Anda di halaman 1dari 5

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIT PENDIDIKAN KEDOKTERAN (UPK)
Zona F. Gedung I Kampus Unsri Indralaya OI Sumatera Selatan, Indonesia Telp. 0711 580061 atau / or Jl. dr. Muh. Ali Komplek RSUP Palembang 30126, Indonesia, Telp. 0711 352342, Fax. 0711 373438,

Skenario C Blok 15 Tahun 2012 Tn. Jenggo, 50 tahun datang berobat ke poliklinik IKKK RSMH dengan keluhan timbul bintil-bintil kemerahan yang makin lama makin banyak di tangan, perut, kelamin, lipat paha dan bokong disertai gatal terutama malam hari sejak 3 bulan yang lalu. Tn. Jenggo baru keluar dari penjara 2 bulan yang lalu. Tn. Jenggo belum pernah berobat. Ny. Jenggo, 45 tahun dan Jenggo Junior, 15 tahun juga menderita keluhan yang sama sejak 1 bulan yang lalu. Pemeriksaan Fisik: Keadaan umum: sadar dan kooperatif Vital sign: Nadi: 75 x/menit, RR: 20 x/menit, Suhu: 36,5oC, TD : 110/80 mmHg Status dermatologikus: Regio manus dextra et sinistra, abdomen, genitalia, inguinal, glutea: papul eritem, multipel, milier, diskret; sebagian terdapat vesikel, multipel, milier, diskret; sebagian terdapat erosi dan ekskoriasi multipel -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Learning objectives: Mahasiswa memahami tentang: 1. Menjelaskan anatomi dan fisiologi kulit 2. Memahami efloresensi kulit 3. Mengetahui etiologi dan morfologi parasit penyebab scabies 4. Memahami siklus hidup parasit penyebab scabies 5. Menjelaskan patogenesis scabies 6. Menjelaskan manifestasi klinik scabies 7. Membuat diagnosis dan diagnosis banding scabies 8. Memahami cara melakukan pemeriksaan penunjang pada kasus scabies 9. Memahami interpretasi hasil pemeriksaan penunjang tersebut 10. Menjelaskan penatalaksanaan scabies 11. Menjelaskan farmakologi obat-obatan scabies dalam dermatologi 12. Menjelaskan komplikasi dan prognosis scabies 13. Mengetahui kompetensi dokter umum dalam kasus ini

Klarifikasi Istilah 1. Bintil-bintil kemerahan 2. Gatal terutama malam hari 3. Status dermatologikus 4. Manus dextra et sinistra, 5. Abdomen 6. Genitalia 7. Inguinal 8. Glutea 9. Papul 10. Eritem, 11. Multipel 12. Milier, 13. Diskret

14. Vesikel 15. Erosi 16. Ekskoriasi

Identifikasi Masalah 1. Tn. Jenggo, 50 tahun datang dengan keluhan timbul bintil-bintil kemerahan yang makin lama makin banyak di tangan, perut, kelamin, lipat paha dan bokong disertai gatal terutama malam hari sejak 3 bulan yang lalu. 2. Tn. Jenggo baru keluar dari penjara 2 bulan yang lalu. Tn. Jenggo belum pernah berobat 3. Ny. Jenggo, 45 tahun dan Jenggo Junior, 15 tahun juga menderita keluhan yang sama sejak 1 bulan yang lalu. 4. Status dermatologikus: Regio manus dextra et sinistra, abdomen, genitalia, inguinal, glutea: papul eritem, multipel, milier, diskret; sebagian terdapat vesikel, multipel, milier, diskret; sebagian terdapat erosi dan ekskoriasi multipel

Analisis Masalah 1. Tn. Jenggo, 50 tahun datang dengan keluhan timbul bintil-bintil kemerahan yang makin lama makin banyak di tangan, perut, kelamin, lipat paha dan bokong disertai gatal terutama malam hari sejak 3 bulan yang lalu. a. Bagaimana anatomi dan fisiologi kulit? b. Bagaimana mekanisme terjadinya bintil-bintil kemerahan yang makin lama makin banyak di tangan, perut, kelamin, lipat paha dan bokong? c. Mengapa terjadi gatal terutama malam hari? 2. Tn. Jenggo baru keluar dari penjara 2 bulan yang lalu. Tn. Jenggo belum pernah berobat a. Apa hubungan penjara dengan keluhan yang dialami Tn. Jenggo? b. Apa akibat penyakit Tn. Jenggo tidak diobati? 3. Ny. Jenggo, 45 tahun dan Jenggo Junior, 15 tahun juga menderita keluhan yang sama sejak 1 bulan yang lalu. a. Mengapa Ny. Jenggo dan Jenggo Junior juga mengalami keluhan yang sama? b. Bagaimana mekanisme penularannya? 4. Status dermatologikus: Regio manus dextra et sinistra, abdomen, genitalia, inguinal, glutea: papul eritem, multipel, milier, diskret; sebagian terdapat vesikel, multipel, milier, diskret; sebagian terdapat erosi dan ekskoriasi multipel a. Apa makna lokasi yang terkena? (daerah predileksi) 5. Apa diagnosis banding? Prurigo simpleks, pioderma, insect bite, dll 6. Bagaimana cara membangun diagnosis? Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang Kriteria diagnosis: ditemukan 2 dari 4 - Pruritus nocturna - Menyerang secara berkelompok - Ditemukan tungau penyebab - Predileksi dan manifestasi klinik yang khas 7. Pemeriksaan penunjang apa yang diperlukan? a. Pemeriksaan burrow b. Scrapping c. Dermoskopi d. Skin biopsi e. PCR f. ELISA 8. Apa diagnosis kerja? Skabies

9. Apa etiologi? Sarcoptes scabiei var. Hominis 10. Bagaimana morfologi spesies penyebab? Spesies ini termasuk dalam famili Sarcoptidae, ordo Acarina, kelas Arachnida, filum Arthropoda. Morfologi tungau ini bentuk oval; konveks pada dorsal dan pipih pada ventral; ukuran tungau jantan 0,2 x 0,15 mm dan betina 0,4 x 0,3 mm; warna putih krem; badan ditandai garis-garis transversal; pada permukaan dorsal terdapat bristles dan spines; dan mempunyai 4 pasang kaki. 11. Bagaimana siklus hidupnya?

12. Bagaimana patogenesis? Sarcoptes scabiei hidup dalam terowongan di epidermis kulit yang digali oleh tungau betina. Kopulasi terjadi di dalam terowongan, kemudian tungau betina memperbesar terowongan dan mulai meletakkan telurnya. Sekitar 40-50 telur dihasilkan oleh setiap betina selama masa hidupnya 4-6 minggu, selama itu pula tungau betina ini tidak keluar dari terowongan. Telur memerlukan waktu sekitar 3 hari untuk matang, kemudian menetaskan larva. Larva kemudian melarikan diri dari terowongan dan menggali terowongan tempat ia berubah menjadi nimfa. Nimfa kemudian menjadi tungau dewasa. 13. Bagaimana manifestasi klinis? Predileksi: sela jari, permukaan fleksural, periumbilikal, penis dan sakral Manifestasi klinis Gatal yg sangat & terus-menerus terutama malam hari Distribusi lesi simetris interdigital, fleksura pergelangan tangan, axilla, belakang telinga, pinggang, mata kaki, bokong & belt area : pd penis dan scrotum : pd areola, puting susu & daerah genital Lesi: papul eritem , ekskoriasi Sering ditemukan infeksi sekunder Tanda patognomonik: burrow = terowongan, tempat mite betina bertelur Wavy seperti benang Warnanya putih abu abu Panjangnya 1- 10 mm

14. Bagaimana penatalaksanaan? Pengobatan topikal yang dapat dipakai: Jenis obat Krim permetrin 5% Lotion lindane 1% Salap sulfur 5-10% Krim crotamiton 10% Lotion benzil benzoat 25% Cara pemakaian Semalaman, 8-12 jam, interval 1 minggu Sekali pakai, semalaman, 12-24 jam Tiga malam Semalaman, hari 1, 2 dan 8 Tiga kali pakai, 24 jam, berturutan

Penatalaksanaan kontak Semua anggota keluarga serumah dan individu yang kontak erat perlu diobati. Penatalaksanaan untuk tempat tinggal Keluarga penderita diharuskan untuk membersihkan seluruh rumah; mencuci pakaian, handuk, selimut, seprei, sarung bantal, dll. dengan air panas; cucian tersebut dijemur di bawah sinar matahari; jemur bantal dan kasur di bawah sinar matahari. 15. Apa prognosis? Quo ad vitam Quo ad functionam Quo ad sanational 16. Apa komplikasi? Infeksi sekunder 17. Bagaimana pencegahan? - Hindari kontak dengan penderita - Personal Hygiene - Hindari penggunaan pakaian, handuk dll. bersama-sama

: bonam : bonam : bonam

Hipotesis Tn. Jenggo, 50 tahun, mengalami keluhan timbul bintil-bintil kemerahan yang makin lama makin banyak di tangan, perut, kelamin, lipat paha dan bokong disertai gatal terutama malam hari karena scabies Kerangka Konsep Daerah padat, hygiene yang kurang Tungau mudah ditularkan infestasi pada kulit papul dan vesikel disertai gatal malam hari scabies

sering digaruk erosi dan ekskoriasi

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS SRIWIJAYA

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIT PENDIDIKAN KEDOKTERAN (UPK)
Zona F. Gedung I Kampus Unsri Indralaya OI Sumatera Selatan, Indonesia Telp. 0711 580061 atau / or Jl. dr. Muh. Ali Komplek RSUP Palembang 30126, Indonesia, Telp. 0711 352342, Fax. 0711 373438,

Skenario C Blok 15 Tahun 2012 Tn. Jenggo, 50 tahun datang berobat ke poliklinik IKKK RSMH dengan keluhan timbul bintil-bintil kemerahan yang makin lama makin banyak di tangan, perut, kelamin, lipat paha dan bokong disertai gatal terutama malam hari sejak 3 bulan yang lalu. Tn. Jenggo baru keluar dari penjara 2 bulan yang lalu. Tn. Jenggo belum pernah berobat. Ny. Jenggo, 45 tahun dan Jenggo Junior, 15 tahun juga menderita keluhan yang sama sejak 1 bulan yang lalu. Pemeriksaan Fisik: Keadaan umum: sadar dan kooperatif Vital sign: Nadi: 75 x/menit, RR: 20 x/menit, Suhu: 36,5oC, TD : 110/80 mmHg Status dermatologikus: Regio manus dextra et sinistra, abdomen, genitalia, inguinal, glutea: papul eritem, multipel, milier, diskret; sebagian terdapat vesikel, multipel, milier, diskret; sebagian terdapat erosi dan ekskoriasi multipel ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS SRIWIJAYA

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIT PENDIDIKAN KEDOKTERAN (UPK)
Zona F. Gedung I Kampus Unsri Indralaya OI Sumatera Selatan, Indonesia Telp. 0711 580061 atau / or Jl. dr. Muh. Ali Komplek RSUP Palembang 30126, Indonesia, Telp. 0711 352342, Fax. 0711 373438,

Skenario C Blok 15 Tahun 2012 Tn. Jenggo, 50 tahun datang berobat ke poliklinik IKKK RSMH dengan keluhan timbul bintil-bintil kemerahan yang makin lama makin banyak di tangan, perut, kelamin, lipat paha dan bokong disertai gatal terutama malam hari sejak 3 bulan yang lalu. Tn. Jenggo baru keluar dari penjara 2 bulan yang lalu. Tn. Jenggo belum pernah berobat. Ny. Jenggo, 45 tahun dan Jenggo Junior, 15 tahun juga menderita keluhan yang sama sejak 1 bulan yang lalu. Pemeriksaan Fisik: Keadaan umum: sadar dan kooperatif Vital sign: Nadi: 75 x/menit, RR: 20 x/menit, Suhu: 36,5oC, TD : 110/80 mmHg Status dermatologikus: Regio manus dextra et sinistra, abdomen, genitalia, inguinal, glutea: papul eritem, multipel, milier, diskret; sebagian terdapat vesikel, multipel, milier, diskret; sebagian terdapat erosi dan ekskoriasi multipel