Anda di halaman 1dari 29

Page 1 1 Prosiding Kongres IKORGI Ke IX Dan Seminar Ilmiah Nasional kemajuan terbaru dalam Konservasi Gigi - JW Marriott Surabaya

25-27 November 2011 PERKEMBANGAN METODE PENILAIAN kesembuhan PENYAKIT periapikal Penghasilan kena pajak PERAWATAN ENDODONTIK Abstrak Kesembuhan jaringan periapikal Penghasilan kena pajak perawatan endodontik FUNDS kasus kelainan periapikal merupakan HASIL Yang diharapkan BAIK Oleh pasien Operator maupun. Kesembuhan FUNDS hakekatnya merupakan pemulihan jaringan Bahasa Dari suatu Struktur jaringan Yang Rusak Oleh KARENA suatu penyakit Dilaporkan Ke Struktur semula sehingga jaringan nihil dapat berfungsi seperti sediakala. Untuk melakukan PENILAIAN kesembuhan jaringan periapikal yakni ADA atau tidaknya pemulihan jaringannya, diperlukan adanya suatu Tolok ukur Yang dapat digunakan untuk menyatakan sampai seberapa JAUH kesembuhan ITU dapat dicapai. SAAT inisial FUNDS umumnya ADA Tiga pendekatan Yang digunakan untuk melakukan PENILAIAN kesembuhan jaringan periapeks, yaitu pendekatan www.klinik, radiologik, Dan histopatologik. PENILAIAN melalui pendekatan www.klinik dilakukan Artikel Baru Cara anamnesis penderita, Dan pemeriksaan adanya gejala www.klinik BAIK ekstrabesar lisan maupun intra oral. PENILAIAN melalui pendekatan radiologik dasarnya adalah mengecilnya ukuran lesi FUNDS proses penelaahan kesembuhan jaringan periapeks seperti Yang biasanya terlihat FUNDS pengamatan foto sinar x Lokal. Ditempatkan PENILAIAN menggunakan pendekatan histopatologik adalah adanya perbedaan JENIS sel atau Struktur jaringan Yang terlihat Dalam, proses imunisasi meliputi kesembuhan, FUNDS pengamatan mikroskopik. PENILAIAN menggunakan pendekatan histopatologik menggunakan pendekatan Morfologi anatomi yaitu pemeriksaan obyektif Artikel Baru melihat kondisi sel jaringan Dan Yang terlibat FUNDS proses penelaahan keradangan sampai kesembuhan seperti sembab, vasodilatasi kapiler, eksudasi, proliferasi fibroblas sampai terbentuknya jaringan ikat. Alternatif pengembangan metoda analisis PENILAIAN kesembuhan jaringan periapeks adalah melalui pendekatan imunopatologik. PENILAIAN kesembuhan menggunakan pendekatan berdasarkan inisial konsep morfofungsional. Pemahaman konsep morfofungsional, FUNDS dasarnya merupakan

pemahaman terhadap empirifikasi imunologik secara Terpadu Yang dapat menampilkan perubahan Komponen imunopatologik Yang terjadi FUNDS proses imunisasi meliputi kesembuhan, Dan selanjutnya perubahan Suami dinalar Artikel Baru penalaran imunopatologik. PENILAIAN kesembuhan menggunakan pendekatan imunopatologik diharapkan dapat mengungkap perubahan morfofungsional Yang lebih akurat daripada perubahan Morfologi anatomi seperti FUNDS PENILAIAN kesembuhan menggunakan pendekatan histopatologik, Oleh KARENA BANYAK semakin variabel Yang dapat diamati Dan perubahan Yang terjadi lebih menggambarkan perubahan morfofungsi, Bukan hanya sebatas morfoanatomi. Kata kunci: periapikal, kesembuhan, www.klinik, radiologik, histopatologik, imunopatologik, endodontik Page 2 2 Prosiding Kongres IKORGI Ke IX Dan Seminar Ilmiah Nasional kemajuan terbaru dalam Konservasi Gigi - JW Marriott Surabaya 25-27 November 2011 (PENGEMBANGAN METODE PENILAIAN PERIAPIKAL PENYAKIT PENYEMBUHAN SETELAH Perawatan endodontik) Abstrak Penyembuhan periapikal setelah perawatan endodontik pada kasus penyakit periapikal adalah hasil yang diharapkan oleh kedua pasien dan operator. Penyembuhan pada dasarnya adalah pemulihan jaringan dari struktur jaringan yang rusak oleh penyakit kembali ke bentuk aslinya sehingga jaringan dapat berfungsi seperti biasa. Untuk menilai penyembuhan periapikal ada atau tidaknya pemulihan jaringan, diperlukan kriteria tertentu yang dapat digunakan untuk menunjukkan kemajuan penyembuhan yang dapat dicapai. Saat ini pada umumnya ada tiga pendekatan yang digunakan untuk menilai penyembuhan periapikal, pendekatan bahwa: klinis, radiologis, dan histopatologis. Penilaian melalui pendekatan klinis dicapai dengan riwayat pasien, gejala klinis dan pemeriksaan kedua ekstra oral dan intra-oral. Radiologi penilaian dari pendekatan ini adalah kehadiran pengurangan ukuran lesi pada proses penyembuhan periapikal seperti biasanya terlihat pada pengamatan gambar x-ray lokal. Penilaian dasar yang digunakan oleh pendekatan histologis adalah perbedaan jenis sel atau jaringan histopatologis struktur diperiksa dalam proses penyembuhan, di bawah pengamatan mikroskopis. Penilaian menggunakan pendekatan histopatologis pada dasarnya menggunakan pendekatan morfologi dengan anatomi pemeriksaan obyektif dengan melihat kondisi sel dan jaringan yang terlibat dalam Proses penyembuhan seperti peradangan, kapiler vasodilatasi, eksudasi, proliferasi

fibroblast dan pembentukan jaringan fibrosa. Mengembangkan metode penilaian alternatif penyembuhan periapikal adalah melalui pendekatan imunopatologic. Penilaian penyembuhan menggunakan pendekatan ini berdasarkan konsep morfofungsi. Prinsip dasar konsep morfofunctional, adalah imunologi empirifcation komponen yang terintegrasi yang dapat menunjukkan perubahan yang terjadi imunopatologic dalam proses penyembuhan, dan kemudian perubahan diintepretasikan scientifilcally dengan menggunakan penalaran imunopatologic. Penilaian pendekatan penyembuhan diharapkan untuk mengungkapkan perubahan morfofungsional imunopatologic lebih akurat daripada perubahan morfologi anatomi seperti penilaian penyembuhan dengan menggunakan pendekatan histopatologi, karena semakin banyak variabel yang dapat diamati dan menggambarkan perubahan yang terjadi selama perubahan morfofungsi, tidak hanya terbatas perubahan morphoanatomical. Kata kunci: periapikal, penyembuhan, klinis, radiologis, histopatologi, imunopatologic, endodontik Page 3 3 Prosiding Kongres IKORGI Ke IX Dan Seminar Ilmiah Nasional kemajuan terbaru dalam Konservasi Gigi - JW Marriott Surabaya 25-27 November 2011 PENDAHULUAN Perawatan endodontik adalah perawatan BAGIAN Konservasi gigi Yang bertujuan untuk mempertahankan gigi selama mungkin di Dalam, rahang supaya dapat dipergunakan Tetap Sesuai Artikel Baru fungsinya. Fungsi Utama gigi adalah sebagai Alat pengunyah, selain ITU JUGA mempunyai fungsi estetik Dan fonetik. Hilangnya gigi KARENA pencabutan atau KARENA sebab Yang Lain Akan mengakibatkan terganggunya fungsi pengunyahan (mis. mengunyah menjadi lama Dan tidak Bisa Halus), fungsi estetik (mis. Wajah terlihat Tua KARENA ompong), maupun gangguan fonetik (mis. Sulit mengucapkan kata tertentu). Sekalipun gigi pribumi Yang Hilang dapat diganti Artikel Baru gigi geligi Palsu tiruan, tetapi fungsinya tidak dapat menandingi gigi pribumi. Sedangkan Yang Ulasan Sangat merugikan Dan tidak mungkin tergantikan akibat hilangnya gigi ialah terjadinya resorbsi prosesus alveolaris Yang dapat menyebabkan masalah Dalam, rehabilitasi proses penelaahan pengunyahan. WHO merekomendasikan bahwa manusia seharusnya memiliki setidaknya Sisa gigi pribumi sejumlah 20 buah (63%) sampai FUNDS Akhir

hayatnya Karies gigi merupakan salat Satu penyebab terjadinya penyakit pulpa Utama Dan periapikal. HASIL Pemantauan Depkes RI menunjukkan bahwa Bahasa Dari 13 JENIS penyakit gigi Dan mulut, Yang memucat BANYAK diderita pasien Yang Datang Ke Rumah Sakit berobat FUNDS years 1997 adalah penyakit pulpa Dan jaringan periapikal (25,60%). 1 Demikian pula HASIL Analisis 5 JENIS penyakit gigi Dan mulut Yang diderita 'masyarakat Yang Datang berobat di Puskesmas FUNDS years 1998 menunjukkan bahwa penyakit gigi Yang bersumber Bahasa Dari karies gigi yaitu penyakit pulpa Dan periapikal menempati prosentase tertinggi dibandingkan penyakit gigi Dan mulut Before yakni 33%., kemudian diikuti Artikel Baru karies Taxes 16,9%. Sedangkan penyakit kelainan jaringan mulut, proporsi terbesarnya adalah Dan gingivitis penyakit periodontal 25,8% kemudian gangguan gigi Dan jaringan berbaring 12,4% dan Rongga mulut penyakit, kelenjar ludah Dan Before 11,8%. Data Bahasa Dari Rumah Sakit Dan Puskesmas Suami memperlihatkan bahwa sebagian pasien Besar Yang Datang untuk berobat gigi Ke Rumah Sakit Dan Puskesmas di Indonesia memerlukan perawatan jaringan pulpa Dan periapikal giginya. 2 Mengingat Hal Suami, Maka perawatan endodontik seharusnya menyumbangkan Peran / kontribusi Yang bermakna Dalam, Program peningkatan Kesehatan gigi. Kesembuhan jaringan periapikal Penghasilan kena pajak perawatan endodontik FUNDS kasus kelainan periapikal merupakan HASIL Yang diharapkan BAIK Oleh pasien Operator maupun. Keberhasilan perawatan endodontik FUNDS penyakit periapikal FUNDS umumnya dinilai berdasarkan Analisa Dan radiografik adanya gejala www.klinik FUNDS SAAT pasien Datang untuk terangkan perawatannya. 3 Selain kedua menggunakan metoda pemeriksaan nihil digunakan JUGA menggunakan metoda PENILAIAN berdasarakan pemeriksaan histopatologik Dan imunopatologik. 4, 5 Mengingat penggunaan metoda analisis nihil dapat memberikan HASIL berbeda, Maka Perlu dibahas perkembangan menggunakan metoda PENILAIAN Bahasa Dari Sisi Teknik pemeriksaan, indikasi penggunaan, kekurangan Dan kelebihannya.

Patogenesis penyakit periapikal Pulpa gigi adalah jaringan Yang mengisi RUANG pulpa Dan Saluran Akar (Rongga gigi), Yang terdiri Bahasa Dari Komponen sel (fibroblast, sel pluripotensial, histiosit, dentinoblast), Komponen interseluler (Serat kolagen, matriks substansi Ditempatkan), pembuluh Darah, pembuluh limfe, Dan syaraf. Sedangkan jaringan periapikal terletak di sekitar Ujung Akar gigi Artikel Baru Komponen sementum, ligamen periodontal Dan Tulang alveolar. Keduanya (pulpa gigi Dan jaringan periapikal) terhubung melalui foramen apikal (Lubang di Ujung Akar). Adanya hubungan Suami mengakibatkan penyakit FUNDS jaringan pulpa gigi Severe tidak dirawat Akan berlanjut menjadi penyakit jaringan periapikal. Kedua Suami penyakit dapat di klasifikasikan berdasarkan beberapa acuan. 6, 7 Secara gari Besar Severe dilihat Bahasa Dari Perjalanan penyakitnya MULAI Yang memucat Ringan sampai Yang memucat Parah penyakit pulpa dapat dibagi menjadi: pulpitis reversibel (radang pulpa FUNDS tingkat Ringan sampai Sedang Yang disebabkan Oleh suatu jejas / rangsangan, Dan SISTEM pertahanan jaringan pulpa Masih mampu untuk Pulih Dilaporkan Bila jejas dihilangkan), pulpitis ireversibel (radang pulpa Kendaraan bermotor Yang disebabkan Oleh jejas, Dan SISTEM pertahanan jaringan pulpa sudah tidak mampu mengatasinya sehingga tidak dapat Pulih Page 4 4 Prosiding Kongres IKORGI Ke IX Dan Seminar Ilmiah Nasional kemajuan terbaru dalam Konservasi Gigi - JW Marriott Surabaya 25-27 November 2011 Dilaporkan), nekrosis pulpa (kematian jaringan pulpa akibat pengaruh suatu jejas Artikel Baru atau Tanpa adanya Invasi Kuman). Sedangkan penyakit periapikal Sesuai Urutan Perjalanan penyakitnya FUNDS dasarnya adalah periodontitis apikal (keradangan jaringan periodontal di daerah adalah Tulang alveol sekitar apeks gigi Yang pulpanya mati), granuloma periapikal (jaringan granulasi di sekitar apeks gigi sebagai reaksi pertahan tubuh terhadap infeksi Saluran Akar) Dan kista radikuler (kelainan Yang berbentuk kantung berdinding epitel Yang Tumbuh lambat FUNDS apeks gigi Yang pulpanya mati, di dalamnya Berisi Bahan CAIR atau BACAKAN Padat).

6, 7 Patogenesis penyakit jaringan pulpa Dan periapikal gigi (ICD 522) Yang merupakan kelanjutan Bahasa Dari proses penelaahan karies gigi dapat dijelaskan secara lebih rinci seperti berikut inisial. Severe gigi karies Artikel Baru superfisialis tidak dirawat, Maka Akan Terus berlanjut kerusakan enamel Bahasa Dari Ke dentin. Biasanya seseorang baru Negara menyadari adanya kerusakan FUNDS giginya apabila sudah Timbul rasa Nyeri. Nyeri Akan Timbul apabila rangsangan / jejas mengenai Ujung sel odontoblast di Batas dentin Artikel Baru email 6 Yang merupakan gari pertahanan jaringan pulpa DEPAN. Apabila rangsangan sudah mencapai pulpa, Nyeri dentin dapat berlanjut menjadi Nyeri pulpa. Kemudian terjadi reaksi FUNDS SISTEM Aliran Darah mikro Dan SISTEM seluler jaringan pulpa. Proses imunisasi meliputi inisial menyebabkan udema FUNDS pulpa KARENA terganggunya keseimbangan ANTARA Aliran Darah Yang masuk Artikel Baru Yang keluar. Udema FUNDS pulpa Yang terletak di Dalam, Rongga pulpa Yang sempit mengakibatkan SISTEM persyarafan pulpa terjepit, sehingga menimbulkan rasa Nyeri Hebat Yang sering hampir tak tertahankan. Persyarafan pulpa gigi adalah Serat syaraf sensorik Cabang ganglion Trigeminal Dan Cabang otonomik ganglion servikal superior. Fungsi syaraf sensorik (aferen syaraf / neuron sensorik, diantaranya A-delta Dan C-serat) adalah untuk mendeteksi rangsangan Dan melanjutkannya Ke SISTEM syaraf pusat, sedangkan fungsi sistem otonomik ialah untuk menjaga keseimbangan jaringan pulpa, dan program menjaga "homeostatis". Telkomnika FUNDS organ pulpa gigi INILAH Yang mengatur proses penelaahan pemulihan / reaksi jaringan pulpa terhadap cedera. 8 Bila jaringan pulpa dapat menahan jejas Yang masuk, menimbulkan kerusakan jaringan Yang : sedikit Dan mampu untuk Pulih Dilaporkan Maka keradangan pulpa inisial diklasifikasikan sebagai pulpitis reversibel. 7 FUNDS proses imunisasi meliputi berikutnya Severe kerusakan jaringan pulpa tambah meluas sehingga pemulihannya tidak dapat tercapai, keradangan inisial disebut pulpitis ireversibel. 6 Jaringan pulpa Yang telah meradang nihil mudah mengalami kerusakan secara menyeluruh Dan mengakibatkan pulpa menjadi nekrosis atau mati. Pulpa Yang nekrosis untuk SEMENTARA mungkin tidak menimbulkan

Nyeri, namun menjadi TEMPAT Kuman Berkembang Biak Yang akhirnya menjadi Sumber infeksi. Produk infeksinya mudah menyebar Ke jaringan Sekitarnya. Bila menyebar Ke jaringan periapikal dapat terjadi periodontitis periapikal. Penyebaran Kuman dapat pula menjangkau JAUH Ke organ Before tubuh seperti Jantung, ginjal, otak Dan Lain sebagainya. Dalam, keadaan demikian gigi nihil kemudian menjadi "focal infeksi". 8 Adanya kemungkinan hubungan ANTARA "sepsis Dalam, mulut "Artikel Baru" endokarditis "telah BANYAK dilaporkan. Hal INILAH Yang kemudian menjadi salat Satu Ditempatkan alasan untuk BEKERJA secara asepsis Dalam, setiap tindakan perawatan endodontik. 7 Severe keradangan jaringan periapikal dibiarkan Tanpa perawatan, lama-kelamaan Produk iritasi Yang pulpa mati dapat menjadi rangsangan Yang Terus menerus di jaringan periapikal. Dalam, keadaan yang normal jaringan periapikal gigi nihil Akan berusaha membendung Laju jejas Artikel Baru Cara mengadakan proliferasi jaringan granulasi sehingga terbentuk suatu granuloma periapikal (ICD 522,6). Severe proses imunisasi meliputi iritasi berlangsung Terus Maka epitel Malassez Yang terperangkap di Dalam, granuloma mengadakan proliferasi. Proliferasi epitel inisial diduga disebabkan Oleh KARENA adanya penurunan tekanan O2 9 Dan adanya kemampuan epitel untuk mengadakan anaerobik glikolisis. 10 Shear dkk. 11 menyatakan bahwa pertumbuhan kista Yang Terus berlangsung disebabkan Oleh KARENA meningkatnya tekanan osmotik Dalam, lumen, sehingga sel di Pusat Dan FUNDS Dinding mengalami degenerasi akibat Bahasa Dari iskemia. Epitel memperbanyak Diri Artikel Baru Cara pembelahan sel di daerah adalah Yang berdekatan Artikel Baru lapisan basal, sel-sel FUNDS BAGIAN sentral menjadi terpisah makin lama makin JAUH bahasa Dari Sumber nutrisi, kapiler Dan Cairan jaringan Bahasa Dari jaringan ikat. Oleh KARENA kegagalan memperoleh nutrisi BAGIAN nihil Akan mengalami degenerasi sehingga menjadi nekrotik atau mencairkan. 12 Sel FUNDS BAGIAN sentral proliferasi epitel Malassez Suami Akan mengalami kematian, Halaman 5 5

Prosiding Kongres IKORGI Ke IX Dan Seminar Ilmiah Nasional kemajuan terbaru dalam Konservasi Gigi - JW Marriott Surabaya 25-27 November 2011 membentuk suatu lingkaran epitel, sehingga terbentuk suatu kista radikuler (ICD 522,8) Yang Kecil. Eksudat mengalir Bahasa Dari pembuluh kapiler Darah melalui RUANG intra epitel FUNDS Dinding epitel kista radikuler Menuju Ke Rongga kista. 13 Eksudat mengalir Ke Rongga kista secara pasif akibat adanya kenaikan tekanan osmotik Yang Timbul Oleh KARENA adanya Pelepasan sel-sel epitel, lekosit Dan makrofag Ke Rongga kista. Artikel Baru adanya Other assets Cairan di Dalam, Rongga kista Serta resorpsi Tulang rahang di Sekitarnya, kista radikuler menjadi bertambah Besar. 14 Adanya berbagai Kelas B imunoglobulin Dan sel imunokompeten seperti: makrofag, limfosit T Dan B, mastosit, FUNDS kista radikuler memperlihatkan bahwa respon imun Ikut berperan Dalam, terjadinya proses penelaahan perubahan patologik inisial. FUNDS proses imunisasi meliputi keradangan Saluran Akar digunakan sebagai jalan masuk antigen Yang Akan menarik makrofag Ke daerah adalah periapikal. 16 Sel nihil berperan Dalam, proses imunisasi meliputi terbentuknya kista radikuler Dan proses penelaahan pembesaran ukuran kista. Adanya proses imunisasi meliputi kavitasi FUNDS granuloma periapikal Yang merupakan tahap Mutasi Bahasa Dari proses penelaahan pembentukan kista radikuler disebabkan adanya aktifitas sel Yang terlibat Dalam, respon imun Yang Ikut berperan melalui mediator-mediator Yang dilepaskannya. 7 Membesarnya ukuran kista radikuler disebabkan Oleh adanya Bahan-Bahan Yang dilepaskan Oleh sel Yang terlibat Dalam, respon imun FUNDS Dinding kista radikuler mengaktifkan osteoklas untuk meresorbsi Tulang seperti: prostaglandin (PGE2), kolagenase Dan osteoklas mengaktifkan faktor. 15 FUNDS pemeriksaan visual, FUNDS umumnya kista radikular Tanpa gejala klinis Dan ditemukan secara kebetulan sewaktu Pembuatan foto sinar-x periapikal FUNDS gigi Yang pulpanya mati, kecuali Bila Timbul pembengkakan Besar Yang mengakibatkan asimetri Wajah. Sering pasien mengeluh Yang pembengkakan membesar perlahan-Lahan. PERTAMA-tama pembesarannya keras seperti Tulang

tetapi Artikel Baru membesarnya kista Maka Tulang penutupnya menjadi Ulasan Sangat tipis, meskipun ADA pengendapan Tulang subperiosteum. Bila kista telah mengerosi Tulang tipis sampai dapat dirasakan adanya fluktuasi Dan krepitasi FUNDS pemeriksaan palpasi. 16 Gambaran radiografik kista radikuler memperlihatkan daerah adalah radiolusensi Bulat di daerah adalah apeks gigi dikelilingi Oleh Gambaran radioburam FUNDS korteks. Kista radikuler JUGA dapat didefinisikan sebagai suatu kantung Yang berdinding epitel, Yang Tumbuh lambat FUNDS apeks gigi non vital. 7 Dinding kista radikuler terdiri Bahasa Dari bermacamMacam sel Dan Bahan, diantaranya ialah: sel epitel, sel plasma, jaringan ikat, limfosit, makrofag, badan hialin 19 Dan lipopigment. 20 Epitelnya biasanya epitel berlapis pipih. Cairan di Dalam, kantung kista FUNDS umumnya JUGA mengandung sel plasma, makrofag, limfosit, sel epitel, Dan bermacamMacam protein termasuk imunoglobulin. 17 Perawatan Endodontik Perawatan endodontik terdiri Bahasa Dari perawatan endodontik konvensional Dan endodontik Bedah. RUANG lingkup perawatan endodontik konvensional Adalah: (a) Pulpcapping: perawatan gigi penting Artikel Baru RUANG pulpa Yang sudah perforasi atau Masih Tertutup dentin tipis Dan belum mengalami infeksi, (b) Pulpotomi / pulpektomi sebagian: Pengambilan jaringan pulpa Dalam, kavum Dentis Dan mempertahankan pulpa Saluran Akar Dalam, keadaan Tetap penting, (c) Pulpektomi: Pengambilan seluruh jaringan pulpa vital, preparasi sampai pengisian Saluran Akar d) Perawatan Saluran Akar: Pengambilan seluruh jaringan pulpa nekrotik Yang, preparasi sampai pengisian Saluran Akar. Perawatan endodontik Bedah diantaranya meliputi: (a) Apeks reseksi: pemotongan apeks gigi, (b) Disengaja replantation: pencabutan gigi Artikel Baru Dan sengaja menempatkan Dilaporkan gigi Ke Dalam, soket asalnya Penghasilan kena pajak tindakan apeks reseksi di Luar mulut, (c) reseksi Akar: pemotongan Satu Akar Bahasa Dari gigi berakar ganda pasca pengisian Saluran Akar, (d) Hemisection: tindakan separasi Bahasa Dari gigi

berakar ganda melalui daerah adalah furkasi Dan Pengambilan BAGIAN gigi Yang terkena penyakit periodontal atau periapikal. Di Dalam, praktek, perawatan endodontik konvensional lebih sering dilakukan (95%) daripada endodontik Bedah. Perawatan endodontik Bedah FUNDS umumnya dilakukan Severe perawatan endodontik konvensional tidak berhasil. Pemilihan JENIS perawatan endodontik Yang Akan dilakukan harus berdasarkan diagnosis radang pulpa Dan periapikal Yang Cermat Dan Hati-Hati melalui pemeriksaan www.klinik, radiologik Dan mikroskopik. 22 FUNDS prinsipnya harus diketahui sampai sejauh mana derajat kerusakan pulpa Dan Page 6 6 Prosiding Kongres IKORGI Ke IX Dan Seminar Ilmiah Nasional kemajuan terbaru dalam Konservasi Gigi - JW Marriott Surabaya 25-27 November 2011 apakah prosesnya sudah mencapai daerah adalah periapikal. FUNDS kasus radang pulpa derajat Ringan (Pulpitis reversibel) dapat dilakukan pulpcapping. Severe terjadi radang pulpa Artikel Baru Yang derajat lebih operasi (irreversible pulpitis) sampai matinya jaringan pulpa (nekrosis pulpa) Tanpa / Artikel Baru disertai radang periapikal (abses periapikal, granuloma periapikal, kista radikuler), pilihan perawatannya adalah pulpotomi / pulpektomi, endodontik intrakanal, reseksi apeks (endodontik Bedah). Berdasarkan Urutan derajat kerusakan pulpa dapat ditentukan bahwa Urutan pilihan perawatan endodontik konvensional Yang harus dipertimbangkan adalah pulpcapping, pulpotomi, pulpektomi, Dan endodontik intrakanal. Tidak * Semua gigi dapat dirawat endodontik. Apabila gigi Rusak Parah sedemikian sehingga tidak mungkin untuk direstorasi atau terjadi kerusakan jaringan FUNDS penyangga gigi Maka pilihannya adalah pencabutan, kemudian dibuatkan gigi / geligi tiruan pengganti. 27 Namun Severe kondisi gigi Dan jaringan penyangga gigi memungkinkan untuk dipertahankan, selanjutnya Vitalitas pulpa gigi Dan seberapa JAUH Vitalitas ITU dapat dipertahankan menjadi faktor penentu pilihan JENIS perawatan endodontiknya. Sebagian Besar pasien Datang Ke Place & gigi Artikel Baru radang pulpa Yang sudah Parah bahkan sudah melanjut menjadi penyakit periapikal, sehingga perawatan Yang memucat BANYAK dilakukan adalah perawatan Saluran Akar. Perawatan endodontik didasarkan FUNDS Prinsip Koperasi Karyawan Bhakti Samudera Yang sama Artikel Baru Prinsip Bedah UMUM,

yakni dimulai Artikel Baru membuka AKSes Ke daerah adalah Yang Rusak, membuang jaringan Yang Rusak Dan mengeluarkan Cairan radang. Selanjutnya dilakukan perawatan jaringan Artikel Baru Alat-alat Dan obatobatan secara Cermat Dan Hati-Hati Artikel Baru memperhatikan Prinsip Koperasi Karyawan Bhakti Samudera asepsis. RUANG pulpa Dan Saluran Akar harus dibersihkan Bahasa Dari jaringan pulpa Yang terinfeksi Dan dipreparasi untuk memudahkan STERILISASI Dan pengisian Saluran Akar. Akhirnya, agar tidak terjadi infeksi Ulang dilakukan pengisian Saluran Akar. 7, 8 Kesembuhan Penyakit periapikal Kesembuhan, perbaikan atau pemulihan kerusakan jaringan FUNDS dasarnya berupa penggantian jaringan Rusak Artikel Baru jaringan baru Negara Yang normal, Penghasilan kena pajak terlebih PT KARYA CIPTA PUTRA dilakukan pembersihan daerah adalah kerusakan nihil sebagai persiapan meletakkan Dan menumbuhkan sel-sel jaringan baru Negara penggantinya nihil. 18 Caranya dapat melalui regenerasi atau perbaikan parenkimal yaitu penggantian Oleh sel-sel penyusun jaringan Yang sejenis melalui proliferasi sel-sel multiplikatif Yang Masih tertinggal. Bila terjadinya secara LENGKAP sehingga tidak Tampak bekas kerusakannya disebut restitutio ad integram, atau Cara Lain adalah melalui proses penelaahan fibrosis yaitu penggantian Oleh proliferasi sel-sel multiplikatif fibroblas jaringan masenkim Yang terjadi Bila kerusakan jaringan CUKUP Besar kerena pengaruh jejasnya KUAT Dan berlangsung lama, Artikel Baru resolusi Yang tidak LENGKAP atau Rusak kerangka Ditempatkan maupun FUNDS kerusakan jaringan sel-selnya Yang tidak ADA Daya regenerasinya, penyembuhannya disebut restitutio ad secundam. 18 Bhaskar 19 menyatakan, bahwa untuk merangsang terjadinya kesembuhan kista radikuler Perlu dilakukan tindakan lebih instrumentasi FUNDS waktu preparasi Saluran Akar. Hal Suami Akan mengakibatkan: keradangan Akut Yang merangsang sel-sel PMN melepaskan enzim lisozim untuk menghancurkan epitel, atau perdarahan di Dalam, jaringan epitel di Bawah akibat terjadinya luka FUNDS epitel. Selanjutnya Bhaskar 19 menyatakan, bahwa MEKANISME Suami Akan mengubah kista radikuler menjadi jaringan granulasi Yang dapat sembuh Tanpa melalui tindakan Bedah.

Salah Satu Prinsip Ditempatkan suatu Penyembuhan Biologik kista radikuler adalah pengeluaran Cairan radang Yang berlebihan. 8 Other assets Cairan di Dalam, Rongga kista radikuler Akan menekan Dinding kista nihil sehingga menghambat proses penelaahan Akan fibrosis. Severe tekanan tidak dihilangkan Artikel Baru drainase atau absorbsi Cairan, Maka Migrasi sel tidak Akan terjadi. Selanjutnya, adanya Page 7 7 Prosiding Kongres IKORGI Ke IX Dan Seminar Ilmiah Nasional kemajuan terbaru dalam Konservasi Gigi - JW Marriott Surabaya 25-27 November 2011 proliferasi fibroblas diduga menyebabkan kematian jaringan Akan epitel Oleh KARENA terperangkap Oleh jaringan kolagen. 8 Severe terjadinya proliferasi epitel Malassez disebabkan Oleh rangsangan Kuman atau Benda Asing Lain Yang masuk Saluran Akar, Maka Penghasilan kena pajak Bahan penyebab keradangan nihil dihilangkan Artikel Baru perawatan endodontik, diduga SISTEM imun Akan merusak Dan menghilangkan epitel nihil. 7 Selanjutnya proses imunisasi meliputi kesembuhan kista Artikel Baru pemeriksaan mikroskopik sama Artikel Baru proses imunisasi meliputi kesembuhan kelainan periapikal Yang berbaring. Penghasilan kena pajak pembuangan Produk radang daerah adalah periapikal secara berangsur-angsur diisi Oleh jaringan granulasi. FUNDS proses imunisasi meliputi selanjutnya jaringan granulasi Akan mengalami proses penelaahan mineralisasi. Proses imunisasi meliputi Suami Akan berlangsung Artikel Baru BAIK Bila kadar ion kalsium Dan ion Fosfat Dalam, serum Dan Cairan ekstrabesar-seluler Dalam, keadaan stabil. Severe tidak terjadi proses penelaahan mineralisasi Rongga nihil Akan terisi Oleh jaringan parut. Proses imunisasi meliputi Suami JUGA termasuk suatu proses penelaahan pemulihan Bandung. 6, 7, 8 Jaringan periapikal Yang terkena radang memperlihatkan Spektrum proses penelaahan radang Yang terbagi Atas Empat daerah adalah. Ke-Empat daerah adalah nihil dibagi berdasarkan lokalisasinya, yaitu MULAI Bahasa Dari daerah adalah Yang memucat Dekat Artikel Baru daerah adalah Yang terkena jejas sampai FUNDS daerah adalah Yang berbatas

Artikel Baru jaringan Sehat di. Daerah nihil Adalah: daerah adalah infeksi (zona infeksi, abses pusat, nanah pusat), daerah adalah kontaminasi (zona kontaminasi, zona eksudatif primer), daerah adalah iritasi (zona iritasi, zona proliferasi primer, zona granulomatosa) Dan daerah adalah stimulasi (zona stimulasi, zona fibrosis produktif, zona enkapsulasi). 14 * Menurut Gambaran mikroskopik (morfologik) daerah adalah radang nihil di Atas dapat dibagi Dalam, doa nama kelompok Yang Disesuaikan Artikel Baru proses penelaahan Yang terjadi di dalamnya, yaitu daerah adalah eksudatif Yang merupakan daerah adalah pertahanan Dan daerah adalah proliferatif Yang merupakan daerah adalah pemulihan. Daerah pertahanan terbagi Atas daerah adalah infeksi Dan daerah adalah kontaminasi. Sedangkan daerah adalah pemulihan terbagi Atas daerah adalah iritasi Dan daerah adalah stimulasi. Daerah infeksi FUNDS umumnya mengandung nanah Yang Berisi sel-sel nekrotik, Produk denaturasi protein, netrofil Dan Bakteri. FUNDS daerah adalah kontaminasi terlihat adanya makrofag, netrofil, vasodilatasi pembuluh Darah, eksudasi seluler, Dan Cairan radang Yang berfungsi sebagai Data Toksisitas sas toksik Dan Bakteri. Daerah iritasi Komponen-Komponen mengandung: sel plasma, limfosit, makrofag, kristal Kolesterol Dan osteoklas. Di daerah adalah stimulasi sudah MULAI terlihat adanya aktifitas fibroblas Yang berperan Dalam, pembentukan jaringan ikat. Daerah eksudatif secara mikroskopik terlihat sembab Oleh KARENA keluarnya serum, fibrinogen Dan sas-sas anti Bakteri seperti aglutinin, opsonin, bakteriolisin Dan antitoksin. Disamping ITU JUGA terlihat eksudasi seluler Yang berasal bahasa Dari Darah seperti netrofil, Dan limfosit monosit. Daerah proliferasi adalah proses penelaahan Mutasi pemulihan Dan Penyembuhan. FUNDS daerah adalah inisial terdapat jaringan granulasi Dan sel-sel radang kronik seperti limfosit, makrofag, sel plasma Yang memproduksi antibodi, angioblas Yang membentuk kapiler Baru dan fibroblas Yang menghasilkan Sabut-Sabut kolagen (Shear, 1983). Jaringan kolagen Ulasan Sangat Penting perannya Dalam, proses imunisasi meliputi kesembuhan, Oleh KARENA jaringan inisial mengikat Dan menyatukan hampir * Semua jaringan di LOKASI Penyembuhan (Widmann, 1978). Akhirnya jaringan nihil menjadi lebih Padat, kenyal Oleh KARENA proses penelaahan mineralisasi. Dalam, proses imunisasi meliputi pemulihan jaringan inisial makrofag Dan sel-sel Yang terlibat Dalam, respon imun JUGA turut berperan Artikel Baru Cara memproduksi enzim Dan Bahan Yang

Dalam, diperlukan proses imunisasi meliputi Penyembuhan (Bellanti, 1985;. Roitt dkk, 1985). FUNDS pemeriksaan radiografik terlihat adanya Tanda-Tanda kesembuhan seperti proses penelaahan penulangan Dan mengecilnya diameter kista radikuler (Weine, 1982;. Grossman dkk, 1988). Proses imunisasi meliputi kesembuhan di Atas menampilkan beberapa variabel Yang berperan Dalam, kesembuhan jaringan periapikal, diantaranya ialah: limfosit, sel plasma, makrofag, netrofil, fibroblas, epitel, kapiler Dan imunoglobulin REVENUES sintesis Bahasa Dari sel plasma. Limfosit diklasifikasikan menjadi doa nama kelompok, yaitu limfosit T Yang berasal bahasa Dari timus Dan limfosit B Yang tidak Tergantung Bahasa Dari timus. Limfosit B Berkembang Dalam, Bursa Fabricius FUNDS burung adalah yang disebabkan Yang fungsinya ekivalen Artikel Baru Sumsum Tulang Bahasa Dari janin (Roitt, dkk, 1985;. Chandrasoma Dan Taylor, 1991). Limfosit Dalam, perkembangannya mengalami pertumbuhan Dan diferensiasi melalui doa Kali Urutan, yaitu Page 8 8 Prosiding Kongres IKORGI Ke IX Dan Seminar Ilmiah Nasional kemajuan terbaru dalam Konservasi Gigi - JW Marriott Surabaya 25-27 November 2011 limfoneogenesis Yang terjadi FUNDS organ limfoid sentral, timus Dan Sumsum Tulang Belakang Serta aktivasi respon imun Yang terjadi di organ perifer (Chandrasoma Dan Taylor, 1991). Limfosit T mempunyai Daya Bunuh mematikan Serta mengenali pengaruh jejas kemudian memberi INFORMASI kepada makrofag Yang Akan melakukan fagositosis (Bellanti, 1985). Imunogen menyebabkan limfosit B mengalami pembentukan ledakan untuk berdiferensiasi menjadi sel plasma (Roitt dkk., 1985). Sel plasma merupakan sel limfosit B derivat Yang mensekresi imunoglobulin diantaranya ialah IgG Dan IgM. Kandungan imunoglobulin sitoplasmik inisial dapat dikenali Artikel Baru pewarnaan imunoperoksidase (Coghill dkk., 1987). Adanya peningkatan akti-Fitas sel inisial FUNDS LOKASI tertentu di suatu jaringan menunjukkan terjadinya respon imun Lokal di TEMPAT nihil (Bellanti, 1985) Makrofag Berkembang Bahasa Dari sel progenitor hemopoetik Yang imatur FUNDS Sumsum Tulang. Peranan Penting makrofag FUNDS keradangan adalah mengeliminasi Bakteri Dan agen patogen Before secara fagositosis. Makrofag dapat berperan sebagai APC. Perkembangan makrofag dipacu Oleh limfokin (IL-1, IL-2, IL-4) Dan interferon. Makrofag adalah mononuklear Yang memegang peranan

Penting sebagai fagositir imunogen FUNDS proses imunisasi meliputi keradangan. Selain ITU JUGA makrofag berfungsi sebagai APC Yang menjadi jalur Mutasi Bahasa Dari respon imun Artikel Baru Cara memproses antigen sehingga Akan dikenal Oleh limfosit Yang kemudian merangsang pembentukan antibodi Akan. FUNDS proses imunisasi meliputi keradangan makrofag lebih BANYAK berfungsi sebagai fagosit, sedangkan FUNDS proses imunisasi meliputi pemulihan jaringan fungsinya JUGA diperlukan untuk merangsang proliferasi fibroblas (Robbins dkk, 1989.; Chandrasoma Dan Taylor, 1991). Netrofil termasuk golongan PMN Yang biasanya FUNDS proses penelaahan radang Bergerak Aktif mengawali sel-sel Lain Dan mampu melakukan fagositosis Oleh KARENA di Dalam, sitoplasmanya terdapat enzim proteolitik Dan lipolitik Serta faktor penggalak lekositosis (Robbins dkk., 1989). Bersama-sama Artikel Baru sel plasma, limfosit Dan makrofag, netrofil Ulasan Sangat berperan Dalam, MEKANISME pertahanan tubuh terhadap jejas Aktif Yang masuk. Peningkatan aktifitas sel-sel Suami secara Lokal maupun sistemik menunjukkan terjadinya suatu proses penelaahan keradangan. Sebaliknya, aktifitas sel-sel inisial Yang menurun menunjukkan proses imunisasi meliputi keradangan nihil mereda (Stites Dan Terr, 1991). Proses imunisasi meliputi pemulihan jaringan ditandai Artikel Baru adanya proliferasi angioblas Yang membentuk kapiler Baru dan proliferasi fibroblas Yang menghasilkan Serat baru Negara sampai pembentukan jaringan ikat (Smulson, 1982). Oleh KARENA ITU adanya proliferasi fibroblas Dan kapiler dapat dipakai untuk menunjukkan adanya suatu proses penelaahan kesembuhan. Proliferasi fibroblas dipacu Oleh makrofag melalui mediator Yang dilepaskannya yaitu fibroblast mengaktifkan faktor (Chandrasoma Dan Taylor, 1991). Severe terjadi gangguan fungsi makrofag FUNDS Yang berkaitan Artikel Baru Produksi mediator nihil di Atas Maka proses penelaahan pemulihan jaringan JUGA Akan terganggu. Adalah parameter Satu salat Kapiler keradangan Yang Penting sehubungan Artikel Baru fungsinya Dalam, Transportasi penggantian sel-sel Yang Rusak Dan sel-sel radang baru Negara, nutrisi sel Dan lain-Before (Hill Dan Lavia, 1980; Ingle Dan Taintor, 1985). PENILAIAN kesembuhan Penyakit periapikal Untuk melakukan PENILAIAN kesembuhan penyakit periapikal yakni ADA atau tidaknya pemulihan

jaringan periapikal, Perlu adanya suatu Tolok ukur Yang dapat digunakan untuk menyatakan sampai seberapa JAUH kesembuhan ITU dapat dicapai. SAAT inisial FUNDS prinsipnya ADA Empat menggunakan metoda pendekatan Yang digunakan untuk melakukan PENILAIAN kesembuhan periapikal, yaitu kriteria kesembuhan www.klinik (Soerono Akbar, 1987), radiologik (Pribe dkk, 1954;. Baumann Dan Rossman, 1956, Morse dkk, 1975;. Soerono Akbar, 1987) Dan histopatologik (Soerono Akbar, 1987) Dan imunopatologik (Putra, 1990) Evaluasi Klinik adalah menggunakan metoda Yang memucat Praktis penggunaannya. Data evaluasi www.klinik didapat Bahasa Dari HASIL anamnesis penderita, Dan pemeriksaan adanya gejala www.klinik BAIK ekstrabesar lisan maupun intra oral. Evaluasi www.klinik dilakukan Artikel Baru pemberian kriteria SKOR kesembuhan FUNDS suatu kasus sebagai: buruk, kurang, CUKUP BAIK Dan (Soerono Akbar, 1987). Page 9 9 Prosiding Kongres IKORGI Ke IX Dan Seminar Ilmiah Nasional kemajuan terbaru dalam Konservasi Gigi - JW Marriott Surabaya 25-27 November 2011 Ditempatkan PENILAIAN Suami adalah menghilangnya gejala www.klinik suatu keradangan seperti tumor, rubor, warna, dolor FUNDS proses penelaahan kesembuhan. Suatu kasus dikatakan sembuh: a> Beit : Bila anamnesis Dan HASIL pemeriksaan obyektif tidak menunjukkan keluhan Dan gejala. b> CUKUP : Bila FUNDS anamnesis tidak didapatkan keluhan, namun FUNDS pemeriksaan perkusi menunjukkan adanya kepekaan. c> Kurang: Bila FUNDS anamnesis tidak didapatkan keluhan spontan, tetapi FUNDS pemeriksaan obyektif menunjukkan adanya gejala kepekaan. d> Buruk : Bila FUNDS anamnesis Dan pemeriksaan obyektif terdapat keluhan Dan gejala. Pojok (2003) menggunakan Tiga skala Anda CIH (kesan klinis penyembuhan) yaitu ( sembuh, penyembuhan, atau tidak sembuh atau penyembuhan) HASIL evaluasi kesembuhan www.klinik nihil di Atas kurang KUAT untuk dijadikan Ditempatkan PENILAIAN pulihnya jaringan periapikal Oleh KARENA HASIL pemeriksaannya kebanyakan bersandar FUNDS ADA

tidaknya respon rasa Sakit Bahasa Dari penderita Yang dapat bersifat subyektif. Tambahan pula kista radikuler kebanyakan tidak memberikan gejala www.klinik (asimtomatik), kecuali FUNDS kista radikuler Yang ukurannya Besar (Shear, 1961). Ketidak akuratan HASIL evaluasi kesembuhan www.klinik Terbukti FUNDS DAFTAR ISI CONTENTS penelitian Soerono Akbar (1987) Yang menunjukkan, bahwa sebagian Besar kasus Yang dinyatakan sembuh secara www.klinik, ternyata mempunyai Gambaran mikroskopik belum sembuh. Evaluasi radiografik diperoleh interpretasi Data HASIL foto sinar-x daerah adalah periapikal Yang Akan dievaluasi kesembuhannya Evaluasi radiologik JUGA dapat dilakukan Artikel Baru pemberian kriteria SKOR kesembuhan FUNDS suatu kasus sebagai, buruk, kurang, CUKUP BAIK Dan (Soerono Akbar, 1987). Dasarnya adalah mengecilnya ukuran lesi FUNDS proses penelaahan kesembuhan jaringan periapikal seperti Yang terlihat Dalam, pemeriksaan radiologik (Pribe dkk, 1954;. Baumann Dan Rossman, 1956; Morse dkk, 1975;. Soerono Akbar, 1987). Kriteria kesembuhan * Menurut pemeriksaan radiologik adalah sebagai berikut (Soerono Akbar, 1987): a> Beit : Bila lamina dura, jaringan periodontal, Tulang alveolar FUNDS gambar radiografik terlihat normal. b> CUKUP : Bila kelainan terlihat FUNDS jaringan periodontal, yaitu penebalan FUNDS periodonsium, sedangkan lamina dura Dan Tulang alveol Dalam, keadaan normal. c> Kurang: Bila lamina dura terputus, periodonsium menebal, Dan FUNDS Tulang alveol terlihat radiolusensi Yang difus, diameter kurang Bahasa Dari 4 mm. d> Buruk : Bila lamina dura Putus, periodonsium menebal Dan Tulang alveol terlihat kerusakan berupa radiolusensi berbatas atau difus Artikel Baru diameter lebih bahasa Dari 4 mm. Gambar 1. Ilustrasi diagram periapikal Index (PAI) Dan Gambaran radiografik, Setelah Amortisasi: 1 = biasa apikal periodonsium, 2 = tulang perubahan struktural menunjukkan, tetapi tidak patognomonik untuk, periodontitis apikal, 3 = perubahan struktural tulang dengan beberapa karakteristik kehilangan mineral periodontitis apikal, 4 = didefinisikan dengan baik radiolusen, 5 = radiolusen dengan memancar ekspansi perubahan struktural tulang (Corner, 2003) Halaman 10 10

Prosiding Kongres IKORGI Ke IX Dan Seminar Ilmiah Nasional kemajuan terbaru dalam Konservasi Gigi - JW Marriott Surabaya 25-27 November 2011 Pojok (2003) menggunakan indeks periapikal Artikel Baru 6 skala Anda PENILAIAN kesembuhan Bahasa Dari Gambaran yang normal (Skala 1) sampai Gambaran radiolusen Yang meluas (Skala 6). Evaluasi kesembuhan radiologik lebih obyektif dibandingkan Artikel Baru evaluasi www.klinik, Akan tetapi Oleh KARENA kriteria kesembuhan Yang dapat dilihat secara radiografik adalah adanya perbedaan Besar Dan Intensitas radiolusensi sebelum Dan sesudah perawatan secara periodik, Maka kriteria Suami tidak Sesuai apabila digunakan untuk menentukan kesembuhan jaringan periapikal Yang belum mengalami mineralisasi (Natkin dkk, 1984;. Peterson dkk, 1984;. Ingle Dan Taintor, 1985; Lukman, 1991). Mengingat Hal nihil di Atas, HASIL evaluasi kesembuhan secara radiologik belum dapat digunakan Tolok ukur sebagai Yang KUAT Oleh KARENA kurang memberikan Gambaran rinci FUNDS kesembuhan jaringan Lunak. Selain kedua Cara evaluasi nihil di Atas, Soerono Akbar (1987) JUGA menggunakan PENILAIAN kesembuhan radang periapikal secara histopatologik Penghasilan kena pajak pembuangan jaringan terinfeksi. Spesimen Yang diperiksa adalah sebagian jaringan periapikal Yang diambil melalui Saluran Akar. Ditempatkan PENILAIAN perbedaan SKOR kesembuhannya, adalah adanya perbedaan JENIS sel-sel atau BahanBahan Yang terdapat Dalam, proses imunisasi meliputi kesembuhan (Smulson, 1982) Yang terlihat FUNDS pemeriksaan mikroskopik. PENILAIAN kesembuhan Artikel Baru Metoda pendekatan histopatologik adalah sebagai berikut (Soerono Akbar, 1987): a> Beit : Bila Tampak aktifitas fibroblas (zona rangsangan) b> CUKUP : Bila Tampak sel-sel pertahanan seperti limfosit, sel plasma, sel makrofag, sel Buih (Sel busa), kristal Kolesterol, sel epitel (zona iritasi) c> Kurang: Bila terlihat dominasi sel radang Akut PMN, makrofag Serta limfosit (zona kontaminasi) d> Buruk : Bila terlihat sel-sel mati, sel radang Akut Dan mikro-biota (zona nekrosis) Menggunakan metoda inisial lebih tepat disebut pemeriksaan sitologik, KARENA Yang diambil hanya spesimen / sel Bahasa Dari jaringan periapikal. PENILAIAN Artikel Baru Cara inisial hanya memberi sebagian INFORMASI tentang proses penelaahan

Yang terjadi FUNDS sebagian jaringan periapikal Yang diambil FUNDS waktu pemeriksaan. Artikel Baru Cara Suami Struktur jaringan perapikal Yang sesungguhnya Dan hubungannya Artikel Baru sel-sel Yang terambil FUNDS waktu pemeriksaan tidak dapat digambarkan secara Nyata. Selain ITU pemberian SKOR Dalam, PENILAIAN kesembuhan didapatkan secara subyektif, sehingga memperbesar kemungkinan terjadinya kesalahan pengamatan Yang menghasilkan data yang kurang valid Yang. Mengingat Hal nihil di Atas, Maka dapat dikatakan bahwa HASIL PENILAIAN kesembuhan histopatologik sebenarnya Perlu disempurnakan agar dapat digunakan sebagai Tolok ukur kesembuhan penyakit periapikal Yang akurat. Pmeriksaan histopatologik seharusnya dilakukan Artikel Baru Cara mengambil jaringan periapikal Yang dievaluasi, Artikel Baru Cara pembedahan untuk mendapatkan Gambaran Struktur jaringan periapikal Yang utuh, kemudian jaringan inisial diproses menjadi sediaan untuk pemeriksaan mikroskopik. Seltzer menyatakan kriteria histopatologik adanya suatu kesembuhan sebgai berikut: 1. Baru diuraikan sementum diendapkan pada sebelumnya diresorpsi apikal sementum dan dentin. Namun, penghapusan lengkap foramen apikal utama jarang terjadi 2. Tulang baru dibentuk pada pinggiran trabekula tulang tua oleh osteoblas 3. Densitas sel inflamasi dan kuncup kapiler berkurang 4. Serat kolagen diganti dengan tulang baru trabekula 5. Lebar sebelumnya melebar apikal ruang ligamen periodontal berkurang Pemeriksaan histopatologik FUNDS hakekatnya menggunakan pendekatan Morfologi anatomi yaitu pemeriksaan Artikel Baru melihat keadaan sel-sel jaringan Dan Yang terlibat FUNDS proses penelaahan keradangan sampai kesembuhan seperti sembab, vasodilatasi kapiler, eksudasi, proliferasi fibroblas sampai terbentuknya jaringan ikat (Smulson, 1982). HASIL penelitian Sakuma (1974), Stern dkk. (1981), Harvey dkk. (1984), Contos dkk. (1987) memperlihatkan bahwa respon imun Lokal Ikut berperan Dalam, patogenesis kista radikuler. REVENUES Page 11 11 Prosiding Kongres IKORGI Ke IX Dan Seminar Ilmiah Nasional kemajuan terbaru dalam Konservasi Gigi - JW Marriott Surabaya 25-27 November 2011 penelitian menunjukkan bahwa nihil PENILAIAN kesembuhan berdasarkan pemeriksaan histopatologik Saja Masih kurang LENGKAP untuk menggambarkan penurunan derajat keradangan

Bahasa Dari Segi dilihat respon imun, Oleh KARENA variabel imunologik seperti aktifitas selsel Yang berperan Dalam, respon imun seharusnya JUGA diikutkan Dalam, PENILAIAN kesembuhan penyakit periapikal. SAAT inisial variabel imunologik sering digunakan sebagai parameter Dalam, penelitian di Kepemilikan Modal kedokteran. Artikel Baru semakin banyaknya ditemukan Teknik atau Alat untuk mendeteksi berbagai variabel imunologik mengakibatkan semakin pesatnya perkembangan di Kepemilikan Modal Imunologi. Sejalan Artikel Baru perkembangan Teknologi Yang dapat dimanfaatkan Dalam, perkembangan imunologik nihil, para ilmuwan mengembangkan konsep JUGA-konsep baru Negara di Kepemilikan Modal imunologik. Salah Satu konsep Yang dikembangkan nihil adalah konsep imunopatologik. Imunopatologik FUNDS dasarnya adalah penggabungan ANTARA doa konsep, yaitu konsep patobiologi (Hill Dan Lavia, 1980;. Mincler, dkk, 1971) Dan konsep Imunologi (Mincler, dkk, 1971;. Putra, 1990). Penggabungan doa konsep inisial dapat mengungkap perubahan morfofungsional Yang lebih akurat Oleh KARENA BANYAK semakin variabel-variabel Yang dapat diamati Dan perubahan Yang terjadi lebih menggambarkan perubahan morfofungsional. Penerapan konsep imunopatologik Ke Dalam, variabel digunakan pendekatan Yang berdasar FUNDS konsep morfofungsional (Putra, 1990). Pemahaman pendekatan morfofungsional, FUNDS dasarnya merupakan pemahaman terhadap empirifikasi imunologik secara Terpadu Yang dapat menampilkan perubahan Komponen imunopatologik Yang FUNDS terjadi proses imunisasi meliputi kesembuhan, Dan selanjutnya perubahan inisial dinalar Artikel Baru penalaran imunopatologik (Putra, 1990). Tidak seperti pemeriksaan histopatologik Yang menghasilkan data yang kualitatif tentang morfoanatomi, PENILAIAN imunopatologik menghasilkan Data kuantitatif diperoleh KARENA Artikel Baru Cara Menghitung Komponen imunopatologik Yang terlibat Dalam, proses penelaahan kesembuhan. Jaringan Yang diperiksa dipersiapkan Artikel Baru Cara Yang sama Artikel Baru sediaan untuk pemeriksaan mikroskopik. Pewarnaan Yang dipakai Sesuai Artikel Baru Komponen Yang Akan diperiksa, diantaranya Hematoxylin Eosin, imunoperoksidase dll. Data Yang diperoleh dianalisis secara statistik dan berturut-turut menggunakan 1. Analisis klaster (cluster) untuk pengelompokan kondisi jaringan periapikal berdasar krieria imunopatologik

2. Analisis diskriminan untuk mengidentifikasi Komponen imunopatologik Yang berperan FUNDS pengelompokan kondisi jaringan Dan melihat Pola imunopatologik jaringan Yang mencerminkan komposisi Besar Interaksi Komponen imunopatologik jaringan periapikal Bahasa Dari HASIL Analisis Diskriminan 3. Analisis multivariat varians (Manova), Analisis varians (Anova) dilanjutkan Artikel Baru Beberapa tes perbandingan menggunakan Honestlly Signifikansi Perbedaan (HSD) Severe ditemukan perbedaan Yang bermakna untuk melihat ADA / tidaknya perbedaan besarnya kontribusi TIAP Komponen imunopatologik diantara Pola imunopatologik Yang didapatkan. Pola Yang didapatkan dianalisis Sesuai Artikel Baru kerangka konseptual proses penelaahan kesembuhan Yang diajukan Dalam, peilaian inisial menggunakan penalaran imunopatologik. Berikut adalah inisial Contoh narasi Analisis HASIL penelitian kesembuhan kista radikuler Penghasilan kena pajak perawatan endodontik konvensional menggunakanpenilaian Pola imunopatologik. PENILAIAN kesembuhan dilakukan melalui pengamatan mikroskopik FUNDS sel Yang berperan Dalam, MEKANISME pertahanan tubuh Dan pemulihan jaringan, Yang JUGA merupakan Komponen imunopatologik, diantaranya limfosit, makrofag, netrofil, fibroblas, sel plasma, FUNDS sediaan jaringan periapikal normal, kista radikuler Yang dirawat endodontik konvensional Dan Yang tidak dirawat. Berdasarkan pengamatan HASIL didapatkan 4 Pola imunopatologik, yaitu: Pola normal, keradangan Ringan, keradangan Sedang, keradangan Kendaraan bermotor. Gambaran Yang didapat Dalam, penelitian Suami ternyata Pola imunopatologik dapat mencerminkan suatu tingkatan kondisi jaringan periapikal ANTARA biasa Page 12 12 Prosiding Kongres IKORGI Ke IX Dan Seminar Ilmiah Nasional kemajuan terbaru dalam Konservasi Gigi - JW Marriott Surabaya 25-27 November 2011 Dan kista radikuler, sehingga dapat dijadikan Tolok ukur kesembuhan imunopatologik jaringan periapikal. 38 FUNDS Pola yang normal didapatkan komposisi dimana Komponen fibroblas Dan epitel Dalam, Yang Tinggi, keadaan relatif yang dibandingkan Komponen Yang Lain, tetapi Komponen fibroblas JAUH lebih Tinggi, dibandingkan Komponen epitel. Limfosit, sel plasma, makrofag Dan netrofil aktifitasnya Ulasan Sangat

minimal. Produksi IgG IgM Dan sejak Mutasi sudah MULAI terlihat. Keberadaan IgG diduga sebagai Dalam, persiapan proses penelaahan fagositosis. Sedangkan Komponen fibroblas Yang Tinggi, FUNDS tahap inisial disebabkan jaringan periapikal memerlukan fibroblas untuk sintesis kolagen Yang membentuk jaringan ikat penyangga gigi (jaringan periodonsium). Fungsi jaringan ikat inisial Ulasan Sangat Penting, yaitu melekatkan gigi Artikel Baru Tulang alveolus, * Melindungi gigi Dan Tulang alveolus terhadap kemungkinan adanya trauma tekanan kunyah Yang menimpanya, Serta menyebarkan NET kunyah vertikal FUNDS gigi Yang diteruskan Ke beberapa arah Menuju Tulang alveolus. 11 FUNDS kondisi normal, Dalam, menjalankan fungsi nihil Akan Selalu terjadi membalik fibroblas, sehingga Peran fibroblas Akan Selalu terlihat Ulasan Sangat dominan di jaringan periapikal. 11 HASIL inisial menunjukkan, bahwa Pola yang normal dapat disebut sebagai Pola non reaktif, Pola Yang Tenang, Pola Yang tidak mencerminkan adanya respon imun. Berbeda Artikel Baru Pola normal, FUNDS Pola keradangan Ringan ditemukan beberapa perbedaan Komponen keadaan, ANTARA Lain: terjadi peningkatan fibroblas, epitel, netrofil, makrofag, sel plasma, IgG Dan IgM. Berdasar Analisis statistik dan kenaikan aktifitas Yang bermakna hanya terlihat FUNDS sel plasma Dan IgG. Peningkatan sel plasma Dan sintesis IgG mencerminkan, bahwa FUNDS Pola Suami sudah terjadi respon imun humoral. Sintesis IgG Yang MENINGKAT diduga subkelas IgG1 Dan IgG3, yaitu imunoglobulin Yang disintesis Tanpa memerlukan bantuan limfosit T helper. Keadaan Suami menunjukkan, bahwa FUNDS Pola inisial tuan rumah menyiapkan opsonin (IgG1 Dan IgG3) Yang Ulasan Sangat diperlukan Dalam, proses penelaahan fagositosis. Jadi tampaknya telah terjadi perubahan Ke arah persiapan respon Yang lebih ACLS Yang melibatkan limfosit T Dan makrofag (antigen precenting sel / APC). bahasa Dari REVENUES inisial, secara UMUM Pola imunopatologik keradangan Ringan sudah menunjukkan Pola Yang reaktif, tetapi Masih Dalam, derajat Ringan. Perubahan Pola FUNDS keradangan Sedang Tampak lebih mencolok dibandingkan Lagi Pola keradangan Ringan. * Semua Komponen menunjukkan perubahan Yang Nyata kecuali IgM Dan fibroblas. Penurunan

fibroblas diduga KARENA penekanan fungsi sel nihil (sel retikulum fibroblastik). Fibroblas selain menghasilkan Sabut-Sabut kolagen, diduga JUGA dapat berfungsi sebagai APC. 41 Penurunan fibroblas selain mengganggu fibrosis JUGA Akan mengganggu respon imun, sebab FUNDS keadaan fungsi fibroblas Yang terganggu Peran sel nihil sebagai APC menurun. IgM tidak ADA perubahan Oleh KARENA imunogen Yang menimbulkan kista radikuler eksperimental inisial berasal bahasa Dari Bakteri. Secara UMUM Respon Yang berasal bahasa Dari Bakteri kurang mempengaruhi perubahan IgM. 42 Hal inisial berbeda Artikel Baru Yang disebabkan infeksi virus Oleh. 43 Peningkatan limfosit diduga Bahasa Dari bagian limfosit T penolong. Subset Suami Akan memproduksi mediator IL-2 43 Yang merangsang proliferasi Dan maturasi limfosit B menjadi sel plasma (sel plasma Yang memproduksi IgG). Selain ITU terlihat Peran makrofag Yang MENINGKAT. Peningkatan sel inisial diduga sebagai respon terhadap mediator IFN-4 Yang dilepaskan Oleh limfosit T helper Yang Aktif. Proliferasi makrofag FUNDS jaringan dipacu Oleh faktor pertumbuhan (GSF) Dan IL-3 Yang diproduksi Oleh fibroblas Dan limfosit T helper. 43, 44 FUNDS Pola Suami ditinjau Bahasa Dari Besar perannya epitel menduduki Urutan Ke-Empat Penghasilan kena pajak sel plasma, netrofil Dan IgG. Meningkatnya aktifitas epitel FUNDS Pola inisial dibandingkan Pola yang normal diduga disebabkan perannya mungkin dibutuhkan untuk menghambat Laju jejas. Bahasa Dari REVENUES nihil di Atas terlihat, bahwa Pola imunopatologik keradangan Sedang memberi Kesan sebagai suatu Pola reaktif Artikel Baru Yang derajat Kendaraan bermotor lebih dibandingkan Pola imunopatologik Ringan. 45 FUNDS Pola keradangan Kendaraan bermotor terdapat peningkatan Peran Yang Nyata FUNDS hampir * Semua Komponen imunopatologik. Limfosit, Sel plasma, makrofag, netrofil, epitel, IgG IgM Dan terlihat ADA kenaikan Yang bermakna. Sebaliknya, fungsi fibroblas terlihat menurun secara Nyata. Peningkatan aktifitas Komponen imunopatologik FUNDS kondisi inisial sebagai akibat peningkatan Bahasa Dari Interaksi antar

Komponen BAIK seluler maupun mediator KIMIA. Yang makrofag diaktifkan dapat melepaskan Halaman 13 13 Prosiding Kongres IKORGI Ke IX Dan Seminar Ilmiah Nasional kemajuan terbaru dalam Konservasi Gigi - JW Marriott Surabaya 25-27 November 2011 mediator IL-1, Yang merangsang proliferasi limfosit T helper. Selanjutnya limfosit T helper Yang Aktif dapat mengeluarkan mediator KIMIA (IL-2) Yang merangsang proliferasi limfosit T helper Dan limfosit B. 12,43 Penurunan Peran fibroblas FUNDS Pola Suami Akan mengganggu fungsi sintesis kolagen. Demikian JUGA fungsi sebagai APC JUGA Akan menurun. Aktifitas epitel makin MENINGKAT menduduki Urutan kedua di Bawah sel plasma, diikuti Artikel Baru penurunan aktifitas fibroblas Yang bermakna. Bahasa Dari REVENUES nihil di Atas terlihat, bahwa Pola inisial menunjukkan suatu bentukan Pola Yang lebih reaktif Lagi dibandingkan Pola keradangan Sedang, tetapi Dalam, Pola inisial terjadi gangguan fungsi fibroblas Yang lebih Nyata. FUNDS Pola inisial gangguan Fungsional Yang semakin merugikan Oleh KARENA terjadi penyimpangan Yang JAUH bahasa Dari yang normal ANTARA Lain aktifitas sintesis kolagen menjadi berkurang sehingga fungsi jaringan periodonsium Akan terganggu. 37 Pembahasan Menggunakan metoda PENILAIAN histopatologik Dan imunopatologik tidak diindikasikan untuk digunakan di Dalam, praktek www.klinik KARENA bersifat invasif. FUNDS umumnya Dalam, praktek www.klinik PENILAIAN kesembuhan didasarkan FUNDS PENILAIAN www.klinik ditunjang Artikel Baru pemeriksaan radiografik (Virre 1991. Bennati Dan Khojotia mengklasifikasikan kesembuhan / keberhasilan perawatan endodontik sebagai (A) sucessful, Bila tidak ADA keluhan pasien, gigi berfungsi BAIK, pemeriksaan www.klinik tidak ADA kelainan, pemeriksaan radiografik ligamen periodontal BAIK utuh, (b) diterima, Bila tidak ADA keluhan pasien, gigi berfungsi BAIK, pemeriksaan www.klinik tidak ADA kelainan, pemeriksaan radiografik penebalan ligamen periodontal Dan Gambaran radiolusen di periapikal, dipertanyakan, Bila tidak ADA keluhan

pasien, gigi berfungsi BAIK, pemeriksaan www.klinik ADA kelainan intra Dan atau ekstrabesar oral, pemeriksaan radiografik ADA penebalan ligamen periodontal atau Gambaran radiolusen di daerah adalah periapikal; gagal, Bila ADA keluhan pasien, gigi tidak dapat digunakan, pemeriksaan www.klinik terdapat kelainan Dan intra atau ekstrabesar oral, pemeriksaan radiografik Gambaran radiolusen terdapat FUNDS daerah adalah periapikal. Prosedur penatalaksanaan perawatan endodontik merupakan RUANG lingkup pekerjaan para Place & Yang harus disadari gigi bahwa FUNDS setiap langkahnya Akan Ulasan Sangat berpengaruh terhadap keberhasilan perawatan; Beberapa literatur menyatakan tingkat keberhasilan Terkini perawatan Saluran Akar berkisar ANTARA 39% - 96%, sedangkan literatur lama menyatakan hanya 31,3% - 44,8%. Peningkatan keberhasilan Suami harus Tetap dipertahankan bahkan sebisa mungkin ditingkatkan. Keakuratan suatu PENILAIAN kesembuhantergantung ketelitian data yang diperoleh Yang. Para Peneliti Masih mengembangkan penggunaan instrumen Yang tidak invasif Yang mampu menghasilkan Gambaran Yang lebih jelas tentang kondisi daerah adalah Yang dievaluasi mendekati kondisi sesungguhnya terjadi FUNDS HASIL pemeriksaan morfofungsional / morfoanatomi sebagai penunjang pemeriksaan www.klinik. Pengembangan Teknologi di Kepemilikan Modal pencitraan (imaging) di Kepemilikan Modal kedokteran gigi seperti balok kerucut komputer tomografi Tiga Dan Empat pada dimensi, magnetic resonance imaging atau ultrasonografi Perlu Dan Masih Dalam, upaya pengembangan. Para praktisi harus mengikuti Tetap perkembangan Ilmu Dan Teknologi di Kepemilikan Modal kedokteran gigi termasuk gigi Konservasi (umur panjang pembelajar) untuk meningkatkan kualitas perawatannya. PENILAIAN histopatologik Dan imunopatologik digunakan untuk PENILAIAN kesembuhan secara in vitro KARENA bersifat invasif, penelitian in vivo Bisa menggunakan pemeriksaan sitologik Yang sebagaimana dilakukan Oleh Soerono Akbar (1987), Artikel Baru Cara mengambil spesimen Yang Akan diperiksa melalui Saluran Akar. PENILAIAN kesembuhan Akan semakin BAIK Severe melibatkan lebih BANYAK variabel-variabel terukur Yang saling terkait Dalam, proses imunisasi meliputi kesembuhan, KARENA ITU Oleh Metoda pendekatan imunopatologik lebih Sesuai untuk digunakan sebagai PENILAIAN kesembuhan

penyakit periapikal dibandingkan Metoda pendekatan www.klinik, radiologik, maupun histopatologik. Dibandingkan Artikel Baru PENILAIAN kesembuhan berdasarkan pemeriksaan histopatologik, PENILAIAN kesembuhan berdasarkan pemeriksaan imunopatologik mempunyai kelebihan yakni: PERTAMA, lebih berwawasan Luas Dan BANYAK melibatkan variabel-variabel terukur Yang saling terkait Page 14 14 Prosiding Kongres IKORGI Ke IX Dan Seminar Ilmiah Nasional kemajuan terbaru dalam Konservasi Gigi - JW Marriott Surabaya 25-27 November 2011 Dalam, proses imunisasi meliputi kesembuhan (variabel imunopatologik). Kedua, PENILAIAN kondisi suatu jaringan dilakukan secara lebih obyektif Artikel Baru Cara melihat perbedaan kuantitatif KomponenKomponen imunopatologik Yang terpola FUNDS setiap kondisi Bandung. SIBOR, Dalam, konsep inisial KomponenKomponen imunopatologik merupakan Komponen-Komponen Yang saling berinteraksi Dalam, proses penelaahan kesembuhan, Hal inisial Sesuai Artikel Baru Yang mendasari konsep proses penelaahan kesembuhan suatu jaringan (Robbins dkk, 1989;. Rubianto, 1992). Artikel Baru menggunakan konsep imunopatologik, Putra (1990) berhasil membuktikan kehandalan Pola imunopatologik di kelenjar getah bening daerah sebagai prognostikator Kanker payu dara. REVENUES penelitian Rubianto (1992) menyimpulkan bahwa JUGA Pola imunopatologik kesembuhan keradangan gingiva dapat dipakai sebagai upaya untuk meningkatkan ketepatan diagnosis Dan Terapi keradangan gingiva. Istiati (1992) telah berhasil meningkatkan keakuratan diagnosis gingivitis berdasar Pola imunopatologik temuannya. Demikian JUGA Moetmainah (1993) berhasil mengungkap pengaruh tumpatan amalgam terhadap perubahan respon imun jaringan Gusi berdasarkan Pola perubahan imunopatologik, Serta Rukmo (1993 mengungkap terjadinya kesembuhan kista Penghasilan kena pajak radikuler perawatan endodontik konvensional. PT KALBE PUSTAKA 1. DEPARTEMEN Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan gigi Dan mulut di Indonesia FUNDS pelita VI. Jakarta. DEPARTEMEN Kesehatan. 1999; h. 65-8. 2. Soerono. Perkembangan endodontologi Dan Gambaran sistem pelayanan endodontik di Indonesia. Pidato Guru Besar. Jakarta FKG UI. 1991. 3. Ingle JI, Bakland LK. Endodontik. 4 th ed. Philadelphia. Lea dan Febriger. 1994; p. 677-9.

4. Rukmo M. kesembuhan imunopatologik kista radikuler Penghasilan kena pajak perawatan endodontik konvensional. Mayor Ked. Gigi, 2002; 34 (1): 35-42. 5. Vire DE. Kegagalan endodontik diperlakukan Klasifikasi gigi dan Evaluasi. J. Endod 1991; 17:338-42 6. Ingle JI, Bakland LK. Endodontik. 4 th ed. Philadelphia. Lea dan Febriger. 1994; p. 677-9. 7. Grossman LI, Oliet S, Del Rio CE. Praktek endodontik. 11 th ed. Philadelphia.Lea dan Febriger. 1988; p. 122-58. 8. Weine FS. Terapi endodontik. 5 th edisi. St Louis, Mosby, USA, 1996; 693-712. 9. Yanagisawa S. patologis studi lesi periapikal. 1. Granuloma periapikal: klinis, histopatologis dan immunohistopathologic studi. J. Oral Pathol. 1980; 9: 288-300. 10. Harnisch H. aspek klinis dan pengobatan kista pada rahang. Die Quintessenz. Berlin dan Chicago. 1974; p. 77, 129. 11. Shear M. Kista Rongga mulut. Jakarta. EGC. 1988; h. 122-50. 12. Cohen MA. Persiapan eksudat inflamasi selular melalui kista radikuler epitel: Lampu dan pemindaian studi mikroskop elektron. J. Oral Pathol, 1979; 8: 369-78.. 13. Takeichi O, Saito I, Hayashi M, Tsurumachi T, Saito T. Produksi manusia-diinduksi nitrat oksida synthase pada kista radikuler. J endodontik. 1998; 24 (3): 157-60. 14. Seltzer S. Endodontology: pertimbangan Biologi dalam prosedur endodontik. 2 nd ed. Philadelphia. Lea dan Febriger. 1988; p. 55-77, 314-21. 15. Kettering JD, Torabinejad M, Jones SL. Tentukan antibodi hadir dalam lesi periapikal manusia. J. Endod, 1991; 17: 213-6.. 16. Soerono Akbar SM. Pengaruh pembuangan jaringan pulpa Dan jaringan periapikal Yang terinfeksi FUNDS kesembuhan Biologik perawatan endodontik konvensional. Disertasi Doktor. Surabaya. Universitas Airlangga. 1987; Hal. 36 - 41. 17. Sakuma, T. Sebuah studi imunologi kista radikuler. Shikwa Gakuho 1974, 74: 312 -324.

15 Prosiding Kongres IKORGI Ke IX Dan Seminar Ilmiah Nasional kemajuan terbaru dalam Konservasi Gigi - JW Marriott Surabaya 25-27 November 2011 18. Bukit RB, Lavia MF. Prinsip Pathobiology. 3 rd ed. New York-Oxford. Oxford University Press. 1980; p. 47-50. 19. Bhaskar, SN. Resolusi Nonsurgical kista radikuler. Oral Surg. 1972, 34: 458-468. 20. Bellanti JA. Imunologi III. Philadelphia, London, Toronto, Mexico city, Rio de Janeiro, Sydney, Tokyo. WB Saunders Co 1985; p. 152-5. 21. Roitt IM, Brostoff J, Pria DK. Imunologi. Edinburg - London. Churcill Livingstone. 1985; p. 11.1 - 11,8. 22. Benenati FW, Khojatia S. A Kembali Evaluasi radiografi dari 894 kasus endodontik dirawat di Pengaturan sekolah kedokteran gigi J. Endod 2002; 23:741-5 23. Diago MP, Sanchez BO, Mira BG, Bowen EM, von Arx, Escoda, CG. Evaluasi kriteria penyembuhan untuk sukses setelah periapikal operasi Med Oral Patol Oral Cir Bucal. 2008 Feb1, 13 (2): E1437. 24. Vire DE. Kegagalan endodontik diperlakukan Klasifikasi gigi dan Evaluasi. J. Endod 1991; 17:338-42 25. Waltimo T, M Trope, Haapasalo M, Orstavik D. Kemanjuran klinis dari prosedur perawatan di pengendalian infeksi endodontik dan satu tahun tindak lanjut dari penyembuhan periapikal. J Endod. 2005; 31:863 6. 26. Peters LB, Wesselink, PR. Penyembuhan periapikal gigi endodontik dirawat di satu dan dua kunjungan diobturasi di ada atau tidaknya mikroorganisme terdeteksi. Int Endod J. 2002; 35, 660 7. 27. Menyudutkan DA. Evaluasi Jangka Panjang Dari Penyembuhan periapikal Setelah Perawatan endodontik Of Gigi Dengan Periodontitis apikal 28. Carvalho FB, Gonalves M, Tanomaru-Filho. Evaluasi Lesi periapikal kronis oleh Digital 29. Pengurangan Radiografi dengan Menggunakan Adobe Photoshop CS: Sebuah Laporan Teknis. J Endod 2007; 33:493 - 7 30. Smajkic N, Prcic A, Vukovic A, Hajrija Konjhodzic-Rascic. Terapi Periodontitis ChronicApical dengan Evaluasi Radiografi oleh Corel Photo-Paint Asli Kertas no 1 Maret 2009 31. Wanderly W, Paula-Silva G, M Santamaria, Leonardo MR, Consolaro, A. Bezerra da Silva LA, Preto R, Bauru. Cone-beam tomografi terkomputerisasi, radiografi, dan evaluasi histologis

perbaikan periapikal dalam pengobatan pasca endodontik anjing '. Oral Surg Oral Med Oral Pathol Oral Radiol Endod 2009; 108:796-805) 32. Tikku AP, Kumar S, K Loomba, Chandra A, Verma P Penggunaan USG, warna Dopler pencitraan dan radiografi untuk memantau penyembuhan periapikal setelah operasi endodontik. J Ilmu Oral. 2010; 52: 411-6 33. Putra ST. Pola imunopatologik kelenjar getah bening daerah sebagai prognostikator Kanker Payudara. Disertasi Doktor. Surabaya, Fakultas Pasca Sarjana Unair. 1990; Hal. 45-58. 34. Rubianto, M. Pengaruh periodontal pak terhadap Pola imunopatologik kesembuhan keradangan gingiva. Disertasi Doktor. Universitas Airlangga 1992. Hal. 120. 35. Moetmainah, P. Pengaruh tumpatan amalgam terhadap perubahan respon imun jaringan Gusi. Suatu pendekatan imunopatologik. Disertasi Doktor Fakultas Pasca Sarjana Unair 1993. Hal. 1-73. 36. Istiati. Pola imunopatologik FUNDS gingivitis kronik. Suatu pendekatan morfofungsional. Disertasi Doktor. Universitas Airlangga. 1992 Hal. 137-143.