Anda di halaman 1dari 7

ANTELMINTIK 1

POKOK BAHASAN
Antelmintik yang bekerja pada transmisi neuromuskular (sifat umum, efektivitas, mekanisme kerja, toksisitas selektif, efek Samping/toksisitas, kontraindikasi, indikasi, interaksi, farmakokinetik

KLASIFIKASI CACING
Cacing yg menyebabkan infeksi pd manusia Nematoda (cacing bulat): intestinal
Ascaris lumbricoides (mebendazol / pirantel pamoat) Enterobius vermicularis (mebendazol / pirantel pamoat) Ancylostoma duodenale (mebendazol / pirantel pamoat) Necator americanus (mebendazol / pirantel pamoat) Trichuris trichiura (mebendazol) Strongyloides stercoralis (thiabendazol) Trichinella spiralis (thiabendazol) Wuchereria bancrofti (dietilkarbamazin) Brugia malayi (dietilkarbamazin) Loa loa (dietilkarbamazin)

Nematoda (menginvasi jaringan):

KLASIFIKASI CACING
Cestoda (cacing pipih): niclosamid / praziquantel
Taenia saginata Taenia solium Diphyllobotrium latum

Trematoda (cacing pipih): praziquantel


Schistosoma spesies (darah) Fasciola hepatica (liver) Clonorchis sinensis (liver) Fasciolopsis buski (intestinal) Paragonimus westermani (paru-paru)

Antelmintik yang bekerja pada transmisi neuromuskular


Piperazin
Stimulasi reseptor kolinergik dan depolarisasi sel otot, yg diikuti dgn paralisis cacing

Ivermectin
interaksi dgn celah klorida di syaraf dan membran sel otot menyebabkan hiperpolarisasi sel dan paralisis serta kematian parasit

ion chanel target site antelmintik drug


No target site parasit nama obat levamisol, butamisol, pirantel, morantel,

nikotinik asetil kolin 1 reseptor nematoda nematoda usus besar 2 reseptor GABA piperazin ivermectin, abamectin, doramectin, moxidectin 3 GluCl reseptor nematoda permeabilitas cestoda, 4 kalsium membran trematoda praziquantel

mekanisme kerja anti cacing:


Bekerja pd otot cacing menyebabkan paralisis
Depolarisasi (paralisis spastik): bekerja pd reseptor kolinergik Hiperpolarisasi (paralisis flasid): bekerja pada reseptor GABA