapaian tujuan dalam hal-hal sebagai berikut : 1. Keandalan pelaporan keuangan 2. Kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku 3. Efektifitas dan efisiensi operasi Kesimpulan yang dapat diambil berupa definisi Sistem Pengendalian Sistem Intern bermacam pendapat yang sebenarnya sangat berguna bagi perusahaan karena mendapat keyakinan memadai tentang pencapaian tujuan tentang keandalam pelaporan keuangan, kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku.

22

2.5.2. Tujuan Sistem Pengendalian Intern Menurut Widjajanto (2001 : 18) tujuan sistem pengendalian intern : 1. mengamankan aktiva perusahaan 2. Mengecek kecermatan dan ketelitian data akuntansi 3. Meningkatkan efisiensi 4. Mendorong agar kebijakan manajemen dipatuhi oleh segenap jajaran organisasi Sedangkan menurut Mulyadi (2001 : 163) tujuan sistem pengendalian intern lebih rinci diantaranya : 1. Tujuan pengendalian akuntansi, yang meliputi : Menjaga kekayaan organisasi / perusahaan Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi

2. Tujuan pengendalian administrasi, yang meliputi : Mendorong efisiensi Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen

Dari beberapa tujuan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa tujuan pengendalian intern meliputi : 1. Melindungi atau mengamankan aktiva / harta kekayaan perusahaan 2. Mengecek, ketelitian dan keandalan data akuntansi 3. Melakukan pengendalian secara administrasi untuk mencegah pemborosan, kecurangan baik yang dilakukan oleh pihak dalam maupunpihak luar perusahaan dan mencegah penggunaan sumber daya yang tidakefisien. 4. Mendorong dipatuhinya kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan.

23

2.5.3. Unsur Pengendalian Intern Berdasarkan pengertian tentang pengendalian intern diatas terdapat unsurunsur yang berkaitan dengan pengendalian intern dalam sistem pembelian (Mulyadi,2001 : 311) : 1. Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas diantaranya : a. Fungsi pembelian harus terpisah dari fungsi penerimaan Pemisahan kedua fungsi ini dimaksudkan untuk menciptakanpengecekan intern dalam pelaksanaan transaksi pembelian. Dalam transaksi pembelian, fungsi pembelian berkewajiban untuk mendapatkan penjual yang dapat dipercaya sebagai pemasok barang yang diperlukan oleh perusahaan. Pemisahan kedua fungsi ini akan mengurangi risiko diterimanya barang yang : tidak dipesan oleh perusahaan. Jenis, spesifikasi, kuantitas, dan mutu barangnya tidak sesuai dengan yang dipesan oleh perusahaan. Tidak sesuai dengan waktu yang ditentukan dalam surat order pembelian.

b. Fungsi pembelian harus terpisah dari fungsi akuntansiDalam sistem akuntanasi pembelian, fungsi akuntansi yang melaksanakan pencatatan utang dan persediaan barang harusdipisahkan dari fungsi operasi yang melaksanakan transaksipembelian. Fungsi pembelian berada di tangan Bagian Pembelian yang berada langsung di bawah Direktur Utama,sedangkan fungsi akuntansi berada di tangan Bagian Utangdan Bagian Kartu Persediaan. Hal ini dimaksudkan untukmenjaga kekayaan perusahaan dan menjamin ketelitian dan keandalan data akuntansi. c. Fungsi penerimaan harus dilaksanakan oleh fungsi gudang.Fungsi penerimaan merupakan fungsi operasi yang bertanggung jawab atas penerimaan atau penolakan

24

barangyang diterima pemasok. Fungsi penyimpanan merupakanfungsi yang bertanggung jawab atas. 2. Otorisasi dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindunganyang cukup terdapat kekayaan, utang, dan pendapatan dan biayadiantaranya : a. Surat permintaan pembelian diotorisasi oleh fungsi gudang,untuk barang yang disimpan dalam gudang atau fungsipemakai barang, untuk barang yang langsung pakai. b. Surat order pembelian diotorisasi oleh fungsi pembelian atau pejabat yang lebih tinggi. c. Laporan penerimaan barang diotorisasi oleh fungsi penerimaan barang d. Bukti kas keluar diotorisasi oleh fungsi akuntansi ataupejabat yang lebih tinggi. e. Pencatatan terjadinya utang didasarkabn pada bukti kaskeluar yang didukung dengan suart order pembelian, laporanpenerimaan barang dan faktur dari supplier. f. Pencatatan kedalam kartu utang dan register bukti kas keluar (voucher register) diotorisasi oleh fungsi akuntansi. 3. Praktek yang sehat dalam pelaksanaan tugas dan fugsi masing-masing unit organisasi : a. Surat permintaan pembelian bernomor urut vetak dan pemakaiannya dipertanggun jawabkan oleh fungsi gudang. b. Surat order pembelian bernomor urut cetak dan pemakaiannya dipertanggung jawabkan oleh fungsi pembelian. c. Laporan penerimaan barang bernomor urut cetak dan pemakaiannya dipertanggung jawabkan oleh fungsi penerimaan. d. Supplier dipilih berdasarkan jawaban penawaran hargabersaing dari berbagai supplier. e. Barang hanya diperiksa dan diterima oleh fungsi penerimaan jika fungsi ini telah menerima tembusan suart orderpembelian dari fungsi pembelian.

25

f. Fungsi penerimaan melakukan pemeriksaan barang yangditerima dari supplier dengan cara menghitung dan menginspeksi barang tersebut dan membandingkan dengan tembusan suart order pembelian. g. Terdapat pengecekan terhadap harga, syarat pembelian dan ketelitian dalam faktur dari supplier sebelum faktur tersebut diproses untuk dibayar. h. Catatan yang berfungsi sebagai buku pembantu utang secaraperiodik direkonsiliasi dengan rekening kontrol utang dalam buku besar. i. Pembayaran faktur dari supplier dilakukan sesuai dengansyarat pembayaran guna mencegah hilangnya kesempatan untuk memperoleh potongan tunai. j. Bukti kas keluar beserta dokumen pendukung dicapLUNAS oleh fungsi pengeluaran kas setelah cek dikirimkan kepada supplier.

26

BAB III TEMUAN DAN PEMBAHASAN

3.1.

Sejarah Singkat Perusahaan PT. Egasuti Nasakti didirikan pada tanggal tahun 21 Agustus 1980, Perusahaan ini

bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit. Yang bertempat di Kampar desa Petapahan. Perkebunan ini mulai menghasilkan buah pada tahun 1991. PT. Egasuti Nasakti setiap harinya menghsilkan Tandan Buah Segar, Seiring berjalanya tanaman kelapa sawit mulai menunjukkan peningkatan produksi buah kelapa sawit. Semakin berkembangnya perusaahan maka membutuhkan peralatan, dalaam pembelian perlatan untuk perusahaan. Perusahaan membeli secaraa kredit dengan janga aktu tertentu, dalam pembelian kredit sering terjadi beberpa masalah seperti barang yang di terima tidak sesuai denagan yang di pesan,itu salah satu kendala dalam pembelian kredit di perusaahan . Misi dari PT. Egasuti Nasakti adapun misi perusahaan diantara lain : a. Melaksanakan transaksi perdagangan lokal. b. Memenuhi harapan seluruh stakeholders d. Melakukan perdagangan umum yang menangani buah kelapa sawit. 3.2. Struktur Organisasi Untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan diperlukan adanya pembagian tugas, tanggung jawab dan wewenang sesuai dengan kemampuan masingmasing anggota. Oleh karenanya dalam penyempurnaan organisasi PT.Egasuti Nasakti melakukan restrukturisasi organisasi secara bertahap untuk menghasilkan kegiatan organisasi yang fleksibel dan dinamis sehingga mampu menghadapi dan menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang selalu berubah.

27

Struktur organisasi adalah suatu kerangka atau alur yang mengidentifikasikan hubungan antara jabatan-jabatan itu sendiri maupun antara bidang kerja yang satu dengan yang lain, sehingga kedudukan, wewenang, dan tanggung jawab masing-masing pihak lebih jelas.

Direktur

Kepala Pembelian

Kepala Adm dan Keuangan

HRD

Kasir

Adm Pembelian

Administrasi
Keuangan

Adm dan Umum

1. Direktur Utama a. Memimpin perusahaan dengan menerbitkan kebijakan-kebijakan perusahaan b. Memilih, menetapkan, mengawasi tugas dari karyawan dan kepala bagian(manajer) c. Menyampaikan laporan kepada pemegang saham atas kinerja perusahaan d. Mewakili perusahaan atas nama perseroan untuk melakukan bisnis dengan perusahaan lain e. Mewakili perusahaan dalam perkara pengadilan 2. Kepala Adm dan Accounting a. Menyusun rencana penyusunan keuangan perusahaan.

28

b. Berhubungan dengan pihak dalam hal pembukuan yang berkaitan dengan laporan keuangan perusahaan

c. Membantu menyusun laporan keuangan perusahaan d. Memeriksa data keuangan perusahaan sehari-hari 3. Kepala Pembelian a. Mengkoordinir adm pembelian dalam hal penerimaan dan pengiriman barang b. Berhubungan dengan pihak terkait dengan proses pengiriman barang a. Mengatur pengiriman barang ke kebun b. Mengatur penerimaan barang dari supplier 4. HRD a. Merekrut pegawai baru b. Mengkoordinasikan perumusan sistem pengadaan, penempatan, dan pengembangan pegawai c. Bertanggung jawab kepada Dewan Direksi atas pengarahan dan pengawasanatas pengadaan tenaga kerja d. Berhubungan dengan pihak luar dalam hal ketenaga kerjaan 5. Kasir a. Melakukan pembayaran atas setiap tagihan dari supplier b. Membayar gaji karyawan dan karyawan harian tetap lainnya c. Membuat laporan transaksi kas setiap hari. e. Administrasi Pajak a. Mengurusi masalah pajak yang ada di perusahaan. b. Membuat laporan pajak setiap bulanya.

29

f. Admistrasi Pembukuan a.Menyusun laporan laba/rugi setiap akhir periode c. Menjurnal setiap transaksi yang terjadi. g. Adm dan Umum a. Mengurusi masalah administrasi dalam perusahaan 3.3. Temuan Berdasarkan hasil pengamatan pada PT. Egasuti Nasakti, maka penulis menjelaskan sebagai berikut : a. Sistem dan Prosedur Pembelian Pembelian yang terjadi atau yang dilakukan oleh PT. Egasuti Nasakti adalah 100% Pembelian Kredit, dalam hal ini transaksi pembelian dalam PT.Egasuti Nasakti ini ditandai adanya masalah atau diawali dari adanya permintaan dari masing-masing toko untuk meminta barang yang sudah habis, kepada fungsi gudang yang kemudian fungsi gudang mengecek persediaan barang tersebut melalui data persediaan yang ada didalam komputer dan jika persediaan telah mencapai batas minimum maka secara otomatis fungsi pembelian akan membuat surat permintaan pembelian barang yang akan diotorisasi oleh kepala bagian pembelian kemudian akan dilakukan pemesanan kepada pemasok barang yang akan dipesan.

3.4

Pembahasan

3.4.1. Dokumen yang digunakan

30

Beberapa dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi pembelian pada PT. Egasuti Nasakti terdiri atas 1. Surat Order Pembelian Pada PT. Egasuti Nasakti dokumen ini lebih sering disebut dengan istilah Purchase Order (PO). Dokumen ini digunakan untuk memesan barang kepadapemasok yang telah dipilih. Dokumen ini berisi nama, atau jenis barang, jumlahbarang yang dipesan, ukuran, harga per unit, harga eceran, total harga (nett), tempo pembayaran, dan tanggal pengiriman. Surat Order Pembelian ini terdiri dari tiga rangkap. Rangkap pertama berwarna putih dipegang oleh Pemasok, rangkap kedua berwarna merah dipegang oleh Bagian Pembelian, dan rangkap yang ketiga berwarna kuning dipegang oleh Bagian Keuangan. 2. Pertelaan Barang Masuk (PBM) Dokumen ini dibuat oleh bagian penerimaan untuk menunjukan bahwa barang yang diterima dari pemasok telah memenuhi jenis, spesifikasi, mutu dan kuantitas seperti yang tercantum dalam Surat Order Pembelian. Pertelaan barang masuk terdiri dari 3 rangkap. Rangkap pertama dipegang oleh Supplier, lembar kedua dipegang oleh bagian gudang, dan lembar ketiga dipegang oleh bagian keuangan. 3. Faktur Dokumen ini diperoleh dari pemasok yang digunakan sebagai bukti bertambahnya utang karena telah dilakukannya pembelian kredit. Faktur terdiri dari dua rangkap, rangkap pertama dipegang oleh perusahaan dan rangkap kedua dipegang oleh pemasok.

4. Tanda Terima Barang

31

Dokumen ini digunakan sebagai bukti bahwa barang yang dipesan telah diterima di gudang. Bagian gudang akan mencatatnya ke dalam pertelaan barang masuk dan keluar. 3.4.2. Catatan Akuntansi Yang Digunakan Catatan akuntansi yang digunakan pada PT. Egasuti Nasakti yaitu : 1. Jurnal Pembelian Jurnal ini merupakan catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat transkasi pembelian kredit yang dilakukan oleh PT. Egasuti Nasakti Pekanbaru. 2. Kartu Utang Kartu utang disini digunakan untuk mencatat nama-nama pemasok dan mencatat mutasi dari setiap utang sehingga dapat diketahui saldo utangnya. Pada PT.Egasuti Nasakti, kartu utang diisi berdasarkan faktur penjualan dari pemasok. 3. Kartu Persediaan Pada PT. Egasuti Nasakti, pencatatan persediaan barangnya sudah dilakukan dengan komputerisasi, sehingga untuk mengecek data persediaannya dapat dilihat melalui data persediaan yang ada di komputer. 3.4.3. Fungsi Yang Terkait Dalam Sistem Akuntansi Pembelian Dalam menjalankan suatu sistem perlu adanya fungsi-fungsi yang terkait, pada PT. Egasuti Nasakti ini ada beberapa fungsi yang terkait dalam sistem pembeliannya yaitu :

1. Fungsi Gudang

32

Fungsi gudang ditangani oleh bagian gudang.Fungsi ini bertanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan penerimaan barang, penempatan, penyimpanan dan penyaluran barang-barang ke tiap toko serta mengarahkan dan mengawasi pelaksanannya. 2. Fungsi Pembelian Fungsi ini ditangani oleh bagian pembelian (merchandiser). Fungsi ini bertanggung jawab untuk memperoleh informasi mengenai harga barang dan berhak menentukan pemasok mana yang akan dipilih dalam pengadaan barang. Fungsi ini juga mempunyai wewenang untuk membuat surat order pembelian dan mengirimkannya kepada pemasok atau supplier yang telah dipilih. 3. Fungsi Akuntansi Fungsi ini ditangani oleh bagian akuntansi seperti kasir dan staff akuntansi. Fungsi ini bertanggung jawab atas pencatatan transaksi pembelian secara kredit. Jadi fungsi inilah yang akan mencatat bertambahnya utang perusahaan dan mencatat pemasok-pemasok perusahaan dengan cara dilakukan pencatatan transaksi pembelian kedalam register bukti kas keluar dan untuk menyelenggarakan arsip dokumen sumber (bukti kas keluar) yang berfungsi sebagai catatan utang. 4. Fungsi Penerimaan Fungsi ini ditangani oleh bagian penerimaan. Fungsi ini bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan terhadap jenis, mutu dan kuantitas barang yang diterima dari pemasok guna menentukan layak tidaknya barang tersebut diterima oleh perusahaan.

3.4.4. Jaringan Prosedur Yang Membentuk Sistem

33

Dalam sistem pembelian pada PT. Egasuti Nasakti terdiri dari beberapa prosedur yang membentuk jaringan itu yaitu : 1. Prosedur Permintaan Pembelian Dalam prosedur ini, bagian gudang akan melakukan permintaan pembelian kepada bagian pembelian jika persediaan digudang sudah menipis. Selain itu, bagian pembelian juga akan melakukan pemesanan barang dengan melihat data persediaan di komputer setiap tiga kali seminggu. 2. Prosedur permintaan penawaran harga dan pemilihan pemasok Dalam prosedur ini, bagian pembelian melakukan penawaran harga kepada pemasok dengan bernegosiasi supaya mendapatkan harga yang terendah dengan mutu baik. Jika harga sudah disetujui maka akan dibuatkan surat order pembelian. Pemilihan pemasok dilakukan secara lisan setelah melakukan beberapa seleksi barang dengan memperhatikan mutu, kualitas dan model barang yang ditawarkannya. 3. Prosedur Order Pembelian Dalam prosedur ini, bagian pengadaan barang sebagai fungsi pembelian akan membuat surat order pembelian berdasarkan pengecekan pada data persediaan. Pengecekan data persediaan dilakukan setiap tiga minggu sekali oleh masing-masing bagian atau kategori barang. Jika persediaan barang tersebut sudah mencapai batas minimum maka bagian pembelian (merchandiser) membuat purchase order untuk memesan kembali barang tersebut kepada pemasok yang bersangkutan. Pada saat purchase order dibuat, bagian pengadaan akan mengisikannya sesuai dengan jenis, nama barang, kode barang, ukuran dan harga yang akan dipesan kepada pemasok. Jangka waktu pembayaran ditetapkan 90 hari kerja (tiga bulan) dihitung saat barang sampai di gudang.

34

4. Prosedur Penerimaan Barang Dalam prosedur ini fungsi penerimaan melakukan pemeriksaan mengenai jenis, kuantitas, mutu barang yang diterima dari pemasok, dan kemudian membuat laporan penerimaan barang (pertelaan barang masuk) untuk menyatakan penerimaan barang dari pemasok tersebut. Pada saatpemasok mengirimkan barang ke perusahaan, pemasok membawa surat jalan, faktur penjualan pemasok, dan lembar purchase order yang dipegang oleh pemasok pada saat perusahaan memesan barang. Pertelaan barang masuk terdiri dari tiga rangkap. Lembar pertama dipegang oleh supplier, lembar kedua dipegang oleh bagian gudang, dan lembar ketiga dipegang oleh bagian keuangan. Satu minggu setelah barang diterima di gudang, bagian keuangan akan memberikan Bilyet Giro kepada pemasok untuk melunasi pembayaran barang yang dibeli dari pemasok tersebut. Jumlah yang tercantum di dalam Bilyet Giro sesuai dengan nilai barang yang dikirim oleh pemasok dengan tanggal jatuh tempo 90 hari setelah barang sampai di gudang. Bilyet Giro ini harus diotorisasi oleh Direktur Utama atau Kepala Keuangan. 5. Prosedur Pencatatan Utang Dalam prosedur ini fungsi akuntansi memeriksa dokumen-dokumen yang berhubungan dengan pembelian (surat order pembelian, laporan penerimaan barang, dan faktur penjualan dari pemasok) dan menyelenggarakan pencatatan utang pada kartu hutang berdasarkan nama pemasok.

3.4.5. Struktur Pengendalian Intern Organisasi

35

1. Fungsi pembelian harus terpisah dari fungsi penerimaan 2. Fungsi pembelian terpisah dengan fungsi akuntansi 3. Fungsi penerimaan harus terpisah dari fungsi penyimpanan barang 4. Tidak diperkenankannya transaksi pembelian yang hanya dilakukan oleh satu fungsi saja. Sehingga prosedurnya mulai dari fungsi gudang, fungsi pembelian, dan fungsi akuntansi. Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan 1. Bukti kas keluar harus diotorisasi oleh fungsi akuntansi dan pembelian. 2. Pertelaan barang masuk diotorisasi oleh bagian pembelian dan bagian gudang. 3. Bilyet giro harus diotorisasi oleh direktur utama atau direktur keuangan. 4. Faktur penjualan harus diotoriasi oleh bagian akuntansi 5. Tanda terima barang harus diotorisasi oleh bagian gudang. Praktik Yang Sehat 1 .Pemasok dipilih berdasarkan persetujuan penawaran harga bersaing dari berbagai pemasok. 2. Fungsi penerimaan melakukan pemeriksaan barang dengan cara di beri tickmark yang diterima dari pemasok dengan cara menghitung dan mencocokan barang dengan tembusan surat order pembelian. 3. Bukti kas keluar akan dicap lunas oleh fungsi akuntansi jika Bilyet Giro telah diberikan kepada pemasok yang bersangkutan. 4. Pembayaran faktur dari pemasok dilakukan sesuai dengan syarat pembayaran guna mencegah hilangnya kesempatan mendapatkan potongan tunai.

36

5. Fungsi akuntansi melakukan pengecekan terhadap harga, syarat pembelian, dan jumlah perkalian unit uang dipesan dengan harga satuan sebelum faktur tersebut diproses untuk dibayar.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

4.1.

Kesimpulan Berdasarkan hasil pengamatan dan analisa penulis pada PT. Egasuti Nasakti Pekanbaru,

maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Pada PT. Egasuti Nasakti Pekanbaru dokumen yang digunakan dalam proses pembelian adalah surat order pembelian, pertelaan barang masuk, faktur, bukti kas keluar, dan tanda terima barang. Surat order pembelian atau purchase order digunakan sebagai bukti atau lampiran pemesanan barang kepada pemasok yang telah dipilih. suart order pembelian diotorisasi oleh bagian pembelian atau direktur operasional. Pertelaan barang masuk digunakan sebagai pencatatan atas barang yang diterima setelah disesuaikan jenis,

37

spesifikasi, mutu dan kuantitasnya seperti yang tercantum didalam Purchase Order. Faktur digunakan sebagai bukti bertambahnya utang karena telah dilakukannya pembelian kredit. Faktur dibuat oleh pemasok yang akan diberikan kepada perusahaan. Dan dokumen terakhir yang digunakan adalah tanda terima barang, dokumen ini digunakan sebagai bukti bahwa barang yang dipesan telah diterima di gudang. Tanda terima dibuat oleh bagian gudang dan diserahkan kepada pemasok. 2. Pencatatan atas semua proses pembelian pada PT. Egasuti Nasakti dilakukan oleh masingmasing bagian yang bertanggung jawab didalamnya. Catatan yang digunakan antara lain jurnal pembelian, kartu utang, dan kartu persediaan. Jurnal pembelian digunakan untuk mencatat tranaksi pembelian kredit yang dilakukan oleh PT. Egasuti Nasakti. Kartu utang digunakan untuk mencatat mutasi dari setiap utang sehingga dapat diketahui saldo utang tiap pemasok. Kartu persediaan digunakan untuk mencatat data persediaan dan mengecek data persediaan. Pada PT. Egasuti Nasakti pencatatan persediaannya sudah menggunakan sistem komputerisasi. 3. Terdapat beberapa prosedur dalam proses pembelian barang pada PT. Egasuti Nasakti antara lain prosedur permintaan pembelian, prosedur permintaan harga dan pemilihan pemasok, prosedur order pembelian, prosedur penerimaan barang, dan prosedur pencatatan utang. 4. Penerapan sistem pengendalian intern pada PT. Egasuti Nasakti Pekanbaru sudah dijalankan dengan sangat baik. Dikatakan sangat baik dikarenakan antara lain : a. Adanya pemisahan fungsi : fungsi pembelian, fungsi penerimaan barang, fungsi akuntansi, dan fungsi gudang. b. Semua dokumen diotorisasi oleh bagian yang bertanggung jawab. c. Sudah dilakukan praktik yang sehat :

38

- dilakukan penawaran harga oleh pemasok - dilakukan pemeriksaan barang oleh bagian penerimaan barang - Pembayaran faktur dilakukan sesuai dengan syarat pembayaran - Bagian akuntansi melakukan pengecekan harga sebelum melakukan pembayaran kepada pemasok 4.2. Saran Dengan memperhatikan kesimpulan yang telah ditarik oleh penulis maka penulis dapat memberikan saran yang kemungkinan dapat membantu perusahaan agar dapat meningkatkan kedisiplinan kerja dalam rangka mencapat tujuan perusahaan secara maksimal sebagai berikut : Bagi Mahasiswa Mahasiswa yang ingin meneliti lebih lanjut diharapkan bisa mencari topic penelitian lain sehingga ada variasi obyek pengamatan. Bagi Perusahaan 1. 2. Sebaiknya semua dokumen diberi nomor urut tercetak. Sebaiknya perusahaan membuat surat permintaan penawaran harga dan pemilihan pemasok yang ditujukan kpada pemasok yang akan melakukan penawaran barang kepada perusahaan. 3. Perusahaan sebaiknya mengevaluasi sistem otorisasi atas dokumen pertelaan barang masuk yang sehatusnya ditanda tangani oleh bagian penerimaan namun kenyataannya masih ditanda tangani oleh bagian gudang. 4. Perusahaan sebaiknya selalu mengevaluasi pemasok.

39

DAFTAR PUSTAKA

Barry, Render. 2005. Manajemen Operasi. Edisi Ketujuh. Salemba Empat. James, A. Hall. 2001. Sistem Informasi Akuntansi. Edisi Ketiga. Salemba Empat. Marshal, B. Romney dan Paul John Steinbart. 2006. Accounting Information System. Edisi Kesembilan. Salemba Empat. Mulyadi. 2001. Sistem Akuntansi. Edisi Ketiga. Yogyakarta: Salemba Empat Widjayanto, Nugroho. 2001. Sistem Informasi Akuntansi. Edisi Pertama. Erlangga. Yusup, Al Haryono. 2001. Auditing (Pengauditan). Edisi Pertama. Yogyakarta : STIE Robert dan Vijay.2005. Sistem Informasi Akuntansi.Edisi Ketujuh. Salemba Empat Narko.2007. Sistem Akuntansi. Edisi Kesemblan. Salemba Empat. Weygandt, Kieso dan Kimel.2005. Sistem Akuntansi. Edisi Ketujuh. Salemba Empat Reeve, Warren dan Duchac. 2007. Sistem Akuntansi. Edisi Kesembilan. Salemba Empat. Sony, Arif dan Arsyadi. 2008. Sitem Akuntansi. Edisi Kesepuluh. Salemba Empat.

40

Sofyan. 2007. Sistem Akuntansi . Edisi Kesembilan. Salemba Empat. Munawir.2004. Syarat Kredit.Edisi Keenam. Salemba Empat.

Soemarso S.R. 2009. Akuntansi Suatu Pengantar. Edisi Lima. Salemba Empat. Jakarta Moh. Ramly, Fuad & Rustan, M . 2005 . Akuntansi Perbankan. Edisi Pertama. Graha Ilmu. Yogyakarta.

41