Anda di halaman 1dari 11

Laporan Praktikum Biokimia

Nama Percobaan Hari/Tanggal Percobaan Kelompok Nama Mahasiswa/NRP

: Pengaruh Suhu Pada Reaksi Enzimatik : Selasa / 30 Oktober 2012 :B : 1. Alexander Halim 2443011006 2. Jovianto Renaldo 2443011008 3. Yossy Anida 2443011012

4. Grace Suryaputra 2443011013 Tujuan Percobaan: Untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh temperatur terhadap aktivitas enzim amilase. Untuk menentukan suhu optimum dari enzim

Dasar Teori : Enzim adalah sekelompok protein yang berfungsi sebagai katalisator Enzim dapat mempercepat reaksi kimia untuk berbagai reaksi kimia dalam sistem biologis. Sintesis enzim terjadi di dalam sel dan sebagian besar enzim dapat diekstraksi dari sel tanpa merusak fungsinya. namun aktivitasnya tidak selalu di dalam sel. Berbagai reaksi kimia yang dikendalikan oleh enzim antara lain respirasi, pertumbuhan, perkembangan, kontraksi otot, fotosintesis, pencernaan, fiksasi nitrogen, pembentukan urin, dan lain-lain. Seperti molekul protein lainnya, sifat biologis enzim sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor fisika-kimia. Faktor faktor yang mempengaruhi kerja enzim (Poedjiaji, 1994): Konsentrasi Enzim

Seperti pada katalis lain, kecepatan suatu reaksi yang menggunakan enzim tergantung pada konsentrasi enzim tersebut. Pada suatu konsentrasi substrat tertentu, kecepatan reaksi bertambah dengan bertambahnya konsentrasi enzim. Konsentrasi Substrat Dengan konsentrasi enzim yang tetap, maka pertambahan konsentrasi substrat akan menaikkan kecepatan reaksi. Akan tetapi pada batas konsentrasi tertentu, tidak terjadi kenaikan kecepatan reaksi walaupun konsentrasi substrat diperbesar. Keadaan ini telah diterangkan oleh MichaelisMenten dengan hipotesis mereka tentang terjadinya kompleks enzim substrat. Suhu Enzim bekerja pada kisaran suhu tertentu Pada Suhu rendah mendekati titik beku tidak merusak enzim, namun enzim tidak dapat bekerja(tidak aktif). sedangkan pada suhu yang lebih tinggi reaksi berlangsung lebih cepat. Dengan kenaikan suhu lingkungan, enzim mulai bekerja sebagian dan mencapai suhu maksimum pada suhu tertentu Disamping itu, karena enzim adalah suatu protein, maka kenaikan suhu yang berlebih dapat menyebabkan terjadinya proses denaturasi. Apabila terjadi proses denaturasi, maka bagian aktif enzim akan terganggu dan dengan demikian konsentrasi efektif enzim menjadi berkurang dan kecepatan reaksinya pun akan menurun. Kenaikan suhu sebelum terjadinya proses denaturasi dapat menaikkan kecepatan reaksi. Oleh karena ada dua pengaruh yang berlawanan, maka akan terjadi suatu titk optimum, yaitu suhu yang paling tepat bagi suatu reaksi yang menggunakan

enzim yang tertentu. Gambar 5 menunjukan hubungan antara kecepatan reaksi (V) dengan

suhu. Alat dan Bahan : Alat : Spektrofotometer, kuvet, stopwatch, tabung reaksi, pipet volume, mikropipet, rak tabung reaksi, vortex, penangas air terkontrol. Bahan : Larutan ekstrak kasar enzim amylase, larutan pati 2,0% (w/v), larutan penyangga 0,04M pH 4;5;6,5;8 dan 10, larutan iodine, larutan HCl 0,1N. Cara Kerja :

Data Hasil Pengamatan :

Nilai absorbansi yang diperoleh pada panjang gelombang 620nm

Lemari es (18oC) R AE1 AE2 0.690 0.185 0.233

Suhu 28oC

Suhu 35oC

Suhu 40oC

Suhu 45oC

0.844 0.047 0.048

0.829 0.297 0.176

0.717 0.424 0.249

0.682 0.194 0.178

Rumus : Aktivitas enzim : D x (1-A/Ao) x 100 [mg pati/ml enzim] Keterangan : D = Faktor pengenceran [10/4 x 2] A = Nilai absorbansi pada sampel + enzim [(AE1 + AE2)/2] Ao = Nilai absorbansi pada sampel tanpa enzim [R] Perhitungan A: a. Suhu Lemari es (18oC) [(AE1 + AE2) / 2] [(0.185 + 0.233) / 2] 0.209 b. Suhu 28oC [(AE1 + AE2) / 2] [(0.047 + 0.048) / 2] 0.0475

c. Suhu 35oC [(AE1 + AE2) / 2]

[(0.297 + 0.176) / 2] 0.237 d. Suhu 40oC [(AE1 + AE2) / 2] [(0.424 + 0.249) / 2] 0.337 e. Suhu 45oC [(AE1 + AE2) / 2] [(0.194 + 0.178) / 2] 0.186

Perhitungan aktivitas enzim : a. Suhu Lemari es (18oC) Rumus : D x (1-A/Ao) x 100 [mg pati / ml enzim] [10/4 x 2] x [1 - 0.209/0.690] x 100 Aktivitas enzim : 348.55 unit/ml b. Suhu 28oC Rumus : D x (1-A/Ao) x 100 [mg pati / ml enzim] [10/4 x 2] x [1 0.0475/0.844] x 100 Aktivitas enzim : 471.86 unit/ml c. Suhu 35oC Rumus : D x (1-A/Ao) x 100 [mg pati / ml enzim] [10/4 x 2] x [1 0.237/0.829] x 100 Aktivitas enzim : 357.06 unit/ml

d. Suhu 40oC Rumus : D x (1-A/Ao) x 100 [mg pati / ml enzim] [10/4 x 2] x [1 0.337/0.717] x 100 Aktivitas enzim : 264.99 unit/ml e. Suhu 45oC Rumus : D x (1-A/Ao) x 100 [mg pati / ml enzim] [10/4 x 2] x [1 0.186/0.682] x 100 Aktivitas enzim : 363.63 unit/ml

Grafik hubungan antara suhu inkubasi vs aktivitas enzim

500 400 300 200 100 0 18oC 28oC 35oC 40oC 45oC

Pembahasan : Dalam praktikum kali ini, kami mencoba untuk mempelajari pengaruh suhu terhadap suatu reaksi enzimatis. Enzim yang kami amati aktivitasnya adalah enzim amilase, sedangkan substrat yang kami gunakan adalah amilum 2% yang diencerkan dengan pilihan buffer optimum dari percobaan pengaruh pH terhadap aktivitas enzim (berdasar percobaan, maka ditentukan pH optimum dari enzim amilase adalah pH 6.5). Digunakan pula karutan Iodine karena Iodin lazimnya

digunakan dalam uji uji yang melibatkan substrat amilum (mampu memberi perbedaan visual secara jelas). Serta larutan HCl 0.1 N untuk menghentikan reaksi sehingga hasil hidrolisa amilum bisa diamati (pembentukan I2 yang bila bereaksi menghasilkan amilum warna biru) Metode percobaan yang digunakan adalah menggunakan metode Spektrofotometri, dimana kami akan mengamati serapan / absorbansi pada sampel dengan menggunakan Spektrofotometer UV dengan panjang gelombang 620nm. Dari data absorbansi yang kami dapat, maka kami bisa menentukan aktivitas enzim pada masing masing suhu. Dari aktivitas enzimnya, maka kami mendapati bahwa enzim amilase memiliki suhu optimum pada suhu 40oC. Hal ini dikarenakan bahwa pada suhu tersebut, enzim amilase memiliki aktivitas enzim yang terkecil. Definisi aktivitas enzim : jumlah unit enzim yang dibutuhkan agar 1mg pati / amilum terhidrolisis oleh 1ml enzim selama waktu inkubasi x menit, pada suhu y dan pH z. (Kami menginkubasi selama 10 menit, pada suhu yang bermacam macam : 18, 28, 35, 40, 45 dan pH 6.5) Pada suhu 18oC, 28oC, 35oC, dan 45oC didapati bahwa aktivitas enzimnya masih cukup tinggi bila dibandingkan dengan suhu 40oC. Hal ini dikarenakan enzim amilase tidak berada pada suhu optimumnya sehingga kemampuannya dalam menghidrolisis pati menjadi lebih lambat. Akibatnya dibutuhkan jumlah enzim yang lebih banyak agar pati tersebut terhidrolisis. Pada suhu 28oC dan suhu 35oC, terjadi proses penurunan aktivitas enzim secara eksponensial. Hal ini menggambarkan bahwa semakin enzim tersebut diinkubasi mendekati suhu optimumnya, maka aktivitas enzimnya semakin kecil namun kemampuan enzim tersebut dalam menghidrolisis substrat semakin besar. Sementara pada suhu 40oC, pada suhu inilah enzim amilase berada pada suhu optimumnya. Karena aktivitas enzimnya kecil , maka jumlah enzim yang dibutuhkan untuk menghidrolisis pati semakin sedikit dibanding pada suhu lainnya. Pada suhu 45oC, aktivitas enzim amilse kembali naik karena enzim sudah melewati suhu optimum, sehingga proses hidrolisa pati menjadi lebih lambat dan membutuhkan unit enzim amilase yang lebih banyak. Pertanyaan :

1. Buatlah bagan / skema percoban yang akan dilakukan.

2. Jelaskan apakah yang dimaksud struktur primer, sekunder, tersier, dan kuarterner dari protein. a. Struktur primer protein : Asam amino yang tersusun secara satu persatu. Proses penyambungannya secara datar. b. Struktur sekunder protein : Struktur primer protein yang saling berikatan secara polar, non polar dsb. Bentuknya helix, beta strain / sheet, loop dsb. c. Struktur tersier protein : Terjadinya pelipatan pada struktur sekunder protein. Pelipatan ini membentuk suatu jembatan yang disebut jembatan difulfida. d. Struktur kuartener protein : gabungan / ikatan dari struktur tersier protein.

3. Suhu yang terlalu tinggi dapat mendenaturasi enzim. Jelaskan apa yang dimaksud denaturasi enzim jelaskan proses denaturasi tersebut dan kaitkan pula dengan akibatnya. Denaturasi enzim sendiri bisa disebut sebagai kerusakan enzim. Denaturasi ini bisa bersifat ireversible / permanen (contohnya pada putih telur yang dimasak) bisa juga bersifat reversible / non permanen. Asalkan materi penyebab denaturasi tersebut dihilangkan. Denaturasi enzim bisa terjadi karena suatu enzim berada pada kondisi yang ekstrim. Seperti contohnya, suhu yang terlalu panas, dan karena enzim merupakan suatu protein, lazimnya semua protein akan terdenaturasi oleh panas. Yang terjadi pada enzim yang mengalami denaturasi adalah terjadinya perubahan pada struktur tersier dan kuarterner enzim (adanya proses pembukaan lipatan). Akibat dari denaturasi enzim adalah, enzim tidak mampu menjalankan peranannya dengan baik. Contohnya, kehilangan kemampuannya sebagai biokatalisator sehingga reaksi yang dikatalisis oleh enzim tersebut berjalan sangat lambat.

Kesimpulan :

Berdasarkan hasil pengamatan didapatkan bahwa, suhu optimum enzim amilase adalah 40oC.

Pada suhu dibawah dan diatas suhu optimumnya yaitu pada suhu 18oC,28oC,35oC,dan 45oC, terjadi penurunan aktivitas enzim.

Daftar Pustaka

Tim Penyusun Praktikum Biokimia, 2011, Petunjuk Praktikum Biokimia, Laboratorium Biokimia dan Kimia Klinik : Fakultas Farmasi : Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya

Budiati, Tutuk , 2011 , Hand-out Kuliah Kimia Organik II Semester Sisipan Bab Karbohidrat, Surabaya

Widyawati S , Monica , 2002 , Hand-out Kuliah Kimia Organik II Bab Karbohidrat , Surabaya

Nelson, David L and Michael M. Cox , Principles of Biochemistry fourth edition (Ebook) Pengantar Kimia Buku Panduan Mahasiswa Kedokteran Nelson et al,Fourth edition. Principles of Biochemistry