Anda di halaman 1dari 5

Laporan Hasil Wawancara

Tema Narasumber Waktu Tempat Hasil Wawancara : Program CIBI : Drs. Muslim : pkl 11.40 s.d 11.55 WIB : di depan ruang 5 SMA Plus N 17 Palembang :

T : Apakah program CIBI itu ? J : Program CIBI ini adalah program percepatan, dimana pelaksanaannya dilakukan selama 2 tahun. Tetapi bukan berarti melompati jenjang pendidikan yang seharusnya dilaksanakan selama 3 tahun, melainkan 1 semester di program CIBI ini dilaksanakan selama 4 bulan, bukan 6 bulan. T : Sejak kapan program CIBI diterapkan di SMA Plus Negeri 17 Palembang ? J : Saya lupa, namun CIBI tahun ini adalah CIBI angkatan ke-sembilan.

T : Siapa yang mempelopori program CIBI ini diterapkan di SMA Plus N 17? J : Program ini dipelopori oleh pihak Diknas Jakarta, khususnya Badan Pendidikan Luar Biasa T : Mengapa program CIBI diterapkan? J : Sebagai pelayanan kepada siswa yang memiliki kemampuan memahami pelajaran lebih cepat dari umumnya T : Bagaimana tanggapan Anda mengenai program CIBI ini? J : Program ini adalah program yang sangat baik bagi anak yang memiliki kecerdasan khusus atau kelebihan di bidang akademik. Jadi saya pikir program ini harus tetap dilaksanakan.

T : Lalu, bagaimana tanggapan wali murid terhadap program ini? J : Semua wali murid menyatakan bahwa program ini baik. Dari tahun ke tahun jumlah peserta yang mengikuti tes program CIBI meningkat. T : Adakah syarat-syarat untuk siswa mengikuti program ini? J : Syaratnya adalah memiliki tanggung jawab, minat yang tinggi, IQ lebih dari 120 dan mendapat rekomendasi dari tim psikologi bahwa mereka disarankan mengikuti program CIBI. T : Adakah hambatan dalam pelaksanaan program CIBI? J : Bagi anak-anak tertentu ada hambatan dalam melaksanakan program ini, misalnya siswa yang terbiasa santai ketika dihadapkan dengan system belajar yang cepat akan merasa kelelahan. Tetapi bagi siswa yang sudah terbiasa dengan sistem belajar yang cepat dan terprogram seperti ini, maka tidak ada hambatan bagi mereka. T : Lantas, bagaimanakah cara mengatasi hambatan tersebut? J : Hambatan ini diatasi oleh guru dengan cara memberi nasehat dan melakukan pendekatan. T : Apakah ada perbedaan antara siswa CIBI dan siswa regular/SBI dari segi prestasi? J : Perbedaan siswa CIBI dengan siswa regular terletak pada waktu. Namun dari segi prestasi, rata-rata alumni CIBI diterima di Perguruan Tinggi yang ternama. Contohnya, ada 2 siswa CIBI yang diterima di Universitas di Singapura dengan mendapat beasiswa penuh. T : Bagaimana perkembangan CIBI dari angkatan pertama hingga sekarang? J : Memang ada pasang surut dari tahun ke tahun. Dari tahun pertama, kedua, ketiga dan selanjutnya ada penurunan tapi kami terus mengevaluasi.

T : Bagaimana tanggapan Bapak mengenai CIBI angkatan tahun ini? J : CIBI angkatan tahun ini bagus karena dipilih berdasarkan hasil tes murni tanpa ada intervensi dari pihak manapun. Jadi siswanya memang berprestasi dan memiliki minat terhadap program ini. T : Apa saran dan harapan Bapak terhadap program ini? J : Agar program ini terus dilaksanakan karena program ini memberi pelayanan kepada anak-anak yang memiliki kemampuan khusus dan lebih dari yang lain. Keterangan : T : Penanya J : Narasumber

LAPORAN HASIL WAWANCARA


D I S U S U N O L E H KELOMPOK 4
Nyimas Inas Mellanisa Paschal Muhammad Reza Pasha Grata Putrarinsih Prima Sari Anungputri Puspa Fitria

Tahun Ajaran 2009 / 2010 SMA Plus Negeri 17 Palembang

KESIMPULAN
CIBI (Cerdas Istimewa, Berbakat Istimewa) sama seperti program akselerasi, yaitu program percepatan sekolah, dimana materi yang seharusnya diberikan selama 3 tahun, dituntaskan dalam waktu hanya 2 tahun tanpa mengurangi materi pembelajaran. Program ini dimanfaatkan sebagai pelayanan kepada siswa yang memiliki kemampuan lebih di bidang akademik. Siswa yang berhak mengikuti program ini harus memenuhi syarat-syarat tertentu, yaitu memiliki tanggung jawab dan minat yang tinggi, IQ lebih dari 120, serta rekomendasi dari tim psikologi untuk mengikuti program ini. Di SMA Plus Negeri 17 Palembang, program CIBI dilaksanakan sejak tahun 2000 atas rekomendasi dari Diknas Jakarta dan Badan Pendidikan Luar Biasa. Dalam pelaksanaanya terdapat beberapa hambatan, yaitu ketidakmampuan beberapa siswa mengikuti program ini dengan baik. Namun, hambatan tersebut dapat diatasi melalui pemberian nasehat dan pendekatan terhadap siswa tersebut. Meskipun demikian, diharapkan program ini dapat terus berjalan dengan baik.